Anda di halaman 1dari 18

Global Positioning System (GPS)

Supriyanto R

Apa itu GPS?


The Global Positioning System (GPS) adalah sebuah sitem navigasi berbasis satelit yang terdiri dari sebuah jaringan yang terdiri dari 24 satelit yang ditempatkan pada orbitnya oleh Dep. Pertahanan Amerika. The Global Positioning System, GPS, berbasis pada jaringan satelit. Satelit satelit ini orbitnya non-geostationary, sehingga dari bumi terbitnya bergerak melintas langit dan terbenam. Orbitnya memiliki inklinasi pada 55 derajat terhadap ekuator.

Bagaimana cara kerjanya?


Satelit GPS memutari bumi dua kali sehari dengan orbit yang sangat presisi dan mentransmisikan signal ke bumi GPS Penerima (receiver) menerima informasi tersbut dan menggunakan triangulasi untuk menentukan posisi sebenarnya dari user. Pada dasarnya GPS penerima (receiver) membandingkan waktu signal yang ditransmisikan satelit dengan waktu yang diterimanya. Perbedaan waktu ini menunjukkan seberapa jauh antara user dan satelit.

Dari jarak pengukuran dari beberapa satelit maka GPS receiver (penerima) dapat menentukan posisinya dan mendisplaykan pada peta elektronik. Sebuah GPS receiver harus menagkap minimal tiga satelit untuk menghitung posisi dua dimensi (lintang, bujur) dan untuk tracking perpindahan. Dengan empat satelit atau lebih dapat menentukan posisi 3D lintang, bujur dan ketinggian). Bila posisi user telah ditentukan maka GPS dapat menetukan informasi yang lainnya seperti : kecepatan, kemiringan, track (jalur), jarak perjalanan, jarak ke tempat tujuan, terbit terbenam matahari dll.

Seberapa akurat pengukuran dg GPS?


GPS receivers saat ini sangat akurat, contohnya Garmin's 12 parallel channel receivers dengan cepat menankap signal satelit, sekali signal tertangkap akan semakin kuat meskipun terdapat gangguan seperti gedung. Kondisi atmosfer tertentu dan sumber error lain dapat mempengaruhi akurasi GPS receivers. Garmin GPS receiver keakurasiaanya rata-rata hingga 15 meter. Garmin GPS receivers terbaru with WAAS (Wide Area Augmentation System) kemampuannya dapat meningkatkan akurasi hingga rata-rata kurang dari 3 meter.

Sistem satelit GPS


24 satellites yang membentuk segmen ruang mengorbit bumi pada ketinggian sekitar 12,000 miles. They are constantly moving, yang membuat orbit duakali dalam waktu kurang dari 24 jam. Satellites ini bergerak dengan kecepatan hingga 7,000 miles per jam. GPS satellites menggunakan tenaga surya. Selain itu memiliki cadangan bateray agar tetap bekerja meskipun tenaga surya tidak ada (malam).

Beberapa hal penting mengenai satelit GPS (atau disebut NAVSTAR adalah singkatan dari NAVigation Satellite Timing and Ranging. ) : Pertama kali diluncurkan tahun 1978. Lengkap 24 satellites pada tahun 1994. Penggantian satelit secara konstant dibuat kemudian diorbitkan. Berat GPS satellite sekitar 2,000 pounds dan panjangnya 17 feet dari ujung solar panel. Power transmisi hanya sekitar 50 watts atau kurang.

Bagaimana signal GPS?


GPS satellites mentransmisikan dua buah power radio yang lemah yaitu L1 dan L2. GPS sipil menggunakan frekuensi L1 yaitu 1575.42 MHz dalam band UHFdan L2 = 1227.6 MHz (tidak untuk sipil). The signals menjalar dalam jarak bebas pandang (line of sight), dapat menembus awan, kaca dan plastik tetapi tidak dapat menembus benda padat seperti gedung atau gunung. Signal GPS mengandung tiga informasi yang berbeda yaitu : The pseudorandom code merupakan kode I.D.yang mengindentifikasikan satelit yang mana yng mengirimkan informasi. Ephemeris data memberitahukan GPS receiver dimana tiap satelit berada pada suatu saat disepanjang hari. Setiap satelit mentransmisikan ephemeris data yang menunjukkan informasi orbitalnya dan satelit yang lain dalam sistem tersebut. Almanac data, yang secara konstan ditransmisikan oleh tiap satelit, memuat informasi penting mengenai status satelit (baik atau rusak), tanggal dan waktu saat ini.

Prinsip modulasi

Sumber Error signal GPS


Faktor yang dapat menurunkan signal GPS dan mempengaruhi akurasinya adalah : Delai oleh Ionosphere and troposphere - signal satellite lambat melalui atmosfer. Sistem GPS menggunakan a built-in model yang menghitung rata-rata delay (tunda) untuk mengoreksi error tersebut. Signal multipath - Hal ini terjadi bila signal GPS dipantulkan oleh objek seperti gedung yang tinngi atau gunung sebelum sampai ke receiver. Hal ini menambah waktu tempuh signal sehingga menimbulkan error. Receiver clock error - clok atau jam yang terdapat dalam receiver tidak seakurat jam atom dalam satelit GPS sehingga menimbulkan sedikit error. Orbital error - yang juga disebut ephemeris errors, hal ini adalah ketidak akuratan lokasi yang disampaikan oleh satelit..

Sumber Error

Sumber Error
Number of satellites visible - Makin banyak satelit yang dapat di tangkap signalnya maka makin akurat . Bangunan, kemiringan, interferensi elektronik dapat menghalangi atau menggaggu signal. GPS biasanya tidak dapat beroperasi di dalam gedung (ruangan) di dalam air atau di dalam tanah. Satellite geometry/shading - ini mengacu pada posisi relatif dari satelit pada waktu tertentu. Idealnya geometri satelit timbul saat satelit terletak pada sudut yang lebar relatif terhadap yang lain.

Sumber Error

Frequencies used by GPS include: L1 (1575.42 MHz): Mix of Navigation Message, coarse-acquisition (C/A) code and encrypted precision P(Y) code. L2 (1227.60 MHz): P(Y) code, plus the new L2C code on the Block IIR-M and newer satellites. L3 (1381.05 MHz): Used by the Defense Support Program to signal detection of missile launches, nuclear detonations, and other high-energy infrared events. L4 (1379.913 MHz): Being studied for additional ionospheric correction. L5 (1176.45 MHz): Proposed for use as a civilian safety-of-life (SoL) signal (see GPS modernization). This frequency falls into an internationally protected range for aeronautical navigation, promising little or no interference under all circumstances. The first Block IIF satellite that would provide this signal is set to be launched in 2008.

Contoh beberapa GPS

Contoh beberapa GPS

Contoh beberapa GPS