Anda di halaman 1dari 1

RESUME KULIAH DOKTER MUSLIM Kuliah diawali dengan kisah tentang menjaga kesucian diri.

Dikisahkan pada zaman dahulu, ada seseorang yang alim menyusuri sungai dalam keadaan sangat lapar. Kemudian ia melihat sebuah apel terbawa aliran sungai, karena merasa lapar dan tidak ada makanan apapun, akhirnya ia memakan apel itu dan menghabiskannya. Setelah makan, kemudian ia menyadari, bahwa apel yang ia habiskan merupakan bukan haknya dan juga bukan miliknya. Karena menyesal dan merasa bersalah, ia kemudian menelusuri aliran sungai untuk dapat mengetahui siapa pemilik apel. Ia lalu menemukan sebuah perkebunan apel milik seorang laki-laki. Ia bercerita tentang apel yang ia makan dan meminta maaf kepada pemilik apel. Sebagai balasan untuk apel yang sudah ia makan, pemilik perkebunan menyuruhnya untuk mengabdikan diri dengan menjaga pohon-pohon apel dalam kebunya selama beberapa masa. Karena ia merasa bersalah, akhirnya ia menyetujui dan bersedia mengabdi. Saat waktu mengabdi telah habis, ia berniat untuk pergi. Namun, alangkah terkejutnya ia saat sang pemilik kebun, memintanya menikahi anaknya yang buta tuli, dan bisu. Agar ia dimaafkan dan diridhoi apelnya, akhirnya ia menyetujui rencana pemilik kebun. Setelah mengucapkan ijab qabul, dan diperbolehkan melihat istrinya, ia menemukan perempuan yang canti dan tanpa cacat sedikitpun. Ternyata maksud pemiliki kebun dengan buta, tuli dan bisu ialah tidak pernah melihat, mendengar dan berbicara hal-hal kotor yang diharamkan dan bersifat keduniawian. Dari cerita tersebut, kita dapat mengambil ibrah tentang menjaga kesucian diri, bukan hanya fisik dan jasmani, namun hati, makanan, pandangan, dan hal-hal remeh lainnya. Kisah ini juga menunjukkan nikmat Allah terhadap orang yang sudah menjaga kesucian dirinya. Kesucian diri, juga berhubungan dengan kesucian menjaga kehormatan diri dan

kepererawanan. Kemudian bahasan merembet ke lokalisasi dan pemyakit menular seksual yang dapat disebabkan oleh hubungan seks bebas. Bila kita dihadapkan pada dua hal yang satu bersifat mudarat dan satu bersifat maslahat, maka kita harus memilih untuk lebih meninggalkan mudarat. Jika lokalisasi itu bisa meninggalkan mudarat dengan mencegah PMS menyebar dimasyarakat, maka lokalisasi dapat dijadikan pilhan. Dibandingkan mengambil manfaat dengan image yang baik untuk negara, maka yang meninggalkan mudarat itu lebih dipilih. Sedangkan bila ada dua mudarat yang kita hadapi, maka b\pilih yang paling sedikit memberikan efek buruk. Kemudian kuliah diakhiri dengan bahasan tentang bermudhu, dan kebersihan dalam Islam. Bila ada suatu penyakit yang mengenai anggotwudhu, maka bagian yang sakit itu boleh dilewat dan tidak dibasuh. Indikasi tayamum ialah bila sakit berat dan dialami hampir disemua anggota wudhu.