Anda di halaman 1dari 16

ROBEKAN JALAN LAHIR

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Askeb III (Nifas) Dosen Pembimbing : Retno Dewi P, SST

KEBI DANAN

WIJAY KUSUMA A

A KAD E M I

YAYASAN BHAKTI TULUS INSAN UTAMA

MALA N G

Oleh : Deti Pritamti Mayasari (10.008) Dewi Puji Astutik (10.009) Dhevi One Rosyanti (10.010) Dian Indah Triwidayanti (10.011) Elvira candra Dewi (10.012)

AKADEMI KEBIDANAN WIJAYA KUSUMA MALANG TA 2010 / 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmatNya yang telah diberikan kami dapat menyusun dan menyelesaikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu postpartum dengan robekan jalan lahir. Diteliti dan disahkan tepat pada waktunya. Kami ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya laporan ini, terutama : 1. 2. 3. 4. dr. Priwisono Adi selaku direktur AKBID Wijaya Kusuma Retno Dewi P, S.ST selaku dosen Pembimbing Orang tua kami yang selalu memberikan semangat dan doa Teman-teman yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah robekan jalan lahir ini. Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan bermanfaat bagi kalangan kebidanan. Kritik dan saran kami harapkan guna penyempurnaan asuhan berikutnya, akhir kata kami ucapkan terima kasih .

Malang, Desember 2011

Penulis

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat persalinan merupakan saat-saat yang paling ditunggu-tunggu oleh para ibu namun, ini juga merupakan saat yang paling meneganggangkan dimana pada saat itu ibu harus berjuang hidup dan mati demi kelahiran sang bayi. Setiap ibu yang melahirkan pasti menginginkan kelahiran yang normal, sehingga sang ibu bisa seakan menjadi ibu yang seutuhnya. Persalinan sering kali mengakibatkan perlukaan jalan lahir. Lukaluka biasanya ringan, tetapi kadang-kadang terjadi juga luka yang luas dan berbahaya. Setelah persalinan harus selalu dilakukan pemeriksaan vulva dan perinium. Pemeriksaan vagina dan serviks dengan spekulum perlu dilakukan setelah pembedahan pervaginam. Sebagai akibat persalinan, terutama pada seorang primipara, bisa timbul luka pada vulva di sekitar introitus vagina yang biasanya tidak dalam akan tetapi kadang-kadang bisa timbul perdarahan banyak, khususnya pada luka dekat klitoris.

B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Konsep Persalinan ? 2. Bagaimana Konsep Robekan Jalan Lahir ? 3. Bagaimana Konsep managemen Kebidanan Varney ?

C. Tujuan 1. Tujuan Umum Agar dapat mengerti dan dapat membuat Asuhan Kebidanan pada ibu postpartum yang mengalami robekan jalan lahir. 2. Tujuan Khusus Agar mahasiswa mampu mengerti dan memahami tentang : a. Konsep Persalinan b. Konsep Jalan Lahir c. Konsep Managemen Kebidanan Varney

D. Manfaat 1. Manfaat bagi Mahasiswa Mengetahui tentang asuhan kebidanan kepada ibu dengan kasus robekan jalan lahir 2. Manfaat bagi masyarakat Menabah pengetahuan dan wawasan mengenai kasus robekan jalan lahir 3. Manfaat bagi institusi Menambah dokumentasi asuhan kebidanan kepada ibu dengan kasus robekan jalan lahir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Persalinan 1. Definisi Persalinan y Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pengeluaran placenta dan selaput janin dari tubuh ibu. (Obstetri fisiologi, 221) y Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi (janin + uri) yang dapat hidup ke dunia luar, dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain. (Rustam Mochtar, 91) Bentuk persalinan berdasarkan definisi adalah sebagai berikut: 1. Persalinan spontan, bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan sendiri 2. Persalinan buatan, bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar 3. Persalinan anjuran 2. Proses Terjadinya Persalinan Bagaimana terjadi persalinan belum diketahui dengan pasti sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekuatan his. Ada beberapa teori yang menyatakan kemungkinana proses persalinan: 1. Teori keregangan 2. Teori penurunan estrogen 3. Teori oksitosin internal 4. Teori prostaglandin 5. Teori hipotalamus-pituitari dan glandula suprarenalis Terjadinya persalinan masih tetap belum dipastikan, besar kemungkinan semua factor bekerja bersama-sama, sehingga pemicu persalinan menjadi multi factor. Persalinan anjuran (induksi persalinan) dapat dilakukan dengan jalan: 1. 2. 3. 4. Memecahkan ketuban Induksi persalinan secara hormonal/ kimiawi Induksi persalinan dengan mekanis Persalinan dengan tindakan operasi

3. Tanda-tanda Persalinan 1. Kekuatan his makin sering terjadi dan teratur dengan jarak kontraksi yang semakin pendek.
2. Dapat terjadi pengeluaran pembawa tanda, yaitu:

- Pengeluaran lender - Lendir bercampur darah 3. Dapat disertai ketuban pecah 4. Pada pemeriksaan dalam, dijumpai pembukaan serviks: 1. Perlunakan serviks 2. Pendataran serviks 3. Pembukaan serviks Factor penting dalam Persalinan : 1. Power  His (kontraksi otot rahim).  Kontraksi otot dinding perut.  Kontraksi diafrakma pelvis atau kekuatan mengejan.  Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum. 2. Passanger : Janin dan plasenta 3. Passage : Jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang 4. Mekanisme Persalinan 1. Turunnya Kepala Turunnya kepala dapat di bagi menjadi 2, yaitu :  Masuknya kepala dalam PAP Primigravida : Terjadi pada bulan terakhir kehamilan Multigravida : Terjadi pada permulaan persalinan  Majunya kepala Primigravida : Terjadi setelah kepala masuk ke dalam rongga panggul dan biasanya baru mulai pada kala II. Multigravida : Majunya kepala terjadi secara bersamaan dengan masuknya rongga kepala dalam panggul. Majunya kepala ini bersamaan dengan gerakan-gerakan yang lain yaitu : fleksi, putaran paksi dalam, dan ekstensi.

2. Flexi Dengan majunya kepala biasanya fleksi bertambah hingga ubunubun kecil jelas lebih rendah dari ubun-ubun besar. Keuntungan dari bertambah fleksi ialah bahwa ukuran kepala yang lebih kecil melalui jalan lahir: diameter suboksipito bregmatika (9,5 cm) menggantikan diameter suboksipito frontalis (11 cm) 3. Putar Paksi Dalam Putaran paksi dalam adalah pemutaran dari bagian depan sedemikian rupa sehingga bagian terendah dari bagian depan memutar ke depan ke bawah symphisis. Pada presentasi belakang kepala bagian yang terendah ialah daerah ubun-ubun kecil dan bagian inilah yang akan memutar ke depan dan ke bawah symphysis. 4. Ekstensi Setelah putaran paksi selesai dan kepala sampai di dasar panggul, terjadilah ekstensi atau defleksi dari kepala. Hal ini disebabkan karena sumbu jalan lahir pada pintu bawah panggul mengarah ke depan atas, sehingga kepala harus mengadakan ekstensi untuk melaluinya. 5. Putar Paksi Luar Setelah kepala lahir, maka kepala anak memutar kembali ke arah punggung anak untuk menghilangkan torsi pada leher yang terjadi karena putaran paksi dalam. Gerakan ini disebut putaran restitusi (putaran balasan = putaran paksi luar). 6. Expulsi Setelah putaran paksi luar bahu depan sampai di bawah symphysis dan menjadi hypomoclion untuk kelahiran bahu belakang. Kemudian bahu depan menyusul dan selanjutnya seluruh badan anak lahir searah dengan paksi jalan lahir.

B. Konsep Robekan Lahir 1. Definisi Perdarahan dalam keadaan dimana plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim baik, dapat dipastikan bahwa perdarahan tersebut berasal dari perlukaan jalan lahir. Perlukaan jalan lahin terdiri dari : a. Robekan perineum Luka perinium, dibagi atas 4 tingkatan : Tingkat I : Robekan hanya pada selaput lender vagina dengan atau tanpa mengenai kulit perinium Tingkat II : Robekan mengenai selaput lender vagina dan otot perinea transversalis, tetapi tidak mengenai spingter ani Tingkat III : Robekan mengenai seluruh perinium dan otot spingter ani Tingkat IV : Robekan sampai mukosa rektum b. Robekan vagina c. Robekan serviks d. Robekan uterus 2. Etiologi a. Trauma presipitatus b. Trauma krn pemakaian alat-alat operasi c. Melahirkan kepala pd letak sungsang scr paksa, pembukaan blm lengkap d. Partus lama 3. Tanda dan Gejala a. Tanda dan gejala yang selalu ada :  Pendarahan segera  Darah segar yang mengalir segera setelah bayi plasenta lahir  Uterus kontraksi baik  Plasenta baik b. Tanda dan gejala yang kadang ada :  Pucat  Lemah  menggigil

dan

4. Penatalaksanaan medis Tinjau kembali prinsip perawatan umum dan oleskan larutan antiseptik ke vagina dan serviks Berikan dukungan dan penguatan emosional. Anastesi tidak dibutuhkan pada sebagian besar robekan serviks. Berikan petidin dan diazepam melalui IV secara perlahan (jangan mencampur obat tersebut dalam spuit yang sama) atau gunakan ketamin untuk robekan serviks yang tinggi dan lebar Memberikan tekanan pada fundus dengan lembut untuk membantu mendorong serviks jadi terlihat Gunakan retraktor vagina untuk membuka serviks, jika perlu Pegang serviks dengan forcep cincin atau forcep spons dengan hatihati.

Letakkan forcep pada kedua sisi robekan dan tarik dalam berbagai arah secara perlahan untuk melihat seluruh serviks. Mungkin terdapat beberapa robekan. Tutup robekan serviks dengan jahitan jelujur menggunakan benang catgut kromik atau poliglokolik yang dimulai pada apeks(tepi atas robekan) yang seringkali menjadi sumber pendarahan.

Jika bagian panjang bibir serviks robek, jahit dengan jahitan jelujur menggunakan benang catgut kromik atau poliglikolik 0. Jika apeks sulit diraih dan diikat, pegang apeks dengan forcep arteri atau forcep cincin. Pertahankan forcep tetap terpasang selama 4 jam. Jangan terus berupaya mengikat tempat pendarahan karena upaya tersebut dapat mempererat perdarahan. Selanjutnya :  Setelah 4 jam, buka forcep sebagian tetapi jangan dikeluarkan.  Setelah 4 jam berikutnya, keluarkan seluruh forcep

BAGAN POHON MASALAH


ROBEKAN JALAN LAHIR

Perdarahan dalam keadaan dimana plasenta telah lahir lengkap dan kontraksi rahim baik, dapat dipastikan bahwa perdarahan tersebut berasal dari perlukaan jalan lahir

ETIOLOGI

a. Trauma presipitatus b. Trauma karna pemakaian alat-alat operasi c. Melahirkan kepala pada letak sungsang secara paksa, pembukaan belum lengkap d. Partus lama

TANDA DAN GEJALA

Tanda dan gejala yang selalu ada :  Pendarahan segera  Darah segar yang mengalir segera setelah bayi dan plasenta lahir  Kontraksi uterus baik  Plasenta baik

a. Tanda dan gejala yang kadang ada :  Pucat  Lemah  menggigil

PATOFISIOLOGI

1. Robekan Perineum 2. Robekan Serviks 3. Rupture Uteri

PENANGANAN

1. Mengoleskan larutan antiseptic ke vagina dan serviks 2. Memberikan tekanan pada fundus 3. Tutup robekan serviks dengan jahitan jelujur menggunakan benang catgut kromik atau poliglokolik 0 yang dimulai pada apeks(tepi atas robekan) yang seringkali menjadi sumber pendarahan. 4. Jika bagian panjang bibir serviks robek, jahit dengan jahitan jelujur menggunakan benang catgut kromik atau poliglikolik 0. 5. Jika apeks sulit diraih dan diikat, pegang pegang apeks dengan forcep arteri atau forcep cincin. Pertahankan forcep tetap terpasang selama 4 jam. Jangan terus berupaya mengikat tempat pendarahan karena upaya tersebut dapat mempererat pendarahan. Selanjutnya :  Setelah 4 jam, buka forcep sebagian tetapi jangan dikeluarkan.  Setelah 4 jam berikutnya, keluarkan seluruh forcep.

C. Konsep Managemen Varney 1. Pengkajian data a. Data subyektif y Biodata Nama : mempermudah Nakes untuk memanggil klien dan mencegah tertukarnya pemberian pelayanan. Umur : mengetahui umur klien termasuk resiko tinggi atau tidak Agama : mengetahui kepercayaan dan keyakinan klien sehingga nakes bisa menyesuaikan Pendidikan : mengetahui tingkat intelektual dari klien sehingga nakes bisa menyesuaikan Suku/Bangsa: mengetahui kepercayaan dan adat istiadat yang dianut oleh klien Pekerjaan : mengetahui tingkat aktifitas keseharian untuk dan untuk mengetahui pendapatan keluarga Alamat : mengetahui tempat tinggal klien sehingga memudahkan dalam melakukan kunjungan rumah. y Keluhan utama Untuk mengetahui alasan utama klien datang ke NAKES y Riwayat kebidanan Meliputi umur menarche, siklus haid , lama haid, banyaknya darah yang dikeluarkan , keluhan , waktu haid terakhir , dan TP 1. Riwayat kehamilan, persalinan, dan nifas yang lalu Mengetahui adakah penyulit dalam kehamilan dan persalinan sebelumnya , yang dikaji meliputi kehamilan keberapa, cara melahirkan, jumlah anak, masa nifas. 2. Riwayat kehamilan yang sekarang Keluhan atau gangguan waktu hamil , ANC berapa kali , dimana, imunisasi TT berapa kali , mendapat tablet Fe berapa, pelayanan yang didapat untuk memudahkan Nakes memberikan pelayanan. y Riwayat kesehatan Riwayat penyakit yang diderita Ibu yang dapat mempengaruhi kehamilannya, riwayat penyakit atau kesehatan keluarga. Mengenal latar belakang kesehatan keluarga tertentu, terutama adalah penyakit TBC, DM, jantung , hipertensi ,asma, dll. y Keadaan psikososial Mengetahui keadaan psikologis dan hubungan sosial dengan keluarga dan tetangga.

y Latar belakang social budaya Mengatahui kebiasaan dan kebudayaan klien y Pola kegiatan sehari-hari 1. Pola Nutrisi 2. 3. 4. 5. 6. Pola Eliminasi Pola Aktivitas Pola Istirahat Pola Personal Hygiene Pola seksualitas

b. Data obyektif y Keadaan umum :baik/cukup/lemah Kesadaran : Composmentis/koma/lemah Poster Tubuh : Tegak/lordosis/skoliosis/kifosis Cara berjalan : Tegak/pincang/tidak Tinggi badan : .. BB selama hamil : .. BB sebelum hamil : .. Kenaikan BB : penambahan 12 16 kg Lila : minimal 23,5 cm y TTV : Suhu : 36,5 37,2 oC Nadi : 80 90 x/menit Tensi : 100/70 mmHg 120 / 90 mmHg RR : 16 - 24x/ menit y Pemeriksaan fisik Inspeksi Kepala : Lurus/tidak,kulit bersih/tidak,rambut rontok / tidak , dan berketombe/tidak, Muka : Pucat/tidak , ada/ tidak kloasma grafidarum, ada/tidak ada oedema pada wajah. Mata : simetris/tidak, konjungtiva kanan dan kiri anemis/tidak, seklera ikterus/tidak ikterus, palpebra odema/tidak oedema Hidung : simetris/tidak, bersih/ tidak, ada/ tidak ada polip. Mulut dan gigi : mulut simetris/tidak, bibir kering/tidak , ada/tidak terdapat stomatitis, gigi bersih/ tidak ada karies, ada/tidak ada gigi palsu.

Payudara : simetris/tidak, putting susu menonjol/tidak, ada/ tidak hiperpigmentasi areola mamae, buah dada membesar/tidak. Ketiak : ada/tidak ada benjolan kelenjar limfe. Abdomen : membesar sesuai usia kehamilan/tidak, terdapat linea nigra/tidak, ada/tidak ada setrie albikan, ada/tidak ada bekas luka operasi, ada/ tidak gerakan anak. Genetalia : terdapat perdarahan pervaginam/tidak, warna darah merah segar/tidak, encer /tidak, bergumpal/tidak, ada varices/tidak pada genetalia dan ada/tidak ada oedema. Anus : ada hemoroid/tidak, bersih/tidak Ekstermitas atas : simetris/tidak kedua tangan, oedema/tidak varices/ tidak, ada gangguan pergerakan/tidak. Ekstermitas bawah : kedua kaki simetris/tidak, oedema/tidak varices/tidak, ada gangguan pergerakan/tidak. Palpasi Kepala : ada benjolan/tidak Leher : ada pembesaran kelenjar tiroid/tidak dan ada/bendungan vena jugularis/tidak Payudara : membesar/tidak, ditemiukan benjolan/tidak, kolostrum keluar/belum. Perut: Leopold I : menentukan TFU, bagian teatas janin Leopold II :menentukan bagian janin sebelah kanan / kiri Leopold III : menentukan bagian tereendah janin Leopold IV : sudah masuk PAP/ belum Auskultasi Bunyi napas, ronchi/tidak, wheezing/ tidak, denyut jantung,DJJ Perkusi Reflek patella=+/+ atau negative y Pemeriksaan penunjang Hb:. Pemeriksaan albumin urine:-/+ Pemeriksaan reduksi urine:-/+ USG Tes lab hormone HCG :

2. Interprestasi data dasar a. Diagnose Dx : GP,ukmgg, tunggal, hidup, intrauteri, letak/presentasi, jalan lahir., k/u ibu baik/tidak DS : dilihat dan dikaji dari keluahn klien Do : diperoleh dari pemeriksaan fisik,dan pemeriksaan penunjang b. Masalah Hal yang mengganggu kenyamanan klien DS : dari keluahan klien Do : dari hasil pemeriksaan 3. Identifikasi diagnosis atau masalah potensial Masalah yang mungkin muncul, masalah potensial yang menyertai kehamilan dan mungkin terjadi 4. Identifikasi dan penetapan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera Kebutuhan yang dilakukan segera untuk mengatasi masalah potensial diagnose 5. Perencanaan asuhan secara menyeluruh (Intervensi) Rencana yang diberikan untuk mengatasi masalah diagnose 6. Pelaksanaan perencanaan (Implementasi) Disesuaikan dengan intervensi 7. Evaluasi Disesuaikan dengan kriteria hasil dan dilakukan dengan SOAP

DAFTAR PUSTAKA
y Manuaba.1998.ilmu kebidanan: perdarahan postpartum. Jakarta : Kedokteran EGC y http: // Rahma www.google.com// y http:// syafrisan www.google.com// WH. Makalah S. Kep. Perlukaan jalan Lahir Buku

.2009.

M.A

Perdarahan

postpartum.2007.