Anda di halaman 1dari 5

1.

Mencari Debit Aliran (Q) Debit aliran adalah Jumlah air yang mengalir dalam suatu luasan tertentu per satuan waktu. Debit aliran (Q) dapat dihitung menggunakan metode Rasional : Q ! 0.002778 * C * I * A Keterangan : Q = debit aliran permukan (m/dt) C = Koefisien aliran permukaan/limpasan ( 0 1) I = Intensitas Hujan (mm/jam) A = Luas Das/catchment area (hektar) (Q = 0,278 * C * I * A , bila luas A dalam km)

Contoh perhitungan untuk saluran P1 Diketahui data sebagai berikut : Luas daerah aliran Panjang aliran Kemiringan rerata Waktu konsentrasi (tc) = 0.0154 km2 = 257 m = 0.00712 =

0.0195 L 0.77 * Tc = 60 S
0.77 = 0.0195 * 257 60 0.00712

= 0.5605 jam

Intensitas hujan (I) R 24 24 3 I = 24 tc 108.845 24 3 = 24 0.5605 Koefisien pengaliran (C)


2 2

= 55.5075 mm/jam

Untuk menentukan koefisien pengaliran dari tiap-tiap saluran menggunakan prosentase luas tata guna lahan yang terdapat pada tiap-tiap saluran tersebut. Untuk saluran P1 persentase luas tata guna lahan sebagai berikut : Daerah perumahan Perkerasan jalan = 0.3 = 0.7 Daerah perdagangan = 0.7

Dengan menggunakan tabel diperoleh nilai koefisian limpasan (C) yaitu : C = (35%*0.3)+(60%*0.7)+(5%*0.7) = 0.56 Debit air hujan (Q) Q = 0.2778 * C * I * A = 0.2778 * 0.56 * 55.5075 * 0.0154 = 0.1332 m3/det Untuk perhitungan saluran drainase selanjutnya dapat dilihat pada tabel.

1.1 Perhitungan Hidrolika a. Kapasitas saluran drainase yang ada Perhitungan kapasitas saluran drainase yang ada diperoleh dari hasil survey lapangan langsung dan data langsunmg mengenai bentuk profil saluran. Contoh perhitungan Kapasitas saluran untuk Saluran P1 Diketahui data sebagai berikut : Profil saluran Tinggi (h) Lebar (b) Bentuk saluran = Persegi = 0.75 m = 0.5 m = Pasangan batu

Kemiringan (S) = 0.0071174 Koefisien Manning (n) = 0.025 Luas penampang (A)

A = bxh = 0.75 * 0.5 = 0.375 m2 Keliling basah (P) P = b + 2h = (0.5 + (2*0.75)) Jari-jari hidrolis (R) R = A/P = 0.375 / 2 = 0.8175 m = 2m

Kapasitas saluran (Q) 2 1 Q = 1 *R3 *S 2 * A n 2 1 = 1 3 * 0.8175 * 0.0071174 2 * 0.375 0.025

= 0.41456 m3/det

Untuk perhitungan pada saluran selanjutnya dapat dilihat pada tabel.

Contoh perhitungan Kapasitas saluran untuk Saluran P21 Diketahui data sebagai berikut : Profil saluran Tinggi (h) Lebar (b) = Trapesium = 1.2 m = 3.2 m

Kemiringan profil (z) = 1 Kemiringan (S) = 0.0035006 Bentuk saluran = Pasangan batu Koefisien Manning (n) = 0.025 Luas penampang (A) A = (b + mh)h = (3.2 + (1*1.2))*1.2= 5.28 m2

Keliling basah (P) P = b + 2h (z2 + 1) = 3.2 + 2*1.2 (12 +1) = 6.594 m

Jari-jari hidrolis (R) R = A P 5.28 = = 0.8 6.594

Kapasitas saluran (Q) Q = 1 * R3 *S 2 * A n = 1 * 0.8 3 * 0.003506 2 * 5.28 = 22.175 m3/det 0.025


2 1 2 1

Untuk perhitungan pada saluran selanjutnya dapat dilihat pada tabel.

Diskripsi Lahan/Karakter permukaan Business Perkotaan Pinggiran Perumahan Rumah Tunggal Multiunit, terpisah Multiunit, tergabung Perkampungan Apartemen Industri Ringan Berat Perkerasan Aspal dan beton Batu bata, paving Atap Halaman Tanah Berpasir Datar 2 % Rata-rata, 2 7%

Koefisien Aliran/Limpasan ( C )

0,70 0,95 0,50 0,70

0,30 - 0,50 0,40 0,60 0,60 0,75 0,25 0,40 0,50 0,70

0,50 0,80 0,60 0,90

0,70 0,95 0,50 0,70

0,05 0,10 0,10 0,15

Curam, 7 % Halaman, Tanah berat Datar 2 % Rata-rata, 2 7% Curam, 7 % Halaman Kereta Api Taman Tempat Bermain Taman, Pekuburan Hutan Datar, 0 5% Bergelombang, 5 10%

0,15 0,20

0,13 0,17 0,18 0,22 0,25 0,35 0,10 0,35 0,20 0,35 0,10 0,25

0,10 0,40 0,25 0,50