Anda di halaman 1dari 19

Askep Keluarga Dengan Balita

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keluarga membentuk unit dasar dari masyarakat kita, maka lembaga sosial yang paling banyak memiliki efek-efek yang paling menonjol tehadap anggotanya. Unit dasar ini memiliki pengaruh yang begitu kuat terhadap perkembengan seorang individu yang dapat menetukan berhasil-tidaknya kehidupan individu tersebut. Setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan dasar fisik, pribadi dan sosial. Keluarga harus berfungsi menjadi perantara bagi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan dari semua individu yang ada dalam unit tersebut. Sebuah keluarga diharapkan dapat bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan dari orang tua dan anak-anak, ini menjadi satu tugas yang sulit karena harus memprioritaskan kebutuhan individu yang beraneka ragam pada saat tertentu. Di lain pihak, masyarakat mengharapkan setiap anggotanya memenuhi kewajiban-kewajibannya dan tuntutannya. Sebab itu keluarga harus menjadi perantara bagi kebutuhan dan tuntutan dari anggota keluarganya dengan kebutuhan dan tuntutan dari masyarakat. Dalam suatu keluarga tentunya terdapat orang dewasa dan anak-anak. Di dunia yang semakin modern ini, yang kita kenal dengan era post modern, ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap individu dan keluarga. Apalagi bicara soal kesehatan. Kesehatan sangat penting bagi kelangsungan hidup keluarga, termasuk kesehatan anak-anak, terutama anak-anak yang berusia 5 tahun ke bawah. Di usia ini anak-anak rentan dengan sakit penyakit, karena itu orang tua perlu ekstra waspada dengan situasi dan kondisi anak-anaknya. Untuk itu pada kesempatan ini, akan dibahas mengenai asuhan keperawatan keluarga dengan BALITA. Didalamnya juga dapat melibatkan perawat untuk melaksanakan proses keperawatan, guna membantu dan membimbing keluarga menjadi keluarga yang mandiri dalam mengatasi masalah-masalah kesehatan berkaitan dengan anak yang berusia di bawah lima tahun (BALITA).

B. Tujuan Penulisan 1. Untuk memberikan informasi kepada mahasiswa mengenai teori/konsep dasar mengenai keperawatan keluarga dengan Balita. 2. Untuk memaparkan kepada mahasiswa, tahap-tahap perkembangan keluarga dengan Balita.

3.

Untuk menjelaskan kepada mahasiswa bagaimana proses keperawatan berperan dalam kehidupan keluarga dengan Balita.

4.

Untuk memaparkan kepada mahasiswa, masalah-masalah kesehatan apa saja yang sering muncul pada anak-anak di usia Toddler dan Pra Sekolah (Balita).

5.

Untuk menjelaskan kepada mahasiswa tentang bagaimana memberikan bimbingan pada anak-anak di usia Toddler dan Pra Sekolah (Balita).

C. Manfaat Penulisan 1. Mahasiswa dapat mengetahui informasi mengenai teori/konsep keperawatan keluarga dengan Balita. 2. Mahasiswa dapat mengetahui apa saja yang menjadi tahap-tahap perkembangan keluarga dengan Balita. 3. 4. Mahasiswa dapat mengerti melaksanakan proses keperawatan pada keluarga dengan Balita. Mahasiswa dapat mengetahui masalah-masalah kesehatan yang sering muncul pada anakanak di usia Toddler dan Pra Sekolah (Balita). 5. Mahasiswa dapat memahami bagaimana cara memberikan bimbingan kepada anak-anak di usia Toddler dan Pra Sekolah (Balita). D. Identifikasi Masalah A. B. C. D. E. Landasan Teori Tahap Perkembangan Keluarga dengan Balita Proses Keperawatan Keluarga dengan Balita Masalah-Masalah Kesehatan yang Timbul pada Anak Usia Toddler dan Pre School (Balita) Bimbingan Selama Fase Toddler dan Pre School (Balita)

BAB 2 PEMBAHASAN A. Landasan Teori Pada usia Toddler dan prasekolah anak mengalami lompatan kemajuan yang menakjubkan. Tidak hanya kemajuan fisik tetapi juga secara sosial dan emosional. Anak usia toddler dan prasekolah ini sedang dalam proses awal pencarian jati dirinya. Beberapa prilaku yang dulunya tidak ada, sekarang muncul. Secara fisik dan psikis usia ini adalah usia yang rentan berbagai penyakit yang akan mudah menyerang anak usia ini dan menimbulkan masalah yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang jika kondisi kesehatan anak tidak ditangani secara baik oleh para praktisi kesehatan yang juga usaha-usaha pencegahan adalah usaha yang tetap paling baik dilakukan.

Berkaitan dengan uraian diatas maka dalam makalah ini penulis menguraikan beberapa masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada anak usia ini serta usaha pencegahan dan penanganannya terutama yang berkaitan dengan tindakan keperawatan dan menyangkut satu masalah yang paling menonjol sehingga muncul satu diagnosa keperawatan.

1. Konsep Dasar Periode Eraly Childhood yaitu sejak umur 1 tahun sampai dengan 6 tahun dibagi atas : a. Toddler : umur 1 /sd 3 tahun b. Preschool : umur 3 s/d 6 tahun

2. Perkembangan Fungsi Mental dan personality a. Fase oral (0-1 tahun) Positif - Memberikan kepuasan/kesenangan - Menghisap, menelan, memainkan bibir - Makan kenyang, tidur

Negatif - Mengigit, mengeluarkan air liur - Marah, menangis.

b. Fase anal (1-3 tahun) Dengan tubuh memberi kepuasan berkisar sekitar anus Positif : - BAB/BAK dan senang melakukannya sendiri Negatif : - Anak akan menahan dan mempermainkannya c. Fase phalic (3-6 tahun) - Memegang genetalia - Oedipus complex Positif : - Egosentris : sosial interaksi - Mempertahankan keinginanya.

3. Perkembangan Psikosial (Ericson) a. Percaya vs tidak percaya (0-1 tahun) - Semua kebutuhan mutlak tergantung pada orang lain - Rasa aman dan percaya mutlak pada lingkungan b. Otonomi vs rasa malu-malu/ragu-ragu (1-3 tahun) - Alat gerak dan rasa, telah matang - Perkembangan otonomi berfokus pada peningkatan kemampuan mengontrol tubuhnya, diri dan lingkungan. - Menyadari bahwa ia dapat menggunakan kekuatannya untuk bergerak dan membuat sesuatu sesuai dengan keinginannya. c. Inisiatif vs rasa bersalah (3-6 tahun) - Anak belajar mengendalikan diri dan memanipulasi lingkungan - Rasa inisiatif mulai menguasai anak - Anak mulai menuntut untuk melakukan tugas - Kemampuan anak berbahasa meningkat - Rasa kecewa dan bersalah.

4. Perkembangan Kongnitif (Piaget) a. Sensori motorik (lahir 2 tahun - Menggunakan sistem pengindera, motorik dan benda-benda untuk mengenal lingkungan.

b. Pre operasional (2-7 tahun) - Anak mampu menggunakan simbol kata-kata, mengingat masa lalu, sekarang dan yang akan datang.

5. Pertumbuhan dan Perkembangan Usia Toddler - Masa mengeksplorasi lingkungan - Tugas tahap ini sukses membutuhkan trust pada saat bayi dan bimbingan orang tua.

6. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pra Sekolah (3-5 Tahun) - Rasa keingintahuan tentang hal-hal yang berada dilingkungan semakin besar dan dapat mengembangkan pola sosialisasinya. - Anak sudah mulai mandiri dalam merawat diri sendiri : mandi, makan, minum, mengosok gigi, BAB dan BAK, dll.

B.

Tahap perkembangan keluarga dengan BALITA

1.

Tahap Keluarga dengan Childbearing/melahirkan: Dimulai dengan kelahiran s/d umur 30 bln Orang tua menjalankan peran baru Peran ini awalnya sulit karena :

Perasaan ketidakadekuatan menjadi orang tua baru Kurangnya bantuan dari keluarga Nasehat yang menimbulkan konflik Tidur kurang karena anak rewel Faktor yang menyulitkan (Bradt 1988) : Banyaknya wanita yang bekerja Naiknya angka perceraian dan masalah perkawinan Penggunaan alat kontrasepsi dan aborsi yang sudah lazim Meningkatnya biaya perawatan anak Masalah yang sering terjadi : Kesulitan dalam perawatan anak Suami merasa diabaikan

Terdapat peningkatan perselisihan Interupsi dalam jadwal yang terus menerus Kehidupan sosial dan seksual terganggu Tugas perkembangan keluarga dengan tahap Childbearing/ melahirkan : Membentuk keluarga muda yang bahagia Penyesuaian tugas baru Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan Memperluas persahabatan dengan keluarga besar/teman Mendidik anak berdasar agama Masalah kesehatan pada keluarga dengan Childbearing : Perawatan bayi yang baik Imunisasi KB Penyakit infeksi Masalah transisi pada orangtua Sibling rivalry Tempertantrum Negativisme Tumbuh kembang 2. Tahap Keluarga dengan Anak Pra Sekolah

y Anak I berumur 2,5 th s/d 5 th y Keluarga menjadi majemuk y Kesibukan orangtua meningkat y Kelompok bermain sangat membantu dalam perkembangan anak Tumbuh Kembang Balita S Toddler (1-3) S Biologis ( BB, TB)

S Motorik (berjalan, lari,memegang benda) S Psikososial : otonomi vs ragu ragu negativism dari otonomi S Kognitif : prekonseptual, egosentris S Psikoseksual : fase anal; toilet training S Sosial : bermain, sosialisasi tempertantrum, Sibling

Pra sekolah (3 5 tahun)

Biologis : pertumbuhan fisik lambat Motorik : menulis, memakai/melepas baju Psikososial : Inisiatif vs rasa bersalah bereksperimen, sosialisasi > luas, meniru Kognitif : prekonseptual, intuitive Psikoseksual : oedipal, elektra kompleks Sosial : berdiskusi dengan orangtua Tugas perkembangan keluarga tahap Keluarga dengan Anak Pra Sekolah : Memenuhi kebutuhan anggota keluarga Membantu anak untuk sosialisasi Beradaptasi dengan anak ke 2 Pembagian waktu untuk individu, pasangan, keluarga Pembagian tanggungjawab anggota keluarga Merencanakan kegiatan untuk stimulasi tumbang anak

Masalah kesehatan pada keluarga dengan anak pra sekolah : Masalah kesehatan fisik pada anak ; sakit, jatuh Kes psikososial : hubungan perkawinan Persaingan kakak adik Masalah komunikasi keluarga Masalah pengasuhan anak,

C.

Proses Keperawatan Keluarga Dengan Balita

1. Pengkajian a. Pengkajian pada keluarga : Identitas : nama KK, alamat, pekerjaan Riwayat dan tahap perkembangan Lingkungan : rumah, lingkungan, sistem sosial Struktur keluarga : komunikasi, peran anggota Fungsi Keluarga Penyebab masalah keluarga dan koping Bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi keluarga jian pada balita:

b. Pengka

Identitas anak Riwayat kehamilan, persalinan Riwayat kesehatan bayi Pertumbuhan dan perkembangan Pemeriksaan fisik Berapa lama waktu bersama orangtua Siapa pengasuh anak

2. Diagnosa Keperawatan a. Perubahan hubungan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anak yang sakit berat. b. Hubungan keluarga tidak harmonis berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah yang terjadi pada anak. c. Meningkatnya kemandirian anak.

d. Pemeliharaan kesehatan yang optimal. e. Hubungan keluarga yang harmonis.

3. Intervensi a. Diskusikan tentang tugas keluarga

b. Diskusikan penyebab ketidakharmonisan c. Identifikasi sumber dukungan yang ada

d. Ajarkan cara merawat anak e. f. D. Anjurkan untuk mempertahankan pola komunikasi terbuka Bantu keluarga mengenali kebutuhan anggota keluarga Masalah-Masalah Kesehatan Yang Timbul Pada Anak Usia Toddler dan Pre-School (BALITA)

No

MASALAH / PENYAKIT

MANAJEMEN TERAUPETIK DAN KOMPLIKASI

PERTIMBANGAN KEPERAWATAN

1.

Diare (Gastroenterologi) agen pembuka : Bakteri dan virus. Sumber :

Komplikasi : Dehidrasi Renjatan hipovelemik Hypocalanta

Memberikan cairan Diatelik (pemberian makanan)

Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan Masa Inkubasi : Bayi : BAB 3x / 24 jam Anak : BAB 3x / 24 jam Manifestasi Klinis : Bayi dan anak menjadi cenggeng, gelisah, suhu tubuh meninggi cair dan mungkin disertai dengan lendir atau darah. 2. Variacela (cacar air) Agen pembawa : Variacell Zooster Sumber : Sekresi primer saluran pernafasan dan organ terinfeksi, pada tingkatan lesi kulit yang lebih rendah. Transmisi : Kontak langsung terkonta minasi oleh objek penular an. Masa Inkubasi : 2 3 minggu biasanya 13- 17 hari. Masa Penularan :

Intoleransi laktosa sekunder Kejang Malnutrisi energi protein. Obat: Anti sekresi Anti spasmolitik Pengeras tinja Anti biotika

Kekhususan : Biasanya tidak ada, agent anti viral (ocyclovir) untuk resiko tinggi anak terinfeksi, Varicella Zooster immunoglobin (VZIG) setelah pembukaan pada anak yang beresiko tinggi. Obat : Diphenhidramin hydrokhlorida atau anti histamin untuk menghilangkan gatak ;

Lakukan isolasi ketat dirumah sakit. Isolasi anak dirumah sampai vesikel mengering (biasanya 1 mingus etelah terinfeksi) dan isolasi anak yang beresiko tinggi terinfeksi. Beri perawatan kulit; mandi dan berganti pakaian setiap hari, beri olesan lotion; calamine; potong

Biasanya 1 hari setelah erupsi lesi (masa awal) sampai 6 hari setelah banyak muncul vesikel ketika kerak kulit terbentuk. Manifestasi Klinis : Tahap Awal : Demam ringan, malaise, anorexia, pertama kali 24 jam, ruam dan gatal sekali, mulai muncul makula, dengan cepat berkembang menjadi papula dan menjadi vesikel (dikelilingi oleh dasar eritematosus menjadi gelembung,mudah pecah dan membentuk (kerak). Ketiga tahapan (Papula, vesikel dan kerak kulit) hadir dalam tingkatan berbeda dalam waktu yang sama. Distribusi : Sentrifetal, menyebar ke wajah dan tubuh tapi jarang pada tungkai dan lengan.

perawat an kulit untuk mencegah infeksi bakteri kedua. Komplikasi : Infeksi pada tahap kedua (bisu, selulitis, pneumoni,sepsis). Enchepalitis Varicella Pneumoni Peredaran Varicella (perdarahan kecil pada vesikel dan ptekia pada kulit). Kronik atau transsient trombositopenia.

dan bersihkan kuku. Mengurangi gatalgatal. Hindari mengupas kulit kerak yang menggosok dan membuat iritasi.

Gejala : Elevasi suhu dari limfade nopaty, iritasi dari gatal-gatal. 3. Difhteria Manifestasi Klinis : Bervariasi menurut lokasi anatomi Pseudomembran. Nasal : Menyerupai flu, nasal mengeluarkan serosan guineous mukous purulent tanpa gejalagejala pokok: tampak seperti epistaksis. Tonsilar / pharyingeal : Malaise, anorexia, tenggo rokan sakit, sedikit demam, pulse meningkat dari yang diharapkan selama 24 jam, membran melembut, putih atau abu-abu; timbulnya limfadenitis jika penyakitnya parah timbul toximea, septik syok, dan meninggal dalam 6-10 hari. Lharyngeal : Antitoksin (biasanya melalui intravena diawali dengan test kulit dan konjungtiva untuk me ngetes sensitifitas terhadap serum. Antibiotik (penisillin atau erythromycin. Bedrest total (pencegahan miokarditis) Tracheostomy untuk penghambatan jalan udara. Perawatan carrier dan kontak terhadap orang yang terinfeksi. Komplikasi : Miokarditis (minggu kedua) Neuritis. Lakukan isolasi ketat di rumah sakit. Berpartisipasi pada test sensitifitas; beri epineprin jika ada. Beri antibiotik, amati tandatanda sensiti fitas terhadap peni silin. Gunakan suction jika perlu Beri perawatan komplit untuk memproleh bedrest. Atur kelembaban untuk pencairan optimum sekresi. Amati respirasi untuk tanda-tanda penghambatan.

Demam : serak, batuk, tanpa ada tanda awal, potensial penghambatan jalan udara, gelisah, cyanosis, retraksi dyspniec.

4.

Rubeola (campak) Agent pembawa : Virus Sumber : Sekresi saluran nafas, darah dan urine dari orang yang terinfeksi. Transmisi : Kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Masa inkubasi : 10 20 hari. Periode penularan : Dari 4- 5 hari setelah ruam-ruam muncul tetapi terutama selama tahapan awal (catharal). Manifestasi klinis : Fase prodromal : Tidak dijumpai pada anak-anak, namun dijumpai pada orang remaja dan dewasa

Tidak ada perawatan lain yang perlu kecuali antipiretik untuk demam dan analgesik untuk nyeri. Komplikasi : Jarang terjadi (arthtritis, enchepalitis, atau purpura); penyakitpenyakit menular yang sering dijumpai pada masa anak-anak; bahaya terbesar adalah efek teratogenik pada janin.

Yakinkan orangtua bahwa vesikel-vesi kel adalah suatu proses penyakit yang alami pada anak-anak yang terinfeksi. Gunakan sentuhan lembut jika diperlukan. Jauhkan anak dari wanita hamil.

yang ditandai dengan demam ringan, sakit kepala, malaise, anorexia, konjungtivitis ringan, coryza, sakit kerongkongan, batuk dan limfadenopaty. Paling sedikit 1-5 hari, menghilang 1 hari setelah terjadinya ruam. Ruam : Pertama kali muncul di wajah dan dengan segera menyebar keleher, lengan batang tubuh dan kaki. Diakhiri hari pertama ditutupi dengan bercak- bercak kemerahan makulo pupalar, biasanya hilang pada hari ketiga. Tanda dan gejala : Demam ringan yang muncul kadangkadang, sakit kepala, malaise dan limfadenopaty. 5. Pertusis Agent : Pemberian antibiotik Eythromycin, - Anjurkan untuk bedrest

Bordettela pertusis Sumber : Masuknya dari saluran pernafasan dari seseorang yang terinfeksi. Penularan : Kontak langsung dan droplet. Masa inkubasi : 5-21 hari biasanya 10hari. Perkembangan : Yang paling besar selama catharal (radang selaput lendir) sebelum munculnya (kambuhnya kembali dan menghilang pada minggu ke 4 setelah munculnya kembali gejala penyakit).

ampisillin, kotrimaxazol, khloramfenikol, expextoransia dan mukolitik, codein diberikan bila terdapat batuk yang hebat sekali. Luminal. Komplikasi : Otitis media, bronkitis, bronkop neumonia, ateletaksis, emfise ma, muntah-muntah berat, emasiasi, prolapsus rectum, kongesti dan edema otak.

- Berikan kompres panas dan dingin. - Berikan diit makanan cair dan lunak

Manifestasi klinik : Stadium kataralis Batuk ringan pada malam hari, anorexia, Stadium spasmodik Batuk bertambah berat dan terjadi paroximal berupa batuk-batuk khas, keringat, dilatasi

pembuluh darah leher dan muka, muka merah, sianosis. Stadium konvalensi Pada minggu ke-4 berat nya serangan batuk berkurang nafsu makan timbul kembali, ronchi difus mulai menghilang. 6. Parasitis intestinal Askariasis Agent Askaris lumbricoides. Sumber : Faeces Masa Inkubasi : 2-3 minggu Manifestasi Klinis : Infeksi ringan, asimptoma tik infeksi berat, anorexia, iritabilitas, ketakutan, perut besar, penurunan berat badan, demam dan kolik. Infeksi parah; gangguan usus, usus buntu, perforasi usus dengan peritonitis, gangguan empedu, paru dan pneumonitis. 1. Piperazin sitrat (antepar) 2. Hexilresorsinol 3. Oleumkenopodii 4. Santonin 5. Pirantel pamoat (combantrin) 6. Papain (fellardon Memberikan penyuluhan pada orangtua penting-nya menjaga higienis dan sanitasi lingkungan.

E.

Bimbingan Selama Fase Toddler dan Pre School (BALITA)

BIMBINGAN SELAMA FASE TODDLER Usia 12 18 Bulan Persiapkan ortu adanya perubahan tingkah laku pada masa toddler, terutama negativisme dan ritualisme. Hitung kalori makanan yang biasa diberikan pada anak dan berangsur-angsur hentikan makanan dari botol dan tingkatkan makanan dalam bentuk yang padat. Kaji pola tidur dan kebiasaan sebelum tidur, botol/dot adalah penyebab utama carries pada gigi anak. Apakah ada penundaan pada waktu tidur. Persiapkan orangtua tentang kemungki nan bahaya dalam rumah seperti keracunan atau terjatuh. Tekankan tentang pentingnya orang tua saling berkomunikasi (briefing). Bicarakan mengenai permainanpermai nan baru yang dapat digunakan untuk meningkatkan

BIMBINGAN SELAMA FASE PRE- SCHOOL Usia 3 Tahun Persiapkan orang tua untuk peningkatan ketertarikan anak dalam hubungan yang lebih luas. Anjurkan untuk mendaftarkan anak ke TK. Tekankan tentang pentingnya pengaturan waktu, Anjurkan orangtua untuk menawarkan pilihan-pilihan ketika anak sedang ragu/bimbang. Perubahan pada usia 3 tahun : anak akan menjadi kurang koordinasi (antatorik dan emosi), gelisah dan menunjukkan perubahan tingkah laku seperti bicara gagap. Orang tua harus memberikan perhatian yang extra sebagai refleksi dari kegelisahan emosi anak dan rasa takut anak kehilangan kasih sayang orang tua. Ingatkan orang tua tentang keseimbangan yang telah dicapai pada usia 3 tahun akan berubah menjadi tingkah laku yang agresif

kemampuan motorik, bahasa, kognitif dan sosial. Tekankan perlunya untuk memeriksakan gigi anak, bagaimana tipe gigi, kebersihan gigi, kebiasaan makan yang mendukung terjadinya carries pada gigi. Tekankan tentang pentingnya mengkonsumsi suplemen yang mengandung fluorida. Usia 18 24 Bulan Tekankan tentang pentingnya teman sebaya dalam bermain. Persiapkan untuk datangnya adik baru (sibling), tekankan tentang pentingnya menyiapkan anak untuk pengalaman baru. Bicarakan tentang berbagai metode untuk mendisiplinan anak, keefektifan metode tersebut dan eksplorasi keadaan orangtua tentang negatisme pada anak; tekankan bahwa negatifisme merupakan aspek penting dalam pengembangan diri dan kemandirian anak. Bicarakan tentang tanda-tanda kesiapan anak utnuk melakukan toliet training, tekankan tentang pentingnya menunggu kesiapan fisik dan piskologis anak, bicarakan tentang kemungkinan timbulnya

pada usia 4 tahun. Antisipasi tentang adanya perubahan nafsu makan, seleksi makanan anak. Tekankan tentang perlunya perlindungan dan pendidikan untuk mencegah cedera.

Usia 4 Tahun Persiapakan pada tingkah laku anak yang lebih agresif, termasuk aktivitas motorik dan penggunaan bahasa-bahasa yang mengejutkan. Bersikap menentang terhadap orangtua Explorasi perasaan ortu berkenaan dengan tingkah laku anak. Masukkan anak ke TK Persiapan untuk peningkatan keinginan tahuan anak tentang sex. Tekankan tentang pentingnya menanamkan disiplin pada anak. Anjurkan untuk belajar berenang jika belum dilakukan pada usia sebelumnya. Adanya mimpi buruk; beritahu orangtua bahwa anak, sering anak terbangun karena adanya mimpi yang menakutkan. Tenangkan Ibu, bahwa masa yang

rasa takut anak, seperti terhadap gelap dan suara-suara tertentu. Kaji kemampuan anak untuk berpisah dengan orangtua dan kemampuan menghadapi situasi yang tidak familiar dengannya. Beri kesempatan pada orantua untuk mengucapkan perasaannya, keletihan, frustasi dan kemarahannya.

tenang pada anak dimulai pada usia 5 tahun.

Usia 5 Tahun Masa tenang pada usia 5 tahun Siapkan anak untuk memasuki lingkungan sekolah. Pastikan kelengkapan immunisasi sebelum memasuki sekolah.

Usia 24 36 Bulan Bicarakan pentingnya peniruan pada anak dan perlunya melibatkan anak dalam berbagai aktifitas. Bicarakan tentang pendekatan yang dilakukan untuk toilet training dan harapan-harapan yang realistik. Tekankan keunikan proses berfikir pada toddler, terutama bahasa yang digunakan, pemahaman yang kurang tentang waktu dan ketidakmampuan melihat peristiwa dari perspektif orang lain. Tekankan untuk menanamkan kedisiplinan secara kongkrit.

BAB 3 PENUTUP Read more: http://yayannerz.blogspot.com/2011/03/askep-keluarga-denganbalita.html#ixzz1cFDb7U00