Anda di halaman 1dari 18

TUGAS TEKNOLOGI KARET DAN TEMBAKAU KOMPON KARET

Disusun oleh: Valian Putri Pangestika Reni Retnowati Astrid Dianka Pratiwi Puji Lestari Titik Kurniawati Monariska Situmorang Candra Irma Purwantiningsih Cahyani Kartikawati Erika Nurseptiani (09/283902/TP/09544) (09/284038/TP/09566) (09/284061/TP/09568) (09/284188/TP/09581) (09/284171/TP/09579) (09/285070/TP/09591) (09/284033/TP/09565) (09/284063/TP/09569) (09/283935/TP/09550)

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN DAN HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2011

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Karet mentah Karet merupakan politerpena yang disintesis secara alami melalui polimerisasi enzimatik isopentilpirofosfat. Unit ulangnya adalah sama sebagaimana 1,4-poliisoprena. Dimana isoprena merupakan produk degradasi utama karet. Sumber utama produksi karet dalam perdagangan internasional adalah dari Hevea brasiliensis (suku Euphorbiaceae). Dari tumbuhan karet tersebut didapat getah lateks hasil sadapan dari pelukaan pada batang pohon karet sehingga keluarlah cairan yang disebut getah lateks. Pada suhu normal, karet tidak berbentuk (amorf) dan pada suhu rendah ia akan mengkristal. Dengan meningkatnya suhu, karet akan mengembang, searah dengan sumbu panjangnya. Penurunan suhu akan mengembalikan keadaan mengembangnya karet. Inilah alasan mengapa karet bersifat elastis. Karet mentah dapat berupa karet alam maupun karet sintetis yang mempunyai sifat berbeda- beda satu dengan yang lainnya. Pemilihan jenis karet yang akan digunakan dalam pengolahan kompon karet akan menetukan sifat- sifat barang jadi yang akan dihasilkan. Karet yang digunakan untuk kompon terdiri dari dua jenis, yaitu karet alam dan karet sintetis. 1.1.1. Karet alam Karet alam adalah sumber karet yang berasal dari getah pohon karet (lateks), yang diperoleh dengan menyadap/melukai kulit kambium pohon karet. Karet alam memiliki beberapa karakteristik:

viskositas rendah ketahanan oksidasi tinggi impurity rendah

Karet alam banyak digunakan dalam industri-industri barang. Umumnya alatalat yang dibuat dari karet alam sangat berguna bagi kehidupan sehari-hari maupun dalam industri seperti mesin-mesin pengerak.

Karet alam yang berasal dari getah pohon karet, diolah menjadi Ribbed Smoked Sheet (RSS), crumb rubber, karet krep, dan sebagainya. (Zuhra, 2006)
1.1.1. Karet Sintetis

Karet sintetis adalah karet yang berasal dari hasil samping pengolahan minyak bumi, yang kemudian melalui reaksi polimerisasi menjadi suatu material baru yang sifat-sifatnya mendekati sifat-sifat karet alam. Tahap pembuatan karet sintetis yaitu polimerisasi (emulsion, microemulsion, dan suspension), isolasi, compounding (mixing), ekstrusi/forming, molding, flash removal, post curing, finishing dan inspeksi, pembersihan, dan pengepakan. Karet sintetis merupakan karet tiruan yang dibuat untuk mengganti karet alam atau untuk keperluan tertentu antara lain Isoprene Rubber (IR), Styrene Butadiene (SBR), Butadiene Rubber (BR), ethylene propylene diene monomer (EPDM), nytrile butadiene rubber (NBR), dan sebagainya. (Zuhra, 2006)

BAB II
3

KOMPON KARET
2.1 Definisi kompon karet

Menurut Abednego (1979) kompon karet adalah campuran karet mentah dengan bahan-bahan kimia yang belum divulkanisasi. Proses pembuatan kompon adalah proses pencampuran antara karet mentah dengan bahan- bahan kimia karet (bahan aditif). Kompon karet dapat dibuat sesuai formulasi yang dibutuhkan pelanggan seperti kompon karet NR (Natural Rubber), kompon karet EPDM (ethylene propylene diene monomer), kompon karet silicon dengan berbagai warna, atau kompon karet lainnya yang dapat disesuaikan dengan kriteria kondisi akhir yang dibutuhkan pelanggan. (Santo Rubber, 2011)

2.2 Jenis-jenis kompon karet

Terdapat 2 (dua) jenis kompon karet berdasar mutunya, yaitu kompon karet kualitas tinggi dan kualitas rendah.

Kompon karet kualitas tinggi Kompon karet berkualitas tinggi adalah kompon karet yang terbuat dari karet mentah yang berupa karet alam (natural rubber) yang kemudian ditambahkan bahan aditif lainnya (yang akan dijelaskan lebih lanjut pada poin spesifikasi bahan baku). Karet alam yang digunakan di sini bukanlah lateks pekat melainkan produk karet alam lainnya seperti RSS (Ribbed Smoked Sheet), crap rubber, dan crumb
4

rubber. Karena berasal dari karet alam, maka elastisitas dari kompon ini masih baik sehingga dinilai memiliki kualitas tinggi.

Kompon karet kualitas rendah Kompon karet berkualitas rendah merupakan

2.1 Spesifikasi bahan baku Bahan baku kompon karet seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnya adalah karet alam untuk kompon karet kualitas tinggi dan produk karet bekas untuk kompon karet kualitas rendah. Tidak ada spesifikasi karet alam dan produk karet bekas yang spesifik untuk kompon karena spesifikasi bahan baku dan bahan kimia tambahannya nanti tergantung pada kompon yang ingin dihasilkan akan digunakan untuk memproduksi apa. Berikut penjelasan masing-masing bahan dalam pembuatan kompon. 2.3.1. Karet alam Karet alam yang digunakan dalam pembuatan kompon karet adalah RSS (Ribbed Smoked Sheet), crap rubber, dan crumb rubber. RSS adalah karet alam berbentuk lembaran yang berbahan baku lateks pekat, dalam prosesnya dilakukan pengeringan dengan asap. Crap rubber adalah karet alam yang berbentuk lembaran yang berbahan baku lateks yang telah membeku sebelum processing, dalam prosesnya dilakukan pengeringan dengan angin (pengeringanginan/tanpa asap). Crumb rubber adalah karet alam berbentuk remahan yang berbahan baku lateks, dalam prosesnya dilakukan peremahan. Berikut spesifikasi karet sesuai standar Indonesia berdasar mutunya. Standard Indonesia Rubber (SIR) 5CV 0,05 5LV 0,05 5L 0,05 5 0,05 10 0,10 20 0,20 50 0,50

Spesifikasi Kadar kotoran (% maks.) Kadar abu (% maks.) Kadar zat menguap

0,50

0,50

0,50

0,50

0,75

1,00

1,50

1,00

1,00

1,00

1,00

1,00

1,00

1,00

(% maks.) Pri (min.) Po (min.) Indeks warna (lovibond, maks.) Ash T (maks.) Sari aseton Warna kode Hijau 68 Hijau Hijau Hijau Coklat Merah Kuning 8 8 60 30 6 60 30 50 30 40 30 30 30 -

Keterangan: Karet mutu SIR 5 CV, 5 LV, dan 5L berasal dari lateks segar Karet mutu SIR 5, 10,20 berasal dari scrape, lump, karet tanah, dan slab.

RSS 2.3.2. Produk karet bekas

crap rubber

crumb rubber SIR 5

Produk karet bekas yang digunakan dalam pembuatan kompon dapat berupa ban bekas, karpet karet bekas, dan sebagainya, namun yang umum digunakan adalah ban bekas. 2.3.3. Bahan kimia tambahan (bahan aditif) Bahan kimia kompon dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu bahan kimia utama dan bahan kimia pembantu proses (processing aids). Bahan kimia utama merupakan bahan kimia yang digunakan untuk meningkatkan sifat-sifat fisis karet, sehingga
6

produk karet yang dihasilkan akan memiliki sifat fisis dan kimiawi yang lebih stabil yang terdiri dari : Bahan Antidegradan Bahan antidegradan adalah bahan kimia yang berfungsi sebagai bahan anti ozonan dan anti oksidan yang melindungi bahan jadi karet dari pengusangan dan peningkatan usia penggunaannya.

Filler (bahan pengisi) Bahan pengisi adalah bahan yang berfungsi untuk mengubah atau memperbaiki sifat fisis barang jadi karet, seperti daya tahan terhadap gesekan, irisan, dll. Filler yang umum digunakan adalah karbon.

Anti oksidan Anti oksidan pada kompon karet akan menghambat kerusakan karet karena udara (O2), sinar matahari, dan ozon. Karet tanpa anti oksidan akan mudah teroksidasi sehingga menjadi lunak kemudian lengket dan akhirnya menjadi keras dan retakretak (aging). Anti oksidan yang digunakan harus memenuhi beberapa syarat, seperti Mudah terdispersi pada seluruh bagian karet, Inert terhadap hasil-hasil vulkanisasi pada setiap jenis tegangan, Tidak mempunyai pengaruh terhadap warna hasil vulkanisasi. Bahan anti oksidan yang biasanya dipakai adalah : 1. Waxes, untuk mencegah proses aging yang disebabkan oleh sinar matahari dan ozon 2. Phenol, digunakan untuk mencegah proses aging yang disebabkan oleh flexing Sedangkan bahan kimia pembantu proses adalah bahan kimia yang digunakan

dengan tujuan untuk meningkatkan performa/tampilan dari produk karet. Bahan-bahan ini ditambahkan pada kompon karet sesuai dengan kebutuhan atau tujuan. Bahan kimia pembantu proses terdiri dari :

Bahan pelunak (softener) merupakan bahan yang berfungsi untuk melunakkan karet mentah agar mudah diolah menjadi kompon karet. Jenis bahan pelunak antara lain jenis aromatic, naftenik, ester.

Bahan kimia tambahan lainnya, ditambahkan ke dalam kompon karet dengan tujuan tertentu sesuai dengan kebutuhan, seperti bahan pewarna, bahan
7

penghambat (inhibitor), bahan pewangi, bahan peniup (blowing agent), bahan bantu olah (homogenizer, peptizer)
2.1 Proses pembuatan kompon karet

2.4.1. Kompon karet kualitas tinggi


kompon karet Bahan kimia kualitas RSS, crap rubber, crumb pelunakan mixing pemberian tinggibentuk tambahan rubber

Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan kompon karet kualitas tinggi dijelaskan sebagai berikut: a. Alat pencampur karet Beberapa fungsi mesin pencampur karet adalah sebagai berikut: Mastikasi (penghancuran): karet dihancurkan agar viskositas atau berat molekulnya turun. Untuk itu diperlukan kerja mekanik yang cukup besar. Pencampuran Inkorporasi (wetting stage): pelapisan filler (bahan kimia) pada karet. Dalam tahap ini, karet mengalami deformasi besar-besaran (luas permukaan bertambah), dan terjadi pembalutan gumpalan filler. Karet dihancurkan hingga menjadi partikel kecil dan dapat membalut filler dalam bentuk butirbutir kecil. Dispersi: di sini butir-butir halus dihasilkan agar filler dapat bercampur atau menyebar di dalam karet. Dalam tahap dispersi karet ini, gumpalan8

gumpalan filler yang dibalut karet dihancurkan lagi menjadi butir-butir halus. Pada tahap inkorporasi dan dispersi diperlukan gaya geser yang besar. Distribusi: meningkatkan homogenitas kompon. Plastisasi: memodifikasi sifat rheology kompon agar sesuai untuk pengolahan berikutnya.

Prinsip Pembuatan Karet (Pencampuran Karet) adalah proses pencampuran berlangsung di antara dua buah rotor yang berputar dalam arah berlawanan. Sumbu kedua rotor sejajar, dan masing-masing rotor mempunyai kecepatan tangensial yang berbeda. Jarak antara permukaan (nip) rotor diatur dengan alat pengatur sekrup. Sebagai akibat perbedaan kecepatan tangensial dan penyempitan nip, maka kompon karet mengalami gaya geser dan gaya tekan selama pencampuran. Gaya tekan memperbesar gaya geser, dan gaya geser memutuskan ikatan (rantai) molekul karet. Dengan putusnya rantai molekul karet memungkinkan karbon dan bahan kimia lain dapat bercampur dengan karet. Jenis mesin pembuat kompon karet adalah sebagai berikut: Mesin Pencampur Karet Terbuka (Mesin Giling Karet Dua Rol) Mesin pencampur karet ini mempunyai unit pencampur (rotor) yang terdiri dari dua buah silinder panjang dan berongga. Rotor terbuat dari bahan baja cor atau besi cor yang diperkeras, yang pemukaannya licin dan tahan karat. Rongga silinder berfungsi sebagai saluran media pemanas dan pendingin. Unit pencampur karet (silinder) dalam keadaan terbuka, dan pemasukan bahan baku serta pemotongan kompon karet dilakukan oleh operator. Rol tambahan (stock blender) berfungsi untuk menampung sebagian kompon karet dan memasukkan kembali ke dalam celah kedua rol mesin giling karet agar pencampuran lebih baik. Dengan menggunakan stock blender ini maka kompon karet lebih cepat dingin, lebih homogen dan plastis dalam selang waktu pencampuran tertentu. Untuk menghubungkan mill ke peralatan batch-off biasanya digunakan conveyor. Peralatan batch-off berfungsi mengotomatisasi pemindahan
9

kompon karet ke proses selanjutnya. Di dalam batch-off, lembaran kompon karet didinginkan dengan mencelupkan ke dalam air (non stick solvent) dan dikeringkan dengan blow drying. Lembaran berjalan di atas rol-rol yang dipasang di dalam batch-off dan dipotong menjadi lembaran-lembaran yang berukuran tertentu. Lembaran ditumpuk secara berlapis (wig-wag form) pada bagian keluar batch-off dan dipindahkan ke mesin pengolah karet berikutnya dengan alat angkut (conveyor). Unit-unit lain yang perlu diperhatikan pada mesin pencampur karet terbuka, antara lain alat penampung, alat pengaman, pengatur nip, motor penggerak, transmisi dan putaran, unit pemanas, pendingin, dan pelumas mesin. Mesin Pencampur Karet Tertutup Non Kontinu Pada mesin pencampur karet tertutup non kontinu (internal batch mixer), rotor berada dalam ruang tertutup. Unit pencampur (rotor) mesin karet berbentuk benjolan sehingga rotor tampak seperti bersayap dan bidang geser lebih luas. Pencampuran berlangsung lebih singkat dan lebih bersih dibandingkan dengan mesin pencampur karet terbuka. Poros, sayap, dan dinding ruang pencampuran dibuat berongga agar dapat dilalui media pemanas dan pendingin. Proses pencampuran tidak perlu dibantu oleh operator kecuali pada saat pengisian bahan ke dalam hopper dan pada waktu pengeluaran kompon karet dari ruang pencampuran. Bahan ditekan oleh ram secara hidrolik selama proses pencampuran. Mesin pencampur karet tertutup non kontinu dikelompokkan menjadi dua tipe menurut disain rotor atau cara pencampuran di dalam ruang pencampuran, yaitu tipe non-intermeshing dan tipe intermeshing. Kelompok mesin-mesin yang termasuk tipe non-intermeshing adalah mesin Banburry, Bolling, dan Werner-Pfleiderer, dan mesin tipe intermeshing adalah Intermix Francis Shaw dan Werner Pfleiderer. Pada mesin tipe non-intermeshing, aksi geser gumpalan kompon karet terjadi di dalam celah antara rotor dengan ruang pencampuran, sedangkan pada tipe intermeshing aksi geser gumpalan kompon terjadi di dalam celah
10

antara kedua rotor. Rotor tipe intermeshing memberikan pemindahan panas yang lebih baik, dan cocok digunakan untuk kompon karet yang peka terhadap panas dengan siklus pencampuran yang agak lama. Mesin pencampur jenis yang baru telah dibuat di perusahaan Italian Firm Rutital yang dinamakan Rutital Monomix Mixer. Mesin ini hanya mempunyai sebuah rotor yang berbentuk kerucut rangkap (biconical), yang berulir dua dengan arah terpusat, sedangkan ruang pencampurannya berbentuk silinder. Tandem Mixer Tandem mixer adalah jenis mesin pencampur karet yang

dikombinasikan dari dua buah mesin pencampur karet tipe intermix dan dipanaskan secara bertingkat. Pada bagian atas dipasang ram mixer dan pada bagian bawah dipasang ramless mixer. Agar ramless mixer dapat mengisi sendiri tanpa bantuan tekanan dan kerja mekanik ram, maka rotor ramless mixer haruslah interlocking. Masterbatch yang dihasilkan mixer atas dipindahkan langsung ke mixer bawah, lalu didinginkan dan pencampuran selesai, sementara masterbatch berikutnya telah diolah dan tersedia pada mixer atas. Masterbatch yang keluar dari mixer bawah dipindahkan ke mesin pengolah berikutnya melalui dua roll mill ataupun dump extruder. Kinerja tandem mixer sangat bergantung pada operasi fasilitas pendingin dan sifat bahan kompon yang diolah, dan mesin ini mempunyai sistem pendinginan yang mampu menyerap kalor masterbatch. Suhu masterbatch pada saat keluar dari mixer atas antara 150-160C, waktu pencampuran 3,5-4 menit. Untuk mixer bawah fill factor 0,45-0,47, laju putaran dapat divariasi hingga 60 rpm. Mesin Pencampur Karet Tertutup Kontinu Mesin pencampur karet tertutup kontinu terdiri atas pengumpan dan ekstruder pencampur. Pengumpan berfungsi sebagai pemasuk bahan ke dalam ekstruder pencampur; dan ekstruder pencampur berfungsi sebagai pencampur dan pemindah bahan ke mesin pengolah berikutnya. Sebelum memasuki
11

ekstruder pencampur, bahan telah mengalami pelunakan di dalam pengumpan. Pelunakan di dalam pengumpan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan sekrup (sikoplast) dan rotor Farrel M.V.X. a. Alat pembentuk karet Fungsi dari alat ini adalah untuk membuat bentuk atau mencetak kompon karet seperti bentuk (profil) barang karet yang dibuat. Prinsip pembentukan kompon karet adalah mengolah kompon karet sedemikian rupa sehingga mudah membentuknya seperti yang dikehendaki. Selama pengolahan, kompon karet mungkin dipadatkan, dilunakkan, atau dicairkan lebih dahulu, bergantung pada jenis barang karet yang dibuat.

Jenis mesin pembentuk kompon karet adalah sebagai berikut: Mesin Ekstruksi Karet (Ekstruder) Mesin ekstrusi karet / mesin ekstruder digunakan untuk membuat bentuk atau mencetak kompon karet menjadi panjang dengan profil bulat, empat persegi panjang, segitiga, dll, yang padat atau berongga. Bentuk akhir kompon sama dengan bentuk penampang rongga matris (die) yang digunakan. Kompon dilunakkan di dalam silinder (barrel) yang panas dengan menggunakan aksi mekanis sekrup yang berputar atau ram sehingga kompon mudah disemprotkan atau dikeluarkan melalui matris. Sekrup dan barrel merupakan unit penting (jantung) dari mesin ekstruder. Dinding barrel dan kadang-kadang bagian dalam sekrup mempunyai rongga yang dapat dialiri media pemanas dan pendingin. Unit-unit lain yang perlu diperhatikan pada mesin ekstruder, antara lain motor penggerak, unit pemanas dan pendingin, alat-alat transmisi, pengatur putaran, dan pelumasan, unit depan (screen, breaker plate, die), unit pemasukan kompon, dan bubuk (powder).

12

Keterangan gambar:
a) Bahan isian (kompon karet) dimasukkan ke dalam ekstruder

melalui hopper yang biasanya dilengkapi dengan feed roller. Setelah memasuki sekrup melalui kantong umpan, bahan bergerak dan berputar melalui bagian-bagian sekrup, antara lain bagian umpan, kompresi, dan penglunakan.
b) Ketinggian

ulir pada bagian-bagian sekrup bervariasi, dan

disesuaikan dengan perubahan fase bahan di dalam barrel yang memuat volume ruang yang berbeda. Ulir paling tinggi terdapat pada bagian umpan dan ulir paling rendah terdapat pada bagian penglunakan. Bahan memperoleh energi panas dari pemanas barrel dan juga dari kerja mekanik sekrup yang berputar dan bergesekan dengan bahan di dalam barrel. Mesin Kalender Karet Mesin kalender karet digunakan untuk:

Membuat kompon karet yang panjang dan lebar (lembaran kompon), yang tebal dan tipis. Melapiskan kompon karet pada permukaan tenunan (coating). Memasukkan kompon karet ke dalam jaringan tenunan dengan cara menekan (frictioning). Melapiskan kompon karet pada permukaan tenunan yang telah difriksi atau tenunan berkaret (skimming).

13

Melapis ganda lembaran karet atau tenunan berkaret (doubling). Membuat bentuk kompon karet (shaping) pada permukaan rol (profiling ataupun embossing). Cara pembentukan lembaran kompon karet adalah dengan menekan

kompon karet atau tenunan berkaret di antara roll-roll dan mengatur arah dan besar putaran serta jarak roll. Putaran roll yang berbeda mengakibatkan friksi, dan putaran roll yang sama mengakibatkan sheeting (penekanan, pelapisan, dan penghalusan permukaan kompon karet). Berdasarkan jumlah roll dan penggunaannya, jenis mesin kalender karet diklasifikasikan menjadi: a) Kalender karet beroll dua b) Kalender karet beroll tiga c) Kalender karet beroll empat d) Kalender karet beroll lima e) Kalender karet beroll enam Berdasarkan susunan pemasangan roll, jenis mesin kalender

diklasifikasikan menjadi: a) Mesin kalender karet susunan I b) Mesin kalender karet susunan c) Mesin kalender karet susunan L d) Mesin kalender karet susunan Z
kompon karet Bahan karet kualitas Produkkimia bekas (ban pelunakan mixing pemberian rendah tambahan jika bekas, dsb) bentuk diperlukan

2.4.2. Kompon karet kualitas rendah

14

Penjelasan proses sama dengan kompon karet kualitas tinggi. Perbedaan proses hanya terletak pada bahan baku dan penambahan bahan kimianya saja. Bahan kimia (antioksidan, filler, dan softener ditambahkan jika diperlukan, tergantung pada spesifikasi produk yang diinginkan.

2.1 Spesifikasi produk Berikut adalah spesifikasi kompon karet yang berasal dari bahan baku karet mentah (kompon karet kualitas tinggi).

15

Spesifikasi kompon karet kualitas rendah tidak menentu karena tergantung pada produk apa yang akan dihasilkan dari kompon karet tersebut.

2.2 Aplikasi kompon karet

Salah satu aplikasi kompon karet adalah penggunaanya sebagai bahan baku ban dalam. Spesifikasi kompon karet yang digunakan dalam industri ban dalam adalah sebagai berikut:

16

BAB III LAMPIRAN

17

Video Pembuatan Compound Rubber Mohon maaf pak, video tidak dapat dilampirkan karena ukuran video yang besar, sehingga tidak dapat dikirim melalui email. Berikut Link video tersebut : Sumber youtube Nama Video :
Rubber Compound Processing.mp4 (53,767 KB)

Link:

http://www.google.co.id/url?url=http://www.youtube.com/watch

%3Fv%3DFq4jYsmYW8&rct=j&sa=X&ei=jG0BT7CeIYTorQeI493VDw&ved=0CDAQuAIwAA&q= compound+rubber+processing&usg=AFQjCNGmt4JjIf6ADJatDBBleulF4Cwiw A
SRI Malaysian Rubber Research Institute,RRI. Mp4 (16,010 KB)

Link : http://www.google.co.id/url?url=http://www.youtube.com/watch%3Fv %3DHBCv86fQ5Ig&rct=j&sa=X&ei=C24BTW5Oo3RrQftm8D5Bg&ved=0CCQQuAIwAA&q=SRI+ %E2%80%93Malaysian+Rubber+Research+Institute,RRI&usg=AFQjCNHdrq7 fCwujhyKV95g4O5eF4MYIsQ

18