Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengeritian Arbitrase dan Pasar Valuta Asing Arbitrase adalah cara penyelesaian suatu sangketa perdata diluar peradilan umum yang didasarkan pada perjanjian arbitrase yang dibuat secara tertulis oleh para pihak yang bersengketa (Ps.1 ayat (1)). Dalam Ps. 5 ayat (1) ditentukan bahwa sengketa yang dapat diselesaikan melalui arbitrase hanya sengketa di bidang perdagangan dan mengenai hak menurut hukum dan peraturan perundang-undangan dikuasai sepenuhnya oleh pihak yang bersengketa. Para pihak adalah subyek hukum baik menurut hukum perdata maupun publik. Perjanjian arbitrase adalah suatu kesepakatan berupa klausul arbitrase yang tercantum dalam perjanjian tertulis yang dibuat para pihak sebelum timbul sengketa (Pactum

decompromittendo ) atau suatu perjanjian arbitrase tersendiri yang dibuat para pihak setelah timbul sengketa (Acte compromise). Lembaga arbitrase adalah badan yang dipilih para pihak yang bersengketa untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu. Lembaga tersebut juga dapat memberikan pendapat yang mengikat tentang suatu hubungan hukum tertentu dalam hal belum timbul sengketa. Pasar valuta asing adalah suatu mekanisme di mana orang dapat mentransfer daya beli antar negara, memperoleh atau menyediakan kredit untuk transaksi perdagangan internasional. dan meminimalkan kemungkinan risiko kerugian (exposure of risk) akibat terjadinya fluktuasi kurs suatu mata uang. B. Paritas Suku Bunga Dan Arbitrase Internasional Tujuan Pembelajaran:


Menjelaskan kondisi yang menghasilkan berbagai bentuk arbitrase internasional dan perubahan yang terjadi sebagai reaksi atas berbagai bentuk arbitrase internasional

Arbitrase internasional Arbitrase didefinisikan sebagai pemanfaatan perbedaan kurs melalui keuntungan bebas risiko. Ada tiga bentuk arbitrase, yaitu arbitrase lokasi, arbitrase segitiga dan arbitrase perlindungan suku bunga. Arbitrase Lokasi 1. Arbitrase lokasi adalah proses pembelian mata uang di lokasi tertentu dimana harganya murah dan dengan segera menjual mata uang tersebut di lokasi lain dengan harga yang lebih tinggi.

2. Arbitrase lokasi biasanya dilakukan oleh bank atau pialang valuta asing yang secara terus-menerus memantau kurs pada bank lain. Jika suatu bank mengetahui perbedaan kurs di antara 2 bank lain, maka bank tersebut akan melakukan arbitrase lokasi untuk memperoleh keuntungan bebas risiko dengan segera. 3. Keuntungan dari arbitrase lokasi tergantung dari jumlah uang yang digunakan untuk memanfaatkan perbedaan kurs nilai tukar, serta nilai perbedaan tersebut. 4. Kurs nilai tukar akan bereaksi terhadap strategi arbitrase lokasi yang diterapkan oleh partisipan pasar valuta asing. Arbitrase Segitiga 1. Kurs lintas mata uang (cross exchange rate) mencerminkan hubungan antara dua mata uang yang berbeda dengan satu mata uang dasar. Misalnya, di Amerika Serikat, kurs lintas mata uang mengacu pada hubungan antara dua mata uang selain dolar. 2. Jika kurs lintas mata uang aktual berbeda dengan kurs lintas mata uang yang seharusnya, maka perbedaan ini dapat dimanfaatkan yakni dengan menggunakan arbitrase segitiga. 3. Dalam arbitrase segitiga transaksi mata uang dilakukan pada pasar spot untuk memanfaatkan perbedaan kurs lintas mata uang antara dua mata uang tertentu. 4. Arbitrase segitiga merupakan strategi yang hanya dapat dimanfaatkan oleh sedikit pihak karena teknologi komputer yang tersedia saat ini untuk para pialang valuta asing dengan segera mendeteksi ketidakseimbangan kurs lintas nilai tukar. 5. Perubahan kurs yang terjadi akibat arbitrase segitiga (sebagai contoh hubungan antara mata uang US Dollar, Poundsterling dan Ringgit Malaysia)

Aktivitas

Dampak meningkatkan kurs jual

- Partisipan menggunakan dolar Bank untuk membeli poundsterling - Partisipan poundsterling ringgit

poundsterling terhadap dolar

menggunakan Bank mengurangi kurs beli poundsterling untuk membeli terhadap ringgit atau bank mengurangi jumlah ringgit untuk ditukar dengan setiap poundsterling yang diterima

Partisipan menggunakan ringgit Bank untuk membeli dolar

mengurangi

kurs

beli

ringgit

terhadap dolar

Arbitrase Perlindungan Suku Bunga




Arbitrase perlindungan suku bunga merupakan proses untuk memanfaatkan perbedaan suku bunga antara dua negara untuk melindungi dari risiko kurs nilai tukar.

Istilah arbitrase perlindungan suku bunga (covered interest arbitrage) akan lebih jelas jika dibagi menjadi dua bagian: - arbitrase suku bunga (interest arbitrage): mengacu pada proses untuk memanfaatkan perbedaan suku bunga di antara dua negara - perlindungan (covered): mengacu pada lindung nilai atas risiko kurs nilai tukar

Arbitrase perlindungan suku bunga kadang diartikan bahwa dana yang digunakan untuk investasi diperoleh dari pinjaman lokal. Dalam kasus ini, istilah arbitrase digunakan secara luas karena terdapat sejumlah uang yang diinvestasikan selama beberapa periode tertentu.

Paritas suku bunga Paritas suku bunga (IRP) adalah teori yang menyatakan bahwa besaran premi (atau diskon) kurs forward seharusnya setara dengan perbedaan suku bunga dari kedua negara terkait. Misalnya : a. Titik A dan B mencerminkan diskon, dimana dalam situasi ini suku bunga asing melebihi suku bunga asal, kurs forward biasanya memiliki diskon kira kira sebesar perbedaan tersebut (titik A = 1%, titik B = 2%) b. Titik C dan D mencerminkan premi, dimana dalam situasi ini suku bunga asing lebih rendah dari suku bunga asal, kurs forwardbiasanya memiliki premi kira kira sebesar perbedaan tersebut ( titik C = 1%, titik D = 2%) c. Pada titik X digambarkan bahwa perbedaan suku bunga asing dan domestik adalah 2%, dan premi forward atas mata uang asing adalah 4%, maka dihasilkan titik X, begitu pula dengan titik Y d. Pada titik Z terjadi sebaliknya bahwa perbedaan antara suku bunga asing dan suku bunga domestik adalah -1%, dan diskon forward sebesar 3%, maka dihasilkan titik Z e. Untuk menguji apakah terdapat paritas suku bunga, dapat dilihat dari posisi titik tersebut, apakah memberikan indikasi arbitrase perlindungan suku bunga akan menguntungkan. Untuk titik di sebelah kanan garis IRP, investor pada negara asal perlu

mempertimbangkan penggunaan arbitrase perlindungan suku bunga dapat dilakukan karena akan menghasilkan keuntungan (perbedaan suku bunga asing lebih tinggi dan premi forward lebih kecil dari selisih perbedaan suku bunga tersebut). Pertimbangan dalam menilai peritas suku bunga Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan jika akan melakukan arbitrase perlindungan suku bunga, yaitu : Biaya transaksi Resiko politik Perbedaan undang undang pajak

Spekulator dan Arbitrase Spekulator dan arbitrase melakukan transaksi dalam pasar valas untuk memperoleh keuntungan. Arbitrase pada prinsipnya merupakan suatu bentuk spekulasi yang terdapat dalam pasar valas, di mana mereka membeli valas di suatu pusat keuangan kemudian menjualnya kembali di pusat keuangan lain untuk memperoleh keuntungan diri sendiri. Kegiatan arbitrase ini dimungkinkan oleh kemudahan dan kecepatan transfer dengan menggunakan alat telegrafik antara pusat keuangan satu dengan pusat keuangan dunia lainnya. Dealer mencari keuntungan dari spread antara permintaan (bid) dan penawaran (offer) dan hanya secara insiden mencari keuntungan dari perubahanperubahan harga. Sementara spekulator mencari seluruh keuntungan dari perubahan-perubahan harga secara simultan. Spekulasi dan arbitrase dalam jumlah besar umumnya dilakukan oleh trader. Bank-bank dalam hal ini dapat bertindak sebagai dealer, spekulator, dan arbitrase. Kondisi arbitrasi Arbitrasi adalah dimungkinkan apabila salah satu dari ketiga kondisi ini terjadi : 1. Aset yang sama tidak diperdagangkan dengan harga yang sama pada setiap pasar. 2. Dua aset dengan arus kas yang identik tidak diperdagangkan dengan harga yang sama. 3. Suatu aset dengan nilai kontrak berjangka yang diketahui, dimana aset tersebut pada saat ini tidaklah diperdagangkan pada harga kontrak berjangka dengan dikurangi potongan harga berdasarkan suku bunga bebas risiko (atau terdapat biaya penyimpanan gudang atas aset tersebut yang tidak dapat diabaikan).

Arbitrasi bukanlah merupakan suatu tindakan sederhana dari pembelian produk disuatu pasar dan menjualnya dipasar lain dengan harga yang lebih tinggi kelak. Transaksi arbitrasi harus terjadi secara kesinambungan guna menghindari terungkapnya risiko pasar ataupun risiko perubahan harga pada salah satu pasar sebelum kedua transaksi selesai dilaksanakan. Dalam segi praktek, hal ini umumnya hanya dimungkinkan untuk dilakukan terhadap sekuriti dan produk keuangan yang dapat diperdagangkan secara elektronis. Contoh arbitrasi Misalnya saja nilai tukar ( setelah dipotong biaya penukaran) di London adalah 5 poundsterling = 10 USD = 1.000 yen dan nilai tukar di Tokyo adalah 1000 yen = 6 poundsterling = 12 USD. Sehingga dengan melakukan penukaran uang senilai 1000 akan memperoleh $12 di Tokyo dan dengan menukarkan $12 tersebut di London akan memperoleh 1.200, sehingga akan dilakukan arbitrasi untuk keuntungan sebesar 200 tersebut. Dalam kenyataannya arbitrasi segitiga ini sedemikian sederhananya namun amat jarang terjadi dimana arbitrasi atas kurs spot valuta asing pada kontrak serah adalah lebih umum dilakukan. Contoh arbitrasi yang melibatkan New York Stock Exchange dan Chicago Mercantile Exchange. Dimana harga saham pada NYSE dan kontrak serah yang menjadi korespondennya di CME adalah tidak seimbang, salah satunya dapat membeli sedikit lebih murah dan menjual dengan harga lebih mahal. Sebab perbedaan di antara harga tersebut kecil (dan tidak berlangsung lama) maka hal ini dapat menguntungkan apabila dilakukan dengan komputer untuk melakukan analisa harga di berbagai pasar dan secara otomatis melaksanakan perdagangan sewaktu terdapat harga yang selisih jauhy daripada karga keseimbangan. Aktivitas dari arbitraser lainnya dapat membuat hal ini menjadi sangat berisiko. Siapa yang memiliki komputer tercepat dan memiliki ahli matematika terpandai akan memperoleh keuntungan dari suatu selisih kecil berkesinambungan yang bagi investor individu merupakan hal yang tidak menguntungkan. Para ekonom menggunakan terminologi arbitrasi tenaga kerja global (global labor arbitrage) untuk menunjukkan tendensi beralihnya proses manufaktur ke negara-negara dengan upah tenaga kerja rendah serta memiliki minimum peringkat kestabilan politik dan pertumbuhan ekonomi yang mendukung bagi industrialisasi. Saat ini nampaknya banyak yang mengalihak manufaktur ke RRC, dan yang membutuhkan tenaga kerja berbahasa Inggris mengalihkannya ke India dan Filipina.