P. 1
Mata Kuliah Jalan Raya

Mata Kuliah Jalan Raya

5.0

|Views: 1,203|Likes:
Dipublikasikan oleh Hendrik Sendi

More info:

Published by: Hendrik Sendi on Jan 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2014

pdf

text

original

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

(Juknis, Alokasi Waktu, Sekuen Materi, Silabus, SAP, Model Evaluasi, Materi Perkuliahan)

MATA KULIAH

JALAN RAYA I
Nomor Kode TS 224

Dosen Pengampu Supratman Agus, Drs, MT Istiqomah, ST, MT

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2006/2007

Mampu merencana landai jalan dan menghitung elemen-elemen lengkung vertikal jalan raya serta membuat gambar rencana alinyemen vertical . Mata Kuliah Prasyarat 1) Ilmu ukur tanah. Komponen Penilaian /Evaluasi a. UAS 5.Mampu menghitung volume galian dan timbunan tanah pada jalur/route rencana geometrik jalan raya yang direncanakan . survai dan Pemetaan 2) Hidrologi 3) Teknik drainase 4) Menggambar Teknik 4. Kehadiran Perkuliahaan. Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Semester Bobot SKS Status Mata Kuliah Sifat Perkuliahaan Jumlah pertemuan 2. ST. MT : 0550 : Istiqomah. Tugas-tugas Parsial c.Mampu merencana/menghitung elemen-elemen tikungan/belokan jalan raya dan membuat gambar rencana alinyemen horizontal . .SILABUS MATA KULIAH 1. maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi : . MT 3. UTS dan. Kompetensi dan lingkup Perkuliahaan a.Mampu membuat rencana garis sumbu jalan /trase jalan raya berdasarkan gambar situasi topografi wilayah tertentu menurut ketentuan klasifikasi /spesifikasi jalan raya yang berlaku/ditetapkan. Drs. Dosen Pengampu Kode Dosen Pengampu Tim Pengajar : : : : : : : Teknik Jalan Raya 1 TS 224 Ganjil 2 SKS Wajib Teori dan Praktik 14 kali tatap muka + UTS dan UAS : Supratman Agus. Kompetensi Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia. min 75 % b.Memiliki pemahaman konsep teoritis terhadap elemen-elemen disain Geometrik Jalan raya . Tugas Utama ( Disain) d.

diskusi. Media Pembelajaran Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan. median.b. yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi tiap elemen disain geomerik jalan 5) Dasar-dasar Perencanaan dan perhitungan elemen-elemen disain Alinyemen horizontal. meliputi penggunaan OHP. LCD. 4) Parameter perencanaan geometric jalan raya. serta system administrasi pengelolaan dan pelayanan moda transportasi darat di Indonesia. presentasi kelompok dan kunjungan lapangan 8. Deskripsi Mata Kuliah Materi perkuliahaan difokuskan pada pemahaman konsep teoritis dan kemampuan merencanakan Geometrik Jalan raya beserta bagian-bagiannya. masing-masing disesuaikan dengan tuntutan serta sifat-sifat lalu lintas untuk memperoleh moda layanan transportasi yang memenuhi syarat aman. pengaman samping dan daerah milik jalan. bahu jalan. prototype/ model 9. serta saluran samping 6) Dasar-dasar perencanaan dan perhitungan elemen-elemen alinyemen vertical. saluran samping. kreb. talud. Pendekatan Pembelajaran (individual/kelompok/kasikal) Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara klasiskal/ berkelompok. Pemahaman teoritis dan kemampuan merencana Geometrik jalan raya dalam pembelajaran tersebut meliputi : 1) Pemahaman historis pembangunan jalan raya di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga pembangunan jalan raya modern 2) Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang penetapan Klasifikasi/ spesifikasi jalan raya. jarak pandang henti maupun menyiap. Flow Chart . trotoar. Lingkup Materi Perkuliahaan 1) Tinjauan historis Jalan raya dan perkembangannya 2) Klasifikasi dan spesifikasi Jalan raya ( rural and urban) 3) Cross section/ typical melintang jalan raya 4) Parameter Perencanaan Geometrik jalan 5) Alinyeman Horizontal 6) Jarak Pandang 7) Alinyeman Vertikal 8) Galian dan timbunan Tanah 6. meliputi perencanaan landai pendakian/penurunan. 3) Penampang melintang/ cross Section jalan raya beserta bagian-bagiannya. serta perhitungan grade line lengkung vertical cekung dan cembung 7) Dasar-dasar perencanaan dan perhitungan volume galian dan timbunan tanah ( cut and fill) 7. Asesmen/tugas Perkuliahaan . meliputi dasar perhitungan dan perencanaan Lajur lalu lintas. dengan menggunakan pendekatan metoda ceramah. nyaman dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan berpedoman pada ketentuan/persyaratan disain yang berlaku.

bahu jalan. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan .D Hobbs. Introduction to Transportation Engineering and Planning. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya 7. 1984. American Association of state highway and transportation officials. Bahu dan Drainase Jalan 11. jenis dan kelas jalan. Laurence I. Direktorat Jendral Bina Marga. Spesifikasi Standar Perencanaan Geometrik Jalan Raya Luar kota 8. Diberikan dengan tujuan agar mahasiswa termotivasi untuk melakukan kajian dan pendalaman Pokok-pokok materi perkuliahaan dari berbagai sumber. AASHTO. yaitu berupa : 1) Kajian Pustaka dan menganalisis/menghitung Klasifikasi/spesifikasi suatu ruas jalan raya. B. Traffic Planing and Engineering. Standar Perencanaan Geometrik untuk jalan Perkotaan 6. NAASRA.A. Sumber Pustaka/ Refrensi 1. New York 14. Direktorat Jendral Bina Marga. Modern Asia Edition. median. 19789.Hewes. Alih bahasa Sutanto. meliputi lajur lalu lintas. Edward K. Dewan Standarisasi Nasional. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . Tata cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan 9. Tugas Utama Tugas ini bertujuan agar mahasiswa mampu membuat perencanaan geometrik jalan raya ( menghitung dan menggambar) yang memenuhi persaratan disain yang berlaku. Highway Engineering. Pengamon Press 13. Direktorat Jendral Bina Marga. 13/1970. Graw Hill. Highway Engineering . Tugas Parsial. cary Hicks. baik menurut fungsi. F. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . Mc. John Wiley & sons. meliputi Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Sidney . 1990 . Second Edition. Dirokterat Jendral Bina Marga. Intern Guide to the Geometric design of Rural Roads.1990. Morlok. trotoar. penggolongan. David W. 1980. Direktorat Jendral Bina Marga. Survey dan Perencanaan Lintas Jalur. Carl F. serta klasifikasi topografi 2) Kajian pustaka agar mengenali berbagai typical dan spesifikasi bagian-bagian penampang melintang jalan ( Cross Section ) . talud. Pedoman cara menghitung Tikungan Jalan Raya 10. Jonh Wiley & son’s. 1988. Erlangga 5. Erikson. No. berdasarkan peta topografi/peta situasi yang telah ditetapkan 10. 1982. Meyer.Msc. A Policy on Goemetric Design of highway Engineering and streets 3.1979. Oglesby. 1960. Clakson H. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . 1994. Highway Drainage 2. kerb dan daerah milik jalan 3) Kajian pustaka dan menghitung/mengidentifikasi suatu ruas jalan. Ir. 1990. 1987. Fourth Edition . Inc 12. R. Volume jam puncak/peak hour serta tingkat pelayanan jalan. Ins 4. saluran samping.

Roger L Brocken Brough RE and Kenneth J Boedecker Jr. Pengantar Teknik Jalan Raya Bagian III: Direktorat Jendral Bina Marga. Dasardasar Pengukuran tanah(Surveying .15. Supratman Agus. 2002 Bandung. PE. 1987. Roeslan Diwiryo Ir. 1996.141 . Russell C. Erlangga) 18. Highway Engineering. Brinker Paul R Wolf. 17. Mc Graw Hill International Edition 16. Alih Bahasa Djoko Walijatun. 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab Supratman Agus NIP : 130. Teknik Sipil FPTK UPI. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . Bahan Ajar Jalan Raya I.780.

Silabus. Sekuen Materi.RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (Juknis. MT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2006/2007 . Drs. Alokasi Waktu. SAP. Materi Perkuliahan) MATA KULIAH JALAN RAYA II Kode Mata Kuliah TS 327 Dosen Pengampu Supratman Agus. Model Evaluasi.

karakteristik dan jenis-jenis bahan konstruksi perkerasan jalan raya. Rigid.( AASHTO. Kompetensi Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia. dan jalan sub standard 2) Sistem Pembebanan dan fungsi struktur lapisan Perkerasan Jalan raya 3) Dasar-dasar perhitungan tebal konstruksi Perkerasan jalan raya 4) Jenis dan karakteristik bahan serta metoda pengujian mutu material konstruksi perkerasan jalan 5) Sistem dan Perencanaan konstruksi Perkerasan Lentur ( Flexible Pavement) 6) Sistem dan Konstruksi perkerasan Kaku ( Rigid Pavement) 7) Konstruksi perkerasan lapis ulang ( overlay) 8) Pemeliharaan dan perawatan konstruksi jalan raya . 4) Memiliki pemahaman tentang metoda dan dasar-dasar perhitungan tebal konstruksi perkerasan jalan raya (. US Army. Bina Marga. MT Dosen/Asisten : Istiqomah. ST. maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi : 1) Memiliki pemahaman konseptual tentang sistem pembebanan. MT 1. karakteristis dan fungsi tiap lapis konstruksi perkerasan jalan raya 2) Memiliki pemahaman konseptual tentang jenis dan system konstruksi jalan konvensional dan Jalan raya modern ( Flexible.SILABUS PERKULIAHAAN Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Semester Bobot SKS Status Mata Kuliah Sifat Perkuliahaan Jumlah pertemuan : : : : : : : Teknik Jalan Raya II TS 327 Genap 3 SKS Wajib Teori dan Praktik 14 kali tatap muka + UTS dan UAS Dosen Pengampu : Supratman Agus. Asphal Institute. Overlay) 3) Mampu memahami sifat. Road Note 31) 5) Mampu merencana tebal konstruksi perkerasan Lentur ( Flexible Pavemen) 6) Mampu merencana tebal konstruksi perkerasan kaku ( Rigid Pavement) 7) Mampu merencana tebal lapisan overlay jalan raya 8) Mampu mengidentifikasi program pemeliharaan/perawatan konstruksi perkerasan jalan raya B. Lingkup materi Perkuliahan 1) Kostruksi Jalan konvensional. Kompetensi dan Lingkup materi Perkuliahaan A. Drs. NAASRA.

Kreteria yang digunakan dalam perencanaan dan perhitungan tebal perkerasan jalan raya adalah. min 75 % b. NAASRA. jalan sub standar dan struktur konstruksi Perkerasan jalan raya system Lentur ( Flexible Pavement). Flow Chart . serta kemampuan merencana/menghitung tebal konstruksi Perkerasan jalan konvensional. Kehadiran Perkuliahaan. Mata Kuliah Prasyarat : 1.2. Asphal Institute dan Road Note 31. Konstruksi Jalan Raya I 2. meliputi penggunaan OHP. LCD. Mekanika Tanah 3. Teknik Drainase 3. Komponen Penilaian /Evaluasi a. Tugas-tugas Parsial c. Pada konstruksi perkerasan system Lentur daya dukung sub grade adalah merupakan faktor utama dalam perhitungan ketebalan konstruksi selain parameter-parameter penting lainnya. presentasi kelompok dan kunjungan lapangan 2) Pembelajaran Praktik Pelaksanaan pembelajaran praktik untuk pengujian material konstruksi dilakukan di Laboratorium dengan metoda totorial menggunakan lembaran kerja ( job sheet) sebagai Pedoman kerja parktik bagi mahasiswa Media Pembelajaran Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan. Deskripsi Mata Kuliah Materi perkuliahaan difokuskan pada pemahaman konseptual tentang sistem Pembebanan dan fungsi struktur perkerasan Jalan raya. prototype/ model 6 . 5 Pendekatan Pembelajaran (individual/kelompok/kasikal) 1) Pembelajaran teori Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara klasiskal/ berkelompok. system Tegar/Kaku ( Rigid Pavement) dan system Overlay. diskusi. masing-masing berdasarkan Peraturan dan ketentuan-ketentuan disain yang berlaku. Dan pada system overlay ketebalan lapis ulang dipengaruhi oleh nilai lendutan balik dari kondisi surface yang bersangkutan. Tugas Utama ( Disain) d. Praktek Mekanika Tanah 5. sedangkan pada konstruksi system Rigid faktor kuat lentur tarik beton ( MR) dan modulus reaksi sub grade (k) sangat penentukan. US Army. PU Bina Marga. Hidrologi 4. bahwa tebal lapisan konstruksi perkerasan adalah tebal lapisan konstruksi yang paling ekonomis. UAS 4. dengan menggunakan pendekatan metoda ceramah. UTS dan. yaitu bersangkut paut dengan metoda perhitungan antara lain dari AASHTO.

1883. talud. Asphalt Technologie Construction Practice.D Hobbs. AASHTO guide for design of Pavement Structures 2. Asesmen/tugas Perkuliahaan A. Perkerasan Beton dan tebal lapisan Overlay jalan raya yang memenuhi ketentuan disain yang berlaku dan sesuai dengan parameter disain yang ditetapkan 8. R. Oglesby. Morlok.7. meliputi Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Buras. Highway Engineering. Edward K. Mc. 9. serta klasifikasi topografi 2) Kajian pustaka agar mengenali berbagai typical dan spesifikasi bagian-bagian penampang melintang jalan raya ( Cross Section ) . Djoko Untung Sudarsono. Latasir. Mc Graw Hill book Company 13. diberikan bertujuan agar mahasiswa mampu merencana dan menghitung tebal konstruksi Perkerasan Lentur. Dit. Latasbun. 10. Djoko Untung Sudarsono. Burda. Latasir. Pengamon Press 12. 19789. saluran samping/darinase. DPU Ditjen Bina Marga. Konstruksi Jalan Raya 6. Diberikan dengan tujuan agar mahasiswa termotivasi untuk melakukan kajian dan pendalaman Pokok-pokok materi perkuliahaan dari berbagai sumber. Joko Untung Sudarsono. Pedoman Penentuan Tebal Perkerasan Jalan Raya Fleksibel dengan metoda Analisa Komponen 8. Graw Hill.1985. 1979. cary Hicks. Berbagai metoda Perhitungan Tebal Lapisan Perkerasan Jalan Fleksibel 5. Tugas Parsial. median. DPU Ditjen Bina Marga. Educational. Jen Bina Marga . Lasbutag. Asphal Institute. 1979. 1983. Sumber Pustaka/ Refrensi 1. Konstruksi Jalan raya. B. AASHTO. Manual Pemeriksaan Jalan dengan Alat Bengkelmam Beam 7. F. 1983. DPU Ditjen Bina Marga.1979. Volume jam puncak/peak hour serta tingkat pelayanan jalan. J. jenis dan kelas jalan. DPU Ditjen Bina Marga. meliputi lajur lalu lintas. Fourth Edition . 1983. yaitu berupa : 1) Kajian Pustaka dan menganalisis/menghitung Klasifikasi/spesifikasi suatu ruas jalan raya. 1983. Pedoman Perhitungan tebal Konstruksi Perkerasan Kaku. bahu jalan ( shoulders). Lataston. penggolongan. Traffic Planing and Engineering. Rogers Martin and Hugh a Wallace. 1982. Second Edition. Asphal Pavement Engineering. Inc 11. Ins 4. baik menurut fungsi. Series No 1 3. Jonh Wiley & son’s. trotoar. Burtu. Clakson H. Tugas Utama Tugas terstruktur ini adalah dalam bentuk “ Tugas Disain “ sebagai tugas pokok. Introduction to Transportation Engineering and Planning. kerb dan daerah milik jalan 3) Kajian pustaka dan menghitung/mengidentifikasi suatu ruas jalan. Petunjuk Pelaksanaan Lapen.

1980. Sidney 16. John Wiley & sons. New York 15. 1960. 1996. Roger L Brocken Brough RE and Kenneth J Boedecker Jr. Modern Asia Edition.Hewes.141 . Laurence I. 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab Supratman Agus NIP : 130. Mc Graw Hill International Edition. Highway Engineering. Intern Guide to the Geometric design of Rural Roads. Highway Engineering . NAASRA. Bandung. PE.780.14.

Drs. sarana dan fasilitas terimal angkutan jalan raya Mata Kuliah Prasyarat Komponen Penilaian /Evaluasi a.SILABUS MATA KULIAH Mata Kuliah Nomor Kode SKS Semester Dosen Penanggungjawab : : : : : Teknik Lalu Lintas SPL 546 2 SKS 6 Supratman Agus. min 75 % b. Tugas-tugas Parsial c. MT Kompetensi Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia. Flow Chart . prototype/ model Pokok Kajian 1) Klasifikasi dan spesifikasi fungsional jaringan jalan jalan perkotaan 2) Geometrik pertemuan jalan sebidang dan tak sebidang ( Interching) 3) Simpang jalan tak bersinyal ( tanpa traffic light) 4) Simpang jalan bersinyal ( dengan traffic light) 5) Pertemuan jalan tidak sebidang ( Intershanges) 6) Perencanaan Parkir ( Parking) 7) Terminal angkutan jalan raya . meliputi penggunaan OHP. UTS dan. UAS Media Pembelajaran Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan. maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi 1) Mahasiswa mampu mengidentifikasi fungsi dan karakteristik jalan perkotaan . 2) Mahasiswa mampu merencana geometric pertemuan jalan sebidang dan tak sebidang ( Interchanges) 3) Mahasiswa mampu merencana simpang jalan tak bersinyal dan simpang bersinyal dengan traffic light ( lampu pengatur lalu lintas ) pada pertemuan jalan sebidang 4) Mahasiswa mampu merencana kebutuhan sarana dan fasilitas parkir ( on-off street Parking) 5) Mahasiswa mampu mengidentifikasi funsgi/type. Tugas Utama ( Disain) d. LCD. Kehadiran Perkuliahaan.

Traffic responsisive system ) 4. Perencanaan jari-jari lengkung belok kiri dengan dan tanpa jalur pemisah 3. lajur perlambatan/percepatan. Traffic actuated controller system ) 5. Tapers. Amerka) 3. Perhitungan derajat kejenuhan dan antrian Pertemuan jalan 1. Macam/jenis simpang sebidang berdasarkan jumlah cabang 3. Maksud dan tujuan perencanaan. Jarak pandang horizontal Simpang jalan 1. Bagian dan kelengkapan Crossection geometrik jalan sebidang ( Marka. Median dll ) Perencanaan 1. jenis-jenis motede survey parkir ) 4. turn off dan Pencanaan lay out parking Terminal angkutan 1. waktu tunda/delay. (Menurut UU Nomor 26 tahun 85 ) Goemetrik pertemuan jalan sebidang 03 04 05 06 07 1. Pengertian. waktu siklus. Klasifikasi spesifikasi fungsional jaringan jalan 2. Bagian pertemuan jalan tak sbidang ( Ramps on-off) 4. Perhitungan dan perencanaan Interchinges ( Model freeway) Parkir ( Parking) 1. Perencanaan/perhitungan jalan bersinyal ( Pangaturan Fase. Klasifikasi. Saranan dan Fasilitas terminal 3. Perhitungan Durasi. Elemen-elemen perhitungan Kapasitas terminal . Perencanaan Bundaran dan jalinan simpang 4.01 02 Jalan Perkotaan. Maksud dan tujuan perencanaan tidak sebidang ( 2. Macam-macam Metode Perhitungan/perencanaan 7. Klasifikasi . Survey dan Analisis kebutuhan sarana Parkir ( Persaratan dan kebutuhan ruang. Tujuan dan parameter perencanaan 2. Spesifikasi dan karakteristuk perencanaan jalan perkotaan 1. Full Directional ) 3. Jenis konflik dan pergerakan lalu lintas 4. Jenis/model interching (Bentuk-bentuk Interching Intershanges) freeway. maksud-tujuan 2. diagram Fase) 8. Sarana dan fasilitas parker ( on-off street Parking) 3. Traffic Fixed time system) 6. Perencanaan Alinyemen Horizontal ( Lajur lalu Geometrik simpang lintas. Traffic Island. Sistem pengaturan sinyal ( Eropa. Trotoar. fungsi dan type terminal jalan raya 2. lajur sebidang tak sinyal tambahan belok kiri/kanan ) 2. manfaat dan bersinyal fungsi traffic 2.

Jakarta: Erlangga Departemen Pekerjaan Umum. Insitute of Transportation Engineerings Morlok. Gajahmada University Press Iskandar Abubakar.D Hobbs. R. Jakarta: Directorate General Bina Marga. B. Undang-undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pelaksanaannya. John Wiley & Sons C.Referensi Clarkson H. 1997. Inc. Rober P. 1990. 1993.. 1982. 2001. New Jersey. Reformasi Perhubungan Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah.Jotin Khisty. Second Edition. 1995. Jakarta. William R. Pedoman Teknis Pembangunan Terminal Angkutan Jalan raya dalam kota dan antar kota. Traffic Engineering Handbook.K. Transportation Engineering. 1997. 1987. Jakarta: Rineka Cipta . Highway Engineering. Jakarta Paracostas. Jakarta.S. New Jersey. E. Kent Lall. Jakarta. Indonesia Highway Capacity Manual. Menuju Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang Tertib. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Direktorat Bina Marga sistem Prasarana.McShc. Oglesby. 1985. Directorate of Urban Road Development. Englewood Cliffs Departemen Perhubungan RI. C.. New Jersey: Prentice-hal. Direktorat Jendral Bina Marga Departemen Perhubungan RI. 1985. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat James L. 1995. 1998. Gary Hicks. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Prentice Hall. Traffic Engineering New Jersey. Fundamentals of Transportation Engineering. Englewood Cliffs Bandung.. 1992. Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI) . Fourth Edition. Perencanaan dan Teknik Lalu lintas.Yogyakarta. New York. Prentice Hall. Pline. F. Fourth Edition. 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab Supratman Agus .Roess.

141 .NIP : 130.780.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->