Anda di halaman 1dari 8

Cengkeh Ajaib Berdaun Empat

Judul Buku Penulis Penerbit Tebal Buku : Good Luck (Nasib Baik) : Alex Rovira, Fernando Trias de Bes : KARISMA Publishing Group : 163 halaman; 0,9 cm

I.

Perjumpaan

Suatu sore yang cerah di musim semi, Max, seorang pengusaha yang makmur dan bijaksana, dengan anggun tetapi santai berpakaian, duduk di bangku kesayangannya di Central Park. Max adalah seorang pengusaha berusia 64 tahun dan memiliki kehidupan yang penuh sukses. Tiba-tiba seorang pria lain bernama Jim duduk di sebelahnya. Jim tampak loyo, lesu, tetapi toh mampu hidup bermartabat. Ternyata, mereka berdua adalah sahabat kecil yang terpisah 50 tahun lalu. Mereka berdua tumbuh di daerah miskin New York, Bronx. Jim pindah dari lingkungan itu 50 tahun lalu karena keluarganya mendapat keberuntungan tak terduga, pamannya yang tidak memiliki keturunan mewarisi kekayaannya kepada mereka. Namun semua tidak berjalan baik sekarang. Berbeda dengan Jim, Max yang sebelumnya lebih miskin dari Jim, ia hidup makmur sekarang. Jimpun bertanya tentang rahasia kesuksesan Max. Max mengaku bahwa semua kesuksesan ini bukanlah hanya dari dirinya saja, ia terinspirasi dari kisah Nasib Baik yang pernah didengarnya semasa kecil, Legenda Cengkeh Ajaib.

Aturan Pertama Nasib Baik: Kemujuran tidaklah tahan lama, sebab itu tergantung pada Anda. Nasib Baik diciptakan oleh kita masing-masing; itulah sebabnya Nasib Baik akan bertahan selamanya.

II.

Legenda Cengkeh Ajaib

Dahulu kala, Merlin si tukang sihir, mengumpulkan semua kesatria di daerah tersebut. Ia memberikan tantangan kepada mereka untuk menemukan cengkeh ajaib berdaun empat yang akan membawa kemujuran tidak terbatas bagi pemiliknya. Mendengar tantangan itu, para kesatria mulai bersorak. Kabarnya, cengkeh itu akan tumbuh 7 hari lagi di Hutan Ajaib, di balik kedua belas bukit, di belakang lembah keterlupaan. Merlin sendiri tidak tahu di mana pastinya cengkeh ajaib itu akan tumbuh, tetapi dia pasti akan muncul. Tantangan ini terdengar sangat mustahil, Hutan Ajaib sangatlah luas, bahkan mencari jarum dalam jerami terdengar

lebih mudah. Para kesatria yang tadinya bersorak sekarang tampak lesu dan berpergian. Namun ada 2 orang kesatria yang masih bertahan. Kesatria berpenutuh kepala hitam, Nott dan kesatria berpenutup kepala putih, Sid.

Aturan Kedua Nasib Baik: Banyak yang menginginkan Nasib Baik, tetapi sedikit yang mau mengejarnya.

Untuk sampai ke Hutan Ajaib, kedua kesatria telah menghabiskan 2 hari di perjalanan. Mereka berangkat terpisah dan tidak bertemu selama dalam perjalanan. Sesampainya di Hutan Ajaib pada hari yang ketiga, kesatria berpenutup kepala hitam, Nott langsung mencari Kurcaci, Sang Pangeran Bumi. Dia mengetahui semua tumbuhan yang tumbuh di tanah Hutan Ajaib. Ketika bertemu dengannya, Nott langsung bertanya mengenai cengkeh ajaib itu, namun sayang, ternyata tidak pernah ada cengkeh yang tumbuh di Hutan Ajaib. Saat itu, Nott merasakan perasaan orang ketika diberitahu bahwa kemujuran tidak memihak mereka: ia takut. Tetapi ia memberitahu dirinya sendiri,Ini tidak mungkin. Itulah jawaban yang memudarkan ketakutan diri bahwa ia tidak mujur dan diapun beranjak pergi. Sementara itu, kesatria berpenutup kepala putih, Sid juga memiliki ide yang sama dengan Nott. Ia mencari sang pangeran bumi. Mereka bertemu ketika Nott baru saja beranjak pergi. Sid langsung bertanya mengenai cengkeh ajaib itu, kurcaci itu juga memberi jawaban yang sama seperti sebelumnya. Tetapi Sid tidak menyerah, dia bertanya mengapa tidak pernah ada cengkeh yang tumbuh di Hutan Ajaib. Jelas sekali karena tanahnya. Cengkeh butuh tanah yang baru untuk bertumbuh, jawab kurcaci itu. Dimana saya dapat mendapatkan tanah baru?, tanya Sid. Hmm Ada tanah baru dekat Negeri Cowls, kurcaci sapi berkaki duabelas, beberapa mil dari sini. Itu tanah baru yang belum pernah digunakan, jawab kurcaci seraya pergi memasuki rumahnya. Sid mengucapkan banyak terima kasih kepada Sang Kurcaci dan segera pergi ke negeri Cowls. Ia tahu peluangnya tipis, tetapi setidaknya itu merupakan suatu langkah maju. Sesampainya di Negeri Cowls, ia langsung menemukan tanah baru itu, benar saja, tanah itu baru, murni, segar dan bernutrisi, ia langsung mengisi kedua kantung yang dibawanya. Kemudian ia pergi ke suatu tempat di hutan yang jauh dari desa manapun dan memilih area yang tepat. Dia mencabuti ilalangnya dan mengganti tanahnya. Dengan kedua kantung tanah baru itu, dia hanya dapat menutupi beberapa kaki daerah itu. Sementara Hutan Ajaib itu sangatlah luas, kecil kemungkinannya dia memilih tempat yang tepat untuk tumbuhnya cengkeh ajaib itu. Namun sebagai kesatria sejati, Sid tahu bahwa melakukan segalanya

dengan berbeda adalah langkah pertama menuju sukses. Diapun tertidur membayangkan cengkeh ajaib itu bersemai di tanah baru yang dibuatnya, empat hari lagi.

Aturan Ketiga Nasib Baik: Kalau sekarang Anda belum mempunyai Nasib Baik, mungkin itu adalah karena Anda berada dalam kondisi-kondisi yang biasa. Untuk mempunyai Nasib Baik, Anda harus menciptakan kondisi-kondisi baru yang tak biasa.

Di pagi yang keempat, Nott merasa tidak optimis karena kata-kata Kurcaci di hari yang sebelumnya. Tetapi dia tetap berusaha mencari informasi mengenai cengkeh itu,siapa tahu kurcaci itu berbohong, pikirnya. Ketika Nott sedang minum dari danau, tiba-tiba muncullah si Gadis Danau. Nott kemudian bertanya mengenai cengkeh ajaib kepadanya. Gadis Danau itu kemudian tertawa. Tidak mungkin ada cengkeh yang tumbuh di Hutan ini, Hutan ini tidak memiliki aliran air. Sementara cengkeh butuh aliran air untuk tumbuh, ujarnya sembari menghilang ke dalam air. Nott mulai menyadari bahwa pasti dirinya takkan mujur. Ini membuatnya takut, lebih takut dibandingkan setelah berbicara dengan Kurcaci. dia mulai membeci kemujuran. Menjijikkan. Tetapi Nott masih belum menyerah, dia masih mau mencari penghuni Hutan Ajaib lain untuk mencari tahu kebenaran informasi itu. Jadi Nott menaiki kudanya dan menunggang tanpa arah pasti berharap cukup mujur untuk menemukan cengkeh ajaib. Di tempat lain, Sid merenungkan hal-hal lain yang dibutuhkannya selain tanah, yaitu air! Dia kemudian mencari danau tempat si Gadis Danau tinggal, agak sulit untuk menemukannya tetapi dia berhasil. Dia menemukannya tepat setalah Nott beranjak, saat ingin mendekati danau itu, Sid tidak sengaja menginjak seekor siput kecil yang menjerit keras sekali. Gadis Danau itupun keluar, dia menyuruh Sid pergi karena dia takut bunga bakungnya akan terbangun. Gadis Danau itu mengeluh mengenai danaunya yang tidak memiliki aliran, sehingga dia harus mejaga bunga-bunga bakung agar danau tidak meluap dan hutan tidak banjir. Di sisi lain, Gadis itu tidak memiliki waktu untuk beristirahat, itu membuatnya sedih. Sid berniat membantu, jadi dia mengambil pedangnya dan mulai menggali aliran untuk danau itu sampai ke daerah tanah baru yang dibuatnya untuk sekaligus mengairinya. Gadis Danau itu merasa sangat senang dan berterima kasih kepada Sid. Sid juga senang akan apa yang dilakukannya, meskipun dia tidak tahu jika cengkeh ajaib itu akan tumbuh di daerah yang dipilihnya, tetapi toh dia sudah berusaha. Dia merenungi apa yang telah dikerjakannya hari itu dan tertidur lelap. Tiga hari lagi.

Aturan Keempat Nasib Baik: Menemukan kondisi-kondisi baru untuk Nasib Baik tidaklah berarti hanya mementingkan keuntungan kita sendiri. Menciptakan kondisi-kondisi, menolong sesama, menjadikan Nasib Baik lebih mungkin muncul.

Keesokan paginya, Nott berkecil hati mengingat perkataan Kurcaci dan Gadis Danau. Tetapi toh, dia sudah berada di sana, jadi dia melanjutkannya saja. Nott menunggang kudanya tanpa arah, sampai dia teringat akan Sequoia, Ratunya Pohon. Dia menunggang ke tengah-tengah Hutan Ajaib. Sequoia sudah berumur 2000 tahun dan dia tahu segala informasi di Hutan Ajaib. Langsung saja, Nott menanyakan mengenai cengkeh ajaib itu. Sequoia tak langsung menjawab, dia mengingat-ingat lagi. Namun Nott tak sabaran, dia mengira Sequoia tak tahu jawabannya dan ia hendak beranjak pergi. Tepat setelah Nott hendak pergi, Sequoia menjawab,Tidak, tidak pernah ada cengkeh apalagi cengkeh berdaun empat yang tumbuh selama 2000 tahun ini. Nott merasa sangat kecewa dan putus asa. Sequoia adalah makhluk hutan ketiga yang mengatakan bahwa dia tidak mujur. Tidak mampu ia sadari bahwa ia perlu berbuat sesuatu. Demikianlah Nott menjadi kecewa. Di tempat lain, Sid merenungkan hal-hal yang dibutuhkan untuk tumbuhnya cengkeh itu; tanah, air dan cahaya! Sid bukanlah pakar berkebun, jadi dia bergegas untuk menemui Sequoia si Ratu Pohon. Dia sampai tidak lama setelah Nott pergi. Sid bertanya berapa banyak sinar matahari yang dibutuhkan cengkeh. Sequoia telah memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaan kesatria lain. Tetapi Sid mendekatinya dengan penuh sopan dan hormat, diapun berkenan untuk menjawab pertanyaan Sid.Cengkeh membutuhkan sinar sekaligus keteduhan. Tetapi Hutan Ajaib ini teduh kemanapun Anda pergi, sehingga tidak ada cengkeh yang tumbuh di sini, jawabnya. Tetapi Sid tidak berkecil hati, dia meminta izin untuk memotong cabang pohon yang mati untuk mendapatkan sinar matahari. Sequoia tidak melarangnya. Sid mengucapkan banyak terima kasih dan bergegas ke daerah yang dipilihnya untuk memotong cabang dan ranting pohon yang mati. Hari yang melelahkan, namun lihatlah daerah yang dipilihnya itu sekarang telah mendapat sinar matahari sekaligus keteduhan. Sid terlelap membayangkan cengkeh yang akan tumbuh di sana, dia sudah tidak khawatir lagi apakah dia memilih tempat yang tepat. Dua hari lagi.

Aturan Kelima Nasib Baik: Kalau Anda tunda penciptaan kondisi-kondisi barunya, Nasib Baik tidak akan pernah datang. Menciptakan kondisi-kondisi baru terkadang menuntut kerja keras, tetapi kerjakanlah hari ini juga!

Pada hari keenam, Nott mengembara dengan sedih di Hutan Ajaib. Tentunya ia tidak yakin akan menemukan Cengkeh Ajaib, tetapi ia tidak mau kembali ke istana sendirian. Seandainya ia harus malu, lebih baik ia malu bersama Sid. Dia hanya mengembara bertemu dengan tmakhluk penghun Hutan Ajaib dan tumbuhan unik lainnya sampai ia bertemu dengan Ston, Ibu Segala Batu. Ston mengejek Nott yang tak kunjung menemukan cengkeh ajaib. Ya, pencarian cengkeh ajaib ini telah tersebar ke penjuru Hutan Ajaib. Nott kembali bertanya kepada Ston dimana cengkeh akan tumbuh di hutan itu. Ston tertawa terbahak,mana mungkin cengkeh tumbuh di daerah berbatu, katanya. Sudah makhluk keempat yang menegaskan ketidakmujurannya. Aku benar-benar tidak mujur, katanya dalam hati. Tapi kemudian dia teringat akan Sid,Ha! Jika tidak ada Cengkeh Ajaib untukku, maka tidak ada Cengkeh Ajaib untuk Sid! ujarnya. Nott pun merasa lega, bahkan senang membayangkan kegagalan Sid. Lalu dia naik ke atas kudanya dan mencari tempat untuk tiduk. Sebaliknya, Sid merenungkan apa yang telah diperbuatnya; tanah, air, cahaya. Dia tidak tahu lagi apa yang harus diperbuatnya. Dia butuh inspirasi. Jadi Sid pergi ke puncak tertinggi Hutan Ajaib. Di sana, dia bertemu dengan Ston. Sid mencoba bertanya tentang cengkeh kepadanya.Baru saja kukatakan kepada teman kesatriamu itu, cengkeh tidak mungkin tumbuh di daerah berbatu, jawabnya sambil terbahak.Tentu saja! Kenapa tidak terpikir olehku? ujar Sid. Sid kemudian berpamitan dan bergegas ke daerah yang dipilihnya dan menyingkirkan batu-batu dari tanah itu. Sid sadar bahwa dia harus memandang gelasnya setengah penuh agar dia berkonsentrasi untuk mengisi gelas itu sampai penuh. Detil-detil kecil yang tampaknya tak perlu bisa saja merupakan kunci terpenting. Semalam lagi, dia tidur di tempat yang dipilihnya itu dan bermimpi indah tentang cengkeh yang akan tumbuh di tanah baik yang tak berbatu, dengan air yang cukup dan cahaya matahari. Tinggal sehari lagi dimana Cengkeh Ajaib akan lahir di Hutan Ajaib.

Aturan Keenam Nasib Baik: Terkadang, bahkan dalam kondisi yang tampaknya tepat pun, Nasib Baik tidak juga datang. Carilah kondisi yang tampaknya tidak perlu padahal mutlak, dalam detil-detil kecilnya.

Malam terakhir seharusnya tenang, tetapi tidak bagi kedua kesatria ini. Nott sedang mencari tempat untuk tidur ketika kudanya menginjak tanah yang lain, yang baru, diairi dan tidak berbatu. Nott melihat Sid yang hampir tertidur. Mereka bercerita mengenai pencarian mereka masing-masing. Mengapa kamu bekerja seperti binatang untuk membuat kebun beberapa kaki ini? Tanya Nott. Merlin berkata bahwa cengkeh ajaib itu akan tumbuh, tetapi dia tidak bilang kita tidak ada yang harus dilakukan supaya cengkeh itu tumbuh, bukan? jawabnya,

Aturan Ketujuh Nasib Baik: Bagi mereka yang hanya percaya kepada kebetulan, menciptakan kondisi yang tampaknya menggelikan. Mereka yang menciptakan kondisi tidaklah mengkhawatirkan soal kebetulan.

Nott yang sedang tidur, tiba-tiba terbangun oleh suara Burung Hantu yang membangunkannya. Di hadapannya ada seorang nenek sihir. Nenek itu menyuruhnya untuk membunuh Merlin karena Merlin telah menyiasati mereka. Cengkeh Ajaib itu takkan tumbuh di Hutan Ajaib, melainkan di Kebun Istana. Mendengar hal itu Nott sangat kesal dan marah. Dia hanya punya waktu 1 hari untuk sampai ke istana. Dia langsung bergegas menunggang kudanya menghilang ke tengah kegelapan.

Aturan Kedelapan Nasib Baik: Tidak seorangpun bisa menjual Nasib Baik. Nasib Baik tidak bisa dijual. Jangan percaya kepada siapa pun yang menjual kemujuran.

Di tempat lain, Sid yang sedang tidur juga dibangunkan oleh suara Burung Hantu si Nenek Sihir. Nenek Sihir itu jahat, dia menginginkan 2 hal: pertama dia mau Nott membunuh Merlin, dan yang kedua dia mau membujuk Sid meninggalkan daerah itu supaya dia sendiri dapat memetik Cengkeh Ajaib itu kalau ternyata cengkeh itu memang akan tumbuh. Nenek itu mengatakan kepada Sid bahwa cengkeh itu sebenarnya adalah cengkeh kemalangan, barangsiapa yang memetiknya akan mati dalam 3 hari, tetapi apabila cengkeh itu tidak dipetik pada hari itu, maka Merlin akan mati sebelum matahari tenggelam. Sungguh penyihir yang cerdik.Tetapi apabila Merlin yang memetiknya dia tidak akan mati bukan? Jadi saya akan menjemput Merlin supaya dia memetik cengkeh ajaib itu dan memberikannya kepada saya, ujar Sid. Sid telah mengungguli Nenek Sihir itu. Menyadari Sid tidak jatuh ke dalam perangkapnya, Nenek Sihir itu berbalik dan pergi bersama Burung Hantunya. Sid merenungkan apa yang baru saja terjadi. Dia tahu Merlin tidak pernah mengakali siapapun. Hal yang terpenting adalah tidak kehilangan iman terhadap tugas yang ada di depan mata. Sid belajar pentingnya setia kepada apa yang dianggapnya benar.

Aturan Kesembilan Nasib Baik: Setelah menciptakan segala kondisinya, bersabarlah, jangan menyerah. Agar Nasib Baik tiba, berimanlah.

Keesokan harinya Sid merasa gelisah, berjam-jam ia menunggu tetapi tidak ada apapun yang terjadi. Tetapi toh dia sudah melakukan semampunya dengan bersemangat, memang sedikit kemungkinannya dia memilih tempat yang tepat untuk tumbuhnya Cengkeh Ajaib itu. Tetapi

tiba-tiba saja terjadi sesuatu yang bahkan tak terpikirkannya. Angin, Tuhan Takdir dan Kemujuran yang tampaknya mengendalikan nasib mulai mengusik deadunan pepohonan, dan kemudian tercurahlah hujan benih cengkeh ajaib berdaun empat! Pemukim Hutan Ajaib dan Kerajaan tidak memperhatikannya. Mereka tahu setiap setahun sekali, butiran hijau keemasan aneh yang menjengkelkan akan tercurah di atas mereka. Sekitar 5 menit benih-benih itu tercurah. Ketika mereka jatuh ke tanah, mereka mati seperti benih yang ditaburkan di padang gurun. Jutaan benih itu mati, kecuali beberapa ratus benih yang jatuh di daerah yang telah dipersiapkan Sid. Sid tidak bergeming menyaksikan benih-benih itu tumbuh ada ratusan cengkeh yang cukup untuk memberikannya kemujuran sepanjang tahun hingga hujan berikutnya. Ia berlinang air mata dan bersujud sebagai tanda syukurnya. Ia berterima kasih kepada sang angin yang membawa benih-benih itu.Kau tidak perlu berterimakasih kepadaku. Berbeda dengan apa yang dipikirkan orang, aku bukanlah bertugas membagi kemujuran, aku hanya bertugas untuk memastikan bahwa kemujuran itu terbagi merata. Cengkeh Ajaib itu bersemai karena kau sendiri yang telah menciptakan kondisi yang tepat. Siapapun yang melakukan hal yang sama juga akan mendapat Nasib Baik. Masalahnya hampir semua orang menganggap mereka tidak perlu melakukan apapun. Lokasi yang kau pilih itu sebenarnya tidaklah ada bedanya, yang penting adalah menyiapkannya seperti yang engkau lakukan. Kemujuran hanyalah pertemuan antara peluang dan kesiapan. Dan peluang itu selalu ada, kata sang angin sebelum dia pergi.

Aturan Kesepuluh Nasib Baik: Menciptakan Nasib Baik menuntut penciptaan kondisi-kondisi untuk peluang. Tetapi peluang tidak ada hubungannya dengan kemujuran atau kebetulan: ia selalu ada.

Nott menunggang kudanya sepanjang malam ketujuh. Ketika sampai di istana, sisi tubuh kudanya berdarah-darah karena cambuk dan pemicu penunggangnya. Sang kuda hita pun ambruk dan mati. Nott bergegas melabrak gerbang istana dan melabrak apapun yang menghalanginya. Wajahnya tegang, matanya tajam mengamuk. Dia segera mendatangi kebun istana yang hijau dan subur. Tetapi, kebunnya sudah tidak dipenuhi tumbuhan, kebun istana sudah dikeramik, di sanalah Merlin berada. Wajahnya suram. Nott bingung.Aku sudah tahu Nenek Sihir itu akan menyuruhmu membunuhku dan aku tahu kau takkan mendengarkan penjelasanku. Inilah satu-satunya cara, ujar Merlin. Nott mulai memahami kekeliruan besarnya. Sedari dulu dia menganggap segalanya mudah. Dia menganggap dirinya pantas mujur.Cengkeh Ajaib itu tidak ada di sini. Cengkeh itu bersemai di Hutan Ajaib beberapa jam yang lalu persis seperti yang kujanjikan. Ada banyak sekali, bahkan untukmu pun. Tetapi kau

menyerah. Kau kehilangan keyakinan akan dirimu, sedari dulu kamu selalu berharap orang lain memberimu kemujuran, lanjut Merlin. Nott berbalik tanpa kuda dan pedang, menuju istananya dimana dia hidup sendirian dan kesepian.

Keesokan harinya Sid sampai di kota, dia langsung menemui Merlin dan memberikan Cengkeh Ajaib itu. Ada sangat banyak, begitu girang dia memberikannya kepada Merlin sebagai tanda terima kasihnya. Merlin menjawab,Jangan berterima kasih kepadaku. Anda sendirilah yang tidak berharap menemukan Cengkeh Ajaib ini secara kebetulan, Anda sendirilah yang menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkannya datang. Anda sendirilah yang memilih menjadi penyebab Nasib Baik Anda.

Sid pun mengucapkan selamat tinggal kepada Merlin dengan rangkulan bersahabat. Nasib Baik harus dibagikan, dia menghabiskan sisa hidupnya mengajarkan aturan-aturan Nasib Baik kepada orang-orang. Lalu Sid berpikir: kalau ia mampu menciptakan sendiri sedemikian banyak Nasib Baik hanya dalam 7 hari, bagaimana seandainya seluruh Kerajaan, seluruh penghuninya belajar menciptakan nasib baik seumur hidup mereka?

Pelajaran yang Terkandung dalam Kisahnya: Menciptakan Nasib Baik hanyalah menuntutpenciptaan kondisi-kondisi

III.

Menemukan Kembali Nasib Baik

Maafkan aku Jim, cerita ini konyol, bukan? Tapi aku hanya ingin membagikan Nasib Baik ini denganmu, ujar Max. Tidak. Sebenarnya selama 4 tahun ini hidupku sangat berat. Kau lah orang yang sangat ingin kutemui, sahabatku. Dan tanpa sadar kau menyampaikan Cerita Nasib Baik ini kepadaku, aku bahkan tidak percaya ini akan terjadi, kata Jim. Jadi kau tidak menganggapnya konyol? Tanya Max. Tentu saja tidak. Aku bahkan berpikir aku akan bisa seperti Sid. Hari ini aku telah menciptakan Nasib Baikku. Aku juga bisa menciptakan Nasib Baik. Sadarkah kamu? jawab Jim. Tentu, kata Max.

Cerita Nasib Baik itu tidak pernah datang kepada Anda secara kebetulan.

Jadi, berapa lama lagi Anda mau menunggu?