Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Kontrol Kecepatan Motor Induksi 1.1.1 Tujuan Percobaan 1. Untuk menemukan pengaruh perubahan tegangan dan frekuensi yang digunakan pada kecepatan motor induksi tiga fasa sangkar tupai 2. 3. Menjelaskan karakteristik kecepatan konstan motor induksi tiga fasa Membuat pengkawatan yang benar untuk daerah sempit control kecepatan dari tegangan yang digunakan.

1.1.2 1. 2. 3. 4.

Alat-alat yang Digunakan Mesin DC atau Motor DC Mesin sinkron Motor Induksi Catu Daya : DC 0-125V, 4A DC : 0-150V, 1A Tegangan variabel 3 fasa AC

5.

Volt / Ampere Motor : DC 150V AC 300V / AC 5 A

6. 7. 8.

Beban Resistansi / Reaktansi Tacho-meter M / G Mounting Base

1.1.3

Teori Dasar Pada keadaan beban nol ketiga phasa stator yang dihubungkan dengan sumber tegangan tiga phasa yang setimbang menghasilkan arus pada tiap belitan phasa. Arus pada tiap phasa menghasilkan fluksi bolakbalik yang berubah-ubah. Amplitudo fluksi yang dihasilkan berubah secara sinusoidal dan arahnya tegak lurus terhadap belitan phasa. Akibat fluksi yang berputar timbul ggl pada stator motor yang besarnya adalah

...............................................................(1-1) atau ......................................................(1-2) Penjumlahan ketiga fluksi bolak-balik tersebut disebut medan putar yang berputar dengan kecepatan sinkron ns, besarnya nilai ns ditentukan oleh jumlah kutub p dan frekuensi stator f yang dirumuskan dengan

...............................................................(1-3) Fluksi yang berputar tersebut akan memotong batang konduktor pada rotor. Akibatnya pada kumparan rotor timbul tegangan induksi (ggl) sebesar E2 yang besarnya

...........................................................(1-4) dimana : E2 = Tegangan induksi pada rotor saat rotor dalam keadaan diam (Volt) N2 = Jumlah lilitan kumparan rotor m = Fluksi maksimum(Wb) Karena kumparan rotor merupakan rangkaian tertutup, maka ggl tersebut akan menghasilkan arus I2. Adanya arus I2 di dalam medan magnet akan menimbulkan gaya F pada rotor. Bila kopel mula yang dihasilkan oleh gaya F cukup besar untuk memikul kopel beban, rotor akan berputar searah medan putar stator. Perputaran rotor akan semakin meningkat hingga mendekati kecepatan sinkron. Perbedaan kecepatan medan stator (ns) dan kecepatan rotor (nr) disebut slip (s) dan dinyatakan dengan

..................................................................(1-5)

Pada saat rotor dalam keadaan berputar, besarnya tegangan yang terinduksi pada kumparan rotor akan bervariasi tergantung besarnya slip. Tegangan induksi ini dinyatakan dengan E2s yang besarnya ......................................................(1-6) dimana : E2s = tegangan induksi pada rotor dalam keadaan berputar (Volt) f2 = s.f = frekuensi rotor (frekuensi tegangan induksi pada rotor dalam keadaan berputar) Bila ns = nr, tegangan tidak akan terinduksi dan arus tidak akan mengalir pada kumparan rotor, karenanya tidak dihasilkan kopel. Kopel ditimbulkan jika nr < ns

1.1.4

Prosedur Percobaan 1. Pasang mesin DC pada sebelah kanan mounting base. Pasang motor induksi pada sebelah kiri. Kopling dan klam mesin dengan aman. Pasang guard. 2. Hubungan mesin DC seperti ditunjukkan pada gambar 16-1. Catat bahwa ini adalah hubungan generator shunt penguatan terpisah. Yakinkan bahwa sakelar pada beban resistansi semua pada posisi bawah (off). 3. Hubungan motor induksi seperti ditujukan pada gambar 16-1 jangan hidupkan power dulu. 4. Hubungi asisten untuk melakukan pengecekan pengkawatan saudara untuk meyakinkkan kebenarannya. Atur rheostat medan pada motor DC ke posisi tahanan maksimumnya, searah jarum jam penuh. 5. Dengan saklar motor off, hidupkan main AC, AC variabel, dan breaker arus DC 0-150 volt. Atur catu AC ke 208 volt. Atur catu penguatan ke 110 volt.

6.

Pasang jumper sementara sepanjang terminal ammeter AC untuk melindungi gerakan dari arus starting yang dapat mengakibatkan kerusakan.

7. 8.

Hidupkan motor. Lepas jumper dari terminal Ammeter. Bebani generator dengan menghidukan saklar tahanan (300 3EA) pada beban resistansi.

9.

Gunakan rheostat medan generator, dan jika diperlukan, catu penguatan untuk menghasilkan tegangan terminal generator 100 volt DC.

10.

Ukur tegangan, arus dan kecepatan motor dan catat harga ini pada table 16-1.

11.

Pelan-pelan kurangi tegangan yang digunakan motor sementara amati ammeter AC, juga pertahankan tegangan beban pada 100 volt dengan rheostat medan generatot atau catu penguatan. Arus akan mulai

berkurang, kemudian bertambah. Hentikan saat arus kembali ke harga terbaca pada langkah 10. 12. Ukur tegangan dan kecepatan motor dan cacat harga ini pada tabel 161. 13. 14. Matikan semua saklar. Lepas semua colokan. Pasang mesin DC pada sebelah kiri beadplate. Mesin sinkron pada sebelah kanan dan motor induksi pada suatu titik dimana tidak aka nada kesempatan bersentuhan atau mempunyai pengkawatan

menyentuh rotor yang berputar 15. Hubungkan motor DC seperti ditunjukkan pada gambar 16-2. Cata bahwa ini adalah hubungan motor shunt penguatan sendiri. 16. Hubungkan mesin sinkron sebagai alternator seperti di tunjukkan pada gambar 16-2. Catat bahwa AC tiga fasa yang dibangkitkan oleh alternator digunakan untuk mengoperasikan motor induksi. Yakinkan saklar alternator pada posisi SYNC RUN.

17.

Hubungi asisten untuk melakukan pengecekan pengkawatan saudara untuk meyakinkan kebenarannya. Putar rheostat medan motor berlawanan arah jarum jam penuh ke posisi tahanan minimumnya.

18.

Putar tombol kontrol tegangan catu 0-125 vol ke nol. Kemudian hidupkan berikut : main AC, DC 0-125V, dan motor DC. Pelan-pelan naikkan tegangan motor ke 125 V DC. Putar knob rheostat medan searah jarum jam sampai motor DC berputar pada 1800 rpm.

19.

20.

Hidupkan catu penguatan 0-150V dan naikkan keluarannya samapai arus penguatan mencapai 1,0 amp (pada saat ini motor induksi seharusnya start berputar pelan pada pertamanya dan secara perlahan mencapai kecepatannya).

21.

Setelah motor induksi mencapai kecepatan penuh, atur kembali kecepatan motor DC dengan rheostat medan ke 1800 rpm.

22.

Atur

ulang

penguatan

alternator

jika

diperlukan

untuk

mempertahankan arus penguatan 1,0 amp. 23. 24. Baca kecepatan motor induksi dan catat pada tabel 16-2. Putar knob rheostat medan motor searah jarum jam sampai berputar pada 200 rpm. 25. 26. Ulangi langkah 22 dan 23. Matikan semua saklar circuit breaker. Lepas semua colokan.

1.2

Losses dan Efisiensi Motor Induksi

1.2.1 Tujuan Percobaan 1. Untuk menemukan sumber-sumber losses pada motor induksi tiga fasa sangkar tupai. 2. Melakukan uji rotor terkunci dan menentukan tahanan ekivalen motor induksi. 3. Menjelaskan sumber-sumber losses dan menghitung efisiensi motor induksi.

1.2.2 Alat-alat yang Digunakan 1. 2. 3. Motor Induksi Elektro-dynamometer Catu daya : DC 0-150V, 1A Tegangan variabel 3 fasa AC 4. Volt / Ampere meter : DC 150V AC 300V/2,5A dan 5A 5. 6. 7. Wattmeter AC ; 0-600W (300V, 4A) : 2EA Beban resistansi M / G mounting base

1.2.3

Teori Dasar a. Losses Motor Induksi Daya listrik disuplai ke stator motor induksi diubah menjadi daya

mekanik pada poros motor. Berbagai rugi rugi yang timbul selama proses konversi energi listrik antara lain : 1. rugi rugi tetap ( fixed losses ), terdiri dari : y rugi rugi inti stator ( Pi )

............................................................(1-7) y Rugi gesek dan angin

2. Rugi variabel y rugi rugi tembaga stator ( Pts ) .............................................................(1-8) y rugi rugi tembaga rotor ( Ptr ) ..........................................................(1-9)

Daya celah udara (Pcu) dapat dirumuskan:

..........................................................(1-10) Jika dilihat pada rangkaian rotor, satu satunya elemen pada rangkaian ekivalen yang mengkonsumsi daya pada celah udara adalah resistor R2 / s. Oleh karena itu daya pada celah udara dapat juga ditulis dengan :

...................................................(1-11) Apabila rugi rugi tembaga dan rugi rugi inti dikurangi dengan daya input motor, maka akan diperoleh besarnya daya listrik yang diubah menjadi daya mekanik. Besarnya daya mekanik yang dibangkitkan motor adalah :

Sehingga rugi celah udara dapat dinyatakan dengan ............................................................(1-12) Karena daya mekanik yang dibangkitkan pada motor merupakan selisih dari daya pada celah udara dikurangi dengan rugi rugi tembaga rotor, maka daya mekanik dapat juga ditulis dengan : .......................................................(1-13) Daya output akan diperoleh apabila daya yang dikonversikan dalam bentuk daya mekanik dikurangi dengan rugi rugi gesek dan angin, sehingga daya keluarannya : ...........................................................(1-14)

Secara umum, perbandingan komponen daya pada motor induksi dapat dijabarkan dalam bentuk slip yaitu : ...................................................(1-15)

Gambar 1. Diagram aliran daya motor induksi b. Efisiensi motor Induksi Efisiensi dari suatu motor induksi didefenisikan sebagai ukuran keefektifan motor induksi untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang dinyatakan sebagai perbandingan / rasio daya output ( keluaran ) dengan daya input ( masukan ), atau dapat juga dirumuskan dengan :

Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa efisiensi motor tergantung pada besarnya rugi rugi. Pada dasarnya metode yang digunakan untuk menentukan efisiensi motor induksi bergantung pada dua hal apakah motor itu dapat dibebani secara penuh atau pembebanan simulasi yang harus digunakan.

Gambar 2.Efisiensi motor induksi 1.2.4 Prosedur Percobaan


1. Pasang motor induksi pada sisi sebelah kiri maounting base. Klem

dengan aman dan pasang guard.

2. Hubungkan motor ke catu AC 208V variabel seperti ditunjukkan pada

gambar

7-1.

Yakinkan

untuk

mengamati

polaritas

saat

menghubungkan wattmeter. Metoda pengukuran daya tiga fasa dua wattmeter sedang digunakan.
3. Hubungi asisten untuk melakukan pengecekan pengkawatan untuk

meyakinkan kebenarannya.
4. Hidupkan catu main AC dan 0-240V. Atur keluaran ke 220V. 5. Pasang sementara jumper sepanjang terminal ampere meter dan

kumparan arus wattmeter untuk melindungi dari arus start yang besar yang menyebabkan kerusakan. Catatan : Faktor daya motor induksi tanpa beban nampaknya lebih kecil dari 0,5. Oleh karenanya mungkin diperlukan pada langkah selanjutnya untuk membalik colokan terminal tegangan dari catu wattmeter dan mengurangkan pembacaannya dari wattmeter yang lainnyauntuk mendapatkan total watt.
6. Hidupkan motor, lepas jumper dan baca arus juga tegangan motor.

Catat nilai ini pada tabel 17-1.


7. Matikan semua circuit breaker. 8. Pasang dynamometer pada sebelah kanan mounting base. Kopling ke

motor induksi dan klem dengan aman. Pasang guard.


9. Pasang peralatan pengunci rotor pada dynamometer. 10. Hubungi asisten untuk melakukan pengkawatan untuk meyakinkan

kebenarannya. Kemudian putar tombol control tegangan ke posisi keluaran nolnya. Hidupkan main AC, 0-240V AC sampai ampere meter membaca arus nominal 2,4A. Baca tegangan yang digunakan dan dayanya. Catat nilai ini pada tabel 17-2.
11. Pelan-pelan naikkan keluaran catu 0-240V AC sampai ampere meter

membaca arus nominal 2,4A. Baca tegangan yang digunakan dan dayanya. Catat ini pada tabel 17-2.
12. Matikan semua circuit breaker

10

13. Hubungkan dynamometer seperti ditunjukkan pada gambar 17-2. Catat

ini adalah hubungan generator shunt penguatan terpisah. Yakinkan peralatan pengunci rotor telah dilepas dari poros dynamometer. Atur rheostat medannya ke posisi tahanan maksimumnya, searah jarum jam penuh.
14. Dengan sakelar motor off, hidupkan catu main AC, 0-240V AC dan 0-

150V DC. Atur catu AC ke 220V. Atur catu penguatan sampai maksimum. Yakinkan semua saklar pada beban resistansi pada posisi ke bawah (off).
15. Pasang jumper sementara sepanjang terminal ampere meter dan

kumparan arus wattmeter.


16. Hidupkan motor. Lepas jumper dari ampere meter dan kumparanarus

wattmeter.
17. Gunakan rheostat medan dynamometer untuk mengatur tegangan

terminalnya ke 125V DC.


18. Baca arus motor dan masukkan wattmeter lalu catat hasil ini pada tabel

17-3.
19. Hidupkan sakelar beban (300 1EA) pada load bank. 20. Jika diperlukan, atur ulang rheostat medan dynamometer atau catu

penguatan untuk mempertahankan tegangan terminal 125V. Kemudian ulangi langkah 18.
21. Hidupkan sakelar beban (300 2EA) pada load bank. Ulangi langkah

20.
22. Hidupkan sakelar beban (300 3EA) pada load bank. Ulangi langkah

20.
23. Hidupkan sakelar beban (300 3EA dan 600 3EA) pada load bank.

Ulangi langkah 20.


24. Matikan semua sakelar circuit breaker. Lepas semua colokan