Anda di halaman 1dari 57

Pencemaran Lingkungan

Ahmad Fathoni Saifulloh

lingkungan hidup Undang-undang RI no.23 thn 1977 lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makluk hidup lainnya

Macam-macam lingk. Hidup

Lingkungan Hidup dibagi 4 golongan : Lingkungan biologik (-) : bibit penyakit, binatang penyebar penyakit , organisme sebagai hama tanaman (+) sebagai sumber makanan

2. Lingkungan fisik (-) udara yg berdebu, tanah yang tandus,kualitas air yang buruk, rumah yg tdk memenuhi syarat sehat,pembuangan sampah (+) udara bersih, tanah yang subur,perumahan yang sehat 3. Lingkungan ekonomi (-) kemiskinan membahayakan kesehatan manusia (mudah terserang penyakit) (+) Kemakmuran yang merata

4. Lingkungan sosial (-) sifat sifat asosial, anti sosial dll (+) sifat gotong royong, patuh dan menghormati hukum hukum yang berlaku dalam masyarakat

Hubungan lingkungan dengan kesehatan


} LINGKUNGAN KESEHATAN KUALITAS BURUK MASALAH

TINDAKAN PREVENTIF

MEMBENAHI SANITASI LINGKUNGAN :

PENYEDIAN AIR BERSIH PENGOLAAN SAMPAH RUMAH SEHAT

med.unhas.ac.id

Kriteria rumah sehat


} Memenuhi kebutuhan fisiologis antara lain pencahayaan, penghawan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu. } Memenuhi kebutuhan psikologis antara lain privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah. } Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antar penghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayan dan penghawaan yang cukup. } Memenuhi persayaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain, posisi garis sempadan jalan, kontruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. http://sobatsehat.com/2009/08/07/4-kriteria-rumah-sehat/

indikator air tercemar


} Fisis } Kimia
} Organik } anorganik

: terjadi perubahan warna, pH, berasa dan bau : mengandung racun

} bakteriologis } radioaktifitas

: ada mikro organisme patologi

} Adanya perubahan suhu air } Mikroorganisme } Perubahan warna, bau, dan rasa air } Perubahan PH atau konsentrasi ion hidrogen } Timbulnya endapan, koloida, bahan terlarut } Meningkatnya radioaktifitas air lingkungan

} Sumber : Dampak Pencemaran Lingkungan, Wisnu Aria Wardana

Ciri air yang tercemar


} Air yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia atau mineral terutama oleh zat-zat atau mineral yang berbahaya bagi kesehatan. Adapun beberapa indikator bahwa air sungai telah tercemar adalah sebagai berikut: a. Adanya perubahan suhu air. Air yang panas apabila langsung dibuang ke lingkungan akan mengganggu kehidupan hewan air dan mikroorganisme lainnya. b. Adanya perubahan pH atau konsentrasi ion Hidrogen. Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai berkisar pH berkisar antara 6,5 7,5. c. Adanya perubahan warna, bau dan rasa air. Air dalam keadaan normal dan bersih pada umumnya tidak akan berwarna, sehingga tampak bening dan jernih, tetapi hal itu tidak berlaku mutlak, seringkali zat-zat beracun justru terdapat pada bahan buangan industri yang tidak mengakibatkan perubahan warna pada air. Timbulnya bau pada air lingkungan secara mutlak dapat dipakai sebagai salah satu tanda terjadinya pencemaran. Apabila air memiliki rasa berarti telah terjadi penambahan material pada air dan mengubah konsentrasi ion Hidrogen dan pH air.

} d. Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut. Bahan buangan yang berbentuk padat, sebelum sampai ke dasar sungai akan melayang di dalam air besama koloidal, sehingga menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam lapisan air. Padahal sinar matahari sangat diperlukan oleh mikroorganisme untuk melakukan fotosintesis. e. Adanya mikroorganisme. Mikroorganisme sangat berperan dalam proses degradasi bahan buangan dari limbah industri ataupun domestik. Bila bahan buangan yang harus didegradasi cukup banyak, maka mikroorganisme akan ikut berkembangbiak. Pada perkembangbiakan mikroorganisme ini tidak tertutup kemungkinan bahwa mikroba patogen ikut berkembangbiak pula. f. Meningkatnya radioaktivitas air lingkungan. Zat radioaktif dari berbagai kegiatan dapat menyebabkan berbagai macam kerusakan biologis apabila tidak ditangani dengan benar, baik efek langsung maupun efek tertunda. } Zam-zam, 2009. Dampak Pencemaran Air Bagi Manusia dan Lingkungan

Dampak pencemaran air terhadap kesehatan


} Disentri } Thypus } Kholera } Hepatitis A } Polio } www.kelair.bppt.go.id/.../BukuAirMinum/BAB1PENCEM ARAN.pdf

Usaha peningkatan sanitasi

} kegiatan peningkatan kegiatan kebersihan kota, } pembangunan sarana pem-buangan air kotor dan saluran pembuangan air hujan. } pelaksanaan program penyehatan lingkungan pemukiman

UU Sanitasi

} Sanitasi tempat-tempat umum : } UU No. 11 tahun 1962 : hygiene untuk usaha-usaha bagi umum. } Permenkes RI No. 172/Men.Kes/Per/VIII/77 : syaratsyarat dan pengawasan kualitas air kolam renang (khusus kolam renang) } UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2002 TENTANG BANGUNAN GEDUNG

Septic tank

} Pembuatan septic tank pun sebetulnya harus memenuhi standar. Sudah ada Standar Nasional Indonesia (SNI) mengenai hal ini. Standar ini mencakup sistem, ukuran, dan prosedur pembuatannya. } Dalam SNI, ukuran dimensi septic tank ditetapkan berdasar jumlah penghuni rumah. Untuk rumah dengan lima penghuni, dibutuhkan paling septic tank dengan volume ruang basah 1,2m3, ruang lumpur 0,45m3, dan ruang ambang batas bebas 0,4m3. Kalau dibuat ukuran panjang, lebar, tingginya: 1,6m, 0,8m, dan 1,6m. Dengan volumen seperti ini, septic tank bisa bertahan 3 tahun tanpa pengurasan.

} Salah satu hal penting yang mesti dicermati ketika membuat septic tank adalah kekuatan tangki. Tangki harus kuat, tahan terhadap asam, dan kedap air. Tidak boleh ada rembesan dari tangki, sehingga menimbulkan potensi pencemaran lingkungan. Untuk itu, tangki dapat dibuat dari batu kali, bata merah, batako, atau beton. Bisa juga menggunakan tangki dari keramik, pvc, plastik, atau besi. } Jarak tangki dengan bangunan atau sumur pun ada ketentuanya. Jarak tangki ke bangunan 1,5m, sedangkan jaran tangki ke sumur air bersih 10m, dan 5m untuk jarak tangki ke sumur resapan air hujan. } Nah, bagaimana dalamnya? Yang membedakan septic tank SNI ini dengan septic tank lainnya adalah pada keberadaan bak pembagi dan bidang resapan. Pada septic tank biasa, air kotor langsung dibuang ke saluran pembuangan. Sementara pada septic tank SNI terdapat satu fasilitas tambahan yang berfungsi sebagai bak pembagi. } (Rasantika M. Seta , http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Konsultasi/Arsitektur/Septic-tankyang-baik-dan-sehat)

indikator air tercemar


} Fisis } Kimia
} Organik } anorganik

: terjadi perubahan warna, pH, berasa dan bau : mengandung racun

} bakteriologis } radioaktifitas

: ada mikro organisme patologi

} Adanya perubahan suhu air } Mikroorganisme } Perubahan warna, bau, dan rasa air } Perubahan PH atau konsentrasi ion hidrogen } Timbulnya endapan, koloida, bahan terlarut } Meningkatnya radioaktifitas air lingkungan

} Sumber : Dampak Pencemaran Lingkungan, Wisnu Aria Wardana

Tujuan Promosi Kesehatan

Pada dasarnya tujuan utama promosi kesehatan adalah untuk mencapai 3 hal, yaitu :
   Peningkatan pengetahuan atau sikap masyarakat Peningkatan perilaku masyarakat Peningkatan status kesehatan masyarakat

17

Menurut Green (1990) tujuan promosi kesehatan terdiri dari 3 tingkatan, yaitu :
a. Tujuan Program Merupakan pernyataan tentang apa yang akan dicapai dalam periode waktu tertentu yang berhubungan dengan status kesehatan b. Tujuan Pendidikan Merupakan deskripsi perilaku yang akan dicapai dapat mengatasi masalah kesehatan yang ada

18

c.

Tujuan Perilaku Merupakan pendidikan atau pembelajaran yang harus tercapai (perilaku yang diinginkan). Oleh sebab itu, tujuan perilaku berhubungan dengan pengetahuan dan sikap. retno_listyaningrum.staff.gunadarma.ac.id

19

Macam-macam pencemaran lingkungan

} }

a. Pencemaran Air Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming. Beberapa jenis tumbuhan seperti alga, paku air, dan eceng gondok akan tumbuh subur dan menutupi permukaan perairan sehingga cahaya matahari tidak menembus sampai dasar perairan. Akibatnya, tumbuhan yang ada di bawah permukaan tidak dapat berfotosintesis sehingga kadar oksigen yang terlarut di dalam air menjadi berkurang.

Bahan-bahan kimia lain, seperti pestisida atau DDT (Dikloro Difenil Trikloroetana) yang sering digunakan oleh petani untuk memberantas hama tanaman juga dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan organisme lainnya. Apabila di dalam ekosistem perairan terjadi pencemaran DDT atau pestisida, akan terjadi aliran DDT.

} }

b. Pencemaran Tanah Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah. Menurut sumbernya, limbah padat dapat berasal dari sampah rumah tangga (domestik), industri dan alam (tumbuhan). Adapun menurut jenisnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti dedaunan, bangkai binatang, dan kertas. Adapun sampah anorganik biasanya berasal dari limbah industri, seperti plastik, logam dan kaleng. Sampah organik pada umumnya mudah dihancurkan dan dibusukkan oleh mikroorganisme di dalam tanah. Adapun sampah anorganik tidak mudah hancur sehingga dapat menurunkan kualitas tanah.

} }

c. Pencemaran Udara Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat. 1) Pencemar Udara Berbentuk Gas Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC). Kadar CO2 yang terlampau tinggi di udara dapat menyebabkan suhu udara di permukaan bumi meningkat dan dapat mengganggu sistem pernapasan. Kadar gas CO lebih dari 100 ppm di dalam darah dapat merusak sistem saraf dan dapat menimbulkan kematian. Gas SO2 dan H2S dapat bergabung dengan partikel air dan menyebabkan hujan asam. Keracunan NO2 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, kelumpuhan, dan kematian. Sementara itu, CFC dapat menyebabkan rusaknya lapian ozon di atmosfer.

} }

} }

2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru. Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia. Partikel yangmencemari udara dapat berasal dari pembakaran bensin. Bensin yang digunakan dalam kendaraan bermotor biasanya dicampur dengan senyawa timbal agar pembakarannya cepat mesin berjalan lebih sempurna. Timbal akan bereaki dengan klor dan brom membentuk partikel PbClBr. Partikel tersebut akan dihamburkan oleh kendaraan melalui knalpot ke udara sehingga akan mencemari udara.

Pihak yang terkait dalam sanitasi lingkungan

} Jasa marga } Jasa raharja } Dinkes } Planologi

SUMBER AIR :

} } }

AIR HUJAN AIR PERMUKAAN AIR TANAH

Air presipitasi( air hujan/air salju/embun)

Benda benda yg terlarut diudara : } Gas oksigen } Gas karbon dioksida } Gas nirogen } Dan lain lain

Air permukaan

} Sungai,rawa,bendungan,danau,parit laut } Bahan baku air bersih : - mutu air baku - banyaknya air baku - kontinuitas air baku } Paling mudah dicemari

AIR DALAM TANAH - Air permukaan tanah yang meresap kedalam tanah penyaringan tanah/batu-batuan bisa menjadi air permukaan dengan mengalir air tsb ke laut/sungai Hampir tidak ditemukan ketiga macam air tersebut adalah murni sebab : Mengandung gas gas tertentu yg membahykan Mineral tertentu yg dpt menimbulkan kelainan benda-benda koloid Zat radioaktif

Berdasarkan sifat air


1. Protective water supply (terlindung) - perpipaan (pp) - Sumur pompa tangan dalam dan dangkal (spt) - Sumur artesis (SA) - Penampungan air hujan (PAH) - Perlindungan mata air (PMA) 2. Non protective water supply - sumur gali, sungai, danau dsb

PENGOLAHAN AIR

AERASI (dg Tujuan :

pengaliran udara)

- mengurangi /menghikangkan rasa,bau - menghilangkan/mengurangi gas yg tdk dibutuhkan(C02,CH4,NH3.H2S) - Meningkatkan pH air

SEDIMENTASI Tujuan : - dr koagulasi dirubah keadaan zat zat yg mengotori lalu mengendap , disaring(saringan pasir) Cara : -dg +bhn koagulan (tawas,almunium sufat,ferri sulfat, natrium almunium,ferro sulfat, ferri chlorida)

} FILTRASI Saringan Pasir } DESINFEKSI Membunuh mikroorganisme dg memberi bahan kimia (chlor, ozon dan ultraviolet) 0,1 0,2 ppm faktor faktor : Suhu, PH, kadar Chlor CaOCl 60 -70 %. Ca(O Cl)2 15 -30 %

Residual chlor

} Ada wabah atau kemungkinan wabah penyakit water borne disease } Adanya bakteri yg tumbuh dlm pipa distribusi } Ada kemungkinan sambungan illegal pada sistem distribusi } Pemeriksaan bakteriologis, adanya E.Coli dlm air

Hal hal perlu diperhatikan

} Topografi dan jumlah penduduk } Sumber kontaminasi } Fasilitas pengolahan air kotor } Sifat air yang diolah } Data curah hujan dan air mengalir } Jumlah kebutuhan air bersih minimal,maximal dan rata rata

Tahap tahap penjernihan


Air permukaan dipompa ke bak pengendapan I Pr chlorinasi Aerator Bak penambahaan koagulan Bak pencampuran Bak pengendapan II Bak penyaringan pasir Bak chlorinasi Bak reservoir air jernih Bak pompa air unt mempertahankan tekanan tertentu dlm distribusi } Sistim pendistribusi } } } } } } } } } }

Pengolahan sederhana : Bahan : empat buah bak,kaporit,tawas,calsium karbonat,pasir. ijuk Cara : Bak I diisi air yg diolah di +kan kaporit sendok teh untuk 20 liter. Di+kan tawas 4 gram,di+kalsium carbonat 2 gram
Bak I : diisi dengan pasir, kerikil,ijuk untuk menyaring air yang berasal dari bak I BAK III : diisi dengan arang batok kepala untuk menghilangkan bau chlor, tidak enak diminum dan sudah steril

LEPTOSPIRA

} Leptospirosis Penyakit zoonosis yang disebabkan oleh Leptospira, yang dapat ditularkan pada manusia yang rentan

} Manifestasi klinik sangat bervariasi sehingga dapat terjadi misdiagnosis

37

MODUL 5 LBM 1

EPIDEMIOLOGI

} Mortality rate 2,5%-16,45% } DKI Jakarta (KLB Februari-April 2002)


} 138 spes serum man, (+) 44,2% } 103 penderita yang dirwt RS, 21 meninggal (20%) } 142 spes serum rodent, (+) 47%

38

MODUL 5 LBM 1

ETIOLOGI
}Leptospira - spiral tipis - hidup optimal pd : * >22oC * pH basa

MODUL 5 LBM 1

39

Cara penularan ke manusia :

}Kontak dg air, tanah, yg terkontaminasi }Masuk mll slpt lendir, dan kulit luka }Masuk ke peredaran darah ------ organ dan jar. tubuh

MODUL 5 LBM 1

40

} Fase leptospiremia

GEJALA KLINIS

ditandai dengan adanya leptospira di dalam darah dan cairan serebrospinal. }Gejala yang timbul dapat berupa demam mendadak tinggi disertai sakit kepala, nyeri otot, hiperestesi pada kulit , mual, muntah, mencret, penurunan kesadaran, bradikardi relatif, ikterus, injeksi silier pada mata, lesi berupa rash makular, makulopapuler atau urtikaria di kulit dan hepatosplenomegali. Fase ini berlangsung selama 4-9 hari dan berakhir dengan menghilangnya gejala klinis untuk 41 sementara selama 1-3 hari setelah itu masuk ke dalam fase kedua.
MODUL 5 LBM 1

GEJALA KLINIS

} Fase kedua atau fase imun berhubungan dengan terbentuknya IgM dalam sirkulasi dengan gambaran klinis yang sangat bervariasi. Dapat terjadi demam yang tidak terlalu tinggi, gangguan fungsi ginjal dan hati, serta gangguan faal hemostasis dengan manifestasi perdarahan spontan. Ditemukan pula kelainan neorologis berupa meningitis aseptik, gangguan mental, halusinasi, bahkan bisa terjadi psikosis.

42

MODUL 5 LBM 1

GEJALA KLINIS

} fase ketiga atau fase konvalesen biasanya terjadi pada minggu kedua sampai minggu keempat. Hanya, patogenesanya belum jelas

43

MODUL 5 LBM 1

DIAGNOSIS KLINIK
} Diagnosis definitive Bila : - Spesimen (+) - Gejala klinik (+) tes serologi (+) } Diagnosis presumtif Kriteria diagnostik WHO 1982

44

MODUL 5 LBM 1

KRITERIA DIAGNOSTIK WHO 1982


A. Apakah penderita
Sakit kepala mendadak . Conjunctival suffusion .. Demam Demam > 38oC ... Meningismus .. Meningismus, ny otot, conj suff .. Ikterik .. Albuminuria/azotemia B. Faktor epidemiologik Riwayat kontak ..
MODUL 5 LBM 1

Jawab
Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak

Nilai
2/0 4/0 2/0 2/0 4/0 10/0 1/0 2/0 10/0
45

Ya/tidak

KRITERIA DIAGNOSTIK WHO 1982


C. Hasil pemeriksaan serologik
Serologik (+), daerah endemik Serum tunggal (+), titer rendah ... Serum tunggal (+), titer tinggi.. Serum sepasang (+), titer meningkat.. Serologik (+), daerah non endemik Serum tunggal (+), titer rendah ... Serum tunggal (+), titer tinggi.. Serum sepasang (+), titer meningkat..

Jawab
Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak Ya/tidak

Nilai
2/0 10/0 25/0 5/0 15/0 25/0

MODUL 5 LBM 1

46

Leptospirosis bila :

} Presumtive Leptospirosis Bila : A atau A+B>26 atau A+B+C>25 } Sugestive Leptospirosis Bila : A+B antara 20-25

47

MODUL 5 LBM 1

DIAGNOSIS LABORATORIUM

} Px bakteriologik Mikroskop medan gelap ------ positif palsu } Px kultur - Sensitifitas rendah (20%) - Waktu lama

48

MODUL 5 LBM 1

DIAGNOSIS LABORATORIUM
} Tes serologik - MAT - ELISA - Immuno-fluorescent antibody test Tidak mudah dikerjakan Mahal Perlu petugas terlatih
49
MODUL 5 LBM 1

TES DIAGNOSTIK CEPAT & MUDAH


1. Dipstick assay - butuh 2,5-3 jam - sensitivitas 84,5% (<10 hari) 92,1% (>10 hari) - spesifisitas 87,5% (<10 hari) 94,4% (>10 hari)

50

MODUL 5 LBM 1

TES DIAGNOSTIK CEPAT & MUDAH

2. Lateral-flow assay - butuh 10 menit - sensitivitas 85,8% - spesifisitas 93,6%

51

MODUL 5 LBM 1

TES DIAGNOSTIK CEPAT & MUDAH


3. Latex based agglutination test - butuh 30 detik - sensitivitas 72,3% (<10 hari) 88,2% (>10 hari) - spesifisitas 93,9% (<10 hari) 89,8% (>10 hari)

52

MODUL 5 LBM 1

PENGENDALIAN RODENT
} memperbaiki konstruksi rumah sehingga tidak ditempati tikus-tikus. } meniadakan sumber makanan bagi tikus-tikus } Rumah-rumah yang kotor,banyak sisa-sisa makanan berceceran,banyak sampah terutama garbage akan lebih disenangi tikus-tikus daripada rumah-rubah yang bersih. } Peracunan, misalnya dengan :strychnin, warfarin. } Setelah peracunan, harus diikuti dengan penyemprotan dengan insektisida untuk membunuh kutu-kutunya. } dengan perangkap tikus } fumigasi dengan gas: HCN, SO2, CS2 atau CO } Secara alami, dengan kucing. } (dr. Indan Entjang, hal. 110)

Cara pengawasan rodent, termasuk pembasmiannya


} Pengawasan fisik /mekanik(pemukulan,menggunakan kelambu,alat pendingin ruangan,alat pemanas,ataupun memakai pelindung yg dialiri arus liksterik. } pengawasan kimiawi :dengan menggunakan zat kimia yang sifatnya dapt untuk mematikansesuatu yang dapt menggangu kesehatan .(pestisida) ,mengusir,ataupun menimbulkzn day tarik } pengawasan biologis :dengan memanfaatkan binatang lainya yg menjadi musuh dr vector (arthropoda+rodentia) } Pengawasan Cultural

Macam-macam sampah
} Berdasarkan zat kimia yang terkandung di dalanmya., sampah dibagi menjadi: } a. Sampah an-organik, adalah sampah yang umumnya tidak dapat membusuk, misalnya: logam/besi, pecahan gclas, plastik, dan sebagainya. } b. Sampah organik, adalah sampah yang pada umumnya dapat membusuk, misalnya: sisa-sisa makanan, daundaunan. buah-buahan, dan sebagainya. } 2. Berdasarkan dapat dan tidaknya dibakar } a. Sampah yang mudah terbakar, misalnya: kertas, karet, kayu, plastik, kain bekas, dan sebagainya. } b. Sampah yang tidak dapat terbakar, misalnya: kalengkaleng bekas, besi/logam bekas, pecahan gelas, kaca, dan sebagainya.

} Berdasarkan karateristik sampah } a Garbage, yaitu jenis sampah adalah sampah hasil pengolahan atau pembuatan makanan, yang umumnya mudah membusuk, dan berasal dari rumah tangga, restoran, toko, dan scbagainya. } b. Rabish, yaitu sampah yang berasal dari perkantoran, perdagangan baik yang mudah terbakar, seperti kertas, karton. plastik, dan sebagainya, maupun yang tidak mudah terbakar. scperti kaleng bekas, klip, pecahan kaca, gelas, dan sebagainya. } c. Ashes (abu), yaitu sisa pembakaran dari bahan-bahan yang mudah terbakar, termasuk abu rokok.

} d. Sampah jalanan (streer swceping), yaiiu sampah yang bcrasal dari pembersihan jalan, yang terdiri dari campuran bcmacam-macam sampah, daun-daunan, kertas, plastik, pecahan kaca. besi, debu dan sebagainya. } e. Sampah industri, yaitu sampah yang berasal dari industri atau pabrik-pabrik. } f. Bangkai binatang (dead animal), yaitu bangkai binatang yang mati karena alam, ditabrak kendaran, atau dibuang oleh orang. } g. Bangkai kendaraan (Abandaiied vchicie), adalah bangkai mobil, sepeda, sepeda rnotor, dan scbagainya. } h. Sampah pembangunan (construction wfiste), yaitu sampah dari proses pembangunan gedung, runiah dan scbagainya, yang bcrupa puing-puing, polongan-polongan kayu, besi beton. bambu, dan sebagainya.