Anda di halaman 1dari 12

PEDOMAN WAWANCARA STUDI DESKRIPTIF ANALITIS MENGENAI KTP DI KABUPATEN JEMBRANA-BALI

Identitas Narasumber Nama :

Tempat/tanggal lahir : Jenis kelamin Alamat Umur : : :

Latar Belakang Penelitian Pemerintah dalam hal pelayanan masyarakat atau pelayanan publik (public service) dituntut bekerja sebaik-baiknya sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pemerintah dituntut pula untuk memberikan informasi terhadap pelayanan public tersebut secara baik dan berkelanjutan, hal ini termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 mengenai Keterbukaan Informasi Publik. Berangkat dari hal tersebut diatas maka pemerintah sudah selayaknya melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, yang dimaksud dengan pelyanan publik adalah; kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Ruang lingkup pelayanan publik menurut Undang-Undang Pelayanan Publik meliputi pelayanan barang publik dan jasa publik serta pelayanan administratif yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dalam ruang lingkup tsb, termasuk pendidikan, pengajaran, pekerjaan dan usaha, tempat tinggal, komunikasi dan informasi, lingkungan hidup,

kesehatan, jaminan sosial, energi, perbankan, perhubungan, sumber daya alam, pariwisata, dan sektor strategis lainnya. (Pasal 5 UU No 25 Tahun 2009). Jika kita lihat definisi tersebut maka pembuatan Kartu Tanda Penduduk atau (KTP) merupakan termasuk dalam pelayanan publik, karena KTP merupakan barang yang dibutuhkan masyarakat karena KTP merupakan kartu identitas bagi semua warga Negara Indonesia yang sudah cakap hukum. Jika kita lihat struktur masyarakat Indonesia yang multikultur, maka pelayanan masyarakat/publik ini memiliki kekhasan masing-masing, mungkin ada yang sudah baik, dan mungkin saja ada yang belum baik. Seperti kita ketahui ada beberapa kabupaten yang melaksanakan pelayanan KTP ini dengan baik, misalnya Kabupaten Sulawesi Tenggara dengan melakukan pencatatan secara berkala termasuk KTP melalui Dinas Pencatatan Sipil (http://www.munakab.go.id/index.php/skpd/dinas/dinas-capil. Diakses: 2011).

Kabupaten lainnya yaitu kabupaten Siak Provinsi Riau, dalam website resminya, pemerintah Kabupaten Siak menyebutkan; Dalam upaya meningkatkan pelayanan masyarakat terkait pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) dan akte kelahiran hingga tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menyiapkan mobil keliling. Selain mobil keliling untuk mempermudah pembuatan KTP dan akte kelahiran, juga diserahkan dua unit mobil Perpustakaan keliling.(http://dprdsiakkab.go.id/dprd/index.php?option=com_content&task=view&id=23&I temid=99999999. Diakses: 2011) Hal ini menarik untuk diteliti bagaimana suatu pemerintah daerah memberdayakan perangkat pemerintahannya untuk bekerja keras melayani masyarakat, hal inilah hakekat dari pemerintah. Dewasa ini berbagai pemerintahan daerah berlomba untuk mencatatkan prestasi dalam pemerintahan, lalu bagaimana dengan Provinsi Bali yang kita tahu Provinsi ini sangat terkenal ke seluruh dunia karena keindahan alamnya. Apakah pemerintahan di Bali dalam hal ini Kabupaten Jembrana telah melakukan pelayanan masyarakat khusunya KTP dengan baik? Pertanyaan semacam ini menjadi pemicu bagi peneliti untuk melakukan penelitian di Kabupaten Jembrana Bali.

Rumusan Masalah 1. Bagaimana prosedur pembuatan KTP dan kartu keluarga di Jembrana? Untuk memperjelas rumusan masalah, peneliti menguraikan hal tersebut ke dalam beberapa sub pokok masalah sebagai berikut: 1) Apa saja persyaratan pembuatan KTP dan kartu keluarga? 2) Siapa yang berwenang menandatangani KTP? 3) Mengapa KTP harus ditandatangani oleh penandatangan tersebut? 4) Berapa lama KTP DAN kartu keluarga bisa dibuat? 5) Di mana masyarakat bisa mengajukan pembuatan KTP dan kartu keluarga? 6) Bagaimana mekanisme pembuatan ktp dan kartu keluarga? 2. Bagaimana aksesibilitas masyarakat Jembrana dalam membuat KTP dan kartu keluarga? Untuk memperjelas rumusan masalah, peneliti menguraikan hal tersebut ke dalam beberapa sub pokok masalah sebagai berikut: 1) Apakah masyarakat cenderung malas untuk membuat KTP DAN KARTU KELUARGA?

2) Siapa yang berwenang mensosialisasikan pentingnya mempunyai KTP DAN KARTU KELUARGA? 3) Mengapa KTP DAN KARTU KELUARGA sangat penting dimiliki oleh masyarakat? 4) Berapa biaya yang harus dikeluarkan masyarakat dalam pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA? 5) Di mana masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA? 6) Bagaimana kesadaran masyarakat memperpanjang KTP DAN KARTU KELUARGA yang telah habis masa berlakunya? 3. Apa hambatan yang dialami oleh pemerintah setempat berkenaan dengan pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA? 1) Apa hambatan yang paling sering dialami oleh pemerintah setempat dalam pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA? 2) Mengapa masalah tersebut muncul? 3) Pihak mana yang harus bertanggungjawab mengenai permasalahan tersebut? 4) Bagaimana solusi yang diajukan pemerintah yang bersangkutan untuk memecahkan masalah tersebut? 4. Inovasi seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Jembrana dalam melakukan pelyanan KTP dan Kartu Keluarga?

SKENARIO PENGAMBILAN DATA PEDOMAN WAWANCARA STUDI DESKRIPTIF ANALITIS MENGENAI KTP DI KABUPATEN JEMBRANA-BALI

No. 1.

Permasalahan Bagaimana prosedur pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA di Jembrana?

Wawancara Pemerintah Daerah

Observasi Pemda Jembrana dan daerah sekitar

Dokumentasi Narasumber :1. Masyarakat, 2. Pemerintah, 3.

Triangulasi Tokoh Poolitik, DPRD, Masyarakat

2.

Bagaimana aksesibilitas masyarakat Jembrana dalam membuat KTP DAN KARTU

Pemerintah Daerah, Masyarakat

Pemda Jembrana dan daerah sekitar

Narasumber, Tempat Pertemuan dengan Masyarakat

DPRD, Toko Adat, Masyarakat

KELUARGA?

3.

Apa hambatan yang dialami oleh pemerintah setempat berkenaan dengan pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA?

Pemerintah Daerah

Pemda Jembrana dan daerah sekitar

Narasumber, Tempat Pertemuan dengan Masyarakat

Tokoh Agama, DPRD, Masyarakat

PEDOMAN OBSERVASI PEDOMAN WAWANCARA STUDI DESKRIPTIF ANALITIS MENGENAI KTP DI KABUPATEN JEMBRANA-BALI

No

Aspek Yang Di Amati

Deskripsi Hasil Penelitian (Catatan Lapangan)

Komentar dan Analisis

Lingkungan Fisik Luas Wilayah 841.800 Km atau 14,96% dari luas wilayah pulau Bali. Cuaca Jumlah Penduduk Jumlah Kecamatan
1.

Melaya, Luas kecamatan Melaya: 197,19 Km

2.

Negara, Luas kecamatan Negara: 126,6 Km

3.

Jembrana,

Luas

kecamatan

Jembrana: 93,87 Km
4.

Mendoyo,

Luas

kecamatan

Mendoyo: 294,49 Km
5.

Pekutatan,

Luas

kecamatan

Pekutatan: 129,65 Km Topografi Jembrana Kabupaten 1. Datar = 25,00 %


2. 3. 4.

wilayah landai =

10,16 %

wilayah berbukit = 25,24 % wilayah curam = 39,60 %

Tingkat lereng di

kemiringan 1. Wilayah dengan kemiringan lereng 0 Kabupaten - 2% (datar) seluas 210,47 Km 2. Wilayah dengan kemiringan lereng 2 - 15% (landai) seluas 85,49 Km 3. Wilayah dengan kemiringan lereng 15 - 40% (bergelombang/berbukit) seluas 212,45 Km sebagian besar merupakan kawasan yang

Jembrana

dikembangkan untuk hutan produksi dan hutan lindung 4. Wilayah dengan kemiringan lereng >40% (curam sampai sangat curam) seluas 333,39 Km merupakan

kawasan lindung mutlak Sumber air yang ada di 1. Air permukaan Wilayah Jembrana Kabupaten Bendung Palasari 2. Air tanah : Air yang bersumber dari : Air Sungai,

bawah tanah 3. Mata air : Terdapat 37 mata air

dengan kapasitas 110 l/det

Lingkungan Manusiawi Tingkat Pendidikan Mata Pencaharian

Rencana Alokasi Tata Ruang Kawasan Non 1. Hutan Lindung seluas: 34.312,80 Ha

Budidaya dengan luas 2. Hutan Swaka Marga Satwa seluas: 41.809 Ha (49,66%) 4.502,90 Ha 3. Hutan Produksi terbatas seluas:

2.610,20 Ha 4. Hutan Produksi Tetap seluas: 383,10 Ha Kawasan Budidaya 1. Tanaman Lahan Basah seluas / sawah: 9.751,06 Ha Lahan Kering seluas:

Pertanian dengan luas 33.730,62 (40,07% )

Ha 2. Tanaman 420,00 Ha

3. Tanaman tahunan / 23.192,03 Ha

perkebunan:

4. Perikanan / pertambakan: 367,53 Ha Kawasan Budidaya 1. Pariwisata seluas: 3.218,47 Ha

Non Pertanian dengan 2. Industri seluas: 625,00 Ha luas 8.640,38 Ha ( 3. Pelabuhan seluas: 9,80 Ha 4. Bendungan seluas: 87,00 Ha 5. Permukiman: 4.700.11 Ha
y

10,27% )

Lokasi Kawasan Pariwisata

Kawasan Pariwisata Candikusuma yang meliputi: Desa Tuwed, Desa Tukadaya, Desa Banyubiru, dan Desa Baluk dengan luas seluruhnya

4.930,00 Ha
y

Kawasan

Pariwisata

Perancak

meliputi Desa Perancak, Desa Air Kuning, Desa Yeh Kuning, Desa Delodbrawah, Desa Penyaringan, Desa Yeh Embang, Desa Yeh Embang Kangin, Desa Yeh

Sumbul, Desa Medewi, dan Desa Pulukan dengan luas seluruhnya 20.010,00. Kedua kawasan ini

masing-masing Rencana (RDTR). Kawasan Pengambengan Detail

sudah Tata

memiliki Ruang

Industri Desa Pengambengan, Desa Tegalbadeng Barat, Desa Tegalbadeng Timur,

sebagian Desa Baluk di Kecamatan Negara dengan luas seluruhnya 625,00 Ha 4 Transportasi Jenis Jalan y Jalan Nasional, y Jalan Propinsi, y Jalan Kabupaten. Berdasarkan permukaan Jalan jenis y Jalan Aspal=770,113Km di y Jalan Krikil =77,168Km

Kabupaten terdiri atas y Jalan Tanah =77,304Km Jalan Aspal, Jalan Krikil dan Jalan Tanah Jembatan jumlah jembatan di Kabupaten Jembrana sebanyak 133 buah terdiri dari 132 Jembatan Beton dengan panjang

2.603,64 meter dan 1 buah Jembatan

Baja dengan panjang 30 meter. Terminal, Pangkalan Terminal penumpang yang ada di

Angkutan Umum dan Kabupaten Jembrana sampai pada akhir Halte tahun 2009 sebanyak 2 buah yaitu Terminal Negara yang terletak di Jalan Pahlawan dan terminal Gilimanuk

terletak dekat pelabuhan Gilimanuk. Pangkalan angkutan umum sebanya 13 buah dan halte sebanyak 21 buah. Disamping terminal penumpang di

Kabupaten Jembrana juga terdapat 1 buah terminal barang dengan kapasitas 30 kendaraan terletak di Jalan Gunung Agung Kecamatan Negara.

Tujuan penelitian 1) Diketahuinya prosedur pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA di Jembrana? 2) Diketahuinya aksesibilitas masyarakat Jembrana dalam membuat KTP DAN KARTU KELUARGA? 3) Diketahuinya hambatan yang dialami oleh pemerintah setempat berkenaan dengan pembuatan KTP DAN KARTU KELUARGA?