Anda di halaman 1dari 36

Mata Kuliah : Pengembangan Sumber Daya Air Modul No.

10 : Pembangkit Listrik Tenaga Air Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa mengetahui potensi tenaga air, pengertian, energi yang dapat dibangkitkan, Bangunan utama yang diperlukan hingga dasar-dasar perencanaan potensi tenaga air untuk pembangkit listrik. Tujuan Instruksional khusus (TIK) : Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian dan tujuan dari pengembangan potensi tenaga air untuk pembangkit tenaga listrik, mulai dari perencanaan potensi tenaga air, perhitungan energi yang dapat dibangkitkan, hingga merencanakan bangunan air yang diperlukan untuk menunjang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

10
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR

10.1

PENGERTIAN UMUM Setiap kali ada peristiwa peresmian berfungsinya suatu Proyek Pusat Listrik baru teringatlah kita kepada seorang ilmuwan terkenal, Michael Faraday yang pada abad ke-19 menunjukkan bahwa bila suatu kumparan kawat penghantar diputar dalam medan magnit maka timbul arus listrik pada kumparan tersebut. Dasar prinsip ini dimanfaatkan oleh Thomas Alva Edison dalam menemukan generator listrik yang pertama dan yang kemudian berkembang menjadi dasar seluruh peralatan pembangkit listrik yang digunakan pada bermacam-macam tipe pembangkit listrik yang tersebar diseluruh dunia. Tenaga penggerak utama untuk memutar kumparan dipergunakan untuk mewarnai tipe Pusat Listrik (Power Station). PLTD (Pusat Listrik Tenaga Diesel) menggunakan tenaga diesel untuk memutar kumparan, sedang pada PLTU, tenaga uap yang menggerakkan turbin yang dikopel dengan kumparan dan dengan demikian timbul arus listrik. Pada PLTNtenaga nuclear (atom) yang dipergunakan untuk memanaskan air untuk diperoleh uapnya dan selanjutnya pada PLTA tenaga air digunakan untuk memutar turbin. Disamping itu masih ada pula yang menggunakan tenaga surya, angin ataupun tenaga panas bumi (geothermal) dan lain-lain untuk membangkitkan tenaga listrik. Pada pertengahan abad ke-19 telah dikembangkan turbin-turbin hydraulik dengan diameter relatif besar dan mempunyai kecepatan berputar yang kecil dan menggunakan tinggi jatuh air : 3 M 15 M. Diantara pertengahan dan akhir abad ke-19 dikembangkan turbin Francis yang menghasilkan daya yang lebih tinggi dan kecepatan berputar yang lebih tinggi pula. Tinggi jatuh air masih terbatas seperti sebelumnya.

10.1.1 Sejarah Singkat Tenaga Air

Pada tahun 1890 digunakan saluran-saluran transmisi untuk mengangkut tenaga listrik, yang mendorong kebutuhan dibangkitkan tenaga listrik dengan tenaga air yang lebih banyak. Pada tahun 1910 telah dibuat turbin yang menggunakan tinggi jatuh air sebesar 150 M. Macam turbin yang digunakan ialah turbin reaksi. Pada waktu itu tinggi jatuh air maksimum ialah 350 M. Turbin impuls atau turbin Pelton yang menggunakan nozle telah dikembangkan pada tahun 1890. Umumnya ini digunakan untuk tinggi terjun air yang besar, ialah untuk ketinggian lebih dari 250 M. Pada waktu perang dunia I dan sesudahnya, dengan bertambah mahalnya harga minyak bumi, dan ketidak pastian pengangkutan bahan bakar tersebut dikarenakan pemogokan-pemogokan, embargo-embargo, maka dirasakan keuntungan pemakaian tenaga air ini untuk pembangkit tenaga listrik. Kapasitas dan radius (jarak) tenaga listrik yang dapat ditransmisikan bertambah. Dengan bertambah tinggi voltase maka dimungkinkan bertambah besarnya jarak yang dapat dijangkau oleh pengangkutan tenaga listrik. Pada waktu ini telah digunakan jaringan transmisi dengan jarak radius 450 KM atau lebih. Jarak transmisi yang besar ini harus mempunyai kapasitas pengangkutan minimum 100.000 kW untuk dapat mencapai effisiensi yang tinggi. Interconnections antara sistim-sistim ketenagaan, seperti tenaga air dengan tenaga thermis, tenaga panas bumi dan tenaga nuclear, dapat menurunkan harga pembangkitan tenaga dan menambah kegunaan dan keandalannya. Mulai tahun 1980 telah mulai dikembangkan sistim interkoneksi se Jawa dengan transmisi tegangan ekstra tinggi 500 kV dan akan terus diperluas ke Madura, Bali serta Sumatera.

10.1.2 Potensi Tenaga Air di Indonesia Selama ini telah beberapa kali dilakukan studi potensi tenaga air di negara kita. Pada tahun 1968 Lembaga Masalah Ketenagaan-PLN (LMK) mencatat potensi tenaga air sebesar 27.625 Mega Watt (MW).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Pada tahun 1971 atas bantuan teknik Pemerintah Jepang (OTCA-Overseas Technical Cooperation Agency) Pemerintah Indonesia minta melakukan studi potensi hidro untuk menyempurnakan hasil LMK hasilnya menjadi 28.000 MW. Dan pada seminar Energi Nasional 1974 disajikan oleh Komite Nasional Indonesia Worl Energi Conference-KNI-WEC sebesar 31.000 MW. Pada tahun 1982 oleh PLN bersama Nippon Koei dan PT. Indra Karya studi potensi Hidro di Indonesia menghasilkan 75.091 MW. Potensi Hidro yang telah dimanfaatkan untuk pembangkit, dalam taraf

pengembangan studi potensial dan jumlah potensi tenaga air yang tersedia di Indonesia dapat dilihat pada tabel 10.2. Sedangkan Komposisi Pembangkitan yang dikelola oleh PT PLN (Persero) untuk kondisi pada akhir tahun 2004 dapat dilihat pada tabel 10.1.

Tabel : 10.1 Komposisi Pembangkitan Kapasitas Terpasang Milik PLN (PLN Statistics 2004)

Jenis Pembangkit Tenaga Air Tenaga Diesel Tenaga Gas Panas Bumi Termal Minyak/Gas

Kapasitas Terpasang 3199.44 MW 2921.43 MW 1493.57 MW 395.00 MW 13460.97 MW

Bobot 14.9 % 13.61 % 6.95 % 1.84 % 62.70 %

Jumlah :

21470.41 MW

100 %

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Tabel : 10.2 POTENSI PEMBANGKIT HIDRO DI INDONESIA

Beroperasi Kap. WILAYAH Terpas. (MW) 1 1. NAD 2. Sumatera Utara 3. Sumatera Barat 4. Riau 5. Jambi 6. Bengkulu 7. Sumatera Selatan 8. Kalimantan Barat 9. Kalimantan Selatan 10. Kalimantan Timur 11. Sulawesi Utara 12. Sulawesi Tengah 13. Sulawesi Selatan 14. Sulawesi Tenggara 15. Maluku 16. Papua 17. Bali 18. Nusa Tenggara Barat 19. Nusa Tenggara Timur 20. Jawa Timur 21. Jawa Tengah 22. Jawa Barat 4.22 59.20 255.21 114.00 374.00 230.62 90 30.30 0.20 55.02 5.68 127.71 12.20 3.00 0.52 Energi (Gwh) 2 4.39 211.10 1296.07 542.00 1661.00 1241.84 508.90 144.88 0.58 174.53 16.59 944.72 30.43 8.76 1.52

Tahap Pengembangan Kap. Terpas. (MW) 3 2303.30 1578.10 792.20 697.90 182.00 342 84 990.60 174.25 5393.64 1243.78 1040.70 932.52 382.20 515.60 2282.80 51.00 39.2 Energi (Gwh) 4 8569.94 5152.60 3379.60 2382.70 491.90 2000.50 2710.80 3331.30 387.92 17748.32 4088.99 6423.86 5176.75 1329.70 3294.50 15212.34 176.20 176.62

0.94 284.04 320.23 1950.57

2.77 1160.46 1172.65 4986.76

242.36 32.70 416.30 2101.90

813.60 150 777.80 2825.50

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Total :

3917.66

14109.95

21819.05

86601.44

Data diambil dari Hydro Power Inventory in Indonesia, Direktorat Pembangkitan dan Energi Primer PT PLN (Persero) 2005

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

10.2

PENGERTIAN DASAR TENAGA AIR Tenaga air dapat dibagi dalam 2 bentuk : Tenaga potensial yang tergantung dari letak dan elevasinya. Tenaga kinetik yang tergantung dari kecepatan geraknya.

Tenaga potensial maksimum dari air dapat diukur berdasarkan letaknya terhadap muka air laut. Laut tidak mempunyai tenaga potensial, karena air laut tidak dapat diterjunkan lagi. Tak ada permukaan air yang lebih rendah daripada muka air laut. Tentunya dapat disadari adanya tenaga dari ombak air laut, tenaga ombak ini dapat pula dimanfaatkan menjadi tenaga listrik. Tenaga air telah dipergunakan sejak dahulu kala. Roda-roda dijalankan oleh aliran sungai, dipergunakan untuk menaikkan permukaan air untuk tujuan irigasi, menjalankan kincir guna menumbuk padi dan lain-lain pemanfaatan. Penggunaan secara ini mempunyai efisiensi yang sangat rendah dan hanya menggunakan tenaga yang sangat kecil dari tenaga yang tersedia pada air. Roda-roda yang dijalankan air karena perbedaan permukaan air merupakan suatu kemajuan didalam penggunaan tenaga air. Dalam suatu scheme yang memanfaatkan tenaga air, dua besaran yang terdapat pada air yang mengalir diubah menjadi tenaga listrik. Pertama adalah jumlah air dan yang kedua adalah tinggi jatuh air tersebut. Bila debit Maka Daya : = Q m3 / detik. Hm Q x H x 1.000 Kg M.

Tinggi jatuh netto :

Kalau dijadikan dalam Tenaga Kuda (= Horse Power)


QxHx 1.000 t 75

Horse Power ........................(10.1)

Daya yang diperoleh dari turbine bila dijadikan dalam satuan kilowatt menjadi :
QxHx 1.000 x0.735 xtx g KW 75

........................(10.2) ........................(10.3)

= 9,8 QH x KW dimana : t = effisiensi turbine

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

= =

effisiensi generator effisiensi turbin dan generator secara menyeluruh.

10.2.1. Tinggi jatuh air Dalam rumus (10.1), (10.2), (10.3) : H adalah tinggi jatuh air netto (bersih) yang dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin. Dalam alirannya air kehilangan sebagian tinggi jatuhnya, berhubung dengan adanya geseran-geseran. Gambar 10.2. menunjukkan sketsa PLTA dengan tempat-tempat dimana terjadi kehilangan tinggi serta berapa tinggi yang berguna.

Tinggi jatuh air brutto (gross head) : adalah perbedaan tinggi muka air waduk/ akhir saluran pengangkut (head race)/waduk awal (fore bay) dengan tinggi muka air saluran bawah (tail race) bila air tidak mengalir.

Tinggi jatuh netto : adalah tinggi jatuh air yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan kerja pada turbin atau perbedaan jumlah tinggi jatuh air pada pemasukan (inlet) dan pengeluaran (outlet) dari turbin.

Untuk PLTA dengan saluran pengangkut/pembawa terbuka maka tinggi jatuh air netto ini adalah perbedaan permukaan air ditambah tinggi kecepatan v12/2g diujung akhir saluran (fore bay) dengan permukaan air ditambah tinggi kecepatan v22/ 2g dibelakang turbin (saluran bawah = tail race).

Untuk PLTA dengan terowongan tekan penyalur (pengangkut pembawa) tinggi jatuh air netto ini adalah perbedaan tinggi muka air ditambah tinggi kecepatan v12/2g sebelum pipa pesat dengan permukaan air ditambah tinggi kecepatan v22/2g disaluran bawah (tail race).

Untuk turbin impuls tinggi jatuh air netto ini adalah perbedaan tinggi permukaan air ditambah tinggi kecepatan ditempat air masuk pipa pesat dengan tinggi nozzle.

Jumlah tinggi jatuh air = jumlah tinggi kecepatan, tinggi potensial dan dan tinggi tekanan (total head).

Tinggi kecepatan : adalah kwadrat kecepatan rata-rata pada suatu tempat dibagi dengan 2 g (g = gaya tarik bumi = gravitasi).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Tinggi tekanan : tinggi kolom air yang dapat ditumpu oleh tekanan pada suatu tempat.

Tinggi potensial : tinggi rata-rata suatu bagian dihitung dari suatu bidang pembanding.

Tinggi maksimum : tinggi netto maksimum yang bekerja pada turbin. Tinggi dasar (rated head) : tinggi jatuh air dimana turbin menghasilkan daya dasar (rated output) pada kecepatan dasar (rated speed) dan pembukaan pintu penuh pada turbin.

10.2.2. Daya, tenaga (power) Daya pasti (firm power, primary power, tenaga utama) ialah daya didalam jangkauan kapasitas dan karakteristik pusat pembangkit listrik yang dapat disediakan sesungguhnya pada setiap waktu. Ini ditentukan oleh aliran air yang minimum, dan tergantung dari pengaturan reservoir air yang berguna dan faktor muatan dari apa yang dipergunakan. Surplus power atau secondary power atau tenaga seconder ialah tenaga yang berguna diatas (diluar) firm power (tenaga utama). Ini dibatasi oleh kapasitas dari pusat pembangkit listrik oleh tinggi terjun dan oleh air yang berguna diluar air untuk firm power. Jumlah sisa tenaga yang tertentu dapat memdekati sekali firm power yang berguna untuk jangka waktu yang panjang, sebaliknya ada jumlah yang hanya berguna untuk jangka waktu yang pendek

Dump power ialah tenaga surplus yang dijual tanpa garansi apa-apa dan tidak menjamin kontinuitas pelayanan, artinya hanya dilaksanakan kalau dapat menghasilkan tenaga saja (bila mungkin saja).

Daya terpasang (daya maksimum) dari pusat tenaga listrik tidak mudah didefinisikan. Papan nama kapasitas atau kapasitas standard dari suatu turbin biasanya diberikan didalam H. P. (tenaga kuda) untuk tinggi terjun yang tertentu, pemakaian air dan kecepatan yang menyebabkan terdapatnya efisiensi yang terbesar. Nyata sekali tiap-tiap kuantitas ini dapat bervariasi antara batas-batas limit tertentu.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Standard kapasitas dari generator-generator ini biasanya dinyatakan dalam istilah/term dari kecepatan tertentu, faktor tenaga, kenaikan temperatur dan biasanya dinyatakan dalam kilo volt ampere. Tiap kuantitas ini dapat berubahubah dalam batas-batas tertentu pula. Definisi kapasitas dari suatu station pembangkit tenaga listrik : Tenaga maksimum netto yang dapat dihasilkan oleh station pembangkit tenaga listrik dapat ditentukan untuk tiap station tertentu. Ini dapat dinyatakan untuk peak load untuk periode yang tertentu, umpama selama 15 menit atau 1 jam, atau untuk continuous load (muatan yang terus menerus). Kapasitas untuk periode pendek lebih tinggi daripada kapasitas untuk muatan terus menerus, akan tetapi ini tergantung juga dari temperatur generator. Sebelum kapasitas suatu pembangkit tenaga listrik ditentukan, berbagai faktor yang berhubungan dengan kapasitas belum dapat didapat artinya yang sebenarnya. Dimana kapasitas dari suatu pembangkit tenaga listrik belum ditentukan biasanya kapasitas dari generator dinyatakan sebagai kapasitas dari pembangkit tenaga yang kerap kali dinamakan daya terpasang (installed capacity).

Daya penyediaan : yaitu daya yang dapat dibangkitkan dalam musim kemarau dengan menggunakan simpanan air waduk yang dikumpulkan selama musim hujan dikurangi dengan daya pasti.

Daya puncak : yaitu daya tertinggi yang dibangkitkan selama jam-jam tertentu setiap hari yang meliputi waktu selama satu tahun.

10.2.3. Beban

Average load dari suatu pembangkit atau suatu sistim pembangkit tenaga listrik untuk suatu waktu tertentu ialah suatu muatan yang diangap (hypothetical) konstan untuk waktu (periode) yang sama yang akan memproduser energi yang sama seperti yang dihasilkan yang sebenarnya.

Beban puncak (Peak load) ialah muatan maksimum yang dipergunakan atau yang dihasilkan oleh suatu unit atau oleh suatu grup unit-unit pembangkit tenaga listrik pada suatu keadaan periode atau waktu.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Ini dapat merupakan suatu muatan maksimum momentum atau suatu muatan maksimum rata-rata pada suatu interval waktu yang ditentukan. Umumnya dipergunakan suatu muatan maksimum yang rata-rata ini. Faktor beban (Load faktor) ialah suatu index dari karakteristik muatan ini, ialah suatu perbandingan dari muatan rata-rata dalam suatu waktu yang tertentu dengan beban puncak (peak load) dalam waktu tersebut. Ini dipergunakan pada station pembangkit dan biasanya ditentukan dari meter-meter pengamat tenaga. Jadi kita mempunyai faktor beban (load factor) harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Ini dapat berlaku untuk station pembangkit sebuah unit atau untuk suatu sistim station-station pembangkit. Beberapa pembangkit atau sistim dapat berjalan secara continue dengan load factor tinggi, dan kekurangankekurangan muatan atau variasi muatan lebih dapat dioper oleh pembangkitpembangkit lain atau sistim lain hidro atau thermis, PLTA (Hydro Power-Hydro Plants) yang direncanakan untuk menampung kelebihan tenaga ini harus mempunyai cukup persediaan air untuk memungkinkannya beroperasi dengan load factor rendah. Ini kerap kali dinamakan pusat listrik beban puncak (peak load plants). Beroperasi dengan load factor 50% harus mempunyai cukup persediaan air untuk memungkinkan menjalankan PLTA itu untuk mempergunakan pemberian air dalam waktu separuhnya waktu pemberian air biasanya. Pembangkit dengan load factor 25% dapat menggunakan 4 kali air pemberian dalam waktu sama. Makin kecil load factor makin diperlukan persediaan air lebih banyak. Faktor pusat listrik (plant factor/capacity factor) ialah ukuran dari penggunaan PLTA. Ini ialah perbandingan dari muatan rata-rata dan kapasitas dari PLTA tersebut (pembangkit). Ini dapat dihitung untuk sehari, sebulan, atau untuk sebagian waktu lain. Jika peak load dan kapasitas pembangkit sama, capacity factor dan load factor nyata-nyata sama. Kalau keperluan maksimum lebih besar atau lebih kecil daripada kapasitas pembangkit, capacity factor dapat juga lebih besar atau lebih kecil daripada load factor, ini tergantung dari besarnya load factornya sendiri.

Faktor pemanfaatan (Utilization factor) ialah ukuran dari penggunaan pembangkit oleh penyediaan air. Ini adalah perbandingan dari hasil

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

daya/tenaga dan tenaga yang dapat dipergunakan dalam jangka kapasitas dan karakteristik dari pembangkit. Bila cukup tersedia air untuk menjalankan PLTA dengan kapasitas penuh maka faktor pemanfaatan (utilization factor) sama dengan capacity factor. Kekurangan air akan mengurangi tenaga yang dibangkitkan dan akan mengurangi atau menambah faktor pemanfaatan menurut faktor beban dari pembangkit.

10.3

Skema Bangunan Air Pada PLTA

10.3.1. Komponen Waterway pada PLTA


Apabila instalasi pembangkit listrik tersebut memanfaatkan perbedaan muka air relatif besar, yaitu perbedaan antara muka air saluran pembuang dan saluran pengangkut atau waduk, maka instalasi ini disebut pembangkit listrik dengan terjun tinggi (high head). Adapun beberapa bagian dari pembangkit listrik ini yaitu : a. Bangunan pengambilan b. Saluran atau terowong pembawa/pengangkut (headrace canal/tunnel) c. Pipa pesat (penstock) d. Tangki peredam (surge tank) e. Rumah Pembangkit Tenaga Listrik (power house) f. Saluran pembuang (tailrace).

Gambar 10.1 adalah salah satu contoh skema pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan terjun tinggi (high head). Pada gambar tersebut dijelaskan pula bagianbagian utama dari jaringan pembangkit, terutama yang berkaitan dengan hidraulika bangunan tenaga air.

Gambar 10.1 Pembangkit Listrik Tenaga Air Dengan Terjun Tinggi (High Head Hydro-Electric Power plant)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

1. Bangunan Pengambilan Bangunan pengambilan diperlukan untuk mendapatkan atau melewatkan air dari sungai (sumber air : waduk, danau, sungai) menuju ke rumah pembangkit tenaga listrik (power house) melalui saluran atau terowong pembawa (headrace) dan pipa pesat. Bangunan pengambilan ini dilengkapi dengan pintu pengatur dan saringan (trashrack). Trashrack berfungsi untuk menahan bendabenda terapung agar tidak masuk ke saluran pengangkut, sehingga tidak masuk turbin dan merusakkannya, sedangkan pintu air dan stop log, digunakan untuk keadaan darurat (emergency), untuk pemeriksaan dan sebagainya. 2. Saluran Pembawa (head race) Saluran pembawa adalah saluran yang menyalurkan air dari waduk menuju pipa pesat. Saluran ini biasanya mempunyai kemiringan relative kecil. Tipe saluran pembawa biasanya sangat tergantung pada kondisi topografi dan geologi daerah yang dilewati, dan dapat berupa saluran terbuka, pipa ataupun terowongan, baik bertekanan ataupun tidak bertekanan. 3. Pipa Pesat Pipa pesat (penstock) biasanya terbuat dari pipa baja yang mampu menahan tekanan tinggi, dan membawa air dari saluran pembawa ke turbin. Tekanan dan aliran didalam pipa pesat adalah sangat besar. Konstruksi pipa pesat sering dengan kemiringan yang tinggi dan bahkan pula vertikal. 4. Tangki Peredam (surge tank) Tangki peredam berupa pipa vertikal dengan tujuan untuk meredam kenaikan tekanan karena water hammer, yang terjadi akibat pengoperasian turbin ataupun karena sebab-sebab yang lain (contoh PLTA Karangkates, PLTA Saguling, dan lain-lain). Tangki peredam ini diperlukan apabila powerhouse berada jauh dari waduk dan memerlukan pipa pesat untuk mencapai rumah pembangkit tenaga listrik tersebut. Sedangkan untuk power house yang langsung berada dibawah bendungan (tanpa menggunakan pipa pesat, atau memakai pipa pesat sangat pendek) maka surge tank tidak diperlukan, dan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

waduk akan berfungsi sebagai peredam water hammer tersebut (contoh : PLTA Jatiluhur, PLTA Si Gura-gura, dan lain-lain). 5. Rumah Pembangkit Tenaga Listrik (power house, rumah sentral) Rumah pembangkit tenaga listrik merupakan bangunan dimana semua mesin dan peralatan pembangkit tenaga listrik berada didalamnya. Tenaga air (tenaga potensial) diubah menjadi tenaga gerak (tenaga kinetik) melalui turbin, dan tenaga gerak ini diubah menjadi tenaga listrik melalui generator. Setelah air diambil tenaganya, air dilepas ke saluran pembuang (tailrace). 6. Saluran Pembuang (tailrace) Saluran pembuang dapat berbentuk saluran atau terowongan. Saluran ini menampung air dari turbin untuk dibawa ke sungai lagi. Biasanya saluran ini berupa saluran terbuka (free surface flow), tetapi ada juga yang bertekanan rendah. Apabila ditinjau berdasarkan posisi dan rumah sentralnya (power house), PLTA dengan terjun tinggi dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :

a. PLTA dengan rumah sentral bawah tanah (lihat Gambar 10.2)


Komponen waterway :

i) Intake ii) Terowong pembawa (boleh tidak ada) iii) Tangki peredam (boleh tidak ada) iv) Pipa pesat v) Rumah sentral vi) Ruang peredam vii)
Saluran/terowong pembuang

b. PLTA dengan rumah sentral pada bawah bendungan (lihat Gambar 10.3)
Komponen waterway :

i) Intake ii) Pipa pesat iii) Rumah sentral


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

iv) Saluran/terowong pembuang

c. PLTA dengan rumah sentral terpisah dari bendungan (lihat Gambar 10.5) Komponen waterway :

i) Intake ii) Saluran/terowong pembawa (headrace) iii) Tangki peredam iv) Pipa pesat v) Rumah sentral vi) Saluran/terowong pembuang

Gambar 10.2 PLTA Dengan Rumah Sentral Bawah Tanah

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Gambar 10.3 PLTA Dengan Rumah Sentral pada Bagian Bawah Bendungan

Gambar 10.4 PLTA Dengan Rumah Sentral Terpisah dari Bendungan 10.3.2. Pembangkit Listrik dengan Terjun Rendah (low head) Pembangkit listrik dengan terjun rendah, biasanya dipasang pada sungai atau dapat pula pada saluran pengelak ataupun pada saluran irigasi yang mempunyai debit cukup besar. PLTA jenis ini ada tiga macam, yaitu PLTA run off river plant, PLTA pada saluran khusus, dan PLTA pasangsurut. Pada PLTA run off river plant, power house atau rumah sentral dibuat didasar sungai, atau dibuat pada pilar-pilar jembatan. Untuk menjamin bahwa air mengalir melalui power house dibuat bendung pengatur (lihat Gambar 10.5). Dengan demikian tidak ada waduk yang besar. Persyaratan utama pada tipe ini adalah debit air sungai relative konstan sepanjang tahun. Tipe ini dapat pula dibangun satu seri dengan PLTA yang menggunakan waduk, yaitu dengan memanfaatkan air yang keluar dari turbin pertama (yang memakai waduk), yang debit airnya relatif konstan. Dilingkungan PLN, PLTA tipe ini sering juga merupakan PLTA tanpa tampungan (non-storage), dan sering terjunnya (head) cukup tinggi. Tipe turbin pada PLTA saluran khusus, sama atau mirip yang ada pada run off river plant hanya bedanya rumah sentral dibangun pada saluran khusus (lihat contoh pada Gambar 10.6). Untuk menjamin agar air melalui saluran tersebut maka diperlukan bendung pengatur. Bangunan yang biasanya terdapat pada PLTA ini adalah : 1. Kolam pengumpul (forebay), Kolam pengumpul adalah kolam/waduk dengan volume tampungan kecil. Tampungan ini hanya beberapa jam atau beberapa hari saja. Kolam pengumpul berfungsi untuk menanggulangi fluktuasi aliran sungai untuk periode pendek dan memberikan tekanan kepada turbin. 2. Saluran pembawa (headrace, saluran pengantar), Saluran ini berupa saluran terbuka yang mengangkut air menuju ke turbin. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

3. Bangunan pengambilan, Bangunan pengambilan dilengkapi dengan pintu dan saringan. Bagian hilir dari bangunan ini adalah saluran pembawa yang menuju turbin. 4. Pipa pesat atau pipa pengantar, Pada PLTA ini pipa pesat sangat pendek, atau dapat dikatakan tidak mempunyai pipa pesat. Konstruksi ini dapat pula disebut pipa pengantar. 5. Rumah sentral (power house) 6. Saluran pembuangan (tailrace) Saluran ini berfungsi mengangkut air dari turbin ke sungai kembali.

Gambar 10.5 PLTA Run off River Plant

Gambar 10.6 Gambar PLTA pada saluran khusus PLTA pasang surut adalah pembangkit listrik terjun rendah dengan memanfaatkan fluktuasi muka air laut akibat gerakan pasang surut. Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut akibat gaya tarik menarik antara bumi dengan planet-planet di sekeliling bumi (hukum Newton). Gaya tarik menarik yang sangat berpengaruh pada bumi adalah matahari (massanya sangat besar) dan bulan (jaraknya relatif dekat dibandingkan dengan planet yang lain). Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Besar pasang surut ini sangat dipengaruhi oleh posisi bulan dan matahari terhadap bumi lokasi geografis yang ditinjau. Perbedaan muka air pada saat pasang dan pada waktu surut di beberapa daerah tidaklah sama, sebagai contoh : 1. Pantai Kanada 2. Bristol Canal, Inggris 3. Laut Utara Eropa 4. Irian Jaya Selatan : : : : 13,5 m 10,0 m 3,7 m

4,0 6,0 m

Pengambilan tenaga pasang surut dilakukan dengan mengatur beda muka air dengan menggunakan pintu-pintu air (lihat Gambar 10.7). Untuk keperluan tersebut dibutuhkan beberapa bangunan pendukung : 1. Kolam Ukuran harus cukup besar sehingga dapat memberikan perbedaan yang cukup besar antara muka air di dalam dan di luar kolam. Volume tampungan yang besar juga akan memberikan tenaga listrik yang besar. 2. Pintu Air Pintu air dipergunakan untuk memasukkan air atau mengosongkan air pada waktu yang relatif pendek, sehingga didapatkan volume air yang memadai untuk keperluan pembangkitan tenaga listrik.

Gambar 10.7 Sketsa PLTA Pasang Surut

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

10.4

PERENCANAAN PUSAT LISTRIK TENAGA AIR Dalam menentukan pilihan proyek Pusat Listrik Tenaga Air, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Besarnya kapasitas tiap proyek harus ditentukan sedemikian rupa

10.4.1. Pemilihan Proyek Pusat Listrik Tenaga Air

sehingga tenaga airnya dapat dimanfaatkan dengan efektif. 2. Penentuan proyek mana yang akan didahulukan pelaksanaannya

harus dilakukan sesudah diadakan pertimbangan terhadap kebutuhan secara menyeluruh dan setempat serta lokasi yang ekonomis, karena lokasi penyediaan tenaga harus disesuaikan dengan lokasi kebutuhan. Dalam hubungan diatas, perlu diperhitungkan secara terperinci hal-hal berikut ini : a. Keadaan aliran air. b. Keadaan geografis, geologis, dan lain-lain. c. Hubungan antara penyediaan dan kebutuhan tenaga listrik. d. Biaya pembangunan. e. Keuntungan dari pembangkitan tenaga. f. Hubungannya dengan pengembangan sungai secara menyeluruh.

g. Pertimbangan dasar penyediaan tenaga, apakah dari tenaga air atau dari tenaga termis. h. Hubungan antara tenaga yang sudah ada dan rencana kemudian. i. j. Biaya untuk penggantian tanah dan bangunan yang sudah ada. Jangka waktu penyelesaian proyek.

k. Jaringan transmisi dan peralatan untuk gardu sehubungan dengan daerah yang membutuhkan tenaga. l. Pengangkutan dan pembuatan mesin dan peralatan lainnya.

m. Permasalahan lingkungan sosial, budaya dan politik, dan lain-lain. 10.4.1.1.


Kapasitas Proyek

Untuk ini perlu ditentukan aliran air dan debit ditempat itu serta tinggi jatuh (head) dan besarnya waduk yang dapat dibangun sesuai dengan keadaan geografisnya. Dari data ini kemudian ditentukan jumlah dan jenis turbin air serta unit dari generator, dan tenaga yang dihasilkan tiap tahun. Perla pula dipertimbangkan dan ditentukan lokasi dari proyek, jenis dan dimensi konstruksi bangunan sipil, seperti Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

bendungan, saluran air, dan gedung sentral. Pada pokoknya perla dibuat terlebih dahulu beberapa alternatif rencana garis besar untuk dapat menghitung secara kasar biaya konstruksi dan pembangkitan tenaga. Dengan demikian dapat ditentukan suatu rencana yang menghasilkan biaya pembangkitan tenaga yang paling rendah. Lebih lanjut, sangat penting diperhatikan penentuan besarnya kapasitas pembangkit tenaga ; hal ini tergantung pada kecenderungan kebutuhan tenaga dalam masa yang akan datang. Pembangkit-pembangkit tenaga dengan kapasitas yang sama mungkin berbeda biaya konstruksinya, tergantung dari beberapa keadaan, misalnya : letak geografis, keadaan geologis, dan lain-lain. Dengan pertimbangan seperti tersebut diatas, hal-hal berikut seyogyanya sejauh mungkin dipenuhi guna memperoleh biaya pembangunan serendah mungkin : (1) Tinggi enersi (head) yang mudah diperoleh, jumlah air yang berlimpah-limpah dan keadaan aliran yang bagus. (2) Letak geografis dan geologis yang baik untuk bendungan, gedung sentral dan konstruksi lainnya. (3) Material untuk beton, bendungan, dan lain-lain mudah diperoleh disekitar proyek. (4) Letaknya baik untuk pengangkutan bahan-bahan bangunan dan alat-alat berat. (5) Masalah-masalah yang timbul karena adanya proyek tersebut mudah dipecahkan. (6) Biaya transmisi yang rendah. Selanjutnya apabila suatu pembangkit tenaga yang menggunakan waduk besar dibangun disebelah hulu sungai, dimana sudah ada pembangkit disebelah hilirnya, maka pembuatan waduk besar ini menjadi sangat menguntungkan ; karena akan menambah tenaga yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga yang telah ada. Bagi proyek yang dimaksudkan untuk pengembangan wilayah sungai secara serbaguna, seperti : untuk pengendalian banjir, irigasi, dan untuk menghasilkan tenaga listrik, maka penting sekali untuk dapat menentukan dengan tepat kapasitas pembangkit tenaga listrik, sehingga dengan demikian dapat diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh proyek. Disamping itu sudah tentu harus selalu diperhatikan perkembangan teknologi yang ada. Pada pembuatan rencana yang sesungguhnya, perlu diadakan studi yang teliti dan mendalam.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

10.4.1.2.

Jadwal Pembangunan Proyek

Untuk dapat menentukan jadwal dan jangka waktu pembangunan proyek tenaga air perlu dibuat perkiraan tentang ciri-ciri kebutuhan tenaga untuk jangka waktu yang cukup lama. Untuk itu harus dipilih proyek yang paling ekonomis ditinjau dari biaya operasi, dibandingkan dengan seluruh sistim tenaga, dimana terdapat pula pembangkit-pembangkit termis (dan nuklir).

10.4.2. Pemilihan Lokasi Pusat Listrik Tenaga Air Macam bangunan PLTA berbeda-beda tergantung dari jenis pembangkit tenaga yang dipergunakan. Bangunan ini biasanya terdiri dari : 1. Tempat penampungan air dan bangunan ambil-air, seperti :

bendungan, waduk dan lain-lain. 2. lain-lain. 3. 4. Pusat tenaga, termasuk gedung-gedung dan gardu induk. Saluran bawah, dan lain-lain. Jalan air, seperti : terowongan tekan, pipa pesat (penstock), dan

Dalam memilih lokasi proyek perlu diperhatikan hal-hal sebagaimana diuraikan dalam 10.4.1.1. Untuk maksud tersebut setiap lokasi harus direncanakan pada suatu peta topografi dengan skala 1 : 1000 2000. Kemudian dengan mempelajari biaya konstruksi dan keandalannya, dapat dipilih satu lokasi yang mudah dilihat dari segi pembangunan, pemeliharaan dan operasi PLTA itu. Hal-hal berikut ini perlu diperhatikan secara seksama : 1. Pondasi dasar yang baik : Apabila tanah pondasinya lemah, maka

akan dibutuhkan biaya yang amat besar untuk pekerjaan pondasi tersebut. Disamping itu keandalannya akan menurun, mengingat kemungkinan adanya penurunan pondasi, perembesan air, dan lain-lain. 2. 3. 4. Kondisi geologis yang baik ditempat dimana PLTA itu dibangun. Permukaan air yang rendah pada waktu banjir. Mesin-mesin dan alat-alat dapat dengan mudah diangkut.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

5.

Tanah untuk gedung (perumahan pegawai, gedung tempat kerja,

gudang, dan lain-lain) dan gardu induk dapat diperoleh disekitar proyek itu. 6. Pipa pesat dapat diperpendek untuk tinggi jatuh yang sama.

10.4.3. Penentuan Tinggi Jatuh Efektif

10.4.3.1.

Jenis Saluran Air

Tinggi jatuh efektif dapat diperoleh dengan mengurangi tinggi jatuh total (dari permukaan air pada pengambilan sampai permukaan air saluran bawah) dengan kehilangan tinggi pada saluran air. Tinggi jatuh penuh (full head) adalah tinggi air yang bekerja efektif pada turbin yang sedang berjalan. Untuk jenis saluran air, bila diketahui permukaan air pada bangunan pengambilan dan pada saluran bawah serta debit air, maka tinggi jatuh efektif kemudian dapat ditentukan, dengan dasar pertimbangan ekonomis. Misalnya, bila kehilangan tinggi jatuh air dapat dikurangi dengan memperbesar penampang saluran air atau memperkecil kemiringannya, maka tinggi jatuh dapat dimanfaatkan dengan efektif. Dalam hal ini biaya akan bertambah besar, sedang dalam hal sebaliknya, biayanya lebih rendah, tetapi kehilangan tenaga menjadi lebih besar. Oleh karena itu, kemiringan saluran air, luas penampang melintangnya dan luas penampang pipa pesat harus dibandingkan dengan biaya konstruksinya. Dengan demikian tinggi jatuh efektif ditentukan berdasarkan atas biaya konstruksi yang paling ekonomis.

10.4.3.2.

Jenis Waduk atau Waduk Pengatur

Jika naik turunnya permukaan air waduk sudah dapat ditentukan, maka tinggi jatuh efektif maksimum dan minimum dapat ditentukan seperti diuraikan diatas, sesuai dengan permukaan air waduk dalam keadaan maksimum dan minimum. Namun apabila naik-turunnya permukaan air yang ada sangat besar, perlu diperhatikan hal-hal berikut :

(1) Tinggi jatuh normal : Ini adalah tinggi jatuh efektif yang dipakai sebagai dasar
untuk menentukan tenaga yang dihasilkan atau efisiensi dari turbin. Pada umumnya turbin dapat bekerja dengan efisiensi maksimal pada tinggi jatuh ini. Tinggi jatuh normal dipilih dengan cara coba-coba, sehingga tenaga yang dihasilkan setahun mencapai maksimum atas dasar lengkung operasi dari waduk. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

(2) Perubahan tinggi jatuh : Kapasitas efektif waduk dan naik turunnya permukaan
air waduk ditentukan berdasarkan atas daya puncak yang dihasilkan dan lamanya hal ini berlangsung ; hal ini disesuaikan dengan hubungan antara penyediaan dan kebutuhan tenaga, rencana penyediaan tenaga pada musim kemarau, pemanfaatan air banjir, dan lain-lain. Jika variasi dari tinggi jatuh menjadi terlalu besar, maka karakteristik turbin akan menjadi tidak menguntungkan. Oleh karena itu harus diperhatikan hal-hal tersebut terdahulu dalam menentukan naik-turunnya permukaan air waduk.

10.4.4. Penentuan Debit Turbin 10.4.4.1. Debit Maksimum

Untuk jenis dengan aliran sungai langsung (run-off-river) debit maksimum turbin ditentukan sedemikian rupa sehingga biaya konstruksinya menjadi minimum berdasarkan lengkung debit sepuluh tahunterakhir atau lebih. Nilainya pada umumnya dua kali debit dalam musim kemarau. Jika sekiranya juga dipertimbangkan faktor-faktor habisnya sumber-sumber tenaga air dalam masa yang akan datang, penyediaan tenaga dalam musim kemarau dengan sumbersumber tenaga bentuk lain, perbaikan pusat-pusat listrik tenaga termis waktu jumlah air banyak, dan lain-lain, maka nilai tersebut diatas dapat diperbesar sampai tiga atau empat kali. Jika debit maksimum diperbesar maka biaya konstruksi per kW menjadi lebih murah ; sebaliknya biaya konstruksi per kWh menjadi lebih mahal. Demikianlah maka akan terjadi hal-hal yang tidak menguntungkan, yaitu bahwa tenaga yang dihasilkan rata-rata menjadi berkurang dan waktu operasi dengan beban tidak penuh menjadi lebih lama. Sebaliknya jika debit maksimum diperkecil maka tenaga yang dihasilkan oleh pusat tenaga air tersebut sepanjang tahun dapat diharapkan akan sama dengan tenaga nominalnya. Dalam musim dengan banyak hujan lebat, air yang melimpas akan bertambah besar dan pemanfaatannya akan berkurang. Hal ini mengakibatkan biaya per kW akan naik. Untuk PLTA dengan kolam pengatur (regulating pond) air sungai disimpan pada waktu siang waktu bebannya minimum, dan digunakan pada waktu beban puncak untuk beberapa jam waktu malam hari. Dengan demikian debit alamiah dari sungai, baik harian maupun mingguan, diatur oleh kolam pengatur ini. Oleh karena itu debit sungai ditentukan sesuai dengan kondisi beban harian ataupun mingguan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

yang akan dicapai untuk penyediaan tenaga. Karena itu perlu diketahui beban yang akan terjadi. Ada beberapa cara untuk mengetahui beban yang akan terjadi tersebut. Satu cara diantaranya adalah dengan memperkirakan dan menjumlah beban harian dalam satu tahun operasi. Cara lain adalah dengan memperkirakan dan menghitung lengkung beban yang lazim setiap bulan, baik dalam musim hujan, ataupun dalam musim kemarau. Di Jepang, pada umumnya lengkung beban harian dibagi dalam tiga periode, yaitu waktu beban puncak, beban kurang (off-peak) dan beban tengah malam. Pada umumnya air yang disimpan digunakan pada waktu beban puncaknya kontinu (umumnya 6 8 jam) dalam musim kemarau. Disamping mempelajari hal-hal tersebut diatas, perlu juga dipelajari jumlah unit turbo-generatornya. Penentuan debit maksimum dibatasi juga oleh adanya pemakaian air sungai dibagian hilir. Disamping itu apabila disebelah hulu sungai direncanakan pembuatan sebuah waduk, maka hal ini memungkinkan direncanakannya sebuah proyek yang lebih besar dengan memakai debit yang lebih besar dalam waktu yang lebih lama, oleh karena adanya waduk tersebut. Untuk jenis waduk, waduknya digunakan untuk menyimpan dan melepaskan simpanan air sepanjang tahun, guna memenuhi kebutuhan pada waktu beban puncak. Debit air maksimum ditentukan oleh jumlah air yang dapat diatur selama beban puncak dalam musim kemarau. Hal ini dapat dihitung dari kondisi beban dalam musim kemarau, jumlah air yang tersimpan didalam waduk untuk persediaan pada hari-hari kering dan debit alamiah dari sungai pada waktu musim kemarau. Pada umumnya, besarnya debit maksimum adalah sekitar 3 4 kali jumlah debit rata-rata dari waduk dalam musim kemarau dan debit alamiah dari sungainya sendiri.

10.4.4.2.

Jumlah Air Pasti

Jumlah air pasti (firm water quantity) adalah jumlah air yang pasti dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Ini diperoleh dari jumlah air dalam musim kering dikurangi dengan jumlah air yang dialirkan di bagian hilir untuk keperluan pengairan, perikanan, pariwisata, dan lain-lain. Untuk jenis waduk, nilainya adalah jumlah air yang dapat dipakai selama 355 hari dalam setahun, dikurangi dengan jumlah debit air bagi pemakaian seperti tersebut diatas ; disamping itu diperhatikan pula persediaan air yang dapat disimpan dalam waduk dalam musim kemarau.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

10.4.5. Daya yang Dihasilkan oleh Pusat Listrik Tenaga Air

10.4.5.1.

Macam Daya yang Dihasilkan

Daya yang dihasilkan dapat digolongkan sebagai berikut : (1) Daya maksimum, yaitu daya maksimum yang dapat dibangkitkan oleh PLTA. Pada umumnya yang disebut output dari PLTA adalah daya maksimum ini. (2) Daya pasti (firm output), yaitu daya yang dibangkitkan selama 355 hari dalam setahun untuk PLTA jenis aliran sungai langsung, dan 365 hari dalam setahun untuk PLTA jenis waduk. (3) Daya puncak, yaitu hasil yang dibangkitkan selama jam-jam tertentu setiap hari (umumnya lebih dari 4 jam) yang meliputi 355 hari selama setahun. (4) Daya puncak khusus, yaitu daya yang dihasilkan setiap hari, tanpa pembatasan jam operasi dalam musim hujan, dikurangi dengan daya pasti. (5) Daya penyediaan (supply output), yaitu hasil yang dapat dibangkitkan dalam musim kemarau, dengan mempergunakan simpanan air dalam waduk yang dikumpulkan selama musim hujan, dikurangi dengan daya pasti, (6) Daya penyediaan puncak dan daya waduk.

10.4.5.2.

Perhitungan Daya

Jika tinggi jatuh efektif maksimum adalah H (m), debit maksimum turbin adalah Q (m3/s), efisiensi dari turbin dan generator masing-masing adalah T dan G, maka Daya teoritis Daya turbin Daya generator = = = 9,8 QH (kW) 9,8 T QH (kW) 9,8 T G QH (kW) (10.4) (10.5) (10.6)

Daya generator umumnya disebut output dari PLTA. Pada PLTA dipompa, jika tinggi jatuh bersih dari pompa adalah H (m), debit pompa adalah Q (m3/s), efisiensi dari motor-generator dan pompa masing-masing adalah M dan P maka daya yang masuk kedalam pompa (input) adalah : Pi = 9,8 QH/( MP) (10.7)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Pada umumnya, daya masuk (input) untuk PLTA dipompa menjadi maksimum dalam kondisi tinggi jatuh minimum untuk pompa jenis Francis dan kondisi tinggi jatuh maksimum untuk pompa jenis Kaplan atau Propeller.

10.4.5.3.

Perhitungan Tenaga yang Dibangkitkan

Tenaga yang dihasilkan adalah tenaga listrik yang dibangkitkan oleh PLTA. Untuk perencanaan, kemungkinan pembangkitan enersi dalam setahun dihitung, dan ini kemudian dikalikan dengan faktor ketersediaan (availability factor) antara 0,95 0,97 untuk mendapatkan tenaga pembangkitan tahunan (annual generated energy). Dari harga ini dihitung biaya pembangunan (construction cost) dan biaya pembangkitan (generation cost) yang digunakan dalam perbandingan ekonomis dari berbagai rencana. Sesudah efisiensi keseluruhan (overall) TG = TG (10.8)

dihitung, dan atas dasar lengkung aliran (flow duration curve), tenaga listrik yang mungkin dibangkitkan dihitung dari aliran air, tinggi terjun (head) dan jumlah jam kerja, sesuai dengan aturan (operation rule) dan kebutuhan sistim tenaga listrik. Adanya pusat listrik disebelah hilir sangat menguntungkan, karena kenaikan tenaga listrik yang dibangkitkannya sangat dipengaruhi oleh perbaikan aliran air, misalnya dengan penggunaan waduk atau kolam pengatur, pusat listrik dipompa (pumped storage), dan sebagainya.

10.4.6. Jenis-jenis Pusat Listrik Tenaga Air

10.4.6.1.

Penggolongan Berdasarkan Tinggi Terjun yang Ada

Pusat listrik jenis terusan air (water way) adalah pusat listrik yang mempunyai tempat ambil air (intake) di hulu sungai, dan mengalirkan air ke hilir melalui terusan air dengan kemiringan (gradient) yang agak kecil. Tenaga listrik dibangkitkan dengan cara memanfaatkan tinggi terjun dengan kemiringan sungai tersebut. Jenis bendungan (dam) adalah jenis pusat listrik dengan bendungan yang melintang sungai guna menaikkan permukaan air di bagian hulu bendungan dan

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

membangkitkan tenaga listrik dengan memanfaatkan tinggi terjun yang diperoleh antara sebelah hulu dan hilir sungai. Pusat listrik jenis bendungan dam dan terusan air merupakan jenis gabungan dari kedua jenis tersebut diatas. Jenis ini membangkitkan tenaga listrik dengan menggunakan tinggi terjun yang didapat dari bendungan dan terusan.

10.4.6.2.

Penggolongan Menurut Aliran Air

Pusat listrik jenis aliran sungai langsung (run-off-river) kerapkali dipakai pada pusat listrik jenis saluran air. Jenis ini membangkitkan tenaga listrik dengan memanfaatkan aliran air sungai itu sendiri secara alamiah. Pusat listrik jenis dengan kolam pengatur (regulating pond) mengatur aliran sungai setiap hari atau setiap minggu dengan menggunakan kolam pengatur yang dibangun melintang sungai dan membangkitkan tenaga listrik sesuai dengan perubahan beban. Disamping itu ada lagi jenis lain dengan kolam pengatur yang dibangun di bagian hilir pusat listrik beban puncak (peaking power plant) dengan waduk berkapasitas besar atau kolam (pondage), yang mengatur perubahan aliran air waktu beban puncak (peak water flow) sehingga menjadi aliran air yang konstan. Pusat listrik semacam ini disebut pusat listrik jenis kolam kompensasi. Pusat listrik jenis waduk (reservoir) mempunyai sebuah bendungan besar yang dibangun melintang sungai. Dengan demikian terjadi sebuah danau buatan ; kadang-kadang sebuah danau asli dipakai sebagai waduk. Air yang dihimpun dalam musim hujan dikeluarkan pada musim kemarau. Jadi, pusat listrik jenis ini sangat berguna untuk pemakaian sepanjang tahun. Pusat listrik jenis dipompa (pumped storage) adalah jenis PLTA yang memanfaatkan tenaga listrik yang kelebihan pada musim hujan atau pada saat pemakaian tenaga listrik berkurang pada tengah malam. Pada waktu itu air dipompa kembali oleh pompa keatas dan disimpan dalam waduk. Jadi, pusat listrik jenis ini memanfaatkan kembali air yang didapat untuk membangkitkan tenaga listrik pada beban puncak pada siang hari (di Indonesia sekarang sekitar jam 19.00).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

10.4.7. Waduk dan Kolam Pengatur 10.4.7.1. Waduk

Waduk menghimpun air waktu musim hujan atau selama jam beban kurang untuk persediaan dan pemakaian air pada musim kemarau atau waktu beban puncak. Waduk ini digunakan untuk merencanakan penambahan tenaga listrik dari pusat listriknya sendiri dan pusat listrik lainnya di bagian hilir. Waduk ini memungkinkan pengaturan aliran air sungai secara musiman dan dapat dibedakan dengan kolam pengatur dari perbandingan pengaturan tahunan (yearly regulating ratio, yaitu perbandingan dari jumlah cadangan dan aliran masuk tahunan) ; atau dari jumlah hari penyediaan air, yaitu hari-hari kerja dengan beban penuh dimungkinkan. Lengkung massa (mass curve) dari aliran air alamiah dipakai untuk mempelajari skala dari waduk. Lengkung massa aliran air sungai untuk jangka waktu tertentu (setahun, bila dimaksudkan untuk pengaturan tahunan) dan lengkung massa debit turbin yang perlu untuk menghasilkan daya (output) pembangkit dilukis pada gambar yang sama. Bila lengkung massa debit turbin digeser dari titik dimana kemiringan (gradient) lengkung massa aliran sungai lebih kecil dari kemiringan lengkung massa debit turbin ke titik dimana kemiringan lengkung massa debit turbin sama atau lebih besar dari lengkung massa aliran sungai, maka perbedaan pada sumbu longitudinal dari kedua lengkung ini menyatakan kekurangan aliran air. Jadi, jumlah maksimum kekurangan air ini adalah kapasitas waduk yang dibutuhkan. Biasanya kapasitas waduk yang dibutuhkan dinyatakan oleh massa dari perbedaan antara jumlah aliran air sungai harian dan aliran air rata-rata untuk waduk tertentu, dan massa dari perbedaan antara aliran air yang direncanakan dan aliran air rata-rata diatas. Sebenarnya, setelah garis besarnya dipelajari dari gambar semacam itu, muka air tertinggi (penuh), jumlah air yang dapat digunakan (draw down), debit turbin maksimum dan hal-hal lain dari rencana-rencana yang diproyeksikan dipilih untuk diteliti segi ekonomisnya. Kemudian, setelah biaya konstruksi dan tenaga yang akan dibangkitkan setahunnya diteliti segi ekonomisnya untuk berbagai rencana tersebut diatas, maka diambil yang paling ekonomis. Dalam sistim tenaga listrik yang menggunakan tenaga air, pusat listrik jenis waduk memegang peranan dalam penyediaan air pada musim kemarau. Dalam sistim tenaga listrik yang menggunakan tenaga termis, tugas pusat listrik jenis waduk adalah untuk menyediakan daya (kW) secara stabil sepanjang tahun, yaitu guna penyediaan pada waktu pusat listrik tenaga termis tidak bekerja, guna penyediaan pada waktu beban puncak, dan lain sebagainya. Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

10.4.7.2.

Kolam Pengatur

Kolam pengatur dapat mengatur aliran air sungai guna keperluan harian atau mingguan. Pada saat beban puncak aliran air perlu dapat diatur selama kira-kira enam jam lamanya. Bila kolam pengatur dimaksudkan untuk mengatur air secara harian, maka jumlah cadangan (reserve) yang dibutuhkan (Q) dapat ditentukan berdasarkan rumus berikut ini : Q = (Q2 Q1) x t x 3.600 (m3) dimana Q1 = debit turbin perhari (m3/s) Q2 = debit turbin pada saat beban puncak (m3/s) t = lamanya beban puncak (10.9)

10.4.7.3.

Kolam Kompensasi

Apabila sebuah kolam pengatur atau waduk dibangun melintang sungai dan debit turbin berubah-ubah sesuai dengan perubahan beban, maka pengairan, perikanan dan lain-lainnya yang terdapat di hilir sungai, akan terganggu. Dalam hal demikian ini, kolam pengatur dibangun di bagian terbawah aliran sungai sehingga aliran air dari kolam konstan. Kolam pengatur semacam ini disebut kolam kompensasi.

10.4.8. Penentuan Jumlah Unit dan Jenis Unit Utama

10.4.8.1.

Penentuan Jumlah Unit

Pada umumnya, bila jumlah unit utama berkurang maka biaya konstruksi unit utama, pipa pesat, transformator, pemutus beban dan alat-alat lainnya menurun, luas bangunan sentral menjadi lebih kecil dan biaya pemeliharaanpun berkurang. Di samping itu, bila dipilih unit yang berkapasitas besar maka unit ini diharapkan akan dapat bekerja dengan daya-guna yang tinggi. Karena akhir-akhir ini keandalan (realibility) peralatan menjadi lebih tinggi, maka tampak adanya gejala pengurangan jumlah unit generator-turbin, dalam batas-batas sistim tenaga listrik yang diperbolehkan. Namun, bila ada beberapa unit dalam pusat listrik, maka pembebanan sebagian (partial) dari beberapa unit dengan daya-guna rendah tidak diperlukan, karena selalu dapat dipilih sejumlah unit yang dapat memenuhi beban sistim. Jadi, dalam banyak hal, penggunaan beberapa unit utama dalam pusat Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

listrik jenis aliran sungai langsung yang mempunyai lengkung aliran yang kurang baik adalah menguntungkan. Pusat listrik yang selalu akan mengeluarkan air dengan jumlah tertentu ke bagian hilir, pusat listrik yang selalu bekerja dengan beban sebagian (seperti pusat listrik jenis kolam kompensasi) dan pusat listrik utama dalam sistim tenaga listrik mungkin akan membawa pengaruh yang besar terhadap sungai bagian hilir atau terhadap sistim, apabila ada gangguan (interruption) yang terjadi padanya. Dalam hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk pemasangan paling sedikit dua unit atau lebih dalam pusat-pusat listrik tadi. Di samping itu untuk setiap proyek perlu sekali diadakan penyelidikan mengenai fasilitas pengangkutan yang ada dan batasan-batasan dalam pembuatan unit utama.

10.4.8.2.

Penentuan Jenis Unit

Jenis turbin yang paling umum adalah turbin jenis Francis, berdasarkan daya ke luar (output) dan tinggi terjun turbin air tersebut. Karena turbin jenis Francis mempunyai konstruksi yang sederhana dan keandalan yang tinggi, maka pengembangan turbin air jenis ini maju pesat dan berhasil memasuki daerah tinggi terjun yang besar (daerah turbin Pelton). Penentuan jenis turbin air yang akan digunakan untuk daerah batas antara kedua daerah tersebut dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini :

(1) Pemilihan jenis Pelton atau jenis Francis untuk daerah tinggi terjun yang besar:
Bila tinggi muka air banjir besar mencapai saluran bawah (tailrace), jenis Pelton tidak menguntungkan karena tidak dapat memanfaatkan tinggi terjun yang terdapat di bawah elevasi turbin. Turbin Francis mempunyai tinggi terjun yang tinggi dan dapat mencapai kecepatan yang cukup besar. Karenanya harga generator pada umumnya menjadi rendah. Untuk waktu kerja yang lama dengan beban sebagian, turbin Pelton dengan mulut-pancaran ganda (multinozzle) menguntungkan dilihat dari sudut daya-guna. Apabila saluran pipanya panjang dan kemiringannya rendah, turbin Pelton lah yang menguntungkan karena biaya pipa pesatnya rendah ; ini disebabkan karena kenaikan tekanannya rendah pada penutupan (shut down) dengan mendadak. Bila air sungai berkwalitas rendah, maka turbin Pelton lah yang menguntungkan karena pemeriksaan dan perawatan rotornya mudah.

(2) Pemilihan jenis Kaplan atau jenis Francis untuk daerah tinggi terjun air yang
rendah : Bila tinggi terjun dan beban sering sekali berubah, maka turbin Kaplan Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

yang baik. Untuk turbin Kaplan, cepat jenisnya tinggi dan harga generatornya menjadi rendah. Namun, tinggi isapnya (draft head) perlu diturunkan, hingga pipa lepasnya menjadi lebih besar dan biaya pekerjaan sipil bertambah. Turbin Francis menguntungkan dilihat dari segi perawatannya karena konstruksinya sederhana. Harga mesinnya rendah dibandingkan dengan turbin Kaplan.

10.4.8.3.

Penentuan Jenis Poros Tegak atau Mendatar

Untuk turbin Pelton sampai sekarang jenis poros mendatar (horizontal) banyak dipakai. Akhir-akhir ini jenis poros tegak (vertical) dengan mulut-pancaran ganda mulai dibuat untuk turbin berkapasitas besar. Untuk turbin Francis berukuran kecil, jenis poros mendatar dengan konstruksi penyangga yang sederhana adalah yang menguntungkan dan mudah perawatannya. Namun, jenis poros tegak lebih baik untuk mesin berkapasitas besar atau bila muka air banjir tinggi. Untuk turbin Kaplan dan turbin baling-baling biasanya dipakai jenis poros tegak untuk menurunkan tinggi isap (draft head). Untuk mesin berukuran kecil dipakai turbin jenis poros mendatar atau turbin tabung jenis poros miring (inclined).

10.4.8.4.

Penentuan Kecepatan Putar

Bila daya keluar P (kW), tinggi terjun efektif H (m) dan jenis turbin diberikan maka kecepatan putar (revolving speed) dapat ditentukan sebagai berikut :

(1) Batasan cepat jenis (ns) ditentukan dalam hubungan dengan tinggi terjun
efektif untuk tiap jenis turbin :1)

Turbin Pelton : Turbin Francis :

12 n s 23
ns 20 .000 + 30 + 20 20 .000 + 40 + 20 20 .000 + 50 + 20

(10.10) (10.11)

Turbin aliran diagonal :

ns

(10.12)

Turbin baling-baling :

ns

(10.13)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

(2) Kecepatan putar n untuk ns tertentu dan pintu terbuka penuh ditentukan oleh
rumus berikut ini : 2) n = ns .
H5 / 4 P 1/ 2 (rpm )

(10.14)

(3) Kecepatan putar sinkron (n) yang sama atau di bawah n dapat dicari dari
rumus : 3) n=
10 f 2 p

(10.15)

dimana f = freqwensi (Hz) p = jumlah kutub generator

10.4.8.5.

Penentuan Elevasi Turbin

Untuk turbin Pelton titik pusatnya ditentukan 1 2 m diatas muka air banjir di saluran bawah (tailrace). Karena turbin ini umumnya dipakai untuk tinggi terjun yang besar, maka kerugian tinggi (loss) secara keseluruhan kecil dan tidak berarti. Untuk turbin Francis dan turbin Kaplan mula-mula nilai ns dihitung, dan koefisien kavitasi iritis (s) kemudian diperkirakan suatu kelonggaran tertentu (1,3 1,4 kali c) dan faktor kavitasi (p) waktu operasi diberikan. Tinggi isap dapat dihitung dengan rumus berikut : 4)

Hs = Ha Hv p.H dimana Ha = tekanan atmosfir (m) Hv = tekanan uap jenuh (m) H = tinggi terjun efektif (m)

(10.16)

Elevasi titik pusat turbin air didapat dengan menambahkan Hs pada muka air saluran bawah terendah yang telah ditentukan.

10.4.9. Referensi Dalam Bab 10 ini digunakan referensi terhadap karya-karya berikut ini : Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

1. Water Turbines, JEC-151 (1968), Institute of Electrical Engineers of Japan, hal. 14 16. 2. W.P. Creager, J.D. Justin, Hydroelectric Handbook, 2nd edition, John Wiley and Sons, New York, 1955, hal. 825. 3. Ibid., hal. 839. 4. Water Turbines, op. cit., hal. 13. 5. Teknik Tenaga Air, DR. A. Aris Munandar, DR. S. Kuwahara

10.5

CONTOH DAN ISTILAH Duration Curve

10.5.1. Contoh Perhitungan Potensi PLTA

10.5.1.1.

Duration curve adalah suatu grafik yang memperlihatkan debit sungai dan selama beberapa waktu tertentu dalam satu tahun, debit ini terdapat di dalam sungai (Gambar 10.8). Jelas bahwa debit minimum terdapat selama setahun penuh, debit maksimum (banjir) hanya terdapat selama beberapa jam. Duration curve digambarkan dari data-data debit, sekurang-kurangnya selama 10 tahun, agar dapat memberikan informasi yang bisa digunakan.

Gambar 10.8 Duration Curve

10.5.1.2.

Penetapan Besarnya Potensi

Berdasarkan duration curve dari suatu aliran sungai dapat diambil beberapa daya teoritis sebagai berikut :

(1) Daya teoritis minimal, yaitu daya yang terdapat dalam sungai selama setahun
penuh (365 hari atau 8760 jam) ; P100.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

(2) Daya teoritis yang terdapat selama 95% (8322 jam) dari satu tahun ; yakni
berdasarkan debit yang dapat diambil dari sungai selama waktu 95% ; P95.

(3) Daya teoritis yang terdapat selama 50% dari satu tahun (6 bulan atau 4380
jam) berdasarkan debit yang dapat diambil selama 6 bulan (4380 jam) dari sungai ; P50.

(4) Daya teoritis berdasarkan debit rata-rata dari duration curve (Q rata-rata
adalah sedemikian besar hingga luas empat persegi panjang Qm x 365 hari = luas duration curve) ; Pm. Tabel 10.3 Sumber Data Kurva Durasi

Debit Q m3/detik 0,0 0,4 0,5 0,9 1,0 1,4 1,5 1,9 2,0 2,4 .. 8,0 8,9 9,0 9,9 .. 20,0 22,4 22,5 24,9 160 174 175 189 . 250 274 275 299 .. Jumlah 27 30 43 dst -

Terdapat selama hari 1990 1991 27 37 28 26 dst 1992 33 41 32 dst 1993 10 69 26 27 dst -

Jumlah hari 37 166 125 128 dst -

hari 1461 1424 1258 1133 dst -

% dari tahun 100 97,5 86,1 77,5 dst -

World Power Conference telah menyetujui bahwa data P95, P50 dan Pm sudah cukup untuk memberi gambaran dari potensi suatu sungai, dengan pengertian bahwa data tersebut sekurang-kurangnya diambil selama 10 tahun. Berdasarkan P100, P95, P50, dan Pm kita dapat menetapkan besarnya energi (kWh) yang dapat diambil dari sungai selama satu tahun, yaitu : E100, E95, E50, dan Em.

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

Bila debit yang diambil berdasarkan Qt (Q yang terdapat selama t hari dalam satu tahun) maka memakai rumus 10.4 diperoleh

P = 9,8 Qt . H kW = a Qt kW Energi (E) = 24 a . Qt . t . + 24 a.Q i


t 365 t 365

= 24 a . [Qt. t + .Q i ] = 24 a. A kWh (10.17)

dengan A adalah luas yang diarsir pada Gambar 10.9 (Qi = debit rata-rata selama 365 t hari) Emaks = 8760 Pm kWh. (10.18)

Untuk menentukan besarnya daya dan besarnya energi yang terdapat dalam sungai, maka perla diperhitungkan efisiensi yang besarnya sama dengan 75% hingga 80% dari luas yang diarsir. Dengan demikian kita peroleh :

(1) Daya netto yang terdapat dalam sungai adalah Pm netto 7,4 hingga 8,0 Qm .
H kW.

(2) Energi yang terdapat dalam sungai : Emaks netto = 8760 Pm netto kWh

Gambar 10.9 Pemanfaatan Energi dalam Sungai 10.5.2. Garis Isopotensial Bila data debit sungai belum diketahui maka besarnya energi dapat ditaksir dengan menyelidiki banyaknya air yang terdapat dalam Sungai selama 1 (satu)

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR

tahun. Angka ini ditetapkan dengan memperhatikan luasnya daerah pematusan, besarnya curah hujan dan koefisien pengaliran, bila :

U.m3 adalah banyaknya air yang mengalir ke sungai dari Daerah Aliran Sungai selama 1 (satu) tahun H adalah tinggi rata-rata Daerah Aliran Sungai dalam meter A adalah luas daerah pematusan dalam km2. E = = = e = V.p.g.H.
V.p.g.H 1000 x3600

Maka

Nm kWH setahun kWH setahun atau

0.00272 VH
0.00272 A

VH kWH/km2 setahun.

Bila angka e suatu daerah pengaliran telah diketahui maka angka ini dapat juga digunakan untuk daerah pengaliran lain dengan kondisi yang sama (garis Isopotensial garis yang mempunyai harga e yang sama).

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR