P. 1
KTI 2 fix

KTI 2 fix

|Views: 784|Likes:
Dipublikasikan oleh Aqiemz Ne

More info:

Published by: Aqiemz Ne on Jan 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2014

pdf

text

original

HUBUNGAN PEMAKAIAN KONTRASEPSI IUD DENGAN KEPUTIHAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KEMBAR TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Program keluarga berencana di Indonesia telah diterapkan sejak dahulu. Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan keluarga dalam memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kehamilan, pembinaan ketahanan keluarga, meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, serta untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia.

Pemilihan suatu jenis alat kontrasepsi bergantung kepada pilihan ibu termasuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan terkait dengan kondisi ibu. Salah satu pilihan jenis alat kontrasepsi yang ada adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau disebut juga IUD (Intra Uterine Device) . BKKBN melaporkan bahwa akseptor baru kontrasepsi IUD di daerah NTB pada bulan desember 2007 mencapai 5.879 akseptor.

Adanya peningkatan jumlah akseptor kontrasepsi IUD ini tentu akan berpengaruh terhadap insidensi efek samping dari KB ini. Kontrasepsi IUD ini merupakan salah satu pilihan ibu karena kontrasepsi ini memiliki keutungan, ialah 1) sangat efektif untuk mencegah kehamilan; 2) dapat efektif segera setelah pemasangan; 3) metode pemakaian jangka panjang; 4) tidak mempengaruhi hubungan seksual; 5) tidak ada efek samping hormonal; 6) tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI; 7) dapat dipasang segera setelah melahirkan atau abortus (apabila tidak terjadi infeksi); 8) dapat digunakan sampai menopause; 9). tidak ada interaksi dengan obat-obatan. Sedangkan kerugian dari kontrasepsi IUD ini ialah perubahan siklus haid, haid lebih lama dan banyak, perdarahan antar menstruasi, saat haid lebih sakit. Komplikasi lain berupa sakit dan kejang selama tiga sampai lima hari setelah pemasangan, tidak mencegah IMS termasuk HIV/AIDS,

2.2 1. 1. 1. 1.3 TUJUAN PENELITIAN 1.2 Mengetahui jumlah akseptor IUD yang mengalami keputihan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012.3.Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau yang sering berganti pasangan. Salah satu efek yang ditakutkan oleh wanita dalam penggunaan kontrasepsi IUD ini adalah terjadinya keputihan yang disebabkan oleh infeksi.4 MANFAAT PENELITIAN 1.4.2. Sedikit nyeri dan perdarahan (spotting).4.3.3 Mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi IUD dengan keputihan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012.3. 1.2 Bagi Institusi Sebagai bahan informasi berkaitan dengan hubungan pemakaian kontrasepsi IUD dengan keputihan.3.2 RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara pemakaian kontrasepsi IUD dengan keputihan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012? 1.1 Bagi peneliti Sebagai bahan untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang hubungan kontrasepsi IUD dengan keputihan. terjadi enyakit radang panggul.1 TUJUAN KHUSUS Mengetahui jumlah akseptor IUD di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012. 1. .1 TUJUAN UMUM Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemakaian kontrasepsi IUD terhadap keputihan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012.2. Oleh karena itu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi IUD dengan keputihan.3. 1.

H1 : Ada hubungan antara pemakaian kontrasepsi IUD dengan keputihan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012.3 Bagi masyarakat Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai hubungan pemakaian kontrasepsi IUD dengan keputihan.1.3 Bagi ilmu pengetahuan Sebagai sumber informasi berkaitan dengan hubungan pemakaian kontrasepsi IUD dengan keputihan.4. sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kepustakaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan. . 1.5 HIPOTESIS H0 : Tidak ada hubungan antara pemakaian kontrasepsi IUD dengan keputihan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012. 1.4.

BAB III METODE PENELITIAN 3. 3.2 TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini di lakukan wilayah kerja puskesmas Jembatan Kembar tahun 2012.3 VARIABEL PENELITIAN Variabel dependen Variabel independen : Kontrasepsi IUD : Keputihan . 3.1 JENIS DAN RANCANGAN PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->