Anda di halaman 1dari 6

Tugas Paper

Globalisasi Teori Pembangunan


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ekonomi Pembangunan

Disusun Oleh: Ryantiar Fahmi Arif Lukman Chimal Toriq Lutfiati Triamita M. Ilham (0910210086) (0910210026) (0910210004) (09102100 (091021

JURUSAN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI & BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2011

GLOBALISASI TEORI PEMBANGUNAN

Dalam teori pembangunan dikenal adanya faktor eksogen dan endogen yang saling berkaitan sebagai tesis dan antitesis. Meskipun dalam khasanah teori kedua faktor tersebut dapat di pisahkan, dalam kenyataannya kedua faktor tersebut saling terkait antara satu dengan lainnya. Dapat dikatakan bahwa tidak ada suatu negara di dunia ini yang sepenuhnya otonom dan mandiri. 1. Dari Dependensi Menuju Interdepensi Ada berapa dimensi yang mendasari lahirnya konsep interdependensi sebagai perkembangan dari konsep ketergantungan. Dimensi tersebut meliputi dimensi fisik, dimensi ekonomi dan dimensi politik. Dimensi fisik pertama kali muncul pada tahun 1970-an , terutama setelah diadakannya konferensi lingkungan oleh PBB pada tahun 1972. Konferensi lingkungan memunculkan kesadaran akan adanya suatu bumi, dimana kegiatan suatu negara akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan secara global. Dimensi ekonomi yang mendasari konsep interdependensi ini pertama kali dikemukakan dalam proposal yang diajukan oleh Laporan Komisi Brandt atau Brandt Commission Report pada tahun 1980. Dalam proposalnya tersebut, komisi ini menghendaki adanya hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Dalam hubungan tersebut memungkinkan terciptanya kondisi win-win position (posisi saling menguntungkan) dan bukan Lagi posisi zero sum game (yang satu untung yang satu rugi) sebagai mana diterapkan dalam konsep ketergantungan. Adanya keterkaitan antar negara dalam dimensi fisik pembangunan dunia. Perkembangan konsep ketergantungan maupun ekonomi menuju konsep diharapkan manciptakan adanya kerjasama yang mendorong adanya perdamaian dan interdependensi ini mengakibatkan adanya transisi dalam perekonomian dunia.

2. Pendekatan Dalam Konsep Interdepensi

Pendekatan dalam konsep interdependensi ini menyatakan bahwa kapitalisme dalam perekonomian dunia sudah ada semenjak abat ke-16. Sistem kapitalisme ini berkembang yang pada akhirnya menyatukan wilayah-wilayah yang semula terisolasi maupun wilayah-wilayah yang telah mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya secara mandiri. Perkembangan sistem kapitalisme ini mengandung dua dimensi, yaitu: ekspansi secara geografis dan ekspansi dalam bidang sosial ekonomi. Meskipun interdependensi pendekatan sama-sama dalam bersifat konsep kapitalis, ketergantungan konsep dan konsep tidak interdependensi

mempertentangkan kepentingan dari daerah inti dengan daerah periferi. Dalam pendekatan interdependensi justru lebih ditekankan adanya kerjasama antara keduanya yang memungkinkan bagi daerah periferi untuk berkembang menjadi daerah semiperiferi. Menurut pendekatan ini. Pembangunan pada dasarnya merupakan suatu proses perubahan struktur ekonomi suatu daerah dari daerah periferi menjadi semiperiferi atau dari daerah semiperiferi menjadi daerah inti.

3. Strategi Pembangunan dan Sistem Dunia Teori pembangunan modern terdiri atas dua komponen, yaitu; komponen pertama adalah tujuan akhir dari pembangunan. Dan komponen ke dua adalah alat yang di gunakan untuk mencapai tujuan pembangunan [Hettne.1991;135]. Pada komponen pertama biasanya bersifat normatif karena di pengaruhi oleh ideologi yang di anut oleh negara tersebut. Sedangkan komponen ke dua di jabarkan dalam strategi pembangunan yang hendak diterapkan. Hal ini dapat dilihat secara eksplisit dalam perencanaan suatu negara. Strategi pembangunan suatu negara merupakan cerminan dari kemampuan suatu negara untuk bertindak, sehingga krisis yang terjadi di suatu negara dapat dikatakan merupakan krisis dari strategi pembangunan yang di terapkan oleh negara tersebut. Dengan demikian, strategi pembangunan pada dasarnya merupakan konsep empiris yang langsung berkaitan dengan perilaku negara ( Hettne,1991;136) diterapkan suatu negara terhadap masalah peningkatan kesejahteraan rakyatnya dalam arti

materiil, yang dikaitkan dengan sumber daya dan alam yang ada, serta berkaitan dengan dunia internasional . a. Upaya Reformasi Global Interpretasi teoritis terhadap pembangunan global tergantung bagaimana kita memahami fenomena interdependensi. Baik tata ekonomi dunia baru maupun usulan Komisi Brandt merupakan gerakan reformasi global, karena keduanya memandang dunia sebagai suatu sisitem secara keseluruhan. Tata ekonomi dunia baru (NIEO atau New International Economic Order) lebih merupakan starategi politik dibanding strategi ekonomi. NIEO merupakan ekpresi dari solideritas Negara-negara Dunia Ketiga yang menghendaki gerakan swadaya secara kolektif. Usulan utamanya adalah suatu jalur pembangunan yang dilakukan perdagangan negara-negara industri dan akses terhadap teknologinya, selain itu juga masalah utama yang menghadang NIEO, yaitu dihadapi oleh strategi global lainya, adalah bahwa strategi ini tidak diikuti dengan penjelasan yang gamblang mengenai siapa pelaku yang akan melaksanakannya. Laporan komisi Brandt (1990) yang berjudul North-South : A Programme for Survival mengenai dialog Utara-Selatan menghadapi masalah yang sama. Usulan Brandt ini mendasarkan pada konsep interdependensi. Dialog Utara Selatan, sebagaimana dirintis dalam deklarasi NIEO, segera mengalami kemacetan. Penyebabnya, negara kaya tidak dapat memenuhi permintaan yang dinyatakan dalam dokumen NIEO. Laporan Komisi Brandt boleh dikatakan identik dengan global Keynesianism. Solusi keynes terhadap kemiskinan global adalah melakukan apa yang disebut massive resource transfer. Maksudnya,penduduk miskin global merupakan fungsi dari sistem keynes yang menganggur sehingga bila mereka menggunakan sumber-sumber produksi negara maju, maka masalah ekonomi dengan sendirinya terpecahkan. Dapat diduga tanggapan terhadap usulan ini amat bervariasi tergantung ideologi pembangunan yang dianut. Liberalisme yang radikal tentu tidak dapat diterima oleh penganut aliran kanan baru karena menghendaki agar NSB (Negara Sedang

Berkembang)

menyeimbangkan

negaranya,

meliberalkan

perekonomian,

dan

mengidentifikasi keunggulan komparatif yang dimilikinya. Di sisi lain, kritik dari penganut aliran kiri mempertanyakan kepentingan yang saling menguntungkan antara negaranegara Utara dan Selatan sebagaimana tesis interdependensi. Menurut pandangan mereka, intergrasi Dunia Ketiga kedalam sistem interdependensi global justru akan meningkatkan konflik dibandingkan mendatang stabilitas. b. Klasifikasi Strategi Pembangunan Percobaan untuk memisahkan sistem dunia dalam tingkat yang radikal (redical delinking) terbukti tidak didukung oleh fakta empiris. Kendati demikian pilihan strategi pembangunan memang antara intergrasi dengan sistem dunia atau otonomi, ataupun antara penganut aliran radikal dengan pembangunan bertahap. Dua pilihan ini memang telah menjadi isu utama dalam teori pembangunan yang dimulai sejak kritik F. List terhadap ekonomi politik Inggris, atau yang dinyatakan oleh Friedrich List sebagai : ekonomi nasional versus kosmopolitik, (Hettne, 1991: 145-6). Isu ini, yaitu apakah ada kontradiksi antara pembangunan nasional dan internasional, menandai munculnya ekonomi pembangunan. Ekonomi politik nasional dikembangkan lebih lanjut oleh para penganut teori dependensia, yang mendukung strategi radikal delinking dengan pasar dunia. Berdasarkan pengalaman dalam proses pembangunan sebelumnya, Grifin (1988) mengolongkan strategi pembangunan menjadi enam yaitu: 1. Strategi Pembangunan Moneteris 2. Strategi Pembagunan Ekonomi Terbuka 3. Strategi Pembangunan Industrialisasi 4. Strategi Pembangunan Revolusi Hijau 5. Strategi Pembangunan Redistribusi 6. Strategi Pambangunan Sosialisasi Perlu dicatat bahwa tidak semua negara menganut strategi pembangunan yang jelas. Biasanya, kebanyakan negara tidak mengikuti strategi pembangunan yang dapat diidentifikasi dan seringkali berubah-ubah. Ini diakibatkan karena melemahnya peran

negara di NSB, dan bisa juga akibat krisis ekonomi global. Bisa dipahami apabila peran srategi pembangunan bagi banyak negara saat ini cenderung mengarungi relevansi teori pembangunan. menjawab krisis manajemen daripada melakukan transformasi sosial-ekonomi. Pada giliranya hal ini

Sumber : http://dedifahradi.blogspot.com/2011/03/globalisasi-teori-pembangunan.html