Anda di halaman 1dari 4

Keadaan di Jakarta mulai genting saat ini.

Jusuf Kunto pun kembali ke Jakarta untuk melaporkan keadan di Rengasdengklok kepada Ahmad Subarjo yang sedang mencari Soekarno dan Moh.Hatta Jusuf Kunto : Bagaimana yang harus kita lakukan? Soekarno dan Moh.Hatta juga sudah kami pindahkan ke Rengasdengklok karena keadaan di Jakarta yang genting ini : Tenang saja, saya dengan Wikana sebagai wakil kaum muda telah mencapai kesepakatan : Kesepakatan? Kesepakatan apa maksudmu? : Kesepakataan bahwa kemerdekaan Indonesia akan segera di proklamasikan.Tapi soekarno dan Moh Hatta harus dipulangkan dahulu ke Jakarta. : Tapi saat ini Jakarta sudah semakin gentig saja, aklau mereka di bawa kemari akan makin genting saja kota ini : Tadikan sudah saya bilang tenang saja,kelompok kaigun sudah menyiapkan tempat yang aman untuk mereka berdua : Oh ya? Dimana? : Dirumah Laksamana Tadashi Maeda

Ahmad Soebarjo

Jusuf Kunto Ahmad Subarjo

Jusuf Kunto

Ahmad Subarjo

Jusuf Kunto Ahmad Subarjo

Saat menjemput Soekarno dan Moh Hatta dan meminta mereka segera menyatakan kemerdekaan Indonesia. Soekarno : Saya bersedia menandatangani pernyataan kemerdekaan Indonesia, tetapi harus diadakan di Indonesia : Menurut saya ituu ide yang bagus.saya setuju : Kenapa harus di Jakarta? Disana sedang genting sekali bukan? : Saya akan menjamin semuanya akan aman terkendali : Baiklah kalu begitu

Moh Hatta Sukarni Ahmad Subarjo Sukarni

Sebelum mereka kerumah Laksamana Maeda Soekarno dan Mohh Hatta menemui Mayjen Nashimuura untuk berunding. Soekarno Moh Hatta : Pak bagaimana mengenai persoalan kemerdekaan Indonesia? : Kami ingin melaksanakan kemerdekaan secepat nya

Mayjen Nashhimura : Dri pihak Jepang tidak dapat memberi kepastian karena saat ini jepang sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan

Pada pertemuan ini tidak ditemui kata sepakat antara Soekarno, Moh Hatta, dan Mayjen Nashimura. Oleh karena itu Soekarno dan Moh Hatta sampai pada kesimpulan bahwa tidak ada gunanya lagi membicarakan masalah kemerdekaan Indonesia pada Jepang mereka berharap pelaksanaan proklamasi tidak dihalangi oleh pihak Jepang. Akhirnya mereka tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB. Dirumah Laksamana Maeda sudah menanti B.M. Diah dari surat kabar Asia Raya, Semaun Bakrie dari jawa hokokai,Sayuti Melik,Iwa Kusumasumantri, dan para anggota dari PPKI.Namun pada saat Ahmad Subarjo dan Iwa Kusumasumantri mengajak para kelompok muda, mereka menolak dan akhirnya hanya Chairul Saleh dan Sukarni yang mewakilkan para kaum muda dan terjadilah perbedaan antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua : Menurut kami, proses prokklamasi kemerdekaan Indonesia sebaiknya dilaksanakna atas dasar pertimbangan pertimbangan politik. : Untuk apa? Bukannya lebih cepat akan lebih baik? : Tentu saja untuk mencegah pertumpahan darah dengan bangsa Jepang : Lalu bagaimana seharusnya? : Sepetinya PPKI merupakan memperjuangkan kemerdekaan media yang cukup efektif untuk

Golongan Muda Golongan Tua Golongan Muda Golongan Tua

Golongan Muda Golongan Tua kemerdekaan ini Golongan Muda

: Kami tidak setuju, karena PPKI merupakan organisasi buatan Jepang : Memangnya kenapa kalau buatan Jepang? Toh PPKi mendukung

: Tapi kami berharap agar proklamasi Indonesia bisa dilaksanakan atas kekuatan sendiri dan menjadikannya sebagai hak dan persoalaan rakyat Indonesia saja tanpa bergantung dari negara lain

Golongan muda pun menuntut agar bisa berunding dengan soekarno dan Moh Hatta mengenai pernyataan proklamasi Indonesia yang diadakan secepatnya. Meskipun trejadi perbedaan pendapat mereka tetap memiliki satu tujuan yaitu kemerdekaan Indonesia.Akhirnya golongan muda dapat berunding dengan Soekarno dan Moh Hatta dan mereka setuju untuk melaksanakan proklamasi secepatnya dan segera melaksanakan segala persiapan nya. Di rumah Tadashi Maeda pukul 01.25 WIB sekelompok orang tampak berlalu lalang diliputi rasa cemas.Dan pada pukul 01.30 WIB perundingan pun dimulai. Soekarno Moh Hatta : sepertinya sekarang sudah saat nya : Bagaiman akalau proklamasi kemerdekaan Indonesia ditandatangani besok pagi di hadapan sidang PPKI : Tidak perlu!!! Aku, Sukarni, dan beberapa pemuda telah membuat satu, Sukarni ayou bacakan

Chairul Saleh

Sukarni

: Baiklah sukarni membacakan teks proklamasi yang ia dan Chairul Saleh buat. : *setelah sukarnni selesai membaca* digunakan : ini terlalu keras,maaf tapi aku menolaknya : maksudnya baik bung tapi sayang penyelesaiannya akhirnya terlalu berlebihan. : apa sebaiknya kita bicarakan duludenga pihak jepang? : Tak ada gunanya! Aku dan si karno ini sudah menemui Mayor Nishimura, tak ada titik temu teks tersebuut tidak mungkin

Soekarno

Ahmad Subarjo Moh Hatta Pemuda2 PPKI Moh Hatta

Soekarno: Kami tak mencapai titik temu, oleh karena itu aku ingin segera merapatkan hal ini agar kita tidak tak diintervensi lagi oleh Jepang . BM Diah: Baik mari kita rumuskan teks nya. Soekarno: Sip, Saudara2 sekalian yang punya ide bisa sharing sama saya, nanti akan saya tuliskan di secarik kertas ini . Soekarno pun mulai mengambil secarik kertas dan menulis dengan pensil teks Maklumat Kemerdekaan tetapi...

Iwa Kusumasumantri Soekarno Iwa Kusumasumantri Soekarno Iwa Kusumasumantri

Karno tunggu dulu !!

: Ada apa wa? : Sebaiknya kata Maklumat kau ganti dengan Proklamasi : Hmm baiklah, ada apa emangnya? : Gapapa sih, lebih keren aja.

Lalu Soekarno pun mengganti kata-kata Maklumat dengan Proklamasi Ahmad subarjo : Karno, aku punya ide, bagian pertama kita ambil dari rumusan BPUPKI yang menjelaskan tujuan kita , yaitu kemauan untuk mengatur nasib kita sendiri : Boleh juga, tapi aku belum bisa menemukan kata-kata yang cocok. : Bagaimana dengan Kami bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan : Usul diterima *mulai menulis * : Bagian kedua dari naskah proklamasi adalah tentang pemindahan kekuasaan, bagi negara yang baru merdeka, hal sepertiini sangat vital. : Dan tentu kau sudah punya kalimatnya, Hatta? *melirik ke Hatta*

Soekarno Ahmad Subarjo Indonesia Soekarno Moh Hatta Soekarno

Moh Hatta

: *melirik balik, menyeringai* Sudah tentu no* lalu di *Mulai bicara*

Saat itu semua orang terlihat sibuk dirumah Laksmana Maeda, Soekarno, Moh hatta dan Ahmad Subarjo sibuk berdiskusi , begitu juga para pemuda dan anggota PPKI. Ada perdebatan kecil disanasini , tapi akhirnya teks itu disetujui dan saat ingin ditanda tangani ...teks itu menghilang. Soekarno Ahmad Subarjo Sudiro Sayuti melik Soekarno : Hey! Apa ada yang melihat sehelai kertas yang barusan aku coret-coret? : Tadi kan kamu yang megang! : Bukan aku! : Sudah-sudah! Tadi aku menemukan kertas itu ditempat sampah dan sudah ku ketik, kalau tak kupungut mungkin bangsa ini tidak akan merdeka : Alhamdullilah..naah sekarang siapa yang akan menanda tangani ya?Lebih baik semua yang di ruang ini ikut tanda tangan : Tidak bung! Itu buatan anda dan Hatta lebih baik kau berdua yang tanda tangan , lagi pula kalu kami semua tanda tangan nanti kertas tidak muat, : Baiklahkalau begitu..Barjo mau ikut tanda tangan? : Ah tidak, kau berdua saja lebih cocok. : Oke, Hatta ayo kita lakukan. : Baik

Chairul Saleh Soekarno Ahmad Subarjo Soekarno Moh Hatta