P. 1
Soal Fisika 1

Soal Fisika 1

|Views: 41|Likes:
Dipublikasikan oleh Achmead Syafii Rupat

More info:

Published by: Achmead Syafii Rupat on Jan 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2012

pdf

text

original

Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 1

Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 2



Olimpiade Sains Nasional
Perguruan Tinggi Indonesia
2009

Petunjuk :
1) Isilah lembar jawaban hanya dengan pensil 2B.
2) Tuliskan secara lengkap isian pada lembar data diri.
3) Tuliskan secara lengkap Nama Peserta, Nomor Peserta Tanggal
Lahir, Jenis Kelamin, Bidang Kompetisi, dan Nomor HP Anda pada
Lembar Jawaban pada kotak yang disediakan, lalu hitamkan
bulatan dibawahnya.
4) Tulislah nama Perguruan Tinggi, Fak/Dep/Jur dan bubuhkan Tanda
Tangan Anda pada kotak yang disediakan.
5) Ujian seleksi ini terdiri dari 50 soal pilihan ganda.
6) Setiap nomor jika dijawab benar akan diberi nilai 3 poin; jika
dijawab salah akan diberi nilai -2 poin.
7) Waktu yang disediakan 120 menit .
8) Semua jawaban harus ditulis di lembar jawaban yang tersedia.
9) Peserta dapat mulai bekerja bila sudah ada tanda mulai dari
pengawas.
10) Peserta tidak diizinkan meninggalkan tempat ujian sebelum waktu
ujian berakhir.
11) Peserta harus segera berhenti bekerja bila ada tanda berhenti dari
Pengawas.
12) Letakkan lembar jawaban di meja sebelah kanan dan segera
meninggalkan ruangan.
13) Bagi yang memerlukan, diperkenankan menggunakan kalkulator.

Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 3
1. Sebuah benda titik bermassa m
1
menumbuk benda titik lain yang diam
bermassa m
2
secara elastis. Setelah tumbukan, kedua benda masing-
masing bergerak membuat sudut 0
1
dan 0
2
terhadap arah gerak
benda mula-mula. Analisis tumbukan dalam kerangka pusat massa,
maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah ... .

A. Jika m
1
= m
2
maka 0
1
= 0
2

B. Jika m
1
= m
2
maka 0
1
= n -0
2

C. Jika m
1
< m
2
maka suuut 0
1
maksimum = sin
-1
m
1
m
2

D. Jika m
1
< m
2
maka suuut 0
1
maksimum = ton
-1
m
1
m
2

E. Jika m
2
< m
1
maka 0
1
+0
2
=
n
2




2. Bola konsentris berongga homogen memiliki jari-jari dalam a dan jari-
jari luar b dan massa jenis ρ. Perbandingan energi potensial gravitasi
antara sebuah titik di permukaan luar dan permukaan dalam adalah ...
(asumsikan energi potensial gravitasi pada titik tak berhingga sama
dengan nol)


A.
v(b)
v(u)
=
2(b
3
-u
3
)
3b(b
2
-u
2
)


B.
v(b)
v(u)
=
2(b
3
-u
3
)
3u(b
2
-u
2
)


C.
v(b)
v(u)
=
(b
3
-u
3
)
b(b
2
-u
2
)


D.
v(b)
v(u)
=
(b
3
-u
3
)
u(b
2
-u
2
)


E.
v(b)
v(u)
=
2(b-u)
2
3ub
















Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 4
3. Sebuah bola dunia pejal bermassa M dan berjari-jari R ( I =
2
5
HR
2
)
dapat berotasi bebas tanpa gesekan dengan kecepatan angular ω
o
.
Sebuah benda titik bermassa m diletakkan di kutub utara mulai
bergerak dengan kecepatan konstan v melintasi garis bujur sampai di
kutub selatan dalam waktu T. Sumbu putar rotasi bola dunia dijaga
tetap. Selama waktu T tersebut, bola dunia telah berotasi sebesar ∆0.
Nyatakan ∆0 dalam H, m, æ
o
, R uan I.

pctun]uk: _
Jx
o +b cos x
=
2n
√o
2
-b
2
, (o
2
> b
2
2n
0
)

A. ∆0 =
no
c
R
¡
_
2M
(2M+5m)

B. ∆0 =
2no
c
R
¡
_
2M
(2M+5m)

C. ∆0 =
o
c
R
¡
_
2M
(2M+5m)

D. ∆0 =
no
c
R
¡
_
2M
(2m+5M)

E. ∆0 =
o
c
R
¡
_
2M
(2m+5M)



4. Sebuah partikel bermassa m bergerak dengan kecepatan v
0
menuju
sebuah tongkat bermassa m dan panjang l. Tongkat mula-mula dalam
keadaan diam dan arah gerak partikel tegak lurus terhadap tongkat.
Partikel menumbuk tongkat pada jarak h dari pusat massa tongkat
sehingga setelah tumbukan, kecepatan partikel dan kecepatan pusat-
massa tongkat sama yaitu v. Hitunglah h!

A. b =
¡
¡
c
l

B. b =
¡

c
l
C. b =
1
√6
l
D. b =
¡
¡
c
√6
l
E. b = l
_
¡
¡
c


æ
m
m
v
l
v
v
0

b
Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 5
5. Fungsi Lagrangian sebuah partikel bermassa m diberikan sebagai
berikut:
I =
1
2
m(x
2
+y
2
+z
2
) +
o
2
l
3
uengan l
3
=
komponen z momentum suuut uan æ = kecepatan suuut.
Tentukan persamaan gerak partikel tersebut dalam variabel _ = (x+iy);
i = bilangan imaginer.

A. _ = Bexp(iæt) + C ; B uan C = konstanta
B. _ = Bexp(-iæt) + C ; B uan C = konstanta
C. _ = Bexp(iæt) + C exp(-iæt) ; B uan C = konstanta
D. _ = Bsin(æt) + C ; B uan C = konstanta
E. _ = Bcos(æt) + C; B uan C = konstanta


6. Seekor ikan kecil, yang berada 4 cm di bawah permukaan air, dilihat
dengan menggunakan lensa cembung yang terletak 2 cm di atas
permukaan air. Jika panjang fokus lensa adalah 30 cm, maka letak
bayangan ikan yang dilihat pengamat adalah ... di bawah permukaan
air. (indeks bias udara = 1, indeks bias air = 4/3)

A. 2 cm
B. 3 cm
C. 4 cm
D. 5 cm
E. 6 cm


7. Sebuah batang plastik memiliki indeks bias n. Cahaya datang pada
penampang batang plastik dengan sudut datang θ terhadap normal.
Supaya cahaya yang masuk ke dalam bahan plastik akan selalu
dipantulkan sempurna, maka kondisi yang harus dipenuhi adalah ... .

A. |
.
|

\
|
>
n
n
1
arccos sin sinθ
B. |
.
|

\
|
>
n
n
1
arccos cos sinθ
C. |
.
|

\
|
<
n
n
1
arccos sin sinθ
D. |
.
|

\
|
<
n
n
1
arcsin cos sinθ
E. |
.
|

\
|
<
n
n
1
arcsin sin sinθ



Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 6
8. Lagrangian sebuah gerak satu dimensi diberikan oleh
(
¸
(

¸

− =
2 2
2
1
2
1
) exp( kq q m t L & γ .
Persamaan gerak yang dihasilkan dari Lagrangian tersebut adalah ... .

A. 0 = − + q
m
k
q q & & & γ
B. 0 = + − − q
m
k
q q & & & γ
C. 0 = − − q
m
k
q q & & & γ
D. 0 = + + − q
m
k
q q & & & γ
E. 0 = + + q
m
k
q q & & & γ

9. Sebuah partikel bermassa m bergerak dalam medan gaya
4
r
r k
F
r
r
− =
dimana k = konstanta. Lagrangian partikel tersebut dalam koordinat
polar adalah ... .


A. ( )
2
2 2 2
2r
k
r r m L − + = θ
&
&
B. ( )
2
2 2 2
2 2
1
r
k
r r m L + + = θ
&
&
C. ( )
2
2 2 2
2
1
r
k
r r m L − + = θ
&
&
D. ( )
2
2 2 2
r
k
r r m L + + = θ
&
&
E. ( )
2
2 2 2
2 2
1
r
k
r r m L − + = θ
&
&








Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 7
10. Sumber gelombang radio di kerangka acuan K memancarkan dua
sinyal dengan kecepatan c dari pusat koordinat pada 0
1
= t dan τ =
2
t .
Seseorang pengamat di kerangka acuan K’, yang bergerak dengan
kecepatan v terhadap K di sepanjang sumbu-x positif, menerima sinyal
pertama di 0 '= x dan 0 '
1
= t . Sinyal kedua diterima pengamat pada = '
2
t
... .
A.
c v
c v
/ 1
/ 1

+
τ
B.
c v
c v
/ 1
/ 1
+

τ
C.
2 2
2 2
/ 1
/ 1
c v
c v

+
τ
D.
2 2
2 2
/ 1
/ 1
c v
c v
+

τ
E.
c v
c v
/ 1
/ 1
+

τ


11. Sebuah partikel bermassa m bergerak pada suatu bidang dalam
pengaruh gaya F= - kr yang berarah menuju titik pusat koordinat. Jika
dipilih sistem koordinat polar (r,θ), bagaimanakah persamaan gerak
untuk komponen-r dari gerak tersebut?

A. 0 = +kr r m& &

B. 0
2
1
2
= − + kr mr r m θ
&
& &
C. 0
2
= + + kr mr r m θ
&
& &
D. 0
2
= + − kr mr r m θ
&
& &
E. 0
2 2
= − + − kr mr mr r m θ θ
& &
& &

12. Dua buah benda titik dengan massa masing-masing 3 kg dan 1 kg
ditempelkan pada ujung-ujung yang berlawanan dari sebuah pegas
horizontal dengan konstanta pegas 300 N/m. Sistem tersebut berada di
atas bidang datar yang licin. Frekuensi natural dari sistem ini adalah
mendekati ... .

A. 0,3 Hz
B. 0,6 Hz
C. 3 Hz
D. 6 Hz
E. 15 Hz



Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 8
13. Dua buah partikel bermassa m
1
dan m
2
mula-mula diam dan terpisah
satu sama lain dengan jarak tak berhingga. Pada waktu kemudian
kedua partikel bergerak saling mendekat akibat gaya gravitasi. Pada
saat kedua partikel berjarak d, kecepatan relatif antara keduanya
adalah ... .

A. | |
2 / 1
2 1
) /( 2 m m Gd v
r
+ =
B. | |
2 / 1
2 1
/ ) ( 2 d m m G v
r
+ =
C. d m m G v
r
/ ) ( 2
2 1
+ =
D. ) /( 2
2 1
m m Gd v
r
+ =
E. | |
2 / 1
2 1
) ( 2 m m Gd v
r
+ =

14. Sebuah bead bergerak turun dari titik tetap O menyusuri kawat dengan
kecepatan v relatif terhadap kawat. Kawat tersebut berputar dengan
kecepatan sudut tetap ω dengan membentuk sudut θ yang tetap
terhadap sumbu putar OA. Berapakah besar percepatan bead
terhadap titik tetap O?

A. θ ω cos v
B. dt dv v / cos + θ ω
C. dt dv v / sin + θ ω
D.
2 2
) / ( ) sin ( dt dv v + θ ω
E.
2 2
) / ( ) cos ( dt dv v + θ ω


15. Sebuah perahu motor melaju dengan kekuatan mesin konstan. Ketika
perahu bergerak searah arus sungai, ia melewati sebuah botol yang
terapung terbawa arus sungai. Jika T jam kemudian perahu tersebut
berbalik arah, kemudian bertemu dengan botol tadi pada jarak X dari
tempat pertemuan semula, laju arus sungai adalah ...

A.
T
X 4

B.
T
X 2

C.
T
X

D.
T
X
2

E.
T
X
4

θ
O
v
A
Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 9

16. Dua balok, masing-masing bermassa
1
m dan
2
m , yang saling
bersentuhan diletakkan di atas bidang miring dengan kemiringan θ.
Koefisien gesek masing-masing balok pada bidang miring adalah
1
k
dan
2
k dengan
2 1
k k > . Besar gaya interaksi F dua balok tersebut
adalah ...

A. ( ) θ cos
2 1
2 1
2 1
g
m m
m m
k k F
+
+ =
B. ( ) θ cos
2 1
2 1
2 1
g
m m
m m
k k F
+
− =
C. ( ) θ sin
2 1
2 1
2 1
g
m m
m m
k k F
+
+ =
D. ( ) θ sin
2
2 1
2 1
2 1
g
m m
m m
k k F
+
− =
E. ( ) θ cos
2
2 1
2 1
2 1
g
m m
m m
k k F
+
+ =


17. Sebuah batang karet yang panjangnya L dan konstanta pegasnya k,
satu ujungnya digantung di langit-langit di titik O dan ujung lainnya
dipasangkan piringan B sebagai penahan. Jika sebuah cincin
bermassa m yang mengelilingi batang karet dijatuhkan dari titik O
hingga menumbuk piringan B secara tidak elastis, maka panjang
pertambahan batang karet L ∆ adalah ... . (abaikan massa batang karet
dan piringan)

A.
k
mg
mg
kL
L
|
|
.
|

\
|
− − = ∆
2
1 1
B.
k
mg
mg
kL
L
|
|
.
|

\
|
− + − = ∆
2
1 1
C.
k
mg
mg
kL
L
|
|
.
|

\
|
+ − = ∆
2
1 1
D.
k
mg
mg
kL
L
|
|
.
|

\
|
+ + = ∆
2
1 1
E.
k
mg
mg
kL
L
|
|
.
|

\
|
+ + − = ∆
2
1 1


θ
1
m
2
m
Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 10
18. Sebuah planet bermassa m mengelilingi sebuah bintang tetap
bermassa M dengan orbit berbentuk elips yang memiliki sumbu semi-
mayor a. Energi mekanik sistem Eadalah....


A. E = -0
mM
nu


B. E = -0
mM
2u


C. E = -0
2mM
5u


D. E = -0
mM
2nu


E. E = -0
nmM
2u




19. Sepotong kawat panjang 2J terletak pada sumbu z bermuatan µ dan
rapat muatan z =
ç
2d
. Posisi kedua ujung kawat tersebut masing-
masing z = -J dan z = J. Berapakah perubahan energi potensial
∆u jika sebuah elektron bermuatan -e bergerak dari z = 4 J ke
z = S J ?


A. ∆u =
-cç
nds
c
ln
6
5


B. ∆u =
-cç
2nds
c
ln
6
5


C. ∆u =
-cç
4nds
c
ln
6
5


D. ∆u =
-cx
4ns
c
ln
6
5


E. ∆u =
-cç
4ds
c
ln
6
5






Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 11
R
v
l
w
r
20. Sebuah loop segiempat dengan panjang l dan lebar w bergerak
dengan kecepatan : menjauhi sebuah kawat panjang yang dialiri arus
I seperti pada gambar di bawah ini. Kawat terletak sebidang dengan
loop. Jika hambatan total loop adalah R, hitunglah arus induksi, I
ìnd
di
loop pada saat jarak loop ke kawat sama dengan r.

A. I
ìnd
=
µ
0
II
2n R
¡w
¡(¡+w)


B. I
ìnd
=
µ
0
II
2n R
¡ w
w(¡+w)


C. I
ìnd
=
µ
0
II
4nR
¡ w
¡(¡+w)


D. I
ìnd
=
µ
0
II
2n
¡w
¡(¡+w)


E. I
ìnd
=
µ
0
II
2nR
¡w
¡(¡+I)


21. Sebuah konduktor berbentuk silinder berjari-jari o memiliki
konduktivitas o. Arus konstan I mengalir sepanjang konduktor tersebut
dan terdistribusi merata pada luas penampangnya. Hitunglah vektor
poynting, S pada permukaan konduktor tersebut beserta arahnya!
A. S =
I
2
2ncu
3
arah meradial ke luar
B. S =
I
2
2ncu
3
arah meradial ke dalam
C. S =
I
2
2n
2
cu
3
arah meradial ke luar
D. S =
I
2
2n
2
cu
3
arah meradial ke dalam
E. S =
I
2
2ncu
3
arah tangensial permukaan


22. Rongga kecil berbentuk bola berjari-jari a berada dalam magnet
permanen yang memiliki magnetisasi M dan medan magnet B
m
.
Hitunglah medan magnet B
c
pada pusat rongga!

A. B
c
= B
m
-p
0
H

B. B
c
= B
m
-
1
4n
p
0
H

C. B
c
= B
m
-
8
3
p
0
H

D. B
c
= B
m
-
1
n
p
0
H

E. B
c
= B
m
-
2
3
p
0
H
I
Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 12
23. Dua buah muatan positif,
1
Q dan
2
Q , terpisah pada suatu jarak tetap.
Muatan
3
Q diletakkan sedemikian rupa sehingga gaya total pada
masing-masing muatan adalah nol. Jenis dan besar muatan ketiga
tersebut adalah … .

A.
( )
2
2 1
2 1
3
Q Q
Q Q
Q
+
=
B.
( )
2
1 2
2 1
3
Q Q
Q Q
Q

=
C.
( )
2
2 1
2 1
3
Q Q
Q Q
Q

− =
D.
( )
2
1 2
2 1
3
Q Q
Q Q
Q

− =
E.
( )
2
2 1
2 1
3
Q Q
Q Q
Q
+
− =



24. Muatan listrik statis terdistribusi dalam sebuah kulit bola berjari-jari
dalam R
1
dan jari-jari luar R
2
. Kerapatan muatan listrik tersebut
diberikan oleh br a + = ρ , di mana r adalah jarak dari titik pusat bola,
dan nol di luar daerah tersebut. Medan listrik pada daerah
2 1
R r R < <
diberikan oleh ... .

A. ( ) ( ) r R r
b
R r a
r
r E
r r
r
(
¸
(

¸

− + − =
2
1
2
1
0
2
1
) (
ε

B. ( ) ( ) r R r
b
R r
a
r
r E
r r
r
(
¸
(

¸

− + − =
3
1
3 2
1
2
2
0
3 2
1
) (
ε

C. ( ) ( ) r R r
b
R r
a
r
r E
r r
r
(
¸
(

¸

− + − =
4
1
4 3
1
3
3
0
4 3
1
) (
ε

D. ( ) ( ) r R r
b
R r
a
r
r E
r r
r
(
¸
(

¸

− + − =
4
1
4 2
1
2
3
0
4 2
1
) (
ε

E. ( ) ( ) r R r
b
R r a
r
r E
r r
r
(
¸
(

¸

− + − =
3
1
3
1
3
0
3
1
) (
ε






Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 13
25. Sebuah bola memiliki momen dipol magnetik µ dan momen inersia I.
Bola tersebut ditempatkan di dalam medan magnet homogen B
sedemikian hingga vektor momen dipol magnetiknya searah dengan
medan magnet. Jika kemudian arah momen dipole tersebut
disimpangkan sedikit lalu dilepas, maka akan terjadi osilasi kecil
dengan periode ...

A.
2
) / ( 2 B I T µ π =
B.
2
) / ( 2 I B T µ π =
C. I B T / 2 µ π =
D. ) /( 2 IB T µ π =
E. ) /( 2 B I T µ π =



26. Dua buah konduktor berbentuk bola konsentris dengan jari-jari masing-
masing a dan b, di mana b a < . Ruang di antaranya ( b r a ≤ ≤ ) terisi
oleh bahan dengan konduktivitas
σ
. Nilai tahanan pada arah radial
dari sistem tersebut adalah ... .

A. |
.
|

\
|
− =
b a
R
1 1 4
πσ

B. |
.
|

\
|
− =
b a
R
1 1 4
σ
π

C. |
.
|

\
|
+ =
b a
R
1 1 4
σ
π

D. |
.
|

\
|
− =
b a
R
1 1
4
1
πσ

E. |
.
|

\
|
+ =
b a
R
1 1
4
1
πσ














Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 14
27. Muatan-muatan titik q + dan
q −
masing-masing terletak pada titik-titik
) , 0 , ( ) , , ( a a z y x = dan ) , 0 , ( ) , , ( a a z y x = di atas sebuah plat konduktor
yang ditanahkan (grounded) pada 0 = z . Gaya total yang dialami oleh
muatan q + adalah ...

A.
( )
2
0
2
32
1 2
a
q
F
πε

=
B.
( )
2
0
2
16
1 2
a
q
F
πε

=
C.
( )
2
0
2
8
1 2
a
q
F
πε

=
D.
( )
2
0
2
4
1 2
a
q
F
πε

=
E.
( )
2
0
2
2
1 2
a
q
F
πε

=


28. Rangkaian pada bagian kiri gambar di bawah dengan terminal-terminal
keluaran A dan B memiliki karakteristik arus-tegangan yang sama
dengan sebuah batere dengan ggl
0
ε dan hambatan dalam r.
Berapakah nilai
0
ε dan r tersebut?



A.
0
ε = 2 V, r = 2,4 Ω
B.
0
ε = 3 V, r = 4,8 Ω
C.
0
ε = 6 V, r = 1,2 Ω
D.
0
ε = 3 V, r = 2,4 Ω
E.
0
ε = 6 V, r = 3,6 Ω


6 Ω
24 Ω
15 V
A
B
ε
0

A
r
B
Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 15
29. Perkirakan temperatur matahari dengan mengasumsikan materi
matahari keseluruhan tersusun dari proton yang berperilaku sebagai
gas ideal. Diketahui juga jari-jari matahari sama dengan 7,0 x 10
8
m.
(petunjuk: hitung terlebih dahulu energi potensial diri matahari)

A. 1,u × 1u
6
K
B. S,u × 1u
6
K
C. S,u × 1u
6
K
D. 7,u × 1u
6
K
E. 9,u × 1u
6
K


30. Persamaan distribusi Fermi-Dirac, F(E) dapat dituliskan sebagai
berikut:

F(E) =
1
cxp j
1
kI
(E -E
]
)[ +1

Dalam sistem elektron bebas, berapakah fraksi elektron yang memiliki
energi E < (E)?
( (E) adalah energy rata-rata elektron)

A. 0,2
B. 0,4
C. 0,5
D. 0,6
E. 0,8


31. Set bilangan kuantum untuk atom hidrogen dapat dituliskan
(n, l, m
I
, m
s
). Pilihlah transisi yang diperbolehkan untuk atom hidrogen
yang memberikan spektrum emisi/absorbsi tanpa pengaruh medan
magnet luar.

A. [S,2,1,
1
2
¸ - [S,2,1, -
1
2
¸
B. [4,S,u,
1
2
¸ - [4,2,1, -
1
2
¸
C. [S,2, -2, -
1
2
¸ - [1,u,u, -
1
2
¸
D. [2,1,1,
1
2
¸ - [4,2,1,
1
2
¸
E. [2,u,u,
1
2
¸ - [S,u,u,
1
2
¸








Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 16
32. Salah satu solusi fungsi gelombang ¢ untuk osilator sederhana
adalah:
¢ = A(2ox
2
-1)c
-ox
2
2
dengan A dan α adalah konstanta.

Tentukan nilai eigen energinya.

A.
1
2

B.
3
2

C.
5
2

D.
7
2

E.
9
2


33. Fisikawan nuklir menggunakan detektor penjejak partikel untuk
menentukan waktu hidup partikel yang sangat pendek. Partikel muon
memiliki waktu hidup 2,2 µs dan membuat jejak sepanjang 9,5 cm
sebelum meluruh menjadi sebuah elektron dan dua buah neutrino.
Hitunglah kecepatan muon tersebut dalam c ( c = kecepatan cahaya).

A. 1,4 × 1u
-1
c
B. 1,4 × 1u
-2
c
C. 1,4 × 1u
-3
c
D. 1,4 × 1u
-4
c
E. 1,4 × 1u
-5
c

34. Air laut mengandung sejumlah besar Deuterium (dalam molekul D
2
O)
yang merupakan isotop hidrogen dengan kelimpahan sebesar 0,015%.
Salah satu reaksi fusi inti deuteron E
2
yang mungkin adalah :

E
2
+ E - p + E uengan µ = 4,u Nev
3 2


Banyak fisikawan yang meyakini bahwa jika reaksi fusi ini bisa
dikontrol, maka energi fusi yang dilepaskan merupakan sumber energi
terbesar di bumi. Asumsikan 2/3 dari permukaan bumi terdiri dari air
dengan kedalaman rata-rata 3 km. Perkirakan besar energi fusi
deuteron yang dilepaskan! ( jari-jari bumi = 6400 km, massa molekul
air = 18 g/mol)

A. S,S × 1u
27
}
B. S,S × 1u
28
}
C. S,S × 1u
29
}
D. S,S × 1u
30
}
E. S,S × 1u
31
}




Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 17
35. Helium cair memiliki titik didih pada temperature, T = 4,2 K (tekanan
1 Atm = 76 cmHg). Pada tekanan 1 mmHg, helium cair memiliki titik
didih pada T = 1,2 K. Hitunglah kalor laten penguapan helium dalam
daerah temperatur ini!

A. 87 J/mol
B. 93 J/mol
C. 98 J/mol
D. 105 J/mol
E. 112 J/mol



36. Sebuah silinder vertikal yang kedua ujungnya tertutup memiliki sebuah
piston yang bebas bergerak di dalamnya. Piston tersebut membagi
ruang silinder menjadi
A
V dan
B
V yang masing-masing berisi gas ideal
satu mol. Dalam keadaan seimbang dengan temperatur
0
T ,
perbandingan volume tersebut adalah
0
B
A
η =
V
V
. Pada keadaan
seimbang lain dengan temperatur T , perbandingannya menjadi
η =
B
A
V
V
maka nilai T adalah ... .


A.
0
2
2
0
0
1
1
η
η
η
η


= T T
B.
0
2
2
0
0
1
1
η
η
η
η

+
= T T

C.
0
2
2
0
0
1
1
η
η
η
η
+

= T T

D.
0
0
0
1
1
η
η
η
η


= T T

E.
0
0
0
1
1
η
η
η
η
+

= T T










Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 18
37. Dua buah mesin Carnot, A dan B, masing-masing bekerja di antara
temperatur tinggi
1
T dan temperatur rendah
2
T . Mesin A menaikkan
temperatur tingginya sebesar T ∆ dan mesin B menurunkan temperatur
rendahnya juga sebesar T ∆ . Perbandingan efisiensi kedua mesin
B
A
η
η

adalah ... .

A.
T T
T
∆ −
=
2
2
B
A
η
η

B.
T T
T
∆ −
=
1
1
B
A
η
η

C.
T T
T
∆ +
=
1
1
B
A
η
η

D.
T T
T
∆ +
=
1
2
B
A
η
η

E.
T T
T
∆ +
=
2
1
B
A
η
η



38. Sebuah tangki dengan volume
0
V berisi sejumlah gas ideal. Pompa
vakum yang dipasang pada tangki tersebut menyedot gas dengan
volume V ∆ pada setiap siklusnya secara isotermal. Jika setelah N
siklus tekanan gas menjadi n kali semula, nilai N adalah ... .

A.
( )
0
/ 1 ln
ln
V V
n
N
∆ +
=


B.
( )
0
/ 1 ln
ln
V V
n
N
∆ −
=

C.
( )
( ) n
V V
N
+

=
1 ln
/ ln
0


D.
( )
( ) n
V V
N

∆ −
=
1 ln
/ 1 ln
0


E.
( )
( ) n
V V
N
+
∆ −
=
1 ln
/ 1 ln
0





Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 19

39. Satu mol gas ideal mengalami proses dengan temperatur yang
berubah terhadap volume menurut hubungan
2
0
aV T T + = di mana
0
T
dan a konstan. Tekanan minimum
min
p pada proses tersebut adalah ...

A.
0 min
2 aT R p =
B.
0 min
aT R p =
C. 2 / 2
0 min
aT R p =
D.
0 min
2aT R p =
E. 2 /
0 min
aT R p =

40. Hubungan antara temperatur dan entropi suatu sistem pada suatu
proses adalah
n
aS T = . Kapasitas panas C sistem tersebut adalah ... .

A.
n
aS
C =
B.
an
S
C =
C.
n
S
C =
D.
S
n
C =
E.
aS
n
C =

41. Sebuah partikel terkurung dalam kotak satu dimensi yang kedua
dindingnya terletak masing-masing pada a x − = dan a x = . Harga
expektasi x
2
pada keadaan dasarnya adalah ... .
Petunjuk: gunakan integral di bawah ini
_y
2
cos by Jy =
2y
b
2
cos by + _
y
2
b
-
2
b
3
_sinby + C

A. 3 /
2
a
B. ) / 2 3 / 1 (
2 2
π − a
C. ) / 4 3 / 2 (
2 2
π − a
D.
2 2
/ 2 π a
E. 4 /
2
a


Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 20

42. Dalam medan listrik kuat dengan intensitas F, sebuah elektron
bermassa µ dari dalam logam dapat bergerak menembus permukaan
logam dan memasuki daerah vakum dengan melewati penghalang
potensial seperti pada gambar di bawah.



Dengan menggunakan pendekatan quasi-klasik WKB, koefisien
transmisi elektron tersebut dapat didekati sebagai ... .

A. ( )
(
(
¸
(

¸

− − ≈

0
0
2
) | (| 2
2
1
exp
x
dx Fx E T µ
h

B. ( )
(
(
¸
(

¸

− − ≈

0
0
2
) | (| 2
2
exp
x
dx Fx E T µ
h

C.
(
(
¸
(

¸

− − ≈

dx Fx E T
x
0
0
) | (| 2
2
1
exp µ
h

D.
(
(
¸
(

¸

− − ≈

dx Fx E T
x
0
0
) | (| 2
2
exp µ
h

E.
(
(
¸
(

¸

− ≈

dx Fx E T
x
0
0
) | (| 2
2
exp µ
h






x
0

-V
0

V(x)
E
x
Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 21


43. Sebuah partikel bergerak dalam potensial satu dimensi seperti pada
ditunjukkan pada gambar di samping. Harga-harga eigen energinya
dapat dinyatakan sebagai ...

A. h ) 2 / 1 ( + = n E
n
dengan n=0,1,2,…
B. h ) 2 / 1 ( + = n E
n
dengan n=1,2,3,…
C. h ) 2 / 1 2 ( + = n E
n
dengan n=0,1,2,…
D. h ) 2 / 3 2 ( + = n E
n
dengan n=1,3,5,…
E. h ) 2 / 3 2 ( + = n E
n
dengan n=0,1,2,…








44. Sebuah partikel bermassa m dipengaruhi potensial
| | ) exp( 1 ) (
2
0
x V x V α − − = . Jika partikel bergerak di sekitar titik minimum
potensial tersebut, gerakannya dapat didekati sebagai osilasi harmonis
sederhana dengan frekuensi sudut ... .

A.
m
V
α
ω
2
0
=

B.
m
V
α
ω
0
2
=

C.
m V
0

ω =

D.
m
V
0

ω =

E.
m V α
ω
0
2
1
=




V(x)

0
x
½ mω
2
x
2

Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 22
45. Operator komponen-y spin elektron dapat dinyatakan dalam
representasi matriks Pauli sebagai
y y
s σˆ
2
1
ˆ = , dengan
|
|
.
|

\
| −
=
0
0
ˆ
i
i
y
σ .
Fungsi eigen ternormalisasi dari operator
y
sˆ yang harga eigennya -1/2
adalah ... .

A.
|
|
.
|

\
|
1
1
2
1

B.
|
|
.
|

\
|
−1
1
2
1

C.
|
|
.
|

\
|
1
2
1
i

D.
|
|
.
|

\
|
−1
2
1
i

E.
|
|
.
|

\
|
i
1
2
1




46. Jika fungsi gelombang atom serupa Hidrogen dengan nomor atom Z
pada keadaan dasarnya dinyatakan dengan
) / exp( ) , , (
0
a Zr N r − = φ θ ψ , di mana a
0
jari-jari atom Bohr dan N faktor
normalisasi, maka probalibitas ditemukannnya elektron pada keadaan
dasar tersebut maksimum pada harga r sama dengan ... .

A.
0
a

B.
0
Za
C.
0
2
a Z
D. Z a /
0

E.
2
0
/ Z a








Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 23
47. Sebuah partikel dengan massa µ terkurung dalam kotak potensial satu
dimensi yang lebarnya a yang terdeformasi sedemikian hingga bagian
dasarnya memiliki nilai potensial linier terhadap x seperti ditunjukkan
pada gambar di bawah. Dengan menggunakan teori perturbasi orde
pertama energi keadaan dasarnya terkoreksi menjadi ... .

A.
0
2
2 2
2
V
a
+
µ
π h

B.
2 2
0
2
2 2
V
a
+
µ
π h

C.
0
2
2 2
2
2
V
a
+
µ
π h

D.
2
0
2
2 2
V
a
+
µ
π h

E.
0
2
2 2
V
a
+
µ
π h



48. Sebuah sistem dua partikel terdiri dari dua buah fermion identik yang
tidak saling berinteraksi. Jika untuk sistem satu-partikel fungsi-fungsi
gelombangnya dinyatakan sebagai
0
ψ ,
1
ψ ,
2
ψ , …, di mana indeks
menunjukkan urutan dari keadaan dasar ke tingkat-tingkat energi yang
lebih tinggi, maka fungsi gelombang sistem dua-partikel untuk keadaan
tereksitasi pertama dinyatakan sebagai ... .


A. | | ) ( ) ( ) ( ) (
2
1
) , (
1 0 2 0 2 0 1 0 2 1
r r r r r r
r r r r r r
ψ ψ ψ ψ ψ − =
B. | | ) ( ) ( ) ( ) (
2
1
) , (
1 1 2 1 2 1 1 1 2 1
r r r r r r
r r r r r r
ψ ψ ψ ψ ψ + =
C. | | ) ( ) ( ) ( ) (
2
1
) , (
1 1 2 1 2 1 1 1 2 1
r r r r r r
r r r r r r
ψ ψ ψ ψ ψ − =
D. | | ) ( ) ( ) ( ) (
2
1
) , (
1 1 2 0 2 1 1 0 2 1
r r r r r r
r r r r r r
ψ ψ ψ ψ ψ + =
E. | | ) ( ) ( ) ( ) (
2
1
) , (
1 1 2 0 2 1 1 0 2 1
r r r r r r
r r r r r r
ψ ψ ψ ψ ψ − =




V
0

V(x)
∞ ∞
0
a
x
Seleksi Daera




ah, 3 Nov 200
49. Sebua
2
ψ y
Kemud
tersebu
di man
menjad

A. 1 eV
B. 2 eV
C. 3 eV
D. 4 eV
E. 5 eV
50. Setiap
dan fun
tereksi


.




09, OSNPTI-20
h sistem k
yang mula
dian, akiba
ut,
1
ψ da
na i adalah
di rusak da
V
V
V
V
V
gambar d
ngsi gelom
tasi kedua

V(x)
V(x)


009 Pertam
kuantum m
a-mula tid
at mekanis
an
2
ψ me
1
ψ
h bilangan
an energi k
di bawah m
mbang part
a adalah ...

x
x
mina bekerjasam
memiliki du
ak saling
sme intern
enjadi terko
2
ψ
kopling
H
imajiner. A
keadaan da
menunjukk
tikelnya. S

V(x)
V(x)


ma dengan Un
a keadaan
terkopel,
nal yang t
opel denga
= (2i) eV
Akibat kop
asar sistem
kan sketsa
ketsa yang
x
x
niversitas Indo
n terdegen
dengan
terjadi di
an
V,
ling terseb
m menjadi
a potensial
g menunju
V(x)

onesia
nerasi
1
ψ
energi 4
dalam sis
but degena
...
l satu dim
kkan kead
x
24
dan
eV.
stem
arasi
ensi
daan

Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 25
Konstanta dan data umum yang diperlukan untuk menyelesaikan soal.


Konstanta Fisis
Kecepatan cahaya
c
= 3 x 10
8
m/s
Konstanta gravitasi G = 6,673 x 10
-11
N.m
2
/kg
2

Percepatan gravitasi g = 9,8 kg.m/s
2

Bilangan Avogadro
A
N = 6,022 x 10
23
mol
-1
Konstanta gas universal R = 8,314 J/mol.K
Relasi massa dan energy
2
c = 8,988 x 10
16
J/kg
931,49 MeV/u
Konstanta permitifitas hampa
0
ε = 8,854 x 10
-12
F/m
Konstanta permeabilitas hampa
0
µ = 1,256 x 10
-6
H/m =
7
10 4

x π H/m
Konstanta Planck h = 6,626 x 10
-34
J.s
4,136 x 10
-15
eV.s

π 2
h
= h
Konstanta Boltzmann
B
k = 1,381 x 10
-23
J/K
8,617 x 10
-5
eV/K
Muatan elementer
e
= 1,602 x 10
-19
C
Massa electron
e
m = 9,109 x 10
-31
kg
Massa proton
p
m = 1,673 x 10
-27
kg
Massa netron
n
m = 1,675 x 10
-27
kg
Massa deteron
d
m = 3.344 x 10
-27
kg
Radiud Bohr
a
= 5,292 x 10
-11
m
Magneton Bohr
B
µ = 9,274 x 10
-24
J/T
5,788 x 10
-5
eV/T
Konstanta Rydberg R = 1,097 x 10
7
m
-1















Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi Indonesia 2009
Petunjuk : 1) Isilah lembar jawaban hanya dengan pensil 2B. 2) Tuliskan secara lengkap isian pada lembar data diri. 3) Tuliskan secara lengkap Nama Peserta, Nomor Peserta Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Bidang Kompetisi, dan Nomor HP Anda pada Lembar Jawaban pada kotak yang disediakan, lalu hitamkan bulatan dibawahnya. 4) Tulislah nama Perguruan Tinggi, Fak/Dep/Jur dan bubuhkan Tanda Tangan Anda pada kotak yang disediakan. 5) Ujian seleksi ini terdiri dari 50 soal pilihan ganda. 6) Setiap nomor jika dijawab benar akan diberi nilai 3 poin; jika dijawab salah akan diberi nilai -2 poin. 7) Waktu yang disediakan 120 menit . 8) Semua jawaban harus ditulis di lembar jawaban yang tersedia. 9) Peserta dapat mulai bekerja bila sudah ada tanda mulai dari pengawas. 10) Peserta tidak diizinkan meninggalkan tempat ujian sebelum waktu ujian berakhir. 11) Peserta harus segera berhenti bekerja bila ada tanda berhenti dari Pengawas. 12) Letakkan lembar jawaban di meja sebelah kanan dan segera meninggalkan ruangan. 13) Bagi yang memerlukan, diperkenankan menggunakan kalkulator.

Seleksi Daerah, 3 Nov 2009, OSNPTI-2009

Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia

2

. C.. . Sebuah benda titik bermassa m1 menumbuk benda titik lain yang diam bermassa m2 secara elastis. Perbandingan energi potensial gravitasi antara sebuah titik di permukaan luar dan permukaan dalam adalah . Bola konsentris berongga homogen memiliki jari-jari dalam a dan jarijari luar b dan massa jenis ρ. kedua benda masingmasing bergerak membuat sudut dan terhadap arah gerak benda mula-mula. Jika C. Jika D. Seleksi Daerah. A. Jika E.. E. Analisis tumbukan dalam kerangka pusat massa. D. Jika maka maka maka sudut maka sudut maka maksimum maksimum 2. 3 Nov 2009. Setelah tumbukan. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 3 ..1. (asumsikan energi potensial gravitasi pada titik tak berhingga sama dengan nol) A. Jika B. B. maka pernyataan di bawah ini yang benar adalah .

Sebuah partikel bermassa m bergerak dengan kecepatan v0 menuju sebuah tongkat bermassa m dan panjang l. Partikel menumbuk tongkat pada jarak h dari pusat massa tongkat sehingga setelah tumbukan. ∆ B. ∆ E. kecepatan partikel dan kecepatan pusatmassa tongkat sama yaitu v. m v0 v v C. ∆ 4. Tongkat mula-mula dalam keadaan diam dan arah gerak partikel tegak lurus terhadap tongkat. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 4 . Nyatakan ∆ dalam . A. Hitunglah h! A. ∆ C. D. bola dunia telah berotasi sebesar ∆ . . : 2 cos √ .3. 3 Nov 2009. B. . dan . √ l √ m Seleksi Daerah. Selama waktu T tersebut. ∆ D. E. Sumbu putar rotasi bola dunia dijaga tetap. Sebuah benda titik bermassa m diletakkan di kutub utara mulai bergerak dengan kecepatan konstan v melintasi garis bujur sampai di kutub selatan dalam waktu T. Sebuah bola dunia pejal bermassa M dan berjari-jari R ( ) dapat berotasi bebas tanpa gesekan dengan kecepatan angular ωo.

6. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 5 . maka letak bayangan ikan yang dilihat pengamat adalah . A. dan konstanta . Sebuah batang plastik memiliki indeks bias n. indeks bias air = 4/3) A. 2 cm 3 cm 4 cm 5 cm 6 cm 7. B. sinθ < n cos arcsin  n  1  E. dan konstanta exp . E. dan konstanta . di bawah permukaan air. Supaya cahaya yang masuk ke dalam bahan plastik akan selalu dipantulkan sempurna. C. 1  A. dilihat dengan menggunakan lensa cembung yang terletak 2 cm di atas permukaan air.5. D. maka kondisi yang harus dipenuhi adalah . 3 Nov 2009. Jika panjang fokus lensa adalah 30 cm. yang berada 4 cm di bawah permukaan air. Fungsi Lagrangian sebuah partikel bermassa m diberikan sebagai berikut: dengan komponen momentum sudut dan kecepatan sudut. Tentukan persamaan gerak partikel tersebut dalam variabel = (x+iy). sin θ < n sin  arcsin  n  Seleksi Daerah. (indeks bias udara = 1. Seekor ikan kecil... i = bilangan imaginer.. dan konstanta . B. sin θ > n cos arccos  n  1  C. C. . Cahaya datang pada penampang batang plastik dengan sudut datang θ terhadap normal. sin θ < n sin arccos  n  1  D. exp exp exp sin cos dan konstanta . sinθ > n sin arccos  n  1  B. E. D..

D. . D.. ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) Seleksi Daerah. E.. C.. E. q + γq − B.. 2 2  Persamaan gerak yang dihasilkan dari Lagrangian tersebut adalah .8. Sebuah partikel bermassa m bergerak dalam medan gaya F = − 4 r dimana k = konstanta. 3 Nov 2009. k q=0 m k && & − q − γq + q = 0 m k && & q − γq − q = 0 m k && & − q + γq + q = 0 m k && & q + γq + q = 0 m && & A. . r r kr 9. Lagrangian sebuah gerak satu dimensi diberikan oleh 1 & 1  L = exp(γ t )  mq 2 − kq 2  . k 2r 2 1 k & & L = m r 2 + r 2θ 2 + 2 2 2r 1 k & & L = m r 2 + r 2θ 2 − 2 2 r k & & L = m r 2 + r 2θ 2 + 2 r 1 k & & L = m r 2 + r 2θ 2 − 2 2 2r & & L = m r 2 + r 2θ 2 − A. C. B. Lagrangian partikel tersebut dalam koordinat polar adalah . OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 6 .

Sinyal kedua diterima pengamat pada t2 ' = .. Frekuensi natural dari sistem ini adalah mendekati . OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 7 . D. Sumber gelombang radio di kerangka acuan K memancarkan dua sinyal dengan kecepatan c dari pusat koordinat pada t1 = 0 dan t 2 = τ . Jika dipilih sistem koordinat polar (r. bagaimanakah persamaan gerak untuk komponen-r dari gerak tersebut? r A.10. τ 1+ v/c 11. Seseorang pengamat di kerangka acuan K’.θ).. m&& +kr = 0 1 B. Dua buah benda titik dengan massa masing-masing 3 kg dan 1 kg ditempelkan pada ujung-ujung yang berlawanan dari sebuah pegas horizontal dengan konstanta pegas 300 N/m. m&& − mrθ 2 + mr 2θ − kr = 0 12. τ C. yang bergerak dengan kecepatan v terhadap K di sepanjang sumbu-x positif. .3 Hz 0. E. Sistem tersebut berada di atas bidang datar yang licin.kr yang berarah menuju titik pusat koordinat. 1+ v / c A. 0. τ 1− v / c B. menerima sinyal pertama di x'= 0 dan t1 ' = 0 .6 Hz 3 Hz 6 Hz 15 Hz Seleksi Daerah... B. . τ 1− v / c 1+ v / c 1 + v2 / c2 1 − v2 / c2 1 − v2 / c2 D. τ 1 + v2 / c2 1− v/c E. m&& + mr 2θ& − kr = 0 r 2 & r C. A. m&& + mr 2θ + kr = 0 & r D. C. Sebuah partikel bermassa m bergerak pada suatu bidang dalam pengaruh gaya F= . 3 Nov 2009. m&& − mrθ 2 + kr = 0 & & r E.

D. (ω v sin θ ) 2 + ( dv / dt ) 2 (ω v cos θ ) 2 + ( dv / dt ) 2 θ v A 15. E. v r = [2G ( m1 + m 2 ) / d ] C. kemudian bertemu dengan botol tadi pada jarak X dari tempat pertemuan semula. Pada waktu kemudian kedua partikel bergerak saling mendekat akibat gaya gravitasi. v r = 2G ( m1 + m 2 ) / d D. A.13. v r = 2Gd /( m1 + m 2 ) E. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 8 . ia melewati sebuah botol yang terapung terbawa arus sungai. Berapakah besar percepatan bead terhadap titik tetap O? O A. Sebuah bead bergerak turun dari titik tetap O menyusuri kawat dengan kecepatan v relatif terhadap kawat. ω v cos θ + dv / dt C. ω v cos θ B. B. v r = [2Gd /( m1 + m 2 ) ] 1/ 2 1/ 2 B. Pada saat kedua partikel berjarak d. Sebuah perahu motor melaju dengan kekuatan mesin konstan.. . E. Ketika perahu bergerak searah arus sungai. laju arus sungai adalah . C. A. Kawat tersebut berputar dengan kecepatan sudut tetap ω dengan membentuk sudut θ yang tetap terhadap sumbu putar OA. 4X T 2X T X T X 2T X 4T Seleksi Daerah. v r = 2Gd [( m1 + m 2 ) ] 1/ 2 14. Dua buah partikel bermassa m1 dan m2 mula-mula diam dan terpisah satu sama lain dengan jarak tak berhingga. 3 Nov 2009. kecepatan relatif antara keduanya adalah .. ω v sinθ + dv / dt D.. Jika T jam kemudian perahu tersebut berbalik arah..

Sebuah batang karet yang panjangnya L dan konstanta pegasnya k. F = (k1 + k2 ) F C. ∆L = 1 − 1 −  mg  k    2kL  mg  B. A. . ∆L =  − 1 + 1 +  mg  k   Seleksi Daerah. ∆L = 1 + 1 +  mg  k    2kL  mg  E. (abaikan massa batang karet dan piringan)  2kL  mg  A. satu ujungnya digantung di langit-langit di titik O dan ujung lainnya dipasangkan piringan B sebagai penahan. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 9 . F m1m2 g cosθ m1 + m2 mm = (k1 − k 2 ) 1 2 g cos θ m1 + m 2 mm = (k1 + k2 ) 1 2 g sin θ m1 + m2 2m m = (k1 − k2 ) 1 2 g sin θ m1 + m2 2m m = (k1 + k2 ) 1 2 g cosθ m1 + m2 m2 m1 θ 17. ∆L = 1 − 1 +  mg  k    2kL  mg  D.16. Koefisien gesek masing-masing balok pada bidang miring adalah k1 dan k 2 dengan k 1 > k 2 . Jika sebuah cincin bermassa m yang mengelilingi batang karet dijatuhkan dari titik O hingga menumbuk piringan B secara tidak elastis. Besar gaya interaksi F dua balok tersebut adalah . F D.. yang saling bersentuhan diletakkan di atas bidang miring dengan kemiringan θ. ∆L =  − 1 + 1 −  mg  k    2kL  mg  C.. maka panjang pertambahan batang karet ∆L adalah .. F E. masing-masing bermassa m 1 dan m 2 . B.. Dua balok. 3 Nov 2009.

Sebuah planet bermassa m mengelilingi sebuah bintang tetap bermassa M dengan orbit berbentuk elips yang memiliki sumbu semimayor a. B. Berapakah perubahan energi potensial ∆ jika sebuah elektron bermuatan -e bergerak dari 4 ke 3 ? A. ∆ C.. Posisi kedua ujung kawat tersebut masingmasing dan .18.. ∆ D. D. Energi mekanik sistem E adalah. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 10 . 3 Nov 2009. Sepotong kawat panjang 2 terletak pada sumbu z bermuatan dan rapat muatan . ∆ B. A. E. 19. ∆ E. C.. ∆ ln ln ln ln ln Seleksi Daerah.

R w v l r I 21. arah meradial ke luar arah meradial ke dalam arah meradial ke luar arah meradial ke dalam arah tangensial permukaan 22. B. Sebuah konduktor berbentuk silinder berjari-jari memiliki konduktivitas . C. Kawat terletak sebidang dengan loop. B. D. Hitunglah vektor poynting. Seleksi Daerah. A. E. C. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 11 . pada permukaan konduktor tersebut beserta arahnya! A. E. 3 Nov 2009. hitunglah arus induksi. Rongga kecil berbentuk bola berjari-jari a berada dalam magnet permanen yang memiliki magnetisasi M dan medan magnet Bm . D. D. B. Sebuah loop segiempat dengan panjang dan lebar bergerak dengan kecepatan menjauhi sebuah kawat panjang yang dialiri arus seperti pada gambar di bawah ini.20. E. C. di loop pada saat jarak loop ke kawat sama dengan . Jika hambatan total loop adalah R. Arus konstan mengalir sepanjang konduktor tersebut dan terdistribusi merata pada luas penampangnya. Hitunglah medan magnet Bc pada pusat rongga! A.

3 Nov 2009. Medan listrik pada daerah R1 < r < R2 diberikan oleh .. Kerapatan muatan listrik tersebut diberikan oleh ρ = a + br . r r 1  b 2 2 r A. Dua buah muatan positif. dan nol di luar daerah tersebut. Q3 = − D. Jenis dan besar muatan ketiga tersebut adalah … . A. Q3 = − ( ( Q1Q2 Q1 − Q2 Q1Q2 Q2 − Q1 Q1Q2 Q1 + Q2 ) 2 ) 2 ( ) 2 24.. Q3 = B. . terpisah pada suatu jarak tetap. E (r ) = a(r − R1 ) + (r 3 − R13 ) r 3  3 ε 0r   Seleksi Daerah. Q1 dan Q2 . E (r ) = a(r − R1 ) + 2 (r − R1 ) r ε 0r   r r r 1 a 2 B. Q3 = − E. Muatan listrik statis terdistribusi dalam sebuah kulit bola berjari-jari dalam R1 dan jari-jari luar R2.23. di mana r adalah jarak dari titik pusat bola. E (r ) = (r − R13 ) + b (r 4 − R14 ) r 3   4 ε 0r  3  r r r 1 a 2 D. E (r ) = (r − R12 ) + b (r 3 − R13 ) r 2   3 ε 0r  2  r r r 1 a 3 C. E (r ) = (r − R12 ) + b (r 4 − R14 ) r 3   4 ε 0r  2  r r b 1  r E. Q3 = ( ( Q1Q2 Q1 + Q2 Q1Q2 ) 2 Q2 − Q1 ) 2 C. Muatan Q3 diletakkan sedemikian rupa sehingga gaya total pada masing-masing muatan adalah nol. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 12 .

. 4 1 1  −  πσ  a b  4π  1 1  R=  −  σ a b 4π  1 1  R=  +  σ a b 1 1 1 R=  −  4πσ  a b  1 1 1 R=  +  4πσ  a b  Seleksi Daerah. Jika kemudian arah momen dipole tersebut disimpangkan sedikit lalu dilepas. A. Bola tersebut ditempatkan di dalam medan magnet homogen B sedemikian hingga vektor momen dipol magnetiknya searah dengan medan magnet. C... T = 2π µB / I D. T = 2π I /( µB ) 26.. 3 Nov 2009. T = 2π ( µI / B) 2 B.25. D. Ruang di antaranya ( a ≤ r ≤ b ) terisi oleh bahan dengan konduktivitas σ . Dua buah konduktor berbentuk bola konsentris dengan jari-jari masingmasing a dan b. . A. T = 2π µ /( IB ) E. Nilai tahanan pada arah radial dari sistem tersebut adalah . R = B. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 13 . maka akan terjadi osilasi kecil dengan periode . E. T = 2π ( µB / I ) 2 C. di mana a < b . Sebuah bola memiliki momen dipol magnetik µ dan momen inersia I.

F = ) 28. Muatan-muatan titik + q dan − q masing-masing terletak pada titik-titik ( x. F = C. a ) dan ( x.2 Ω D. ε 0 = 6 V. y . 3 Nov 2009.27.. y . r = 2. z ) = ( a. ε 0 = 3 V. F = E.0. F = B. ( A. Berapakah nilai ε 0 dan r tersebut? 24 Ω 15 V 6Ω B A ε0 r A B A. a ) di atas sebuah plat konduktor yang ditanahkan (grounded) pada z = 0.0.4 Ω E. Rangkaian pada bagian kiri gambar di bawah dengan terminal-terminal keluaran A dan B memiliki karakteristik arus-tegangan yang sama dengan sebuah batere dengan ggl ε 0 dan hambatan dalam r. r = 1. ε 0 = 3 V. ε 0 = 2 V. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 14 . Gaya total yang dialami oleh muatan + q adalah . z ) = ( a. ε 0 = 6 V.6 Ω Seleksi Daerah.8 Ω C.. F = ( 2 −1 q2 32πε 0 a 2 ) ( ( 2 −1 q2 16πε 0 a 2 2 −1 q2 8πε 0 a 2 2 −1 q2 4πε 0 a 2 2 −1 q2 2πε 0 a 2 ) ) ) ( D. r = 2. r = 4.4 Ω B. r = 3.

Persamaan distribusi Fermi-Dirac.6 0.0 C.8 1 31. Set bilangan kuantum untuk atom hidrogen dapat dituliskan .5 0. 9.0. 5.0. 5. 5.0. A. . D. C. 5. 3 Nov 2009.29. 0.1.0 x 108 m. E. .2.0 B. 4. Pilihlah transisi yang diperbolehkan untuk atom hidrogen yang memberikan spektrum emisi/absorbsi tanpa pengaruh medan magnet luar. (petunjuk: hitung terlebih dahulu energi potensial diri matahari) A. Perkirakan temperatur matahari dengan mengasumsikan materi matahari keseluruhan tersusun dari proton yang berperilaku sebagai gas ideal. F(E) dapat dituliskan sebagai berikut: 1 1 Dalam sistem elektron bebas. .0 E. C.3.0 D.2. 7. B.2.2.0. Diketahui juga jari-jari matahari sama dengan 7. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 15 . 1. 2. 2.0.4 0.0. berapakah fraksi elektron yang memiliki energi ? ( adalah energy rata-rata elektron) A.1. 4.0 10 10 10 10 10 30.2 0. 2. 4. Seleksi Daerah.1.1. 3. D.1.1. E. 1. B.0.2. 3.

Tentukan nilai eigen energinya.5 cm sebelum meluruh menjadi sebuah elektron dan dua buah neutrino. Hitunglah kecepatan muon tersebut dalam c ( c = kecepatan cahaya). 1. massa molekul air = 18 g/mol) A. 3 Nov 2009.3 3.4 1. E.015%. B. Salah satu reaksi fusi inti deuteron yang mungkin adalah : dengan 4. A. E. B. Perkirakan besar energi fusi deuteron yang dilepaskan! ( jari-jari bumi = 6400 km.2 µs dan membuat jejak sepanjang 9.0 MeV Banyak fisikawan yang meyakini bahwa jika reaksi fusi ini bisa dikontrol. Air laut mengandung sejumlah besar Deuterium (dalam molekul D2O) yang merupakan isotop hidrogen dengan kelimpahan sebesar 0. C. C. Asumsikan 2/3 dari permukaan bumi terdiri dari air dengan kedalaman rata-rata 3 km. 33. D. Fisikawan nuklir menggunakan detektor penjejak partikel untuk menentukan waktu hidup partikel yang sangat pendek. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 16 . C. A.4 1.4 10 10 10 10 10 34.3 3. Salah satu solusi fungsi gelombang adalah: 2 1 untuk osilator sederhana dengan A dan α adalah konstanta.3 10 10 10 10 10 J J J J J Seleksi Daerah. D. D.3 3.32. 3. maka energi fusi yang dilepaskan merupakan sumber energi terbesar di bumi. E.4 1.3 3.4 1. B. Partikel muon memiliki waktu hidup 2.

C. B. T = T0 η02 − 1 η η 2 − 1 η0 η02 + 1 η B.2 K (tekanan 1 Atm = 76 cmHg).. Sebuah silinder vertikal yang kedua ujungnya tertutup memiliki sebuah piston yang bebas bergerak di dalamnya.2 K. Helium cair memiliki titik didih pada temperature. 87 J/mol 93 J/mol 98 J/mol 105 J/mol 112 J/mol 36. perbandingannya menjadi A. D. Pada tekanan 1 mmHg.35. helium cair memiliki titik didih pada T = 1. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 17 . T = 4. T = T0 0 η − 1 η0 η −1 η E. VB T . V perbandingan volume tersebut adalah A = η0 . . 3 Nov 2009. T = T0 η02 − 1 η η 2 + 1 η0 η −1 η D. T = T0 2 η − 1 η0 C. Hitunglah kalor laten penguapan helium dalam daerah temperatur ini! A. Pada keadaan VB seimbang lain dengan temperatur VA = η maka nilai T adalah .. T = T0 0 η + 1 η0 Seleksi Daerah. E. Dalam keadaan seimbang dengan temperatur T 0 . Piston tersebut membagi ruang silinder menjadi VA dan VB yang masing-masing berisi gas ideal satu mol.

A = ηB T2 + ∆T 38. nilai N adalah .. A = η B T1 − ∆T η T1 C. A. Sebuah tangki dengan volume V 0 berisi sejumlah gas ideal. N = C. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 18 . A = η B T1 + ∆T T2 η D. Pompa vakum yang dipasang pada tangki tersebut menyedot gas dengan volume ∆V pada setiap siklusnya secara isotermal.37. ∆T dan mesin B menurunkan temperatur ∆T . A dan B. N = ln(∆V / V0 ) ln(1 + n) ln(1 − ∆V / V0 ) ln(1 − n) ln(1 − ∆V / V0 ) ln(1 + n) D. . Perbandingan efisiensi kedua mesin ηA ηB T2 ηA = η B T2 − ∆T T1 η B. N = ln n ln(1 + ∆V / V0 ) ln n ln(1 − ∆V / V0 ) B. masing-masing bekerja di antara temperatur tinggi T dan temperatur rendah T 2 .. N = Seleksi Daerah. N = E. Mesin A menaikkan 1 temperatur tingginya sebesar rendahnya juga sebesar adalah . A. . Jika setelah N siklus tekanan gas menjadi n kali semula.. A = η B T1 + ∆T T1 η E.. Dua buah mesin Carnot. 3 Nov 2009.

E. . Satu mol gas ideal mengalami proses dengan temperatur yang berubah terhadap volume menurut hubungan T = T0 + aV 2 di mana T 0 dan a konstan. a 2 / 4 Seleksi Daerah. pmin = 2 R aT0 / 2 D. a 2 ( 2 / 3 − 4 / π 2 ) D. aS n S C= an S C= n n C= S n C= aS 41... Harga expektasi x2 pada keadaan dasarnya adalah . C. Hubungan antara temperatur dan entropi suatu sistem pada suatu proses adalah T = aS n . Sebuah partikel terkurung dalam kotak satu dimensi yang kedua dindingnya terletak masing-masing pada x = −a dan x = a . pmin = R 2aT0 E. . 2a 2 / π 2 E. pmin = 2 R aT0 B. Tekanan minimum p min pada proses tersebut adalah . a 2 / 3 B. Petunjuk: gunakan integral di bawah ini 2 2 cos cos sin A. 3 Nov 2009. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 19 . a 2 (1 / 3 − 2 / π 2 ) C. A. Kapasitas panas C sistem tersebut adalah ... C = B.39.. pmin = R aT0 / 2 40. D. pmin = R aT0 C.. A.

Dalam medan listrik kuat dengan intensitas F. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 20 . V(x) x0 E -V0 x Dengan menggunakan pendekatan quasi-klasik WKB. T ≈ exp − ∫ (2 µ (| E | − Fx ) )2 dx   h0      1 x0 C.. T ≈ exp − 2 µ (| E | − Fx ) dx  ∫   2h 0   x0   2 D. 3 Nov 2009. T ≈ exp − ∫ 2 µ (| E | − Fx ) dx    h0   x0 2  E. koefisien transmisi elektron tersebut dapat didekati sebagai . sebuah elektron bermassa µ dari dalam logam dapat bergerak menembus permukaan logam dan memasuki daerah vakum dengan melewati penghalang potensial seperti pada gambar di bawah. T ≈ exp  ∫ 2 µ (| E | − Fx ) dx  h 0    Seleksi Daerah. T ≈ exp − (2µ (| E | − Fx) )2 dx  ∫   2h 0    2 x0  B.42.   1 x0 A.. .

1. D. E n = ( n + 1 / 2 ) h dengan n=0. OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 21 . ∞ A.… E n = ( n + 1 / 2 ) h dengan n=1. ω = C.43. Harga-harga eigen energinya dapat dinyatakan sebagai . Sebuah partikel bergerak dalam potensial satu dimensi seperti pada ditunjukkan pada gambar di samping.2. Jika partikel bergerak di sekitar titik minimum potensial tersebut. C..… V(x) ½ mω2x2 0 x 44.… E n = ( 2 n + 3 / 2 ) h dengan n=1.2.2. ω = 2αV0 m 1 2V 0α m E. E. [ ] A. B. 3 Nov 2009.3...1.5.… E n = ( 2 n + 3 / 2 ) h dengan n=0. ω = V0 2αm 2V0 αm 2α V0 m B. ω = D..… E n = ( 2 n + 1 / 2 ) h dengan n=0.3. ω = Seleksi Daerah. Sebuah partikel bermassa m dipengaruhi potensial 2 V ( x ) = V0 1 − exp( −αx ) .1. gerakannya dapat didekati sebagai osilasi harmonis sederhana dengan frekuensi sudut . .2.

1  i      2  −1 1 1   E. A. Za0 C. a0 / Z E.  2   ˆ Fungsi eigen ternormalisasi dari operator s y yang harga eigennya -1/2 komponen-y spin elektron dapat adalah . maka probalibitas ditemukannnya elektron pada keadaan dasar tersebut maksimum pada harga r sama dengan ... Z 2 a 0 D.. 3 Nov 2009. φ ) = N exp(− Zr / a0 ) . A. Jika fungsi gelombang atom serupa Hidrogen dengan nomor atom Z pada keadaan dasarnya dinyatakan dengan ψ (r .45. B. dengan σ y =  i 0  .θ . OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 22 .. . a 0 B. . di mana a0 jari-jari atom Bohr dan N faktor normalisasi.   2 1 D.   2 i  46. 1 1     2 1 1 1     2  −1 1 i    C. Operator dinyatakan dalam 0 − i 1 ˆ ˆ ˆ representasi matriks Pauli sebagai s y = σ y . a 0 / Z 2 Seleksi Daerah.

ψ (r1 . r2 ) = C. . r2 ) = B. ψ (r1 . 2µa 2 2 π 2h2 + 2V0 C. π 2h 2 + V0 2µa 2 ∞ V(x) ∞ π 2 h 2 V0 + B. ψ (r1 . …... r2 ) = 2 Seleksi Daerah. A. E. ψ 1 . A. .47. Sebuah partikel dengan massa µ terkurung dalam kotak potensial satu dimensi yang lebarnya a yang terdeformasi sedemikian hingga bagian dasarnya memiliki nilai potensial linier terhadap x seperti ditunjukkan pada gambar di bawah. ψ (r1 . π 2 h 2 V0 + 2 µa 2 π 2h 2 + V0 µa 2 0 a V0 x 48. Sebuah sistem dua partikel terdiri dari dua buah fermion identik yang tidak saling berinteraksi.. Dengan menggunakan teori perturbasi orde pertama energi keadaan dasarnya terkoreksi menjadi . OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 23 . Jika untuk sistem satu-partikel fungsi-fungsi gelombangnya dinyatakan sebagai ψ 0 . di mana indeks menunjukkan urutan dari keadaan dasar ke tingkat-tingkat energi yang lebih tinggi. r2 ) = r r 1 2 1 2 1 r r r r [ψ 0 (r1 )ψ 0 (r2 ) −ψ 0 (r2 )ψ 0 (r1 )] r r r r [ψ 1 (r1 )ψ 1 (r2 ) +ψ 1 (r2 )ψ 1 (r1 )] r r r r [ψ 1 (r1 )ψ 1 (r2 ) −ψ 1 (r2 )ψ 1 (r1 )] r r r r 2 r r r r r r 1 [ψ 0 (r1 )ψ 1 (r2 ) +ψ 0 (r2 )ψ 1 (r1 )] D. r2 ) = 2 r r r r r r 1 [ψ 0 (r1 )ψ 1 (r2 ) −ψ 0 (r2 )ψ 1 (r1 )] E. ψ (r1 . 2µa 2 D. ψ 2 .. maka fungsi gelombang sistem dua-partikel untuk keadaan tereksitasi pertama dinyatakan sebagai . 3 Nov 2009.

. m A. ψ2 y Kemud dian. B. an enjadi terko opel denga an V.. 009 Pertam bekerjasam dengan Un mina ma niversitas Indo onesia 24 . Akibat kopling terseb degena na h A but arasi menjad rusak da energi k di an keadaan da asar sistem menjadi . E. dengan energi 4 eV. a V(x) ∞ x V(x) ∞ x V(x) ∞ x V(x)∞ x V(x) ∞ x . 1 eV V 2 eV V 3 eV V 4 eV V 5 eV V 50. Sketsa yang menunjukkan kead g daan tereksitasi kedua adalah . Sebuah sistem k kuantum m memiliki dua keadaan terdegen n nerasi ψ 1 dan yang mula a-mula tidak saling terkopel. Setiap gambar d bawah m di menunjukk kan sketsa potensial satu dimensi a l dan fun ngsi gelom mbang part tikelnya. C. ψ 1 H kopling ψ 2 = (2i) eV di man i adalah bilangan imajiner. Seleksi Daera 3 Nov 200 OSNPTI-20 ah. D. akiba mekanis at sme intern yang t nal terjadi di dalam sis stem tersebu ψ 1 da ψ 2 me ut..49. 09..

OSNPTI-2009 Pertamina bekerjasama dengan Universitas Indonesia 25 .788 x 10-5 eV/T = 1.626 x 10-34 J.675 x 10-27 kg = 3.K = 8.381 x 10-23 J/K 8.256 x 10-6 H/m = 4πx10 −7 H/m = 6.s h 2π ε0 Konstanta permeabilitas hampa µ 0 h h= Konstanta Boltzmann Muatan elementer Massa electron Massa proton Massa netron Massa deteron Radiud Bohr Magneton Bohr Konstanta Rydberg kB e me mp = 1.292 x 10-11 m = 9.s 4.602 x 10-19 C = 9.136 x 10-15 eV.m2/kg2 = 9.49 MeV/u = 8.022 x 1023 mol-1 = 8.097 x 107 m-1 mn md a µB R Seleksi Daerah.314 J/mol.617 x 10-5 eV/K = 1.Konstanta dan data umum yang diperlukan untuk menyelesaikan soal.673 x 10-27 kg = 1.274 x 10-24 J/T 5. Konstanta Fisis Kecepatan cahaya Konstanta gravitasi Percepatan gravitasi Bilangan Avogadro Konstanta gas universal Relasi massa dan energy Konstanta permitifitas hampa Konstanta Planck c g NA R c2 G = 3 x 108 m/s = 6.109 x 10-31 kg = 1.673 x 10-11 N.8 kg. 3 Nov 2009.988 x 1016 J/kg 931.m/s2 = 6.344 x 10-27 kg = 5.854 x 10-12 F/m = 1.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->