Anda di halaman 1dari 2

Deskripsi Lengkap An iframe capable browser is required to view this web site. No.

Induk PHB-0193 Status TERSEDIA

Kembali

Abstrak: Tujuan khusus penelitian tahun I adalah mengembangkan bank soal tes diagnostik yang berisi butir-butir soal tes diagnostik bidang studi biologi SMA kelas X semester II. Butir-butir tes diagnostik berupa tes diagnostik dua tingkat (the twotier diagnostic tests). Adapun untuk menyusun the two-tier diagnostic tests memerlukan tiga fase, yaitu: (1) defining the content boundaries yang terdiri dari 5 langkah: reviewing the biology textbooks, identifying propositional knowledge statements, developing a concept map, relating propositional knowledge to the content map, validating the content; (2) identifying students misconceptions yang terdiri dari 4 langkah: examining related literature, training teachers with interview skills, conducting interview, developing multiple choice content items with free response; (3) instrument development yang terdiri dari 6 langkah: developing the twotier diagnostic tests, designing a specific grid, validating the instrument, conducting pilot test, refinement, conducting statistical analysis. Tes diagnostik yang dikembangkan ada 3, yaitu tes A, tes B, dan tes C. Tes A, tes B, dan tes C digunakan untuk mendiagnosis siswa SMA kelas X semester II di dalam mempelajari konsep-konsep biologi. Tes A (tes diagnostik yang digunakan untuk mengungkap: tingkat keanekaragaman dalam kehidupan, biodeversitas di Indonesia, dan plantae). Tes B (tes diagnostik yang digunakan untuk mengungkap: porifera, coelenterata, plathyhelminthes, nemathelminthes, annelida, mollusca, arthropoda, echinodermata, dan chordate). Tes C (tes diagnostik yang digunakan untuk mengungkap: ekosistem, aliran energi, daur biogeokimia, pencemaran lingkungan dan pelestarian lingkungan, jenis limbah dan daur ulang limbah). Tes A, tes B, dan tes C diujicobakan pada 4 SMA, yaitu: SMA Negeri 1 Weru, SMA Negeri 1 Tawangsari, SMA Assalam, dan SMA Veteran 1 Sukoharjo. Responden untuk tes A dan tes B ada 130 siswa. Responden untuk tes C ada 128 siswa. Analisis statistik dilakukan dengan program iteman versi 3,00. iv Hasil penelitian ini: (1) Paket tes diagnostik (tes A) terdiri dari 73 butir. Tes A terdiri dari 16 butir yang berkategori mudah, 42 butir yang berkategori sedang, dan 15 butir yang berkategori sulit. Daya beda butir yang termasuk kategori jelek, cukup, baik, dan sangat baik berturutturut adalah 12 butir, 29 butir, 24 butir, 8 butir. Reliabilitas tes diagnostik (tes A) adalah 0,871. (2) Paket tes diagnostik (tes B) terdiri dari 39 butir. Tes B terdiri dari 1 butir yang berkategori mudah, 29 butir yang berkategori sedang, dan 9 butir yang berkategori sulit. Daya beda butir yang termasuk kategori jelek, cukup, baik, dan sangat baik berturut-turut adalah 9 butir, 10 butir, 15 butir, 5 butir. Reliabilitas tes diagnostik (tes B) adalah 0,768. (3) Paket tes diagnostik (tes C) terdiri dari 79 butir. Tes C terdiri dari 15 butir yang berkategori mudah, 47 butir yang berkategori sedang, dan 17 butir yang berkategori sulit. Daya beda butir yang termasuk kategori jelek, cukup, baik, dan sangat baik berturut-turut adalah 17 butir, 24 butir, 24 butir, 14 butir. Reliabilitas tes diagnostik (tes C) adalah 0,894.

File Digital: 0

Review: No review available for this collection: 133282