• • • • • • •

Small Fonts Medium Fonts Large Fonts Switch to Thin Fixed Switch to Wide Fixed Switch to Thin Fluid Switch to Wide Fluid

Home
þÿ
GO

• • • • •

Serambi Hubungi Kami Pusdiklat STAN Balai Diklat Keuangan

Integritas 1234567 Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah: Pengantar Aplikasi pada Unit-unit Departemen Keuangan - PENDAHULUAN Indeks Artikel Manajemen Risiko di Lingkungan Pemerintah: Pengantar Aplikasi pada Unit-unit Departemen Keuangan PENDAHULUAN PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO PROSES MANAJEMEN RISIKO MANAJEMEN RISIKO DAN FUNGSI PENGAWASAN SIMPULAN DAFTAR PUSTAKA Semua Halaman Halaman 2 dari 7
PENDAHULUAN Aktivitas organisasi sektor publik dan bisnis senantiasa berubah dan

(5) Manajemen Risiko dan Fungsi Pengawasan. Pengalokasian sumber daya didasarkan pada prioritas risiko yang dimulai dari risiko skala tertinggi. Artikel ini dimaksudkan untuk memperkenalkan konsep risk management dan sebagai pengantar bagi applikasinya pada unit-unit di lingkungan Departemen Keuangan. Manajemen risiko (risk management) menjadi kebutuhan yang strategis dan menentukan perbaikan kinerja dari organisasi. karakter tulisan risiko berarti pula peluang. Tuntutan perubahan dan peningkatan kapabilitas organisasi memunculkan risiko (risk) dan sekaligus peluang (opportunities) bagi organisasi. KEBIJAKAN PEMERINTAH DAN INSTITUSI NEGARA ATAS MANAJEMEN RISIKO Risiko tidak tercapainya tujuan dan program organisasi tidak semata terjadi di lingkungan bisnis. manajemen risiko yang ada perlu dievaluasi secara periodik melalui aktifitas pengendalian (internal control). (2) Kebijakan Pemerintah dan Institusi Negara atas Manajemen Risiko. Kegagalan tujuan dan misi bagi organisasi publik dapat mengakibatkan distrust (ketidakpercayaan) dari publik atas pelayanan yang diberikan. Fenomena ini dinilai lumrah mengingat sektor swasta memiliki ukuran-ukuran yang jelas bagi berhasil atau gagalnya organisasi. Manajemen risiko diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya terbatas yang dimiliki organisasi. Namun. Perubahan di lingkungan internal berupa perbaikan metode operasi (misalnya perubahan dari manual ke otomatisasi) biasanya dapat dikendalikan oleh manajemen. Pada suatu ras bangsa (Cina). Telah banyak kritik dan keluhan berkenaan tingginya risiko yang dihadapi bila berkaitan dengan pelayanan instansi Pemerintah. namun juga di lingkungan publik. dan (6) Simpulan. Namun. Risiko berskala rendah tidak mengkuatirkan bagi organisasi. Survei Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) yang dilakukan pada tahun 2005 misalnya menyebutkan 2 unit eselon I di lingkungan Departemen Keuangan sebagai lima besar instansi dan lembaga .berkembang seiring dengan perubahan di lingkungan internal dan eksternal organisasi. Demikian pula. berada di luar kontrol organisasi. (4) Proses Manajemen Resiko. dan Departemen Keuangan meresponnya dengan menugaskan Inspektorat Jenderal sebagai compliance office for risk management. Manajemen risiko pada organisasi swasta berkembang lebih pesat dibandingkan organisasi publik (instansi Pemerintah). Dalam kondisi terjelek dan sebagaimana yang pernah terjadi. Risiko berkenaan dengan kemungkinan terjadinya kegagalan dan kerugian bagi organisasi. risiko berskala besar dapat berdampak pada tidak tercapainya tujuan dan misi dari organisasi. distrust dapat menyebabkan hilangnya organisasi yang bersangkutan. Sistimatika paper disajikan sebagai berikut: (1) Pendahuluan. seperti perubahan iklim demokrasi dan peraturan. Risiko yang dikelola dengan optimal bahkan memunculkan berbagai peluang bagi organisasi yang bersangkutan. Sedangkan organisasi publik banyak berlindung pada faktor-faktor yang tidak dapat dikuantifisir. (3) Pengertian Manajemen Risiko. dorongan bagi sektor publik untuk melakukan manajemen risiko dalam aktivitasnya semakin meningkat. Sedangkan perubahan di lingkungan eksternal.

Pasal 58 ayat 1 menyebutkan ”Dalam rangka meningkatkan kinerja. kualitas manajemen risiko. Disamping itu. dan Arsitektur Perbankan Indonesia (API). [2] Manajemen risiko juga menjadi salah program utama dari strategi dan kebijakan (Road-map) Departemen Keuangan sebagaimana dinyatakan dalam Keputusan Menteri Keuangan (Kepmenkeu) No. Peningkatan pelayanan publik. dan kemampuan operasional manajemen. 464/KMK. dan draft PP yang dibuat menekankan pada penilaian risiko (6 pasal) dan kegiatan pengendalian (24 pasal). UU No. ditunjuk pula Inspektorat Jenderal (Itjen) Depkeu sebagai Compliance Office atas manajemen risiko.01/2005 tanggal 29 September 2005 tentang Pedoman Strategi dan Kebijakan Departemen Keuangan (Road-map Departemen Keuangan) tahun 2005-2009.negara terkorup. keputusan menteri. Minimalisasi risiko tertera pada beberapa undang-undang (UU). ayat 2 pasal yang sama menyatakan bahwa SPI ditetapkan dengan peraturan pemerintah (PP). Secara umum. transparansi.Tambahan pula. pelayanan investasi kepada investor asing terhitung terendah dari segi waktu dan biaya dibandingkan negara-negara kawasan. Disamping itu. BI . PP tersebut telah mengadopsi pendekatan terkini di bidang internal audit yang berasal dari COSO dan IIA. unit-unit di lingkungan Departemen Keuangan (Depkeu) diharapkan telah menerapkan manajemen risiko di lingkungannya masing-masing terhitung sejak tahun anggaran 2007. dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. dengan mengurangi risiko seperti biaya ekstra atau pungutan liar dalam pemberian pelayanan publik. Manajemen risiko termasuk program ke empat dari API berkenaan dengan Program Peningkatan Kualitas Manajemen dan Operacional Perbankan. menjadi perhatian Pemerintah yang diwujudkan dengan penerbitan Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) No. Dalam Kepmenkeu tersebut khususnya Bidang Pengawasan Fungsional. dan (2) memfungsikan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) untuk memberikan perhatian khusus pengawasan terhadap pemberian pelayanan Publik. Presiden selaku Kepala Pemerintahan mengatur dan menyelenggarakan SPI di lingkungan pemerintahan secara menyeluruh. SE/15/M. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 58 menekankan perlunya sistem pengendalian intern (SPI) di lingkungan Pemerintah dan adanya manajemen risiko. SE tersebut meminta perhatian khusus para pimpinan departemen dan lemabaga negara dalam meningkatkan intensitas pengawasan guna perbaikan pelayanan publik melalui antara lain: (1) menetapkan standar pelayanan secara transparan dan akuntabel.PAN/9/2005 tentang Peningkatan Intensitas Pengawasan dalam Upaya Perbaikan Pelayanan Publik. atau hampir 50% dari total 69 pasal yang dirancang dalam PP tersebut. PP tersebut saat ini sedang disusun oleh tim inter-departemen dibawah koordinasi Menteri Keuangan. Selanjutnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan Good Corporate Governance (GCG). perkembangan demokrasi menuntut asas transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dan peningkatan pelayanan publik dari waktu ke waktu. Pihak eksekutif dan legislatif memberikan prioritas pelaksanaan ke dua asas di atas dan peningkatan pelayanan publik yang bertujuan untuk meminimalkan risiko pada instansi Pemerintah.

2008 0 Kb MENU UTAMA • • • • • • • Serambi Profil BPPK o Profil Organisasi o Sejarah Singkat BPPK o Visi dan Misi o Tugas Pokok dan Fungsi o Struktur Organisasi o Kegiatan BPPK o Dukungan SDM o Mantan Kepala BPPK Unit Organisasi o Sekretariat BPPK o Pusdiklat o STAN o Balai Diklat Keuangan Riset dan Pengembangan Hubungi Kami Download o Artikel dan Jurnal o Buku Digital o Peraturan o Research Paper o Surat Edaran o Tesis o Majalah Digital Galeri Link Situs Kementerian Keuangan Kementerian Keuangan Badan Kebijakan Fiskal Bapepam-LK .Berikutnya >> Attachments: Daftar Isi JKP VOL. 5 NO 1 Sep.mewajibkan bankir dan pegawai bank pada semua level jabatan yang berhubungan langsung dengan pengelolaan risiko untuk mengikuti sertifikasi manajemen resiko. << Sebelumnya .

Semua Hak Dilindungi. . Joomla! adalah perangkat lunak gratis yang dirilis dibawah lisensi GNU/GPL.Ditjen Anggaran Ditjen Bea & Cukai Ditjen Kekayaan Negara Ditjen Pajak Ditjen Pengelolaan Utang Ditjen Perbendaharaan Ditjen Perimbangan Keuangan Inspektorat Jenderal Bank Indonesia Bank Indonesia Badan Pusat Statistik Badan Pusat Statistik Bappenas Bappenas Site Map / Peta Situs Intranet BPPK Pengunjung Hari Ini 1944 Kemarin 4286 Minggu Ini 26059 Bulan Ini 28909 Seluruhnya 4016859 Hakcipta © 2012 Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful