Anda di halaman 1dari 2

Dede Mon, 15 Apr 2002 21:48:41 -0700

" Napas Tak Sedap Apa Yang Dapat Anda Lakukan?" Dikalangan para ahli medis, ini dikenal secara luas sebagai halitosis, berasal dari kata Latin halitus, yang berarti "napas", dan akhiran-osis, yang menunjuk kepada kondisi abnormal. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai bau busuk dari mulut. Namun kebanyakan orang hanya mengenalnya sebagai napas tak sedap! Apakah napas Anda tidak sedap? Meskipun tidak sulit bagi Anda untuk mengenali napas tak sedap pada diri orang lain, barangkali tidak mungkin bagi Anda untuk mencium napas Anda sendiri. Sebuah jurnal untuk Asosiasi Gigi Amerika, JADA, menjelaskan bahwa kita cendrung menjadi terbiasa dengan napas tak sedap kita sendiri dan bahwa bahkan orang "dengan napas yang sangat tidak sedap mungkin tidak menyadari bahwa problem tersebut ada padanya". Oleh karena itu, kebanyakan dari antara kita menjadi sadar bahwa napas kita tidak sedap hanya apabila orang lain membawa hal itu kepada perhatian kita. Betapa memalukan! Fakta bahwa hal ini merupakan problem yang umum tidaklah menghibur. Napas tak sedap biasanya dianggap menjijikkan dan tidak dapat diterima. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan dapat menyebabkan trauma emosi yang serius. Dr. Mel Rosenberg, kepala Laboratorium Mikrobiologi Oral di Universitas Tel Aviv menjelaskan, "Bau busuk dari mulut, tidak soal benar-benar ada atau sekadar tercium, dapat menyebabkan pengasingan dari pergaulan, tindakan perceraian, dan bahkan niat untuk bunuh diri." # Apa Yang Diketahui Tentang Napas Tak Sedap? Para ahli kesehatan telah lama mengenali napas tak sedap sebagai indikator yang kuat dari kesehatan yang buruk. Karena alasan itulah, sejak zaman purba para dokter telah meneliti bau dari mulut manusia. Kira-kira dua ratus tahun yang lalu, ahli kimia terkenal dari Prancis, Antoine-Laurent Lavoisier, menemukan sebuah alat pengetes untuk meneliti komponen-komponen napas manusia. Sejak saat itu, para ilmuwan telah mengembangkan tempat-tempat pertumbuhan plak (plaque), yang juga dikenal sebagai mulut tiruan. Plak adalah tambalan lengket yang berkembang pada permukaan gigi. Plak terbentuk dari sejumlah besar bakteri yang dapat membahayakan gigi dan gusi Anda. Tempat ini meniru lingkungan yang khas dalam mulut manusia dengan adanya air liur, plak, bakteri, dan bahkan napas tak sedap. Dengan bantuan teknologi modern, para ilmuwan telah banyak mempelajari tentang napas kita. Misalnya, menurut majalah Scientific American, "para peneliti sekarang telah mengidentifikasi hampir 400 campuran organik yang volatil (mudah berubah menjadi gas) dalam napas normal manusia".

Namun tidak semua campuran ini menghasilkan bau yang kurang sedap. Penyebab utama napas tak sedap adalah hidrogen sulfida dan metil markaptan. Konon gas ini membuat napas kita berbau persis seperti bau sigung (sejenis musang yang berbau busuk). Dalam mulut manusia terdapat lebih dari 300 spesies bakteri. Tufts University Diet Nutrition Letter mengatakan, "Keadaan mulut yang gelap, hangat, dan lembab, menjadikannya sebagai lingkungan yang paling ideal bagi perkembangbiakan yang cepat dari bakteri yang menyebabkan napas tak sedap." Namun hanya empat spesies yang terutama bertanggung jawab atas napas tak sedap. Mereka hidup didalam mulut Anda, namun kemungkinan besar Anda belum mengetahui nama-nama bakteri tersebut. Mereka adalah Veillonella alcalescens, Fusobacterium nucleatum, Bacteroides melaninogenicus, dan Klebsiella pneumoniae. Bakteri-bakteri ini memakan partikel-partikel makanan, sel-sel yang sudah mati, dan benda-benda lain dalam mulut. Kegiatan bakteri ini sebaliknya menghasilkan gas yang berbau busuk. Dengan tepat, jurnal tentang gigi J Periodontol menjelaskan, "Dalam sebagian besar kasus, halitosis berawal di dalam mulut itu sendiri, sebagai akibat dari proses pembusukan oleh mikrobe (pembusukan bernada organik)." Jika dibiarkan, proses ini dapat menyebabkan kerusakan gigi dan penyakit pada gusi.

ATCC 17745 Veillonella alcalescens, sebuah, ketat anaerob gram negatif kokus kecil, membutuhkan putresin atau cadaverine untuk pertumbuhan (MB Ritchey, dan EA Delwiche, J. Bacteriol 124:12131219,. 1975). Kedua putresin dan cadaverine yang ditunjukkan untuk dimasukkan secara eksklusif ke dalam lapisan peptidoglikan V. ATCC 17745 alcalescens. V. parvula GAI 0574 juga terbukti mengandung putresin sebagai komponen peptidoglikan. Struktur kimia utama dari peptidoglikan umum untuk dua spesies Veillonella adalah N-asetilglukosamin-N-acetylmuramic asam-L-alanine-D-glutamat asam gamma-meso-asam diaminopimelic-D-alanin. Putresin atau cadaverine link kovalen dengan kelompok alpha-karboksil dari residu asam D-glutamat dari peptidoglikan yang diperlukan untuk pertumbuhan sel normal. Dalam ATCC 17745 V. alcalescens, saturasi diatas 40% pada cadaverine terkait dengan kelompok alpha-karboksil dari residu asam D-glutamat dari peptidoglikan yang diperlukan untuk pertumbuhan normal.