Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PAI ZAKAT DAN HIKMAHNYA

OLEH: DANES MIHARJA (19) SMKN 6 MALANG JL KI AGENG GRIBIG MALANG

ZAKAT DALAM AL QURAN

Artinya: Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah dan rukulah beserta orang-orang yang ruku. (QS 2:43)

Artinya: Pada hari dipanaskan emas dan perak itu pada nereka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: iniah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. A. ETIMOLOGI Secara harfiah zakat berarti tumbuh, berkembang, mensucikan, atau membersihkan. Sedangkan menurut syariah adalah memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sebagaimana ditentukan. Zakat merupakan salah satu rukun islam, dan menjadi unsur pokok bagi tegaknya agama islam. Oleh sebab itu hukumnya zakat adalah wajib atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. B. MACAM-MACAM ZAKAT Zakat terbagi menjadi dua tipe yaitu: 1. Zakat Fitrah Zakat yang wajib dikeluarkan orang muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Besar zakat ini setara dengan 2,5 kilogram makanan pokok yang ada di daerah yang bersangkutan. Ibnu Umar ra berkata: Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah satu sha kurma atau gandum pada budak, orang merdeka , lelaki perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari umat islam dan memerintahkan untuk membayarnya sebelum mereka keluar untuk sholat (id). Menurut mazhab hanafi pembayaran zakat fitrah dapat dilakukan dengan menbayar-kan harganya dari makan pokok yang di makan.

Pembayaran zakat menurut jumhurulama: 1. Waktu wajib membayar zakat fitrah yaitu dengan tenggelamnya matahari diakhir bulan Ramadhan. 2. Membolehkan mendahulukan membayar zakat awal bulan Ramadhan. Keterangan: Bagi yang tidak berpuasa karena udzur tertentu yang dibolehkan oleh syar;at islam dan mempunyai kewajiban membayar fidyah, maka pembayar fidya sesuai dengan lamanya seseorang tidak berpuasa. 2. Zakat Maal Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta (maal) yang dimiliki oleh individu atau lembaga (syara).Mall berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti harta. Harta disini mencakup hasil prniagaan, pertania, petambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak serta hasil kerja.Masing-masing tipe mempunyai perhitungan sendiri-sendiri. Menrut bahasa harta adalah segala sesuatu yang dinginkan sekali oleh manusia untuk memiliki, memanfaakan dan menyimpannya. Sedangkan menurut syariah harta adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki dan dapat digunakn menurut lazimnya. Sesuatu dapat disebut dengan maal apabila memenuhi dua syarat yaitu: 1. Dapat dimiliki, dikuasai, dihimpun, disimpan. 2. Dapat diambil manfaatnya sesuai dengan lazimnya. Misalnya rmah, mobil, ternak, hasil pertanian, uang, emas, perak dan lain-lain. C. YANG BERHAK MENERIMA ZAKAT 1. Fakir: Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok. 2. Miskin: Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup 3. Amil: Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat. 4. Mualllaf: Mereka yang baru masuk islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya. 5. Hamba sahaya: Mereka yang ingin memerdekakan dirinya. 6. Gharimin: Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya. 7. Fisabilillah: Mereka yang berjuang dijalan Allah. 8. Ibnu sabil; Merea yang kehabisan biaya di perjalanan. D. YANG TIDAK BERHAK MENERIMA ZAKAT 1. Orang kaya. Rasulullah bersabda, tidak halal mengambil sedekah bagi orang kaya dan orang yang mempuyai tenaga. 2. Hamba sahaya, karena masih mendapat nafkah atau tanggungan dari tuannya. 3. Keturunan Rasulullah. Rasulullah bersabda, sesungguhnya tidak halal Bagi (ahlul bait) mengambi sedekah.

4. Orang yang dalam tanggungan yang berzakat, misalnya anak dan istri. 5. Orang kafir. E. BEBERAPA FAEDAH ZAKAT A.Faedah diniyah (segi agama) 1. Dengan berzakat berarti telah menjalankan salah satu dari rukun islam yang mengantarkan seseorang hamba kepada kebahagian dan keselamatan dunia akherat. 2. Merupakan sarana bagi hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT 3. Pembayar zakat akan medapat pahala besar yang berlipat ganda. 4. Zakat merupakan sarana penghapus dosa, seperti yang pernah dosabdakan Rasulullah Muhammad SAW. Faedah Khuluqiyah (segi akhlak) 1. Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran dan kelapang dada kepada pribadi pembayar zakat. 2. Pembayar zakat biasanya identik dengan sifat ramah dan lembut kepada saudara yang tidak punya. 3. Merupakan realita bahwa menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat baik berupa harta atau raga bagi kaum muslimin. 4. Didalam zakat terdapat penyucian terhadap akhlak. Faedah ijtimiyah (segi sosial kemasyarakatan) 1. Zakat merupakan sarana untuk membantu dalam memenuhi hajat hidup para fakir miskin. 2. Memberikan dukungan kekuatan bagi kaum muslimin dan mengangkat ekstensi mereka. 3. Zakat bisa mengurangi kecemburuan sosial, dendam dan rasa dongkol yang ada pada dada fakir miskin. 4. Zakat akan memacu pertumbuhan ekonomi pelakunya dan yang jelas berkah yang melimpah. 5. Membayar zakat berarti memperluas peredaran harta benda atau uang. F. HIKMAH ZAKAT Hikmah dari zakat antara lain: 1. Mengurangi kesenjangan sosial antara mereka yang berada pada kemiskinan. 2. Pilar amal jamai antara mereka yang berada dengan para mujahid dan daI yang berjuang dan berdawah dalalm rangka meninggikan kalimat Allah SWT. 3. Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk. 4. Alat pembersih harta dan penjagaan dari orang jahat. 5. Ungkapan rasa syukur atas nikmatyang dibrikan Allah SWT.

6. Untuk pengembangan potensi umat. 7. Dukungan moral bagi orang yang baru masuk islam. 8. Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi umat. G. SYARAT-SYARAT HARTA Harta yang dikeluarkan sebagai zakat harus memenuhi syarat sebagai berikut: 1. Milik penuh, yakni harta tersebut merupakan milik penuh individu yang akan mengeluarkan zakat. 2. Berkembang, yakni harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusahakan. 3. Mencapai nisab, yakni harta tersebut telah mencapai ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan. 4. Lebih dari kebutuhan pokok, orang yang berzakat hendaklah kebutuhan pokok terpenuhi terlebih dahulu. 5. Bebas dari hutang. 6. Berlalu satu tahun, kepemilikan harta tersebut telah mencapai satu tahun khusus untuk ternak, harta simpanan dan harta peniagaan. H. MACAM-MACAMNYA Macam-macam zakat maal dibedakan atas obyek zakatnya, antara lain: 1. Hewan ternak. Meliputi semua jenis dan ukuran ternak (misal:sapi, kerbau, kambing) 2. Hasil pertanian. Hasil pertanian yang dimaksud adalah hasil tumbuhtumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan dan lain-lain. 3. Emas dan perak. Meliputi harta yang terbuat dari emas dan perak dalam bentuk apapun. 4. Harta peniagaan. Harta peniagaan adalah semua yang dipernutukan untuk diperjual-belikan dalam berbagai jenis, bisa alat-alat, pakaian,makann, perhiasan dan lain-lain. 5. Hasil tambang. Meliputi hasil dari proses penambangan benda-benda yang berada dalam perut bumi/laut dan memilik nilai ekonomis seperti minyak, logam, batubara, mutiara. 6. Barang temuan. Yakni harta yang ditemukan dan tidak diketahui pemiliknya (harta karun). 7. Zakat profesi. Yakni zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nisab. I. SYARAT WAJIB DAN CARA MENGELUARKAN ZAKAT MAAL. Berbagai pertanyaan masuk ke meja redaksi muslim.or.id, berkaitan ddengan zakat maal. Untuk melengkapi dan menyempurnakan pemahaman

tentang zakat tersebut, maka berikut ini kami ringkas satu tulisan ustadz Kholid Syamsudin dari majalah As sunnah edisi 06 tahun VII/2003M. Syarat-syarat seseorang wajib mengeluarkan zakat adalah sebagai berikut: 1. Islam 2. Merdeka 3. Berakal dan baligh 4. Memiliki nisab Makna nisab disini adalah ukuran atau batas terendah yang telah ditetapkan oleh syari (agama) untuk menjadi pedoman menentukan kewajiban mengeluarkan zakat bagi yang memilikinya. Orang yang telah memilki harta dan telah mencapai nisab atau lebih, diwajibkan mengeluarkan zakat dengan dasar firman Allah.

Artinya: Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: Yang lebih dari keperluan.Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNYA kepadamu supaya kamu berfikir. (QS Al Baqarah: 219) Maka al afwu, adalah harta yang telah melebihi kebutuhan. Oleh karena itu, iislam menetapkan nisab ssebagai ukuran kekayaan seseorang. Syarat-syarat nisab adalah sebagai berikut: 1. Harta tersebut diluar yang harus dipenuhi seseorang, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, kendaraan dan alat yang dipergunakan untuk mata pencaharian. 2. Harta yang akan dizakati elah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari kepemilikan nishab dengan dalil hadits Rasulullah SAW. Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun). (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al Albani). J. NISHAB, UKURAN DAN CARA MENGELUARKAN ZAKATNYA 1. Nishab Emas Nishab emas sebanyak 20 dinar. Dinar yang dimaksud adalah dinar islam. 1 dinar = 4,25 gr emas. Jadi, 20 dinar = 85 gr emas murni. Dalil nishab ini adalah sabda Rasulullah SAW, Tidak ada kewajiban atas kamau sesuatupun - yaitu dalam emas sampai memiliki 20 dinar. Jika telah memiliki 20 dinar dan telah berlaku satu haul,

maka terdapat padanya zakat dinar. Selebihnya dihitung sesuai dengan hal itu, dan tidak ada zakat pada hartanya, kecuali setelah satu haul. (HR. Abu Daud, Tirmidzi) Emas dan perak merupakan logam mulia yang selain merupakan tambang elok, juga sering dijadikan perhiasan. Emas dan perak juga dijadikan mata uang yang berlaku dari waktu ke waktu. Termasuk dalam kategori emas dan perak, adalah mata uang yang berlaku pada waktu itu di Negara masingmasing. Oleh karena segala bentuk penyimpanan uang seperti tabungan, deposito, cek, saham atau surat berharga lainnya, termasuk dalam kategori emas dan perak. 2. Nishab Perak Nishab perak adalah 200 dinar. Setara dengan 5959 gr, sebagaimana hitungan Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin dala Syarul Mumti 6/104 diambil darinya 2,5% dengan perhitungan sama dengan emas. 3. Nishab Binatang Ternak Syarat wajib zakat binatang ternak sama dengan di atas, ditambah satu syarat lagi, yaitu binatang lebih sering dikembalakan di padang rumput yang mubah daripada dicarikan makanan. Hewan ternak meliputi hewan besar (unta, sapi, kerbau), hewan kecil (kambing, domba) dan ungggas (ayam, itik, burung). Dab dalam zakat kambing yang dikembalakan diluar, kalau 40 ekor sampai 120 ekor. (HR Bukhari) Sedangkan ukuran nishab dan yang dikeluarkan zakatnya adalah sebagai berikut: a. Onta Nishab onta adalah 5 ekor. Dengan pertimbangan di Negara kita tidak ada yang memiliki ternak onta, maka nishab onta tidak kami jabarkan secara rinci. b. Sapi Nishab sapi adalah 30 ekor. Apabila kurang dari 30 ekor, maka tidak ada zakatnya. Cara perhitungannya adalah sebagai berikut: Jumlah sapi Jumlah yang dikeluarkan 30-39 ekor 1 ekor tabi atau tabiah 40-59 ekor 1 ekor musinah 60 ekor 2 ekor tabi atau 2 ekor tabiah 70 ekor 2 ekor tabi dan 1 ekor musinah 80 ekor 2 ekor musinah 90 ekor 3 ekor tabi 100 ekor 2 ekor tabi dan 1 ekor musinah Keterangan:

1. Tabi dan tabiah adalah sapi jantan dan betina yang berusia setahun. 2. Musinah adalah sapi betina yang berusia 2 tahun. 3. Setiap 30 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor tabi dan setiap 40 ekor sapi, zakatnya adalah 1 ekor musinah. c. Kambing Nishab kambing adalah 40 ekor. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Jmlah kambing Jumlah yang dikelurkan 40 ekor 1 ekor kambing 120 ekor 2 ekor kambing 201 300 ekor 3 ekor kambing > 300 ekor setiap 100 1 ekor kambing 4. Nishab Hasil Pertanian Zakat hasil pertanian dan buah-buahan disyariatkan dalam islam dengan dasar firman Allah SWt, Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama rasanya. Makanlah dari macam-macam buah itu bila dia berubah, dan tunaikanlah haknya dihari memetik hasilnya dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak suka orang yang berlebihlebihan.Adapun nishabnya adalah 5 wasaq, berdasarkan sabda Rasulullah SAW. Zakat itu tidak ada yang kurang dari 5 wasaq. (Mutaffaqun alaihi). Satu wasaq setara dengan 60 sha (menurut kesepakatan ulama silahkan lihat penjelasan Ibnu Hajar dalam Father Bari 3/364). Sedangkan satu sha setara dengan 2,175 kg atau 3 kg. Berdasarkan fatwa dan ketentuan resmi yang berlaku di Saudi Arabia maka nshab zakat hasil pertanian adalah 300 x 3 kg = 900 kg. Adapun ukuran yang dikeluarkan, bila pertanian itu didapatkan dengan cara pengairan, maka zakatnya sebanyak 10%. Berdasarkan zakat Rasulullah SAW. Pada yang disirami oleh sungai dan hujan, maka zakatnya sepersepuluh (1/10) dan yang disirami dengan pengairan, maka seperduapuluh (1/20). (HR Muslim 2/673) Misalnya: Seorang petani berhasil menuai hasil panennya sebanyak 1000 kg. Maka ukuran zakat yang dikeluarkan bila dengan pengairan adalah 1000 x 1/20 = 50 kg. Bila tadah air hujan, sebanyak 1000 x 1/10 = 100 kg. Nishab Barang Dagangan Pesyaratan zakat barang dagangan masih diperselisihkan para ulama. Menurut pendapat yang mewajibkan zakat perdagangan, nishab da ukurannya sama dengan nshab dan ukuran zakat emas. Adapun syarat-syarat mengeluarkan zakat perdagangan sama dengan syaratsyarat zakat yang lainnya, dan ditambah 3 syarat lainnya:

5.

1. Memilikinya dengan tidak terpaksa, seperti dengan membeli, menerima hadiah, dan yang sejenisnya. 2. Memilikinya dengan niat untuk perdagangan. 3. Nilainya telah sampai nishab. 6. Nishab Harta Karun Harat karun yang ditemukan, wajib dizakati secara langsung tanpa mensyaratkan nishab dan haul, berdasarkan keumuman Rasulullah SAW: Dalam harta temuan terdapat seperlaima zakatnya. Rikaz adalah harta terpendam dari zaman dahulu atau bias disebut dengan harta karun. Cara menghitung nishab: Dalam menghitung nishab terjadi perbedaan pendapat. Yaitu pada masalah, apakah yang dilihat nishab selama setahun atau hanya dilihat pada awal dan akhir tahun saja? Imam Nawawi berkata, Menurut mazhab kami, mazhab Malik, mazhab Jumhur adalah disyaratkan pada harta yang wajib dikeuarkan zakatnya bepedoman pada hitungan haul, seperti: emas, perak, dan binatang ternak. Madin Kekayaan Laut Madin (hasil tambang) adalah benda-benda yang terdapat dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti: emas, perak, timah, tembaga giok, minyak bumi, batu bara dll. Kekayaan laut adalah segala sesuatu yang dieksploitasi dari laut seperti: mutiara, ambaar , marjan dll. J. SAYRAT-SYARAT YANG WAJIB DIZAKATI 1. Milik penuh Artinya harta tersebut berada pada control dan kekuasaan secara penuh, dan dapat diambil manfaatnya secara penuh. Harta tersebut didapatkan melalui proses pemilikan yang dibenarkan oleh syariat islam seperti: usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dengan cara-cara yang sah. 2.Berkembang Artinya harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang. 3. Cukup nishab Artinya harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara. Sedangkan harta yang tidak sampai nishabnya terbebas dari zakat dan diajurkan mengeluarkan infaq serta shadaqah. 4. Lebi dari kebutuhan Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang dibutuhkan seseoran dan keluarga yang menjadi tangguannya, untuk kelangsungan hidupnya. Artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi yang bersangkutan tidak dapat hidup layak. Kebutuhan tersebut seperti kebutuhan primer atau

7.

kebutuhan hidup minimum missal, belan sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan dll. 5.Bebas dari hutang Orang yang mempunyai hutang besar atau mengurangi nishab yang harus dibayar pada waktu yang sama, maka harta tersebut bebas dari zakat. 6. Belalu satu tahun Maksudnya adalah bahwa kepemilikian harta tersebut sudah berlalu satu tahun. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedangkan hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz tidak ada syrat haul. K. BEBERAPA MACAM ZAKAT SELAIN ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT MAAL 1. Zakat profesi Zakat profesi adalah zakat yang dikeluarkan dari penghasilan profesi bila telah mencapai nishab. Profesi dimaksud mencakup profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaries, akuta, artis dll. Dasar hokum syariat. Firman Allah swt:

Artinya: dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak dapt kebahagiaan. Firman Allah saw:

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, infaqkanlah sebagaian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. (QS Al baqarah: 267) Hadist Nabi SAW: Bila zakat bercampur dengan harta lainnya maka ia akan merusak harta itu. (HR. AL Bazar dan Baehaqi) Hasilan profesi merupakan sumber pendapatan yang tidak banyak dikenal di masa generasi terdalhulu, pleh karenanya bentuk kasab ini tidak banyak

dibahas, khususnya yang berkaitan dengan zakat. Lainya halnya dengan bentuk hasab yang lebih popular saat itu, seperti: pertania, peternakan, dan perniagaan mendapatkan porsi pendapatan yang sangat memadai dan detail. Meskipun demikian bukan berarti harta yang didapatkan dari hasil profesi tersebut bebas dari zakat, sebab zakat pada dasarnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang kaya untuk dibagikan kepada orang miskin diantara mereka. Perhitungan Zakat Profesi Nishab zakat profesi setara dengan nishab zakat tanaman dan buahbuahan sebesar 5 wasaq atau 625,8 kg gabah setara dengan 520 kg beras, kadar zakatnya sebesar 2,5%. Waktu untuk mengeluarkan zakat profeasi pada setiap kali menerima diqiyaskan dengan waktu pengeluaran zakat tanaman yaitu setiap kali panen. Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya. (QS: al-anam:141) Contaoh perhitungan: 1. Nisab sebesar 520 kg beras, asumsi harga beras 2000 jadi nilai nishab sebesar 520 x 2000 = 1. 400.000 Jumalh pendapatan perbula Rp 2.000.000,Zakay atas pendapatan 2,5% x 2.000.000 = 50.000,2. Zakat Uang Simpanan Uang simpanan (baik tabungan, deposito dll) dikenakan zakat dari jumlah terendah bila mencapai haul. Besarnya nishab senilai dengan 85 gr emas. Kadarnya zakat sebesar 2,5%. 3. Simpanan Deposito Seseorang memounyai deposito di awal penyetoran tanggal 01/04/99 sebesar Rp 10.000.000 dengan jumlah bagi hasil 300.000 setahun. Haul wajib zakat adalah tanggal 31/03/00, nishab sebesar 6.370.000. maka setelah masa haul tiba, zakat yang harus dikeluarkan sebesar? 2,5% x 10.000.000 = Rp 250.000 Bila seseorang mempunyai beberapa simpanan deposito maka seluruh jumlah simpanan deposito dijumlahkan. Bila mencapai nishab dengan masa kadar zakatnya sebesar 2,5% dengan perhtungan seperti di atas. 4. Zakat Emas/Perak Seoarang muslim yang mempunyai emas dan perak wajib mengeluarkan zakat bila sesuai nisab dan haul. Adapun nishab emas sebesar 85 gr dan nishab perak 595 gr. 1. Emas yang yidak dipakai Emaas yang tidak dipakai adalah perhiasan emas yang tidak digunakan atau sekalipun dipakai hanya satu tahun sekali. Dengan demikiana bila seseorang menyimpan menyamai atau melebihi 85 gr maka ia wajib

mengeluarkan zakat. Adapu kadar zkatnya sebesar 2,5% di hitungdari nilai emas tersebut. 2. Emas yang dipakai Emas yang dipakai adalah dalam kondisi wajar dan tidak berlebihan. Jadi bila seorang wanita mempunyai emas 120 gr, dipakai dalm aktivitas sehari-hari sebanyak 15 gr, maka zakat emas yang wajib dikeluaran adalah 120 gr -15 gr =105 gr. Bila harga emas 70.000 maka zakat yang harus dikeluakan sebesar: 105 x 70.000 x 2,5% = 183.750 Keterangan: Perhitungan zakat perak mengikuti perhitungan zakt emas. 5. Zakat Investasi Zakat investasi adalah zakat yang dikenakan terhadap harta yang diperoleh dari hasil investasi. Diantara usaha yang masuk investasi adalah bangunan atau kantor yang disewakan, saham, rental mobil, rumah kontrakan, investasi pada ternak atau tambak. Dilihat dari karakteristik investasi, biasanya modal tidak bergerak dan tidak terpengaruh terhadap hasil produksi maka zakat investasi lebih dari zakt pertanian. Dengan demikian zakat investasi dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5% atau 10%. 5% untuk penghasilan kotor dan 10% untuk penghasilan bersih.

6. Zakat Hadiah dan Sejenisnya Jika hadiah tersebut terkait dengan gaji maka ketentuanya sama dengan zakat profesi. Dikeluarkan pada saat menerima dengan kadar zaktnya 2,5%. 1. Jika komisi terdiri dari 2 bentuk:pertama, jika komisi dari hasil prosentasi keuntungan perusahaan kepada pegawai, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 10% 2. Jika berubah hibah, terdiri dari 2 kriteria pertama, jika sumber hibah tidak diduga-duga sebelumnya, maka zakat yang dikeluarkan sebesar 20%, kedua jika sumber hibah telah diduga dan diharap, hibah tersebut digabung dengan kekayaan yang ada dan zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5%. 7. Zakt Perniagaan - Zakat Perdagangan Rasulullah SAW memerintahkan kami agar mengeluarkan zakat dari semua yang kami persiapkan untuk berdagan. (HR Abu Daud) Ketentuan zakat perdagangan: Berjalan satu tahun, pendapt Abu Hanifah lebih kuat dan realistis yaitu dengan megabungkan harta perdagangan di awal dan diakhir dalam satu tahun kemudian dikeluarkan zakatnya.

Nishab zakat perdagangan sama dengan nishab zakat emas yaitu senilai 85 gr emas. 2. Kadar zakatnya sebesar 2,5%. 3. Dapat dibayar dengan uang atau barang. 4. Dikenakan pada perdagangan.
1.

8.

Zakat Perusahaan Zakat perusahaan hamper sam dengan zakat perdagangan dan investasi. Bedanya dalam zakat perusahaan bersifah kolektif. Dengan criteria sebagai berikut: Jika perusahaan bergerak dalm bidang perdagangan mka perusahaan tersebut mengeluarkan harta sesuai dengan aturan zakat perdagangan. Kadar zakat yang dikeluarkan 2,5%. Jika perusahann tersebut bergerak dalm bidang industri maka zakt yang dikeluarkan sesuai dengan aturan zakt investasi. Kadar zakatnya sebesar 2,5%. Catatan: Bila dalam perusahaan tersebut ada peryataan modal dari pegawai non muslim maka perhitungan zakat setelah dikurangi ke-pemilikan modal atau keuntung dari pegawai non muslim.