Anda di halaman 1dari 22

I.

PENDAHULUAN

Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Dengan penilaian, guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, hubungan sosial, sikap dan kepribadian peserta didik. Penilaian hasil belajar tujuannya adalah agar guru dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan terhadap peserta didiknya. Guru juga harus mengetahui sejauh mana peserta didik telah mengerti bahan yang telah diajarkan dan sejauh mana tujuan / kompetensi dari kegiatan pembelajaran yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan dengan nilai. Hasil dari evaluasi selanjutnya perlu dilaporkan untuk mengetahui bagaimana hal tersebut bisa dijadikan acuan untuk menentukan nilai akhir / kenaikan kelas. Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai teknik penentuan nilai akhir, kedudukan rangking dan profil prestasi belajar.

II. PEMBAHASAN NILAI AKHIR, RANGKING DAN PROFIL PRESTASI BELAJAR

A. Teknik Penentuan Nilai Akhir 1. Pengertian Nilai Akhir Nilai akhir sering juga dikenal dengan istilah nilai final adalah nilai baik berupa angka atau huruf yang melambangkan tingkat keberhasilan peserta didik setelah mereka mengikuti program pendidikan pada jenjang pendidikan tertentu, dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Penentuan nilai akhir oleh seorang pengajar terhadap peserta didiknya pada dasarnya merupakan pemberian dan penentuan pendapat pendidik terhadap peserta didiknya, terutama mengenai perkembangan, kemajuan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh peserta didik yang berada dibawah asuhannya, setelah mereka menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. 2. Fungsi Nilai Akhir Penentuan nilai akhir secara garis besar memiliki empat macam fungsi yaitu: a. Fungsi administrative Secara administratif pemberian nilai akhir oleh seorang pendidik terhadap peserta didiknya itu memiliki fungsi sebagai berikut: 1. Menentukan kenaikan dan kelulusan siswa. 2. Memindahkan atau menempatkan siswa sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. 3. Memberikan beasiswa. 4. Memberikan rekomendasi untuk melanjutkan pendidikannya.

5. Memberi gambaran tentang prestasi siswa / lulusan kepada para calon pemakai tenaga kerja. b. Fungsi informative Memberikan nilai akhir siswa oleh pendidik kepada orang tuanya mempunyai arti bahwa orang tua tersebut menjadi tahu akan kemajuan dan prestasi anaknya di sekolah. Catatan ini akan sangat berpengaruh, terutama bagi orang tua yang ikut serta menyadari tujuan sekolah dan perkembangan anaknya. Dengan catatan agar orang tua sadar terhadap keadaan anaknya untuk memberi perhatian, dorongan ataupun bimbingan, kebutuhan saran dan prasarana dan lain-lain, serta hubungan orang tua dengan sekolah semakin lebih baik. c. Fungsi bimbingan Pemberian nilai kepada siswa akan mempunyai arti besar bagi pekerjaan bimbingan / penyuluhan. Dengan perincian gambaran nilai siswa, petugas bimbingan akan segera tahu bagian-bagian mana dari usaha siswa disekolah yang masih memerlukan bantuan. Catatan lengkap yang juga mencakup tingkat (rating) dalam kepribadian siswa serta sifat-sifat yang berhubungan denga rasa sosial akan sangat membantu siswa dalam mengarahkannya sebagai pribadi yang seutuhnya. d. Fungsi intruksional Tidak ada tujuan yang lebih penting dalam proses belajar mengajar kecuali mengusahakan agar perkembangan dan belajar siswa mencapai tingkat optimal. Pemberian nilai merupakan salah satu cara dalam usaha ke arah tujuan itu, asal dilakukan dengan hati-hati dan bijaksana. Pemberian nilai merupakan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memberikan umpan balik (feed back) yang mencerminkan seberapa jauh seorang siswa telah mencapai tujuan yang ditetapkan dalam pengajaran atau system instruksional.

Apabila pemberian nilai dapat dilakukan dengan cermat dan terperinci, maka akan lebih mudah diketahui pula keberhasilan dan kegagalan peserta didik disetiap bagian tujuan pengajaran tersebut. 3. Faktor-Faktor Dalam Penentuan Nilai Akhir a. Prestasi / Pencapaian (achievement) Faktor prestasi / pencapaian dipergunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam penentuan nilai akhir. Simbol yang digunakan untuk menyatakan nilai, baik huruf maupun angka, nilai hasil belajar pada dasarnya mencerminkan sejauh mana tingkat keberhasilan yang telah dapat dicapai oleh peserta didik dalam pencapaian tujuan pendidikan yang ditetapkan di setiap bidang studi / mata pelajaran. b. Usaha (effort) Disamping nilai-nilai hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik, faktor usaha yang telah mereka lakukan juga perlu mendapat pertimbangan dalam rangka penentuan nilai akhir. Sekalipun misalnya seorang peserta didik hanya dapat mencapai nilai-nilai hasil belajar yang minimal (prestasinya rendah), namun apabila pendidik dengan secara cermat dapat mengamati sehingga dapat diperoleh bukti bahwa dengan nilai-nilai hasil test, hasil belajar yang rendah itu sebenarnya sudah merupakan hasil usaha yang sungguh-sungguh (sangat rajin dalam mengikuti pelajaran, tekun didalam belajar dan sebagainya), maka sudah selayaknya kepada peserta didik tersebut dapat diberikan nilai penunjang sebagai penghargaan atas usaha sungguh-sungguh dari peserta didik itu, tanpa mengenal rasa putus asa. Sebaliknya bagi peserta didik yang memiliki nilai-nilai hasil tes hasil belajar yang rendah tetapi dengan nilai-nilai yang rendah itu peserta didik tadi tidak tampak adanya usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki prsetasinya (malas dalam mengikuti pelajaran, sering membolos, belajar setengahsetengah dan sebagainya), maka adalah cukup beralasan bagi pendidik untuk memberikan nilai akhir apa adanya.

c. Aspek Pribadi dan Sosial (Personal and Social Characteristics) Karakter yang dimiliki oleh peserta didik baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok perlu juga mendapat pertimbangan dalam penentuan nilai akhir. Seorang peserta didik yang sekalipun prestasi belajarnya tergolong menonjol namun akhlaknya tidak baik, indisipliner, sering berbuat curang atau berbuat onar dan sebagainya perlu mendapatkan hukuman seimbang berupa pengurangan nilai akhir. d. Kebiasaan Bekerja (Working Habit) Yang dimaksud dengan kebiasaan kerja disini adalah hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan melakukan tugas. Misalnya: tepat waktu atau tidaknya dalam menyerahkan pekerjaan rumah (PR), rapih tidaknya hasil pekerjaan rumah tersebut, ketelitiannya dalam menghitung dan sebagainya. Dapat juga dimasukan disini: kebersihan badan, kerapian berpakaian dan sebagainya. 4. Beberapa Contoh Cara Penentuan Nilai Akhir Sebelum dibicarakan lebih lanjut mengenai cara-cara yang dapat ditempuh dalam rangka menentukan nilai akhir perlu diingatkan tentang adanya dua bentuk penilaian, yaitu penilaian dalam bentuk formatif dan penilaian dalam bentuk sumatif. Penilaian yang diberikan oleh pendidik dalam bentuk tes-tes formatif sebenarnya dimaksudkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan untuk mengetahui sampai dimana tingkat pencapaian peserta didik terhadap tujuan instruksional yang telah dirumuskan dalam setiap satuan pelajaran. Adapun tes sumatif bertujuan untuk menilai prestasi peserta didik terhadap penguasaan bahan pelajaran yang telah diberikan kepada mereka selama jangka waktu tertentu. Akan tetapi oleh karena tes sumatif itu pada umumnya tidak sering dilakukan, maka untuk dapat menjaga kesinambungan penilaian dan hasil penilaian yang dipandang lebih mantap bagi setiap peserta didik, maka

penentuan nilai akhir pada umumnya dilaksanakan dengan jalan menggabungkan nilai-nilai hasil tes formatif dengan nilai hasil tes sumatif. 1 Berikut ini contoh cara yang sering dipergunakan dalam penentuan nilai akhir : a. Nilai akhir diperoleh dengan jalan memperhitungkan nilai hasil tes formatif, yaitu nilai hasil rata-rata ulangan harian, dengan nilai hasil tes sumatif, yaitu nilai hasil ulangan umum yang dikali 2 kemudian dibagi banyaknya tes formatif yang dilaksanakan. Dengan rumus :        

 Ket :

N = Nilai akhir F1 = Nilai hasil tes formatif ke-1 F2 = Nilai hasil tes formatif ke-2 F3 = Nilai hasil tes formatif ke-3 Fn = Nilai hasil tes formatif ke-n n = Banyaknya tes formatif dilaksanakan S = Nilai tes sumatif (ulangan umum) 2 & 3 = 2 bobot tes formatif, 3 = bobot tes secara keseluruhan

Contoh Tes formatif (ulangan harian) mata pelajaran Agama Islam dilaksanakan 4x dalam satu semester / catur wulan dan ulangan umum 1x. Azka adalah murid sekolah dasar kelas V, berhasil memperoleh nilai sebagai berikut : F1 = 8 F3 = 6.5
1

F2 = 7.5 F4 = 7

Prof.Dr. Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2011.

S =8 Maka nilai akhir yang diberikan kepada Azka sebagai berikut     dibulatkan menjadi 8         

 

b. Pengisian nilai akhir dalam ijazah / surat tanda tamat belajar (STTB). Disini nilai akhir diperoleh dari : nilai rata-rata hasil ulangan harian (H), ditambah dengan nilai hasil evaluasi tahap akhir (EBTA), diberi bobot 2, dan 3 bobot keseluruhan. Jika dituangkan dalam bentuk rumus :     

Contoh Murni kelas VI sekolah dasar, nilai ulangan harian 1 = 7, ulangan harian 2 = 8, ulangan harian 3 = 9. Nilai EBTA = 6. Dengan demikian nilai akhir yang diberikan kepada murni adalah :                

= 7 (dibulatkan keatas)

B. Ranking 1. Pengertian Ranking Dalam rangkaian kegiatan belajar mengajar, pada saat-saat tertentu staf pengajar (guru, dan lain-lain) sebagai seorang pendidik dihadapkan pada tugas untuk melaporkan atau menyampaikan informasi, baik kepada atasannya, kepada orang tua peserta didik, maupun kepada peserta didik itu sendiri, mengenai : dimanakah letak urutan kedudukan seorang peserta didik jika dibandingkan dengan peserta didik lainnya, di tengah-tengah kelompok di mana peserta didik itu berada. Dengan kata lain pihak-pihak yang bersangkutan akan dapat mengetahui standing position masing-masing peserta didik dari waktu ke waktu; apakah posisinya senantiasa stabil, semakin meningkat atau sebaliknya posisinya cenderung menurun. Dari uraian diatas dapatlah dipahami bahwa yang dimaksud dengan urutan kedudukan atau rangking peserta didik di tengah-tengah kelompoknya adalah : letak seorang peserta didik dalam urutan tingkatan atau rangking. 2. Jenis dan Prosedur Penyusunan Ranking Untuk menentukan ranking atau kedudukan siswa dapat dilakukan dengan 4 cara yaitu : a. Ranking sederhana (Simpel Rank) adalah urutan yang menunjukkan letak atau kedudukan seseorang dalam kelompok dan dinyatakan dengan nomor atau angka biasa. Misalnya dari 10 murid sekolah dasar yang mengikuti EBTANAS diperoleh nilai hasil dari table dibawah ini sbb :

Tabel 1 : Nilai hasil EBTANAS yang dicapai oleh 10 murid Sekolah Dasar

NILAI UNTUK MATA PELAJARAN Nama Siswa PPKN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Azka Aminah Andre Budi Difa Dian Murni Neneng Rokiah 8,25 8,85 8,95 7,65 9,85 8,15 7,85 9,75 8,03 8,35 85,68 Bhs. Indonesia 7,83 7,83 9,83 7,73 9,33 7,93 8,03 9,83 7,93 7,93 84,2 MTK 6,47 9,17 9,37 6,97 9,47 6,37 7,17 9,17 8,17 9,87 82,2 IPA 6,25 9,15 8,85 7,95 9,25 7,05 6,85 8,85 7,75 8.05 80,00 IPS 8,93 8,73 9,63 8,13 9,03 7,63 7,33 9,73 9,03 8,13 86,3 37,73 43,73 46,63 38,43 46,93 37,17 37,23 47,33 40,91 42,33 Jumlah Nilai NEM

10. Tanti 10 (N)

Tabel 2 : Ranking yang dimiliki oleh murid sekolah dasar berdasarkan NEM-nya
Nama Siawa Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Budi Azka Murni Dian NEM 47,33 46,93 46,63 43,73 42,33 40,91 38,43 37,73 37,23 37,17 RANKING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

b. Ranking Persentase (Percentile Rank) adalah kedudukan seseorang dalam kelompok yang menunjukkan banyaknya persentase yang berada dibawahnya. Prosedur penentuan percentile rank adalah sebagai berikut : 1. Menentukan simple rank (SR) 2. Mencari / menghitung banyaknya peserta didik dalam kelompok yang ada dibawahnya,yaitu (N-SR). 3. Menghitung percentile rank-nya dengan menggunakan rumus :      

Tabel 3 : Percentile rank yang memiliki oleh 10 murid sekolah dasar berdasarkan NEM yang mereka capai.
Nama Siswa Simple Rank   
                            


        

Percentile Rank

Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Budi Azka Murni Dian 10

1 2 3 4 5 6 7 8 9

90 80 70 60 50 40 30 20 10 5

 

c. Ranking berdasarkan Mean dan deviasi standar, yaitu penentuan kedudukan seseorang dengan membagi kelas atas kelompok-kelompok. Ada beberapa
10

jenis ranking yang disusun dengan menggunakan ukuran mean dan deviasi standar, yaitu : 1. Penyusunan urutan kedudukan atas tiga ranking. Dilakukan dengan mengelompokan peserta didik menjadi tiga tingkatan, yaitu ranking atas (kel. kemampuan tinggi), ranking tengah (kel. Kemampuan sedang) dan ranking bawah (kel. Kemampuan rendah).

Tabel 4 : Perhitungan Mean dan SD-nya


Nama Siswa Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Budi Azka Murni Dian NEM (X) 47,33 46,93 46,63 43,73 42,33 40,91 38,43 37,73 37,23 37,17 2240,2544 2202,4249 2174,3569 1912,3129 1791,8289 1673,6281 1476,8649 1423,5529 1386,0729 1381,6089  Perhitungan Mean dan SD        

= 41,843

    3,942 3,94177



10 ( N )

418,43 ( )

17662,9057 ( )

Ranking Atas Mean + 1 SD = 41,843 + 3,942 = 45,787 Ranking Tengah Mean SD = 41,843 3,942 = 37,901 Ranking Bawah

Tabel 5 : Urutan kedudukan tiga ranking dari nilai EBTANAS yang dicapai 10 siswa sekolah dasar.

11

Nama Siswa Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Budi Azka Murni Dian

Nilai EBTANAS 47,33 46,93 46,63 43.,73 42,33 40,91 38,43 37,73 37,23 37,17

Ranking Atas Atas Atas Tengah Tengah Tengah Tengah Bawah Bawah Bawah

2. Penyusunan urutan kedudukan atas lima ranking. Dalam penyusunan urutan kedudukan lima ranking, disusun menjadi lima kelompok yaitu ranking 1 = amat baik, ranking 2 = baik, ranking 3 = cukup, ranking 4 = kurang dan ranking 5 = kurang sekali.

Baik sekali Mean + 1,5 SD = 41,843 + ( 1,5)(3,942) = 47,756 Baik Mean + 0,5 SD = 41,843 + (0,5)(3,942) = 43,814 Cukup Mean - 0,5 SD = 41,843 (0,5)(3,942) = 39,872 Kurang Mean - 1,5 SD = 41,843 (1,5)(3,942) = 35,930 Kurang sekali

Nilai EBTANAS 48 ke atas 44 47 40 43 36 39 35 ke bawah

Ranking 1 (Baik Sekali) 2 (baik) 3 (Cukup) 4 (Kurang) 5 (Kurang Sekali)

12

Tabel 6 : Urutan kedudukan tiga ranking dari nilai EBTANAS yang dicapai 10 siswa sekolah dasar.
Nama Siswa Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Budi Azka Murni Dian Nilai EBTANAS 47,33 46,93 46,63 43,73 42,33 40,91 38,43 37,73 37,23 37,17 Ranking Baik Baik Cukup Cukup Cukup Cukup Kurang Kurang Kurang Kurang

3. Penyusunan urutan kedudukan atas sebelas ranking ( stenel ). Dalam penyusunan urutan kedudukan atas sebelas ranking, disusun menjadi sebelas urutan,dimana ranking 1 = nilai stenel sebesar 10, rangking 2 = nilai stenel sebesar 9, ranking 3 = nilai stenel 8,s/d rangking 10 = nilai stenel sebesar 0. 10 Mean + 2,25 SD = 41,843 + ( 2,25)(3,942) = 50,7125 9 Mean + 1,75 SD = 41,843 + (1,75)(3,942) = 48,7415 8 Mean + 1,25 SD = 41,843 (1,25)(3,942) = 46,7705 7 Mean + 0,75 SD = 41,843 (0,75)(3,942) = 44,7995 6 Mean + 0,25 SD = 41.843 + ( 0,25)(3,942) = 42,8285 5 Mean 0,25 SD = 41,843 + (0,25)(3,942) = 40,8575 4

13

Mean 0,75 SD = 41,843 (0,75)(3,942) = 38,8865 3 Mean 1,25 SD = 41,843 (1,25)(3,942) = 36,9155 2 Mean - 1,75 SD = 41.843 - ( 1,75)(3.942) = 34,9445 1 Mean - 2,25 SD = 41,843 - (2,25)(3,942) = 32,9735 0
Skor 51 ke atas 49 - 50 47 - 48 45 46 43 44 41 42 39 40 37 38 35 36 33 34 32 ke bawah Stenel 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 Ranking 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Tabel 7 : Urutan kedudukan sebelas ranking dari nilai EBTANAS yang dicapai 10 siswa sekolah dasar.
Skor Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Budi Azka Murni Dian Stanel 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ranking

14

4. Penyusunan urutan kedudukan ranking berdasarkan Z score. Cara menyusun urutan kedudukan berdasarkan Z score , periksalah kembali data yang disajikan pada table 1. Lalu untuk mengetahui total Z scorenya sebagai berikut : a. Menghitung skor rata-rata mean, dengan rumus :   , = 8,568
NILAI UNTUK MATA PELAJARAN Nama Siswa PPKN ( ) 8,25 8,85 8,95 7,65 9,85 8,15 7,85 9,75 8,03 8,35 85,68 10 (N) 8,568 8,420 8,220 8,00 8,630 Bhs. Indo ( ) 7,83 7,83 9,83 7,73 9,33 7,93 8,03 9,83 7,93 7,93 84,20 MTK ( 6,47 9,17 9,37 6,97 9,47 6,37 7,17 9,17 8,17 9,87 82,20 ) IPA ( 6,25 9,15 8,85 7,95 9,25 7,05 6,85 8,85 7,75 8,05 80,00 ) IPS  8,93 8,73 9,63 8,13 9,03 7,63 7,33 9,73 9,03 8,13 86,30 

dsb

..

1. Azka 2. Amina 3. Andre 4. Budi 5. Difa 6. Dian 7. Murni 8. Neneng 9. Rokiah 10. Tanti

15

b. Menghitung deviasi   ,  

s/d 

, dengan rumus :  , dsb

  s/d

c. Menguardatkan deviasi memperoleh s/d

, kemudian menjumlahkan sehingga

d. Mencari deviasi standar (SD) untuk ke enam variable tersebut, dengan rumus : s/d  = 0,72 e. Menghitung Z Score, dengan rumus :  s/d

Deviasi (x) Nama Siswa PPKN ( ) -0,318 0,282 0,382 -0,918 1,282 -0,418 -0,718 1,182 Bhs. Indo ( ) -0,59 -0,59 1,41 -0.69 0,91 -0,49 -0,39 1,41 MTK ( ) -1,75 0,95 1,15 -1,25 1,25 -1,85 -1,05 0,95 IPA ( ) IPS PPKN  0,10 0,08 0,14 0,84 1,64 0,17 0,51 1,39

Kuardat Deviasi Bhs. Indo MTK IPA IPS

Azka Amina Andre Budi Difa Dian Murni Neneng

-1,75 1,15 0,85 -0,05 1,25 -0,95 -1,15 0,85

0,3 0,1 1 -0,5 0,4 -1 -1,3 1,1

0,34 0,34 1,98 0,47 0,82 0,24 0,15 1,98

3,06 0,90 1,32 1,56 1,56 3,42 1,10 0,90

3,06 1,32 0,72 0,003 1,56 0,90 1,32 3,42

0,09 0,01 1 0,25 0,16 1 1,69 1,21

16

Rokiah Tanti

-0,538 -0,218

-0,49 -0,49

-0,05 1,65

-0,25 0,05

0,4 -0,5

0,28 0,04

0,24 0,24

0,003 2,72

0,06 0,003

0,16 0,25

0 10 (N)

5,19

6,80

26,5

12,4

5,82

0,72

2,61

5,15

3,52

2,41

Z Score Nama Siawa


PPKN BHS. Indo. MTK IPA IPS

Total Z Score

Azka Amina Andre Budi Difa Dian Murni Neneng Rokiah Tanti

-0,44 0,39 0,53 -1,28 1,78 -0,58 -0,99 1,64 -0,75 -0,30

-0,23 -0,23 0,54 -0,26 0,35 -0,19 -0,15 0,54 -0,19 -0,19

-0,34 0,18 0,22 -0,24 0,24 -0,35 -0,20 0,18 -0,01 0,32

-0,50 0,33 0,24 -0,01 0,36 -0,27 -0,33 0,24 -0,07 0,01

0,12 0,04 0,41 -0,21 0,17 -0,41 -0,54 0,46 0,17 -0,21

-1,39 0,71 1,94 -2 2,90 -1,80 -2,21 3,06 -0,85 -0,37

Tabel 8 : Urutan kedudukan ranking berdasarkan Z Score.


Nama Siswa Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Z Score 3,06 2,90 1,94 0,71 -0,37 -0,85 Ranking 1 2 3 4 5 6

17

Azka Dian Budi Murni

-1,39 -1,80 -2 -2,21

7 8 9 10

5. Penyusunan urutan kedudukan ranking berdasarkan T Score. Rumus T Score = 50 + 10 Z Tabel 9 : Urutan kedudukan ranking berdasarkan T Score. Nama Siswa Neneng Difa Andre Aminah Tanti Rokiah Azka Dian Budi Murni

Z Score

T Score

Ranking

3,06 2,90 1,94 0,71 -0,37 -0,85 -1,39 -1,80 -2 -2,21

50 + (10) (3,06) = 50 + 30,6 = 80,6 50 + (10) (2,90) = 50 + 29 = 79 50 + (10) (1,94) = 50 + 19,4 = 69,4 50 + (10) (0,71) = 50 + 7,1 = 57,1 50 + (10) (-0,37) = 50 3,7 = 46,3 50 + (10) (-0,85) = 50 8,5 = 41,5 50 + (10) (-1,39) = 50 13,9 = 36,1 50 + (10) (-1,80) = 50 - 18 = 32 50 + (10) (-2) = 50 - 20 = 30 50 + (10) (-2,21) = 50 - 22,1 = 27,9

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

C. Kegunaan Profil Prestasi Belajar 1. Pengertian Profil Prestasi Belajar Profil prestasi belajar adalah suatu bentuk grafik yang biasa dipergunakan untuk melukiskan prestasi belajar peserta didik baik secara individual maupun kelompok, baik dalam satu bidang studi maupun untuk

18

beberapa bidang studi, baaik dalam satu waktu (at point of time) maupun dalam deretan waktu tertentu (time series). 2. Bentuk-bentuk Profil Prestasi Belajar Profil prestasi belajar peserta didik pada umumnya dituangkan dalam bentuk diagram batang (grafik balok=barchart), atau dalam bentuk diagram garis. Dalam hubungan ini, pada sumbu horizontal grafik (abscis) ditempatkan gejalagejala yang akan dilukiskan grafiknya, seperti mata pelajaran bidang studi tertentu atau gejala-gejala psikologis lainnya. Sedangkan pada sumbu vertikal (ordinat) dicantumkan angka-angka yang melambangkan frekuensi, persentase, angka ratarata dan sebagainya. 3. Kegunaan Profil Prestasi Belajar Pembuatan profil prestasi belajar itu antara lain memiliki kegunaan sebagai berikut: a. Untuk melukiskan prestasi belajar yang dicapai oleh peserta didik, baik secara individual maupun kelompok, dalam satu bidang studi atau beberapa jenis bidang studi. b. Untuk melukiskan perkembangan prestasi belajar peserta didik secara individual maupun kolektif dalam beberapa periode tes, pada suatu bidang studi. c. Untuk melukiskan prestasi belajar peserta didik dalam beberapa aspek psikologis dari suatu bidang studi.2

Prof.Dr. Arikunta Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Jakarta : Bumi Aksara, 2009

19

4. Beberapa Contoh Cara Pembuatan Profil Prestasi Belajar

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PPKN BHS. Indo MTK IPA IPS

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 PPKN BHS. Indo MTK IPA IPS

20

III. PENUTUP

Dalam menentukan nilai akhir dan dalam penyusunan rangking seorang pendidik (pengajar) harus dapat mengetahui teknik-tekniknya guna mempermudah dalam pembuatannya. Dengan menentukan nilai akhir dan rangking seorang pendidik dapat mengetahui kemampuan atau kecerdasan peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar, sehingga dapat memberikan motivasi kepada peserta didik dalam mengikuti pelajaran. Dari berbagai macam teknik pendidik dapat memilih teknik yang mudah digunakan dan dapat dimengerti oleh peserta didik.

21

DAFTAR PUSTAKA

Sudijono , Anas. Prof.Drs. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Raja Grafindo Persada. 20011. Arikunto, Suharsimi. Prof.Dr. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. 2009.

22