Anda di halaman 1dari 22

BAB I PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL A. Pandangan Umum 1.

Pengertian Satuan Pembangkit Diesel (SPD) SPD adalah singkatan dari satuan pembangkit diesel, secara populer disebut juga diesel genset. SPD terdiri atas mesin diesel yang dikopel dengan generator, termasuk peralatan bantu (auxiliary equipment) seperti pompa air, pompa minyak pelumas, tangki harian bahan bakar, sistem pendingin mesin maupun system pendingin untuk generator dan panel kontrol mesin atau generator.sedangkan Mesin Diesel adalah salah satu jenis mesin kalor, tipe mesin pembakar dalam (int ernal combust ion engine) di mana proses pembakaran bahan bakar langsung dalam ruang bakar tanpa adanya bunga api, tetapi akibat tekanancampuran udara dan bahan bakar yang cukup tinggi.Mesin diesel diciptakan oleh seseorang yang berkebangsaan Jermanyang bernama Rudolf Diesel, yang berhasil mempertunjukkan hasil kerjanya pada tahun 1890, sedangkan pada tahun sebelumnya yaitu tahun 1976 seorangyang juga berkebangsaan Jerman bernama Nikolas Otto berhasil menciptakanmotor gas bersiklus 4 langkah (4 tak).M e s i n d i e s e l t e r d ir i a t a s d u a j e n i s ya it u m e s i n d i e s e l b e r s i k l u s 2 langkah. Adapun langkah pada mesin pembakaran dalam bersiklus 4 langkahterdiri dari : 2. Pengertian PLTD PLTD adalah singkatan dari Pusat Listrik Tenaga Diesel.PLTD terdiri atas satu atau beberapa SPD.Disamping itu PLTD terdapat peralatan umum antara lain terdiri atas kompresor udara untuk menjalankan mesin, tangki persediaan bahan bakar, tangki atau kolam persediaan air, pemadam kebakaran, pembakar limbah (incinerator). Selanjutnya

termasuk pula bangunan SPD alat pengangkat (over head crane), transformator penaik tegangan, panel hubung bagi (switch gear) dan bangunan bengkel atau gudang, serta perumahan dinas karyawan PLTD.Pusat Listrik Tenaga Diesel cocok untuk lokasi di mana pengeluaran bahan bakar rendah, persediaan air terbatas, minyak sangat murah dibanding dengan batubara dan semua beban besarnya adalah seperti yang dapat ditangani oleh mesin pembangkit dalam kapasitas kecil, serta dapat berfungsi dalam waktu yang

singkat.Pembangkit Listrik Tenaga Diesel biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam jumlah beban kecil, terutama untuk daerah baru yang terpencil atau untuk listrik pedesaan dan untuk memasok kebutuhan listrik suatu pabrik. 3. Kapasitas SPD PLN membakukan kapasitas SPD sebagai berikut : - Kelas 1 : SPD berkapasitas 50 Kw - Kelas 2 : SPD berkapasitas 100 Kw - Kelas 3 : SPD berkapasitas 250 Kw - Kelas 4 : SPD berkapasitas 500 Kw - Kelas 5 : SPD berkapasitas 750 Kw - Kelas 6 : SPD berkapasitas 1000 Kw - Kelas 7 : SPD berkapasitas 2500 Kw - Kelas 8 : SPD berkapasitas 4000 Kw - Kelas 9 : SPD berkapasitas 6000 Kw - Kelas 10 : SPD berkapasitas 8000 Kw - Kelas 11 : SPD berkapasitas 12000 Kw PLTD besar PLTD sedang PLTD kecil PLTD bakal

Kapasitas SPD tersebut diatas mendapatkan toleransi sebesar 10 % sampai20%, sehingga dapat dipenuhi oleh sebagian besar pabrik pembuatan SPD.Pengelompokan SPD dalam PLTD bakal, PLTD kecil, PLTD sedang dan PLTD besar, dimaksudkan untuk memudahkan dalam perencanaan PLTD. Pembakuan kapasitas satuan pembangkit diesel didasarkan atas berbagai faktor yang diperoleh dari pengalaman dalam pelaksanaan proyek-proyek pemasangan pembangkit diesel maupun pembangunan pembangkitpembangkit listrik tenaga diesel yaitu : a. b. c. d. Perecanaan untuk proyek proyek pemasangan pembangkit diesel. Pembelian pembangkit listrik. Referensi dari produsen pembangkit diesel. Pembangkit diesel yang dipakai untuk memikul beban dasar. Pertimbangan dasar yang sangat penting bagi pembakuan kapasitas satuan pembangkit diesel ialah umur ( life time ) mesin diesel. Kecenderungan teknologi modern ialah membuat mesin dengan putaran yang lebih tinggi, oleh karena dengan putaran yang lebih tinggi ini dapat dibuat mesin yang lebih kecil ukuran fisiknya dengan daya keluaran yang sama. Kemajuan teknologi dibidang metallurgi ( logam ) memungkinkan hal ini dan oleh karena itu setiap produksi dari type dan oleh karena itu setiap produksi dari tipe dan peraturan tertentu haruslah dibuktikan keberhasilannya setelah beroprasi yang berhasil baik selama 12.000 jam atau dua tahun. Faktor-faktor yang menentukan umur mesin adalah : a. Putaran mesin (h). b. Tekanan ( silinder 0 efektif rata-rata (Pe).

c. Kecepatan torak rata-rata (Lm). Yang dapat diperoleh dari rumus berikut ini :

( berlaku khusus bagi mesin empat langkah = Diesel ) dimana : M = kapasitas mesin (Kw) D = diameter silinder (cm) S = langkah torak (cm) h = putaran per menit (ppm) j = jumlah silinder

Pe = tekanan (silinder) efektif rata-rata (kg/cm2) Hubungan rumus 1.1 dengan kecepatan torak rata-rata (Cm) dapat diuraikan sebagai berikut :

dimana : t adalah waktu yang diperlukan untuk satu langkah torak setelah rumus 1.2 dimasukkan kerumus 1.1 maka :

Dari rumus 1.3 terlihat hubungan antara M dan Cm x Pe

Putaran mesin yang dikehendaki oleh PLN ialah putaran sedang (medium speed) yaitu antara 300-1200 putaran per menit. Namun untuk memperoleh umur (life time) yang tinggi bagi mesin-mesin yang dipakai untuk memukul beban dasar (base load) putaran per menit (ppm).Khususbagi pembangkit diesel yamg berkapasitas 100 Kw, putaran ditetapkan maksimum 1500 putaran per menit. Dimensi dari perkalian (Cm x Pe ) adalah:

yang berarti : daya/satuan luas,yang merupakan suatu thermal strain yang terjadi pada sebuah diesel. ( Cm X Pe ) memang merupakan indikataor yang dapat dijadikan peganganpraktis untuk keausan bagi suatu jenis (type) mesin tertentu dari suatu pabrik, tetapi tidak berlaku bagi jenis (type) dari pabrik lain.Oleh karena itu tidak dapat dijadikan dasar sebagai spesifikasi bagi tender yangmengandung berbagai pabrik. Dengan pembakuan kapasitas satuan pembangkit diesel, maka kapasitas pusat listrik tenaga diesel harus pula dibakukan yang didasarkan atas kreteria perencanaan yang menyeluruh menghadapi program pembangunan PLN jangka panjang, yaitu : a. Persyaratan karakteristik antara lain yang penting adalah kapasitashubung singkat pada ril dan kapasitas peralatan hubung (switch gear ). b. Perencanaan perlengkapan umum, seperti bunker bahan bakar,penyediaan air, bengkel, penampungan minyak bekas, transformeterpemakaian sendiri dan step up transformeter. c. Perencanaan bangunan serta luas tanah yang diperlukan sepertibangunan utama, bunker bahan bakar, kolam air, kantor, bengkel, dansejumlah rumah dinas karyawan PLTD.

Tabel 1.1 kapasitas satuan pembangkit diesel dan kapasitas pembangkit listrik tenaga diesel.

Kelas

Kapasitas satuan Kw

Jangkauan

Putaran maksimum (ppm)

Pe Maksimum (kg/cm2) 21 21 21 21 21 21 21 21 21 21

Cm Maksimum (m/detik) 11 11 10 10 10 10 10 10 10 10

1* 2** 3** 4** 5** 6 7 8 9 10

50 100 250 500 750 1000 2500 4000 8000 12000

+20% +20% +20% +20% +20% +20% +20% +20% +10% +10%

1500 1500 750 750 750 750 750 750 750 750

catatan : * Kelas ini semata-mata dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan PLNdalam hal-hal tertentu (misalnya kelistrikan desa dan lain-lain) dan tidak termasuk perencanaan pusat listrik tenaga diesel seperti tercantum padaayat 14, SPLN 32< 1980. ** SPD kelas 250 Kw, 500Kw, 750 Kw, dan 1000 Kw yang mempunyai putaran maksimum masing-masing 1500 ppm dan 100 ppmn dapat dipesandan dipasang dengan persyaratan dan ketentuan sebagai berikut : 1. Disain SPD mamang untuk pembangkit listrik (power generation) daninformasi yang memadai mengenai pengalaman SPD tersebut.

2. Untuk ibukota kabupaten kota administrasi yang kurang peka terhadapkebisingan dan kelistrikan desa. B. Peralatan Utama Suatu SPD Suatu SPD setidaknya harus mempunyai peralatan sebagai berikut : 1. Mesin Diesel. a. b. c. d. e. f. 2. Mesin dengan dua langkah atau empat langkah. Turbo charger dan intercooling. Silinder sebaris atau V. Putaran rendah dan medium. Governor, hidrolis, mekanis, elektronik. Pompa bahan bakar.

Generator. a. b. c. d. Tanpa sikat dan AVR. Tegangan rendah (380 volt) dan tegangan menengah (6,3 Kv atau 11 Kv). Mempunyai bantalan ganda atau bantalan tunggal. Mempunyai pendingin sendiri (dengan udara)

3.

Sistem pendingin mesin a. b. c. d. Pendinginan radiator. Pendinginan kolam. Pendinginan menara. Pendinginan langsung.

4.

Peralatan bantu a. Sistem bahan bakar.

b. c.

Sistem air pendingin. Sistem pelumasan.

d. Sistem gas buang. e. Sistem menjalankan (start mator diesel). 5. Sistem kontrol SPD a. b. c. d. e. Gambar kontrol panel. Panel kontrol mesin dan peralatan bantu. Panel baterai. Panel paralel. Transformator pemakaian sendiri.

C. Perlengkapan suatu PLTD Yang dimaksud dengan PLTD adalah suatu komplek bangunan dan peralatan yang dibatasi pagar (tembok) pembatas dengan lingkungan sekitarnya. Peralatan dan bangunan yang dimaksud terdiri atas : 1. 2. Peralatan utama pada suatu PLTD sedikitnya ada suatu satuan pembangkit diesel (SPD). Gedung untuk SPD (bangunan sentral) Bangunan sentral dibuat dari konstruksi baja. Dindingnya sebaiknyaterbuat dari tembok atau bahan lain yang meredam suara sebagai usaha membatasi kebisingan mesin untuk lingkungan sekitarnya. Bangunan sentral (building centre) dibuat dalam beberapa petak, dimana satu petak untuk kebutuhan satu SPD. Ruangan-ruangan yang diperlukan untuk gedung atau bangunan sentral sedikitnya terdiri atas : a. b. Ruang untuk mesin. Ruang untuk peralatan bantu.

c. d. e. f. 3.

Ruang kontrol. Ruang pemeliharaan. Ruang untuk peralatan hubung bagi atau swith-gear. Ruang untuk kantor.

Di samping itu ada bangunan untuk bengkel dan gudang yang kadangkadangmenjadi satu atap dengan bangunan sentral.

4. Transformator penaik tegangan yang menjadi bagian dari peralatan hubung bagi, dipasang di samping bangunan sentral bersebelahan dengan ruang hubung bagi. Tegangan step up transformer pada umumnya 380V/20KV, atau 6,3KV/20KV, konstruksi untuk pasangan luar danharus dilengkapi dengan sadapan (tap.changer) kurang lebih 5% dan 0% atau 5. 2,5%.

Panel hubung bagi dibuat dengan system cubicle atau lemari hubung. Banyaknya cubicle tergantung dari : a. b. c. d. e. Jumlah SPD. Banyak jurusan penyaluran atau feeder. Keperluan hubungan atau kopel dengan PLTD lain. Kebutuhan kopel yang akan datang. Cubicle untuk pemakaian sendiri.

Rel atau busbar dapat tunggal atau ganda dengan tegangan 20KV, konstruksi pemutus daya atau Circuit Breaker dapat dari jenis OCB, VCB atau SF.

D. Peralatan Umum Suatu PLTD Peralatan umum yang di maksud adalah sebagai berikut : 1. Tangki bahan bakar yang berkapasitas cukup untuk operasi seluruh PLTD setidaknya dalam 15 hari, tergantung dari frekwensi penyaluran bahan bakar . 2. 3. Tangki minyak pelumas juga cukup untuk 15 hari. Tangki air untuk pendingin mesin, bis berupa kolam air atau menara air.

4. Pemadam kebocoran jenis C perlu disediakan dengan kapasitas disesuaikan dengan besarnya SPD dan sesuai petunjuk instansi pemadam kebakaran. Saluran hidran juga perlu disediakan. 5. Sistim pengumpulan limbah bahan bakar dan pelumas perlu disediakan dan sedapat mungkin disediakan juga pembakar limbah minyak bekas (incinerator) 6. Alat pengangkat (over head crene) perlu disediakan untuk pemeliharaan berkala dengan kapasitas sesuai dengan kapasitas SPD 7. Lampu penerangan di dalam sentral maupun di komplek PLTD perlu disediakan dengan secukupnya. 8. 9. Prasarana jalan dan lingkungan perlu disediakan. Sistem penyaluran air hujan perlu dan air limbah minyak harus berjalan dengan baik.

Dari gambar di atas dapat kita lihat bagian-bagian dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel, yaitu :

1. Tangki penyimpanan bahan bakar. 2. Penyaring bahan bakar. 3. Tangki penyimpanan bahan bakar sementara (bahan bakar yang disaring). 4. Pengabut. 5. Mesin diesel. 6. Turbo charger. 7. Penyaring gas pembuangan. 8. Tempat pembuangan gas (bahan bakar yang disaring). 9. Generator. 10. Trafo. 11. Saluran transmisi.

E. Prinsip Kerja PLTD 1. Bahan bakar di dalam tangki penyimpanan bahan bakar dipompakan ke dalam tanki penyimpanan sementara namun sebelumnya disaring terlebih dahulu. Kemudian disimpan di dalam tangki penyimpanan sementara (daily tank). Jika bahan bakar adalah bahan bakar minyak (BBM) maka bahan bakar dari daily tank dipompakan ke Pengabut (nozzel), di sini bahan bakar dinaikan temperaturnya hingga manjadi kabut. Sedangkan jika bahan bakar adalah bahan bakar gas (BBG) maka dari daily tank dipompakan ke convertion kit (pengatur tekanan gas) untuk diatur tekanannya.

2. Menggunakan kompresor, udara bersih dimasukan ke dalam tangki udara start melalui saluran masuk (intake manifold) kemudian dialirkan ke turbocharger. Di dalam turbocharger tekanan dan temperatur udara dinaikan terlebih dahulu. Udara yang dialirkan pada umumnya sebesar 500 psi dengan suhu mencapai 600C.

3. a.) Udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi dimasukan ke dalam ruang bakar (combustion chamber).

b.) Bahan bakar dari convertion kit (untuk BBG) atau nozzel (untuk BBM) kemudian diinjeksikan ke dalam ruang bakar (combustion chamber).

4. Di dalam mesin diesel terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan udara murni yang dimanfaatkan di dalam silinder pada tekanan yang tinggi (35 - 50 atm), sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar disemprotkan dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar sehingga akan menyala secara otomatis yang menimbulkan ledakan bahan bakar.

5. Ledakan pada ruang bakar tersebut menggerak torak/piston yang kemudian pada poros engkol dirubah menjadi energi mekanis. Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakar dan udara akan mendorong torak yang dihubungkan dengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.

Poros engkol mesin diesel digunakan untuk menggerakan poros rotor generator. Oleh generator energi mekanis ini dirubah menjadi energi listrik sehingga terjadi gaya geral listrik (ggl). Ggl terbentuk berdasarkan hukum faraday. Hukum faraday menyatakan bahwa jika suatu penghantar berada dalam suatu medan magnet yang berubah-ubah dan penghantar tersebut memotong gais-garis magnet yang dihasilkan maka pada penghantar tersebut akan diinduksikan gaya gerak listrik. 6. Tegangan yang dihasilkan generator dinaikan tegangannya menggunakan trafo step up agar energi listrik yang dihasilkan sampai ke beban. Prinsip kerja trafo berdasarkan hukum ampere dan hukum faraday yaitu arus listrik dapat menimbulkan medan magnet dan medan magnet dapat menimbulkan arus listrik. Jika pada salah satu sisi kumparan pada trafo dialiri arus bolak-balik maka timbul garis gaya magnet berubah-ubah pada kumparan terjadi induksi. Kumparan sekunder satu inti dengan kumparan primer akan menerima garis gaya magnet dari primer yang besarnya berubah-ubah pula, maka di sisi sekunder juga timbul induksi, akibatnya antara dua ujung kumparan terdapat beda tegangan. 7. Menggunakan saluran transmisi energi listrik dihasilkan/dikirim ke beban. Di sisi beban tegangan listrik diturunkan kembali menggunakan trafo step down (jumlah lilitan sisi primer lebih banyak dari jumlah lilitan sisi sekunder). F. Ukuran dan Kapasitas dari Peralatan Utama Pengetahuan dasar untuk menentukan kapasitas dan ukuran peralatan ditentukan oleh : a. b. c. d. Daya mesin disel, jika kapasitas generator yang diinginkan diketahui atau sebaliknya. Kapasitas minimum dari transformator penaik tegangan. Kebutuhan bahan bakar perbulan dan kapasitas tangkinya. Kebutuhan minyak pelumas dan kapasitas tangkinya.

e. f.

Kebutuhan air pendingin dan besarnya tandon air. Peralatan hubung-bagi untuk penyaluran tenaga listrik.

G. Pemilihan pembangunan suatu PLTD Alasan dipilihnya PLTD sebagai pembangkit listrik sendiri adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Instalasinya dapat di lakukan dengan cepat dan tidak terlalu rumit. Harga awal pembangkitannya lebih murah daripada jenis pembangkit listrik yang lain. Pemeliharaan dan pengoprasiannya lebih mudah. Dapat dijalankan dengan segera. Suku cadang banyak tersedia. Membutuhkan sedikit air pendingin. Diharapkan sebuah PLTD habis, PLN sudah menyiapkan denganpembangkitan listrik yang lebih efesien. H. Siklus PLTD

Prinsip kerja dari sebuah PLTD didasarkan pada siklus udara tekanan konstan (siklus Diesel) sebagai berikut: a. b. c. d. Fluida kerja dianggap sebagai gas ideal dengan kalor spesifik yang konstan. Langkah hisap ( 0 1 ) merupakan proses tekanan konstan. Langkah kompresi ( 1 2 ) ialah proses isentropic. Proses pembakaran pada tekanan konstan ( 2 3 ) dianggap sebagai proses pemasukan kalor. e. f. Langkah kerja ( 3 4 ) ialah proses isentropic. Proses pembuangan ( 4 1 ) dianggap sebagai proses pengeluaran kalor pada volume konstan. g. h. Langkah buang ( 1 0 ) ialah proses tekanan konstan. Siklus dianggap tertutup artinya siklus berlangsung dengan fluida kerja yang sama. Demikian siklus berlangsung secara terus didalam operasinya sebuah motor diesel yang digunakan untuk menggerakkan generator yang menghasilkan energy listrik. Adapun sebagai pendukung pusat listrik tenaga diesel ini digunakan beberapa alat bantu (auxiliary equipments) untuk membantu proses motor diesel berjalan dengan baik, seperti: a. b. c. d. e. f. Sistem pelumas ( lubeoil system ). Sistem bahan bakar ( fuel system ). Sistem pendingin ( cooler system ). Sistem udara control ( air control system ). Sistem hidrolik ( hydraulic system ). Sistem udara tekan ( air pressure system )

I. Sistem Pendinginan Mesin Sistem pendinginan dalam mesin adalah suatu sistem yang berfungsi untuk menjaga supaya temperatur mesin dalam kondisi yang ideal. Mesin pembakaran dalam (maupun luar) melakukan proses pembakaran untuk menghasilkan energi dan dengan mekanisme mesin diubah menjadi tenaga gerak. Mesin bukan instrumen dengan efisiensi sempurna, panas hasil pembakaran tidak semuanya terkonversi menjadi energi, sebagian terbuang melalui saluran pembuangan dan sebagian terserap oleh material disekitar ruang bakar. Mesin dengan efisiensi tinggi memiliki kemampuan untuk konversi panas hasil pembakaran menjadi energi yang diubah menjadi gerakan mekanis, dengan hanya sebagian kecil panas yang terbuang. Mesin selalu dikembangkan untuk mencapai efisiensi tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan faktor ekonomis, daya tahan, keselamatan serta ramah lingkungan. Proses pembakaran yang berlangsung terus menerus dalam mesin mengakibatkan mesin dalam kondisi temperatur yang sangat tinggi. Temperatur sangat tinggi akan mengakibatkan desain mesin menjadi tidak ekonomis, sebagian besar mesin juga berada di lingkungan yang tidak terlalu jauh dengan manusia sehingga menurunkan faktor keamanan. Temperatur yang sangat rendah juga tidak terlalu menguntungkan dalam proses kerja mesin. Sistem pendinginan digunakan agar temperatur mesin terjaga pada batas temperatur kerja yang ideal. Prinsip pendinginan adalah melepaskan panas mesin ke udara, tipe langsung dilepaskan ke udara disebut pendinginan udara (air cooling), tipe menggunakan fluida sebagai perantara disebut pendinginan air. Dilihat dari media yang digunakan untuk pendinginan, sistem pendinginan dibagi dua :

1.

Sistem pendingin udara Prinsip kerjanya adalah : Kepala dan dinding luar silinder di buat bersirip-sirip untuk memperluas bidang yang hendak didinginkan, agar lebih banyak panas-panas yang dapat diambil. Blower yang mendapat putaran dari poros mesin, meniupkan udara ke celah-celah sirip yang ada untuk mengambil panas.

2.

Sistem Pendingin Air Pada sistem pendingin air ini dibedakan pada dua jenis ; a. Sistem pendinginan terbuka Yaitu sistem pendingin yang pengggunaan air pendinginnya hanya sekali (tidak di sirkulasikan lagi), dimana air dipompakan ke bagian-bagian yang memerlukan pendinginan, kemudian dibuang langsung. b. Sistem pendinginan tertutup Air dari radiator dipompakan ke bagian mesin yang akan didinginkan, Kemudian air tersebut dikembalikan ke radiator untuk didinginkan dan seterusnya digunakan kembali untuk mendinginkan mesin. Memakai radiator, dan Menggunakan Cooling tower

I.1 Pengertian Air Pendingin Air pendingin adalah air yang digunakan untuk menyerap panas yang berlebihan pada reaktor untuk menghasilkan listrik. Karakteristik dari air pendingin yaitu air tawar yang tahan terhadap radiasi, dan kapasitas panas tinggi. Air yang digunakan untuk air pendingin yaitu air berat karena mempunyai kapasitas panas tinggi, tahan radiasi tinggi

pada hal ini digunakan pada reaktor yang menggunakan uranium alam sehingga tampang lintang air kecil. Karakter air dan penggunaannya. Secara kimiawi Molekul air tersusun atas dua atom hidrogen dan satu atom oksigen (H2O). Dalam keadaan cair, molekul-molekul air saling bertautan membentuk polimer via ikatan hidrogen. Karena ikatan inilah air mempunyai panas latent penguapan yang besar serta daya pelarutan yang tinggi air proses atau biasa kita kenal sebagai process water memiliki fungsi yang berbeda satu sama lainnya, oleh karena itu karakter serta spesifikasi air yang diperlukan juga berbeda satu dengan yang lain, misalnya standar air untuk boiler tentu berbeda dengan standar air untuk produksi hydrogen. Ada beberapa peralatan proses yang membutuhkan air secara terus menerus dan dengan sifat tertentu, seperti: 1. Air proses (Process Water) untuk hydrolysis, boiler dan destilasi. Kebutuhan process water untuk boiler, hydrolisis serta produksi H2, dimana diperlukan air yang terlebih dahulu di oleh melalui ion exchange untuk meminimalisir timbulnya karat serta sumbatan pada pipa api dan jalur distribusi uap dan kondensatnya. Produk air yang dihasilkan melalui ion exchange kemudian disebut sebagai soft water bahkan untuk produksi hydrogen diperlukan demineralized water (demin water) agar H2 yang diproduksi betul-betul 99,9 % murni. 2. Air untuk pendingin (Cooling Water) pada cooling tower, mesin, heat exchanger, condenser dll. Kebutuhan akan air pendingin (cooling water) bisa di kategorikan kebutuhan umum dalam setiap mesin penggerak, pengolahan air pendingin biasanya kurang diperhatikan oleh operator pabrik karena persepsi yang salah dimana setiap

air bersuhu rendah bisa digunakan. Tetapi mereka lupa bahwa air pendingin disalurkan melalui pipa-pipa yang diameternya terkadang cukup kecil, panjang dan melingkar-lingkar sehingga rawan terhadap karat dan sumbatan tentunya. 3. Air untuk kebutuhan domestik dan umum. Air yang akan digunakan sebagai air untuk keperluan domestik seperti memasak, toilet dan cucicuci lain biasanya digunakan air dari sumber terdekat seperti Perusahaan air Minum (PAM) lokal maupun dari sumber sumur dalam. Pengolahan biasanya dilakukan secara terbatas seperti penjernihan dan aerasi terutama untuk mengurangi kadar besi yang biasanya berasosiasi dengan air dari sumber sumur dalam (deep well). Sumber air baku industri yang memerlukan pembahasan lebih lanjut adalah kebutuhan air dan sifat yang diperlukan untuk keperluan proses dan sebagai pendingin pada cooling tower di pabrik. Ion Exchange untuk Process dan Cooling. Kebutuhan untuk air proses dan pendinginan sangat mendominasi kebutuhan air untuk pabrik karena lebih dari 80% kebutuhan akan air di pabrik dikonsumsi oleh kedua proses tersebut, sementara untuk kebutuhan domestik relatif kecil. Penggunaan kolom atau tabung ion exchange untuk air baku untuk boiler (boiler feed water) dan sistem pendinginan (cooling system) akan meningkatkan efisiensi kedua sistim peralatan tersebut dengan cara membebaskan pipa-pipa saluran air dan uap pada sistem tersebut dari karat dan endapan yang mengganggu yang dapat menimbulkan kebocoran maupun

tersumbatnya saluran pada kedua sistim tersebut. Boiler untuk menghasilkan uap baik basah, kering maupun yang bertekanan menurut kebutuhan prosesnya, selain digunakan sebagai media thermodinamik, uap yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk menggerakkan turbin pada generator listrik. Penggunaan boiler sebagai

peralatan utama membawa konsekuensi pada pemilihan kualitas air baku (feed water) untuk menjaga kontinyuitas operasi serta efisiensi peralatan tersebut, secara umum untuk menjaga agar boiler bisa bekerja dengan maksimum serta awet maka diperlukan air yang baik dalam arti air selalu dijaga agar tidak menjadi penyebab sistem saluran pipa pada boiler menjadi berkarat ataupun tersumbat oleh endapanendapan organik yang biasanya dibawa oleh air baku.