Anda di halaman 1dari 4

KETAHANAN NASIONAL A. Latar belang dan landasan ketahanan nasional 1.

Latar belakang Terbentuknya Negara Indonesia dilator belakangi oleh perjuangan seluruh bangsa. Ancaman tidak hanya dari luartetapi juga dari dalam, bangsa Indonesia memegang komitmen bersama untuk tetap tegaknya Negara kesatuan Indonesia. Dorongan kesadaran bangsa yang dipengaruhi kondisi dan letak geografis dengan dihadapkan pada lingkungan dunia yang serba berubah akan memberikan motivasi dalam menciptakan suasana damai. Tertib dalam tatanan nasional dan hubungan internasional yang serasi. Beberapa ancaman dalam dan luar negeri telah dapat diatasi bangsa Indonesia dengan adanya tekad bersama menggalang kesatuan dan keutuhan bangsa. Berbagai pemberontakan dan gerakan separatis pernah muncul seperti pemberontakan PKI. DI/TII Kartoswiryo, PRRI Permesta dan juga gerakan separatis RMS serta keinginan menyelenggarakan pemerintahan sendiri di timor timur yang pernah menyatakan dirinya berintegrasi dengan Indonesia meskipun akhirnya kenyataan politik menyebabkan lepasnya kembali daerah tersebut.ancaman separatidewasa ini ditunjukanya wilayah atau propinsi di Indonesia yang menginginkandirinya lepas dariindonesia seperti aceh,riau irirnjaya dan beberapa daerah lain.aksi provokasiyang menggangu kesetabilankehidupan. Dengan demikian di perlukan kondisi dinamis bangsa untuk dapat mengantisipasi kondisi apapun di Negara ini. Kekuatan bangsa dalam menjaga keutuhan Negara indinesia tentu saja harus harus selalu didasari oleh segenap landasan baik landasan ideal, landasan ini juaga memberikan kekuatan konseptual filosofis untuk merangkum, mengarahkan, dan mewarnai segenapo kegiatan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 2. Landasan-landasan ketahanan nasional a. Pancasila sebagai landasan ideal Peranan pancasila sebagai landasan ideal tidak dapat dipisahkan dari kedudukan pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia. Pandangan hidup ini berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam berinteraksi antar manusia dalam masyarakatserta

dalam sekitarnya (kaelan,1999;57). Pelaksanaan pancasila sebagai pandangan hidup dimaksudkan untuk menyadarkan rakyat bahwa hakikat kehidupan manusia adalah keterkaitan antara manusia dengan tuhannya, antara manusia satu dengan yang lain, pancasila dalam hal ini merupakan asas nilai dan norma dalam bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan bernegara (kelompok kerja tannas, 2000;5) Dalam kapasitasnya sebagai ideology, pancasila merupakan cita-cita bangsa yang merupakan ikrar segenap bangsa dalam upaya mewujudkan masyarakat adil makmur yang merata material maupun spiritual. (kaelan, 1999;62) Peranan pancasiladalam kapsitasnya sebagai dasar Negara sebagaimana tersurat dalam pembukaan UUD 1945 pada hakikatnya mencerminkan nilainilai dasar pancasila yaitu keseimbangan, pancasila juga menjadi asaskerohanian tertib hokum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945 dijemelkan dalam empat pokok pikirannya, pancasila juga mengandung norma, pancasila hendaknya juga sebagai sumber semangat penyelenggaraan Negara (kelompok kerja tannas, 2000;5) b. UUD 1945 sebagai landasan konstitusional Bertolak dari pancasila sebagai sumber tertib hokum Indonesia yang sekaligus mengandung cita-cita hukum yang termuat dalam pembukaan UUD 1945, oleh karena itu maka sudh mestinya seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara tercakup dalam dalam perundangundangan mulai dari lingkup nasional kebawah, dengan demikian diharapkan dapat terselenggara kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam penjelasan UUD 1945. Negara Indonesia bukanlah Negara berdasarkan atas kekuasaan. Negara indonesai adalah Negara yang berdasarkan pada aturan konstitusional, oleh karena nya pemerintah sebagai institusi yang berwenang mengatur Negara juga tidak boleh melawan hukum, hukum akan mengatur seluruh kehidupan bangsa dan bernegara untuk menjaga ketertiban hidup masyarakat. Sebagai mana disebutkan di atas, presidan adalah penyelenggara pemerintahan tertinngi di bawah MPR dan berbeda sebagai orang nomor satu di Indonesia. Dengan dimilikinya ide system Negara yang demokratis diharapkan dalam prosesnya segala pengambilan keputusan dalam

penyelenggaraan kehidupan kenegaraan tetap bersumber dan mengacu pada kepentingan aspirasi rakyat. c. Wawasan nusantara sebagai landasan visional Bangsa Indonesia merintis jalan kebangsaannya dengan berjuang mulai dari jaman penjajahan, pada akhirnya titik balik perjuangan tercapai dalam peristiwa peroklamasi 17 agustus 1945. Konstelasi geografis Indonesia yang sangat luas dan kondisi objektif social budaya yang sangat sarat dengan muatan perbedaan suku, aga, ras, dan antar golongan menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia untuk tetap menjaga kelangsungan dan keserasian hidup nya. Semangat penyelenggaraan Negara ini penting untuk mencapai tujuan Negara sebagaimana yang tersurat dalam pembukaan UUD 1945. Cara pandang atau wawasan nasioanal yang disebut wawasan nusantara sebagaimana sudah diterangkan pada bagian sebelumnya merupakan kebutuhan bagi bangsa untuk menjadi pancaran falsafah pancasila yang diterapkan dalam kondisi objektif bangsa dengan seluruh kondisi dinamisnya. B. Ruanglingkup pengertian ketahanan nasional 1. Pokok-pokok pikiran yang mendasari konsepsi ketahanan nnasional Konsep ketahanan nasional mengandung keuletan dan ketangguhan dalam dalam rangka tetap mengembangkan kekuatan nasional untuk menghadapi segala potensi tantangan, konsepsi ini sesungguhnya didasarkan atas beberapa pokok pikiran: a. Manusi adalah makhluk yang berbudaya Manusia hidup secara naluriah untuk menjalankan kodrat fiksinya dan lebih dari itu manusia mengaktualisasikan kemampauan dirinya yang lebih dibanding dengan kemampuan makhluk lain. Manusia senantiasa mengembangkan lahir dan batinnya. Pada dasar nyamanusia adalah makhluk yang mempunyai naluri, intelegensi dan keterampilan. Aktifitas manusia dalam mengembangkan potensinya ini akan muncul dalam beberapa bentuk kegiatan yang seringdikelompokkan

dalam berbagai bidang. Dalamhal cita-cita dan gagasan secara konseptual maka akan muncul ideology. Bidang social adalah bidang yang yang menyangkut hubungan antar manusia. Berhubungan dengan rasa aman sebagai salah satu kebutuhan manusia, maka berkembanglah istilah pertahanan keamanan ( lemhanas RI 2000;96)