Anda di halaman 1dari 18

TUGAS WACANA ROMBEL 1

OLEH: 1. Apik Ilma Annisa 2. Eri Prihatmini (2101408023) (2101409002)

3. Indiy Bilqis Miyaliy (2101409051) 4. Dwi Rahmawati 5. M. Abdul Mufid (2101409052) (210149114)

BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

Pengertian wacana dapat dilihat dari berbagai segi. Dari segi sosiologi, wacana menunjuk pada hubungan konteks sosial dalam pemakaian bahasa, sedangkan dari segi linguistik, wacana adalah unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat. Di samping itu, Hawthorn (1992) juga mengemukakan pengertian wacana merupakan komunikasi kebahasaan yang terlihat sebagai sebuah pertukaran di antara pembicara dan pendengar, sebagai sebuah aktivitas personal di mana bentuknya ditentukan oleh tujuan sosialnya. Sedangkan Roger Fowler (1977) mengemukakan bahwa wacana adalah komunikasi lisan dan tulisan yang dilihat dari titik pandang kepercayaan, nilai, dan kategori yang termasuk di dalamnya. Menurut Alwi dkk (2003: 419) wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lain dan membentuk satu kesatuan. Alwi juga menyatakan bahwa untuk membicarakan sebuah wacana dibutuhkan pengetahuan tentang kalimat dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kalimat. Wacana menurut Kridalaksana dalam Kamus Linguistik Edisi Ketiga (1993: 231) adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh (novel, buku, seri ensiklopedia, dsb). Kridalaksanan membagi wacana menjadi empat yaitu: (1)Wacana langsung (direct speech, direct discourse) Wacana langsung adalah wacana yang sebenarnya dibatasi oleh intonasi atau pungtuasi. Contoh: Salim berkata, Saya akan datang. (2) Wacana pembeberan (expository discourse) Wacana pembeberan adalah wacana yang tidak mementingkan waktu dan penutur, berorientasi pada pokok pembicaraan, dan bagian-bagiannya diikat secara logis. (3) Wacana penuturan (narrative discourse) Wacana penuturan adalah wacana yang mementingkan urutan waktu, dituturkan oleh persona pertama atau ketiga dalam waktu tertentu, berorientasi pada pelaku, dan seluruh bagiannya diikat oleh kronologi. (4) Wacana tidak langsung (indirect discourse) Wacana tidak langsung adalah pengungkapan kembali wacana tanpa mengutip secara harfiah kata-kata yang dipakai oleh pembicara, mempergunakan konstruksi gramatikal atau kata tertentu, antara lain klausa subordinatif, kata bahwa, dan sebagainya. Contoh: Salim berkata bahwa ia akan datang.

1. Wacana narasi Karangan narasi adalah karangan yang menceritakan seseorang atau beberapa orang dengan beberapa kejadian atau peristiwa. Rangkaian kejadian atau peristiwa tersebut biasanya disusun berdasarkan urutan waktu (secara kronologi). Isi karangan narasi dapat berupa fakta atau peristiwa yang dialami seseorang yang benar-benar terjadi juga dapat berupa khayalan juga rekaan. Berdasarkan hal tersebut karangan narasi dibagi menjadi dua bagian,yaitu narasi fiksi dan narasi nonfiksi. Narasi fiksi meliputi dongeng,hikayat,cerpen,roman atau novel, sedangkan narasi nonfiksi meliputi biografi dan otobiografi. Meliahat uraian diatas dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa yang disebut adalah karangan yang menceritakan kehidupan seseorang atau beberapa orang dengan ciriciri karangannya sebagai berikut : a. b. c. harus ada tokoh harus ada dialog harus ada konflik.

Ciri-ciri: -. Serangkai peristiwa dalam sorotan waktu tertentu -. Adanya urutan kronologi -. Diceritakan dengan person pertama atau ketiga -. Menceritakan kejadian biasany yang sudah lampau -. Tulang punggung tuturan merupakan serangkaian kejadian yang biasanya berupa perbuatan Contoh Wacana Narasi: Mbok Inah Cerpen Elmas.Dienal Ha2 Adwijaya SMAN I GARUT Mbok Inah adalah pembantu rumah tangga kami. Kami sekeluarga sangat menyayanginya. Mbok inah sudah seperti saudara bagi kami karena dia sudah lebih dari dua puluh tahun tinggal bersama kami.bagi saya sendiri, mbok inah sudah seperti ibu, dilah yang mengurus saya sejak kecil. Selama ini, tidak ada masalah dengan mbok inah, sampai pada suatu waktu terjadilah sebuah peristiwa.

Mbok Inah menangis tersedu-sedu setelah aku pulang dari sekolah. Aku merasa kaget melihat hal itu. Mbok,kenapa nangis ada apa sich? tanyaku. Mbok Inah tidak menjawab. Dia hanya menggelengkan kepalanya sambil tetap menangis tersedu-sedu. Mbok, apa sebenarnya yang terjadi ? tanyaku kembali. Mbok Inah berhenti sesaat. Di pandangnya wajahku dalam-dalam. enggak ada apa-apa, Den, jawabnya perlahan-lahan. Aku tak percaya. Tidak mungkin kalau tidak ada masalah, Mbok Inah akan menangis akan menangis. Selama ini, kami melihat Mbok Inah sebagai sosok yang periang,suka humor, bahkan penuh optimis. Selama bekerja pada keluarga kami, saya tak pernah mendengar Mbok Inah mengelu. Semua situasi dihadapinya dengan tabah. Akh, yang bener Mbok. Saya tahu benar Mbok. Bagi saya Mbok sudah seperti ibu. Oleh karena itu apa yang Mbok rasakan, dapat saya rasakan, kataku sambil memeluk Mbok Inah. Merasa dirinya dipeluk Mbok Inah bukanya diam.tangisanya makin menjadi. Dan tak terasa air mataku juga ikut meleleh. Mbok, ada apa? Katakan padaku! kataku sambil merengek. Mbok Inah berusaha menghentikan tangisannya. Eh anu Den, Mbok akan berhenti bekerja. Mbok akan pulang kampong! Saat itu saya merasa terkejut seperti ada petir di siang bolong. Mbok, apa yang Mbok katakana? Mengapa Mbok pulang kampong? Mbok tidak betah lagi tinggal di rumah ini ? tanyaku beruntun. Sejenak Mbok Inah terdiam. Tapi akhirnya dia berkata juga,

Mbok tidak enak, karena tadi pagi tuan dan nyonya bertengkar. Mereka bertengkar saat Aden sekolah. Katanya, nyonya kehilangan perhiasan. Nyonya menuduh tuan telah menjualnya untuk diberikan kepada teman selingkuhannya. Nyonya menuduh tuan. Sedangkan tuan tidak merasa mengambilnya, Lalu apa hubungannya dengan Mbok Inah? tanyaku tak mengerti. Mbok Inah diam sejenak. Tiba-tiba air matanya kembali merembes melalui sela-sela mata. Anu, Den Mbok Inah yang mengambil perhiasan tersebut ! Jawabnya terbata-bata. Pengakuan Mbok Inah ini lebih mengejutkan lagi. Saya sama sekali tidak mempercayainya walaupun keluar dari mulut Mbok Inah. Selama ini, Mbok Inah orang yang sangat jujur. Mbok Inah tidak pernah melakukan kecurangan, apalagi mencuri. Mbok Inah sangat tekun beribadah. Berapa gram, Mbok ? Lima gram ? Hanya lima gram? Untuk apa Mbok melakukan semua itu ? Mbok Inah diam lagi. Kemudian dipandangnya wajahku dalam-dalam. Lalu merunduk kembali sambil berkata perlahan. Mbok melakukan untuk menolong si Inem, pembantu rumah sebelah. Kemarin Inem datang kesini. Inem menangis, kata dia sering disiksa oleh dunungannya,bahkan sering disulut oleh rook,dan bahkan disetrika. Dia mau kabur tapi dia tak punya uang. Dia minjem kepada Mbok, tapi tak ada, Mbok Inah diam sebentar. Lalu melanjutkan pembicaraannya. Karena kasihan, Mbok mencari uang ke laci kaca hias Nyonya. Tapi tak ada. Tiba-tiba Mbok melihat cincin Nyonya tergflak di atas meja. Tak piker panjang Mbok

mengambilnya dan menyerahkannya kepada si Inem untuk dijual agar dia bisa pulang, Aku terenyuh mendengar kata-kata Mbok Inah. Ternyata Mbok Inah melakukan semuanya untuk menolong orang lain. Secara spontan aku memeluk kembali Mbok Inah kuat-kuat, lalu menciumnya. Mbok Inah tanpak heran. Mbok, ternyata Mbok berhati mulia. Aku bangga diasuh dan dibesarkan oleh Mbok. Jangan menyesali perbuatan yang sudah dilakukan, Aku punya tabungan Mbok,kita beli lagi cincin itu,ke took mana si Inem menjualnya ? katanya ke toko Mustika ! Aku dan Mbok Inah pergi ke toko Mustika, tak lama,cincin itu masih ada. Aku membelinya kembali. Mbok Inah terlihat gembira, Mbok, jangan pulang ya ? kataku sambil tersenyum, kulihat mata Mbok Inah berkca-kaca.

Bagendit, 2005

2. Wacana prosedur Ciri-cirinya ; -. Memberi petunjuk atau langkah langkah kronologis dalam mengerjakan sesuatu -. Tiap prosedur merupakan satuan -. Kejadian sering berupa sebuah proses -. Pelakunya biasanya tidak disebutkan -. Lazim aksi atau perbuatan -. Proposisinya sering berisi konsep alat atau cara -. Pengelompokan struktur semantisnya sejajar dengan atau prosedurnya Contoh wacana prosedur:

Rumah Sederhana Tahan Gempa Sudahkah rumah anda mengikuti pedoman ini Indonesia secara geografis berpotensi untuk ditimpa bencana gempa secara rutin. Baik dari skala besar maupun kecil. Beberapa tahun ini gempa telah memakan korban baik jiwa maupun materi semakin besar. Salah satu penyebab banyaknya korban yang berjatuhan, diyakini karena konstruksi bangunan huni yang tidak cukup kuat untuk menghadapi kekuatan gempa yang terjadi. Konstruksi bangunan yang tidak memenuhi standar selain membahayakan penghuninya sendiri, juga membahayakan lingkungannya yang berpotensi tertimpa oleh reruntuhan bangunan tersebut. Dalam membangun sebuah bangunan harus memperhatikan Tertib Pembangunan dan Kehandalan Bangunan (TP & KB) Dimulai dari Dasar Perencanaan, harus memperhatikan:
y y y y y

Kondisi alam, teknik membangun, keadaan ekonomi Standar-standar bangunan yang berlaku Kerusakan akibat bencana gempa sebelumnya Jenis Sistem Struktur Kadar kecocokan sistem struktur Berikut ini adalah Ketentuan Umum pendirian bangunan didaerah rawan gempa:

y y y

Hindari lokasi berada dibibir pantai, dan dilereng bukit Pilihlah daerah yang datar Hindari membangun didaerah berpasir dengan kedalaman lebih dari 1 m, untuk menghindari liquifaksi (bangunan terdorong keatas)

y y y y

Membangun fondasi yang simetris Usahakan denah bangunan simetris dan sederhana Apabila denah berbentuk L atau U maka bangunan diberi dilatasi untuk mengurangi kerusakan saat gempa Struktur bangunan harus kuat, dan sambungan kuda-kuda juga harus kuat. Berikut ini adalah Syarat Bangunan untuk daerah yang berada didaerah rawan gempa :

y y y y y

Pembuatan tulangan kolom harus diteruskan sampai ke fondasi bangunan Menggunakan angkur untuk menguatkan ikatan kolom dengan dinding, jarak vertikal antar angkur adalah 30 cm Bahan pembuat dinding menggunakan bahan yang ringan dan kaku Bahan atap juga sebaiknya dari bahan yang ringan Ikatan struktur dan kuda-kuda atap harus kuat Berikut ini adalah Tahapan pembangunan fondasi untuk daerah yang berada didaerah rawan gempa :

y y y y y

Pembuatan tulangan kolom harus diteruskan sampai ke fondasi bangunan Menggunakan angkur untuk menguatkan ikatan kolom dengan dinding, jarak vertikal antar angkur adalah 30 cm Bahan pembuat dinding menggunakan bahan yang ringan dan kaku Bahan atap juga sebaiknya dari bahan yang ringan Ikatan struktur dan kuda-kuda atap harus kuat

3. Wacana eksposisi Karangan eksposisi disebut juga karangan paparan Karangan eksposisi adalah karangan yang berusaha menerangkan suatu hal , karangan eksposisi adalah karangan yang menjelaskan suatu proses. Berdasakan hal tersebut, yang ternasuk kedalam eksposisi yaitu : menguraikan taktik gerilya bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaa; menjelaskan tujuan didirikannya sebuah panti asuhan; menguraikan perkembangan dan peradilan manusia; memberikan petunjuk bagaimana cara membuat tahu dan lain-lain.

Ciri-cirinya; -. Menerangkan dan membuktikan -. Hubungan komunikasi bersifat nonkronologis -. Ciri khas eksposisi -. Terdiri dari eksposisi -. Terdiri dari informasi tentang Contoh Wacana Eksposisi: MEMELIHARA IKAN Oleh Beni Umbara

Ikan merupakan salah satu binatang yang biasa diprlihara oleh manusia. Ikan sangat beragam mulai dari warna, jenis juga harganya. Dengan memelihara ikan, akan memberikan ketenangan,kesegaran bagi pemiliknya begitu juga orang melihatnya. Dalam memelihara ikan kita harus berhati-hati, karena jika perawatannya tidak sesuai maka ikan air tawar, jenis dan warna ikan air laut juga lebih beragam.

Untuk memelihara ikan,hal pertama yang harus disiapkan yaitu akuarium. Akuarium harus ditata seindah mungkin dan sesuai dengan keadaan sebenarnya, dengan begitu ikan-ikan akan merasa betah. Setelah akuarium diisi dengan air, selanjutnya ikan dimasukan ke akuarium tersebut. Dalam memilih ikan sebaiknya yang masih segar, dan kondisinya baik tanpa ada cacat ataupun goresan. Dalam memberi makan ikan harus teratur,jangan terlalu banyak karena akan membuat air keruh, oleh dan ikan akan mati. Memberi makanikan sebaiknya dilakukan tiga atau sampai empat kali sehari, pilihlah makanan ikan yang sesuai dan bergizi. Air untuk ikan air tawar makin lama makin keruh, oleh karena itu harus diganti minimal sekali dalam seminggu. Ketika mengganti air akuarium, ikan-ikan harus dipindahkan terlebih dahulu ke dalam ember yang berisi air bersih. Hati-hati dalam memilih jenis ikan, jangan sampai ikan yang besar disatukan dengan ikan kecil, bisa-bisa ikan besar tersebut memangsa ikan kecil. Akuarium juga dapat diletakan diruang tamu, hal ini dapat memberikan nilai tambahyaitu membuat asri suasana dan juga memberikan kesegaran bagi orang yang melihatnya. Kesegaran yang diberikan oleh pemandangan di akuarium dapat membuat orang yang stress menjadi bugar,dan bersemangat kembali.tak heranlah banyak orang yang mempunyai hobi memelihara ikan, baik ikan air tawar maupun ikan air laut.

4. Wacana deskripsi Ciri-cirinya : -. Dimasukkan atau digolongan dalam wacana eksposisi -. Tidak kronologis -. Memiliki sebuah topik yang dikembangkan -. Pokok-pokok tentang tema yang berhubungan secara logis -. Keadaan alih-alih proposisi kejadian Contoh Wacana Deskripsi: RUANG KELAS WINA ARIF RAMDANI SMAN I GARUT

Wina membuka pintu kelasnya perlahan-lahan. Dilihatnya sebuah jendela yang terbuka. Di bawah jendela, tampak sebuah meja guru yang memakai tapalak putih. Di atas taplak putih itu ada sebuah vas bunga dari kayu. Vas bunga tersebut bergambar beberapa kuntum bunga matahari seperti bunga yang ada didalamnya. Disebelahnya tergeletak sebuah agenda kelas yang terbuka dan kalender duduk. Wina lalu memasuki ruang kelasnya dengan langkah yang lambat. Dia memalingkan pandangan ke arah kanan. Tampak satu buah white board yang bersih tanpa coretan. Di sebelah kiri white board tersebut, terpasang sebuah tempat spidol berwarna biru muda, serasi dengan dinding yang bercatut biru tua. Dan disebelah kanan white board terpasang satu papan madding yang penuh tulisan-tulisan karya siswa. Wina memutar pandanganya ke belakang kelas. Ada sebuah pribahasa berbahasa inggris yang berwarna kuning bertuliskan practice make perpect dibawahnya terpasang sebuah system periodik unsur-unsur di kiri kananya juga terpasng sebuah denah duduk dan daftar kelompok belajar.

Selain itu, ditatapnya dinding kiri kelas. Di sana terpasang struktur organigram dan sebuah daftar regu kerja dari karton berwarna kuning. Struktur organigram dan daftar regu kerja tersebut ditutupi oleh plastic bening. Wina berpaling kedinding kanan. Disana tergantung daftar pelajaran berwarna kuning. Daftar pelajaran itu disusun tak berurutan, hurf-hurufnya pun dari guntingan majalah. Meski tampak tidak rapi,namun cukup bagus dan menarik. Wina menyusuri deretan bangku kosong didepanya. Tak usah dihitung lagi karena pasti ada 40 meja dan 80 kursi. Dan tanpa kata wina berjalan kebangkunya sendiri,dan duduk manis disana.

5. Wacana Argumentasi Wacana argumentasi berisi alasan untuk membuat wacana ini, penulis terlebih dahulu harus mengamati berbagai persoalan yang terjadi : Setelah pengamatan dilakukan timbulah sebuah opini atau pernyataan atas pengamatannya tersebut. Opini yang dimunculkan tersebut harus berlandaskan pada alasan-alasan yang logis dan rasional bahkan lengkapnya dengan pembuktian. Contoh Wacana Arumentasi : ADOPSI ANAK INDONESIA OLEH ORANG ASING, MENGAPA TIDAK

Suryati Wianata

Beberapa tahun yang lalu, di Bandara Halim Perdana Kusuma sekali sekali kelihatan sepasang suami istri yang jelas berkebangsaan asing, mendorong kereta bayi berisi seorang bayi berkulit sawo matang, yang jelas berbeda dari rupa pasangan orang tua -nya. pemandangan seperti ini kemudian menjadi langka dan lenyap sama sekali, setelah beberapa orang yang berpengaruh di kalangan pemerintahan mulai angkat bicara soal citra pribadi dan harga diri bangsa yang direndahkan melalui praktek adopsi anak Indonesia oleh orang asing. Orang-orang pun mulai menjadi sibuk memberikan penilaian yang cenderung senada dengan bicara bapak dan Ibu yang berpengaruh itu, dan ramai-ramai mulailah kita menentang praktek-praktek adopsi seperti itu. namun, dari realita yang ada, kelihatannya adopsi anak di Indonesia oleh orang asing tidaklah seburuk yang dinilai oleh banyak orang. mengapa kita harus omong besar soal harga diri dan hal abstrak lainnya kalau dalam kenyataan belum ada kesejahteraan yang merata dan memadai disini, sedangkan jaminan sosial yang lebih baik menanti anak-anak yang malang itu disana ? dilain pihak, praktek ini jelas menunjang program pemerintah yang telah kewalahan menahan lajunya pertumbuahan penduduk.

Bicara soal harga diri suatu bangsa memang bukanlah masalah yang sederhana. siapa pula yang mau dianggap kepribadian dan bermental penjual anak pada bangsa lain dan masalahnya menjadi semakin kompleks ketika pihak yang menetang praktek adopsi ini memandangnya sebagai salah satu bentuk ekspor komoditi non-migas yang memberi keuntungan bagi segelintir manusia yang tidak punya harga diri. Tetapi rasanya anggapan ini salah kaprah, dan bisa diluruskan asalkan ada penataan administrasi yang lebih bertanggung jawab . Sebuah survey dan studi perlu dilakukan untuk meneliti dampak sosial, budaya, dan psikologis dari praktek adopsi ini sebelum orang-orang keburu menilai yang jelek-jeknya saja. Oleh karena itu, kalau kita memang ingin konsekuen menjadi bangsa yang berkepribadian yang mandiri, mungkin praktek-praktek seperti pinjaman dari luar negeri, penanaman modal asing, studi keluar negeri dan segala bentuk hubungan serta produk yang berbau luar negeri lebih baik dijauhkan. Hal ini tentu saja mustahil. kalau kita mau jujur tentang keberadan bangsa dan negara kita, kita ini sebenarnya masih jauh sekali dari impian mejadi negara yang mandiri, yang sejahtera dan mampu tampil sebagai negara yang menetukan di dalam percaturan dunia. Jadi, jangan malu-malulah menerima uluran tangan pihak asing yang secara tidak langsung memperbaiki taraf hidup sebagaian bocah-bocah kita yang dinegaranya sendiri sukar mempertahankan kelangsungan hidupnya. Apalagi jika uluran tangan tadi didasarkan pada rasa kasih sayang yang tulus untuk menyayangi buah hati yang berlainan ras ini, dan bukan hanya sekedar take and give ; mereka cuma take babies dan give money saja. Prosedur pengangkatan anak yang benar dan bertanggung jawab akan dimulai dengan mendeteksi keberadaan calon orang tua angkat, untuk memperoleh data mengenai kemungkinan jaminan kehidupan dan tunjangan pendidikan yang layak bagi anak yang akan diadopsi itu. Keinginan dan kerinduan untuk memelihara dan menyayangi anak itu sendiri pun dapat pula dipakai sebagai pegangan bahwa anak itu tidak akan ditelantarkan, apa lagi jika kita lihat kegigihan calon orang tua memperjuangkan anak mereka selama ini. dengan kata lain, hari depan yang lebih cerah diajanjikan disana, dibandingkan jika anak-anak itu tetap tinggal disini. tentunya ini tidak berlaku bagi keluarga-keluarga yang mapan. Tetapi bagaimana

dengan keluarga yang tidak mampu, yang broken home, anak-anak diluar nikah, serta ribuan anak lain yang tidak mempunyai jaminan masa depan yang cerah dinegeri sendiri? salahkah jika ada pihak asing yang denan tulus bersedia mengasuh mereka? Adopsi anak Indonesia oleh orang asing seperti ini bukanlah pelarian tanggung jawab sosial di negara kita. Hal ini sebaiknya dipandang sebagai salah satu alternatif pemecahan-pemecahan masalah-masalah besar yang kita hadapi, seperti peledakan jumlah penduduk, peningkatan kesejahteraan keluarga yang tidak mampu, serta perluasan kesempatan bagi sebagian anak untuk hidup lebih baik. Dari hal-hal yang yang diuraikan diatas, agaknya dapatlah ditarik kesimpulan bahwa sebaiknya kita kita tidak terburu-buru menilai adopsi anak Indonesia oleh orang asing itu merupakan tindakan yang memalukan seluruh bangsa, dan oleh karena itu harus dicegah. perlulah kita mengadakan berbagai penelitian dan pemikiran kembali, karena sebenarnya dalam hal itu masih banyak terdapat hal-hal positif, yang justru membantu kita menyelesaikan beberapa masalah yang mendesak. ini, kalau kita mau sedikit jujur pada diri kita sendiri.

6. Wacana Persuasi Karangan persuasi disebut juga karangan ajakan atau himbauan. Karangan ini oleh banyak orang digolongkan kedalam karangan argumentasi. Mengapa demikian? karena karangan persuasi memiliki cirri yang sama dengan argumentasi yaitu didahului oleh sebuah opini yang membedakannya dengan argumentasi yaitu pada bagian akhir ada sebuah kalimat ajakan atau himbauan, sedangkan argumentasi tidak demikian. Contoh Wacana Persuasi: KEBUDAYAAN INDONESIA HARUS MULAI DIJAGA

Hendra Febriana

Indonesia adalah negeri yang beraneka ragam. bangsa yang multikultur, banyak sekali kebudayaan yang tersebar dari ujung barat sampai ujung timur. Kebudayan nasional yang menjadi ciri khas bangsa khususnya.sebagai warga yang hidup di Indonesia, sebaiknya saat ini kita harus berpikir bahwa kebudayaan Indonesia mulai harus dijaga. Kenapa kebudayaan bangsa Indonesia harus dijaga? Ada beberapa faktor yang menyebabkan kebudayaan Indonesia harus dijaga. Diantaranya, banyak orang yang tidak mengenal budayanya sendiri. Keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia lebih banyak menyebabkan seseorang malas untuk mengetahui bahkan untuk mengenalnya. sehingga tak heran jika ada orang yang tidak tahu tentang kebudayaan Indonesia. Bahkan dia sempat aneh dan terheran-heran jika melihat tari kecak misalnya atau mendengarkan lagu soleram. karena dia tak pernah mengetahuinya dan memang tak pernah mau tahu. Tak hanya itu, globalisasi atau medernisasi yang terjadi pada dunia saat ini mempunyai pengaruh besar terhadap kelestarian budaya Indonesia. Melalui modernisasi kebudayaan dengan mudah kebudayaan asing dapat masuk ke Indonesia. Dan memang tidak mengherankan, kita bisa lihat dengan jelas dari

beberapa media, kebudayaan asing telah merambah luas ke seluruh penjuru nusantara. Kebudayaan-kebudayaan asing ini ternyata lebih mudah membudaya dari pada kebudayaan asli yang sudah ada. Contohnya saja dalam cara berpakaian, kita lebih sering mengikuti orang-orang di luar sana untuk cara berpakaian. Dengan masuk dan berkembangnya budaya asing ke Indonesia membuat kebudayaan-kebudayaan daerah tersingkir. tak jarang banyak kebudayaan daerah yang tidak lagi dimunculkan atau malah dapat dikatakan menghilang. Kebudayaankebudayaan daerah ini mulai meredup setelah kedatangan kebudayaan asing. Seperti ayang yang sekarang jarang sekali kita dapat menyaksikan pertunjukan wayang secara langsung. Atau tari jaipong yang benar-benar asli, karena yang sering kita lihat adalah tari jaipong yang sudah banyak mengalami perubahan. Generasi muda Indonesia pun ternyata lebih menyukai kebudayaan asing. Mereka kurang mencintai kebudayaannya sendiri, bahkan ada yang menganggapnya kampungan. Terlihat bahwa generasi muda sekarang lebih bergaya hidup hedonistic atau gaya hidup penuh hura-hura. Generasi muda saat ini lebih menyenangi kebebasan tanpa batas daripada kebebasan dengan batasan norma. Musik yang mereka dengarkan bukn lagi gending karismen atau tanjidor tapi musik yang mereka dengarkan adalah house music atau musik DJ, R&B, Hip-hop, metal dan lain-lain. Tarian mereka bukan lagi jaipongan, kecak, atau pendet tapi tarian mereka dengarkan adalah modern dance, break dance dan lain-lain. Oleh karena itu, memang sudah saatnya kita sebagai orang Indonesia umumnya dan sebagai generasi muda terpelajar khusunya, harus mulai berpikir untuk menjaga kebudayaan Indonesia. Karena kebudayaan Indonesia adalah ciri khas bangsa Indonesia yang menjadi kebanggaan tersendiri dari bangsa Indonesia. Masyarakat dan pemerintah adalah pelaku sentral dalam proses pelestarian kebudayaan nasional. Kebudayaan Indonesia sebaiknya kita pelihara, kita juga dan kita lestarikan bersama-sama. Jangan sampai kita kehilangan budaya kita sendiri. Marilah kita sama-sama menjaga kebudayaan Indonesia agar jangan sampai terkubur dan hanya menjadi sejarah anak cucu kita di masa yang akan dating. Marilah kita bersamasama menjaganya!.