Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN

PRAKTIK KERJA INDUSTRI DI

BENGKEL MESIN SMKN 35


Jl.Kerajinan No. 42 Jakarta Barat

Disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujian nasional (UN) Tahun pelajaran 2011/2012 Di susun oleh:

NAMA NIS TINGKAT/KELAS PROGRAM KEAHLIAN

: AFRIZAL : 12379 : III M 2 : TEHNIK PEMESINAN

PEMERINTAH PROFINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA DINAS PENDIDIKAN MENENGAH KAJURUAN DAN TINGGI

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 35


Kelompok tehnologi danindustri Jl.kerajinan no 42 ,krukut,taman sari-jakarta barat 11140 Telp.(021)6343146-6340028 Fax(021)6343146 e-mail:asemka_35jw@yahoo.co.id website:www.smkn35-jkt.sch.id

PENGESAHAN DAN PERSETUJUAN OLEH SEKOLAH

SMKN 35 JAKARTA BARAT

Jakarta, ..2010 Disahkan Oleh Ketua Jurusan Materi Pembimbing

Drs.Yus Safrudin
NIP. 130 366 382

Drs. Nur Isya


NIP.

Mengetahui Kepsek SMK 35 Jakarta Jakarta Wakasek SMKN 35 Bidang Humas

Drs.Togar Sidabutar
NIP. 132 121 638

Suharto S.P.d
NIP.132 172 759

ii

PENGESAHAN DAN PERSETUJUAN OLEH

BENGKEL PEMESINAN SMKN 35

Jakarta, .....2010 Disetujui dan Disahkan Oleh, Kepala Bengkel PKL Pembimbing

Drs.Yus Safrudin
NIP. 130 366 382

Drs. Nur Isya


NIP.

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang hanya dengan ridho dan kemurahannyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan pelaksanaan praktek kerja industri dan menyelesaikan laporan ini yang di laksanakan di PT. Korosi Specindo Laporan ini di susun untuk di ajukan sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti ujian nasional (UN) di Sekolah Menegah Kejuruan Negeri 35 pada tahun ajaran 2012/2013. Di dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak maka laporan tidak akan terwujud oleh karena itulah penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Togar Sidabutar selaku kepala sekolah SMK NEGERI 35 jakarta 2. Bapak Drs. Widodo, MM selaku Waka.Bid.Humas dan Industri 3. Bapak Drs.Yus Safrudin selaku Ketua Jurusan Teknik Pemesinan 4. Bapak Drs. Nur Agus Nasuha selaku Pembimbing Materi 5. Bapak Ir. Joko Suharto selaku Direktur PT. Korosi Specindo 6. Bapak Indra selaku pembimbing Praktek di Perusahaan 7. Bapak Ibu guru dan karyawan SMKN 35 Jakarta 8. Orangtua yang telah memberikan dorongan dan semangat selama menempuh pendidikan di SMKN 35 9. Temanteman yang secara langsung atau tidak langsung telah memberi semangat. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna.Untuk itu penulis sangat mengharapkan saran-saran dan kritik yang positif untuk lebih baiknya laporan ini. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas bantuanya dan perhatiannya. Jakarta, .6 Agustus 2011

Penulis

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL LEMBAR PERSETUJUAN OLEH INDUSTRI. i LEMBAR PERSETUJUAN OLEH SEKOLAH. ii KATA PENGANTAR. iv DAFTAR ISI... v BAB I PENDAHULUAN A LATAR BELAKANG B TUJUAN PENULISAN LAPORAN.. C METODE PENULISAN DATA D SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN.. BAB II TINJAUAN UMUM BAB III TINJAUAN KHUSUS 1 2 2 3

A ALAT ALAT YANG DIPERGUNAKAN . 7 B FINISHING.. C MENGETAP D MESIN GERINDA.. E MARKING.. F CARBON BLACK...... G COATING ANTI GALLING.. H SANDBLAST. I J
MESIN VIBRATOR... MESIN BUBUT.. 8 9 13 11 12 13 14 15 16 15 21 22

K MESIN FRAIS.... L MESIN GERGAJI........... M MESIN BOR...

BAB IV PENUTUP

A KESIMPULAN... B SARAN -SARAN...


DAFTAR PUSTAKA

23 23 24

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Mengingat kemajuan teknologi yang terus menerus berkembang terdapat kesenjangan yang cukup besar dengan apa yang akan di hadapi oleh para siswa kejuruan di lapagan perusahaan , hal ini telah di sadari sepenuhnya oleh pemerintah maka melalui Departemen pendidikan dan kebudayaan sekolah menegah kejuruan , di wajibkan melaksanakan pendidikan sistem ganda (PSG) di suatu perusahaan atau intansi pemeritahan segai salah satu syarat untuk dapat mengikuti ujian nasional (UN) pada tahun pelajaran 2011/2012. Tujuan pendidikan sistem ganda secara keseluruhan diantaranya: 1. Meningkatkan keterampilan yang membentuk siswa/siswi dengan program studi yang di pilih. 2. Memberi kesimpulan kepada siswa untuk mempersyaratkan diri pada suasana Lingkungan kerja yang sebenarnya. 3. Memberi peluang masuk penempatan tamatan dan mendorong siswa agar Mempunyai jiwa kewiraswastaan dan keingian untuk maju. 4. Meluaskan pandangan siswa terhadap berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan bidangnya. 5. Memperkenalkan kemampuan siswa, dalam rangka untuk sarana tenaga kerja pada perusahaan.

B. TUJUAN PENULISAN LAPORAN Sesuai dengan kurikulum yang berlaku, bahwa setiap siswa diwajibkan untuk menyusun laporan dari Praktek Sistem Ganda (PSG). Adapun tujuan dari penulisan laporan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Salah satu syarat mengikuti UN 2. Sebagai bukti bersangkutan telah mengikuti dan melaksanakan PSG 3. untuk melatih siswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik 4. menambah pembendaharaan perpustakaan sekolah serta menunjang pengetahuan agkatan Selanjutnya dan lainnya. 5. Mampu mencari alternatif pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studi yang dipilih secara lebih luas dan mendalam yang terungkap dari karya tulis yang di susun.

C. METODE PENGUMPULAN DATA Adapun metode pengumpulan data yaitu berdasarkan dari beberapa hal seperti yang disesuaikan dibawah ini : 1. Hasil Observasi lapangan kerja 2. Tanya jawab dengan para ahli dilapangan 3. Dari buku-buku diperpustakaan

D. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN Dalam sistematika penulisan laporan ini akan menjelaskan isi laporan ini Kerangkanya terdiri dari: 1. Halaman Judul 2. Halaman Pengesahan Oleh Sekolah 3. Halaman Pengesahan Oleh Perusahaan 4. Daftar Isi Laporan 5. Kata Pengantar BAB I Pendahuluan terdiri dari A. Latar belakang B. Tujuan penulisan laporan PSG C. Metode Pengumpulan Data D. Sistematika penulisan laporan BABII Tinjauan Umum BABIII Tinjauan Khusus BABIV Penutup

BAB II TINJAUAN UMUM Tidak hanya upah besar yang mejadi tolok ukur dalam menentukan jenis pekerjaan. Keselamatan kerja adalah hal yang seharusnya juga menjadi prioritas. Apalah artinya gaji yang besar jika keselamatan diri tergadaikan? Bukankah kita tidak akan menikmatinya jika nyawa atau kesehatan kita terancam? Perlu Anda ketahui, dua hal terbesar yang menjadi penyebab kecelakaan kerja antara lain :

Perilaku yang tidak aman dan Kondisi lingkungan yang tidak aman

Meski demikian, berdasarkan data dari Biro Pelatihan Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang pernah terjadi hingga menyebabkan keselamatan kerja terganggu, hingga saat ini lebih diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman dengan factor sebagai berikut: 1. Sembrono dan tidak hati - hati 2. Tidak mematuhi peraturan 3. Tidak mengikuti standar prosedur kerja 4. Tidak memakai alat pelindung diri 5. Kondisi badan yang lemah Persentase penyebab kecelakaan kerja yaitu 3% dikarenakan sebab yang tidak bisa dihindarkan, seperti bencana alam. Faktor lain yang mengganggu keselamatan kerja 24% disebabkan lingkungan atau peralatan yang tidak memenuhi syarat dan 73% karena perilaku yang tidak aman. 4

Tentu saja, cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja adalah dengan menghindari terjadinya lima perilaku tidak aman yang telah disebutkan di atas. Oleh karena itu, harus diambil tindakan yang tepat terhadap tenaga kerja dan perlengkapan, agar tenaga kerja memiliki konsep keselamatan dan kesehatan kerja demi mencegah terjadinya kecelakaan. Jika demikian, pendidikan akan kesehatan dan keselamatan kerja sangat penting artinya. Tujuannya antara lain untuk melindungi kesehatan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi kerja, mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit. Berikut berbagai arah keselamatan dan kesehatan kerja : 1. Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan pencegahan sebelumnya. 2. Memahami jenis-jenis bahaya yang ada di tempat kerja 3. Mengevaluasi tingkat bahaya di tempat kerja 4. Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi. Terkait keselamatan kerja, faktor penyebab berbahaya yang paling sering ditemukan antara lain adalah : 1. Bahaya jenis kimia: terhirup atau terjadinya kontak antara kulit dengan cairan metal, cairan non-metal, hidrokarbon dan abu, gas, uap steam, asap dan embun yang beracun. 2. Bahaya jenis fisika: lingkungan yang bertemperatur panas dan dingin, lingkungan yang beradiasi pengion dan non pengion, bising, vibrasi dan tekanan udara yang tidak normal. 3. Bahaya yang mengancam manusia dikarenakan jenis proyek: pencahayaan dan penerangan yang kurang, bahaya dari pengangkutan, dan bahaya yg ditimbulkan oleh peralatan.

Adapun cara pengendalian ancaman bahaya kesehatan kerja adalah : 1. Pengendalian teknik: mengganti prosedur kerja, menutup mengisolasi bahan berbahaya, menggunakan otomatisasi pekerjaan, menggunakan cara kerja basah dan ventilasi pergantian udara. 2. Pengendalian administrasi : mengurangi waktu pajanan, menyusun peraturan kesehatan dan keselamatan kerja, memakai alat pelindung, memasang tanda-tanda peringatan, membuat daftar data bahan-bahan yang aman, melakukan pelatihan sistem penangganan darurat. Berdasarkan UU Perlindungan Tenaga Kerja dan Kecelakaan Kerja, pemilik usaha pada saat mulai memakai tenaga kerja, harus membantu tenaga kerjanya untuk mendaftar keikutsertaan asuransi tenaga kerja, demi menjamin keselamatan kerja. Selain itu, setelah terjadi kecelakaan kerja, pemilik usaha wajib memberikan subsidi kecelakaan kerja. Apabila pemilik usaha tidak mendaftarkan tenaga kerjanya ikut serta asuransi tenaga kerja sesuai dengan UU Standar Ketenagakerjaan, maka pemilik usaha akan dikenakan denda.

BAB III TINJAUAN KHUSUS

1. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN DALAM PEKERJAAN Alat-alat yang digunakan seperti :

Kunci pas

Kunci L

Palu

Obeng

Tespen gergaji

Mesin bor

Mesin gerinda

Mesin

Masker Kacamata

Kuas

Meteran

Mata bor

Amplas

Mesin frais

Sigmat

Mistar 7

2.FINISHING A.Pengertian Finishing Finishing adalah suatu proses akhir dalam penyempurnaan benda kerja yang akan di produksi . Alat yang digunakan untuk memfinishing benda kerja ialah:

Amplas

Kikir

Mata bor

Pengertian uraian finishing dapat di simpulkan sebagai berikut: amplas berguna untuk mengamplas bagian-bagian pada benda kerja yang ada bram dan corosi agar hilang dan sempurna. Kikir berguna untuk mengkikir benda kerja agar rata dan sesuai dengan keinginan kita. Mata bor berguna untuk mencemper lubang untuk menghilangkan bram.

3. MENGETAP Pengertian mengetap adalah proses manual untuk membuat tread pada lubang di benda kerja.

Peralatran mengetap Cara mengetap Siapkan peralatan untuk mengetap contohnya gagang tap,tap,oil,dan lainlain Pasang benda kerja pada ragum Beri minyak pada lubang benda kerja yang ingin ditap dan juga pada tap Masukkan tap kelubang benda kerja yang siap di tap Dengan memegang gagang tap putar tap kearah searah jarum jam dengan cara perlahan-lahan dan maju mundur. Setelah benda kerja di tap check benda kerja menggunakan GO NO GO yang sesuai dengan nomor tap

4. MESIN GERINDA A.polish grinding Berguna untuk memkilapkan benda kerja dan membersihkan thread dari bram dengan cara disikat. 9

Brush

Flap Wheels

B.Grinding Grinding berguna untuk mengasah pisau pahat,mata bor,dan lain-lain.

Griding

C.Gerinda angin Berguna untuk menggerinda\menghilangkan bram yang sulit dijangkau.

Gerinda angin

10

5.MARKING A.MARKING STAMPING Adalah alat yang berguna untuk marking benda kerja menggunakan nomor dan angka yang ada diujung besi dengan cara diketok palu kearah bagian benda kerja yang ingin dimarkin

Peralatan marking

B.MARKING GRAFIR Adalah alat yang berguna untuk marking benda kerja menggunakan mesin grafir yang mengikuti arah cetakan pada huruf dan juga menggunakan skala.

Marking grafir

11

C.MARKING ECHING Adalah alat yang berguna untuk marking benda kerja menggunakan aliran listrik yang diliri di ELECTROLYTIC MARKING SYSTEM dan menggunakan gairan OSTLING MARKING SYSTEM (SEA).

Peralatan mengeching 6.CARBON BLACK A.Pengertian carbon black adalah untuk melapisi benda kerja agar tidak mudah berkarat. B.Cara mengcarbon black Komposisi Chemical : 10 liter air dicampur 1 liter carbon black Terperatur 96 98C

Proses pelapisan : Material harus bebas dari lemak dan karat : Dicuci dengan deterjen Dibilas dengan air bersih dengan air mengalir secara terus menerus Setelah bersih material dicelupkan dalam chemical 15 menit Diangkat kemudian dicuci dengan air bersih Dikeringkan 12

Diolesi dengan minyak Jika akan dicat jangan diolesi minyak cukup dikeringkan saja

7.COATING ANTI GALLING Coating ialah proses pengecetan terhadap benda kerja yang sesuai dengan ketentuan. A.Komposisi Coating : Lubricanting Solid Perbandinagn campuran : MoS2 : 1:1 hingga 1:3 ( cat dan thiner)

B.Proses Coating : Material harus dibersihkan dari grease, oil, bram dan karat Pre treatment : hidupkan oven ,panaskan material yang akan dicat pada temperatur 75C 5C selama 1 jam Hidupkan kompresordan lakukan pengecetan dengan menggunakan spay gun Jarak antara spay gun dan material harus berkisar 15-20 cm Lakukan pemanasan kembali setelah proses cat selesai pada temperatur oven 150C 5C selama 1 jam Dinginkan material diudara Matikan oven dengan memutar saklar temperatur oven Lepaskan saklar listrik

13

8.SANDBLAST Sand balst ialah proses pelapisan benda kerja menggunakn pasir agar tidak mudah berkarat. A.Menhidupkan mesin / proses blasting : Hidupkan kompresor, dan buang air yang ada pada tangki Hidupkan mesin sand blast Buka keran saluran udara yang menuju kemesin sand blast Buang air yang ad pada saringan udara pada mesin sand blast Letakkan material yang akan di blasting didalam keranjang yang ada didalam mewsin sand blast Tekan tombol vacum Tekan tombol untuk memutar keranjang Tekan pedal untuk penyemprot pasir Selama mesin berjalan preassure 70-80 Psi Proses blasting 20-30 menit Jika belum rata ulangi sekali lagi Tambah kan pasir untuk sand blast jika sudah habis Jika sudah selesain, Semprot dengan udara material yang sudah di blasting Ambil material dengan latexs, dan masukkan kedalam kantung Corrosion inhibitor

14

B.Mematikan mesin / terjadi gangguan selama mesin berjalan : Lepaskan pedal penyemprot pasir Matikan mesin pemutar pasir Matikan mesin vacum Tutup saluran udara dari kompresor Matikan mesin kompresor Matikan mesin sand blast

9.MESIN VIBRATOR A.Pengertian mesin vibrator Adalah berguna untuk mengkilapkan benda kerja dan nenbuat benda kerja tidak cepat corosi. B.Cara nenakai mesin vibrator Benda kerja yang ingin di cuci dengan mesin vibrator harus sudah difinishing terlebih dahulu. Nyalakan mesin dan air agar kotoran yang ada dimesin keluar dengan low speed. Setelah mesin bersih masukkan cairan ST-AB dan ST-800 dengan perbandingan 1: 1. Nyalakan mesin vibrator dengan high speed . Masukkan benda kerja kedalam mesin vibrator selama 10 menit.

Setelah selesai angkat benda kerja menggunakan low speed. 15

Cuci kembali bemda kerja dengan sabun hingga bersih Semprot benda kerja hingga kering.

BAB III TINJAUAN KHUSUS A. MESIN BUBUT Mesin bubut adalah sebuah mesin yang mempunyai mesin gerak utamanya berputar, macam dari pada mesin bubut ini adalah : Untuk membuat suatu benda yang berpenampang bundar Untuk membuat suatu lubang Untuk membuat ulir Untuk membuat suatu spiral Menurut jenisnya mesin bubut dibedakan berbagai bentuk antara lain : Mesin bubut kepala lepas Mesin bubut kepala tetap Mesin bubut Repelar Fon Korosel Untuk lebih jelasnya dalam hal ini akan uraikan satu persatu tentang mesin bubut. 1. Peralatan mesin bubut a. Plat cekam empat rahang Plat cekam empat rahang ini terbentuk bundar, namun plat cekam ini mempunyai rahang penjepitnya. Keempat cekam ini dapat bergerak bebas tetapi tidak secara otomatis melainkan dengan kunci plat cekam tersebut. Plat cekam dengan empat rahang ini berfungsi sebagai penjepit benda kerja yang berbentuk : a. Segi empat b. Bulat c. Yang membentuk beraturan b. Plat cekam 3 (tiga) rahang Pelat cekam dengan tiga rahang ini mempunyai bentuk bundar dan plat cekam ini dengan tiga rahang dapat bergerak secara otomatis atau bekerja dengan sendirinya. Kegunaan daripada plat cekam tiga rahang ini untuk menjepit benda kerja yang sudah bulat atau benda kerja yang bersegi dua sama sisi misalnya : Benda kerja yang bersegi tiga Benda kerja bersegi enam Benda kerja yang bersegi sembilan

A. Macam-macam pahat bubut 1. Pahat bubut rata Gunanya untuk membuat dari pada bagian luar sehingga bulat dan rata, bagian puncaknya menyudut 80 pahat bubut ini terdiri dari 2 macam yaitu : Pahat kiri Pahat kanan

2. Pahat bubut muka Pahat bubut ini gunanya untuk membubut permukaan ujung benda kerja yang bagian tebalnya hingga merata baik pekerjaan ini dipukul pada kepala lepas atau tidak. 11.MESIN FRAIS

Mesin frais Mesin frais yang terdapat di PT. KOROSI SPECINDO adalah mesin frais hidrolik dengan bermacam-macam jenis. Mesin frais hidrolik adalah mesin yang dapat mencetak benda kerja yang terbuat dari besi-besi plat, sehingga bentuk dan ukuran benda kerja sesuai dengan yang diinginkan.

18

Mesin ini mempunyai dua buah meja, yaitu meja atas atau disebut meja jalan karena meja inilah yang bergerak naik dan turun dan meja bawah atau penjepit. Pada meja-meja inilah cetakan atau dies diletakkan, dengan cara diikat dengan baut dan mur. Mesin frais hidrolik terdiri dari beberapa bagian utama antara lain : Meja jalan Meja penjepit

Blok pencetak Tangki pelumas Motor penggerak Badan mesin frais Cara kerja mesin frais sederhana karena geraknya hanya turun dan naik,

berbeda dengan mesin-mesin lainnya yang banyak bergerak berputar ada empat tombol pada mesin frais ini, dua tombol untuk menyalakan dan mematikan motor penggerak, sedangkan dua tombol lagi untuk menjalankan meja jalan frais turun dan naik. Apabila tombol fungsi ditekankan, maka listrik akan mengalir ke motor penggerak sehingga motor berputar, putaran ini mengalir kebelakanggan badan mesin tempat oli berada yang kemudian naik ke atas tempat motor penggerak naik dan turunnya meja jalan. Ketika meja jalan naik, maka oli tersebut turun kembali dan meja tersebut ditarik dengan motor penggerak yang berada di atas badan meja mesin frais.

19 Adapun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengoperasikan mesin frais : Mengunci blok pencetak dengan kuat Menyesuaikan benda kerja yang akan di frais dengan kemampuan mesin frais Memeriksa terlebih dahulu mesin frais sebelum dipergunakan

A.Macam-macam mesin frais Sesuai dengan keperluan , mesin frais dibuat dan dapat dibagi dalam dua golongan besar, yaitu : 1. Mesin frais utama

2. Mesin frais khusus Pada mesin frais kita juga dapat mengenal mesin frais lainnya, misalnya mesin frais baku. Mesin frais dibagi menjadi dua golongan yaitu : 1. Mesin frais meja Meja frais meja termasuk mesin frais produksi frais yang mengerjakan bentukbentuk pengerjaan frais dengan jumlah hasil yang sama dan banyak dalam waktu singkat. 2. Mesin frais lutut dan tiang Mesin frais lutut dan tiang dipergunakan pada bengkel-bengkel pada tempat latihan atau sekolah kejuruan dimana terdapat pelajaran praktek mesin. Bagian utama dari jenis mesin adalah tiang. Tiang ini dipasang lutut yang dapat bergerak naik dan turun. Sadel dipasangnya dapat melintang ke atas tiang dan mundur di atas lutut. Di atas lutut terdapat meja, yang dapat bergerak membujur secara otomatis atau dengan tangan.

20 Mesin frais yang tergolong jenis mesin frais lutut dan tiang diantaranya ialah : 1. Mesin frais datar (Horizontal) Mesin dari meja ini hanya dapat digerakkan pada tiga arah yaitu : Arah membujur Arah melintang Arah tegak

2. Mesin frais universal

Meja dari mesin ini pada prinsipnya sama seperti pada mesin frais datar, hanya pada mesin frais universal dapat berputar mendatar dan membuat sudut 45 kearah tiang mesin.

3. Mesin frais tegak Pada mesin frais tegak letak sumbu utama spindelnya tegak lurus terhadap meja mesin.

12.MESIN GERGAJI

Mesin gergaji Mesin gergaji pada umumnya digunakan memotong benda kerja dengan menggunakna daun gergaji.

21 Cara kerja mesin gergaji dengan cara menyalakan mesin ,maka listrik akan mengalir ke motor penggerak dan akan berputar ,perputaran motor dihubungkan dengan sebuah sabuk pada keping penerus dihubungkan dengan roda gigi penghubung. Pada roda penghubung memutar keping penggerak dan penggerak batang penggerak dan menghasilkan gerakan maju mundur. 13.MESIN BOR

Mesin bor Mesin bor pada umumnyadigunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. Disamping itu dapat juga digunakan untuk bermacam-macam operasi. Mesin bor pada umunya terbagi dari berbagai macam yaitu : 1. Mesin bor tangan 2. Mesin bor bangku 3. Mesin bor tiang atau gerak Cara kerja mesin bor, yaitu dengan menyalakan mesin bor, maka motor listrik yang berada di atas mesin akan berputar akan memutarkan poros mesin bor dengan sabuk pemutar, kemudian poros berputar di dalam rumah pipa yang mana dapat digerakkan keatas dan kebawah dengan bantuan roda gigi dan balok bergigi, selanjutnya roda gigi berputar dengan luas pemutar yang menghasilkan tekanan pemakan.

22

BAB IV PENUTUP

A. KESIMPULAN Setelah penulisan melaksanakan program praktek sistem ganda (PSG) pada BENGKEL MESIN SMKN 35, Adapun hasilnya akan penulis laporkan dalam bentuk karya tulis, dengan ini penulis mempunyai kesimpulan sebagai berikut : 1. Bengkel Mesin selain tempat praktek siswa juga membuat peralatan produksi yang dapat di jual ke pasaran 2. Peralatan di Bengkel Mesin bervariasi ada yang modern dan ada yang konvensional

B.

SARAN-SARAN Beberapa saran yang ingin penulis sampaikan sebagai berikut bahan

pertimbangan khususnya sebagai perusahan dan sekolah untuk kemajuan dan kebaikan dimasa mendatang, yaitu: 1. Agar lebih diperbanyak dan dipermodern peralatan di bengkel sehingga sesuai standar industri 2. Keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan

23

DAFTAR PUSTAKA

1. Brosur-brosur tentang pemesinan 2. Daftar Pustaka Sekolah Menengah Kejuruan 35 Jakarta 3. Buku Jurnal Pelaksanaan Sisten Ganda