Anda di halaman 1dari 21

Oleh: R. AHMAD ANZALI, S.

Ked

Pengantar

Retinopati serosa sentral ditandai dengan keadaan lepasnya bagian neurosensori retina dan atau epitel pigmen retina terutama di daerah makula

Salah satu dari 10 penyakit mata bagian posterior yang banyak dijumpai Bersifat jinak dan dapat sembuh sendiri Rekurensi 30% Akut dan kronik

Patogenesis belum diketahui diduga defek epitel pigmen retina atau iskemik koroid lobular dan kongesti vena koroid Penelitian terbaru ada keterkaitan dgn stres psikologis, kepribadian tipe A, pengobatan glukokortikoid, hiperkortisol endogen seperti Cushings Syndrome, hipertensi sistemik, dan kehamilan. pengingkatan katekolamin serum, atau glukortikoid, atau keduanya dianggap memiliki andil dalam patogenesis retinopati sentral serosa

Eritropoeitin (EPO) hormon glikoprotein disintesis oleh ginjal , juga disekresi sel interstisial korteks adrenal, sebagai respons hipoksia jaringan Sitokin ini faktor hematopoeitik eritroid

Bukti baru tentang Eritropoietin:


y sebagai antioksidan dan efek antiapoptois pada

berbagai macam sel seperti neuron retina dan epitel pigmen retina. y otak, retina, epitel pigmen retina, astrosit dan neuron memiliki reseptor eritropoietin, dan eritropoietin mempunyai efek neuroprotektif poten pada otak dan retina. y eriptopoietin melindungi sel epitel pigmen retina dari kerusakan oksidatif.

Penelitian terbaru retinopati diabetik, gaukoma, edema makula diabetik dan degenerasi makula karena umur berhubungan dengan peningkatan EPO dalam serum, humor aquos dan vitreus. reseptor EPO terdapat pada sel epitel pigmen retina dan eritropoietin memiliki efek prtotektif terhadap sel epitel pigmen retina hipotesis kami EPO berhubungan kerusakan atau lepasnya epitel pigmen retina.

Efek EPO pada sistem simpatik:


y Meningkatkan kadar noradrenalin darah (Ksiazek et

al) y Berefek pada hemodinamik simpatik (Kristensen et al)

Karena efeknya thd hemodinamik simpatik, diperkirakan EPO mempunyai peran dalam patogenesis Retinopati serosa sentral, berkaitan dengan katekolamin yg jg meningkat pada penyakit ini

Materi dan metode


Prospective case-control study 3 kelompok/grup

y 15 orang dengan RSS aktif y 15 orang dengan RSS inaktif y 15 orang sehat

Kriteria Inklusi

Grup 1 : pasien dengan retinopati serosa sentral aktif yang ditandai dengan lepasnya retina neurosensori karena akumulasi cairan serosa diantara fotoreseptor dengan segmen luar, dan perubahan kombinasi monofokal dan multifokal pada epitel pigmen retina (melalui FFA dan OCT) Grup 2 : pasien dengan retinopati serosa sentral inaktif didefinisikan oleh retina yang sepenuhnya melekat setelah kelainan selama lebih dari 6 bulan didokumentasikan oleh FFA dan OCT Grup 3 : subjek yang sehat

Analisis Darah
Sampel darah vena 5 mL (tanpa antikoagulan) Disentrifus selam 10 menit pada 300 rpm Sera dianalisis secepatnya Konsentrasi EPO dinilai dengan IMMULITE 2000 EPO Referensi interval yaitu 3,7-31,5 mIU/mL

Analisis Statistik
SPSS 11.0, USA Kruskal-Willis evaluasi signifikansi statistik umur konsentrasi EPO Mann-Whithney U test membandingkan signifikansi perbedaan antar grup Hasil dinilai dari nilai P, < 0,05 bermakna sigbifikan

Hasil

There was no significant variation among the serum EPO concentrations ofthe study groups (KruskalWallis variance analysis and MannWhitney U test P . 0.05)

Diskusi

Ada beberapa teori tentang patogenesis Retinopati serosa sentral


y y y y y y y y

Defisiensi vitamin A Malnutrisi Reaksi alergi Agen toksik Mekanisme fototoksik Faktor psikosomatik Terapi glukortikoid Hiperkortisol endogen

Meningkatkan kadar katekolamin dan atau glukokortikoid serum patogenesis retinopati serosa sentral

Penyebab pasti RSS tidak diketahui, tetapi mungkin multifaktorial. Hipotesis sel RPE mati akibat mekanisme apoptosi dan nonapoptosi Kerusakan oksidatif degenerasi, disfungsi, dan lepasnya RPE Saat ini diketahui reseptor EPO terdapat pada sel RPE, dan diketahui memiliki efek protektif pada neuron retina dan sel RPE

Spitznas (1986) berpendapat RSS disebabkan oleh epinefrin intravena pada percobaan dengan kera terjadi ganggusn pompa ion akibat stimulasi B-adrenergik Yanuzzi (1987) RSS berkaitan erat dengan kepribadian tipe A Penelitian terbaru, terapi EPO berhubungan dengan hipertensi dan meningatkan sensitivitas thd stimulasi simpatetik

Ini merupakan penetilian pertama Kami memperkirakan adanya peningkatan atau penurunan kadar EPO serum pada pasien RSS (terutama aktif) Rasionalisasi:

y Telah diketahui intake EPO eksogen pada hewan

percobaan menunjukkan efek simpatik, kemudian kami menduga kadar EPO akan meningkat y EPO merupakan sitokin neuroprotektif thd sel RPE, kemudian kami menduga kadar EPO akan rendah

Pada kenyataannya, kadar EPO serum tidak siginifikan antara pasien dan kontrol Hasil ini menunjukkan kadar EPO serum tidak berpengaruh pada pasien RSS Penilaian kadar EPO pada humor aquos dan vitreus mungkin dapat memberi pengetahuan lebih baik Disamping itu, fungsi EPO mungkin juga dipengaruhi rasio antara EPO yang bebas dan terikat

Kesimpulan
Tidak ada peran serum EPO dan defek RPE, dan patogenesis RSS Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menegatahui lebih lanjut regulasi molekular dan efek EPO, menilai EPO bebas dan terikat, dan memastikan peran EPO pada patogenesis RSS