RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

(Juknis, Alokasi Waktu, Sekuen Materi, Silabus, SAP, Model Evaluasi, Materi Perkuliahan)

MATA KULIAH

JALAN RAYA I
Nomor Kode TS 224

Dosen Pengampu Supratman Agus, Drs, MT Istiqomah, ST, MT

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2006/2007

survai dan Pemetaan 2) Hidrologi 3) Teknik drainase 4) Menggambar Teknik 4. ST. Kompetensi dan lingkup Perkuliahaan a.Mampu menghitung volume galian dan timbunan tanah pada jalur/route rencana geometrik jalan raya yang direncanakan . Dosen Pengampu Kode Dosen Pengampu Tim Pengajar : : : : : : : Teknik Jalan Raya 1 TS 224 Ganjil 2 SKS Wajib Teori dan Praktik 14 kali tatap muka + UTS dan UAS : Supratman Agus. min 75 % b. maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi : .Mampu merencana/menghitung elemen-elemen tikungan/belokan jalan raya dan membuat gambar rencana alinyemen horizontal . Kompetensi Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia. Tugas Utama ( Disain) d.SILABUS MATA KULIAH 1. . Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Semester Bobot SKS Status Mata Kuliah Sifat Perkuliahaan Jumlah pertemuan 2.Mampu membuat rencana garis sumbu jalan /trase jalan raya berdasarkan gambar situasi topografi wilayah tertentu menurut ketentuan klasifikasi /spesifikasi jalan raya yang berlaku/ditetapkan. Drs.Memiliki pemahaman konsep teoritis terhadap elemen-elemen disain Geometrik Jalan raya . UAS 5. UTS dan. MT : 0550 : Istiqomah. Komponen Penilaian /Evaluasi a. Kehadiran Perkuliahaan.Mampu merencana landai jalan dan menghitung elemen-elemen lengkung vertikal jalan raya serta membuat gambar rencana alinyemen vertical . MT 3. Mata Kuliah Prasyarat 1) Ilmu ukur tanah. Tugas-tugas Parsial c.

bahu jalan. pengaman samping dan daerah milik jalan. dengan menggunakan pendekatan metoda ceramah. meliputi perencanaan landai pendakian/penurunan. saluran samping. Pendekatan Pembelajaran (individual/kelompok/kasikal) Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara klasiskal/ berkelompok. meliputi dasar perhitungan dan perencanaan Lajur lalu lintas. 4) Parameter perencanaan geometric jalan raya. Lingkup Materi Perkuliahaan 1) Tinjauan historis Jalan raya dan perkembangannya 2) Klasifikasi dan spesifikasi Jalan raya ( rural and urban) 3) Cross section/ typical melintang jalan raya 4) Parameter Perencanaan Geometrik jalan 5) Alinyeman Horizontal 6) Jarak Pandang 7) Alinyeman Vertikal 8) Galian dan timbunan Tanah 6. masing-masing disesuaikan dengan tuntutan serta sifat-sifat lalu lintas untuk memperoleh moda layanan transportasi yang memenuhi syarat aman. trotoar. Media Pembelajaran Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan. serta saluran samping 6) Dasar-dasar perencanaan dan perhitungan elemen-elemen alinyemen vertical. Deskripsi Mata Kuliah Materi perkuliahaan difokuskan pada pemahaman konsep teoritis dan kemampuan merencanakan Geometrik Jalan raya beserta bagian-bagiannya. nyaman dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dengan berpedoman pada ketentuan/persyaratan disain yang berlaku. diskusi. jarak pandang henti maupun menyiap.b. serta perhitungan grade line lengkung vertical cekung dan cembung 7) Dasar-dasar perencanaan dan perhitungan volume galian dan timbunan tanah ( cut and fill) 7. kreb. Flow Chart . Pemahaman teoritis dan kemampuan merencana Geometrik jalan raya dalam pembelajaran tersebut meliputi : 1) Pemahaman historis pembangunan jalan raya di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga pembangunan jalan raya modern 2) Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI tentang penetapan Klasifikasi/ spesifikasi jalan raya. meliputi penggunaan OHP. talud. LCD. 3) Penampang melintang/ cross Section jalan raya beserta bagian-bagiannya. prototype/ model 9. yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi tiap elemen disain geomerik jalan 5) Dasar-dasar Perencanaan dan perhitungan elemen-elemen disain Alinyemen horizontal. Asesmen/tugas Perkuliahaan . serta system administrasi pengelolaan dan pelayanan moda transportasi darat di Indonesia. presentasi kelompok dan kunjungan lapangan 8. median.

Survey dan Perencanaan Lintas Jalur. American Association of state highway and transportation officials. Inc 12. Ir.A. Volume jam puncak/peak hour serta tingkat pelayanan jalan. 1987. Erikson. Modern Asia Edition. median. 1990. AASHTO. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . 1990 .1990. 1960. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . cary Hicks. Morlok. Direktorat Jendral Bina Marga. baik menurut fungsi. Ins 4. kerb dan daerah milik jalan 3) Kajian pustaka dan menghitung/mengidentifikasi suatu ruas jalan.D Hobbs. Erlangga 5. Graw Hill. Clakson H. Diberikan dengan tujuan agar mahasiswa termotivasi untuk melakukan kajian dan pendalaman Pokok-pokok materi perkuliahaan dari berbagai sumber. 1988.Msc. NAASRA. John Wiley & sons. Bahu dan Drainase Jalan 11. Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya 7. Direktorat Jendral Bina Marga. R. 1984. Tugas Parsial. Highway Engineering .Hewes. Meyer. Sumber Pustaka/ Refrensi 1. Pedoman cara menghitung Tikungan Jalan Raya 10. meliputi Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . Traffic Planing and Engineering. 19789. Direktorat Jendral Bina Marga. New York 14. jenis dan kelas jalan. Tugas Utama Tugas ini bertujuan agar mahasiswa mampu membuat perencanaan geometrik jalan raya ( menghitung dan menggambar) yang memenuhi persaratan disain yang berlaku. 1982. Dewan Standarisasi Nasional. Intern Guide to the Geometric design of Rural Roads. 1994. A Policy on Goemetric Design of highway Engineering and streets 3. F. Highway Drainage 2. Jonh Wiley & son’s. Alih bahasa Sutanto. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . saluran samping. 13/1970. meliputi lajur lalu lintas. Direktorat Jendral Bina Marga. Standar Perencanaan Geometrik untuk jalan Perkotaan 6. 1980. serta klasifikasi topografi 2) Kajian pustaka agar mengenali berbagai typical dan spesifikasi bagian-bagian penampang melintang jalan ( Cross Section ) .1979. yaitu berupa : 1) Kajian Pustaka dan menganalisis/menghitung Klasifikasi/spesifikasi suatu ruas jalan raya. Highway Engineering. No. bahu jalan. Spesifikasi Standar Perencanaan Geometrik Jalan Raya Luar kota 8. Oglesby. David W. Introduction to Transportation Engineering and Planning. Dirokterat Jendral Bina Marga. berdasarkan peta topografi/peta situasi yang telah ditetapkan 10. Second Edition. Fourth Edition . Tata cara Perencanaan Drainase Permukaan Jalan 9. Carl F. talud. penggolongan. B. Mc. Laurence I. Edward K. Sidney . Pengamon Press 13. trotoar.

780. Teknik Sipil FPTK UPI. Pengantar Teknik Jalan Raya Bagian III: Direktorat Jendral Bina Marga. Russell C. 17. Supratman Agus. Alih Bahasa Djoko Walijatun.141 . 2002 Bandung. Dasardasar Pengukuran tanah(Surveying . Brinker Paul R Wolf. Roeslan Diwiryo Ir. Bahan Ajar Jalan Raya I. 1987.15. Erlangga) 18. PE. Mc Graw Hill International Edition 16. 1996. 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab Supratman Agus NIP : 130. Badan Explorasi Survay dan Perencanaan . Highway Engineering. Roger L Brocken Brough RE and Kenneth J Boedecker Jr.

Alokasi Waktu. MT PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2006/2007 . Drs. Sekuen Materi. Model Evaluasi.RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (Juknis. SAP. Materi Perkuliahan) MATA KULIAH JALAN RAYA II Kode Mata Kuliah TS 327 Dosen Pengampu Supratman Agus. Silabus.

Overlay) 3) Mampu memahami sifat.SILABUS PERKULIAHAAN Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Semester Bobot SKS Status Mata Kuliah Sifat Perkuliahaan Jumlah pertemuan : : : : : : : Teknik Jalan Raya II TS 327 Genap 3 SKS Wajib Teori dan Praktik 14 kali tatap muka + UTS dan UAS Dosen Pengampu : Supratman Agus.( AASHTO. dan jalan sub standard 2) Sistem Pembebanan dan fungsi struktur lapisan Perkerasan Jalan raya 3) Dasar-dasar perhitungan tebal konstruksi Perkerasan jalan raya 4) Jenis dan karakteristik bahan serta metoda pengujian mutu material konstruksi perkerasan jalan 5) Sistem dan Perencanaan konstruksi Perkerasan Lentur ( Flexible Pavement) 6) Sistem dan Konstruksi perkerasan Kaku ( Rigid Pavement) 7) Konstruksi perkerasan lapis ulang ( overlay) 8) Pemeliharaan dan perawatan konstruksi jalan raya . MT Dosen/Asisten : Istiqomah. Road Note 31) 5) Mampu merencana tebal konstruksi perkerasan Lentur ( Flexible Pavemen) 6) Mampu merencana tebal konstruksi perkerasan kaku ( Rigid Pavement) 7) Mampu merencana tebal lapisan overlay jalan raya 8) Mampu mengidentifikasi program pemeliharaan/perawatan konstruksi perkerasan jalan raya B. karakteristik dan jenis-jenis bahan konstruksi perkerasan jalan raya. Lingkup materi Perkuliahan 1) Kostruksi Jalan konvensional. karakteristis dan fungsi tiap lapis konstruksi perkerasan jalan raya 2) Memiliki pemahaman konseptual tentang jenis dan system konstruksi jalan konvensional dan Jalan raya modern ( Flexible. NAASRA. 4) Memiliki pemahaman tentang metoda dan dasar-dasar perhitungan tebal konstruksi perkerasan jalan raya (. Rigid. Bina Marga. ST. US Army. Kompetensi Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia. Kompetensi dan Lingkup materi Perkuliahaan A. Asphal Institute. maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi : 1) Memiliki pemahaman konseptual tentang sistem pembebanan. Drs. MT 1.

LCD. UTS dan. Tugas-tugas Parsial c. jalan sub standar dan struktur konstruksi Perkerasan jalan raya system Lentur ( Flexible Pavement). sedangkan pada konstruksi system Rigid faktor kuat lentur tarik beton ( MR) dan modulus reaksi sub grade (k) sangat penentukan. Komponen Penilaian /Evaluasi a. Dan pada system overlay ketebalan lapis ulang dipengaruhi oleh nilai lendutan balik dari kondisi surface yang bersangkutan. Asphal Institute dan Road Note 31. 5 Pendekatan Pembelajaran (individual/kelompok/kasikal) 1) Pembelajaran teori Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara klasiskal/ berkelompok. presentasi kelompok dan kunjungan lapangan 2) Pembelajaran Praktik Pelaksanaan pembelajaran praktik untuk pengujian material konstruksi dilakukan di Laboratorium dengan metoda totorial menggunakan lembaran kerja ( job sheet) sebagai Pedoman kerja parktik bagi mahasiswa Media Pembelajaran Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan. Hidrologi 4. NAASRA. Teknik Drainase 3. PU Bina Marga. Kehadiran Perkuliahaan. Konstruksi Jalan Raya I 2. meliputi penggunaan OHP.2. min 75 % b. Kreteria yang digunakan dalam perencanaan dan perhitungan tebal perkerasan jalan raya adalah. Tugas Utama ( Disain) d. diskusi. bahwa tebal lapisan konstruksi perkerasan adalah tebal lapisan konstruksi yang paling ekonomis. Mata Kuliah Prasyarat : 1. Praktek Mekanika Tanah 5. Pada konstruksi perkerasan system Lentur daya dukung sub grade adalah merupakan faktor utama dalam perhitungan ketebalan konstruksi selain parameter-parameter penting lainnya. Flow Chart . masing-masing berdasarkan Peraturan dan ketentuan-ketentuan disain yang berlaku. Deskripsi Mata Kuliah Materi perkuliahaan difokuskan pada pemahaman konseptual tentang sistem Pembebanan dan fungsi struktur perkerasan Jalan raya. Mekanika Tanah 3. US Army. prototype/ model 6 . serta kemampuan merencana/menghitung tebal konstruksi Perkerasan jalan konvensional. system Tegar/Kaku ( Rigid Pavement) dan system Overlay. dengan menggunakan pendekatan metoda ceramah. UAS 4. yaitu bersangkut paut dengan metoda perhitungan antara lain dari AASHTO.

Burtu. penggolongan. Mc Graw Hill book Company 13. bahu jalan ( shoulders). Asphal Institute. Volume jam puncak/peak hour serta tingkat pelayanan jalan. Clakson H. yaitu berupa : 1) Kajian Pustaka dan menganalisis/menghitung Klasifikasi/spesifikasi suatu ruas jalan raya. F. Buras. AASHTO. trotoar. cary Hicks. Pengamon Press 12.7. Tugas Parsial. 10. DPU Ditjen Bina Marga. Rogers Martin and Hugh a Wallace. Educational. Traffic Planing and Engineering. Asesmen/tugas Perkuliahaan A. Latasir. DPU Ditjen Bina Marga. DPU Ditjen Bina Marga. Djoko Untung Sudarsono. Inc 11. Konstruksi Jalan Raya 6. 1983.1979. Asphal Pavement Engineering. Dit. Perkerasan Beton dan tebal lapisan Overlay jalan raya yang memenuhi ketentuan disain yang berlaku dan sesuai dengan parameter disain yang ditetapkan 8. Jen Bina Marga . 1979. Konstruksi Jalan raya. Series No 1 3. Oglesby. Burda. Lasbutag. Edward K. AASHTO guide for design of Pavement Structures 2. serta klasifikasi topografi 2) Kajian pustaka agar mengenali berbagai typical dan spesifikasi bagian-bagian penampang melintang jalan raya ( Cross Section ) . Pedoman Penentuan Tebal Perkerasan Jalan Raya Fleksibel dengan metoda Analisa Komponen 8.1985. jenis dan kelas jalan. Pedoman Perhitungan tebal Konstruksi Perkerasan Kaku. Second Edition. Manual Pemeriksaan Jalan dengan Alat Bengkelmam Beam 7. 1983. Tugas Utama Tugas terstruktur ini adalah dalam bentuk “ Tugas Disain “ sebagai tugas pokok. Ins 4. 1982. Petunjuk Pelaksanaan Lapen. median. meliputi Volume Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Fourth Edition . kerb dan daerah milik jalan 3) Kajian pustaka dan menghitung/mengidentifikasi suatu ruas jalan. diberikan bertujuan agar mahasiswa mampu merencana dan menghitung tebal konstruksi Perkerasan Lentur. Jonh Wiley & son’s. 1979. Latasir. Morlok. 1983. Asphalt Technologie Construction Practice. Joko Untung Sudarsono. Berbagai metoda Perhitungan Tebal Lapisan Perkerasan Jalan Fleksibel 5. meliputi lajur lalu lintas. DPU Ditjen Bina Marga. Sumber Pustaka/ Refrensi 1. 1983. saluran samping/darinase. Highway Engineering. Graw Hill.D Hobbs. 1883. 19789. Djoko Untung Sudarsono. baik menurut fungsi. Introduction to Transportation Engineering and Planning. Diberikan dengan tujuan agar mahasiswa termotivasi untuk melakukan kajian dan pendalaman Pokok-pokok materi perkuliahaan dari berbagai sumber. Lataston. B. talud. Latasbun. R. J. Mc. 9.

141 . Highway Engineering.780. Highway Engineering . Intern Guide to the Geometric design of Rural Roads. 1980. Sidney 16. Bandung. PE.14. John Wiley & sons. 1996. New York 15. Modern Asia Edition. NAASRA.Hewes. Roger L Brocken Brough RE and Kenneth J Boedecker Jr. Laurence I. 1960. Mc Graw Hill International Edition. 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab Supratman Agus NIP : 130.

UTS dan. Flow Chart . maka mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi 1) Mahasiswa mampu mengidentifikasi fungsi dan karakteristik jalan perkotaan . meliputi penggunaan OHP. Kehadiran Perkuliahaan. UAS Media Pembelajaran Media pembelajaran digunakan menurut sifat dan karakteristik materi perkuliahaan yang diajarkan.SILABUS MATA KULIAH Mata Kuliah Nomor Kode SKS Semester Dosen Penanggungjawab : : : : : Teknik Lalu Lintas SPL 546 2 SKS 6 Supratman Agus. Tugas Utama ( Disain) d. 2) Mahasiswa mampu merencana geometric pertemuan jalan sebidang dan tak sebidang ( Interchanges) 3) Mahasiswa mampu merencana simpang jalan tak bersinyal dan simpang bersinyal dengan traffic light ( lampu pengatur lalu lintas ) pada pertemuan jalan sebidang 4) Mahasiswa mampu merencana kebutuhan sarana dan fasilitas parkir ( on-off street Parking) 5) Mahasiswa mampu mengidentifikasi funsgi/type. prototype/ model Pokok Kajian 1) Klasifikasi dan spesifikasi fungsional jaringan jalan jalan perkotaan 2) Geometrik pertemuan jalan sebidang dan tak sebidang ( Interching) 3) Simpang jalan tak bersinyal ( tanpa traffic light) 4) Simpang jalan bersinyal ( dengan traffic light) 5) Pertemuan jalan tidak sebidang ( Intershanges) 6) Perencanaan Parkir ( Parking) 7) Terminal angkutan jalan raya . Drs. Tugas-tugas Parsial c. MT Kompetensi Setelah mengikuti program pembelajaran sebagaimana yang disyaratkan dalam ketentuan pelaksanaan kegiatan Akademik yang berlaku di Universitas Pendidikan Indonesia. LCD. min 75 % b. sarana dan fasilitas terimal angkutan jalan raya Mata Kuliah Prasyarat Komponen Penilaian /Evaluasi a.

Bagian dan kelengkapan Crossection geometrik jalan sebidang ( Marka. Trotoar. Survey dan Analisis kebutuhan sarana Parkir ( Persaratan dan kebutuhan ruang. Perencanaan Alinyemen Horizontal ( Lajur lalu Geometrik simpang lintas. Macam/jenis simpang sebidang berdasarkan jumlah cabang 3. Perencanaan Bundaran dan jalinan simpang 4. Elemen-elemen perhitungan Kapasitas terminal . maksud-tujuan 2. Perhitungan derajat kejenuhan dan antrian Pertemuan jalan 1. Tujuan dan parameter perencanaan 2. Sistem pengaturan sinyal ( Eropa. Median dll ) Perencanaan 1. waktu siklus. Klasifikasi . Jenis konflik dan pergerakan lalu lintas 4. Saranan dan Fasilitas terminal 3. Maksud dan tujuan perencanaan tidak sebidang ( 2. Perencanaan jari-jari lengkung belok kiri dengan dan tanpa jalur pemisah 3. jenis-jenis motede survey parkir ) 4. lajur sebidang tak sinyal tambahan belok kiri/kanan ) 2. turn off dan Pencanaan lay out parking Terminal angkutan 1. Perhitungan dan perencanaan Interchinges ( Model freeway) Parkir ( Parking) 1. Traffic responsisive system ) 4. Traffic Island. waktu tunda/delay. Pengertian. Amerka) 3. manfaat dan bersinyal fungsi traffic 2. Tapers. Full Directional ) 3. (Menurut UU Nomor 26 tahun 85 ) Goemetrik pertemuan jalan sebidang 03 04 05 06 07 1. Spesifikasi dan karakteristuk perencanaan jalan perkotaan 1. diagram Fase) 8. Macam-macam Metode Perhitungan/perencanaan 7. Perencanaan/perhitungan jalan bersinyal ( Pangaturan Fase. Sarana dan fasilitas parker ( on-off street Parking) 3. Jarak pandang horizontal Simpang jalan 1. Bagian pertemuan jalan tak sbidang ( Ramps on-off) 4. Perhitungan Durasi.01 02 Jalan Perkotaan. fungsi dan type terminal jalan raya 2. Klasifikasi spesifikasi fungsional jaringan jalan 2. Maksud dan tujuan perencanaan. Klasifikasi. Traffic Fixed time system) 6. Jenis/model interching (Bentuk-bentuk Interching Intershanges) freeway. Traffic actuated controller system ) 5. lajur perlambatan/percepatan.

Traffic Engineering New Jersey. Jakarta.K. Insitute of Transportation Engineerings Morlok.S. Gajahmada University Press Iskandar Abubakar. Second Edition. Traffic Engineering Handbook. 1995.Jotin Khisty. Undang-undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pelaksanaannya. Pedoman Teknis Pembangunan Terminal Angkutan Jalan raya dalam kota dan antar kota.. 1997. 1993. Englewood Cliffs Bandung. Highway Engineering. Indonesia Highway Capacity Manual. B. New Jersey: Prentice-hal. 1992. William R. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Oglesby. Prentice Hall. Jakarta: Rineka Cipta . Rober P. New York. 29 Juni 2005 Dosen Penanggung jawab Supratman Agus . Directorate of Urban Road Development. Fundamentals of Transportation Engineering. 1987.D Hobbs. 1990. 1997. Inc. 1998. Perencanaan dan Teknik Lalu lintas. Jakarta. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat James L. Direktorat Jendral Bina Marga Departemen Perhubungan RI. Englewood Cliffs Departemen Perhubungan RI. Fourth Edition. F. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. New Jersey.. Menuju Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang Tertib. John Wiley & Sons C. C. Jakarta: Directorate General Bina Marga. Pline. Prentice Hall. New Jersey. Direktorat Bina Marga sistem Prasarana.. Jakarta: Erlangga Departemen Pekerjaan Umum. Reformasi Perhubungan Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah.McShc. Jakarta Paracostas.Roess. Kent Lall. R. 2001. Transportation Engineering. Gary Hicks. E.Yogyakarta. 1995. 1985. Manual Kapasitas Jalan Indonesia ( MKJI) . 1982. Fourth Edition. 1985.Referensi Clarkson H. Jakarta.

141 .780.NIP : 130.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful