Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, maka saya bisa menyelesaikan

makalah ini dalam memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan harapan makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan nusantara kita semua khusunya dalam bidang sosial dimana Penyalahgunaan NARKOBA sebagai suatu permasalahan yang cukup serius. Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia, baik fisik, biologik, psikologi, dan sosial. Mengingat dampak penyalahgunaan narkoba yang sangat merugikan, mencakup kematian dini, kecacatan fisik, dan kerugian sosial ekonomi masyarakat, maka sangat diperlukan tindakan pencegahan penyalahgunaan narkoba tersebut. Upaya pencegahan dapat mencakup pencegahan primer (untuk tidak mencoba narkoba), pencegahan sekunder (mencegah bagi mereka yang telah memakai narkoba untuk tidak menjadi adiksi) dan pencegahan tersier (melakukan pemulihan bagi mereka yang telah mengalami adiksi). Telah dikenali pula bahwa penyalahgunaan narkoba dimulai rata-rata di usia remaja dan berlanjut pada dewasa muda. Pada umumnya anak remaja akhir dan dewasa muda akan berkegiatan diseputar sekolah atau tempat kerja. Salah satu tempat sekolah adalah universitas. Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi para mahasiswa, umum dan khususnya pada kami sendiri dan semua yang membaca makalah ini semoga bisa di pergunakan dengan semestinya.

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Masalah Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapatmembahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya. Penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun ini dirasakan semakinmeningkat. Dapat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di mediacetak maupun elektronika yang hampir setiap hari memberitakan tentang penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat keamanan. Kebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun dari usia sekolah hingga kalangan mahasiswa di perguruang tinggi. mereka pasti sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsi narkoba, tapi mengapa mereka menggunakannya 2. Perumusan Masalah Untuk menghidari adanya kesimpangsiuran dalam penyusunan makalah ini, maka penulis membatasi masalah-masalah yang akan di bahas diantaranya: 1.) Apakah bahaya narkoba terhadap generasi penerus bangsa ? 2.) Dampak apa sajakah yang timbul akibat mengkonsumsi narkoba? 3.) Bagaimana cara penanganan penyalahgunaan narkoba di Indonesia? 3. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukanuntuk mengidentifikasi permasalahan peran remaja dalam penanggulangan Narkotika dengan mengacu pada literatur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain

BAB II DEFINISI NARKOTIKA A. Pengertian Narkotika Narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagimereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut kedalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakitrangsangan, semangat dan halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilahyang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja inginmenggunakan Narkotika meskipun tidak menderita apa-apa. Hal inilah yangmengakibatkan terjadinya penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bilamenggunakan Narkotika bila tidak sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan obat (ketagihan). Adiksi adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik/periodik sehingga penderita kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugianterhadap dirinya dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan Narkotika pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yangnormal. Lama-lama pengguna obat menjadi kebiasaan, setelah biasamenggunakan mar kemudian untuk menimbulkan efek yang sama diperlukandosis yang lebih tinggi (toleransi). Setelah fase toleransi ini berakhir menjadiketergantungan, merasa tidak dapat hidup tanpa Narkotika. B.Jenis-jenis Narkotika yang Disalahgunakan dan Peredarannya Narkoba meliputi : a. Narkotika Zat berasal dari tanaman atau bukan tanaman. 1) Tanaman Opium atau candu/morfin yaitu olahan getah tanaman papaver somniferum tidak terdapat di Indonesia, tetapi diselundupkan di Indonesia. Kokain yaitu olahan daun koka diolah di Amerika (Peru,Bolivia, Kolumbia). Cannabis Sativa atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di Indonesia. 2) Bukan tanaman Semi sintetik: adalah zat yang diproses secara ekstraksi,isolasi disebut alkaloid opium. Contoh : Heroin, Kodein, Morfin. Sintetik : diperoleh melalui proses kimia bahan bakukimia, menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit(analgesic) seperti penekan batuk (antitusif).Contoh: Amfetamin, Metadon, Petidin, Deksamfetamin.

b.Psikotropika Adalah obat keras bukan narkotika, digunakan dalam dunia pengobatan sesuai Permenkes RI No. 124/Menkes/Per/II/93, namun dapatmenimbulkan ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasanakan sangat merugikan karena efeknya sangat berbahaya sepertinarkotika. Psikotropika merupakan pengganti narkotika, karena narkotikamahal harganya. Penggunaannya biasa dicampur dengan air mineral ataualkohol sehingga efeknya seperti narkotika. Penenang (anti cemas) : bekerja mengendorkan atau mengurangiaktifitas susunan syaraf pusat. Contoh : Pil Rohypnol, Mogadon,Valium, Mandrax (Mx). Stimulant: bekerja mengaktifkan susunan syaraf pusat. Contoh :Amphetamine, MDMA, MDA. Hallusinogen: bekerja menimbulkan rasa halusinasi/khayalan.Contoh Lysergic Acid Diethylamide (LSD), Psylocibine.

1.) Alkohol Alkohol dalam ilmu kimia dikenal dengan sebutan etanol adalah zat penekan susunan saraf pusat meskipun dalam jumlah kecil mungkin mempunyai efek stimulasi ringan. Bahan psikoaktif (memabukkan) yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang di peroleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah atau umbi umbian. Kadar Alkohol: Minuman beralkohol memiliki kadar yang berbeda-beda Bir dan soda alkohol (1-7% alkohol) Anggur atau wine (10-15% alkohol) Minuman keras atau biasa disebut dengan spirit (35-55% alkohol).

Konsentrasi alkohol dalam darah dicapai dalam 30-90 menit setelah diminum. Dari beberapa penelitian alkohol dapat menyebabkan:

Kecelakaan lalu lintas Luka bakar Kasus penganiayaan anak Bunuh diri Kecelakaan kerja

Di Indonesia penjualan minuman beralkohol dibatasi dan yang boleh membeli adalah mereka yang telah berumur 21 tahun. Beberapa etnik di Indoneisa menggunakan minuman beralkohol pada acara tertentu dalam jumlah sedikit. Mereka juga memproduksi minuman beralkohol dengan nama yang bermacam ragam misalnya cap tikus, ciu, dll. c. Zat Adiktif

Zat adiktif adalah zat yang sangat berbahaya jika salah pemakaiannya bisa merusak tubuh, bila keracunan bisa menimbulkanhalusinasi atau mungkin yang fatal kematian.Contoh : Terpentine, lem karet, thinner, spray aerosol, aceton, dll. B.Kemungkinan Yang Terjadi Pada Pengguna Narkotika Banyak orang beranggapan bagi mereka yang sudah mengkonsumsi secara berlebihan beresiko sebagai berikut : 1. Sebanyak 60% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkankematian karena zat-zat yang terkandung dalam Narkotika mengganggusistem kekebalan tubuh mereka sehingga dalam waktu yang relatif singkat bisa merenggut jiwa si pemakai. 2. Sebanyak 20% orang beranggapan bahwa pengguna Narkotika dapat bertindak nekat/bunuh diri karena pemakai cenderung memiliki sifat acuhtak acuh terhadap lingkungannya. Ia menganggap dirinya tidak berguna bagi lingkungannya ini yang memacunya untuk bertindak nekat. 3. Sebanyak 15% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkanhilangnya kontrol bagi si pemakainya, karena setelah mengkonsumsi Narkotika. Zat-zat yang terkandung di dalamnya langsung bekerjamenyerang syaraf pada otak yang cenderung membuat tidak sabar danlepas kontrol. 4. Sebanyak 5% orang beranggapan bahwa Narkotika menimbulkan penyakit bagi pemakainya. Karena di dalam Narkotika mengandung zat yangmempunyai efek samping yang menimbulkan penyakit baru

BAB II JENIS NARKOBA YANG SERING DI SALAHGUNAKAN Narkoba yang sering dikonsumsi oleh masyarakat secara salah antara lain : 1. HEROIN Nama Populer: Putauw, PT, bedak, putih, Brown Sugar, Benana, Smaek,Horse, Hammer, Snow White Brown. Asal:Papaver Somniferum. Bentuk:Seperti bedak berwarna putih, rasa pahit, terdapat paket hemat, dijual sebesar ujung kuku/ibu jari dalam kemasan kertas. Cara Pakai:Dihirup, dihisap, ditelan dan disuntikkan lewat tangan,kaki, leher. Efek:Mual, mengantuk, cadel, pendiam, mata sayu, muka pucat,tidak konsentrasi, hidung gatal-gatal. Gejala Putus Obat : Tulang otot sendi terasa nyeri Demam Mata berair, hidung berair, Mual, perut sakit dan diare keringat keluar berlebihan, takut kedinginan, bulu kuduk berdiri, Tidak bisa bekerja (lemas) Bahaya : Hepatitis B, C, AIDS, HIV, Menstruasi terganggu, infertilitas (impotensi), Abses (jika pakai suntik), Tubuh kurus, pucat, kurang gizi, Sulit buang air besar, mudah terserang radang paru, TBC paru, radang hati, empedu,ginjal

2. KOKAIN Nama Populer:Charlie, Nosc Candy, Snow, CokeAsal:Daun (tanaman Erythrro Xylon Coca) Bentuk:Serbuk putih, kadang dicampur dengan beberapa macamzat berbahaya, disebut Drug Cocktail

Efek:Suhu badan tinggi, denyut jantung bertambah, Mudah marah, agresif dan merusak, Merasa energik dan waspada dan merasa memiliki dunia(arogan). Gejala Putus Obat : Ada keinginan bunuh diri, mual, kejang-kejang Bahaya : Paranoid, Menyebabkan perkelahian, Mabuk dan tidak bergairah, Jika dihirup akan menyebabkan mimisan dan sinusitis, Kerusakan jantung jika dicampur rokok, Pemakaian banyak, nafsu sex hilang, Bisa terjadi psikotik atau gila dalam jangka panjang

3. GANJA Nama Populer : Ganja, cimeng, gelek, daun, rumput, jayus, jum, barang,marihuana, bang bunga, ikat, labang, hijau Jenis-jenis:Stick, daun atau tembakau, hashish (minyak/lemak ganja) Bentuk:Daun kering atau dalam bentuk rajangan kering,dimasukkan dalam amplop.Daun basah, runcing berjari-jari ganjil 5, 7, 9 dst. Cara Pakai:Dilinting seperti rokok, dihisap dan dimakan, minyak ganja bisa dioles pada rokok biasaEfek:-Jantung berdebar-debar -Tidak bergairah, cepat marah, sensitif -Perasaan tidak tenang, eforia, kurang percaya diri, rasaletih/malas Gejala putus obat : Sebenarnya hanya faktor psikis dan sugesti yang lebih dominan,apabila tidak memakai ganja. Bahaya:Untuk pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai menjadi linglung.

4. EKSTASI Nama Populer : Kancing, XTC, Inex, Adam, Hug-Drug, Essence, Disco,Biscuits, Venus, Yupie, Butterfly, Elektrix, Gober, Beladin Bentuk:Pil, serbuk, kapsul. Cara Pakai:Diminum dengan air atau yang lain Efek:-Mulut kering, gigi berkerut-kerut-Banyak berkeringat dingin, nafsu makan kurang-Badan tak terkendali geraknya (triping)-Denyut jantung, nadi bertambahTekanan darah naik -Rasa percaya diri tinggi-Keintiman bertambah Gejala putus obat : Rasa letih, malas Mudah tersinggung, emosi labil Sulit tidur mimpi buruk jika tidur Depresi mata kabur Bahaya : Paranoid (rasa takut berlebihan, curiga yang berlebihan), Pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung, Merusak syaraf otak, Pucat kurang darah, Kurus kurang gizi, Penyakit Parkinson

5.SHABU-SHABU (Methyl Amphetamin) Nama Populer: Ubas, SS, MecinBentuk:Bubuk atau kristal Jenis:Gold silver, coconut, crystal, blue ice, tebu Cara Pakai:Dibakar di atas kertas timah dan dihisap melalui alat yangdisebut bong Pemakai bisa diindikasikan : Tidak tenang (cemas), mudah marah, dapatcepat lelah, mata nanar, tidak bersemangat, tidak beraktifitas, keringat berlebihan dan bahu, wajah pucat,lidah warna putih, nafsu makan kurang, susah tidur (2-3hari), jantung berdebar-debar, banyak omong, percaya diri tinggi. Efek:Sebelum memakai gelisah, ngantuk, lemas, tidak bergairah,Jika sudah memakai, agresif, hiperaktif dan percaya diri tinggi Gejala putus obat :

Mudah marah Ngantuk Faktor sugesti yang dominan apabila tidak memakai Mudah capek Rasa lebih malas Malas hidup

Bahaya :Paranoid (rasa takut berlebihan), Pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung, Merusak syaraf otak ,Kanker hati,Terjadinya gejala psikotik (gila)

6. HALUSINOGEN Nama Populer: LSD (Lysergic Diethyl Amid), Magic Mushroom (jamur tahi kuda/sapi), STP (Serenity, Tranquility, Peace) Cara Pakai:Diminum, dihirup, dimakan Efek:Menimbulkan serenity, tranquility dan peace (rasatenang dan damai) sesaatPerasaan labil yaitu murung dan bahagia atau euforia kadang-kadang menjadi takut. Bahaya :Kecemasan akut, reaksi panik, Terjadi depresi sampai berbulan-bulanTerjadinya gejala psikotik (gila) 7. HIPNOTIKA/SEDATIVA (Obat Tidur, Obat Penenang) Nama Populer: Metaqualon (Mandrax), Flunitrazepam (Rohyp), ClonaZepam (RIV), Nitra Zepam (pil koplo, pil anjing, dum,BK, MG). Bentuk:Pil Cara Pakai:Ditelan Efek:Teler (bicara cadel, jalan sempoyongan),Mudah tersinggung,Banyak bicara yang tidak karuan,Ngawur dalam bertindak, tidak terkontrol Gejala putus obat : Denyut jantung cepat Banyak berkeringat Tekanan darah tinggi Tangan, kelopak dan lidah bergetar Bahaya :Terjadinya perkelahian,Mudah tersinggung dan marah-, emas, sedih, ingin bunuh diri,Menimbulkan halusinasi dan melakukan tindakan berbahaya

8.ALKOHOL Nama:Etanol atau Ethyl Alkohol Jenis: Bir, wiski, gin, vodka, martini, brem, arak, ciu, saquer,tuak, johny walker (topi miring), black and white (kam- put, kambing putih) Bentuk: Cairan, berupa minuman Cara Pakai:Diminum / ditelan Efek:-Mabuk teler -Muka merah, banyak bicara, bicara cadel-Jalan sempoyongan, konsentrasi kurang-Bola mata bergerak-gerak Gejala putus obat : Mual, muntah, lemah, letih Denyut jantung cepat, banyak berkeringat, tekanan darah naik Tangan, lidah, kelopak mata gemetar Cemas, depresi, mudah tersinggung Gangguan kesadaran Bahaya : Kanker hati, cacat pada janin, Perdarahan lambung, radang pankreas,Penyakit otot, pikun

9. INHALANSIA dan SOLVEN Nama Populer :Lem karet, aerosol spray, aceton, gas N2O2 , pelumas,thinner, terpentine, DDT, pestisida, zat pewarna Bentuk:Cairan, gas Efek:-Timbul ilusi, halusinasi-Kemampuan persepsi yang salah Bahaya:Merasa dirinya bisa terbang, sehingga bisa terjun dari tempat tinggi tanpa mati,Keracunan akut, bisa mati mendadak akibat menghisap inhalansia,Kejang saluran nafas,Keracunan kronis merusak organ tubuh otak, ginjal, paru-paru, jantung, sunsum tulang,Kulit bisa mengelupas karena keracunan terpentine (zat mudah menguap)

BAB III DAMPAK PENYALAHGUNAAN NARKOBA Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. Dampak Fisik: 1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi 2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah 3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim 4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru 5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur 6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual 7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid) 8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya 9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian Dampak Psikis: 1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah 2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga 3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal

4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan 5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri Dampak Sosial: 1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan 2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga 3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram Dampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisik dan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.

BAB IV BAHAYA NARKOBA TERHADAP GENERASI PENERUS BANGSA A. Penyebab Orang Menyalah Gunakan Narkoba 1.) Dasar Agama Tidak Kuat Pendidikan agama sangat dominan melindungi anak dari pengaruh luar menyalah gunakan Narkoba. Karena ajaran agama baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan lain-lain melarang umatnya melakukan perbuatan yang merusak dirinya. Dasar agama yang pernah ditanamkan sejak kecil akan menjadi perisai bagi dirinya untuk menolak sesuatu yang merusak akhlak. Akan tetapi anak-anak yang tidak pernah mendapatkan pendidikan agama sangat rawan melakukan tindakan kriminal seperti pecandu narkoba, minum-minuman keras dan lain-lain. 2.) Komunikasi Dua Arah Antara Orang Tua Dan Anak Sangat Jarang Di dalam keluarga antara Ibu Bapak dan anak selalulah dijalani komunikasi yang berkesinambungan. Jangan sekali-kali komunikasi antara ayah dan anak atau ibu dan anak terputus. Tidak boleh ada kepakuman komunikasi antara mereka. Nah disinilah awal dari malapetaka itu. Ketika kemudian datanglah temannya bergabung untuk menghilangkan rasa suntuk yang dialaminya di rumah yang menurutnya tidak menyenangkan. 3.) Pengaruh Di Lingkungan/ Sekolah/ Kampus Zaman sekarang sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang lebih keren disebut Universitas bukanlah semata-mata lahan menimba ilmu pengetahuan, tetapi lahan subur peredaran gelap dan penyalah gunaan narkoba, oleh para siswa/ mahasiswa. Pada mulanya institasi ini tempat meninggalkan kecerdasan dan intelegensi, guna menempa sumber daya manusia, akhirnya tercemar oleh kepentingan sesaat jangka pendek orang-orang jahil yang mengeruk keuntungan. 4.) Karena mode gaul, biar kelihatannya percaya diri (pede) enggak mau kalah dengan orang lain. 5.) Bisnis narkoba yang menjanjikan keuntungan yang sangat besar para pelakunya. 6.) Kemungkinan adanya skenario besar untuk menghancurkan calon pemimpin di masa depan. Oleh karena itu sejak dini perlu dipersiapkan generasi penerus yang sehat fisik maupun mental bebas dari pengaruh narkoba dan memiliki kemampuan menghadapi persaingan global. 7.) Tidak adanya lagi pendidikan budi pekerti, budaya malah pendidikan kesenian dimarjinalkan. Padahal pendidikan seni dapat membentuk manusia berhati mulia berbudi luhur.

8.) Pengaruh Lingkungan Peranan lingkungan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan jiwa pribadi. Seseorang bila masyarakat di lingkungan itu sulit berkepribadian santun, ramah dan komunikatif. Maka pada umumnya anak-anak satupun keluhan baikbaik pintar dan cerdas tidak mudah terpengaruh dengan perbuatan tercela. Akan tetapi sebaliknya pula bila masyarakat lingkungan itu bersifat apatis, egois dan tidak mau tahu apa yang terjadi dalam lingkungannya maka dengan sendirinya lingkungan ini tidak kondusif dan tidak pula komunikatif. Maka hal yang beginilah jaringan para Bandar narkoba itu dengan mudah menjalankan bisnis barang haramnya. 9.) Putus Sekolah Rutinitas kegaitan ini beralih pada kegiatan pengedar barang haram narkoba. Pengangguran yang bertambah setiap tahunnya lapangan kerja tidak tersedia malah mendadak PHK membuat orang bingung dan beralih menjadi agen narkoba. 10.) Tersedianya Tempat Hiburan Tersedia tempat hiburan seperti bar, caf, diskotik yang tidak begitu terkontrol menjadikan pasar bursa narkoba pasar prilaku seks terselubung semakin marak, yang sangat menjanjikan. 11.) Industri Pariwisata Industri pariwisata mempunyai peran yang signifikan meluasnya peredaran narkoba, khususnya heroin, shabu-shabu yang dibawa wisatawan manca Negara. 12.) Lemahnya Hukum Lemahnya hukum di Negara kita dapat membuat para Bandar narkoba bias berbuat semaunya. Apalagi bila di iming-imingi dengan imbalan. Celakanya aparat hukum itu sendiri yang menjadi pengguna dan malahan menjadi Bandar pula. Seperti kejadian pada tanggal 2 Agustus 2002. Harian Republik Indonesia polusi tangkap syaraf jaksa pemakai narkoba. Tiga orang staf kejaksaan negeri Jakarta Barat di tangkap Polda Metrojaya. 13.) Budaya Import Budaya import sangat dominant mempengaruhi kawasan muda generasi kita. Remaja kita cepat meniru nudaya ummat yang tidak sesuai sehingga apa yang dilihatknya melalui media elektronik seperti televise, internet dan lain-lain cepat di serapnya tanpa pertimbangan baik buruknya yang penting trend, sehingga nilainilai budaya kita tercemar dan tidak dipedulikan lagi karena dianggap kuno. Lebih memilih pergaulan bebas (free sex) yang terakhir keperluan ODHA (orang dengan HIV/AIDS)

B. Bahaya Narkoba Terhadap Generasi Muda 1.) Bagi Diri Sendiri Terganggunya fungsi otak dan perkembangan norma remaja Terganggunya daya ingat sehingga mudah lupa Terganggunya perhatian sehingga sulit berkonsentrasi Terganggunya perasaan sehingga tak dapat bertindak rasional dan implusif. Persepsi sehingga memberi perasaan semu/ khayal. 2.) Bagi Keluarga Suasana hidup nyaman dan tentram menjadi terganggu. Membuat kelaurga resah karena barang-barang berharga di rumah hilang Anak berbohong, mencuri, menipu, bersifat kasar, acuh tak acuh dengan urusan keluarga, tidak bertanggung jawab, hidup semaunya dan asosial. 3.) Bagi Sekolah Narkoba merusak disiplin dan motivasi yang sangat penting bagi proses belajar. Siswa penyalahguna narkoba mengganggu suasana belajar mengajar di kelas dan prestasi belajar turun drastis. Banyak diantara mereka menjadi pengedar atau pencuri barang milik teman atau karyawan sekolah. 4.) Bagi Masyarakat, Bangsa Dan Negara mafia perdagangan gelap selalu berusaha memasok narkoba terjalin hubungan antara pengedar/ bandar dan korban sehingga tercipta pasar gelap. Negara menderita kerugian karena masyarakatnya tidak produktif dan tingkat kejahatan meningkat.

BAB V UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN NARKOBA Generasi muda adalah tulang punggung Bangsa dan Negara merupakan istilah yang sering kita dengar sehari-hari. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan sosial saat ini memerlukan panutan dan contoh yang dapat membawa masyarakat kita ke arah yang lebih baik. Terlebih lagi di era reformasi ini, generasi muda dituntut untuk lebih berpartisipasi dalam membangun masyarakat Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, generasi muda adalah tonggak keberlangsungan masa depan Indonesia. Mereka adalah harapan kita, sinar matahari yang akan memberikan warna bagi masa masa depan bangsa. Oleh karena itu, menjaga mereka agar tidak terpengaruh oleh bahaya Narkoba adalah kewajiban semua pihak. Dalam kurun waktu dua dasa warsa terakhir ini Indonesia telah menjadi salah satu negara yang dijadikan pasar utama dari jaringan sindikat peredaran narkotika yang berdimensi internasional untuk tujuan-tujuan komersial.3 Untuk jaringan peredaran narkotika di negara-negara Asia, Indonesia diperhitungakan sebagai pasar (market-state) yang paling prospektif secara komersial bagi sindikat internasioanl yang beroperasi di negara-negara sedang berkembang. A. Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Narkotika Peran yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah besar dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika dan sejenisnya. Melalui pengendaliandan pengawasan langsung terhadap jalur peredaran gelap dengan tujuan agar potensi kejahatan tidak berkembang menjadi ancaman faktual meskipun masih banyak kelemahan hukum. Langkah yang ditempuh antara lain dengan tindakan sebagai berikut : 1. Melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat yang diduga kerassebagai jalur lalu lintas gelap peredaran Narkotika. 2. Secara rutin melakukan pengawasan di tempat hiburan malam. 3. Bekerja sama dengan pendidik untuk melakukan pengawasan terhadapsekolah yang diduga terjadi penyalahgunaan Narkotika oleh siswanya. 4. Meminta kepada instansi yang mempunyai wewenang izin sebagai penerbit tempat hiburan malam untuk selalu menindak lanjuti surat izin pendirian tempat hiburan malam barangkali akan dijadikan media untuk memperlancar jalur peredaran Narkotika

B. Upaya Penanggulangan Narkoba Pada Generasi Muda Upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1.) Preventif a. Pendidikan Agama sejak dini b. Pembinaan kehidupan rumah tangga yang harmonis dengan penuh perhatian dan kasih sayang. c. Menjalin komunikasi yang konstruktif antara orang tua dan anak d. Orang tua memberikan teladan yang baik kepada anak-anak. e. Anak-anak diberikan pengetahuan sedini mungkin tentang narkoba, jenis, dan dampak negatifnya 2.) Tindakkan Hukum Dukungan semua pihak dalam pemberlakuan Undang-Undang dan peraturan disertai tindakkan nyata demi keselamatan generasi muda penerus dan pewaris bangsa. Sayangnya KUHP belum mengatur tentang penyalah gunaan narkoba, kecuali UU No :5/1997 tentang Psikotropika dan UU no: 22/1997 tentang Narkotika. Tapi kenapa hingga saat ini penyalah gunaan narkoba semakin meraja lela?. Mungkin kedua Undang-Undang tersebut perlu di tinjau kembali relevansinya atau menerbitkan kembali Undang-Undang yang baru yang mengatur tentang penyalahgunaan narkoba ini. 3.) Rehabilitasi Didirikan pusat-pusat rehabilitasi berupa rumah sakit atau ruang rumah sakit secara khusus untuk mereka yang telah menderita ketergantungan. Sehubungan dengan hal itu, ada beberapa alternative penanggulangan yang dapat kami tawarkan : a. Mengingat penyalah gunaan narkoba adalah masalah global, maka penanggulangannya harus dilakukan melalui kerja sama international. b. Penanggulangan secara nasional, yang teramat penting adalah pelaksanaan Hukum yang tidak pandang bulu, tidak pilih kasih. Kemudian menanggulangi masalah narkoba harus dilakukan secara terintegrasi antara aparat keamanan (Polisi, TNI AD, AL, AU ) hakim, jaksa, imigrasi, diknas, semua dinas/instansi mulai dari pusat hingga ke daerah-daerah. c. Khusus untuk penanggulangan narkoba di sekolah agar kerja sama yang baik antara orang tua dan guru diaktifkan. Artinya guru bertugas mengawasi para siswa selama jam belajar di sekolah dan orang tua bertugas mengawasi anak-anak mereka di rumah dan di luar rumah.

d. Polisi dan aparat terkait agar secara rutin melakukan razia mendadak terhadap berbagai diskotik, karaoke dan tempat-tempat lain yang mencurigakan sebagai tempat transaksi narkoba. e. Pihak Departemen Kesehatan bekerjasama dengan POLRI untuk menerbitkan sebuah booklet yang berisikan tentang berbagai hal yang terkait dengan narkoba. f. Melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah, perguruan tinggi, dan berbagai instansi tentang bahaya dan dampak negative dari narkoba. Mantan pemakai narkoba yang sudah sadar perlu dilibatkan dalam kegiatan penyuluhan seperti itu agar masyarakat langsung tahu latar belakang dan akibat mengkomsumsi narkoba. g. Kerja sama dengan tokoh-tokoh agama perlu dieffektifkan kembali untuk membina iman dan rohani para umatnya agar dalam setiap kotbah para tokoh agama selalu mengingatkan tentang bahaya narkoba. h. Terapi seni, Semuanya dapat menjadi tangkal bagi pecandu narkoba guna mengalihkan perhatiannya dari barang-barang haram itu. Menurut penelitian ahliahli terapi alternatif di Amerika banyak orang mengalihkan perhatiannya ke arah bidang kesenian sebagai upaya konpensasi melakukan narkoba. i. Sehubungan dengan kasus ini, maka keluarga adalah kunci utama yang sangat menentukan terlibat atau tidaknya anak-anak pada narkoba. Oleh sebab itu komunikasi antara orang tua dan anak-anak harus diefektifkan dan dibudayakan. C. Upaya Pencegahan Dari Dalam Diri Sendiri Menanamkan dasar agama pada diri sendiri bahwa agama melarang keras kita untuk menggunakan barang yang merusak diri kita sendiri. Menanamkan arti hidup di dunia. Bahwa hidup kita harus bermanfaat bagi seluruh alam ini. Dan hakikat kehidupan adalah perjalanan kembali kepada Nya, maka itu kita harus menjalani kehidupan sebaik-baiknya. Menanamkan perlunya menjaga kesehatan. Karena penyalah gunaan narkoba yak hanya merusak jasmani tetapi juga rohani.

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Masalah pencegahan penyalahgunaan narkoba ialah mejadi tanggung jawab kita semua. Narkoba merupakan segolongan obat, bahan, atau zat, yang jika masuk ke dalam tubuh berpengaruh terutama pada fungsi otak (susunan saraf pusat) dan sering menimbulkan ketergantungan (adiktif). Terjadi perubahan pada kesadaran, pikiran, perasaan, dan perilaku pemakainya. Zat yang ditelan, masuk ke dalam lambung, lalu pembuluh darah. Jika dihisap atau dihirup, zat masuk ke dalam pembuluh darah melalui hudung dan paru-paru. Jika disuntikkan, zat langsung masuk ke darah. Darah membawa zat itu ke dalam otak. Otak adalah pusat kendali tubuh. Jika kerja berubah, seluruh organ tubuh pun ikut berpengaruh. Kepedulian adalah sebuah bentuk dari cinta dan kasih sayang kita sebagai manusia sosial yang berbudaya. Setiap kita adalah nasihat bagi orang lain, dan begitupula sebaliknya. Kita semua mengakui bahwa setiap orang tidak ada yang mencapai kesempurnaan. Oleh karena itu dengan sikap kepedulian itu akan membentuk kesempurnaan dengan cara saling melengkapi satu sama lain. Pada tahap awal kehidupan manusia agen sosialisasi pertama adalah keluarga. Oleh karena itu, orang tua merupakan orang penting (significant other) dalam sosialisasi. Guna mencegah terjerumusnya para penerus bangsa tersebut ke dunia Narkoba, maka campur tangan dan tanggung jawab orang tua memegang peranan penting di sini. Karena baik atau buruknya perilaku anak sangat bergantung bagaimana orang tua menjadi teladan bagi putra-putrinya. Bahwa Narkotika adalah obat terlarang sehingga siapapun yang mengkonsumsi atau menjualnya akan dikenakan sanksi yang terdapat pada UU No.07 Tahun 1997 tentang Narkotika. UU RI No.27 Tahun 1997 membahas tentang Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan. B. Saran Di masyarakat ada 2 tipe dalam mengasingkan pecandu, pertama orang yang tidak tahu dan orang yang tidak tahu serta tidak mau peduli. Maka dari itu janganlah kita menjauhi para pecandu narkoba karena itu akan membuat pecandu terjerumus lebih dalam karena merasa kurang perhatian. Bagi para masyarakat jangan berfikir negatif tentang pecandu narkoba, tetapi kita harus memberikan perhatian lebih sehingga para pecandu tidak merasa diasingkan dan terbuang. Bagi para pecandu coba bersikap terbuka terhadap orang yang dia percaya (tepat) untuk mendapatkan respons yang baik. Jangan berfikir YOU CAN SOLVE THEM BY YOURSELF dan jangan takut untuk menuju perubahan. Intinya DONT BE AFFRAID TO SPEAK UP !!.

DAFTAR PUSTAKA Abimayu, Soli dan M. Thayeb Manrihu. 1984.Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah. Jakarta : CV. Rajawali. Budianto. 1989.Narkoba dan Pengaruhnya. Ganeca Exact : Bandung. H.M. Rozy SE, MSc. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama Effendi, Luqman, 2008. Modul Dasar-Dasar Sosiologi&Sosiologi KesehatanI. Jakarta: PSKM FKK UMJ. Kartono, Kartini, 1992. Patologi II Kenakalan Remaja. Jakarta: Rajawali. Mangku, Made Pastika, Mudji Waluyo, Arief Sumarwoto, dan Ulani Yunus, 2007. pecegahan Narkoba Sejak Usia Dini. Jakarta: Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Shadily, Hassan, 1993. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: PT RINEKA CIPTA. Soekanto, Suryono, 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persuda Sofyan, Ahmadi, 2007. Narkoba Mengincar Anak Anda Panduan bagi Orang tua, Guru, dan Badan Narkotika dalam Penanggulangan Bahaya Narkoba di Kalangan Remaja. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Sudarman, Momon, 2008. Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. Syani, Abdul, 1995. Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. PT DUNIA PUSTAKA JAYA.