Anda di halaman 1dari 58

MATRIKS PERBANDINGAN PERUBAHAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2004, PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 37 TAHUN 2005, PERATURAN PEMERINTAH

NOMOR 37 TAHUN 2006 dan PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DRPD
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan adanya perbedaan penafsiran beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sehingga perlu dilakukan perubahan; PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 101 ayat (3) UndangUndang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, perlu ditetapkan Peraturan Pemerintah tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendorong peningkatan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan untuk penyesuaian penganggarannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, perlu mengubah beberapa ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendorong peningkatan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan menciptakan kondisi sosial ekonomi Negara yang baik dan seimbang, perlu mengubah beberapa ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler Dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sebagaimana telah di ubah dua kali

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005;

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; Mengingat :

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah; Mengingat :

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;

Mengingat :

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang 1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Dasar Negara Republik Indonesia Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Tahun 1945; Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan 2003 tentang Susunan dan 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Kedudukan Majelis Permusyawaratan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Permusyawaratan Rakyat, Dewan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Perwakilan Rakyat, Dewan Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Daerah dan Perwakilan Daerah dan Dewan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik (Lembaran Negara Republik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 92, Indonesia Tahun 2003 Nomor 92, Indonesia Tahun 2003 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Tambahan Lembaran Negara Nomor Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4310); 4310); Republik Indonesia Nomor 4310); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah 2004 tentang Pemerintahan Daerah

2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1987 tentang Protokol (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahnn 1987 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3363);

3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 72 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republilk Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4416);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Rakyat (Lembaran Negara Republik Republik Indonesia Tahun 2004 Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Nomor 90, Tambahan Lembaran Tambahan Lembaran Negara Negara Republik Indonesia Nomor Republik Indonesia Nomor 4416), 4416), sebagaimana telah diubah sebagaimana telah diubah dua kali dengan Peraturan Pemerintah terakhir dengan Peraturan Nomor 37 Tahun 2005 (Lembaran Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 Negara Republik Indonesia Tahun (Lembaran Negara Republik 2005 Nomor 94, Tambahan Indonesia Tahun 2006 Nomor 90, Lembaran Negara Republik Tambahan Lembaran Negara Indonesia Tahun 4540); Republik Indonesia Nomor 4659);

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 72 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848); 6. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 200 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4310); 7. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355) 8. Peraturan Pemerintah Nomor, 62 Tahun 1990 tentang Ketentuan Keprotokolan Mengenai Tata Tempat, Tata Upacara dan Tata Penghormatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tabun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952) 9. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 5. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952) 10. Peraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 202, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4022) 11. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4090) MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.

MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 BAB I KETENTUAN UMUM

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Kedudukan Protokoler Dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4416), diubah sebagai sebagai berikut:

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4540, diubah sebagai berikut:

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4416), yang telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Pemerintah:

a. Nomor 37 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4540); b. Nomor 37 Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 90, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4659); diubah sebagai berikut: Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan : Tetap Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 a. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disebut DPR D adalah DPRD sebagaimana dimaksud dalam Undaag-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. b. Pimpinan DPRD adalah Ketua dan Wakil-wakil Ketua DPRD. c. Anggota DPRD adalah mereka yang diresmikan keanggotaannya sebagai Anggota DPRD dan telah mengucapkan sumpah/janji berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. d. Sekretariat DPRD adalah unsur pendukung DPRD sebagaimana, dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. e. Sekretaris DPRD adalah Pejabat Perangkat Daerah yang memimpin Sekretariat DPRD.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 f. Kedudukan Protokoler adalah kedudukan yang diberikan kepada seseorang untuk mendapatkan penghormatan, perlakuan, dan tata tempat dalam acara resmi atau pertemuan resmi. g. Protokol adalah serangkaian aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi aturan mengenai tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sehubungan dengan penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan atau masyarakat. h. Acara resmi adalah acara yang bersifat resmi yang diatur dan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah atau Lembaga Perwakilan Daerah, dalam melaksanakan tugas dan fungsi tertentu, dihadiri oleh pejabat negara, pejabat pemerintah, pejabat pemerintah daerah serta undangan lainnya. i. Tata upacara adalah aturan untuk melaksanakan upacara dalam acara kenegaraan dan acara resmi. j. Tata tempat adalah aturan mengenai urutan tempat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah, pejabat pemerintah Daerah, dan tokoh masyarakat tertentu dalam acara

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 kenegaraan atau acara resmi. k. Tata penghormatan adalah aturan untuk melaksanakan pemberian hormat bagi pejabat negara, pejabat pemerintah, pejabat pemerintah Daerah dan tokoh masyarakat tertentu dalam acara kenegaraan atau acara resmi. l. Uang representasi adalah uang yang diberikan setiap bulan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD sehubungan dengan kedudukannya sebagai pimpinan dan anggota DPRD. m. Uang Paket adalah uang yang diberikan setiap bulan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD dalam menghadiri dan mengikuti rapatrapat dinas. n. Tunjangan jabatan adalah uang yang diberikan setiap bulan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD karena kedudukannya sebagai ketua, wakil ketua, dan anggota DPRD.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

o. Tunjangan alat kelengkapan DPRD adalah tunjangan yang diberikan setiap bulan kepada Pimpinan atau anggota DPRD sehubungan dengan kedudukannya sebagai ketua atau wakil ketua atau sekretaris atau

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 anggota panitia musyawarah, atau komisi, atau badan kehormatan, atau panitia anggaran atau alat kelengkapan lainnya.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

15a.Tunjangan Komunikasi Intensif adalah tunjangan berupa uang yang diberikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD setiap bulan dalam rangka mendorong peningkatan kinerja dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. 15b. Dana Operasional adalah uang yang diberikan kepada Pimpinan DPRD setiap bulan untuk menunjang kegiatan operasional yang berkaitan dengan representasi, pelayanan, kemudahan dan kebutuhan lain guna melancarkan pelaksanaan tugas dan fungsi Pimpinan DPRD sehari-hari. p. Tunjangan Kesejahteraan adalah tunjangan yang disediakan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD berupa tunjangan pemeliharaan kesehatan dan pengobatan, rumah jabatan dan perlengkapannya/rumah dinas, kendaraan dinas jabatan, pakaian dinas, uang duka wafat/tewas dan bantuan biaya pengurusan jenazah. 16. Tunjangan kesejahteraan adalah tunjangan yang disediakan kepada pimpinan dan anggota DPRD berupa pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan, penyediaan rumah jabatan Pimpinan DPRD dan perlengkapannya, rumah dinas dan perlengkapannya, kendaraan dinas jabatan Pimpinan DPRD, pemberian pakaian dinas, uang duka wafat/tewas dan bantuan biaya pengurusan jenazah; 16. Tunjangan Kesejahteraan adalah tunjangan yang disediakan berupa pemberian jaminan pemeliharaan kesehatan, pakaian dinas kepada Pimpinan dan Anggota DPRD, penyediaan rumah jabatan Pimpinan DPRD dan perlengkapannya, kendaraan dinas jabatan Pimpinan DPRD, serta rumah dinas bagi anggota DPRD dan perlengkapannya.

15a.

Tunjangan Komunikasi Intensif adalah uang yang diberikan kepada pimpinan dan anggota DPRD setiap bulan dalam rangka mendorong peningkatan kinerja pimpinan dan anggota DPRD.

15b. Belanja Penunjang Operasional Pimpinan adalah dana yang disediakan bagi pimpinan DPRD setiap bulan untuk menunjang kegiatan operasional yang berkaitan dengan representasi, pelayanan, dan kebutuhan lain guna melancarkan pelaksanaan tugas Pimpinan DPRD sehari-hari. Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

10

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

q. Uang jasa pengabdian adalah uang yang diberikan kepada impinan dan Anggota DPRD atas jasa pengabdiannya setelah yang bersangkutan diberhentikan dengan hormat. r. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah selanjutnya disebut APBD adalah rencana keuangan tahunan Pemerintah Daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah. s. Pejabat Pemerintah adalah pejabat pemerintah pusat yang diberi tugas tertentu dibidangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. t. Pejabat Pemerintah Daerah adalah pejabat daerah otonom yang diberi tugas tertentu di bidangnya sesual dengan peraturan perundangundangan.

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

Tetap

u. Instansi Vertikal adalah perangkat Departemen dan atau Lembaga Pemerintah Non Departemen di Daerah. BAB II KEDUDUKAN PROTOKOLER PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

11

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Bagian Pertama Acara Resmi Pasal 2 (1) Pimpinan dan Anggota DPRD memperoleh kedudukan Protokoler dalam Acara Resmi. (2) Acara Resmi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. Acara Resmi Pemerintah yang diselenggarakan di Daerah; b. Acara Resmi Pemerintah Daerah yang menghadirkan Pejabat Pemerintah; c. Acara Resmi Pemerintah Daerah yang dihadiri oleh Pejabat Pemerintah Daerah. Bagian Kedua Tata Tempat Pasal 3 Tata tempat Pimpinan dan Anggota DPRD dalam acara resmi yang diadakan di ibukota Provinsi, Kabupaten/Kota sebagai berikut : a. Ketua DPRD di sebelah kiri Kepala Daerah;

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

tetap tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

tetap tetap

Tetap

Tetap

tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

12

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 b. Wakil-wakil Ketua DPRD bersama dengan Wakil Kepala Daerah setelah pejabat instansi vertikal lainnya; c. Anggota DPRD ditempatkan bersama dengan Pejabat Pemerintah Daerah lainnya yang setingkat Asisten Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas/Bagian dan atau Satuan Kerja Daerah lainnya. Pasal 4 Tata tempat dalam rapat-rapat DPRD sebagai berikut: a. Ketua DPRD didampingi oleh Wakilwakil Ketua DPRD; b. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ditempatkan sejajar dan di sebelah kanan Ketua DPRD; c. Wakil-wakil Ketua DPRD duduk di sebelah kiri Ketua DPRD; d. Anggota DPRD menduduki tempat yang telah disediakan untuk Anggota; e. Sekretaris DPRD, peninjau, dan undangan sesuai dengan kondisi Ruang Rapat. Pasal 5 a. Ketua DPRD di sebelah kiri Pejabat yang akan mengambil Sumpah/Janji

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

tetap tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

tetap tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

tetap tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

13

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 dan Melantik Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; b. Wakil-wakil Ketua DPRD duduk di sebelah kiri Ketua DPRD; c. Anggota DPRD menduduki tempat yang telah disediakan untuk Anggota;

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

d. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang lama, duduk di sebelah kanan Pejabat yang akan mengambil Sumpah/Janji dan melantik Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; e. Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang akan dilantik duduk di sebelah kiri Wakil-wakil Ketua DPRD; f. Sekretaris DPRD, peninjau, dan undangan sesuai dengan kondisi Ruangan Rapat; g. Mantan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah setelah pelantikan duduk di sebelah kiri Wakil-wakil Ketua DPRD; h. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang baru dilantik duduk di sebelah kanan Pejabat yang mengambil Sumpah/Janji dan melantik Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

14

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Pasal 6 Tata tempat dalam Acara Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD meliputi: a. Pimpinan DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah dan Ketua Pengadilan Tinggi/Pengadilan Negeri atau Pejabat yang ditunjuk duduk di sebelah kanan Kepala Daerah; b. Anggota DPRD yang akan mengucapkan sumpah/janji, duduk di tempat yang telah disediakan; c. Setelah pengucapan sumpah/janji Pimpinan Sementara DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah;

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 tetap tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

d. Pimpinan DPRD yang lama dan Ketua Pengadilan Tinggi/Pengadilan Negeri atau Pejabat yang ditunjuk duduk di tempat yang telah disediakan; e. Sekretaris DPRD duduk di belakang Pimpinan DPRD; f. Para undangan dan anggota DPRD lainnya duduk di tempat yang telah disediakan; dan

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

g. Pers/kru TV/Radio disediakan tempat tersendiri.

Tetap

Tetap

tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

15

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Pasal 7 Tata tempat dalam Acara Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Ketua dan Wakil-wakil Ketua DPRD hasil Pemilihan Umum sebagai berikut: a. Pimpinan Sementara DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah; b. Pimpinan Sementara DPRD duduk di sebelah kanan Ketua Pengadilan Tinggi/Ketua Pengadilan Negeri; c. Setelah pelantikan, Ketua DPRD duduk di sebelah kiri Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Wakilwakil Ketua DPRD duduk di sebelah kiri Ketua DPRD; d. Mantan Pimpinan Sementara DPRD dan Ketua Pengadilan Tinggi/Ketua Pengadilan Negeri duduk di tempat yang telah disediakan. Bagian Ketiga Tata Upacara Pasal 8 (1) Tata upacara dalam Acara Resmi dapat berupa upacara bendera atau bukan upacara bendera.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 tetap tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap

tetap tetap tetap tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

16

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

(2) Untuk keseragaman, kelancaran, ketertiban dan kekhidmatan jalannya acara resmi, diselenggarakan tata upacara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagian Keempat Tata Penghormatan Pasal 9 (1) Pimpinan dan Anggota DPRD mendapat penghormatan sesuai dengan penghormatan yang diberikan kepada Pejabat Pemerintah. (2) Penghormatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. BAB III BELANJA PIMPINAN DAN ANGGOTA DPRD Bagian Pertama Penghasilan Pasal 10 Penghasilan Pimpinan dan Anggota

Tetap

Tetap

tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap

tetap tetap tetap tetap

Tetap

Tetap

tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

tetap tetap

Tetap Tetap Tetap Penghasilan

Tetap Pasal 10 Pimpinan dan Anggota

Tetap Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

17

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 DPRD terdiri dari: a. Uang Representasi; b. Uang Paket; c. Tunjangan Jabatan; d. Tunjangan Panitia Musyawarah; e. Tunjangan Komisi; f. Tunjangan Panitia Anggaran; g. Tunjangan Badan Kehormatan; h. Tunjangan Alat Kelengkapan Lainnya.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 DPRD terdiri atas:

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

a. Uang Representasi; b. Tunjangan Keluarga; c. Tunjangan Beras; d. Uang Paket; e. Tunjangan Jabatan; f. Tunjangan Panitia Musyawarah; g. Tunjangan Komisi; h. Tunjangan Panitia Anggaran; i. Tunjangan Badan Kehormatan; dan j. Tunjangan Alat Kelengkapan lainnya. Pasal 10A (1) Selain penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, kepada Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan penerimaan lain berupa Tunjangan Komunikasi Intensif. (2) Selain penerimaan lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Pimpinan DPRD diberikan Dana Operasional.

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 10 A Selain Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, kepada pimpinan dan Anggota DPRD diberikan penerimaan lain berupa Tunjangan Komunikasi Intensif. dihapus

BIRO HUKUM@ACP170407

18

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Pasal 11 (1) Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan Uang Representasi. (2) Uang Representasi Ketua DPRD Provinsi setara dengan Gaji Pokok Gubernur, dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota setara dengan Gaji Pokok Bupati/Walikota yang ditetapkan Pemerintah. (3) Uang Representasi Wakil Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota sebesar 80% (delapan puluh perseratus) dari Uang Representasi Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. (4) Uang Representasi Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota sebesar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari Uang Representasi Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. (5) Selain Uang Representasi yang diberikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga diberikan Tunjangan Keluarga dan Tunjangan Beras yang besarnya sama dengan ketentuan yang berlaku pada Pegawai Negeri Sipil.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

tetap

tetap

tetap

Tetap

Dihapus

Pasal 11A (1) Pimpinan dan Anggota DPRD

Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

19

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 diberikan Tunjangan Keluarga dan Tunjangan Beras. (2) Tunjangan Keluarga dan Tunjangan Beras sebagaimana dimaksud pada ayat (1), besarnya sama dengan ketentuan yang berlaku pada Pegawai Negeri Sipil.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap

Pasal 12 (1) Pimpinan dan Anggota diberikan Uang Paket. DPRD

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

(2) Uang Paket sebagaimana dimaksud


pada ayat (1) sebesar 10 (sepuluh perseratus) dari Uang Representasi yang bersangkutan.

Tetap

Tetap

Tetap

Pasal 13 (1) Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan Tunjangan Jabatan.

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

(2) Tunjangan

Jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar 145% (seratus empat puluh lima perseratus) dari masing-masing Uang Representasi. Pasal 14

Tetap

Tetap

Tetap

Pasal 14 Pimpinan atau Anggota DPRD yang duduk dalam Panitia Musyawarah atau

Tetap Tetap

Tetap Tetap

(1) Pimpinan atau Anggota DPRD yang duduk dalam Panitia Musyawarah

BIRO HUKUM@ACP170407

20

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 atau Komisi atau Panitia Anggaran atau Badan Kehormatan atau Alat Kelengkapan lainnya yang diperlukan, diberikan tunjangan sebagai berikut : a. Ketua sebesar 7,5% setengah perseratus) Tunjangan Jabatan DPRD; (tujuh dari Ketua

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Komisi atau Panitia Anggaran atau Badan Kehormatan atau Alat Kelengkapan Lainnya yang diperlukan, diberikan tunjangan alat kelengkapan sebagai berikut : Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap

Tetap

b. Wakil Ketua sebesar 5 % (lima perseratus) dan Tunjangan Jabatan Ketua DPRD; c. Sekretaris sebesar 4% (empat perseratus) dari Tunjangan Jabatan Ketua DPRD;

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

d. Anggota sebesar 3 % (tiga perseratus) dari Tunjangan Jabatan Ketua DPRD. (2) Tunjangan Badan kehormatan unsur luar DPRD yang duduk dalam Badan Kehormatan, diberikan tunjangun sebagai berikut : a. Ketua paling tinggi 50% (lima puluh perseratus) dari Tunjangan Jabatan Ketua DPRD; b. Wakil Ketua paling tinggi 45 % (empat puluh lima perseratus) dari Tunjangan Jabatan Ketua

tetap

Tetap

Tetap

Dihapus

Dihapus

Dihapus

BIRO HUKUM@ACP170407

21

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 DPRD; c. Anggota paling tinggi 40% (empat puluh perseratus) dari Tunjangan Jabatan Ketua DPRD.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Dihapus

Pasal 14A

Pasal 14 A

Tunjangan Komunikasi Intensif (1) Tunjangan Komunikasi Intensif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10A Sebagaimana dimaksud dalam Pasal ayat (1) diberikan kepada Pimpinan dan 10 A diberikan kepada pimpinan dan Anggota DPRD setiap bulan paling tinggi Anggota DPRD dengan 3 (tiga) kali uang representasi Ketua mempertimbangkan kemampuan DPRD. keuangan daerah. (2) Kemampuan keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas 3 (tiga) kelompok, yaitu: a. tinggi;

b. sedang;

c.

rendah.

(3) Bagi daerah dengan kemampuan keuangan daerah tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, Tunjangan Komunikasi Intensif bagi Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan paling

BIRO HUKUM@ACP170407

22

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 banyak 3 (tiga) kali representasi Ketua DPRD. uang

(4) Bagi daerah dengan kemampuan keuangan daerah sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, Tunjangan Komunikasi Intensif bagi Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan paling banyak 2 (dua) kali uang representasi Ketua DPRD (5) Bagi daerah dengan kemampuan keuangan daerah rendah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c, Tunjangan Komunikasi Intensif bagi Pimpinan dan Anggota DPRD diberikan paling banyak 1 (satu) kali uang representasi Ketua DPRD. (6) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengelompokan kemampuan keuangan daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri dengan memperhatikan pertimbangan Menteri Keuangan. Dihapus Dihapus

Pasal 14B (1) Dana Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10A ayat (2) diberikan kepada Ketua DPRD setiap bulan paling tinggi 6 (enam) kali uang representasi yang bersangkutan.

BIRO HUKUM@ACP170407

23

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 (2) Dana Operasional yang diberikan kepada Wakil Ketua DPRD paling tinggi 4 (empat) kali uang representasi yang bersangkutan. Pasal 14C (1) Penetapan besarnya Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14A dan Pasal 14B mempertimbangkan beban tugas dan kemampuan keuangan daerah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Dihapus

Dihapus Dihapus

(2) Penggunaan Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan asas manfaat dan efisiensi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas. Pasal 14D Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14A dan Pasal 14B dibayarkan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2006. Pasal 15 Pajak Penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD dikenakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangTetap Tetap Pasal 15 (1) Pajak penghasilan Pasal 21 Pimpinan dan Anggota DPRD atas penghasilan sebagaimana

dihapus

Pasal 14 B Tunjangan Komunikasi Intensif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 A dibayarkan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2007

Pasal 15 tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

24

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 undangan.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 dimaksud dalam Pasal dibebankan pada APBD. 10

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

(2) Pajak

pengasilan Pasal 21 (2) Pajak penghasilan Pasal 21 Pimpinan dan Anggota DPRD atas Pimpinan dan Anggota DPRD atas penerimaan lain sebagaimana penerimaan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10A dimaksud dalam Pasal 10 A dibebankan kepada yang dibebankan kepada yang bersangkutan sesuai dengan bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangketentuan peraturan perundangundangan. undangan di bidang perpajakan. Tetap Tetap

Bagian Kedua

Tetap

Tunjangan Kesejahteraan Pasal 16 (1) Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya diberikan tunjangan pemeliharaan kesehatan dan pengobatan.

Tetap Pasal 16 (1) Pimpinan dan Anggota DPRD beserta keluarganya diberikan jaminan pemeliharaan kesehatan dalam bentuk pembayaran premi asuransi kesehatan kepada Lembaga Asuransi yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah. (2) Keluarga Pimpinan dan Anggota DPRD yang mendapat jaminan pemeliharaan kesehatan yaitu suami atau istri dan 2 (dua) orang anak;

Tetap Tetap tetap

Tetap Tetap tetap

(2) Keluarga Pimpinan dan Anggota DPRD yang mendapat pemeliharaan kesehatan dan pengobatan yaitu suami atau istri beserta 2 (dua) orang anak. (3) Tunjangan pengobatan kesehatan dan sebagaimana

Tetap

Tetap

(3) Besarnya premi asuransi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

25

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 dimaksud pada ayat (1) diberikan dalam bentuk pembayaran premi asuransi kesehatan kepada Lembaga Asuransi Kesehatan yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 termasuk biaya general check-up 1 (satu) kali dalam setahun bagi pimpinan dan anggota DPRD.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

(4) Pembayaran premi asuransi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibebankan pada APBD. Pasal 17 (1) Pimpinan DPRD disediakan masing-masing 1 (satu) rumah jabatan beserta perlengkapannya dan 1 (satu) unit kendaraan dinas jabatan. (2) Belanja pemeliharaan rumah jabatan beserta perlengkapannya dan kendaraan dinas jabatan dibebankan pada APBD. (3) Dalam hal Pimpinan DPRD berhenti atau berakhir masa baktinya, wajib mengembalikan rumah jabatan beserta perlengkapannya dan kendaraan dinas dalam keadaan baik kepada Pemerintah Daerah paling lambat 1(satu) bulan sejak tanggal pemberhentian. Pasal 18 (1) Anggota DPRD dapat disediakan masing-masing 1 (satu) rumah tetap Tetap

tetap

Tetap

tetap Tetap

tetap Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

tetap

tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

26

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 dinas beserta perlengkapannya. (2) Belanja pemeliharaan rumah divas dan perlengkapannya dibebankan pada APBD.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap

Tetap

Tetap

(3) Dalam

hal Anggota DPRD diberhentikan atau berakhir masa baktinya, wajib mengembalikan rumah dinas beserta perlengkapannya dalam keadaan baik kepada Pemerintah Daerah paling lambat 1 (satu) bulan sejak tanggal pemberhentian. Pasal 19

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Rumah jabatan Pimpinan DPRD, rumah dinas Anggota DPRD beserta perlengkapannya dan kendaraan dinas jabatan Pimpinan DPRD tidak dapat disewabelikan atau digunausahakan atau dipindahtangankan atau diubah struktur bangunan dan status hukumnya. Pasal 20 (1) Dalam hal Pemerintah Daerah belum dapat menyediakan rumah jabatan pimpinan atau rumah dinas Anggota DPRD, kepada yang bersangkutan diberikan tunjangan perumahan.

Pasal 20 (1) Dalam hal Pemerintah Daerah belum dapat menyediakan rumah Jabatan Pimpinan atau rumah dinas Anggota DPRD, kepada yang bersangkutan diberikan tunjangan perumahan;

Tetap Tetap

Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

27

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 (2) Tunjangan perumahan sebagaimana diinaksud pada ayat (1) berupa uang sewa rumah yang besarnya disesuaikan dengan standar harga setempat yang berlaku yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 (2) Tunjangan perumahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diberikan dalam bentuk uang dan dibayarkan setiap bulan terhitung mulai tanggal pengucapan sumpah/janji.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap

(3) Pemberian tunjangan perumahan sebagaimana dimaksud ayat (2) harus memperhatikan asas kepatutan, kewajaran dan rasionalitas serta standar harga setempat yang berlaku. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai besarnya tunjangan perumahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah. Pasal 21 (1) Pimpinan dan Anggota disediakan pakaian dinas. DPRD Tetap Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

(2) Standar satuan harga dan kualitas bahan pakaian dinas ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

Tetap

Tetap

Tetap

Bagian Kedua A Uang Duka dan Bantuan Pengurusan Jenazah

Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

28

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Pasal 22 (1) Dalam hal Pimpinan atau Anggota DPRD meninggal dunia, kepada ahli waris diberikan:

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Pasal 22 (1) Dalam hal Pimpinan atau Anggota DPRD meninggal dunia tidak dalam menjalankan tugas, kepada ahli waris diberikan uang duka sebsar 2(dua) kali uang representasi. (2) Dalam hal Pimpinan atau Anggota DPRD meninggal dunia dalam menjalankan tugas, kepada ahli waris diberikan uang duka sebesar 6 (enam) kali uang representasi.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap Tetap

(2) Uang duka wafat sebesar 2 (dua) kali uang representasi atau apabila meninggal dunia dalam menjulankan tugas diberikan uang duka tewas sebesar 6 (enam) kali uang representasi;

Tetap

Tetap

(3) Selain uang duka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), kepada ahli waris diberikan bantuan pengurusan jenazah. Bagian Ketiga Uang Jasa Pengabdian Pasal 23 (1) Pimpinan atau Anggota DPRD yang meninggal dunia atau mengakhiri masa baktinya diberikan uarig jasa pengabdian. (2) Besarnya uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud pada ayat l (1) disesuaikan dengan masa bakti Pimpinan dan Anggota DPRD dengan ketentuan : Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

29

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 a. Masa bakti kurang dari 1 (satu) tahun, dihitung 1 (satu) tahun penuh dan diberikan uang jasa pengabdian 1 (satu) bulan uang representasi; b. Masa bakti sampai dengan 1 (satu) tahun, diberikan uang jasa pengabdian 1 (satu) bulan uang representasi; c. Masa bakti sampai dengan 2 (dua) tahun, diberikan uang jasa pengabdian 2 (dua) bulan uang representasi; d. Masa bakti sampai dengan 3 (tiga) tahun, diberikan uang jasa pengabdian 3 (tiga) bulan uang representasi; e. Masa bakti sampai dengan 4 (empat) tahun, diberikan uang jasa pengabdian 4 (empat) bulan uang representasi; f. Masa bakti sampai dengan 5 (lima) tahun, diberikan uang jasa pengabdian setinggitingginya 6 (enam) bulan uang representasi. (3) Dalam hal Pimpinan atau Anggota DPRD meninggal dunia, uang jasa pengabdian sebagaimana dimaksud pada

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

30

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 ayat (2) diberikan kepada ahli warisnya.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

(4) Pembayaran

uang jasa pengabdian dilakukan setelah yang bersangkutan dinyatakan diberhentikan secara hormat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tetap

Tetap

Tetap

BAB IV BELANJA PENUNJANG KEGIATAN DPRD Pasal 24 (1) Belanja Penunjang Kegiatan disediakan untuk mendukung kelancaran tugas, fungsi dan wewenang DPRD. (2) Belanja Penunjang Kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun berdasarkan Rencana Kerja yang ditetapkan Pimpinan DPRD.

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

(3) Rencana kerja DPRD dapat berupa kegiatan: a. rapat-rapat;

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

31

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 b. kunjungan kerja; c. penyiapan rancangan peraturan daerah, pengkajian dan penelaahan peraturan daerah;

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap Tetap

d. peningkatan sumber daya manusia dan profesionalisme; e. koordinasi dan konsultasi kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan.

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Pasal 24 A Selain belanja penunjang kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, kepada pimpinan DPRD disediakan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan setiap bulan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 A ayat (2). Pasal 24 B (1) Bagi daerah dengan kemampuan keuangan daerah tinggi, Belanja Penunjang Operasional Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 A disediakan paling banyak 6 (enam) kali uang representasi Ketua DPRD ditambah 4 (empat) kali jumlah

BIRO HUKUM@ACP170407

32

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 uang representasi seluruh Wakil Ketua DPRD. (2) Bagi daerah dengan kemampuan keuangan daerah sedang, Belanja Penunjang Operasional Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 A disediakan paling banyak 4 (empat) kali uang representasi uang Ketua DPRD ditambah 2 (dua seperdua) kali jumlah representasi seluruh Wakil Ketua DPRD. (3) Bagi daerah dengan kemampuan keuangan daerah rendah, Belanja Penunjang Operasional Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 A disediakan paling banyak 2 (dua) kali uang representasi Ketua DPRD ditambah 1 (satu seperdua) kali jumlah uang representasi seluruh Wakil Ketua DPRD. Pasal 24 C Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 A disediakan terhitung mulai tanggal 1 bulan berikutnya setelah Peraturan Pemerintah ini diundangkan. Pasal 24 D Penggunaan Belanja Penunjang

BIRO HUKUM@ACP170407

33

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Operasional Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 A berdasarkan pertimbangan kebijakan Pimpinan DPRD dengan memperhatikan asas manfaat dan efusiensi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Pimpinan DPRD sehari-hari dan tidak untuk keperluan pribadi.

Pasal 24 E Penganggaran dan pertanggungjawaban penggunaan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 A diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Keuangan sesuai peraturan perundangundangan di bidang keuangan negara. BAB V PENGELOLAAN KEUANGAN DPRD Pasal 25 (1) Sekretaris DPRD menyusun belanja DPRD yang terdiri atas belanja penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD, tunjangan kesejahteraan Pimpinan dan Anggota DPRD dan belanja Penunjang Kegiatan DPRD yang diformulasikan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 25

(1) Sekretaris DPRD menyusun belanja (1) Sekretaris DPRD menyusun belanja Pimpinan dan Anggota DPRD yang pimpinan dan Anggota DPRD yang terdiri atas penghasilan, penerimaan terdiri atas penghasilan, penerimaan lain, tunjangan PPh Pasal 21 dan lain, tunjangan PPh Pasal 21 dan tunjangan kesejahteraan serta tunjangan kesejahteraan serta belanja penunjang kegiatan DPRD belanja penunjang kegiatan DPRD yang diformulasikan ke dalam yang diformulasikan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Rencana Kerja dan dan Anggaran

BIRO HUKUM@ACP170407

34

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Satuan Kerja Perangkat Daerah Sekretariat DPRD. (2) Belanja penghasilan Pimpinan dan Anggota DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tersebut dalam ketentuan Pasal 10, dianggarkan dalam Pos DPRD.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) Sekretariat DPRD.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Satuan Kerja Perangkat Sekretariat DPRD. Tetap Daerah

Tetap

(2) Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10, Pasal 10A, Pasal 20, Pasal 22, dan Pasal 23 dianggarkan dalam pos DPRD.

(2a)Tunjangan perumahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tersebut dalam ketentuan dalam Pasal 20 dianggarkan dalam Pos DPRD. (3) Tunjangan kesejahteraan Pimpinan dan Anggota DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tersebut dalam ketentuan Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, dan Pasal 23 serta Belanja Penunjang Kegiatan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2), dianggarkan dalam Pos Sekretariat DPRD yang diuraikan ke dalam jenis, belanja sebagai berikut : a. Belanja Pegawai; b. Belanja Barang dan Jasa; c. Belanja Perjalanan Dinas; d. Belanja Pemeliharaan;

Dihapus

(3) Tunjangan kesejahteraan Pimpinan (3) Tunjangan Kesejahteraan Pimpinan dan Anggota DPRD sebagaimana dan Anggota DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, Pasal 17, dimaksud pada ayat (1) tersebut Pasal 18, dan Pasal 21, serta Belanja dalam ketentuan Pasal 16, Pasal 17, Penunjang Kegiatan DPRD Pasal 18, Pasal 21, Pasal 22, dan sebagaimana dimaksud dalam Pasal Pasal 23 serta Belanja Penunjang 24 ayat (2), dianggarkan dalam pos Kegiatan DPRD sebagaimana Sekretariat DPRD yang diuraikan ke dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2), dalam jenis belanja sebagai berikut: dianggarkan dalam Pos Sekretariat DPRD yang diuraikan ke dalam jenis belanja sebagai berikut:

Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap

a. Belanja Pegawai; b. Belanja Barang dan Jasa; dihapus dihapus

Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

35

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 e. Belanja Modal.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 c. Belanja Modal.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap (3a) Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 A dianggarkan dalam Pos Sekretariat DPRD

(4) Pengelolaan belanja DPRD dilaksanakan oleh sekretaris DPRD dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tetap

(4) Sekretaris DPRD mengelola belanja DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Sekretaris DPRD mengelola belanja DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan di bidang pengelolaan keuangan negara. Tetap Tetap

Pasal 26 Penganggaran atau tindakan yang berakibat pengeluaran atas beban belanja DPRD untuk tujuan lain di luar ketentuan yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah ini, dinyatakan melanggar hukum. Pasal 27 (1) Anggaran belanja DPRD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari APBD.

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

(2) Penyusunan, pelaksanaan tata usaha


dan pertanggungjawaban belanja DPRD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disamakan dengan belanja satuan kerja perangkat daerah lainnya.

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

36

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 28

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Tetap Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap Tetap Tetap

(1) Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi ditetapkan dengan Peraturan Daerah Provinsi.

Tetap

Tetap

Tetap

(2) Kedudukan

Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota. Pasal 29

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

(1) Peraturan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 dapat dibatalkan apabila bertentangan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini. (2) Pembatalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), untuk peraturan Daerah Provinsi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri dan Peraturan Daerah Kabupaten/Kota d1lakukan oleh Gubernur.

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

37

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Pasal 29 A (1) Pimpinan dan Anggota DPRD yang telah menerima Tunjangan Komunikasi Intensif dan Pimpinan DPRD yang telah menerima Dana Operasional sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah Nomor 37 Tahun 2006 harus menyetorkan kembali ke Kas Umum Daerah paling lambat 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya masa bakti sebagai anggota DPRD periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2009. (2) Pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan cara sekaligus atau mengangsur setiap bulan. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai Pengembalian Tunjangan Komunikasi Intensif dan Dana Operasional sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.

BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 30

Tetap Tetap Teta

Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

38

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Semua peraturan yang berkaitan dengan kcdudukan protokoler dan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD yang telah ditetapkan, disesuaikan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 31 Dalam hal terjadi permasalahan pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini, penyelesaiannya difasilitasi oleh Menteri Dalam Negeri bagi Provinsi dan Gubernur selaku Wakil Pemerintah bagi Kabupaten/Kota. Pasal 32 Pada saat ditetapkan Peraturan Pemerintah ini, Peraturan Pemerintah Nomor 110 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan DPRD dinyatakan tidak berlaku. Pasal 33 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatamya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

tetap

tetap

tetap

Tetap Tetap Tetap tetap

Tetap Tetap Tetap tetap

Tetap Tetap Tetap tetap

Tetap tetap

Tetap tetap

Tetap tetap

Tetap tetap

Tetap tetap

Tetap tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

39

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2004 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. MEGAWATI SOEKARNOPUTRI

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 12 Oktober 2005 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 12 Oktober 2005 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd HAMID AWALUDIN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2005 NOMOR 94 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT NEGARA RI

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 14 Nopember 2006 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Ttd DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 14 Nopember 2006 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, Ttd HAMID AWALUDIN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2006 NOMOR 90 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT NEGARA RI

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 16 Maret 2007 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 16 Maret 2007 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA AD INTERIM, ttd YUSRIL IHZA MAHENDRA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR 47 Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT NEGARA RI Kepala Biro Peraturan Perundangundangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat, Wisnu Setiawan PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN

diundangkan di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2004 MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA, ttd. BAMBANG KESOWO

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2004 NOMOR 90. Salinan sesuai dengan aslinya deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan perundang-undangan, Lambook V. Nahattands

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG KEDUDUKAN PROTOKOLER

BIRO HUKUM@ACP170407

40

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 KEDUDUKAN PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 PROTOKOLER DAN KEUANGAN PIMPINAN DAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH I. UMUM Peraturan Pemerintah ini dimaksudkan untuk mengubah beberapa ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana telah diubah dua kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2006. Perubahan tersebut dalam rangka mendorong peningkatan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan meniciptakan kondisi sosial ekonomi negara yang baik dan seimbang. Selain penerimaan penghasilan yang selama ini diterima oleh pimpinan dan Anggota DPRD, dalam Peraturan Pemerintah ini menetapkan pemberian Tunjangan Komunikasi Intensif setiap bulan yang digunakan untuk kepentingan menampung dan menjaring aspirasi masyarakat. Khusus kepada pimpinan DPRD, secara kolektif disediakan Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD. Pemberian Tunjangan Komunikasi Intensif bagi pimpinan dan Anggota DPRD serta Belanja Penunjang Operasional Pimpinan DPRD

I. UMUM Undang-undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, telah menegaskan bahwa DPRD merupakan Lembaga Pemerintahan Daerah sebagai wahana demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sebagai Lembaga Pemerintahan Daerah, DPRD mempunyai kedudukan setara dan memiliki hubungan kerja bersifat kemitraan dengan Pemerintah Daerah. Kedudukan yang setara bermakna bahwa antara DPRD dan Pemerintali Daerah memiliki kedudukan yang sama dan sejajar dalam arti tidak saling membawahi. Hubungan bersifat kemitraan berarti DPRD merupakan mitra kerja Pemerintah Daerah dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Berdasarkan hal tersebut antar kedua lembaga wajib memelihara dan membangun hubungan kerja yang harmonis dan satu sama lain harus saling mendukung, bukan sebagai lawan atau pesaing. Untuk terjalinnya hubungan kerja yang harmonis dan saling

I. UMUM Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Kedudukan Protokoler Dan Keuangan Pimpinan Dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai pelaksanaan Pasal 101 ayat (3) UndangUndang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan penafsiran pasal-pasal dan penjelasan pasal tertentu. Selain hal tersebut, dengan berlakunya UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah maka pengaturan mengenai Badan Kehormatan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah perlu disesuaikan dengan undang-undang tersebut. Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selain dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun

I. UMUM Peraturan Pemerintah ini dimaksudkan untuk mengubah beberapa ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005. Perubahan tersebut dalam rangka mendorong peningkatan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan untuk penyesuaian penganggarannya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dalam rangka mendorong peningkatan kinerja DPRD tersebut, maka selain penerimaan penghasilan yang selama ini diterima oleh Pimpinan dan Anggota DPRD, Peraturan Pemerintah ini menetapkan pemberian tunjangan komunikasi intensif setiap bulan yang digunakan untuk kegiatan menampung dan menjaring aspirasi masyarakat. Khusus kepada Pimpinan DPRD diberikan dana operasional setiap bulan guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Pimpinan DPRD yang

BIRO HUKUM@ACP170407

41

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 mendukung, diperlukan adanya pengaturan tentang hak-hak protokoler dan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD. Hal tersebut bertujuan agar masing-masing memperoleh hak dan melaksanakan kewajiban meningkatkan peran dan tanggung jawab mengembangkan kehidupan demokrasi, menjamin keterwakilan rakyat dan daerah dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya, mengembangkan hubungan dan mekanisme checks and balances antara lembaga legislatif dan eksekutif, meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kinerja demi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Pengaturan tentang kedudukan protokoler Pimpinan dan Anggota DPRD merupakan pedoman pelaksanaan acara kenegaraan atau acara resmi Pemerintah yang diselenggarakan di Daerah sehubungan dengan jabatannya sebagai Pimpinan dan Anggota DPRD. Pengaturan dimaksud melipilti pengaturan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan. Pengaturan mengenai hak-hak keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD merupakan pedoman dalam rangka penyediaan atau pemberian penghasilan tetap dan tunjangan kesejahteraan serta belanja penunjang kegiatan untuk mendukung kelancaran tugas dan fungsi DPRD melalui APBD berdasarkan asas efisiensi, efektivitas, transparansi, dan bertanggungjawab dengan tujuan agar

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 2004 tentang Pemerintahan Daerah juga sekaligus untuk lebih menjamin kepastian dan ketertiban hukum, memberikan rasa keadilan, menghilangkan berbagai penafsiran yang timbul, juga untuk menunjang kelancaran pelaksanaan tugas, fungsi dan wewenang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 besarnya disesuaikan dengan beban tugas dan kemampuan keuangan daerah. Pemberian tunjangan komunikasi intensif bagi Pimpinan dan Anggota DPRD serta dana operasional bagi Pimpinan DPRD mempertimbangkan prinsip kesetaraan dan berjenjang. Prinsip kesetaraan dicerminkan dari adanya kesetaraan antara Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dengan Pimpinan DPRD memperoleh dana operasional. Sejalan dengan itu penggunaan dana operasional yang diterima oleh Pimpinan DPRD dimaksud tetap memperhatikan asas manfaat dan efisiensi dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas Pimpinan DPRD. Prinsip berjenjang tercermin dari perbandingan besarnya tunjangan komunikasi intensif dari yang diterima oleh Pimpinan dan Anggota DPRD yang tidak lebih besar dari yang diterima oleh Pimpinan dan Anggota DPR RI. Demikian pula besaran dana operasional yang diterima oleh Pimpinan DPRD Provinsi tidak lebih besar dari yang diterima oleh Pimpinan DPR RI. Besarnya tunjangan komunikasi intensif Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi dan Dana Operasional Pimpinan DPRD Provinsi tidak lebih besar dari yang diterima oleh Pimpinan dan Anggota DPR RI. Besarnya tunjangan komunikasi intensif Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten/Kota dan Dana Operasional Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota tidak lebih besar dari yang diterima oleh

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah yang dikelompokkan dalam 3 (tiga) kelompok, yakni daerah dengan kemampuan keuangan daerah tinggi, sedang dan rendah. Selain itu penyediaan belanja penunjang operasional pimpinan DPRD mempertimbangakan prinsip kesetaraan. Prinsip kesetaraan dicerminkan dari adanya kesetaraan antara kepala daerah/wakil kepala daerah dengan pimpinan DPRD didasarkan atas pertimbangan pimpinan DPRD dengan memperhatikan asas manfaat dan efisiensi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pimpinan DPRD sehari-hari dan tidak untuk keprluan pribadi.

BIRO HUKUM@ACP170407

42

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 lembaga tersebut dapat meningkatkan kinerjanya sesuai dengan Rencana Kerja yang ditetapkan oleh Pimpinan DPRD. Kondisi geografis, ekonomi, sosial budaya, jumlah penduduk, luas wilayah, dan kompleksitas permasalahan yang dihadapi masyarakat merupakan faktorfaktor yang mempengaruhi perbedaan besarnya beban tugas dan tanggungjawab yang harus dipikul oleh Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah antara suatu Daerah dengan Daerah lainnya. Di sisi lain, untuk penyediaan belanja dalam rangka mengemban tugas fungsi dan tanggung jawab DPRD suatu Daerah dibatasi oleh kemampuan keuangannya. Berdasarkan kondisi dan keterbatasan kemampuan keuangan Daerah tersebut di atas dan guna menghindari perbedaan yang mencolok dalam penyediaan belanja DPRD demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka pengaturan mengenai kedudukan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD menganut prinsipprinsip sebagai berikut : Pertama, prinsip kesetaraan yaitu sesama pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota memperoleh penghasilan tetap yang sama. Prinsip ini antara lain tercermin dari formulasi penentuan besaran Uang Representasi Ketua DPRD yang dipetarakan dengan Gaji Kepala Daerah sebagai wujud kesetaraan dan kemitraan antara Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah dengan Pemerintah Daerah. Oleh

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi. Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 juga diperlukan karena adanya penyesuaian penghasilan dan penerimaan Pimpinan dan Anggota DPRD dengan perubahan struktur jenis belanja APBD sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

BIRO HUKUM@ACP170407

43

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 karena itu, besarnya uang representasi yang diterima oleh Ketua DPRD selaku pimpinan lembaga legislatif sama dengan besarnya gaji Gubernur atau Bupati/Walikota selaku pimpinan lembaga eksekutif di Daerah. Kedua, prinsip berjenjang yaitu pemberian penghasilan tetap Pimpinan dan Anggota DPRD harus mempertimbangkan asas keadilan dan kepatutan dihubungkan dengan tingkat kedudukan antar Lembaga Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dengan Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah. Selain itu, beban tugas dan kewenangan antara Pimpinan dan Anggota DPRD juga merupakan unsur yang dipertimbangkan. Tcrkait dengan tingkat kelembagaan, dihindari adanya pemberian penghasilan tetap Pimpinan dan Anggota bPRD Kabupaten/Kota lebih tinggi dari pimpinan dan anggota DPRD Provinsi. Demikian halnya, pemberian penghasilan tetap Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi tidak boleh lebih tinggi dari yang diterima oleh pimpinan dan anggota DPR-RI. Dikaitkan dengan beban tugas dan kewenangan, harus dihindari adanya pemberian penghasilan tetap Anggota DPRD lebili tinggi dari Wakil Ketua DPRD penghasilan tetap Wakil Ketua DPRD lebih tinggi dari Ketua DPRD. Ketiga, prinsip proporsional yaitu penyediaan belanja penunjang kegiatan DPRD harus mempertimbangkan asas kepatutan, kewajaran dan rasional antara

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

BIRO HUKUM@ACP170407

44

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 dana yang disediakan untuk Sekretariat DPRD guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPRD dalam rangka meningkatkan kualitas, produktivitas, dan kinerjanya dibandi ngkan dengan konlpleksitas permasalahan yang dihadapi dan harus dipecahkan serta kemampuan keuangan masing-masing Atas dasar prinsip-prinsip tcrsebut di atas, maka pengaturan tenting kedudukan keuangan Pimpinan dan anggota DPRD sdain memberikan arahan yang sama terhadap hak-hak keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD, juga memberi keleluasaan kepada Daerah untuk mengatur belanja penunjang kegiatan DPRD sesuai dengan ketentuan peraturan penunjang-undani,an sehubungan dengan adanya keanekaragaman kondisi dan permasalahan di Daerah. Pimpinan dan Anggota DPRD setelah mengakh:ri masa baktinya tidak diberikan hak pensiun sebagaimana layaknya pejabat peme.intah. Sehubungan dengan hal tersebut sebagai imbalan atas jasa selama mengabdi sampai dengan diberhentikan dengan hormat, kepada yang bersangkutan patut diberikan uang jasa pengabdian. Dalam kaitan itu diperlukan adanya pengaturan mengenai pemberian uang jasa pengabdian bagi Pimpinan dan Anggota DPRD yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik. Namun bagi mereka yang diberhentikan akibat dinyatakan melanggar

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

BIRO HUKUM@ACP170407

45

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 sumpah/janji, kode etik DPRD dan atau tidak melaksanakan kewajiban sebagai anggota DPRD atau dinyatakan melakukan tindak pidana sesuai dengan keputusan tetap dari pengadilan, tidak diberikan uang jasa pengabdian. Anggaran belanja DPRD merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari APBD. Berhubung DPRD bukan merupakan Perangkat Daerah, maka Sekretaris DPRD bertugas menyusun belanja DPRD yang terdiri dari Belanja Pimpinan dan Anggota DPRD yang diformulasikan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Sekretariat DPRD serta melaksanakan pengelolaan keuangan DPRD. Dengan demikian, penyusunan, pembahasan usulan, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawabannya diperlakukan sama dengan belanja perangkat Daerah lainnya. Penganggaran dan tindakan pengeluaran alas beban belanja DPRD untuk tujuan lain di luar ketentuan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini, dapat dinyatakan melanggar hukum. Sebagai pedoman yang mengatur mengenai hak protokoler dan keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD maka Pemerintah Daerah supaya segera melakukan penyesuaian terhadap semua kebijakan Daerah dengan ketentuan-ketentuan dalam Peraturan Pemerintah ini ke dalam Peraturan Daerah. Perumusan Peraturan Daerah dimaksud supaya mengindahkan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

BIRO HUKUM@ACP170407

46

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 prinsip dasar yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan yaitu tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan daerah lainnya dan/atau perundang-undangan yang lebih tinggi. II. PASAL DEMI PASAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap Pasal I Pasal I Pasal 1 Cukup jelas Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Angka 1

Tetap Pasal I Angka 1

tetap

Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Acara Resmi di Daerah adalah acara yang diselenggarakan di Ibukota Provinsi, Ibukota Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa. Huruf b Cukup jelas.

Cukup jelas Angka 2 Cukup jelas Tetap Tetap Tetap Tetap

Cukup jelas Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Huruf c

tetap

Tetap

tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

47

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Cukup jelas Ketentuan ini hanya berlaku apabila pelantikan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah berlangsung di Gedung DPRD. Pasal 8 Cukup jelas. Pasal 9 Cukup jelas Pasal 10 Cukup jelas

tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 10

Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 10 A Cukup jelas Tetap Tetap tetap Tetap Tetap tetap

Cukup jelas Pasal 10A Cukup jelas

Pasal 11 Cukup jelas

Tetap Tetap

Pasal 11 Cukup jelas Pasal 11A Cukup jelas

Pasal 12 Cukup jelas

Tetap Tetap

Tetap tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

48

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Pasal 13 Cukup jelas

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Pasal 14 Ayat (1) Yang dimaksud dengan alat kelengkapan lainnya seperti Panitia Legislasi Ayat (2) Cukup jelas

Pasal 14 Cukup jelas. Tetap

Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Pasal 14A

Tetap Tetap

Tetap Tetap Pasal 14 A Cukup jelas Angka 4 Cukup jelas Tetap Tetap tetap

Cukup jelas Pasal 14B Cukup jelas Pasal 14C Ayat (1) Mempertimbangkan beban tugas antara lain dikaitkan dengan jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kabupaten/kota di provinsi, jumlah kecamatan dan desa di kabupaten/kota dan tingkat kesulitan jangkauan pelayanan. Kemampuan

BIRO HUKUM@ACP170407

49

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 keuangan daerah antara lain dikaitkan dengan ketersediaan keuangan daerah setelah seluruh pendapatan daerah dianggarkan untuk mendanai urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dan kewajibankewajiban lainnya yang mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan seperti pembayaran cicilan dan pokok utang pinjaman daerah dan/atau pelunasan kewajiban pemerintah daerah kepada pihak ketiga. Ayat (2) Pasal 14D Cukup jelas

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Tetap Pasal 14 B Cukup jelas Pasal 15 Cukup jelas Tetap Tetap tetap

Pasal 15 Cukup jelas Pasal 16 Ayat (1) Tunjangan pemeliharaan kesehatan dan pengobatan sama dengan ketentuan yang berlaku pada Pegawai Negeri Sipil Golongan IV. Pasal 16 Ayat (1)

Tetap Tetap

Pasal 15 Cukup jelas Tetap Tetap tetap

Yang dimaksud dengan pemeliharaan kesehatan adalah upaya kesehatan yang meliputi peningkatan, penyembuhan, dan pemulihan kesehatan. Besarnya premi asuransi bagi Pimpinan dan Anggota DPRD paling tinggi sama dengan besarnya premi asuransi Kepala Daerah yang bersangkutan.

BIRO HUKUM@ACP170407

50

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Ayat (2) Cukup jelas

Ayat (2) Yang dimaksud dengan suami atau istri adalah 1 (satu) orang suami atau 1 (satu) orang istri. Yang dimaksud dengan anak adalah anak kandung atau anak angkat. Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Cukup jelas

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Ayat (3) Cukup jelas

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Pasal 17 Ayat (1) Penyediaan rumah jabatan, perlengkapan dan kendaraan dinas jabatan Pimpinan DPRD berpedoman pada standar yang ditetapkan dengan keputusan Kepala Daerah. Pada saat penverahan pemakaian rumah jabatan beserta perlengkapan serta 1 (satu) kendaraan dinas jabatan, dituangkan dalam ikatan perjanjian antara Pemerintah Daerah dengan Pimpinan DPRD. Ayat (2)

Tetap

Tetap

Tetap

Cukup jelas

Tetap

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

51

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Ayat (3) Cukup jelas Pasal 18 Ayat (1) Penyediaan rumah dinas anggota DPRD beserta perlengkapannya berpedoman pada standar yang ditetapkan dengan keputusan Kepala Daerah. Penyerahan pemakaian rumah dinas beserta perlengkapannya, dituangkan perjanjian antara pemerintah Daerah dengan yang dalam ikatan bersangkutan.

Tetap Tetap Tetap Tetap tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Pasal 19 Cukup jelas Pasal 20 Cukup jelas Pasal 21

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Pasal 21

BIRO HUKUM@ACP170407

52

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Ayat (1) Pakaian Dinas beserta atributnya terdiri atas:

Ayat (1) Pakaian Dinas beserta atributnya terdiri atas :

Tetap Tetap

Tetap Tetap

a. Pakaian Sipil Harian disediakan 2 a. Pakaian Sipil Harian disediakan 2 (dua) pasang dalam satu tahun; (dua) pasang dalam 1 (satu) tahun;

Tetap

Tetap

b. Pakaian Sipil Resmi disediakan 1 b. Pakaian Sipil Resmi disediakan 1 (satu) pasang dalam satu tahun; dan (satu) pasang dalam 1 (satu) tahun; c. Pakaian Sipil Lengkap disediakan 1 c. Pakaian Sipil Lengkap disediakan 1 (satu) pasang dalam lima tahun. Ayat (satu) pasang dalam 5 (lima) tahun; (2) Penetapan standar satuan harga dan kualitas bahan pakaian dinas mempertimbangkan prinsip penghematan, kepatutan, dan kewajaran. d. Pakaian Dinas Harian lengan panjang 1 (satu) pasang dalam 1 (satu) tahun. Ayat (2) Penetapan standar satuan harga dan kualitas bahan pakaian dinas mempertimbangkan prinsip penghematan, kepatutan, dan kewajaran. Pasal 22 Huruf a Tetap Tetap Pasal 22

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Tetap Tetap

Uang duka wafat dan bantuan pengurusan jenazah dibebankan dalam APBD dan diberikan kepada ahli waris

BIRO HUKUM@ACP170407

53

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 pada saat Pimpinan atau Anggota DPRD meninggal dunia.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Cukup jelas Huruf b Biaya pengurusan jenazah adalah biaya yang dibehankan dalam APBD sejak dari rumah duka atau tempat tugas sampai ke tempat pemakaman.

Tetap Tetap Tetap

Tetap
Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap

Pasal 23 Ayat (1) Cukup jelas Ayat (2) Cukup jelas Ayat (3) Cukup jelas Ayat (4) Uang jasa pengabdian tidak diuraikan kepada Pimpinan dan Anggota DPRD yang diberhentikan dengan tidak hormat. Pasal 24 Cukup jelas Pasal 24

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap

tetap Cukup jelas Tetap

Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

54

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

Pasal 24 B Cukup jelas Pasal 24 C Cukup jelas Pasal 24 D Cukup jelas Pasal 24 E Cukup jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup jelas Pasal 25 Ayat (1) Cukup jelas Pasal 25 Ayat (1) Yang dimaksud dengan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi program dan kegiatan SKPD serta anggaran yang diperlukan untuk melaksanakannya. Ayat (2) Cukup jelas Tetap Pasal 25 Cukup jelas Tetap

Ayat (2) Cukup jelas

Ayat (2) Cukup jelas Ayat (2a)

Tetap Tetap Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

55

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Cukup jelas

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Tetap Ayat (3) Yang dimaksud dengan diuraikan ke dalam jenis belanja adalah sebagai berikut: a. Belanja pegawai antara lain untuk kebutuhan belanja Gaji dan Tunjangan PNS Sekretariat DPRD sesuai dengan pangkat/golongan dan jabatan serta penghasilan lainnya yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan perundangundangan. b. Belanja barang dan jasa yaitu untuk pembelian/pengadaan barang yang masa manfaatnya paling lama 12 (dua belas) bulan dan pemakaian jasa dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, mencakup barang pakai habis, bahan/material, jasa kantor, pembayaran premi asuransi kesehatan dan general check-up, makanan dan minuman, pakaian dinas dan atributnya serta perjalanan dinas. Belanja perjalanan dinas yaitu belanja perjalanan Pimpinan dan Anggota DPRD dalam rangka melaksanakan tugasnya atas nama lembaga perwakilan rakyat daerah besarnya disesuaikan dengan standar perjalanan dinas Pegawai Negeri

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap Tetap Tetap

Ayat (3) Yang dimaksud dengan diuraikan ke dalam jenis belanja adalah sebagai berikut: a. Belanja pegawai antara lain untuk kebutuhan belanja Gaji dan Tunjangan Pegawai Sekretariat DPRD scsuai dengan golongan jabatan.

Ayat (3) Yang dimaksud dengan diuraikan ke dalam jenis belanja adalah sebagai berikut : a. belanja pegawai antara lain untuk kebutuhan belanja Gaji dan Tunjangan Pegawai Sekretariat DPRD sesuai dengan golongan jabatan.

Tetap

b. Belanja barang dan jasa yaitu untuk kebutuhan helanja barang dan jasa habis pakai, seperti alat tulis kantor, pakaian dinas Pimpinan dan Anggota DPRD dan Pegawai Sekretariat DPRD, sewa rumah, premi asuransi kesehatan, konsumsi rapat daerah, belanja listrik, telepon, air, gas, dan ongkos kantor lainnya.

b. Belanja barang dan jasa yaitu untuk kebutuhan belanja barang dan jasa habis pakai, seperti alat tulis kantor, Pakaian Dinas Pimpinan dan Anggota DPRD dan Pegawai Sekretariat DPRD, premi asuransi kesehatan, konsumsi rapat daerah, belanja listrik, telepon, air, gas dan ongkos kantor lainnya.

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

56

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Sipil Tingkat A yang ditetapkan oleh Kepada Daerah.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007

c.

Belanja perjalanan dinas yaitu belanja perjalanan Pimpinan dan Anggota DPRD dalam rangka melaksanakan tugasnya atas nama lembaga perwakilan rakyat daerah baik di dalam Daerah maupun keluar Daerah yang besarnya disesuaikan dengan standar perjalanan dinas Pegawai Negeri Sipil Tingkat A yang ditetapkan oleh Kepala Daerah.

c.

Belanja perjalanan dinas yaitu belanja perjalanan Pimpinan dan Anggota DPRD dalam rangka melaksanakan tugasnya atas nama lembaga perwakilan rakyat daerah baik di dalam daerah maupun keluar daerah yang besarnya disesuaikan dengan standar perjalanan dinas Pegawai Negeri Sipil tingkat A yang ditetapkan oleh Kepala daerah.

Tetap

d. Belanja pemeliharaan antara lain pemeliharaan sarana dan prasarana gedung kantor DPRD dan Sekretariat DPRD, rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD dan Kendaraan Dinas Pimpinan DPRD. e. Belanja modal antara lain untuk kebutuhan pengangsuran/perluasan /penambahan Gedung Kantor/ Rumah Jabatan/ Rumah Dinas, pengadaan perlengkapan/peralatan rumah jabatan pimpinan DPRD dan/atau rumah dinas anggota DPRD, perlengkapan/peralatan kantor, pengadaan kendaraan dinas pimpinan DPRD, yang sifatnya menambah nilai kekayaan daerah.

d. Belanja pemeliharaan antara lain pemeliharaan sarana dan prasarana gedung kantor DPRD dan Sekretariat DPRD, rumah jabatan Pimpinan dan rumah dinas Anggota DPRD dan Kendaraan Dinas Pimpinan DPRD. e. Belanja modal antara lain untuk kebutuhan pembangunan/perluasan /penambahan gedung kantor / rumah jabatan / rumah dinas, pengadaan perlengkapan/peralatan rumah jabatan Pimpinan DPRD dan / atau rumah dinas anggota DPRD, perlengkapan / peralatan kantor, pengadaan kendaraan dinas pimpinan DPRD yang sifatnya menambah nilai kekayaan daerah. c. Belanja modal merupakan pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembelian/ pengadaan atau pembangunan sarana dan prasarana untuk menunjang kelancaran tugas dan fungsi DPRD yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan, seperti: tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan dan aset tetap lainnya.

Tetap

Tetap

BIRO HUKUM@ACP170407

57

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 Ayat (4) Cukup jelas Pasal 26 Cukup jelas Pasal 27 Cukup jelas

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2005 Ayat (4) Cukup jelas. Tetap Tetap Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2006 Ayat (4) Cukup jelas Tetap Tetap Tetap Tetap

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Pasal 29 A Cukup jelas

Pasal 31 Cukup jelas Pasal 32 Cukup jelas Pasal 33 Cukup jelas TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4416

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4540

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4659

Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap Tetap TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4712

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT JENDERAL BIRO HUKUM

BIRO HUKUM@ACP170407

58