Anda di halaman 1dari 10

Kelompok 3

Arizaldhy S.N. Dolly Voy Siregar Nancy E. Pakasi Reza Tri Aprianto Risky Puti A. 30 Rony Lukkas / / / / 06 13 25 29 / 33

PENILAIAN METODE PERSEDIAAN

Penilaian Persediaan dalam Rangka Menghitung Harga Pokok Penjualan


Ketentuan fiskal mengharuskan penilaian persediaan berdasarkan harga perolehan (cost methode) yang dilakukan secara rata-rata (Average methode) atau dengan cara mendahulukan persediaan yang diperoleh pertama (Fifo methode). Artinya, wajib pajak tidak diperkenankan menggunakan metode penilaian mana yang lebih rendah antara harga perolehan dengan harga pasar (COMWIL) ataupun menggunakan sistem mendahulukan persediaan yang diperoleh terakhir (Lifo methode). Wajib Pajak dapat menggunakan metode lain selain ratarata tertimbang (Weighted Average) atau First In First Out (FIFO) dalam menghitung persediaan barang asal mendapat persetujuan dari Direktur Jendral Pajak

Penghitungan Harga Pokok Penjualan apabila penilaian persediaan barang menggunakan metode First In First Out (FIFO)
Data persediaan : Persediaan awal Pembelian 5 Januari Pembelian 10 Januari Penjualan 15 Januari 100 unit, perunit 200 unit, perunit 300 unit, perunit 400 unit, perunit Rp1.000.000 Rp2.000.000 Rp3.000.000 Rp4.000.000

Penghitungan HPP
Penjualan
HPP adalah : - Persediaan awal - Pembelian 5 Januari - Pembelian 10 Januari - Total terjual Laba Kotor 100 unit x Rp1.000.000 200 unit x Rp2.000.000 100 unit x Rp3.000.000 400 unit Rp100.000.000 Rp400.000.000 Rp300.000.000 (Rp800.000.000) Rp800.000.000

Rp1.600.000.000

Persediaan akhir : - 200 unit, perunit Rp3.000.000 = Rp600.000.000

PENGISIAN FORMULIR 1770 - 1


Misal biaya usahanya Rp400.000.000,00

Penghitungan Harga Pokok Penjualan apabila penilaian persediaan barang menggunakan metode rata-rata tertimbang (Weighted Average)
Data persediaan : Persediaan awal Pembelian 5 Januari Pembelian 10 Januari Penjualan 15 Januari 100 unit, perunit 200 unit, perunit 300 unit, perunit 400 unit, perunit Rp1.000.000 Rp2.000.000 Rp3.000.000 Rp4.000.000

Persediaan barang sampai dengan 15 Januari : - 100 unit x Rp1.000.000 = - 200 unit x Rp2.000.000 = - 300 unit x Rp3.000.000 = 600 unit Maka harga rata-rata per-unit = Rp100.000.000 Rp400.000.000 Rp900.000.000 Rp1.400.000.000 Rp1.400.000.000 = 600 Rp2.333.333

Penghitungan HPP
Penjualan
HPP adalah : - Unit terjual 400 unit x Rp2.333.333 Laba Kotor Persediaan akhir : - 200 unit, perunit Rp2.333.333 = Rp466.666.667 (Rp933.333.333) Rp666.666.6667

Rp1.600.000.000

PENGISIAN FORMULIR 1770 - 1


Misal biaya usahanya Rp400.000.000,00