Anda di halaman 1dari 37

Di Ujung Ancaman Pemanasan Global

Ahmad Fathoni Saifulloh

DEFINISI PEMANASAN GLOBAL


Pemanasan Global (global warming) adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan CFC sehingga energi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi.

Penyebab global warming


Konsumsi energi bahan bakar fosil Sampah Kerusakan hutan Pertanian dan peternakan

Negara penyumbang emisi penyebab GW terbesar


RRC USA

mekanisme terjadinya global warming

Apakah efek rumah kaca selalu merugikan?


Efek rumah kaca tidak merugikan jika tidak berlebihan. Secara alami, efek rumah kaca sangat penting karena bumi menjadi cukup hangat sehingga dapat mendukung kehidupan manusia. Tanpa efek rumah kaca kehidupan manusia di muka bumi akan terganggu karena suhu rata-rata bumi berkisar -200C. Menurut Petrucci dan Harwood (1997:260) efek rumah kaca penting untuk menetapkan suhu yang layak bagi kehidupan di bumi. Tanpa efek rumah kaca, bumi secara permanen akan tertutup es dan perbedaan suhu antara siang hari dan malam hari di bumi tidak terlalu jauh berbeda. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global

dampak pemanasan global


Kenaikan temperatur global Pergeseran musim sebagai akibat dari adanya perubahan pola curah hujan.
Kedua peristiwa tersebut akan menimbulkan dampak pada beberapa sektor, yaitu :
Kesehatan. Pertanian. Kehutanan. Perikanan.

Kenaikan temperatur global


Kenaikan temperatur global, menyebabkan mencairnya es di kutub utara dan selatan, sehingga mengakibatkan terjadinya pemuaian massa air laut, dan kenaikan permukaan air laut. Hal ini akan menurunkan produksi tambak ikan dan udang, serta terjadinya pemutihan terumbu karang (coral bleaching), dan punahnya berbagai jenis ikan. Selain itu, naiknya permukaan air laut akan mengakibatkan pulau-pulau kecil dan daerah landai di Indonesia akan hilang. Ancaman lain yang dihadapi masyarakat yaitu memburuknya kualitas air tanah, sebagai akibat dari masuknya atau merembesnya air laut, serta infrastruktur perkotaan yang mengalami kerusakan, sebagai akibat tergenang oleh air laut.

Pergeseran musim sebagai akibat dari adanya perubahan pola curah hujan
Pergeseran musim sebagai akibat dari adanya perubahan pola curah hujan. Perubahan iklim mengakibatkan intensitas hujan yang tinggi pada periode yang singkat serta musim kemarau yang panjang. Di beberapa tempat terjadi peningkatan curah hujan sehingga meningkatkan peluang terjadinya banjir dan tanah longsor, sementara di tempat lain terjadi penurunan curah hujan yang berpotensi menimbulkan kekeringan. Sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) akan terjadi perbedaan tingkat air pasang dan surut yang makin tajam. Hal ini mengakibatkan meningkatnya kekerapan terjadinya banjir atau kekeringan. Kondisi ini akan semakin parah apabila daya tampung badan sungai atau waduk tidak terpelihara akibat erosi.

Kesehatan.
Dampak pemanasan global pada sektor ini yaitu meningkatkan frekuensi penyakit tropis, misalnya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk (malaria dan demam berdarah), mewabahnya diare, penyakit kencing tikus atau leptospirasis dan penyakit kulit. Kenaikan suhu udara akan menyebabkan masa inkubasi nyamuk semakin pendek sehingga nyamuk makin cepat untuk berkembangbiak. Bencana banjir yang melanda akan menyebabkan terkontaminasinya persediaan air bersih sehingga menimbulkan wabah penyakit diare dan penyakit leptospirosis pada masa pasca banjir. Sementara itu, kemarau panjang akan mengakibatkan krisis air bersih sehingga berdampak timbulnya penyakit diare dan penyakit kulit. Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) juga menjadi ancaman seiring dengan terjadinya kebakaran hutan.

Pertanian.
Pada umumnya, semua bentuk sistem pertanian sensitif terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim berakibat pada pergeseran musim dan perubahan pola curah hujan. Hal tersebut berdampak pada pola pertanian, misalnya keterlambatan musim tanam atau panen, kegagalan penanaman, atau panen karena banjir, tanah longsor dan kekeringan. Sehingga akan terjadi penurunan produksi pangan di Indonesia. Singkatnya, perubahan iklim akan mempengaruhi ketahanan pangan nasional.

Kehutanan.
Terjadinya pergantian beberapa spesies flora dan fauna. Kenaikan suhu akan menjadi faktor penyeleksi alam, dimana spesies yang mampu beradaptasi akan bertahan dan, bahkan kemungkinan akan berkembang biak dengan pesat. Sedangkan spesies yang tidak mampu beradaptasi, akan mengalami kepunahan. Adanya kebakaran hutan yang terjadi merupakan akibat dari peningkatan suhu di sekitar hutan, sehingga menyebabkan rumput-rumput dan ranting yang mengering mudah terbakar. Selain itu, kebakaran hutan menyebabkan punahnya berbagai keanekaragaman hayati.

Perikanan.
Peningkatan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan terumbu karang, dan selanjutnya matinya terumbu karang, sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan. Suhu air laut yang meningkat juga memicu terjadinya migrasi ikan yang sensitif terhadap perubahan suhu secara besar-besaran menuju ke daerah yang lebih dingin. Peristiwa matinya terumbu karang dan migrasi ikan, secara ekonomis, merugikan nelayan karena menurunkan hasil tangkapan mereka.

Sumber informasi :
Bumi Makin Panas (booklet). 2004. Diterbitkan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup, JICA dan Yayasan Pelangi. Indonesia dan Perubahan Iklim (booklet). Program Iklim dan Energi, WWF-Indonesia. www.wwf.or.id/climate Climate Change Scenarios for Indonesia (leaflet). 1999. Diterbitkan oleh Climatic Research Unit (CRU), UEA, UK dan WWF. Perilaku Ramah Lingkungan. 2007. Website WWF Indonesia : www.wwf.or.id

Penyakit akibat global warming

Perbedaan penipisan ozon dengan global warming


persamaan antara penipisan lapisan ozon dan pemanasan global, yaitu pada sumber penyebabnya. Salah satu jenis gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan penipisan lapisan ozon adalah CFC (Chlorofluorcarbon). Tapi fenomena yang terjadi, dan dampaknya yang diakibatkan sangat berbeda. Pada pemanasan global, menumpuknya emisi gas rumah kaca (termasuk CFC) bisa menyelimuti bumi (di atmosfer), sehingga membuat panas matahari yang masuk ke bumi tidak bisa dipantulkan kembali ke luar. Akibatnya, panas matahari terperangkap di permukaan bumi. Peristiwa semacam ini bisa dianalogikan dengan peristiwa saat kita berada di dalam mobil dengan kaca tertutup, di bawah terik matahari. Akibatnya panas terperangkap di dalam, tidak bebas lalu-lalang keluar masuk. Inilah yang menyebabkan bumi kita makin panas, atau sekarang lebih dikenal dengan pemanasan global. Penipisan lapisan ozon terjadi karena atom Chlor pada CFC memecah molekul ozon (O3) di atmosfer. Semakin banyak CFC di atmosfer, maka semakin banyak molekul ozon yang terpecah sehingga menyebabkan terjadinya penipisan lapisan ozon, bahkan sampai bolong. Lapisan ozon sendiri berfungsi untuk menyerap radiasi sinar ultraviolet (UV) yang akan masuk ke bumi. Tipisnya lapisan ozon mengakibatkan radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya lebih banyak masuk ke permukaan bumi. Hal ini berdampak pada meningkatnya kasus penyakit katarak dan kanker kulit, juga merusak hasil panen. http://www.ikalima.com/umum/penipisan-lapisan-ozon-dan-global-warming/

gas rumah kaca dan perannya dalam GW


Uap air, uap air ini dapat menjadi sebuah lingkaran setan , karena dengan semakin meningkatnya suhu bumi, maka air (laut, danau, dll) akan semakin banyak yang menguap dan menambah jumlah uap air di atmosfer, dengan kondisi demikian suhu bumi pun akan semakin meningkat, karena uap air juga merupakan gas rumah kaca. Karbondioksida (CO2), gas CO2 adalah faktor kedua terbesar penyebab pemanasan global. Tetapi, inilah faktor yang paling mungkin untuk kita kendalikan dalam rangka mengendalikan pemanasan global, karena sebagian besar gas CO2 diproduksi dengan kesadaran kita sendiri (pembakaran, industri, dll), berbeda dengan uap air yang menguap dengan sendirinya. Metan, merupakan insulator (zat penyerap, tidak menghantarkan, isolator) yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan selama produksi (penambangan, pengeboran) dan transportasi (pengolahan) batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Gas ini efeknya lebih parah daripada CO2, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding CO2, sehingga dampaknya tidak sebesar CO2. Nitrogen oksida, adalah gas insulator panas yang sangat kuat. Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Nitrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbondioksida. Klorofluorokarbon (CFC), gas ini dihasilkan oleh pendingin-pendingin yang menggunakan freon, seperti kulkas, AC, dll. Gas ini selain mampu menahan panas juga mampu mengurangi lapisan ozon, yang berguna untuk menahan sinar ultraviolet masuk ke dalam bumi. dll

mencegah global warming


1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi). 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet). 3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). 4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C). 5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). 6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater. 7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda. 8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. 9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara). 10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu). 11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali. http://organisasi.org/gambaran-umum-global-warming-efek-dan-carauntuk-mencegah-pemanasan-global-dunia

hubungannya mengurangi makan daging dengan pemanasan global


Fakta berbicara, seperti laporan yang dirilis Badan Pangan Dunia FAO (2006) dalam Livestock s Long Shadow Environmental Issues and Options, daging merupakan komoditas penghasil emisi karbon paling intensif (18%), bahkan melebihi kontribusi emisi karbon gabungan seluruh kendaraan bermotor (motor, mobil, truk, pesawat, kapal, kereta api, helikopter) di dunia (13%). Peternakan juga adalah penggerak utama dari penebangan hutan. Diperkirakan 70% persen bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Setiap tahunnya, penebangan hutan untuk pembukaan lahan peternakan berkontribusi emisi 2,4 miliar ton CO2.

hubungan GW dengan banjir


Akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan, makanya jngan heran kalau sewaktu-waktu hujan bisa sangat tinggi intensitasnya dan kadang sangat rendah. Berdasarkan analisis statistik data curah hujan dari tahun 1900 sampai tahun 1989 terhadap variansi hujan dengan menggunakan uji F dihasilkan bahwa telah terjadi perubahan intensitas hujan untuk lokasi Ambon, Branti, Kotaraja, Padang, Maros, Kupang, Palembang, dan Pontianak (Slamet dan Berliana, 2006). Berdasarkan kajian LAPAN (2006) ~LAPAN lho ini :D ~ banjir yang terjadi di Jakarta Januari tahun 2002, Juni 2004 dan Februari 2007 bertepatan dengan fenomena La Nina dan MJO (Madden-Julian oscillation), kedua fenomena ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan diatas normal. Memang, berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut bukan hanya faktor iklim yang menyebabkan terjadinya banjir, tp juga di sebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dan penyempitan saluran drainase (sungai).

penyebab banjir
Akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan Perubahan penggunaan lahan dan otomatis juga terjadi perubahan tutupan lahan ~penggunaan lahan itu ada pemukiman, sawah, tegalan, ladang dll sedangkan tutupan lahan itu vegetasi yang tumbuh di atas permukaan bumi menyebabkan semakin tingginya aliran permukaan.

Akibat pemanasan global


Akibat pemanasan global menyebabkan terjadinya perubahan pada pola iklim yg akhirnya merubah pola curah hujan, makanya jngan heran kalau sewaktu-waktu hujan bisa sangat tinggi intensitasnya dan kadang sangat rendah. Berdasarkan analisis statistik data curah hujan dari tahun 1900 sampai tahun 1989 terhadap variansi hujan dengan menggunakan uji F dihasilkan bahwa telah terjadi perubahan intensitas hujan untuk lokasi Ambon, Branti, Kotaraja, Padang, Maros, Kupang, Palembang, dan Pontianak (Slamet dan Berliana, 2006). Berdasarkan kajian LAPAN (2006) ~LAPAN lho ini :D ~ banjir yang terjadi di Jakarta Januari tahun 2002, Juni 2004 dan Februari 2007 bertepatan dengan fenomena La Nina dan MJO (Madden-Julian oscillation), kedua fenomena ini menyebabkan terjadinya peningkatan curah hujan diatas normal. Memang, berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut bukan hanya faktor iklim yang menyebabkan terjadinya banjir, tp juga di sebabkan oleh perubahan penggunaan lahan dan penyempitan saluran drainase (sungai).

Perubahan penggunaan lahan


Perubahan penggunaan lahan dan otomatis juga terjadi perubahan tutupan lahan ~penggunaan lahan itu ada pemukiman, sawah, tegalan, ladang dll sedangkan tutupan lahan itu vegetasi yang tumbuh di atas permukaan bumi menyebabkan semakin tingginya aliran permukaan. Aliran permukaan terjadi apabila curah hujan telah melampaui laju infiltrasi tanah. Menurut Castro (1959) tingkat aliran permukaan pada hutan adalah 2.5%, tanaman kopi 3%, rumput 18% sedangkan tanah kosong sekitar 60%. Sedangkan berdasarkan penelitian Onrizal (2005) di DAS Ciwulan, penebangan hutan menyebabkan terjadinya kenaikan aliran permukaan sebesar 624 mm/th. Itu baru perhitungan yg di lakukan pada daerah hutan yg ditebang dimana masih ada tanah yang bisa meresapkan air.

Bagaimana mencegah banjir?


Mendirikan bangunan atau konstruksi Menjaga kelestarian alam Menjaga kebersihan Buat lubang biopori Menanam pohon dan pohon-pohon yang tersisa tidak ditebangi lagi.

dampak banjir
Dampak primer Kerusakan fisik - Mampu merusak berbagai jenis struktur, termasuk jembatan, mobil, bangunan, sistem selokan bawah tanah, jalan raya, dan kanal. Dampak sekunder Persediaan air Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka. Penyakit - Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air. Pertanian dan persediaan makanan - Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen.[Namun, dataran rendah dekat sungai bergantung kepada endapan sungai akibat banjir demi menambah mineral tanah setempat. Pepohonan' - Spesies yang tidak sanggup akan mati karena tidak bisa bernapas.[ Transportasi - Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan. Dampak tersier/jangka panjang Ekonomi - Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll. O'Connor, Jim E. and John E. Costa. (2004). The World's Largest Floods, Past and Present: Their Causes and Magnitudes [Circular 1254]. Washington, D.C.: U.S. Department of the Interior, U.S. Geological Survey.

Cara penanggulangan banjir

Hubungan antara pemanasan global dengan WBD

macam2 WBD

Penyakit akibat WBD contoh penykitnya Kolera = penyakit saluran cerna yg ditularkan lewat penggunaan
air dlm kehidupan sehari-hari. Penularan dpt langsung / tdk langsung melalui mak & min yang telah berkontak dengan kotoran manusia yg terinfeksi oleh kuman Vibrio Cholerae Diare = penyakit saluran cerna yang ditandai oleh berak-berak encer dengan atau tanpa darah dan muntah2. Disebabkan kerusakan organik / fungsioner saluran cerna baik krn serangan kuman penyakit maupun karena keracunan akibat pencemaran makan oleh kuman / bahan ttt. Leptospirosis + penyakit y juga disebabkan lewat tampungan air hujan y telah tercemar kemih tikus / kemih penderita karier penyakit ini. Malaria & DB = penyakit y disebabkan oleh serangga / nyamuk y berkembangbiak di selokan / saluran air / wadah penyimpanan air. Sedangkan pederita ditulari melalui gigitan serangga tsb.

Sumber : Ilmu Kesehatan Masyarakat, dr. Dainur.

penyebab berbagai macam penyakit golongan WBD


GENUS ESCHERICHIA Yang sering diisolasi adalah E.coli Habitat utama usus besar Penyebab ISK, luka infeksi, peumoni, infeksi, peumoni, meningitis

GENUS Shigella Dibagi menjadi: - serogroup A : S. dysentriae - serogroup B : S. flexneri - serogroup C : S. boydii - serogroup D : S. sonnei

GENUS Salmonella bentuk batang, Gram (-), non spora, motil, flagella peritrik, ukuran 0,5x3 m kapsul (-),

Salmonella choleraesuis (digunakan sebagai organisme pada tes standar penentuan efektifitas suatu disinfektan. Salmonella enteritidis Salmonella thypi Gram, Methylen Blue, Air fuchsin. Untuk melihat flagel dengan cat Gray atau Leifson. Demam tifoid : dapat terjadi penyakit karier yaitu mikroorganisme (bertempat tinggal di dalam batu empedu atau jaringan ikat pada biliary tree)diekresikan dalam waktu yang pendek sampai lebih dari satu tahun. Sangat infeksius menular melalui makanan dan minuman yang dikontaminasi oleh karier. Salmonellosis : gastroenteritis yang sembuh spontan, septikemia dengan lesi fokal, dll

GENUS : Vibrio Spesies : Vibrio cholerae Vibrio parahaemolyticus Vibrio algynolyticus

LEPTOSPIRA
Leptospirosis Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Leptospira, yang dapat ditularkan pada manusia yang rentan Manifestasi klinik sangat bervariasi sehingga dapat terjadi misdiagnosis

mekanisme penyebaran WBD

Cara penanggulangan WBD


Membiasakan gaya hidup sehat memutus mata rantai penyebaran penyakit denganmemberantas sumber penularan penyakit(vektor) maupun dengan meniadakan reservoir penyakitnya mempertinggi daya tahan tubuh manusia dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang prinsip-prinsip kesehatan melindungi individu yang rentan terhadap penyakit menjaga keseimbangan host, agent dan lingkungan. Menciptakan kondisi lingkungan yang sehat : resik-resik kota Dengan promosi kesehatan Perlindungan khusus terhadap penderita (isolasi,karantina dan rehabilitasi) Penutupan daerah atau lokasi yang terserang wabah penyakit menular Pembentukan tim gerak cepat dan penggeraknya (Sumber: Pengantar Epidemiologi,Budioro,2005 dan IKM, Entjang, Indan 2005)