Anda di halaman 1dari 26

1.

Lingkungan Bisnis, Teknologi dan sistem informasi: a. Apakah yang dimaksud dari gambar tersebut, jelaskah pemahaman Anda. Jawaban: Maksud dari gambar yang ada pada soal no. 1 yaitu: Didalam perusahaan adanya lingkungan bisnis, dimana Lingkungan bisnis adalah segala sesuatu yang mempengaruhi aktivitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Faktor factor yang mempengaruhi tersebut tidak hanya dalam perusahaan (intern), namun juga dari luar (ekstern).Lingkungan Internal yaitu segala sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi / perusahaan tersebut. Sedangkan Lingkungan Eksternal yaitu segala sesuatu di luar batas-batas organisasi/perusahaan yang mungkin mempengaruhi organisasi/perusahaan. Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2, yaitu :Lingkungan Mikro, dimana perusahaan dapat melakukan aksi reaksi terhadap faktor faktor penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar). Faktor faktor yang mempengaruhi : Pemerintah, Pemegang saham (shareholders), Kreditor, Pesaing, Publik, Perantara, Pemasok, Konsumen. Dan Lingkungan Makro,dimana perusahaan hanya dapat merespon lingkungan di luar perusahaan. Faktor faktor yang mempengaruhi : Lingkungan ekonomi, Lingkungan teknologi, Lingkungan politik-hukum (pemerintahan), Lingkungan sosial kultur, Lingkungan global, Lingkungan bisnis,Teknologi dan informasi. Dan dari gambar tersebut menjelaskan bahwa sebuah perusahaan memiliki karakteristik sistem dan untuk mendukung dalam menjalankan suatu lingkungan bisnis adanya hubungan suatu struktur organisasi dengan sistem informasi dan sistem operasi, dan karakteristik sistem yang dimaksud adalah: 1. Memiliki tujuan, dimana suatu perusahaan memiliki tujuan untuk memaksimumkan laba dan memaksimalkan pelayanan ke konsumen 2. Adanya lingkungan di sekitar perusahaan, dimana didalam gambar terdapat adanya pemilik, konsumen industri dan kreditor. 3. Adanya kendala atau batasan (mis: keterbatasan pangsa pasar atau keterbatasan sumber daya yang dikuasai) dari pemasok, serikat kerja, pesaing maupun dari publik. 4. Adanya input-proses-output dimana input mencakup: Tenaga kerja, Bahan Baku, fasilitas, dana dan data dimana input tersebut akan diproses sehingga menghasilkan suatu output yaitu Produk, Jasa, Informasi dan Dana. 5. Adanya feedback hubungan timbal balik dari apa yang dilakukan. 6. pengendalian dari sistem informasi dan sitem operasi. 7. Setiap sitem memiliki subsistem. b. Jelaskan hubungan antara struktur organisasi, sistem informasi dan sitem operasi sebagai suatu pengertian lingkungan bisnis dalam suatu sistem. Buatlah suatu contoh kasus pada perusahaan bagaimana komponen struktur organisasi, sistem informasi da n sistem operasi diaplikasikan secara nyata. Jawaban: Struktur organisasi dalam perusahaan merupakan sarana bagi manager untuk mengarahkan dan mengkoordinasi serangkaian aktivitas dan operasi dalam perusahaan.

Struktur organisasi menggambarkan distribusi wewenang dan tanggung jawab setiap manager. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem operasi Komputer adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Dari penegertian diatas menjelaskan bahwa hubungan antara struktur organisasi, sistem informasi dan sistem operasi sebagai suatu pengerttian lingkungan bisnis dalam suatu sistem adalah sangat berkaitan erat, dimana kaitan struktur organisasi, sistem informasi dan sitem operasi yaitu: 1. Struktur organisasi menentukan vertical flow of information 2. Struktur organisasi menentukan aliran data transaksi secra horizontal. AIS harus memastikan bahwa langkah pencatatan transaksi seirama dengan departemen organisasi yang menangani transaksi tersebut. 3. Struktur organisasi dalam mengarahkan dan mengkoordinasi serangkaian aktivitas dan operasi sangat memerlukan adanya sitem informasi untuk mendukung operasi bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 4. Sistem operasi sangat dibutuhkan dalam struktur organisasi untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras dan juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia dan kegiatan yang ada dalam setiap departemen perusahaan. Contoh perusahaan yang mengaplikasikan struktur organisasi, sitem informasi dan sistem operasi yang dimakasud diatas adalah: Dalam merencanakan suatu peluncuran produk baru di sebuah perusahaan makanan, diperlukan beberapa elemen yang mendukung peluncuran produk baru tersebut. Misalnya analisis pangsa pasar. Untuk dapat mengetahui analisis pangsa pasar, maka perusahaan khususnya dalam divisi Research and Development perlu untuk melakukan riset dengan menggunakan sistem informasi misalnya mengumpulkan data pelanggan mereka dan mengidentifikasi hal-hal apa saja yang mereka harapkan dari perusahaan tersebut. Dan juga dalam suatu perusahaan yang telah mengetahui sistem informasi data pelanggan yang menyukai produk tertentu dan tidak, dapat di analisis mengapa suatu produk tidak laku di pasaran. Apakah karena rasa produk ataukah dari kemasan yang kurang menarik, sehingga data ini dapat membuat manajer cepat dalam proses pengambilan keputusan. c. Perkembangan teknologi sangat erat kaitannya dengan perubahan lingkungan bisnis di perusahaan. Apakah saudara setuju dengan pernyataan tersebut, berikan analisisnya.

Jawaban: Saya setuju dari pernyataan : Perkembangan teknologi sangat erat kaitannya dengan perubahan lingkungan bisnis di perusahaan . Karena Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan yang signifikan dalam dunia bisnis. Ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi yang muncul, antara lain: Electronic Data Processing Systems, Data Processing Systems (DPS), Decision Support System (DSS), Management Information System (MIS), Executive Information Systems (EIS), Expert System (ES) dan Accounting Information System (AIS). Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh terhadap bidang akuntansi manajemen selaku bidang penghasil informasi dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen. Pengaruh tersebut dapat bersifat menguntungkan maupun merugikan perusahaan. Dalam era bisnis global, pengaruh kemajuan teknologi informasi tidak dapat dihindarkan lagi, seperti penggunaan telepon, faksimili, komputer, dan satelit dalam berbagai aktivitas sarana berkomunikasi perusahaan. Teknologi informasi memungkinkan manusia untuk memperoleh informasi dari tempat yang berjauhan dalam waktu yang singkat dan dengan biaya yang murah. Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya tuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Untuk mengantisipasi semua ini, perusahaan mencari terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi. Teknologi diharapkan dapat menjadi fasilitator dan interpreter. Dan lingkungan bisnis telah berubah dan berada pada masa transisi dari era revolusi industri menuju era revolusi informasi dan komunikasi perubahan ini dipicu oleh perubahan teknologi sebagai denominator khusunya pada teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan lingkungan ini membawa perubahan pada paradigma organisasi dan manajemen, perubahan pasar dan pemawaran (dengan berkembangnya bisnis dengan internet) perubahan sifat dan karakteristik produksi, perubahan visi, misi dan strategi usaha dalam suatiu perusahaan. 2. Tanggung jawab Sosial Organisasi Bisnis: 2.a. Apa yang saudara ketahui tentang program Corporate Sosial Responsibility (Tanggungjawab sosial perusahaan). Jelaskanlah secara rinci, akan lebih baik jika anda membuat contoh kasus untuk memebantu dan mempermudah penjelasan tersebut. Jawaban: Tentang program CSR: Basis CSR adalah corporate code of conduct, bahwa menjadi suatu kebutuhan diperlukannya rambu-rambu etika bisnis agar tercipta praktik bisnis yang beretika. Dalam rangka mempraktikkan kaidah-kaidah Good Corporate Governance (GCG), perusahaan-perusahaan dianjurkan untuk membuat nilai-nilai etika bisnis sebagai basis menuju praktik CSR. Konsep CSR berpijak pada Triple botton line (3P): profit, people, planet yaitu meliputi aspek: 1. Financial (profit), 2. Sosial (people), 3. Lingkungan (planet). Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu kegiatan perusahaan dimana perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membaktikan dirinya demi mensejahterakan

masyarakat dan lingkungannya. Perkembangan cara pandang CSR semakin kuat dari waktu kewaktu diaman konsep bentuk perbuatan yang bersifat sukarela (voluntary) telah bergeser secara perlahan-lahan menuju bentuk perbuatan atas dasar kewajiban (obligation) baik itu berbentuk kewajiban moral maupun kewajiban yuridis. Masih adanya perbedaan paradigma inilah yang mengakibatkan ketidak merataan pelaksanaan CSR di dunia. Pada ketentuan pasal 74 UUPT mengatur bahwa perseroan terbatas (PT) yang menjalankan kegiatan usahanya dibidang dan atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial di lingkungan dan bagi yang tidak melaksanakannya akan dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Menurut UUPT pengaturan lebih lanjut tentang CSR akan diatur dengan peraturan pemerintah (PP). Contoh kasus CSR dimana perusahaan-perusahaan yang melakukan Tanggung jawab Sosial Perusahaan (CSR) yaitu: PT Freeport Indonesia mengklaim telah menyediakan layanan medis bagi masyarakat Papua melalui klinik-klinik kesehatan dan rumah sakit modern di Banti dan Timika. Di bidang pendidikan, PT Freeport menyediakan bantuan dana pendidikan untuk pelajar Papua, dan bekerja sama dengan pihak pemerintah Mimika melakukan peremajaan gedung-gedung dan sarana sekolah. Selain itu, perusahaan ini juga melakukan program pengembangan wirausaha seperti di Komoro dan Timika.

Melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan, Pertamina terlibat dalam aktivitas pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Pada aspek pendidikan BUMN ini menyediakan beasiswa pelajar mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga S2, Maupun program pembangunan rumah baca, bantuan peralatan atau fasilitas belajar. Sementara di bidang kesehatan Pertamina menyelanggarakan program pembinaan posyandu, peningkatan gizi anak dan ibu, pembuatan buku panduan untuk ibu hamil dan menyusui dan berbagai pelatihan guna menunjang kesehatan masyarakat. Sedangkan yang terkait dengan persoalan lingkungan, Pertamina melakukan program kali bersih dan penghijauan seperti pada DAS Ciliwung dan konservasi hutan di Sangatta. b. Dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala atau hambatan untuk menjalankan nprogram Corporate Social Responsibility di Perusahaan. Menurut saudara hal-hal apa yang menyebabkan terjadinya kendala atau hambatan tersebut, berikan analisinya. Jawaban: Hal-hal yang menyebabkan terjadinya kendala atau hambatan dalam pelaksanaan CSR yaitu: 1. Adanya anggapan bahwa perusahaan telah memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak yang nantinya pajak tersebut akan dipergunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan. 2. Adanya anggapan mengenai pelakasanaan CSR bukan suatu kewajiban berdasarkan penafsiran terminologi yang terdapat dalam UU PT. Pasal 1 angka 3

yang menyebutkan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen perseroan
untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.komitmen sama sekali tidak mengindikasikan suatu

kewajiban yang diharuskan oleh negara melainkan suatu komitmen selalu berasal dari diri yang akan melakukannya, bukan berasal dari luar. Sehingga apabila komitmen tersebut kemudian ditetapkan sebagai kewajiban maka hal itu bukan lagi berasal dari dalam diri (bersifat sukarela),namun berasal dari luar diri yang melakukan (bersifat memaksa). 3. Adanya Kelemahan paling mendasar adalah tidak adanya sanksi yang tegas bagi perusahaan yang tidak melaksanakan CSR. Kondisi ini tidak akan mendorong pelaksanaan CSR di Indonesia. Selama ini juga, bagi perusahaan yang melaksanakan CSR tidak memilki arah yang jelas. Padahal ada banyak sekali manfaat yang diperoleh apabila CSR dilaksanakan dengan aturan dan arahan yang jelas. 3. Lingkungan Bisnis, Organisasi Bisnis dan tantangan Globalisasi: a. Menurut pemahaman saudara, jelaskan pengertian tentang Organisasi Korporasi (Corporate Organization) dan Organisasi Sektor Publik (Sector Public Organizatio) lengkapilah dengan contoh kasus untuk melengkapi pernyataan tersebut. Jawaban: Pengertian Organisasi korporasi adalah salah satu bentuk organisasi bisnis, sebagai aktivitas komersial untuk memperoleh profit dengan menjalankan suatu aktivitas yang menghasilkan barang atau jasa. Salah satu ciri umum korporasi adalah adanya pemisahan kemepilikan organisasi yang menyebabkan keterbatasan tanggung jawab dari pemilik. Hal ini juga dikarenakan dalam korporasi terjadi penerbitan saham yang mudah dipindahtangankan. Korporasi dapat menjalankan bisnisnya dengan produk tunggal maupun produk yang bermacam-macam, selain juga memungkinkan tempat beroperasi dan menjalankan layanan produksi yang luas di berbagai tempat. Organisasi ini adalah organisasi yang bertujuan mendapatkan laba sebanyak-banyaknya bagi pemilik. Semakin besar laba yang didapatkan oleh organisasi/bisnis ini, bisa dikatakan organisasi tersebut semakin menarik secara finansial. Sehari-hari,. Contohnya: Organisasi ini biasa disebut sebagai perusahaan, baik perusahaan perseorangan, persekutuan (CV), maupun perseroan terbatas (PT). Secara teknis bisnis seperti ini dimiliki oleh orang atau sekelompok orang. Pengertian Organisasi Sektor Publik adalah organisasi pemerintah dan organisasi nir laba (not for profit organization). Organisasi Sektor Publik merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur menurut hukum. contohnya: : Kesehatan, pendidikan, keamanan dan transportasi.

Organisasi non-komersial (sektor publik) Organisasi ini adalah organisasi yang tidak bertujuan mendapatkan laba, biasanya

kegiatannya lebih banyak berhubungan dengan aktivitas sosial dan pelayanan masyarakat. Contohnya adalah lembaga pemerintahan, partai politik, yayasan, sekolah, universitas, rumah sakit dan organisasi sejenis lainnya. Dari sudut pandang kepemilikan, organisasi ini dimiliki secara kolektif oleh masyarakat/publik. Atas dasar itu, organisasi ini dinamakan sebagai organisasi sektor publik. Kategori organisasi jenis sebenarnya masih bisa diklasifilcasikan lagi menjadi: Lembaga Pemerintahan, dimana Organisasi yang berhubungan dengan sub klasifikasi ini adalah organisasi pemerintahan, baik pemerintah pusat dan daerah. Secara operasional, organisasi ini diselenggarakan oleh pemerintah, dengan kata lain pengelolanya adalah pemerintah dan pemiliknya adalah warga negara. Lembaga Non-pemerintahan (Organisasi Nirlaba) dimana, Organisasi yang merupakan bagian dari subklasifikasi ini adalah organisasi yang didirikan oleh masyarakat, baik dalam bentuk yayasan, organisasi profesi, partai politik, maupun organisasi keagamaan. Secara operasional organisasi ini tidak mencari laba dan juga tidak diselenggarakan oleh pemerintah. Pengelolanya adalah orang-orang yang dipercaya oleh masyarakat, dan pemiliknya adalah masyarakat. Berdasarkan pembahasan di atas, kita bisa memahami bahwa karakteristik organisasi nirlaba berbeda dengan organisasi bisnis. Perbedaan utamanya adalah pada cara organisasi tersebut memperoleh sumber daya. Organisasi bisnis memperoleh sumber daya dari modal pemilik atau setoran pemilik, sedangkan organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan anggota atau masyarakat, baik yang mengikat maupun tidak mengikat. Identifikasi perlu kita lakukan, karena pada kenyataannya, organisasi sektor publik (terutama organisasi nirlaba) juga bisa menawarkan produk/jasa yang tidak berbeda dengan organisasi bisnis. b. Untuk perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Daerah (BUMN dan BUMD) organisasi manakah yang paling tepat untuk menjalankannya? Berikan analisi saudara tentang hal tersebut. Jawaban: Untuk BUMN dan BUMD organisasi yang paling tepat untuk menjalankannya adalah Organisasi Sektor Publik (Sector Public Organization) karena BUMN dan BUMD merupakan perusahaan pemerintah baik daerah maupun pusat, yang mana di dalam organisasi ini merupakan organisasi pemerintah dan organisasi nir laba (not for profit organization). Dan dimana Organisasi Sektor Publik merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan umum dan penyediaan barang atau jasa kepada publik yang dibayar melalui pajak atau pendapatan negara lain yang diatur menurut hukum. Lembaga Pemerintahan, dimana Organisasi yang berhubungan dengan sub klasifikasi ini adalah organisasi pemerintahan, baik pemerintah pusat dan daerah. Secara operasional, organisasi ini diselenggarakan oleh pemerintah, dengan kata lain pengelolanya adalah pemerintah dan pemiliknya adalah warga negara. c. Lingkungan Bisnis dan Organisasi Bisnis dari 10 Perusahaan terbesar Indonesia menurut data Fortune Indonesia: 1. Astra Internasional

Perusahaan ini pertama kali berkantor pusat di Jakarta yang dipindahkan ke Bandung dan akhirnya dipindahkan lagi ke Jakarta, tepatnya di Jl. Ir. H. Djuanda No. 22 Jakarta Pusat yang berkembang terus saat ini. Tahun 1960 PT. Astra International Tbk yang pada saat itu oleh William Soerdjaya mengelola usaha : 1. Perusahaan Truck Chevrolet (1965) 2. Agen Tunggal Daihatsu (3 Agustus 1967) 3. Agen Tunggal Toyota (1 Juni 1970) Di tahun 1967 PT. Astra International Tbk membentuk perusahaan kendaraan bermotor, mobil Chevrolet dan Toyota yang mana usaha ini dimaksudkan untuk merakit mobil di Indonesia yang di impor dari Jepang. Usaha ini di beri nama PN Gaya Motor, namun setelah perusahaan berkembang namanya diubah menjadi PT. Gaya Motor. Sekitar tahun 1970-1980 PT. Astra International Tbk mulai menerbangkan sayapnya di bidang bisnis, tepatnya pada tahun 1970 PT. Astra International Tbk bergerak di bidang alat berat seperti traktor, karena perusahaan ini tidak mampu memproduksi sendiri alat lainnya, maka barang tersebut di impor dalam bentuk suku cadang. Sejak saat itulah PT. Astra International Tbk bergabung dalam perusahaan Jepang yaitu Michment. Kemudian pada tahun 1991 PT. Astra International Tbk dengan pimpinan Emil R. G. Rasjidi membuka divisi baru yang diberi nama Isuzu Division. Di Bandung divisi ini mempunyai empat cabang, diantaranya sebagai berikut : 1. Cabang Cibeureum Bertempat di Jl. Raya Cibeureum No. 42 Bandung, cabang ini bergerak dalam bidang service dan penjualan 2. Cabang Pasteur Bertempat di Jl. Dr. Djunjunan No. 19 Bandung, cabang ini hanya bergerak dalam bidang penjualan. 3. Cabang Sudirman Bertempat di Jl. Jenderal Sudirman No. 658 Bandung, cabang ini bergerak dalam bidang penjualan. 4. Cabang Soekarno Hatta (Isuzu Division Bandung) Bertempat di Jl. Soekarno Hatta No. 452 Bandung, cabang ini bergerak dalam bidang service dan penjualan suku cadang dengan Kepala Bengkel yang pertama adalah Imam Lazuardi dan bersama seluruh karyawannya mulai mengembangkan perusahaan. Dan sejak bulan Agustus 2001 berada dibawah pimpinan Achmad Taufik Lingkup bisnis PT. (Public) Astra International Tbk. Isuzu bergerak di bidang perdagangan otomotif, penyajian suku cadang, serta jasa servis. Maksud dan Tujuan Perusahaan Sesuai dengan misi dan visi yang akan dijalankan oleh PT. Astra International Tbk. Isuzu dimasa mendatang, maka untuk mencapai tujuan tersebut diatas, perusahaan akan melaksanakan usaha-usaha sebagai berikut: Mengadakan dan mengusahakan pengelolaan pergudangan umum. Mengadakan dan mengusahakan penanganan kegiatan logistic. Melaksanakan usaha-usaha lain yang diperlukan untuk menunjang kegiatan tersebut pada butir (a) dan (b) diatas dalam arti yang seluas-luasnya. Mendirikan/Menjalankan perusahan dan usaha-usaha lainnya yang berhubungan dengan bidang usaha tersebut diatas, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan badan-badan usaha lainya sepanjang tidak

bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan Anggaran Dasar ii. Telekomunikasi Indonesia Tujuan: Menciptakan posisi unggul dengan memperkokoh bisnis legacy & meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri pada tahun 2015. Inisiatif Strategis yaitu: 1. Mengoptimalkan layanan jaringan telepon tidak bergerak kabel / fixed wireline (FWL). 2. Memperkuat & mengembangkan bisnis jaringan tidak bergerak nirkabel / fixed wireless access ( FWA) dan mengelola portofolio nirkabel. 3. Melakukan investasi pada jaringan pita lebar (broadband). 4. Mengintegrasikan solusi enterprise dan berinvestasi di bisniswholesale. 5. Mengintegrasikan Next Generation Network (NGN). 6. Mengembangkan layanan teknologi informasi. 7. Mengembangkan bisnis media dan edutainment. 8. Merampingkan portofolio anak perusahaan. 9. Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio. 10. Melakukan transformasi budaya perusahaan Pada Kuartal III-2009 PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TELKOM) masih menempati posisi sebagai market leader di berbagai portofolio bisnis layanan telekomunikasi. Untuk layanan telepon tetap (fixed line), Telkom masih menguasai pangsa pasar (market share), termasuk di dalamnya layanan Flexi yang menguasai lebih dari 55% pangsa pasar layanan fixed wireless access dan layanan seluler Telkomsel yang menguasai lebih dari 50% pangsa pasar seluler. Pertumbuhan yang sangat berarti justru diperlihatkan oleh Flexi. Pelanggan Flexi tumbuh cukup meyakinkan, yakni mencapai 63%. Atau peningkatan dari hanya 9,2 juta pelanggan pada kuartal III-2008, menjadi 14,9 juta pada kuartal III-2009. Peningkatan jumlah pelanggan tersebut, menurut Eddy Kurnia antara lain disebabkan tarif percakapan yang kompetitif dan penambahan BTS (Base Tranceiver Station). Total BTS Flexi hingga saat ini mencapai 5.296 BTS atau tumbuh sebesar 66%. Pertumbuhan New Wave Business Di sisi lain, layanan broadband Speedy yang merupakan salah satu new wave bisnis Telkom juga memperlihatkan pertumbuhan yang sangat menggembirakan. Dipacu oleh kebutuhan masyarakat akan internet, penambahan serta perbaikan infrastruktur Speedy, pada kuartal III-2009 pelanggan Speedy telah mendekati angka 1 juta pelanggan. Pertumbuhan Speedy cukup pesat, yakni mencapai 65%, Secara garis besar strategi New Telkom adalah mempertahankan bisnis tradisionalnya (defend traditional) di satu sisi, serta mengembangkan bisnis New Wave (Grow New Wave) di sisi lain. Upaya Telkom dalam mempertahankan bisnis tradisionalnya dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan legacy saluran kabel tetap (fixed wireline), melakukan penyelarasan terhadap layanan seluler dan fixed wireless

access (FWA) dan memisahkan FWA sebagai unit bisnis tersendiri, serta merampingkan portofolio anak perusahaan (streamline subsidiary portfolio). Menghadapi tantangan bisnis ke depan, Telkom akan terus menjalankan strategi bisnisnya secara konsisten dengan mengembangkan bisnis New Wave di satu sisi, sambil di sisi lain tetap mengoptimalkan bisnis dari potensi legacy network-nya. Telkom memiliki keyakinan yang kuat bahwa strategi bisnis yang dijalankannya akan mampu mendongkrak kinerja perusahaan serta memposisikannya sebagai operator terdepan. Kecenderungan New Wave menjadi kebutuhan yang luas sebenarnya sudah mulai terlihat, iii. Bank Rakyat Indonesia Fokus utama masih pada bisnis mikro dan SME. Manajemen membagi proporsi target bisnis mikro dan SMEs sebesar 80% dan Corporate sebesar 20%. Namun tidak ada batasan dari Direksi terhadap seberapa besar bisnis Micro & SMEs harus tumbuh. Bisnis corporate lebih dikonsentrasikan kepada aktivitas pelayanan kepada BUMN. Sedangkan untuk pendanaan sindikasi ke pihak swasta, BRI lebih berhati-hati karena adanya regulasi legal lending limit. NPL Jun 09 adalah 3.7%. Manajemen mengakui bahwa lebih sulit untuk menurunkan NPL misalnya melalui write-off karena harus bertindak hati-hati sebagai bank plat merah dibandingkan dengan bank-bank umum. CAR with market risk 13.18%. Manajemen mematok target CAR 12% dan memandang bahwa CAR diatas 17% tidak efisien. Saat ini BRI menggunakan metode perhitungan CAR untuk Basel sesuai panduan BI yang menghasilkan perhitungan konsumsi capital charge lebih tinggi dibandingkan metode Basel Basic. Pertumbuhan kredit diproyeksikan sebesar 18% -22% hingga 2011 sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) ditargetkan sebesar 15%-17% hingga 2011. KUR sejak diluncurkan pada November 2007 telah mencapai IDR 5.95 triliun dengan total 1.4 juta nasabah. Batasan dana KUR yang dijamin Pemerintah adalah hingga IDR 14 trilyun. BRI mengakui bahwa langkah mereka tidak seagresif pertama kali KUR diluncurkan karena harus memperluas jangkauan nasabah dari yang sudah ada saat ini. Capex dipatok sebesar IDR 1 trilyun dengan pertumbuhan belanja 10% p.a. Sebesar 60% dari belanja modal dianggarkan untuk IT yang sebagian besarnya lebih bersifat maintenance. BRI dinilai tidak secepat bank-bank lain dalam penerapan online banking karena mayoritas nasabah adalah mikro dan SMEs dimana mereka memerlukan banyak waktu dan infrastruktur untuk mendidik nasabah dalam menggunakan layanan bank non konvensional dan berbasis teknologi. Credit card berjumlah 300ribu perlu lebih digalakkan untuk memperbesar bisnis konsumen.

Potensi BRI untuk berkembang sangat besar mengingat BRI memiliki jalur distribusi terluas dibandingkan dengan bank-bank lainnya. Jika dibandingkan dengan bank lain seperti Mandiri yang jumlah total kantor cabangnya sekitar 1000, BCA yang berjumlah sekitar 900, KCP (Kantor Cabang Pembantu) BRI memang hanya sekitar 500. Tapi BRI Unit itu jumlahnya mencapai 4000 dan tersebar hingga di pelosok daerah. Namun dari total kantor BRI yang sekitar 4700, pada tahun 2008 baru 28 persen cabangnya yang berada di 14 kota besar. Melihat potensi yang besar tersebut menyarankan agar BRI semakin memperbaiki kualitas cabangnya termasuk dalam hal bangunan. Dan aspek lainnya yang dapat diperbaiki antara lain yaitu aspek distribusi, agar dibuat lebih dekat dengan orang-orang di kota. Sedangkan dari aspek funding, langkah BRI tergolong sudah baik dengan adanya program Untung Beliung BRItama. Ditambah lagi saat ini BRI telah memiliki BRI Prioritas, kartu kredit BRI, dan consumer loan. Menurut Wiryawan, ketiga hal itu juga dapat ditingkatkan untuk memaksimalkan hasil yang dapat dicapai melalui transformasi ini. iv. HM Sampoerna PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) melikuidasi 3 anak usahanya yang berkedudukan di luar negeri, dalam rangka perubahan strategi bisnis perseroan. Dua anak usaha yang ditutup itu adalah Sampoerna Packaging Asia Pte Ltd dan IBSA Singapore Pte. Ltd yang berkedudukan di Singapura dan Sampoerna International Finance Company BV yang berkedudukan di Belanda. "Proses likuidasi tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya perubahan strategi bisnis perseroan," HMSP merupakan produsen rokok terbesar ketiga Indonesia. Pada Maret 2005, keluarga Sampoerna menjual 40% sahamnya di HMSP kepada Philip Morris International Inc (PMI). Kepemilikan PMI terus meningkat setelah dilakukan tender offer dan kini mencapai 97%. HMSP pada tahun 2009 lalu berhasil mencetak laba bersih hingga Rp 5,08 triliun. HMSP juga masuk dalam daftar 20 saham dengan kapitalisasi besar yakni mencapai Rp 61,142 triliun. Sampoerna sudah berbasis Berorientasikan Market Driven Strategy sejak kemunculan produk A mild. Produk A mild merupakan salah satu implementasi dari market driven strategy dikarenakan produk A mild memiliki keunikan tersendiri dengan kandungan nikotin dan tar yang rendah. Produk A mild memilki keunikan tersendiri dilihat dari tema komunikasi pertamanya Taste of the Future yang ingin mencirikan produk A mild memiliki perbedaan yang bukan rasa tetapi juga sebuah gaya hidup masa depan. Faktor penentu kesuksesan Sampoerna ditentukan ole tiga core winning characteristic. Faktor pertama Adaptability - adalah kemampuan organisasi dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Kemampuan Sampoerna beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya sudah dibuktikan perusahaan ini dari generasi ke generasi. Menelusuri langkah-langkah strategis yang dijalankan Putera selama mentransformasi Sampoerna, dibagi menjadi tiga milestone penting. Milestone pertama adalah upayanya membangun Sampoerna menjadi world-class cigarette manufacturer. Langkah-langkah strategis yang dilakukan antara lain membenahi sistem pembelian tembakau ke petani; membangun distribusi langsung; membangun kapabilitas dan kompetensi di bidang

pembuatan rokok; membangun fasilitas manufaktur berkelas dunia di Rungkut dan Sukorejo. Milestone kedua adalah upayanya memetamorfosa Sampoerna dari manufacturingdriven company menjadi market-driven company. Secara umum Market-driven company adalah perusahaan yang fokus dan mendasarkan seluruh aktifitasnya pada upaya untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Langkah ini menjadi penentu Putera Sampoerna mencapai kinerja spektakuler dengan merintis beberapa langkah terobosan : membangun ekuitas merek Sampoerna sebagai corporate brand; mengembangkan portofolio merek Sampoerna dengan branding strategy yang sistematis, mengkordinir dan mensinergikan fungsi riset dan pengembangan (R&D), operasi, marketing, dan distribusi dalam sebuah sistem yang solid. Dengan berbagai langkah ini, merek-merek seperti Dji Sam Soe, A Mild, Sampoerna Hijau memiliki emotional bonding dengan target konsumennya. Milestone ketiga adalah upaya Putera untuk mewujudkan visinya menjadikan Sampoerna sebagai perusahaan multinasional melalui ekspansi bisnis ke pasar luar negeri yang prospektif. Langkah yang dirintis sejak awal dan pertengahan tahun 1990-an kini telah menampakan hasil dengan mulai hadirnya merek-merek Sampoerna di berbagai negara seperti malaysia, Myanmar, Vietnam, Brasil, Taiwan dll. Langkah Sampoerna dalam melakukan perubahan dan transformasi yang dirintis Putera dalam tiga milestone diatas merupakan bukti kemampuan Sampoerna dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnisnya (perubahan teknologi, regulasi, ekonomi, persaingan dan konsumen). v. Bank Mandiri Misi:

Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar Mengembangkan sumber daya manusia professional Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder Melaksanakan manajemen terbuka Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan

Tujuan: Sejak berdirinya, Bank Mandiri telah bekerja keras untuk menciptakan tim manajemen yang kuat dan professional yang bekerja berlandaskan pada prinsip-prinsip good corporate governance yang telah diakui secara internasional. Level level strategi : -Strategi Korporat : PT. BANK MANDIRI -Strategi Bisnis : PT. BANK SYARIAH MANDIRI -Strategi Fungsional : Dept. SDM -Strategi Fungsional : Dept. Operasi -Strategi Fungsional : Dept. Keuangan -Strategi Fungsional : Dept. Pemasaran Rasio kinerja keuangan bank Mandiri pada tahun 2003 dapat kami sampaikan sebagai berikut : Imbal Hasil Rata-Rata Aktiva (ROA) meningkat menjadi 2,8% dibandingkan tahun 2002 sebesar 2,3%, Imbal Hasil Rata-Rata Ekuitas (ROE) menurun menjadi 23,6%

dibandingkan tahun 2002 sebesar 26,2% terutama disebabkan oleh peningkatan modal, Rasio Biaya terhadap pendapatan menurun menjadi 40,4% dibandingkan tahun 2002 sebesar 42,8%, Rasio Kecukupan Modal (CAR) meningkat menjadi 27,7% dibandingkan tahun 2002 sebesar 23,4%,Laba per saham (EPS) meningkat menjadi Rp.229 dibandingkan tahun 2002 sebesar Rp.179 dan nilai buku per saham (BVPS) meningkat menjadi Rp.1.020 dibandingkan tahun 2002 sebesar Rp. 722. Dari sisi pengelolaan neraca, kami mencatat perbaikan komposisi assets dan liabilities. Sejalan dengan strategi untuk mengurangi cost of fund, bank Mandiri melaksanakan repricing tingkat bunga dana pihak ketiga, yang berdampak pada penurunan dana pihak ketiga pada tahun 2003 menjadi Rp. 178.811 miliar, dibandingkan tahun 2002 sebesar Rp. 184.114 miliar. Melalui strategi tersebut telah terjadi perbaikan komposisi tabungan dan giro masyarakat sebagai sumber dana murah sebesar 44,5% dari total dana dibandingkan tahun 2002 sebesar 34%. Secara khusus perlu dicatat keberhasilan Bank Mandiri dalam menaikkan jumlah tabungan di tahun 2003 menjadi Rp. 41.307 miliar dibandingkan tahun 2002 sebesar Rp. 29.926 miliar. Kredit yang diberikan meningkat sebesar 16,1% menjadi Rp.75.943 miliar dibandingkan tahun 2002 sebesar Rp.65.417 miliar. Perbandingan antara segmen corporate dengan segmen commercial dan segmen consumer menjadi lebih berimbang, dimana pada akhir tahun 2002 kredit segmen corporate merupakan 62,9% dari total kredit dan pada akhir tahun 2003 dapat dikurangi menjadi 52,2%. Penurunan dana pihak ketiga pada tahun 2003 diimbangi dengan keberhasilan penjualan Obligasi pemerintah yang mencapai nilai proceed sebesar Rp.25.816 miliar dengan nilai nominal sebesar Rp.24.505 miliar, sehingga assets menjadi lebih baik. Obligasi Pemerintah turun dari 59,4% total assets menjadi 49,3% pada akhir tahun 2003 sementara kredit mengalami kenaikan dari 26,1% menjadi 30,4%. Penjualan Obligasi juga telah menambah laba dan meningkatkan kemampuan menambah cadangan. Perlu dicatat juga bahwa pada tahun 2003 laba setelah pajak Bank Mandiri meningkat sebesar 27,9% menjadi Rp.4.586 miliar jika dibandingkan laba tahun 2002 sebesar Rp.3.586 miliar. Dengan memperhatikan kinerja usaha dan kondisi keuangan, maka Bank Mandiri senatiasa berusaha mempertahankan rasio pembayaran dividen sebesar 50% dari laba bersih setelah pajak. Pada tanggal 31 Desember 2003 Bank Mandiri telah membayar dividen interim sebesar Rp.50 per lembar saham, dan merencanakan usulan pembayaran dividen final untuk memperoleh persetujuan pada rapat umum Pemegang Saham mendatang. Sebagai perusahaan yang menjalankan bisnis atas dasar kepercayaan, Bank Mandiri telah membangun sistem dan prosedur operasional maupun sistem pengawasan yang berlapis dan melekat untuk mencegah terjadinya berbagai tindak manipulasi (fraud) oleh orang dalam, pihak luar maupun kerjasama antara keduanya. Untuk mencegah manipulasi, Bank Mandiri memiliki ICC (Internal Control & Compliance) dan prosedur operasional standar (Standard Operating Procedure / SOP) yang jelas. Untuk meningkatkan pemahaman karyawan terhadap SOP, Bank Mandiri memanfaatkan program eLearning yang tergolong paling maju di Indonesia saat ini. vi. Bumi Resource

Tak satu saham pun yang menjadi sorotan publik dengan sangat kritis di jagad pasar modal Indonesia layaknya saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), setidaknya untuk saat ini. Saking kritisnya, terkadang persepsi ikutan disangka fakta. badai rumor tak henti-hentinya menerpa bangunan kokoh perusahaan milik konglomerat yang pernah menduduki peringkat orang terkaya di Indonesia, Aburizal Bakrie.Tapi mau bagaimana lagi, langkah dan strategi bisnis grup Bakrie memang kerap mengundang kontroversi. Polah tingkah ekstrem nan berani grup Bakrie pernah dituding menjadi salah satu penyebab kejatuhan pasar modal tahun 2008. Namun kesuksesan grup Bakrie dalam mencetak uang juga berangkat dari strategi yang sama. Begitu pula dengan BUMI. Perusahaan batubara terbesar di Indonesia sekaligus eksportir batubara terbesar di dunia ini, kini tengah menghadapi segudang pertanyaan dan spekulasi pelaku pasar lantaran aksi utang besar hingga US$ 3,325 miliar yang mungkin bisa bertambah lagi ke depannya. BUMI dituding melakukan aksi nekat dengan utang tersebut. Pelaku pasar kemudian berbicara posisi beban utang BUMI, dampaknya pada kinerja jangka pendek perseroan, sampai-sampai mengkait-kaitkannya dengan dana kampanye politik Aburizal Bakrie. Banyak orang tidak mengerti kemudian berspekulasi sendiri tentang apa yang sedang kami lakukan. Bahkan sampai menuding pinjaman ini untuk dana politik. Itu sangat tidak logis, tegas SVP Investor Relations BUMI, Dileep Srivastava dalam bincang-bincangnya dengandetikFinance, Senin (7/12/2009). Menurut Dileep, spekulasi dan rumor yang berkembang di kalangan pelaku pasar tidak memiliki dasar yang jelas. Apalagi soal posisi beban utang BUMI seperti sering dibahas pelaku pasar. Orang cenderung melihat dampak yang terjadi dalam waktu jangka pendek, ketimbang melihat apa yang akan kami raih dan keuntungan yang akan kami berikan pada pemegang saham kami di masa mendatang, jelas Dileep. Dileep mengakui kalau skema ekspansi yang sedang dipersiapkan BUMI boleh tergolong ekstrem dan kelewat berani. Namun menurutnya, BUMI melakukan itu bukan tanpa perhitungan. Situasi ini mirip ketika kami memutuskan mengambil alih KPC (PT Kaltim Prima Coal) dan Arutmin (PT Arutmin Indonesia). Ketika itu banyak yang mengatakan kami terlalu nekat melakukan ekspansi, ujar Dileep. BUMI mengambil alih 80% saham Arutmin dari BHP Biliton pada 2001. Sisanya sebesar 20% yang menjadi milik PT Ekakarsa Yasakarya Indonesia yang juga merupakan perusahaan grup keluarga Bakrie dituntaskan pada tahun 2004. KPC sebelumnya milik British Petroleum dan Rio Tinto dengan kepemilikan masing-masing 50%. BUMI mengambil alih tuntas KPC pada tahun 2003. BUMI yang saat itu masih merupakan perusahaan energi kecil-kecilan, sebagai wujud perubahan usaha dari usaha sebelumnya di sektor pariwisata yang mengelola bisnis hotel di Uzbekistan, kemudian mendapat reaksi dari pelaku pasar. Di tengah kondisi ekonomi saat itu, dimana perbankan sulit mengucurkan pinjaman kecuali dengan bunga tinggi, orang-orang mempertanyakan alasan kami mengambil pinjaman berbunga tinggi dan bernilai besar. Nilainya total sekitar US$ 1,1 miliar, ujar Dileep.

Dengan pinjaman sebesar itu, tentu tak sedikit pihak yang lantas meragukan apakah manajemen BUMI mampu terus tumbuh dengan beban utang dan beban bunga yang harus ditanggung. Hasilnya, semua orang bisa membuktikan. Pada tahun 2007-2008, kami melunasi seluruh utang US$ 1,1 miliar dan BUMI menjadi perusahaan besar dengan zero debt (nihil utang), hanya dengan melepas 30% saham KPC dan Arutmin kepada Tata, jelasnya. Strategi bisnis pengembangan: Perluasan produksi batubara dan diversifikasi berdasarkan konsumen Perluasan kapasitas produksi hingga 100mtpa Pemuatan yang efisien dan pengurangan waktu pengangkutan batubara melalui truk yang diganti dengan conveyors Peningkatan dan diversifikasi basis konsumen pada pasar baru untuk peningkatan jumlah batubara misalnya India, Cina dan pasar domestik Akuisisi beberapa perusahaan terkait batubara sebagai berikut: Akuisisi 80% Zurich Asset Investment yang memiliki 55% Darma Henwa Akuisisi 50,1% Leap Forward Finance yang memiliki 99,9% Fajar Bumi Sakti Akuisisi 89% Pendopo Coal yang akhirnya memiliki 95% Pendopo Energi Batubara Investasi strategis baru dalam rangka meningkatkan posisi domestik dan regional Pengembangan /Inisiatif Strategis Non Batubara Diversifikasi operasi bisnis; Langkah strategis dalam usaha lain, termasuk minyak dan gas serta mineral: Minyak dan Gas: Kegiatan eksplorasi melalui pengeboran dan sumur kajian (appraisal wells) dalam 2 konsesi minyak di Republik Yaman Pengembangan tambang seng dan timah di Dairi (Herald) dengan total investasi kurang lebih 211 juta dolar AS. Produksi dijadwalkan mulai tahun 2011 Pengembangan tambang emas dan tembaga di Gorontalo dan Palu dengan total investasi kurang lebih 500 juta dolar AS. Produksi dijadwalkan mulai tahun 2011/2013 Pengembangan bijih besi di Mauritania dengan total investasi kurang lebih 300 juta dolar AS. Produksi dijadwalkan mulai tahun 2011. Pengembangan proyek mineral lain Pengembangan Non Organik dengan mengakuisisi PT NNT (~24%)
Analisis penggunaan kredit

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, PT Bumi Resources menggunakankredit sebesar


$

1,900 juta untuk empat tujuan yakni pembayaran utang jatuh tempo,akuisisi, equity swap, dan modal kerja. Dari keempat tujuan tersebut, yang dapatdigunakan untuk membayar kembali ( paybac ) kredit adalah bagian akuisisi, equityswap, dan modal kerja. Utang sebesar
k

1,200 juta tidak dapat digunakan untuk usahapembayaran kredit karena telah digunakan untuk melunasi utang-utang lainnya yangtelah jatuh tempo. Dari pendanaan kredit sebesar

700 juta tersebut, perusahaanmemperkirakan terjadinya peningkatan pendapatan dari strategi bisnisnya sepertiyang diumumkan pada acara Paparan Publik tertanggal 3 Desember 2009.

vii. Indofood Sukses Makmur PT. Indofood suskes Makmur Laba tahun 2008 : Rp. 1.03 T Laba tahun 2009 :Rp. 811,2 M Laba tahun 2010 : Rp. 799,7 Penyebab turunnya laba Indofood Sukses Makmur yaitu: -Rugi kurs (eksternal) dan kenaikan beban keuangan -Turunnya harga Crude Palm Oil (CPO) kerena posisi mata uang asing. Strategi yang dijalankan : -Total food solution company-input proses dan output untuk menguasai hulu-hilir -pendirian perusahaan baru dan akuisisi (indofood nestle) harus memiliki target yang jelas karena biayanya cukup bear. -PT. Nestle indofood:produksi rendah biaya, jangkauan distributor yang luas, kecepatan menjangkau konsumen. Kekuatan nestle:riset dan pengembangan yang kuat dalam produksi makannan dan nutrisi. Produk andalan:kecap piring lombok, bumbu penyedap makanan indofood. Kegiatan usaha indofood terdiri dari 4 kelompok usaha strategi: Group konsumen bermerek:produk makanan dalam kemasan Group bogasari:tepung terigu, psta dan unit pemdukung perkapalan Group distribusi:jaringan distribusi terluas diindonesia Group agrobisnis:kelpa sawit, karet, the kakau. viii. Gudang Garam
PT. Gudang Garam, Tbk sebagai perusahaan rokok terbesar dengan kapasitas produksi dan jenis produk yang beragam, menggunakan pengukuran kinerja finansial dan pengukuran kinerja nonfinansial. Pengukuran kinerja nonfinansial diperlukan untuk memastikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan oleh PT. Gudang Garam, Tbk sesuai dengan standar yang ditetapkan. Kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan karena hanya dengan kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan dapat bertahan di pasaran. Kemampuan suatu produk dapat bertahan di pasar merupakan penentu apakah perusahaan dapat terus bertahan atau tidak. Dengan pengukuran kinerja nonfinansial perusahaan dapat mengetahui sedini mungkin apabila terjadi kesalahan selama proses produksi sehingga dapat segera diselesiakan. Selain itu pengukuran kinerja secara nonfinansial ini juga diperlukan sebagai penyeimbang dari alat ukur kinerja finansial yang pada akhir periode menunjukkan hasil kinerja perusahaan secara keseluruhan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan. Konsumen selain menginginkan produk yang berkualitas juga menginginkan produk tersebut ada di tangan konsumen dengan cepat, dalam hal ini berkaitan dengan tingkat efisiensi perusahaan. Perusahaan harus mampu memaksimalkan efisiensi perusahaan dengan mempertimbangkan delivery cycle time atau berkaitan dengan kinerja perusahaan yang

berhubungan dengan waktu produksi, yaitu waktu yang dibutuhkan dari proses produksi sampai produk tersebut dipasarkan dan sampai di tangan konsumen (Garrison dan Noreen, 2002). Dan apabila perusahan menginginkan suatu kinerja produksi yang efisien, perusahaan perlu mengurangi delivery cycle time-nya. Pengukuran tingkat efisiensi ini dilakukan untuk mengetahui delivery performance-nya.

Strategi tentang merek merupakan cerminan dari strategi perusahaan, dan bahkan dari kebijakan tentang merek, dapat dibaca berbagai gejala perubahan internal dan eksternal. Merek telah mengalami evolusi makna, dari sekedar sebuah nama untuk membedakan suatu produk atau jasa, menjadi wakil dari sebuah obyek, simbol, citra dan terakhir sebagai gejala terhadap perubahan internal maupun eksternal Gudang Garam termasuk yang sejak awal mengandalkan merek korporat untuk produkproduknya mulai dari Gudang Garam Klobot sampai Gudang Garam Surya, walaupun terdapat beberapa merek kecil yang tidak menggunakan merek korporat. Produk baru mereka Surya Signature juga memunculkan merek korporatnya, Gudang Garam. Penelitian ini didasari atas fenomena industri rokok yang mencapai puncak produksinya. PT. Gudang Garam adalah Salah satu perusahaan terbesar rokok kretek di Indonesia dengan memiliki kompleks tembakau sebesar 514 area di Kediri yang didirikan pada tahun 1958. Meskipun PT. Gudang Garam tergolong perusahaan rokok yang sudah berdiri cukup lama, namun dari tahun ke tahun perusahaan tersebut memiliki tingkat kepercayaan positif yang tinggi dari para konsumennya, para pekerja, distributor, pengecer, pemegang saham dan komunitas warga sekitar. Ditengah krisis ekonomi, ternyata tiga perusahaan rokok di Indonesia yang salah satunya adalah PT Gudang Garam termasuk 10 besar perusahaan terbaik diantara 200 Top Companies di Asia yang dinilai memiliki kinerja prima pada tahun 1999,2000 dan 2001. Oleh karena itu dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk mengkaji tentang strategi public relations dalam mempertahankna citra perusahaan yang dilakukan bagian humas PT. Gudang Garam Tbk. Kediri. Untuk dapat menjawab rumusan masalah yang dikemukakan, maka terdapat lima tahap analisa data yang digunakan yaitu membuat catatan lapangan, catatan penelitian, mengelompokkan data, interpretasi dan konseptualisasi, penarikan konsep. Sebagai metode penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada sumber data yang diambil

berdasarkan kriteria peneliti. Strategi public relations adalah alternatif optimal yang dipilih untuk ditempuh guna mencapai tujuan public relations dalam rangka suatu rencana public relations (public relations plan). Citra adalah Tujuan utama dan sekaligus merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai bagi dunia public relations. Terdapat tiga macam citra, Current image suatu citra atau pandangan yang dianut oleh pihakpihak luar mengenai suatu organisasi. Wish image yaitu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen. Corporate image citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya. Hasil penelitian yang dilakukan penulis, bahwasanya dari beberapa kegiatan yang dilakukan PT. Gudang Garam khususnya bagian humas, strategi untuk mempertahankan citra perusahaan tersebut dikemas dalam bentuk kegiatankegiatan diantaranya publikasi, open house, pertemuan dengan pemuka agama, sponsorship, peringatan HUT perusahaan, pemberian hadiah lebaran dan hari natal, sumbangan untuk kesejahteraan komunitas. Berdasarkan analisis melalui pengertian dan jenisjenis strategi, Strategi yang digunakan oleh PT. Gudang Garam Kediri ini lebih mengarah pada jenis strategi the social marketing strategy dimana stategi ini lebih menfocuskan pada minat masyarakat tentang berbagai macam hal. Strategi yang diterapkan pihak PT Gudang Garam khususnya humas dianggap berhasil karena sudah menerapkan tiga citra diantaranya: Current image, wish image dan corporate image. Harapan peneliti bahwasanya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan PT. Gudang Garam Tbk yang hendaknya tetap memperhatikan citra lembaga yang sudah baik dan lebih memberikan perhatian terhadap karyawan. ix. United Tractor PT. United Tractor tbk merupakan salah satu perusahaan alat berat yang berorientasi pada konsumen hal ini dicanangkan dengan slogan customer driven company.

Slogan ini diejawantahkan sebagai perusahaan yang berusaha memberikan added value pada konsumen dengan cara mendekatkan perusahaan ke konsumen memberikan kemudahan bagi konsumen serta streat customer differently. PT. United Tractor tbk memiliki divisi yang terbagi 2 kategori besar:operasional division dan non operasional division. Operasional division adalah divisi-divisi yang secra langsung berinteraksi dengan konsumen atau dengan kata lain merupakan front room dari PT. United Tractors sedangkan non operasional division adalah divisi-divisi yang tidak berinteraksi secara langsung dengan konsumen dan lebih banyak bersifat sebagai supporting division, dengan kata lain merupakan back room x. Bank Central Asia Keunggulan Bank Central Asia Sebagai bank transaksional, BCA menawarkan rangkaian jasa yang luas untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabah kami. Sebagai lembaga intermediari keuangan, BCA telah bekerja keras untuk memperkuat sisi kredit dengan mempersiapkan berbagai paket yang menarik bagi nasabah yang potensial. Kami memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi kunci keberhasilan kami dalam menyediakan jasa-jasa yang berguna, efisien dan mudah. Keunggulan-keunggulan ini adalah: Tim manajemen yang sangat profesional yang selalu mengikuti kebijakan dan regulasi perbankan nasional dan internasional; Sumber daya manusia (SDM) yang terlatih baik dan berorientasi pada pelayanan bagi nasabah; Rangkaian produk dan jasa yang inovatif dan memenuhi kebutuhan yang aktual; Pemanfaatan teknologi paling mutakhir secara tepat; Upaya yang terus-menerus dalam mempertahankan tingkat pengamanan perbankan yang paling tinggi; Jaringan yang luas dari kantor cabang dan kantor cabang pembantu di seluruh Indonesia; Pilihan saluran penghantaran (delivery channel) yang luas untuk mencapai tingkat kenyamanan pelanggan yang maksimum, dan Per 31 Desember 2008 telah memiliki sekitar 5.997 ATM tunai maupun non-tunai serta ATM Setoran Tunai yang disediakan di berbagai lokasi strategis di seluruh Indonesia. Produk dan Jasa. Seiring dengan tujuan kami untuk menjadi pilihan pertama dalam perbankan transaksional, kami telah terus-menerus bekerja untuk memperluas ragam produk, jasa dan saluran penghantar. Kami juga telah memastikan bahwa masing-masing produk dan jasa kami unggul di kalangan nasabah karena kualitasnya yang tinggi serta profesionalisme karyawan kami yang bertugas melayani nasabah. Dalam mengembangkan produk dan jasa yang kami tawarkan, kami selalu mempertimbangkan kebutuhan nasabah yang selalu berubah. Lebih jauh lagi, kami terus menyempurnakan setiap produk atau jasa kami dengan menambahkan berbagai fitur baru untuk meningkatkan kenyamanan nasabah dalam menggunakannya. Semakin banyak fasilitas kami sediakan di ATM, KlikBCA Individual Internet banking, m-BCA mobile banking, dan sebagainya.

Bagi komunitas bisnis, terutama para pelaku UKM, kami menyediakan jajaran produk dan jasa yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka. Produk dan jasa ini, antara lain, adalah KlikBCA Bisnis dan BCA Bizz (di lokasi-lokasi tertentu). Kami juga menyediakan berbagai jenis produk kredit untuk memenuhi keperluan pelanggan, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BCA, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BCA dan kredit-kredit korporasi. Jenis Nama Produk dan Jasa Simpanan: Rekening TAHAPAN, Rekening TAPRES, Rekening Giro, Deposito Berjangka dan Sertifikat Deposito. Kartu Kredit: BCA Card, BCA Master Card, BCA Visa, BCA JCB Perbankan Elektronik: ATM BCA, Debit BCA, Tunai BCA, klikBCA Internet banking, m-BCA mobile banking, BCA Link, Call Center Layanan Transaksi Perbankan : Safe Deposit Box (SDB), Pengiriman Uang, Travelers Cheques, Inkaso dan Kliring, mata uang asing. Fasilitas Kredit: KPR, KKB, Kredit Modal Kerja, Kredit Sindikasi, Kredit Ekspor, Trust Receipt, Kredit Investasi. Bank Garansi: Bid bond, Payment Bond, Advance Payment Bond, Performance Bond, dan Pusat Pengelolaan Pembebasan dan Pengembalian Bea Masuk (P4BM). Fasilitas Ekspor-Impor: LC, Negosiasi, Bill Discounting, Documentary Collections, Bankers Acceptance. Fasilitas Valuta Asing: Spot, Forward, Swap, dan produk derivative lain Teknologi BCA dapat berbangga hati atas pemakaian teknologi yang strategis, dan penggunaan teknologi yang canggih secara tepat telah menjadi unsur penting dalam kekuatan kompetitif kami. Berkat adopsi teknologi yang sangat selektif, kami telah diakui baik di tingkat nasional maupun internasional sebagai pemimpin dalam aplikasi teknologi. Keputusan kami dalam melakukan pemilihan teknologi selalu didasarkan pada visi kami sebagai bank transaksional terkemuka. Itulah sebabnya fokus kami adalah pada upaya memaksimalkan efisiensi operasional dan menyempurnakan pelayanan kami pada nasabah. Kami juga menggunakan teknologi untuk mendukung tresuri, pengelolaan risiko dan pengembangan saluran penghantaran yang terus-menerus kami lakukan. Kontinuitas Bisnis Sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Bank Indonesia, kami telah memperkuat dan merelokasikan Disaster Recovery Center (DRC) kami ke sebuah lokasi di luar negeri dengan bantuan salah satu penyedia TI terbesar di dunia. Pengamanan (Security) Untuk memastikan bahwa kami mengimplementasikan sistem pengamanan yang sebaik

mungkin, kami memanfaatkan jasa TruSecure Corporation, sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat. Perusahaan konsultan pengamanan ini secara teratur mengevaluasi pengamanan sistem kami dan memberikan rekomendasi untuk tindakantindakan penyempurnaan yang perlu diambil. Perusahaan ini juga akan memberikan sertifikat kepada BCA selama mereka merasa puas dengan usaha kami dalam memastikan bahwa sistem kami memiliki tingkat pengamanan yang tertinggi yang mungkin dicapai. Jaringan Kami Dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya manusia yang sangat terlatih, BCA telah berhasil memperluas jaringannyabaik jaringan konvensional maupun elektronis untuk memberikan pengalaman perbankan yang paling nyaman bagi para nasabah. Di tanggal 31 Desember 2008, para nasabah kami dapat menghubungi 844 kantor cabang di seluruh Indonesia di samping dua kantor perwakilan di Hong Kong dan Singapura. Jasa-jasa khusus bagi pelanggan premium BCA Prioritas kami juga tersedia di 120 kantor cabang. Di tingkat international, kami bekerja sama dengan lebih dari 1.831 bank koresponden di 108 negara guna menyediakan jasa-jasa seperti Perintah Pembayaran (Payment Order). Melalui pusat-pusat BCA Bizz, kami menyediakan jasa-jasa yang unik untuk memenuhi keperluan para pemilik usaha, seperti penyetoran uang tunai sesudah toko-toko mereka tutup serta jasa untuk mengambil atau mengantarkan uang tunai. Saat ini, sejumlah BCA Bizz telah diresmikan di pusat-pusat perdagangan dan bisnis di beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang. Di masa datang, pusat-pusat BCA Bizz baru akan menyusul. Sementara itu, kartu-kartu kredit BCA juga diterima di seluruh Indonesia juga di jutaan tempat di seluruh dunia. Kartu kredit BCA memiliki berbagai fitur yang lengkap seperti Cicilan BCA yang memungkinkan pemegang kartu untuk mendapatkan semua barang/jasa yang diinginkan dengan cicilan tetap sesuai dengan kemampuan berbelanja. Juga Reward BCA dimana setiap transaksi dengan Kartu Kredit BCA kapanpun dan di manapun, pemegang kartu akan mendapat reward rupiah yang bisa ditukarkan langsung dengan berbagai barang yang dibutuhkan. Kemudian fasilitas AutoPay BCA yang akan membereskan beragam tagihan rutin seperti tagihan listrik, telepon, asuransi dan sebagainya. Belum lagi ditambah dengan berbagai penawaran menarik yang sangat menguntungkan. Berbagai teknologi e-banking juga telah memungkinkan kami memperluas pilihan saluran penghantaran kami. Jaringan ATM kami tersebar di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia. Kartu Debit BCA kami juga diterima lebih 31.000 merchant di 54.000 gerai dengan 81.750 terminal Electronic Data Capture (EDC), sementara kartu Tunai BCA memungkinkan para merchant membantu para pembeli yang membutuhkan uang tunai dengan mendebit dengan jumlah melebihi jumlah yang harus mereka bayar.

Dengan klikBCA, kami menyediakan bagi individu maupun pemilik bisnis berbagai layanan perbankan yang sesuai dengan kebutuhan mereka masing-masing melalui Internet. Sementara itu, bagi mereka yang selalu bepergian, kami menyediakan jasa mobile banking melalui saluran-saluran m-BCA, SMS Top Up BCA, BCA by Phone dan Halo BCA. BCA telah mengembangkan infrastruktur broadband nirkabel untuk menjamin komunikasi data berkecepatan tinggi di antara kantor pusat dan kantor-kantor cabang. Saldo Tahapan BCA pada akhir tahun 1989 (produk ini diluncurkan di bulan Maret 1989) adalah Rp. 473 miliar. Pada akhir tahun 2002 saldo ini telah menjadi Rp. 41,5 triliun. Hal ini berarti terjadi peningkatan lebih dari Rp. 41 triliun atau 86 kali dalam waktu 13 tahun. Tujuan penulisan tesis ini adalah : pertama, untuk mengetahui keadaan industri perbankan di Indonesia, dan menganalisa strategi pemasaran yang diterapkan BCA atas produk Tahapannya, kedua menganalisa strategi pemasaran tadi dengan peningkatan saldo nasabah yang ditempatkan di produk Tahapan BCA untuk menyimpulkan apakah strategi pemasaran itu cocok dan berhasil, terakhir adalah untuk memberikan saran-saran bagaimana meningkatkan strategi pemasaran atas produk Tahapan BCA itu untuk masamasa yang akan datang. Dari penelitian lapangan yang penulis lakukan didapat kesimpulan sebagai berikut : pertama, analisa SWOT menunjukkan bahwa kekuatan Tahapan BCA terletak pada hadiah yang diberikan dan fasilitas yang dapat dinikmati oleh para nasabahnya. Kelemahan Tahapan BCA adalah para nasabahnya harus mengantri untuk melakukan transaksi, biaya administrasi yang dipersepsikan tinggi, dan tingkat bunga yang dipersepsikan rendah. Peluang untuk Tahapan BCA adalah masih rendahnya jumlah penabung dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia (sekitar 16 %). Ancaman terhadap Tahapan BCA adalah tingkat persaingan yang tinggi. Kedua untuk produk Tahapannya, BCA membagi pasar menjadi 3 kelompok nasabah : kelompok pertama adalah para nasabah yang menyimpan uangnya dengan maksud investasi atau mendapat bunga tinggi, kelompok yang kedua adalah para nasabah yang menyimpan uangnya dengan maksud mendapat hadiah, kelompok ketiga adalah para nasabah yang menyimpan uangnya dengan maksud mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan sehari-hari, target pasar dari produk Tahapan BCA adalah para nasabah yang menyimpan uangnya dengan maksud mendapat hadiah dan para nasabah yang menyimpan uangnya dengan maksud mendapatkan kemudahan dalam melakukan transaksi keuangan seharihari, sedangkan Positioning produk Tahapan BCA adalah tabungan yang banyak memberikan kemudahan dan hadiah. Ketiga, produk Tahapan BCA ditopang oleh 2 pilar besar yaitu hadiah dan kemudahan yang dapat dinikmati yaitu berupa jaringan cabang / ATM / Debit yang luas dan on-line, internet, mobile banking, dan berbagai transaksi yang dapat dilakukan. Keempat, strategi bauran pemasaran yang diterapkan pada produk Tahapan BCA adalah secara terus menerus dan konsisten mendukung positioning Tahapan BCA. Kelima, strategi pemasaran yang diterapkan atas produk Tahapan BCA telah berhasil membentuk positioning yang sesuai dengan yang diharapkan, hal ini ditunjukkan oleh 2 hasil penelitian yang telah dilakukan. Keenam, dari hasil analisa

regresi, secara teoritis dapat dibuktikan bahwa ternyata baik secara individu maupun kombinasi, variabel biaya promosi dan/atau variabel jumlah ATM mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan saldo Tahapan BCA. Terakhir, strategi pemasaran yang diterapkan atas produk Tahapan BCA cocok dan berhasil. Hal ini juga ditunjukkan oleh kenaikan jumlah saldo Tahapan BCA yang sangat signifikan. Yang harus dilakukan adalah membina hubungan yang erat dengan nasabah-nasabah besar. 4. Lingkungan Politik dalam Organisasi Bisnis a. apa yang saudara ketahui tentang Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Jelaskan secara rinci. Apakah hal tersebut meru[akan peranan pemerintah atau justru merupakan intervensi pemerintah, jelaskan pendapat saudara. Jawaban: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang dibentuk untuk memenuhi amanat Undang-Undang no. 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. KPPU menjalankan tugas untuk mengawasi tiga hal pada UU tersebut: 1. Perjanjian yang dilarang, yaitu melakukan perjanjian dengan pihak lain untuk secara bersama-sama mengontrol produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau jasa yang dapat menyebabkan praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat seperti perjanjian penetapan harga, diskriminasi harga, boikot, perjanjian tertutup, oligopoli, predatory pricing, pembagian wilayah, kartel, trust (persekutuan), dan perjanjian dengan pihak luar negeri yang dapat menyebabkan persaingan usaha tidak sehat. 2. Kegiatan yang dilarang, yaitu melakukan kontrol produksi dan/atau pemasaran melalui pengaturan pasokan, pengaturan pasar yang dapat menyebabkan praktik monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat. 3. Posisi dominan, pelaku usaha yang menyalahgunakan posisi dominan yang dimilikinya untuk membatasi pasar, menghalangi hak-hak konsumen, atau menghambat bisnis pelaku usaha lain. Dalam pembuktian, KPPU menggunakan unsur pembuktian per se illegal, yaitu sekedar membuktikan ada tidaknya perbuatan, dan pembuktian rule of reason, yang selain mempertanyakan eksistensi perbuatan juga melihat dampak yang ditimbulkan. Keberadaan KPPU diharapkan menjamin hal-hal berikut di masyarakat: 1. 2. 3. 4. Konsumen tidak lagi menjadi korban posisi produsen sebagai price taker Keragaman produk dan harga dapat memudahkan konsumen menentukan pilihan Efisiensi alokasi sumber daya alam Konsumen tidak lagi diperdaya dengan harga tinggi tetapi kualitas seadanya, yang lazim ditemui pada pasar monopoli 5. Kebutuhan konsumen dapat dipenuhi karena produsen telah meningkatkan kualitas dan layanannya 6. Menjadikan harga barang dan jasa ideal, secara kualitas maupun biaya produksi 7. Membuka pasar sehingga kesempatan bagi pelaku usaha menjadi lebih banyak

8. Menciptakan inovasi dalam perusahaan

Menurut pendapat saya Komisi Pengawasan Persaingan Usaha adalah merupakan peranan pemerintah karena Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Lapangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (selanjutnya disebut UU No.5 Tahun 1999). Diman dalam UU Nomor 5 Tahun 1999 telah mengantisipasi beberapa perilaku pelaku usaha yang tidak sehat yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menciptakan kekuatan pasar yang cenderung anti persaingan. Salah satu bentuk tindakan yang anti persaingan adalah Diskriminasi Harga. b. Dalam pelaksanaannya banyak perusahaan menjalankan strategi merger, akuisisi, dan penggabungan usaha lainnya. Menurut pendapat saudara apakah hal tersebut efekif, efisien, ekonomis dan bagaimanakah hubungannya dengan lingkungan politik dalam organisasi bisnis?berikan analisinya. Jawaban: Menurut pendapat saya perusahaaan menjalankan strategi merger, akusisi dan pengabungan usaha lainnya merupakan hal yang efektif, efisien, ekonomis karena Merger dan akuisisi adalah strategi untuk meningkatkan kamampuan kompetitif perusahaan pada era persaingan bebas. Penggabungan usaha merupakan salah satu strategi untuk mengembangkan usaha. sehingga diharapkan keuntungan yang didapat akan lebih besar dari pada melakukan usaha sendiri-sendiri. Tindakan untuk melakukan akuisisi karena alasan skala ekonomis yang kemungkinan dapat dicapai. Perusahaan yang baru setelah melakukan akuisisi dapat memperoleh manfaat di pasar modal karena meningkatkan ukuran (size) maupun efisiensi perusahaan. Melalui akuisisi perusahaan dapat mempercepat tingkat pertumbuhan dibandingkan dengan melalui ekspansi internal. Langkah yang sangat stategis bagi perusahaan dalam persaingan bisnis. Dari strategi pengabungan usaha melalui merger dan akuisisi berpengaruh signifikan terhadap kinerja penjualan dan laba usaha perusahaan. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya volume produk yang dapat terdistribusi serta efisiensi yang dapat tercipta. Dengan memperhatikan pengaruh penting dari faktor ekonomi dan non ekonomi seperti ekonomi makro, politik, sosial dan budaya bisnis, perusahaan sangat dimampukan dalam meningkatkan kinerja dan pangsa pasar pada bisnis di Indonesia. Hubungan penggabungan usaha, merger dan akuisisi dengan lingkungan politik dalam organisasi bisnis sangat berkaitan karena sebelum melakukan penggabungan usaha, merger dan akusisi dengan perusahaan yang lainnya harus dapat dilihat kondisi yang ada baik kondisi lingkungan poliktiknya yang ada dalam lingkungan bisnis tersebut, apakah sedang baik apabila dilakukannya penggabungan usaha, merger dan akusisi dan juga dengan melihat kondisi pasar yang terjadi. Dan memperhatikan pengaruh-pengaruh yang dapat menghambat terjadinya merger, akusisi dan penhgabungan usaha lainnya.