Anda di halaman 1dari 2

Proses Pengambilan Keputusan

1. Identifikasi masalah Contoh : Amanda, seorang manajer penjualan yang mewakili tenaga penjualnya membutuhkan laptop baru karena laptop lama mereka tidak memadai untuk melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien. Untuk lebih mudah, kita berasumsi bahwa Amanda telah menetapkan itu sebagai hal yang tidak ekonomis untuk menambahkan memori ke komputer lama dan itu kebijakan organisasi bahwa para manajer lebih baik membeli komputer baru daripada menyewanya. 2. Mengidentifikasi kriteria keputusan Contoh : Setelah manajer mengidentifikasi masalah, kriteria keputusan penting untuk menyelesaikan masalah yang harus diidentifikasi. Yaitu, manajer harus memutuskan kriteria apa yang relevan dalam mengambil keputusan. Seperti : pemilihan komputer yang bergantung pada - memory and storage capability (memori dan kemampuan penyimpanan) -display quality (kualitas tampilan) -battery life (daya tahan baterai) -warranty (jaminan) -carrying weight 3. Mengalokasikan bobot kriteria Contoh : Memberikan bobot kriteria misalnya : Memory and storage 10 Battery life 8 Carrying weight 6 Warranty 4 Display quality 3 4. Mengembangkan alternatif Mengharuskan pembuat keputusan untuk membuat daftar alternatif yang layak, yang bisa mengatasi masalah. Misalnya : seorang manajer penjualan mengidentifikasi delapan laptop sebagai pilihannya yaitu : -Toshiba Protg S100 -Dell Inspiron 700m -Toshiba QosmioG15-AV501 -Apple iBook -Sony Vaio VGN-FS790 -Gateway NX850X -HP Pavilion zd8000 -Lenovo Thinkpad R52 5. Menganalisa alternatif Seorang pengambil keputusan harus menganalisa masing-masing alternatif tesebut, dengan cara mengevaluasi setiap kriteria yang ditetapkan pada langkah kedua dan ketiga dengan mengalikan setiap alternatif dengan bobot kriteria

6. Memilih alternatif

Langkah keenam adalah memilih alternatif terbaik di antara alternatif yang lain. Setelah semua criteria dianalisis, diambilah alternatif yang paling berbobot di antara alternative yang lain. Misalnya : seorang manajer penjualan memilih satu alternative yang memiliki poin tertinggi dari semua alternative yang lain, yaitu Toshiba Qosmio pada contoh nomor 4 di atas. Ini adalah alternative yang terbaik.

7. Menerapkan alternatif Orang yang mengimplementasikan sebuah keputusan harus berpartisipasi dalam prosesnya. Misalnya : seorang manajer penjualan memilih Toshiba sebagai alternatifnya. Manajer penjualan tersebut telah berpartisipasi ke dalam proses pengambilan keputusannya. 8. Mengevaluasi efektivitas keputusan Contoh : Langkah terakhir dari proses pengambilan keputusan adalah mengevaluasi hasil atau akibat dari keputusan yang diambil, agar bisa mengetahui masalah yang terjadi telah teratasi atau belum.