Anda di halaman 1dari 17

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

BAB I PENDAHULUAN
Pengertian Minyak Dan Gas Bumi Pengertian minyak bumi dan gas bumi merupakan gabungan/campuran komposisi dari Hydrogen dan karbon, oleh karena itu disebut juga sebagai hidrokarbon.Nama lain dari hidrokarbon adalah Petroleum.Kata Petroleum berasal dari bahasa latin, dimana petra berarti batuan dab oelum berarti minya.Berdasarkan arti tersebut di atas berarti minyak dan gas bumi merupakan hasil yang didapat pada batuan didalam kerak bumi.Istilah lain yang sering digunakan adalah minyak mentah (crude oil). Minyak mentah berarti minyak yang belum dikilang, jadi masih terdapat dalam kerak bumi.Gas bumi dalam bahasa inggris Nature Gas, yang dpat diartikan sebagai gas alam. Eksplorasi minyak dan gas bumi tidaklah mudah.Pertama harus dicari batuan sedimen yang mengandung material organik yang disebut source rock dan batuan induk.Material organik tersebut berasal dari darat (terrestrial) atau asal laut (marine).Batuan yang dapat dijadikan sebagai batuan induk adalah batuan sedimen klastik halus seperti batulempung, serpih, dan napal.Material organik yang dikandung batulempung antara 1-2%.Batulempung yang mengandung material organik kurang dari itu tidak dpat menjadi batuan hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon dihasilkan secara organik artinya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah mati dan mengalami proses kimia dan fisika.Bahanbahan organik tersebut tertimbun oleh sedimen seperti lempung, serpih dan sebagainya.Oleh karena adanya proses-proses kimia dan fisika maka senyawa hidrokarbon akan keluar dari sisa-sisa organisme tersebut. Faktor-faktor yang diperlukan untuk terjadinya proses ini antara lain : Suhu (panas minimum 200o F, maka makin kebawah permukaan bumi semakin panas) Tekanan (dari sedime di atasnya)
Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

Waktu (proses sampai jutaan tahun) Tempat-tempat dengan penimbunan yang cukup hanya terjadi di cekungancekungan kulit buni dan sayangnya lebih dari sebagian kulit bumi merupakan daerah benua atau paparan yang tidak tertutup oleh sedimen yang tipis.Kalaupun material organik itu mengalami kematangan, hanya sebagian kecil (30 % dapat berubah menjadi minyak bumi dan gas bumi). Syarat syarat terjadinya minyak dan gas bumi adalah : Terdapat batuan induk, yaitu pada batuan sediment yang banyak mengandung bahan bahan organic sisa sisa hewan dan tumbuhun yang mengalami pematangan sehingga terbentuk minyak dan gas bumi. Migrasi minyak dan gas bumi, proses ini merupakan perpindahan minyak dan gas bumi dari batuan induk menuju ke lapisan reservoir untuk di konsentrasikan di dalamnya. Batuan reservoir, merupakan batuan sediment yang berpori pori sehingga minyak dan gas bumi yang dihasilkan oleh batuan induk akan disimpan disini. Perangkap didalamnya. Batuan penutup, adalah suatu batuan sediment yang kedap air sehingga minyak dan gas bumi yang ada di dalam batuian reservoir tidak dapat keluar lagi. Migrasi Hidrokarbon Minyak bumi yang terbentuk sebagai tetes tetes kecil atau mungkin sebagai koloid di dalam batuan induk karena pengaruh tekanan atau Bouyancy akan bergerak dan mengalir kedalam batuan reservoir, inilah yang disebut migrasi. Dibedakan 2 cara migrasi minyak dan gas bumi, yaitu :
Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

atau

trap,

merupakan

bentukan

bentukan

yang

memungkinkan minyak dan gas bumi tercetak atau terperangkap

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

Migrasi Primer : keluarnya minyak dan gas bumi dari batuan induk dan masuk kedalam batuan lapisan penyalur Migrasi Sekunder : Pergerakan minyak dan gas bumi dari lapisan penyalur ke tempat akumulasi( tempat tetes tetes atau gumpalan minyak yang terkumpul dalam perangkap )

Batuan Reservoir Batuan reservoir adalah wadah permukaan yang diisi dan dijenuhi oleh minyak dan gas bumi. Ruangan penyimpanan minyak dalam batuan reservoir berupa rongga rongga atau pori yang rendah. Pada hakekatnya setiap batuan dapat berindak sebagai batuan reservoir asal mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan melepaskan minyak bumi. Dalam hal ini batuan reservoir harus menyandang dua sifat fisik penting, yaitu harus memberikan porositas yang memberikan kemampuan untuk menyimpan dan juga kelulusan atau permeabilitas. Jadi secara singkat dapat disebut bahwa batuan reservoir harus berongga rongga atau berpori yang berhubungan. Porositas dan permeabilitas sangat erat hubungannya, sehingga dapat dikatakan bahwa permeabilitas tidak mungkin tanpa adanya porositas, walaupun sebaliknya belum tentu demikian. Batuan dapat bersifat sarang tetapi tidak permeabel. Menurut Payne (1942), perbedaan antara porisitas dan permeabilitas adalah bahwa porositas menentukan jumlah cairan yang terdapat, sedangkan permeabilitas menentukan jumlahnya yang dapat diproduksikan.Dilain pihak, suatu batuan reservoir juga dapat bertindak sebagai lapisan penyalur aliran minyak dan gas bumi dari tempat minyak bumi tersebut keluar dari batuan induk (migrasi primer) ke tempat berakumulasinya dalam suatu perangkap.Bagian suatu perangkap yang mengandung minyak atau gas disebut reservoir.Jadi reservoir merupakan bagian kecil dari pada batuan reservoir yang berada dalam keadaan demikian sehingga membentuk suatu perangkap. Syarat-syarat untuk reservoir minyak dan gas bumi adalah :

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

Batuan reservoir diisi dan dijenuhi oleh minyak dan gas bumi, Lapisan penutup (cap rock), batuan yang tidak tembus minyak, Perangkap reservoir, bentuk reservoir sedemikian rupa

biasanya merupakan batuan yang berpori-pori. terdapat di atas reservoir. sehingga minyak bumi dapta tertampung. Batuan yang menyandang sifat porositas dan permeabilitas yang baik adalah batupasir dan karbonat (batugamping dan dolomitan).Karena itu minyak dan gas bumi 60 % di dapat reservoir batupasir, 39 % dari batupasir karbonatan dan sisanya 1 % dari reservoir lain, misalnya rekahan-rekahan pada batuan beku. Perangkap Reservoir Perangkap reservoir merupakan unsure penting dalam cara terdapatnya minyak dan gas bumi.Usaha eksplorasi terutama diunjukkan untuk mencari perangkap-perangkap reservoir ini.Istilah perangkap atau trap ialah bentuk geometri struktur atau lapisan sedemikian rupa sehingga tubuh reservoir terkurung atau tersekat oleh batuan yang impermeable (batuan penyekat).Jadi seolah-olah minyak terjebak atau tersangkut pada batuan reservoir, tidak bisa lepas atau bermigrasi lebih lanjut. Pada dasarnya terdapat banyak jenis perangkap minyak dan gas bumi, tetapi pada umumnya dikategorikan pada 3 jenis : Perangkap struktur Perangkap stratigrafi Perangkap kombinasi struktur dan stratigrafi

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

BAB II OPERASI PEMBORAN


II.1 DASAR TEORI (terlampir) II.2 PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN (terlampir) II.3 KESIMPULAN (terlampir) II.4 LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

BAB III ANALISA BATUAN INDUK DAN HIDROKARBON


III.1 DASAR TEORI (terlampir) III.2 PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN (terlampir) III.3 KESIMPULAN (terlampir) III.4 LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

BAB IV LOG MEKANIK (WIRELINE LOG)


IV.1 EVALUASI KUALITATIF WIRELINE LOG IV.1.a. DASAR TEORI (terlampir) IV.1.b. PEMBAHASAN (terlampir) IV.1.c. KESIMPULAN (terlampir) IV.1.d. LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

IV.2

EVALUASI KUANTITATIF WIRELINE LOG IV.2.a. METODE SW-RW IV.2.a.i. DASAR TEORI (terlampir) IV.2.a.ii. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN (terlampir) IV.2.a.iii. KESIMPULAN (terlampir) IV.2.a.iv. LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

IV.2.b.

METODE MN-MD IV.2.b.i. DASAR TEORI (terlampir) IV.2.b.ii. PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN (terlampir) IV.2.b.iii. KESIMPULAN (terlampir) IV.2.b.iv. LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

BAB V INTERPRETASI SEISMIK


V.1 DASAR TEORI (terlampir) V.2 LANGKAH KERJA (terlampir) V.3 PEMBAHASAN (terlampir) V.4 KESIMPULAN (terlampir) V.5 LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

BAB VI KORELASI LOG SEISMIK


VI.1 DASAR TEORI (terlampir) VI.2 LANGKAH KERJA (terlampir) VI.3 PEMBAHASAN (terlampir) VI.4 KESIMPULAN (terlampir) VI.5 LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

BAB VII PEMETAAN BAWAH PERMUKAAN DAN PERHITUNGAN CADANGAN


VII.1 DASAR TEORI (terlampir) VII.2 LANGKAH KERJA (terlampir) VII.3 PEMBAHASAN DAN PERHITUNGAN (terlampir) VII.4 KESIMPULAN (terlampir) VII.5 LAMPIRAN (terlampir)

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

KESIMPULAN UMUM
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan kesimpulan secara umum, yaitu : Lag time bertujuan untuk memperkenalkan opersi pengeboran sumur minyak, sedangkan tujuan dari acara ini adalah untuk mengenal sample bawah permukaan, yamg meliputi antara lain: cara pengambilan sample, menghitung volume dari casing, besarnya sample, serta waktu yang dibutuhkan oleh sample cutting guna mencapai permukaan. Analisa batuan induk dan hidrakarbon merupakan analisa geokimia dalam eksplorasi hidrokarbon pada dasarnya meliputi : menentukan potensi batuan induk, menentukan tipe kerogen, dan kematangan batuan induk, selain itu untuk memberikan gambaran dari arah mana migrasi minyak bumi yang berguna untuk mengembangkan sumur pemboran dan menentukan kelanjutan dari penyelidikan pemboran. Interprestasi seismik dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, adalah untuk menentukan ketebalan suatu lapisan bantuan, struktur geologi, stratigrafi dan penyebaran lapisan batuan, yang akhirnya dipergunakan untuk menggambarkan struktur bawah permukaan dalam bentuk peta struktur (struktur map) dan peta ketebalan (isopach map atau isocohron map). Dengan data log dapat diketahui karakteristik fisik batuan, khususnya batuan reservoir meliputi litologi, porositas, permeabilitas, kedalaman zona produktifnya juga dengan data log mekanik dapat digunakan sebagai salah satu cara dalam korelasi log antar sumur. Seiring dengan pusatnya kegiatan minyak dan gas bumi menurut manusia untuk berusaha menciptakan berbagai teknologi untuk mencapai

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

hasil yang maksimal, diantaranya hasil ciptaan teknologi tersebut adalah EMI dan FMI. Jumlah minyak atau gas terdapat didalam suatu volume merupakan fungsi dari harga porositas dan kejenuhan hidrokarbonnya. Mengevaluasi produktivitas suatu reservoir sangat penting untuk mengetahui bagaimana cairan yang terdapat di dalamnya dapat keluar melalui sistem pori-pori. Korelasi dapat diartikan sebagai penentuan unit stratigrafi dan struktur yang mempunyai persamaan waktu, umur dan posisi stratigrafi.Korelasi ini digunaka untuk keperluan dalam pembuatan penampang dan peta bawah permukaan (subsurface map and cross-section) Peta-Peta bawah permukaan adalah sifat kuantitatif dari peta-peta tersebut.Sifat kuantitatif itu dinyatakan dengan apa yang dinamakan garis iso atau secara popular disebut garis kontur (countourlines,tranchesuntuk peta topografi).Garis ini menyatakan titik-titik yang mempunyai nilai yang sama,terutama nilai kuantitatif dari suatu gejala atau sifat tertentu yang terdapat pada suatu bidang permukaan (perlapisan) atau dalam interval antar dua bidang permukaan / perlapisan.

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

KRITIK DAN SARAN


Sebaiknya Assisten memberikan materi dengan pemahaman yang mudah dimengerti dan sangat terkait dengan tugas yang diberikan, sehingga dalam pengerjaan tugas praktikan tidak banyak menemukan perbedaan dari yang diajarkan. Sebaiknya antar asisten memiliki persamaan persepsi sehingga tidak membingungkan praktikan

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

DAFTAR PUSTAKA
Ali, S.S.,M.N.Nessa, dan A.Rahman, 1992. Rangkuman beberapa hasil penelitian keairan. Prosiding Temu Karya Ilmiah Potensi Sumberdaya Mineral Sulawesi Selatan dan Tenggara. 102 108 Amirthalingan, C. 1932. Correlation of sex and shell structure in Mollucs Trochus niloticus Linn. Current Science (1): 72 73 Asano, N. 1939. On the spawning saeason of top shell. Journal of Fisheries vol 34(1): 36-38 _______, 1944. On the food of top shell from Palau Island. Journal of fisheries 35(4): 8p Arafin, Z. 1993, Geographical distribution, habitat and fishery of top shel (Trochus niloticus) in Maluku. Perairan Maluku dan Sekitarnya, Ambon : 93 101 Eddy Soekendarsi,M Iqbal Djawal and Y.Paonganan.2001. Growth rate of Trochus niloticus L.fed on four species of benthic marine macroalgae. Phuket marine biological center special publication 25(1):135-137

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12

Laporan Resmi Praktikum Geologi Minyak Dan Gas Bumi 2011

LAMPIRAN

Nama : VEBRIANY PURNAMASARI NIM : 111.090.108 Plug : 12