Anda di halaman 1dari 3

TUGAS STRUKTUR PERKEMBANGAN TUMBUHAN 3. Bagaimana dan kapankah jaringan pembuluh sekunder terbentuk?

Jawab: Sebagian besar tumbuhan berpembuluh mengalami pertumbuhan sekunder, yang meningkatkan diameter dan panjangnya. Pertumbuhan sekunder diakibatkan oleh aktivitas meristem lateral yang menambahkan ukuran diameter dengan menghasilkan jaringan pembuluh sekunder dan periderm. Tubuh sekunder tumbuhan (secondary plant body) terdiri dari jaringan yang diproduksi selama pertumbuhan sekunder diameter. Dua meristem lateral yang berfungsi dalam pertumbuhan sekunder yaitu: kambium pembuluhvascular cambium), yang menghasilkan xilem sekunder (kayu) dan floem, dan kambium gabus (cork cambium), yang menghasilkan suatu penutup keras dan tebal yang menggantikan epidermis pada batang dan akar. Pertumbuhan sekunder terjadi pada semua gymnospermae. Pada angiospermae, pertumbuhan sekunder bertahan di sebagian besar spesies dikotil tetapi jarang pada spesies monokotil. kambium pembuluh adalah suatu silinder yang tersusun dari sel-sel meristematik yang membentuk jaringan pembuluh sekunder. Akumulasi jaringan pembuluh sekunder ini selama bertahun-tahun, bertanggung jawab atas sebagian besar pertambahan diameter tumbuhan berkayu.Kambium pembuluh menghasilkan xilem sekunder ke arah dalam dan floem sekunder ke arah luar. Sejalan dengan waktu, diameter pohon bertambah besar seiring dengan meningkatnya diameter silinder kambium pembuluh, yang membentuk lapisan jaringan sekunder secara suksesif, dengan diameter yang lebih besar dibandingkan dengan diameter sebelumnya. Penting sekali kita memahami bahwa pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder terajdi secara bersamaan pada bagian batang yang berbeda-beda. Pada saat meristem apikal sedang memperpanjang batang dengan cara menghasilkan jaringan primer, temasuk xylem dan floem primer dalam bentuk berkas pembuluh, pertumbuhan sekkunder mulai semakin jauh di bawah tunas. Pertambahan jaringan pembuluh sekunder menyebabkan pertumbuhan sekunder mengubah bentuk bagian yang lebih tua pada suatu batang. Setelah meristem apikal memperpanjang suatu tunas, tubuh primer tumbuhan tunas muda tersebut membuat perubahan dari pertumbuhan primer ke pertumbuhan sekunder. Hal ini disebabkan cambium pembuluh terbentuk dari sel-sel parenkima yang mampu merubah selsel itu menjadi meristematik kembali. Meritem ini terbentuk dalam suatu lapisan antara xylem primer dan floem primer dari masing-masing berkas pembuluh dan dalam lempengan jaringan dasar di antara verkas. Pita-pita meristematik di dalam berkas dan lempengan pembuluh menyatu membentuk cambium pembuluh sebagai suatu silinder kontinu yang tersusun dari sel-sel yang membelah di sekitar xylem primer dan empulur batang. Silinder

kambium vaskuler nampak seperti suatu cincin dalam sayatan melintang. Jika kita melacak disekitar cincin itu, ada daerah sel-sel cambium yang saling bergantian yang disebut inisial lempengan dan inisial fusiformis. Inisial lempengan (nay initial) adalah sel-sel cambium yang menghasilkan sel-sel sel-sel parenkima yang berbaris melingkar yang dikenal sebagai lempengan xylem dan lempengan floem. Lempengan ini memisahkan lapisan jaringan vaskuler sekunder yang berbentuk irisan. Lempengan jaringan xylem dan floem, yang sebagian besar terdiri dari parenkima, berfungsi sebagai sarana sistem transportasi radial air dan nutrisi di dalam suatu batang berkayu dan untuk menyimpan pati dan saran makanan lainnya. Sel-sel kambium di dalam berkas vaskuler adalah inisial fusiformis (fusiform initial), suatu nama yang mengacu pada bentuk sel-sel ini, yang memiliki ujung yang runcing (fusiform) dan memanjang di sepanjang sumbu batang. Inisial fusiformis menghasilkan jaringan vaskuler baru yang membentuk xilem sekunder ke arah dalam kambium vaskuler dan floem sekunder ke arah luar. Sementara pertumbuhan sekunder berjalan terus-menerus selama bertahun-tahun, lapisan demi lapisan xilem sekunder akan terakumulasi membentuk kayu. Kayu sebagian besar terdiri dari trakeid, unsur pembuluh (di angiospermae), dan serat. Sel-sel ini, mati pada kematangan fungsional dan memiliki dinding tebal berlignin yang memberikan memberikan kekerasan dan kekuatan pada kayu. Pada daerah beriklim sedang, pertumbuhan sekunder pada tumbuhan perennial berhenti setiap tahun karena cambium vaskuler mengalami dormansi selama musim dingin. Ketika pertumbuhan sekunder dimulai lagi pada musim semi, trakeid dan unsure pembuluh yang pertama kali berkembang pada umumnya memiliki diameter yang reltif besar dengan dinding yang tipis jika dibandingkan dengan xylem sekunder yang dibentuk kemudian di musim panas.Dengan demikian, dapatlah dibedakan antara kayu musim semi dengan kayu musim panas. Struktur kayu musim semi akan memaksimalkan pengiriman air ke daun-daun baru yang sedang melebar selama awal musim tumbuh. Meskipun aktivitas xylem untuk mengangkut air pada kayu musim panas tidak setinggi kayu musim semi, namun xylem lebih banyak memberikan dukungan fisik pada pohon dibandingkan dengan yang diberikan oleh floem. Lingkaran pertumbuhanan tahunan yang terlihat jelas dalam potongan melintang pada sebagian besar batang pohon di daerah beriklim sedang diproduksi oleh aktivitas tahunan cambium vaskuler, yaitu dormansi cambium, produksi kayu musim semi, dan produksi kayu musim panas. Lingkaran yang terbentuk antara pertumbuhan per tahun dan pertumbuhan tahun berikutnya umumnya sangat jelas, kadang-kadang memungkinkan kita menaksir umur sebuah pohon dengan cara menghitung lingkaran tahunan. Floem sekunder, yang berada di sebelah luar cambium vaskuler, tidak berakumulasi selebar xylem sekunder selama bertahun-tahun . Sementara diameter pohon bertambah besar, floem sekunder yang lebih tua (yang paling luar), dan

semua jaringan yang berada di luarnya, berkembang menjadi kulit, yang akhirnya mengelupas dan lepas dari batang pohon itu. 8.Bagaimana kondisi plasmodesmata selama proses perkembangan? 1. Jawab:

Plasmodesmata merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel terdekat lainnya. Diantara dinding dua sel yang berdekatan terdapat lamela tengah, tersusun atas magnesium dan kalium pekat berupa gel.Diantara dua sel bertetangga (saling menempel) terdapat pori. Melalui pori ini dua sel dihubungkan oleh benang-benang plasma yang dikenal plasmodesmata. Dalam sel-sel xilem, plasmodesmata telah lenyap pada saat penebalan dinding sekunder yang akan mulaiditetapkan.Plasmodesmata juga hilang dalam unsur-unsur floem yang berkembang.Dinding sel dibentuk oleh diktiosom. Bersama dengan vakuola, dinding sel berperan dala turgiditas sel (kekakuan sel). Ia mengakibatkan bentuk sel tetap. Sel tumbuhan memiliki vakuola yang lebih besar (dibanding sel hewan). Vakuola sel tumbuhan bersifat menetap. Sel-sel tumbuhan yang memiliki vakuola-paling-besar adalah sel-sel parenkim dan kolenkim.