PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN KARO TAHUN 2000 - 2008
1B

No. Katalog
2B

: 9205.12.11 : 1211.09.02

No. Publikasi
3B

Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah

: 28 Cm x 21 Cm : 86 + vii : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo

Gambar Kulit

Diterbitkan Oleh

: Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya
0B

PETA KABUPATEN KARO

juga berguna untuk melihat Struktur Perekonomian di Kabupaten Karo. Kiranya Publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo tahun 2000 2008 ini dapat bermanfaat bagi semua pemakai data sesuai dengan kebutuhan masing-masing terutama dalam pembangunan Daerah Kabupaten Karo. Selain untuk mengetahui tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kemakmuran Masyarakat. berarti kita telah dapat mengukur Laju Pembangunan khususnya Pembangunan Ekonomi yang dilaksanakan di Kabupaten Karo. M e i 2009 BUPATI KARO DRS. DAULAT DANIEL SINULINGGA . dan sekaligus dapat dijadikan sebagai indikator dasar dalam penentuan kebijakan pembangunan pada tahun berikutnya. Kepada semua pihak. baik Instansi Pemerintah maupun Swasta. Penyajian data penghitungan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo ini sangat penting bagi Pemerintah Daerah. Saya sampaikan terima kasih atas bantuan peran sertanya dalam upaya penyediaan data yang terpercaya dan relevan dalam mendukung Perencanaan Pembangunan. Kabanjahe.B U P A T I K A R O KATA SAMBUTAN Dengan terbitnya Publikasi Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo tahun 2000 – 2008 ini.

KATA PENGANTAR Publikasi "Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 . Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih Kepada Bapak Bupati Karo yang sangat memberikan perhatian kepada data statistik dan telah memberikan bantuan baik moral dan spiritual serta kepada semua pihak yang telah ikut membantu sehingga memungkinkan terbitnya publikasi ini. Untuk itu kami mohon kesediaan pembaca / pengguna data untuk memberikan saran demi kesempurnaan publikasi ini selanjutnya. Kabanjahe. Kami menyadari dalam perhitungan masih ditemui berbagai kelemahan. Ir. 19610227 199003 1 003 DONI BUKIT. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan dalam publikasi ini dihitung menggunakan tahun dasar 2000 dengan ruang lingkup dan metode penghitungan yang lebih disempurnakan. M e i 2009 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN KARO BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KARO Kepala. SE. NIP. Dalam publikasi ini disajikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). persentase maupun indeks. Untuk melengkapi publikasi ini juga disertai dengan penjelasan yang berkaitan dengan konsep definisi PDRB. 19600618 198101 1 001 . baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000 yang penyajiannya dalam bentuk rupiah. PANTAS SAMOSIR Pembina NIP.2008" ini merupakan kerjasama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Karo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karo.

.. BAB 1 PENJELASAN UMUM .......Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman PETA WILAYAH KABUPATEN KARO ………………………………………………… KATA SAMBUTAN BUPATI KARO …………………………………………………… KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………..................... 1....2 Tujuan dan Kegunaan Statistik Pendapatan Regional .................................................… 1..1 Perkembangan PDRB Kabupaten Karo ....6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan ...................GRAFIK ………......... 1...............................................................................................................3 Peranan dan Perkembangan Sektor ....... 1..............................................................................................3 Penggunaan Tahun Dasar ...........4 Konsep dan Defenisi.............. ii iii iv v vi vii 2 3 3 4 4 10 1....................................................................................... 1.................….......................................................... 3.......... TABEL-TABEL POKOK ....................2 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo ......................................................1 Latar Belakang ..........................Sektor Ekonomi di Kabupaten 12 15 17 39 41 42 Karo ...................................… 3........................................ GRAFIK ....... BAB 2 BAB 3 URAIAN SEKTORAL .. DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………........................ DAFTAR TABEL ………………………………………………………………………… DAFTAR GRAFIK ………………………………………………………………………............... TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO ……………………… 3..........................7 Cara Penyajian dan Angka Indeks ...........................................................................................................................................................................................5 Metode Penghitungan Pendapatan Regional ...............…… 44 46 49 80 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 v ..............4 Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo …................................................ 1.................. 3..........................................................

............. Angka-Angka Agregat PDRB...............2008 ............... Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008.............................................................. ......... ........................... ..............3 56 Tabel 4.. Jumlah Penduduk dan PDRB Per kapita Kabupaten Karo 2000 – 2008 ....................................2008 ....1 Tabel 3.............................................................................................................................................................................2 Tabel 3.......6 65 Tabel 4.................... Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ........2008 .............................................2008 ...2 53 Tabel 4.................................................................................................8 71 74 77 Tabel 4................…..... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .... PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000..................... 2006 .......................................... Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 – 2008 .................…............... PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .............................................2008 ................ ...................................................................... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ............ Perbandingan Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001............ Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ..........7 68 Tabel 4...5 45 47 Tabel 3.... 2006 – 2008....................................10 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vi ................................. 2006-2008…................................. 50 Tabel 4..............................................................4 44 Tabel 3..............................................6 TABEL-TABEL POKOK Tabel 4...... Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .......Daftar Tabel DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3..............3 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 ...................... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000.......2008 ............... Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ......... 41 42 43 Tabel 3..............................5 62 Tabel 4.......................................................................................................2008........................................1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ....9 Tabel 4...................4 59 Tabel 4.......................................................2008 ........................2008 ......

Grafik 2..................... Pertumbuhan PDRB Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001-2008…............ PDRB Kabupaten Karo Tahun 2000–2008 ......................................................................................................................... 84 Grafik 5................Daftar Grafik DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 1..... Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vii .................................................................. Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008 ................................................. PDRB Perkapita Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 . 85 86 Grafik 6......... Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007 dan 2008 ................................................................................ 81 82 83 Grafik 3 Grafik 4................................................ Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000-2008 .........

Penggunaan Tahun Dasar 1. Latar Belakang 1. Konsep dan Defenisi 1. Penyajian dan Angka Indeks .2.5. Metode Penghitungan Pendapatan Regional 1.3.1.1. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 1.6.7.4. Tujuan dan Kegunaan 1.

maka sangat diperlukan berbagai jenis data statistik. yang berguna dalam penyusunan program pembangunan tersebut maupun untuk menilai atau mengetahui berhasil tidaknya Visi Pembangunan Kabupaten Karo " Terwujudnya masyarakat Kabupaten Karo yang maju. Meningkatkan peran serta masyarakat khususnya tokoh agama dan rohaniawan dalam penyelenggaraan pemerintahan. 4. Program dan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Karo digambarkan dalam Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Karo. pariwisata. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana Kabupaten Karo. 3. pembangunan dan kemasyarakatan. meningkatkan hubungan ekonomi dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tertier. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia 2. memperluas lapangan kerja.Penjelasan Umum BAB 1 PENJELASAN UMUM 1. Mengembangkan secara optimal pertanian. meningkatkan pemerataan pembagian pendapatan masyarakat. 2 pembangunan yang telah dilakukan. Berdasarkan Visi tersebut di atas. pada hekekatnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. 6. maka data statistik baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan merupakan suatu hal yang mutlak dibutuhkan.1. industri dan perdagangan berbasis agribisnis yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan serta pelestarian hutan dan rehabilitasi lahan yang kritis. Meningkatkan peranan koperasi dan UMKM untuk menunjang perekonomian masyarakat melalui perbankan dan lembaga keuangan non Bank. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . demokratis. beriman dan sejahtera dalam suasana kekerabatan Karo ". Dalam pembangunan di bidang ekonomi. maka Misi yang diemban adalah : 1. Melestarikan nilai-nilai budaya Karo dengan tidak menutup diri terhadap budaya luar yang bersifat positif. Sejalan dengan penyusunan program pembangunan di segala bidang. 5. baik data statistik nasional maupun regional. Latar Belakang yaitu : Dengan pembangunan di segala bidang yang makin pesat dan meluas ke daerah-daerah.

Struktur perekonomian dirinci sebagai berikut : 1. Restoran dan Hotel 7. apakah daerah tersebut agraris. Pertanian 2. Tingkat kemakmuran suatu daerah Dengan demikian dari angka-angka statistik Tingkat kemakmuran suatu daerah digambarkan di dalam pendapatan per kapita. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 pendapatan regional tersebut dapat dilihat struktur perekonomian suatu daerah. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya 9. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Angka-angka statistik pendapatan regional atas dasar harga konstan menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. baik itu secara menyeluruh maupun sektor demi sektor. PDRB per kapita diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Pengklasifikasian ini mengacu kepada klasifikasi sektor yang digunakan dalam 1. struktur 9 perekonomian menjadi (sembilan) sektor. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Konstruksi/Bangunan 6. Pendapatan per kapita merupakan gambaran ratarata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi. Jasa-jasa Pendapatan Regional Tujuan dan kegunaan statistik pendapatan regional antara lain untuk mengetahui : b. 3 .2.Penjelasan Umum 7. Pertambangan dan Penggalian 3. Gas dan air Minum 5. Meningkatkan ketertiban dan ketentraman masyarakat serta kesadaran politik berdasarkan nilai-nilai demokrasi. Perdagangan. 4. c. Mengetahui struktur perekonomian Di dalam penghitungan diklasifikasikan PDRB. Tujuan dan Kegunaan Statistik penghitungan. Listrik. Industri Pengolahan a. pertambangan/penggalian atau industri melalui peranan/kontribusi sektor ekonomi.

1. Atas dasar itu maka tahun 2000 dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh hasil pembangunan pada periode berikutnya.4. Konsep dan Defenisi Untuk memahami lebih lanjut mengenai data yang tersedia. Penggunaan Tahun Dasar besaran positip. dilakukan karena keadaan perekonomian tahun 1993 sebagai tahun dasar dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi perekonomian pada saat sekarang ini. regional Propinsi di Indonesia. karakteristik. didasarkan pada pengamatan bahwa perekonomian selama tahun 2000 dipandang relatif stabil dan mantap dimana sejak tahun 2000 – 2003 pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari tahun ke tahun dengan (Inflasi/Deflasi) Perbandingan antara PDRB atas dasar harga berlaku dengan PDRB atas dasar harga konstan merupakan angka indeks implisit yang dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya perubahan harga barang dan jasa secara keseluruhan.Penjelasan Umum d. yang berlaku untuk seterusnya. Selain itu juga sesuai rekomendasi PBB agar penghitungan PDB atas dasar harga konstan dimutakhirkan secara periodik dengan menggunakan tahun referensi yang berakhiran 0 dan 5. bisa dinyatakan bahwa struktur ekonomi tahun 2000 telah berbeda dengan tahun 1993. Penentuan tahun dasar 2000 sebagai tahun dasar yang baru. Mengetahui tingkat perubahan harga Secara ringkas. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 4 . arti. dimana pada seri pendapatan regional tahun-tahun sebelumnya menggunakan tahun dasar 1993. 1. terlebih setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 yang berdampak kepada perubahan struktur perekonomian Indonesia.3. Hal itu bisa diberi makna sebagai awal berjalannya proses pemulihan ekonomi keseragaman seluruh Untuk penghitungan mendapatkan pendapatan setelah keterpurukan akibat krisis ekonomi pada tahun 1997. PDRB Kabupaten Karo telah dihitung secara kontinu setiap tahun dan publikasi ini merupakan urutan seri tahun 2000-2008. Dengan menggunakan tahun dasar 2000. Perubahan tahun dasar ini. ujud phisik. BPS menganjurkan agar mulai tahun 2000 penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di seluruh Indonesia menggunakan seri penghitungan pendapatan regional dengan tahun dasar 2000.

akan diperoleh Produk Domestik defenisinya.Penjelasan Umum batasan dan sifat kegiatan tentang eksistensi.2. Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Harga Pasar dikeluarkan. penyusutan dan pajak tidak Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Perbedaan antara konsep bruto dan netto ialah karena pada konsep bruto faktor penyusutan masih termasuk di dalamnya. bunga. 5 pendapatan (upah dan gaji. sedangkan pada 1. Defenisi yang berbeda akan menghasilkan data yang berbeda pula. Dengan demikian penjelasan konsep dan defenisi menjadi amat penting untuk dipahami dalam penghitungan pendapatan regional.sewa tanah dan keuangan). Jadi dengan menghitung nilai tambah bruto dari masing-masing sektor dan menjumlahkan nilai tambah bruto dari seluruh sektor tadi. kendaraan dsb) yang terjadi selama barang modal tersebut ikut serta dalam proses produksi. Jadi produk domestik regional bruto atas dasar harga pasar dikurangi dengan penyusutan akan diperoleh produk domestik regional netto atas dasar harga pasar. peralatan. Penyusutan yang dimaksud disini adalah nilai susut (aus) barang-barang modal atau pengurangan nilai barang-barang modal (mesin-mesin. maka hasilnya merupakan ‘penyusutan’ yang dimaksud di atas.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Pasar Angka PDRB atas dasar harga pasar dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah. Jika nilai susut barang-barang modal dari seluruh sektor ekonomi dijumlahkan.4. kesimpulan yang menyimpang dari keadaan yang diinginkan.4. Nilai tambah bruto disini mencakup komponen-komponen faktor konsep netto komponen penyusutan telah 1. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi dengan biaya antara (intermediate cost). perubahan dan perpindahan suatu barang dan jasa harus tercermin jelas dalam konsep dan langsung netto. menghasilkan interpretasi Selanjutnya akan dan penarikan Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar.

Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Biaya Faktor Perbedaan antara konsep biaya faktor dan konsep harga pasar di atas ialah karena adanya pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada unit-unit produksi. Dengan demikian pajak tidak langsung dan subsidi mempunyai pengaruh yang berlawanan terhadap harga barang dan jasa. Pajak tidak langsung meliputi pajak penjualan. kalau Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 6 . merupakan jumlah dari pendapatan yang berupa upah dan gaji.4. . Pajak tidak langsung dari unitunit produksi dibebankan pada biaya produksi atau pada pembeli hingga lansung berakibat menaikkan harga barang. Misalnya. atau merupakan pendapatan yang berasal dari wilayah tersebut. tetapi perusahaan tadi beroperasi di daerah tersebut.3.4. Akan tetapi pendapatan yang dihasilkan tadi.Penjelasan Umum 1. sebab ada sebagian pendapatan yang diterima penduduk daerah lain. Pendapatan Regional Dari konsep-konsep yang diterangkan di atas dapat diketahui bahwa produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor sebenarnya merupakan jumlah balas jasa faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di wilayah tersebut. bunga. sewa tanah dan keuntungan yang timbul. subsidi yang diberikan pemerintah kepada unit-unit produksi terutama unit-unit produksi yang dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas dengan tujuan untuk menekan/menurunkan harga hingga bisa dijangkau/dibeli oleh masyarakat luas. bea ekspor. maka hasilnya adalah Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor. dalam penghitungan pendapatan regional disebut pajak tidak langsung netto. 1. yaitu milik orang yang mempunyai modal tadi.4. Berlawanan dengan pajak tidak langsung yang berakibat menaikkan harga barang jadi (output). Sebaliknya. Kalau produk domestik regional netto atas dasar harga pasar dikurangi dengan pajak tidak langsung netto. maka dengan sendirinya keuntungan perusahaan itu sebagian akan menjadi milik orang luar. Produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor. kecuali pajak pendapatan dan pajak perseroan. suatu perusahaan yang modalnya dimiliki oleh orang luar. Selisih antara pajak tidak langsung dan subsidi. cukai dan lain-lain pajak. tidak seluruhnya menjadi pendapatan penduduk daerah tersebut.

Produk regional netto inilah yang sebenarnya merupakan pendapatan regional. hingga produk regional terpaksa belum dapat dihitung dan untuk sementara dalam penghitungannya pendapatan regional dianggap sebagai produk domestik regional netto. pajak pendapatan income tidak taxes) dibagikan perusahaan tadi akan mengalir ke dalam daerah tersebut. Bila pendapatan regional ini dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah itu. ditambah dengan pendapatan netto yang mengalir dari/ke daerah lain akan sama dengan. dikurangi pajak tidak langsung netto akan sama dengan. diterima oleh transfer yang Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 7 . Akan tetapi untuk mendapatkan angkaangka tentang pendapatan yang mengalir keluar/masuk ini (yang secara nasional diperoleh dari Neraca Pembayaran Luar Negeri) masih sangat sukar diperoleh pada saat ini.5. Pendapatan Perorangan dan Pendapatan Siap Dibelanjakan Dari beberapa hal yang telah diuraikan di atas. dikurangi penyusutan akan sama dengan.4. ) Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor (NRDP at factor cost). maka akan dihasilkan suatu pendapatan per kapita. maka konsep-konsep yang dipakai dalam pendapatan regional dapat diuraikan sebagai berikut: ) Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (GRDP at market prices). ) Produk Domestik Regional Nettto Atas Dasar Harga Pasar (NRDP at market prices). iuran kesejahteraan sosial ditambah (social security contribution). Kalau produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor dikurangi dengan pendapatan yang mengalir keluar dan ditambah pendapatan yang masuk dari daerah lain maka hasilnya akan merupakan produk regional netto yaitu merupakan jumlah pendapatan yang benar-benar diterima (income receipt) oleh seluruh penduduk yang tinggal di daerah tersebut. perusahaan keuntungan (undistributed profit). yang menjadi pendapatan bagi pemilik modal itu.Penjelasan Umum ada penduduk daerah ini menanamkan modal di luar daerah maka sebagian keuntungan 1. ) Pendapatan Regional bila dikurangi (corporate yang (regional income).

transfer yang dibayarkan oleh rumahtangga akan sama dengan. bila dikurangi pajak rumahtangga. keuntungan yang tidak dibagikan ditahan perusahaan-perusahaan dan dana jaminan sosial dibayar kepada instansi-instansi yang berwenang. Bila pendapatan perorangan ini dikurangi dengan pajak yang langsung dibebankan kepada rumahtangga dan hibah yang diberikan oleh rumahtangga maka hasilnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 8 . Hal ini menyebabkan nilai produksi domestik yang timbul di suatu daerah bisa tidak sama dengan pendapatan yang diterima penduduk daerah tersebut. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian tidak dibayar kepada rumahtangga akan tetapi pajak pendapatan perusahaan diterima oleh pemerintah. ) Pendapatan Perorangan (personal income). Dengan susunan ini terlihat bahwa pendapatan perorangan merupakan pendapatan yang diterima oleh rumahtangga.Penjelasan Umum rumahtangga. Produk Domestik dan Produk Regional Seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan di wilayah domestik. merupakan bersangkutan. bunga netto atas hutang merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income). akan sama dengan. Yang dimaksud dengan ‘wilayah domestik’ atau ‘region’ adalah meliputi wilayah yang betul-betul berada dalam batas geografis daerah tersebut. Pendapatan yang timbul oleh karena adanya kegiatan produksi tersebut merupakan pendapatan domestik. produk domestik region yang rumahtangga. Ternyata tidak seluruh pendapatan regional diterima oleh memperhatikan apakah faktor produksinya berasal dari/atau dimiliki oleh penduduk daerah tersebut. pemerintah. Kenyataan menunjukkan bahwa ada sebagian dari kegiatan produksi yang dilakukan di suatu daerah namun beberapa faktor produksinya berasal/masuk dari daerah lain dan sebaliknya. Tetapi sebaliknya rumah tangga masih menerima tambahan yang merupakan transfer payments baik dari pemerintah maupun perusahaan dan bunga netto atas hutang pemerintah.4. tanpa (disposable income). ) Pendapatan yang siap dibelanjakan 1.6.

Pendapatan regional dengan faktor inflasi yang masih ada di 1. untuk mengetahui pendapatan yang sebenarnya (riel). Oleh karena itu. faktor inflasi ini terlebih dahulu harus dikeluarkan. Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Angka-angka menggambarkan pendapatan kenaikan regional ataupun Harga dalamnya merupakan pendapatan regional atas dasar harga berlaku. Dengan alasan inilah maka pendapatan regional perlu disajikan dalam dua bentuk. kenaikan/penurunan tingkat pendapatan yang tidak dipengaruhi oleh faktor perubahan harga. Kenaikan/penurunan nilai tersebut dapat dibedakan oleh dua faktor: 1. Bila terjadi kenaikan riel pendapatan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 9 . Jadi produk regional merupakan produk yang betul-betul ditimbulkan oleh faktor produksi yang dimiliki penduduk daerah tersebut. Bila terjadi kenaikan pendapatan yang hanya disebabkan karena adanya inflasi (menurunnya nilai uang) akan melemahkan daya beli masyarakat. deviden dan keuntungan maka timbul perbedaan antara produk domestik dan produk regional. yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga adanya penurunan nilai pendapatan masyarakat di suatu daerah. penduduk berarti daya beli penduduk di daerah tersebut meningkat.7. Sedangkan pendapatan regional dengan faktor inflasi yang sudah ditiadakan merupakan pendapatan regional atas dasar harga konstan. Kenaikan/penurunan pendapatan yang disebabkan karena adanya faktor perubahan harga. Kenaikan/penurunan riel yaitu konstan. Yang dimaksud produk regional adalah produk domestik ditambah pendapatan dari luar daerah dikurangi dengan pendapatan yang dibayar ke luar daerah tersebut. 2.4.Penjelasan Umum Dengan adanya arus pendapatan yang mengalir antara daerah ini (termasuk juga dari/ke luar negeri) yang pada umumnya berupa upah/gaji.

pertambangan. Dalam hal sektor Pemerintahan dan usaha yang sifatnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 10 . Pendekatan Pendapatan Dalam pendekatan pendapatan maka nilai tambah dari setiap kegiatan ekonomi dihitung dengan jalan menjumlahkan semua balas jasa faktor produksi yaitu upah dan gaji. 1.1.5. Metode Langsung 1. Nilai ini sama dengan balas jasa atas ikut sertanya faktor produksi dalam proses produksi.1.5. Pendekatan Produksi 2. dan sebagainya. Nilai tambah merupakan selisih antara nilai produksi (output) dan nilai biaya-biaya antara (intermediate cost) yang dipakai dalam proses produksi. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.1. industri. surplus usaha.5.2. Metode Pendapatan Penghitungan Regional 1. Pendekatan ini banyak digunakan untuk memperkirakan nilai tambah dari kegiatan-kegiatan produksi yang berbentuk barang. Metode Tidak Langsung Yang dimaksud dengan metode langsung adalah penghitungan dengan mempergunakan data daerah secara terpisah sama sekali dengan data nasional sehingga hasil penghitungannya memperlihatkan seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan daerah tersebut. seperti pertanian. Pendekatan Produksi Pendapatan regional dapat dihitung Pendekatan dari segi produksi ini melalui dua metode yaitu: 1. Metode Langsung 2. bermaksud untuk menghitung nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing total produksi bruto tiap-tiap sektor atau sub sektor. Pendekatan Pengeluaran Sedangkan metode tidak langsung adalah cara alokasi yaitu mengalokasikan pendapatan nasional menjadi pendapatan regional dengan memakai berbagai macam indikator sebagai alokatornya.1.Penjelasan Umum 1.5. Metode langsung dapat dilakukan dengan mempergunakan 3 macam pendekatan yaitu: 1. Pendekatan Pendapatan 3.

3. karena yang akan dihitung hanya nilai barang dan jasa yang berasal dari produksi dalam negeri saja. Alokator yang dapat digunakan 1. Yang dimaksud dengan surplus usaha disini adalah bunga netto.5.Penjelasan Umum tidak mencari untung. Metode Tidak Langsung kurang lengkapnya mengenai nilai produksi dan biaya antara (intermediate cost). Metode pendekatan pendapatan ini Dipakainya istilah ekspor netto disini. surplus usaha tidak diperhitungkan. banyak dipakai pada sektor yang produksinya berupa jasa seperti sektor Pemerintahan. Pendekatan Pengeluaran adalah: ) Nilai produksi bruto atau netto setiap sektor/sub sektor ) Jumlah produksi fisik ) Jumlah Tenaga kerja ) Jumlah Penduduk ) Alokator tidak langsung 1. Jadi kalau dilihat dari segi penggunaan maka total supply dari barang dan jasa itu digunakan untuk: ) Konsumsi rumahtangga ) Konsumsi lembaga Swasta yang tidak mencari untung ) Konsumsi Pemerintah ) Pembentukan modal tetap bruto ) Perubahan stok ) Ekspor netto Dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari alokator tersebut dapat diperhitungkan PDRB secara alokasi yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 11 . Hal ini terutama tersedianya disebabkan dan oleh karena tidak data Metode tidak langsung adalah suatu cara mengalokasikan produk domestik bruto propinsi ke setiap kabupaten/kota dengan menggunakan alokator tertentu. maka dari jumlah penyediaan di atas nilai impor perlu dikeluarkan kembali.1. Pendekatan dari segi pengeluaran bertitik tolak pada penggunaan akhir dari barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri.5. sewa tanah dan keuntungan.2.

Mengingat sifat barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap sektor. Harga Berlaku 2. Harga Konstan sebagai berikut: 1.6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan Hasil penghitungan PDRB disajikan atas dasar : 1. Pertambangan dan Penggalian. sub sektor dan sektor.1. yaitu harga yang diterima oleh produsen atau harga yang terjadi pada 12 merupakan jumlah Nilai Tambah Bruto (NTB) atau nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Selain itu diperlukan juga data harga per unit/satuan dari barang yang PDRB atas dasar harga berlaku dihasilkan. Harga yang dipergunakan adalah harga produsen. Setelah itu ditentukan kualitas dari jenis barang yang dihasilkan. yang dinilai dengan harga tahun yang bersangkutan. Untuk sektor primer yang produksinya bisa diperoleh secara langsung dari alam seperti Pertanian. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dipergunakan tidak selalu sama antara satu kabupaten dan kota dengan kabupaten dan kota lainnya.Penjelasan Umum NTBi ¦O i 1 n Oi i xNTBk unit-unit produksi dalam suatu periode tertentu. Satuan dan kualitas yang yang 1.6. pertamakali dicari kuantum produksi dengan satuan standar yang biasa digunakan. NTB menggambarkan perubahan Volume/Quantum Produksi yang dihasilkan dan ¦O 1 1 n = Jumlah Indikator (Kabupaten) = Banyaknya Kecamatan tingkat perubahan harga dari masing-masing kegiatan. biasanya satu tahun. maka penilaian NPB/Output dilakukan n 1. Keterangan : NTBI = Nilai Tambah Bruto Kecamatan NTBk = Nilai Tambah Bruto Kabupaten Oi = Indikator Kecamatan i NTB atas dasar harga berlaku yang didapat dari pengurangan NPB/Output dengan biaya antara masing-masing dinilai atas dasar harga berlaku.

Untuk sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri pengolahan. listrik.2. Selain itu diperlukan juga indikator harga dari masingmasing kegiatan. Untuk sektor-sektor yang secara umum produksinya berupa jasa seperti sektor perdagangan. tahun dasar sangat Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 13 . dihitung pula nilai produksi ikutan yang dihasilkan dengan anggapan mempunyai nilai ekonomi. yang sesuai dengan kegiatan. sewa rumah dan jasa perusahaan serta pemerintah dan jasajasa.6. kegiatan. Bank dan pengangkutan dan komunikasi. subsektor dan sektor yang bersangkutan. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Konstan Seperti telah diuraikan sebelumnya. Untuk penghitungan dengan kuantum mencari Selain menghitung nilai produksi utama. penghitungan seri pendapatan nasional/regional atas dasar harga konstan. komoditi pada tahun yang bersangkutan. subsektor dan sektor yang bersangkutan. 2. tahun yang 3. dan sektor bangunan. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masingmasing komoditi pada bersangkutan. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator harga masing-masing komoditi/jasa pada tahun yang bersangkutan. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masing-masing 1. restoran dan hotel. subsektor dan yang benar-benar dihasilkan sehubungan dengan proses produksi utamanya. Produksi ikutan yang dimaksudkan adalah produksi ikutan produksinya dilakukan indikator produksi masing-masing sektor. lembaga keuangan lainnya. penghitungan sama dengan sektor primer. Data yang diperlukan adalah kuantum produksi yang dihasilkan serta harga produsen masing-masing Pemilihan indikator produksi didasarkan pada karakteristik jasa yang dihasilkan serta disesuaikan dengan data penunjang lainnya yang tersedia. Selain itu dihitung juga produksi jasa yang digunakan sebagai pelengkap dan tergabung menjadi satu kesatuan usaha dengan produksi utamanya. gas dan air minum.Penjelasan Umum transaksi pertama antara produsen dengan pembeli/konsumen.

Ekstrapolasi Nilai tambah masing-masing tahun atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mengalikan nilai tambah pada tahun dasar dengan indeks produksi. karena mencakup komponen input yang terlalu banyak disamping data harga yang tersedia tidak dapat memenuhi semua keperluan tersebut.6. sangat sulit melakukan revaluasi terhadap biaya antara yang digunakan.2. D e f l a s i Nilai tambah atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara membagi nilai tambah atas dasar harga berlaku masing-masing tahun dengan indeks harga.2. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator biasanya merupakan indeks harga perdagangan besar dan sebagainya.2. Agregat yang dimaksud tersebut dapat merupakan produk domestik bruto secara 1.3. Dalam prakteknya. kemudian dengan menggunakan rasio tetap nilai tambah terhadap output akan diperoleh perkiraan nilai tambah atas dasar harga konstan. yang dianggap cocok dengan jenis kegiatan yang dihitung. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 14 . Oleh karena itu biaya antara atas dasar harga konstan biasanya diperoleh dari perkalian antara output dari masing-masing tahun dengan rasio tetap biaya antara terhadap output pada tahun dasar. tenaga kerja.6. yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut: ekstrapolator dapat merupakan indeks dari masing-masing produksi yang dihasilkan ataupun indeks dari berbagai indikator produksi seperti 1. cara menilai produksi dan biaya antara masing-masing tahun dengan harga pada tahun dasar. jumlah perusahaan dan lainnya.1. 1. dan hasilnya merupakan output dan biaya antara hasil perhitungan di atas. Indeks produksi sebagai keseluruhan. Ekstrapolasi dapat juga dilakukan terhadap perhitungan output atas dasar harga konstan.6.Penjelasan Umum penting untuk melihat perkembangan riel dari tahun ke tahun dari setiap agregat ekonomi yang diamati.2. Revaluasi Revaluasi adalah penilaian kembali. nilai tambah sektoral atas dasar harga konstan.

deflasi terhadap sangat biaya sulit antara. yang masing-masing dapat dibedakan sebagai berikut: komponen nilai tambah dan komponen pengeluaran produk domestik bruto. pendapapatan dinilai atas dasar harga tetap yang terjadi pada tahun dasar. semua agregat disamping karena komponennya terlalu banyak.7. sedangkan nilai tambah diperoleh dari selisih antara output dan biaya antara yang telah dideflasi tersebut. Oleh karena itu dalam penghitungan harga konstan. 1. Deflasi Berganda 1. maka 15 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Sedangkan indeks harga untuk biaya antara adalah indeks harga dari komponen input terbesar. Pada penyajian atas dasar harga konstan suatu tahun dasar. secara seri selalu disajikan dalam dua bentuk yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan suatu tahun dasar.4. Karena menggunakan harga tetap.2. dalam keadaan dimana nilai tambah atas dasar harga yang berlaku justru diperoleh dengan mengalikan nilai tambah atas dasar harga konstan dengan indeks harga tersebut. Pada melakukan kenyataannya. yang dideflasi adalah output dan biaya antara. produk Penghitungan domestik komponen bruto penggunaan harga atas dasar konstan juga dilakukan dengan menggunakan cara-cara di atas. 1. Pada penyajian atas dasar harga berlaku. 2. tetapi mengingat data yang tersedia maka cara deflasi dan ekstrapolasi lebih banyak dipakai.6. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator untuk penghitungan output atas dasar harga konstan biasanya merupakan indeks harga produsen atau indeks harga perdagangan besar sesuai dengan cakupan komoditinya. Cara Penyajian dan Angka Indeks Dalam deflasi berganda ini.Penjelasan Umum Indeks harga diatas dapat pula dipakai sebagai inflator. deflasi berganda ini belum banyak digunakan. semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga yang berlaku pada masing-masing tahun baik pada saat menilai produksi dan biaya antara maupun pada penilaian Agregat-agregat pendapatan seperti yang telah diuraikan di atas. juga karena indeks harganya belum tersedia secara baik.

Agregat-agregat pendapatan juga disajikan dalam bentuk angka indeks 100. Indeks ini menunjukkan dari tingkat agregat perkembangan pendapatan harga terhadap harga pada tahun dasar. yang mana masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut: x Indeks perkembangan. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat setiap tahun terhadap tahun sebelumnya. indeks berantai dan indeks implisit. diperoleh dengan membagi nilai-nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun dasar. Selanjutnya bila dari indeks harga implisit ini dibuatkan indeks berantai. pendapatan dari tahun ke tahun terhadap tahun dasar. Jadi disini tahun sebelumnya selalu dianggap 100. diperoleh dengan membagi nilai atas dasar harga berlaku dengan nilai atas dasar harga konstan untuk masing-masing tahun dikalikan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 16 .Penjelasan Umum perkembangan agregat pendapatan dari tahun ke tahun semata-mata karena perkembangan produksi riel dan bukan karena kenaikan harga. dikalikan 100. x Indeks berantai. diperoleh dengan membagi nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun sebelumnya. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat pendapatan untuk masing-masing tahun dibandingkan tahun sebelumnya. dikalikan 100. akan terlihat tingkat perkembangan harga (perkembangan). x Indeks harga implisit.

.

Uraian Sektoral

BAB 2 URAIAN SEKTORAL

Uraian sektoral yang disajikan dalam bab ini mencakup ruang lingkup, defenisi, dan sumber data yang digunakan untuk masing-masing sektor dan sub sektor, cara-cara perhitungan nilai tambah baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000.

sayuran, dan buah-buahan. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis, seperti jerami, daun, pelepah, batang, kelobot dan sebagainya juga dimasukkan dalam penggolongan ini. Data produksi diperoleh dari BPS Propinsi Sumatera Utara, BPS Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Data harga diperoleh dari survei yang dilakukan BPS, seperti harga untuk komoditi palawija, sayur-sayuran, dan buahbuahan pada tingkat harga pasar pedesaan (HP1), harga untuk komoditi padi pada tingkat loko gudang petani (HP2), dan harga komoditi-komoditi tertentu lainnya yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Diperta setempat. Nilai Tambah Bruto (NTB) atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu nilai produksi bruto (NPB)/output dikurangi dengan jumah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masing-masing komoditi setiap tahun. Sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi, yaitu mengalikan produksi pada masing-masing tahun dengan

2.1. Sektor Pertanian

Sektor

pertanian

meliputi

kegiatan

pengusahaan dan pemanfaatan benda-benda biologis (hidup) yang diperoleh dari alam dengan tujuan untuk konsumsi. Sektor pertanian meliputi sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya,

kehutanan, dan perikanan.

2.1.1. Tanaman Bahan Makanan

Sub sektor tanaman bahan makanan mencakup segala jenis tanaman yang dihasilkan dan digunakan sebagai bahan makanan, seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kentang dan umbi-umbi lain, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan kacang-kacangan lain, sayur-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

18

Uraian Sektoral

harga pada tahun 2000, kemudian dikurangi lagi dengan jumlah biaya antara yang telah dinilai dengan harga tahun 2000.

Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo, sedangkan data harga untuk masing-masing komoditi beragam seperti harga ekspor (HEK), harga perdagangan besar (HPB), harga eceran

2.1.2. Tanaman Perkebunan

(HE) atau harga produsen (HP) dikumpulkan secara berkala oleh BPS. perkebunan

Sub

sektor

tanaman

NTB atas dasar harga berlaku masingmasing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing jenis komoditi setiap tahun, sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil

mencakup segala jenis tanaman perkebunan baik yang diusahakan oleh rakyat maupun oleh perusahaan perkebunan besar yang menghasilkan komoditi-komoditi seperti karet, kopi, teh, kina, coklat, minyak sawit, inti sawit, tebu, rami, serat manila, kelapa, kapuk, cengkeh, pala, lada, kulit kayu manis, panili, kemiri, pinang, minyak sereh, gambir, biji jarak, kumis kucing, dan sebagainya. Termasuk pula di sini hasil/produksi

pengolahan SKPR. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara yang dinilai dengan harga tahun 2000.

pengolahan sederhana, yang pada umumnya kegiatannya menjadi satu usaha dengan kegiatan perkebunannya, seperti karet remah, gula merah, minyak kelapa, tembakau olahan, kopi olahan, teh olahan, kopra, dan minyak sawit. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis dari produk-produk tersebut di atas, seperti batang pohon, sabut kelapa, daun, akar, dan sebagainya tetap dimasukkan sebagai hasil/produksi. Data produksi diperoleh dari BPS

2.1.3. Peternakan dan Hasil-Hasilnya

Subsektor peternakan mencakup kegiatan pemeliharaan ternak besar, ternak kecil dan unggas yang bersifat komersial dengan tujuan untuk dikembangbiakkan, dipotong dan diambil hasil-hasilnya, seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, domba, ayam, itik, burung, ulat sutera dan sebagainya. Produksi yang dicakup meliputi

Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian, Peternakan,

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

19

Uraian Sektoral

ternak lahir, pertambahan berat badan, hasil-hasil pemotongan seperti daging, jeroan, kulit, tulang, dan hasil-hasil ternak lainnya (susu, telur, kokon, madu, kotoran ternak dan lain-lain). Karena data mengenai jumlah ternak lahir dan pertambahan berat badan tidak tersedia secara lengkap, maka untuk memperkirakan produksi ternak berbeda dengan memperkirakan produksi pada kegiatan lainnya. Produksi ternak diperkirakan sama dengan jumlah ternak yang dipotong, ditambah perubahan stok populasi ternak. Data komponen produksi ternak diperoleh dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo serta survei-survei yang dilakukan oleh BPS serta instansi lainnya. Sedangkan data harga berupa HEK, HP, dan harga konsumen (HK) dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Instansi terkait setempat. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi, sama seperti yang dilakukan pada sub sektor sebelumnya, baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000.

atau badan usaha, yang mencakup usaha penanaman, pemeliharaan, penanaman kembali, dan penebangan hutan serta pengambilan getahgetahan dan akar-akaran. Produksi yang

dihasilkan meliputi kayu gelondongan, kayu belahan/potongan (kayu pertukangan), kayu

bakar, bambu, rotan, damar dan sebagainya. Hasil pengolahan sederhana yang pada umumnya dilakukan di areal hutan, seperti pembuatan arang, penyaringan getah dan sebagainya, dimasukkan pula dalam sub sektor ini. dicakup pula Di samping itu kegiatan

perburuan/penangkapan dan pembiakan binatang liar/margasatwa dengan tujuan komersial seperti perburuan burung-burung liar, penangkapan

penyu, buaya, ular dan sebagainya. Produksi yang dihasilkan berupa binatang hidup/mati, binatang lahir (anak), daging, sarang (khusus burung), kulit, tanduk, telur, dan lain-lain. Tidak termasuk disini kegiatan-kegiatan dengan tujuan untuk penelitian, olah raga, kebun binatang, dan hobi (kegemaran). Data produksi diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan BPS Kabupaten Karo, sedangkan untuk harga masingmasing komoditi dipergunakan beberapa macam harga seperti HEK, HPB, HP, dan HK, yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup setempat.

2.1.4. Kehutanan Sub sektor kehutanan mencakup kegiatan yang dilakukan di areal hutan oleh perorangan

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

20

5. dimasukkan pada kegiatan utamanya. Perikanan Subsektor perikanan mencakup kegiatan penangkapan. seperti HP2 dan harga lelang. Data produksi diperoleh dari Dinas Pertanian. dan penyebaran penanaman. kepiting. seperti ikan. Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo. pembasmian pertanian. pelayanan kesehatan hewan dan jasa pertanian lainnya. gradasi. sama seperti yang dilakukan pada subsektor sebelumnya. rumput laut. sawah. yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dan sulit dipisahkan dari dari kegiatan utama di masing-masing sektor pemeliharaan/pembiakan segala jenis binatang dan tumbuhan air. pembilasan/sortasi dan gradasi hasil. juga dikumpulkan secara berkala oleh BPS. Sedangkan data harga di samping dari dinas yang sama. Beberapa pengolahan bibit/benih. Termasuk juga usaha pelayanan kegiatan perikanan yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dengan kegiatan penangkapan/pemeliharaan ikan seperti sortasi. pemetikan dan pemangkasan. danau dan sungai) dan perikanan air payau/tambak. kegiatan tersebut adalah pemupukan. persiapan lelang ikan. Menurut tempat penangkapannya. pengambilan dan hama. ubur-ubur. tanah.Uraian Sektoral Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi. pemanenan. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi pertanian yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak. baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000. mutiara. penyemaian penyemprotan/pembasmian hama. pertanian. udang. perbaikan dan pemeliharaan tambak/empang. 2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 21 . baik yang di air tawar maupun asin. Penghitungan nilai tambah kegiatan ini berbeda antar daerah/propinsi sesuai dengan kondisinya dan data yang tersedia. dan sebagainya. sub sektor perikanan dibagi menjadi perikanan laut dan perikanan darat yang terdiri dari perikanan air tawar (kolam. bunga karang. Juga dimasukkan kegiatan pengolahan sederhana binatang air dan hasil-hasil lainnya seperti pengeringan dan penggaraman ikan. pemupukan dan penyelenggaraan sistem pengaturan air untuk tambak/empang. Peternakan.1.

BPS Kabupaten Karo yang dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan dan publikasi Statistik Ekspor yang diterbitkan oleh BPS Pusat. seperti input sektor konstruksi dan industri. Penghitungan NTB atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi. benda cair. pencucuian.Uraian Sektoral 2. seperti batu kali. dilakukan perkiraan melalui pendekatan penggunaan. penggalian. Data produksi barang tambang diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi yang bersumber dari Buku Tahunan Pertambangan Indonesia. penyaringan. tanah liat. (b) Penggalian batu-batuan. Produksi yang dihasilkan meliputi (a) Pertambangan: batu bara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing komoditi setiap tahun. nikel. Bagi komoditi-komoditi yang data harganya tidak tersedia secara lengkap.2. dan pengambilan/ pemanfaatan segala macam benda non-biologis. bauksit. yaitu NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. kaolin. Produksi garam diperoleh dari Buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 22 . perak. dengan produksinya berupa garam kasar. sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari Tabel Input-Output (I O) Sumatera Utara dan hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). pasir. Bagi komoditi-komoditi yang NPB/output-nya dihitung melalui pendekatan pemakaian di sektor lain Pembuatan garam (penggaraman). tembaga. gas bumi dan biji logam. pasir besi. dilakukan pengumpulan data melalui survei khusus lainnya secara berkala. kerikil. barang mineral dan barang galian yang tersedia di alam. Produksi barang galian datanya diperoleh dari Buku Tahunan Pertambangan dari hasil survei Pusat Pertambangan Teknologi Mineral (PPTM) maupun survei-survei lainnya (SKPR). Bagi komoditi yang datanya tidak tersedia/sulit Penggalian Sektor pertambangan dan penggalian mencakup kegiatan penambangan. pasir. timah. mangan. baik berupa benda padat. (c) diperoleh. keramik. yaitu menghitung pemakaian (input) disektor lain. Data harga diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi. Sektor Pertambangan dan Tahunan Pertambangan maupun survei-survei lainnya yang digunakan sebagai pelengkap. pengeboran. pemilihan. seperti barang tambang. aluminium. seperti biji besi. emas. minyak bumi. tanah liat. maupun gas. dan sebagainya. dan logam lainnya serta aspal alam.

Sektor Industri Pengolahan 1. dan pelastik 6. percetakan dan penerbitan 5. yaitu meliputi industri besar. sedang pengolahannya dapat dilakukan dengan tangan atau mesin. dan industri kerajinan rumahtangga tenaga kerjanya lebih kecil atau sama dengan 4 orang. Secara garis besarnya kegiatan industri dikelompokkan menjadi: 2. batu bara. minyak bumi.Uraian Sektoral tersebut (industri dan konstruksi) setelah dinilai dengan harga produsen. NTB adalah NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Industri tekstil.3. Pengelompokan lainnya dari kegiatan industri dibuat berdasarkan jenis komoditi utama yang dihasilkan oleh masing-masing perusahaan. Disini dibedakan empat kelompok industri Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 23 . Kegiatan sektor industri amat beragam dilihat dari komoditi yang dihasilkan dan cara pengolahannya. dan rumahtangga. kecil. Sedangkan untuk penggalian dan penggaraman digunakan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks Indikator Produksi yang digunakan. pakaian jadi. sedang. industri kecil antara 5 sampai dengan 19 orang. Industri besar adalah perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja lebih atau sama dengan 100 orang. minuman. Industri makanan. Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia. Industri kertas dan barang-barang dari kertas. Industri kayu dan barang dari kayu termasuk alat-alat rumahtangga dari kayu 4. Industri barang galian bukan logam kecuali minyak bumi dan batu bara 7. NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk kegiatan pertambangan dihitung dengan cara revaluasi. industri sedang antara 20 sampai dengan 99 orang. Industri logam dasar Sektor industri mencakup kegiatan untuk mengubah atau mengolah suatu barang organik dan anorganik menjadi barang baru sehingga mempunyai nilai yang lebih tinggi. yaitu mengalikan produksi tahun yang bersangkutan dengan harga tahun 2000 kemudian dikurangi dengan jumlah biaya antara. seperti jumlah tenaga kerja dan jumlah satuan usaha. Pengelompokan yang telah dilakukan oleh BPS didasarkan pada proses produksi dan banyaknya tenaga kerja yang terlibat. dan tembakau 2. karet. dan kulit 3.

kemudian diinflate/dikalikan dengan indeks harga implisit sub sektor industri besar dan sedang. disel.4. yang diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). harga dan NPB/output industri besar dan sedang diperoleh melalui Survei Industri Besar dan Sedang (pencacahan lengkap) yang dilakukan BPS setiap tahun. yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) barang-barang industri.1. Data produksi. Sektor Listrik. Pertambangan dan Energi. kegiatan kelistrikan cukup besar dan beroperasi di seluruh Propinsi. dan Air Bersih 2. Sub sektor listrik mencakup kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air. Industri barang dari logam. yaitu komoditi yang dicakup di dalam masing-masing kelompok kegiatan industri dapat dilihat pada buku Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI). 2. perkiraan NTB-nya didasarkan pada hasil sensus/survei yang sudah ada yakni dihitung dahulu perkiraan NTB tahun 2000. Gas. uap dan gas. NTB atas dasar harga berlaku untuk industri besar dan sedang dihitung melalui pendekatan produksi. Data produksi. Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga dihitung dengan cara ekstrapolasi. Sedangkan data untuk industri kecil diperkirakan dari hasil Survei Industri Kecil dan Kerajinan Rumahtangga yang dilengkapi hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan survei-survei lainnya yang mengalikan perkirakan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi seperti jumlah tenaga kerja atau jumlah satuan usaha sebagai ekstrapolatornya. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilakukan secara berkala oleh BPS. Untuk PLN dilakukan survei setiap tahun. Perdagangan. mesin dan peralatannya 9. Listrik dilaksanakan oleh BPS dan Dinas Perindustrian. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 24 . dan non-PLN. mengingat peranannya dalam Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga. yaitu dengan mengurangi NPB/output dengan jumlah biaya antara. Industri pengolahan lainnya Rincian yang lebih jelas mengenai NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk industri besar dan sedang dihitung dengan cara deflasi.4.Uraian Sektoral 8.

dan pendistribusian air bersih kepada rumahtangga. dan Ujung Termasuk juga kegiatan penyediaan air bersih dengan menggunakan kincir air. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 25 . Bandung. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. Produksi ikutan yang dihasilkan adalah ter kasar. Bogor. Produksinya berupa gas batu bara. survei perusahaan-perusahaan non-PLN tidak selalu dilakukan setiap tahun pada suatu propinsi. dan penggunaan komersial lainnya. Data produksi. Gas penampungan. yang diusahakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik pemerintah dan non-PAM milik swasta/perorangan. NPB/output merupakan perkalian antara gas kota yang diproduksi dengan rata-rata harga ditambah pendapatan lainnya. industri. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi yang dihasilkan seperti jumlah KWH listrik yang dibangkitkan/dijual. Semarang. ter bersih. Gas yang dicakup adalah komoditi yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara. gas minyak. dan minyak ter. Surabaya. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan setiap tahun oleh BPS terhadap seluruh PN Gas. Air Bersih Sub sektor air bersih mencakup kegiatan perkiraan KWH listrik yang dibangkitkan dengan rata-rata tarif ditambah dengan pendapatan yang diterima dari usaha lainnya.Uraian Sektoral Berbeda dengan pendataan untuk PLN. dan gas cracking. Kegiatan ini hanya terdapat di beberapa kota saja seperti Jakarta. atau alat lainnya. penjernihan. minyak dan crack. dan penggunaan komersial lainnya. industri. yaitu dengan cara mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Dengan demikian untuk penghitungan NTB-nya perlu dilakukan survei pelengkap lainnya (SKPR). Data produksi. 2. yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Cirebon. NPB/output merupakan perkalian Pandang.3.4. rumah sakit. 2.4.2. Sub sektor gas mencakup kegiatan produksi dan pendistribusian gas kota oleh Perusahaan Gas (PN Gas) untuk dijual kepada rumahtangga.

jalan. dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI). pada sub sektor bangunan banyak ditemui kesulitan untuk melakukan perkiraan/estimasi NTB. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 26 . sungai). NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara.Uraian Sektoral secara berkala oleh BPS dan survei-survei pelengkap lainnya (SKPR). maupun oleh kontraktor khusus. pelabuhan (laut. jembatan. yaitu dengan menggunakan IHPB bahan digolongkan sebagai kegiatan konstruksi adalah pembuatan. NTB atas dasar harga konstan 2000 yang umumnya digunakan untuk sub sektor ini adalah revaluasi dan ekstrapolasi dengan menggunakan data produksi/indikator produksi yang tersedia. pembangunan. baik yang dilakukan oleh kontraktor umum. dan dilengkapi dengan survei khusus lainnya (SKPR).5. karena terbatasnya data yang tersedia. udara. Penghitungan yang dilakukan melalui data pembanding yang diambil dari realisasi pengeluaran fisik pemerintah yang bersumber dari APBN dan APBD . Sedangkan NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara deflasi. terminal dan sejenisnya. Karena data produksi tidak tersedia 2. penghitungan langsung dilakukan terhadap NPB/output. Yang NTB atas dasar harga konstan tahun 1993 diperoleh dengan cara deflasi yang menggunakan IHPB bahan bangunan/konstruksi sebagai deflatornya. dan juga didasarkan pada data dari Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI). Sektor bangunan mencakup kegiatan pembuatan dan perbaikan bangunan (konstruksi). NPB/output merupakan perkalian antara kuantum air yang dihasilkan dengan rata-rata harganya ditambah dengan pendapatan lainya yang diterima unit usaha. atau dengan menggunakan indeks tenaga kerja di sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya. yaitu unit usaha yang melakukan pekerjaan konstruksi untuk pihak lain. dan perbaikan (berat maupun ringan) semua jenis konstruksi. Sektor Bangunan secara lengkap. bangunan bukan tempat tinggal. Berbeda dengan sektor lain. yaitu unit usaha individu yang melakukan kegiatan konstruksi untuk dipakai sendiri. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NTB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara atau dihitung langsung NTB-nya melalui pendekatan pendapatan. pemasangan. seperti bangunan tempat tinggal.

dan industri.6. Sektor Perdagangan. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Restoran. dan Hotel Pada umumnya penghitungan NTB sub 2.Uraian Sektoral bangunan/konstruksi sebagai deflator. Barang-barang yang diperdagangkan menggunakan rasio-rasio yang bersumber dari hasil pengolahan Tabel I-O Sumatera Utara. Sedangkan NPB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara yang sama seperti pada penghitungan harga berlaku dengan berupa perdagangan besar maupun pedagang eceran.2.6. yang merupakan NPB/output sub sektor perdagangan. tanpa mengubah bentuk dan sifat barang-barang tersebut. dapat Kegiatanpendistribusian/penyaluran margin barang-barang yang diperdagangkan. atau Data penghitungan supply bersumber sektor dari hasil dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja di sub sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya. NPB/output pertanian. 2. Margin perdagangan adalah selisih antara nilai jual dengan nilai beli. pertambangan dan penggalian. Sedangkan pedagang eceran adalah pedagang yang umumnya melayani konsumen rumahtangga. sektor industri. Pedagang besar adalah pedagang yang umumnya melayani pedagang eceran atau konsumen lain yang bukan konsumen rumahtangga. dari daerah lain ataupun dari luar negeri/impor. meliputi produksi sektor pertanian. baik dengan tempat tetap maupun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 27 . Barang yang diperdagangkan ini disebut sebagai supply (penyediaan). pertambangan dan penggalian. baik yang berasal dari produksi dalam daerah.6. 2. sedangkan impor bersumber dari buku Statistik Impor dan Statistik Perdagangan antar pulau yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS. Perdagangan sektor perdagangan dilakukan melalui pendekatan arus barang yaitu menghitung nilai Sub sektor perdagangan mencakup kegiatan pengumpulan dan pendistribusian barang baru maupun bekas oleh produsen atau importir kepada konsumen. Restoran Sub sektor restoran mencakup kegiatan penyediaan makanan dan minuman jadi yang langsung dikonsumsi/dihidangkan di tempat penjualan.1.

warung. Indikator NPB/output merupakan perkalian antara indikator dengan indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kamar. yang bersumber dari hasil survei perhotelan yang dilakukan BPS secara berkala. restoran. kedai. Dan indikator harga digunakan ratarata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. jumlah tempat tidur.Uraian Sektoral tidak tetap/pindah-pindah. hostel. 2. yaitu mengurangkan NPB/output produksi dengan jumlah biaya harga. baik yang berbintang maupun yang tidak berbintang. Misal kegiatan restoran untuk pelayanan tamu hotel.6. Disamping NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. wisma. pondok dan sejenisnya. restoran. penyewaan ruangan. Jenis kegiatan perhotelan yang dicakup meliputi hotel. Kegiatan tersebut antara lain meliputi usaha tata-boga. beserta fasilitas-fasilitas lain yang menunjang seperti binatu. bungalow. dan sebagainya. diskotik. kantin. tempat olah raga. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. digolongkan sebagai bagian usaha perhotelan. bakso keliling dan sebagainya. jumlah tamu menginap atau jumlah malam tamu. Kegiatan sejenis yang dilakukan oleh satuan usaha di sektor lain karena sulit dipisahkan. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 28 . Untuk indikator harga digunakan rata-rata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. Hotel Sub sektor hotel mencakup kegiatan penyedian akomodasi dengan menggunakan sebagian atau seluruhnya tempat penginapan. digolongkan ke dalam sektor yang mengusahakannya. pesanggrahan. losmen. yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. antara. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah unit usaha atau jumlah tenaga kerja dari sub sektor ini. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi.3. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok makanan jadi.

penyeberangan dan udara. kemudian dihitung NTB-nya memakai rasio dari Tabel I-O Sumatera Utara. Indikator harga jarang digunakan karena tidak tersedia secara 2. merupakan usaha monopoli Perumka. serta kegiatan komunikasi yang dilakukan meliputi pos dan giro serta telekomunikasi. pelabuhan. bendi.1. dan truk. pergudangan.1. terminal. ekspedisi. oplet/mikrolet.7. Data produksi/indikator produksi yang digunakan adalah jumlah km-penumpang diangkut dan jumlah tonkm-barang dimuat. Dimasukkan juga kegiatan penyewaan kendaraan. angkutan bandar. Angkutan Kereta Api x bermotor: bus/minibus. Termasuk disini jasa penunjang angkutan yang mencakup pemberian jasa atau penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan memperlancar kegiatan dihitung NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari angkutan penumpang dan barang. danau. roda tiga. taksi. laut. bongkar muat. x Sub sektor angkutan kereta api meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kereta api.1. 2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 29 .7. dan jalan tol. seperti parkir. Untuk struktur biaya antara.2. 2. Sektor angkutan dan komunikasi meliputi kegiatan pengangkutan umum untuk barang dan penumpang melalui darat. Angkutan Darat 2. digunakan rasio dalam Tabel I-O Sumatera Utara. dan pedati/grobak. sungai. Sektor Angkutan dan Komunikasi lengkap. baik dengan pengemudi ataupun tanpa pengemudi.7. yang bersumber dari laporan bulanan dan tahunan Perumka.7. Kegiatan ini tidak bermotor: becak. keagenan.1. Angkutan Jalan Raya Subsektor angkutan jalan raya meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan angkutan umum jalan raya baik yang bermotor maupun tidak bermotor.Uraian Sektoral itu digunakan pula cara revaluasi yaitu menilai NPB/output tahun yang bersangkutan dengan menggunakan harga tahun 2000. Jenis-jenis kendaraan meliputi: pengangkutan. delman.

Demikian juga struktur biaya antara diperoleh dari sumber yang sama.7. dari/ke luar negeri maupun di luar negeri. baik yang beroprasi di dalam negeri. dan penyeberangan di selat. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang dan penumpang yang diangkut dari masing-masing pelabuhan muat. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kendaraan.7. yang diolah dari hasil SKPR. danau.2. Angkutan Laut. Angkutan Sungai. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. Jenis kendaraan meliputi ferry.2. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. speed Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 30 . Sungai dan Danau 2. Angkutan Laut Sub sektor angkutan laut mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal laut milik Sub sektor ini mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal sungai. dan Penyeberangan 2. biaya antara.1. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. baik bermotor maupun tidak bermotor yang beroperasi di sungai. motor boat. dirinci menurut jenis kegiatan pelayaran yang bersumber dari laporan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia.7.2.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah perusahaan nasional. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagikan perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK komponen pengangkutan. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. laporan tahunan DLLAJR. Sebagai indikator harga digunakan rata-rata output per unit kendaraan. Danau. 2. yang dirinci menurut jenis dan status yang pengangkutan bersumber dari (barang/penumpang).2.

Sub sektor jasa penunjang angkutan mencakup kegiatan pelayanan. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan.4. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Jasa Penunjang Angkutan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. pembentukan jasa 2. motor tempel.3. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 31 . Dan NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. NTB atas dasar harga berlaku diproleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga.7. terminal.Uraian Sektoral boat. dan perparkiran serta bongkar muat. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang yang dimuat (ton) dan jumlah penumpang yang berangkat dirinci menurut tujuan muatan. Angkutan Udara Sub sektor angkutan udara mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kapal/pesawat terbang milik perusahaan nasional. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah armada yang beroperasi dirinci menurut jenisnya. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dengan indikator harga. yang datanya dan penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan berkaitan dengan kegiatan pengangkutan. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu diperoleh dari laporan PT (Persero) Angkasa Pura. atau yang berdiri sendiri (bukan merupakan satu kesatuan usaha dengan kegiatan pengangkutannya). 2. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang atau penumpang yang dilayani.7. Kegiatan ini antara lain mencakup jasa keagenan. ketinting. pergudangan. sampan dan sejenisnya. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. Penggolongan jenis kegiatan ini dirinci menurut penerbangan domestik (dalam negeri) dan internasional (luar negeri).

sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. baik di dalam negeri maupun ke/dari luar negeri. wesel.1. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 32 .5. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh mengalikan NTB 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. NPB/output atas dasar harga berlaku diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT Telkom dan PT Indosat serta perusahaan lain seperti radio panggil. telegram. dan teleks.8. dan giro. diusahakan oleh PT (Persero) Pos Indonesia dan PT (Persero) Telkom. koperasi. 2. Komunikasi Sub sektor komunikasi meliputi kegiatan pelayanan pos dan telekomunikasi yang mnelalui pendekatan produksi.7.7. wesel. Bank Lembaga Sektor ini mencakup kegiatan pelayanan jasa bank. bank devisa. penjualan kertas bermeterai dan meterai dagang. dan paket pos. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya.1. paket. asuransi.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu 2. 2.8. Pos dan Giro dihitung Mencakup kegiatan jasa pengiriman surat. bank tabungan dan bank pembagunan. seperti jasa giro. Usahanya meliputi simpan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari pelayanan pos. Jasa bank meliputi usaha jasa perbankan yang dilakukan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI).2. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang bersangkutan. dimana NPB/outputnya diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT (Persero) Pos Indonesia.5. dan jasa keuangan lainnya. Termasuk kegiatan jasa pelayanan pada pihak ke tiga. 2.7.5. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. Sektor Bank dan Keuangan Lainnya 2. Telekomunikasi Mencakup kegiatan jasa pengiriman berita melalui telepon.

koperasi simpan pinjam. seperti asuransi jiwa.8. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi.8. atau ekstrapolasi dengan menggunakan ekstrapolator : jumlah pertengahan tahun denga rata-rata pengeluaran sewa rumah perkapita /rumahtangga. (reasuransi). tanpa memperhatikan status kepemilikannya. pasar modal. sosial. Sedangkan jasa keuangan meliputi usaha bank pasar. memberi jaminan bank dan jasa perbankan lainnya. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi.3. NPB/output atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pengeluaran yaitu mengalikan jumlah penduduk / rumahtangga pada NPB/output dan strukutur biaya antara atas dasar harga berlaku untuk kegiatan Bank diperoleh dari BI Medan. Data penduduk/ rumahtangga diperoleh dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 33 . artinya dapat merupakan milik sendiri. perkiraan output sewa rumah dilakukan dengan cara imputasi.Uraian Sektoral pinjam.2. perdagangan valuta asing. sewa rumah Sehingga output asuransi penunjang asuransi kecelakaan. maupun milik orang atau badan lain. perasuransian konsultasi/agen dan dana pensiun. mengeluarkan kertas berharga. lainnya Untuk rumah yang ditempati pemiliknya sendiri. Asuransi Kegiatan asuransi meliputi usaha segala jenis perasuransian. meskipun pada kenyataannya tidak terjadi transaksi sewa menyewa. sedangkan kegiatan asuransi dan jasa keuangan lainnya diperoleh melalui SKPR. Sewa bangunan Sektor ini mencakup kegiatan sewa menyewa atas penggunaan sebagian atau seluruh rumah atau bangunan tempat tinggal maupun kantor atau toko. yaitu dengan memperkirakan output berdasarkan penggunaannya di kegiatan lain. 2. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. penabung. jasa dan 2. pemegang polis dan kredit yang disalurkan. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. merupakan penjumlahan antar output dari usaha persewaan bangunan dan imputasi sewa rumah. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum. bursa valuta asing dan sebagainya. lumbung desa. nasabah.

Jenis kegiatan yang dicakup meliputi notaris. 2. jasa hiburan dan kebudayaan serta jasa perorangan dan rumahtangga. penyewaan mesin dan peralatan. pembukuan dan akuntansi. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja sebagai ekstrapolatornya. Sedangkan data ratarata pengeluaran sewa diperoleh dari rumah data harga. Indikator produksi yang digunakan rata-rata output per tenaga kerja yang datanya bersumber dari hasil pengolahan SKPR. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu perkapita/rumahtangga SUSENAS dan harga konsumen HK-3A. dan jasa yang dikelola Subsektor ini mencakup kegiatan jasa yang umumnya lebih banyak melayani kebutuhan perusahaan dan bersifat komersial. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 34 . Pemerintahan dan Pertahanan pihak swasta meliputi: jasa sosial dan 2. Jasa perusahaan kemasyarakatan.9. periklanan. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. pengolahan data. NTB atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mendeflasikan. Sektor Jasa-Jasa Sektor jasa-jasa mencakup kegiatan pemerintahan. Subsektor pemerintahan dan pertahanan mencakup kegiatan tentang penyelenggaraan sistem administrasi negara berupa jasa pelayanan umum kepada masyarakat yang produksinya tidak dapat diukur secara kuantitatip dan tidak dapat dinilai secara ekonomi. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok perumahan atau dengan ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks jumlah penduduk sebagai ekstrapolatornya. lembaga bantuan hukum. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. perancang dan sebagainya. demikian juga ratio struktur biaya diperoleh dari sumber yang sama.9. Kegiatan tersebut antara lain pengatur kebijaksanaan sosial.4. konsultasi teknik.1.Uraian Sektoral penduduk Kabupaten Karo. penterjemah. politik dan 2. pertahanan.8.

Uraian Sektoral ekonomi. serta jasa kemasyarakatan lainnya seperti jasa penelitian. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pendapatan yaitu dengan menjumlahkan pengeluaran pemerintah untuk belanja pegawai. 2. Pemerintahan Pusat : Departemen. dan K3. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi yaitu dengan cara membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum. lembaga kesejahteraan sosial. Kegiatan-kegiatan jasa sosial dan kemasyarakatan hanya terbatas yang dikelola oleh swasta saja. Pemerintahan Desa. Pemerintah Daerah : Pemerintahan Propinsi. Lembaga pemerintahan yang dicakup adalah : 1. atau dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah pegawai negeri sipil yang ditimbang dengan besarnya upah dan gaji menurut golongan kepangkatan sebagai ekstrapolatornya. sedangkan kegiatan sejenis yang dikelola oleh pemerintah termasuk dalam sub Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 35 . Perusahaan Umum (Perum). Data belanja pegawai bersumber dari Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) yang merupakan realisasi pengeluaran pemerintah di penyelengaraan jasa sosial dan kemasyarakatan yang diusahakan pihak swasta seperti : jasa pendidikan. panti wredha. perhimpunan dan organisasi usaha profesi dan buruh. jasa palang merah. dan rumah ibadah. karena kegiatan-kegiatan tersebut sudah dicakup di dalam sektor-sektor ekonomi yang sesuai dengan penggolongan kegiatannya. baik yang berada di Pusat maupun unit-unit di Daerah. baik yang berasal dari belanja rutin maupun pembangunan ditambah dengan perkiraan nilai penyusutan.2. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Sub sektor ini mencakup kegiatan (Persero) dan Perusahaan Negara (PN). Pemerintahan Kabupaten/Kota serta setiap daerah ditambah dengan statistik keuangan pemerintah daerah yang dikumpulkan oleh BPS melalui dokumen K1. PT 2. Lembaga Pemerintahan lainnya. K2. panti asuhan. Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Non Departemen. yayasan pemeliharaan anak cacat. jasa kesehatan. Dalam hal ini tidak termasuk lembaga pemerintah yang berbentuk perusahaan (Badan Usaha Milik Negara/BUMN ) seperti Jawatan (Perjan).9. peningkatan kecerdasan dan kesehatan masyarakat.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 36 . memperkirakan nilai tambah bruto sub sektor jasa pendidikan adalah jumlah murid sekolah swasta menurut jenjang pendidikan yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karo. Jasa Pendidikan Data yang digunakan untuk berlaku didasarkan kepada persentase terhadap output. rata-rata output per per orang tua yang dilayani dijadikan sebagai struktur input-nya. diperoleh perkiraan output kegiatan jasa sosial dan kemsyarakatan lainnya.2. Data output per murid dan persentase nilai tambah diperoleh dari kegiatan survei khusus.9. Jasa Kesehatan Sub sektor jasa kesehatan mencakup jasa rumah sakit. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara revaluasi. Nilai tambah bruto atas dasar harga agregat sub sektor ini dijelaskan berikut ini. Perkiraan output untuk masing-masing kegiatan didasarkan kepada hasil perkalian antara rata-rata output per indikator produksi dan kuantum produksinya seperti: rata-rata tempat tidur rumah sakit dan jumlah tempat tidur. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Lainnya Dari hasil survei khusus mengenai panti asuhan dan panti wredha. Dan penghitungan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dilakukan dengan cara revaluasi.9. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi masing-masing kegiatan.3.1. dokter praktek. 2. rata-rata output per dukun bayi dan jumlah dukun bayi praktek.2.2. rata-rata output per dokter dan jumlah dokter praktek. dan jasa kesehatan lainnya yang dikelola oleh swasta. Data yang digunakan bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.9.2. diperoleh rata-rata output per anak yang diasuh dan rata-rata output 2.Uraian Sektoral sektor pemerintahan. 2. Data jumlah anak dan orang tua yang diasuh/dilayani diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten setempat. Kemudian dengan mengalikan jumlah anak yang diasuh dan orang tua yang dilayani dengan rata-rata output-nya. Penghitungan agregat- bidan dan jumlah bidan praktek.

Uraian Sektoral

Di samping itu, dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) didapat data mengenai pengeluaran per kapita untuk biaya kursus. Dengan mengalikan jumlah penduduk

pemungutan hiburan,

pajak hasil

terhadap

tempat-tempat

survei khusus dipakai untuk

memperkirakan output dan nilai tambah dari sub sektor ini. Penghitungan atas dasar harga konstan 2000 adalah dengan cara deflasi menggunakan IHK kelompok aneka barang dan jasa. Untuk kegiatan studio radio swasta perkiraan nilai tambahnya didasarkan kepada ratarata output per radio swasta dengan jumlah radio swasta yang datanya diperoleh dari Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Karo dilengkapi dengan indikator yang diperoleh dari kegiatan survei khusus. Penghitungan atas dasar harga konstan adalah dengan cara revaluasi.

pertengahan tahun dengan indikator tersebut akan diperoleh nilai output yang selanjutnya dengan rasio nilai tambah bruto dapat diperoleh nilai tambah bruto. Untuk menghitung nilai tambah atas dasar harga konstan adalah dengan cara deflasi, dan sebagai deflatornya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok aneka barang dan jasa. Dari survei khusus diperoleh data rata-rata input rumah ibadat, dan dengan mengalikan jumlah tempat ibadah yang diperoleh oleh BPS Kabupaten Karo maka diperoleh nilai tambah. Sedangkan untuk penghitungan nilai tambah atas dasar harga konstan dilakukan dengan cara revaluasi.

2.9.2.5. Jasa

Perorangan

dan

Rumahtangga Sub sektor ini mencakup jasa

perbengkelan, reparasi, jasa perorangan dan pembantu rumahtangga. Survei khusus yang 2.9.2.4. Jasa Hiburan dan Kebudayaan Sub sektor ini mencakup jasa bioskop, panggung kesenian, studio radio swasta, taman hiburan, klub malam, serta produksi dan distribusi film. Data pajak tempat hiburan dan keramaian umum dan struktur biayanya, serta persentase dilakukan oleh BPS memberikan data tentang rata-rata output per tenaga kerja dan struktur input-nya. Nilai output diperkirakan dengan cara mengalikan jumlah tenaga kerja yang didasarkan kepada data kependudukan dengan rata-rata output per tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

37

Uraian Sektoral

Sedangkan untuk memperoleh nilai tambah bruto adalah dengan cara mengalikan persentase nilai tambah bruto, yang datanya telah diperoleh dari hasil survei, dengan perkiraan nilai output. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi menggunakan tingkat pertumbuhan tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

38

3.1. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo 3.2. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo 3.3. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo 3.4. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo

keadaan perekonomian suatu wilayah jenis data statistik yang selama ini banyak digunakan sebagai 40 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Seperti telah dijelaskan pada terdahulu. dalam meninjau bab perubahan nilai sudah diperhitungkan terhadap tahun dasar. penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tingkat perubahan harga (nilai rupiah) tidak diperhitungkan. Berkaitan dengan kontiunitas mengenai Kabupaten Karo yang mencakup perkembangan PDRB. Domestik Pada bagian ini akan dijelaskan gambaran umum perekonomian Kabupaten Karo selama tahun 2000-2008. dapat dengan yang diperhitungkan. Dengan pengertian. peranan sektor-sektor ekonomi. disajikan kondisi perekonomian masyarakat. melalui suatu indikator yang bersifat kuantitatif. dan indeks perkembangan PDRB yang secara umum disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan (tahun dasar 2000). berbagai jenis data statistik terus pula diupayakan pengadaannya agar kesinambungan direncanakan memperhatikan pembangunan secara baik. memeratakan meningkatkan hubungan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier dalam suatu wilayah. Penyajian PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan bertujuan untuk dapat menelaah perkembangan PDRB tersebut sebelum dan sesudah pengaruh harga pelaksanaan pembangunan di segala bidang. gambaran Melalui ulasan ini. proses bertujuan hidup kerja. Untuk itu. dan dalam penghitungan atas dasar harga berlaku keunggulan-keunggulan dimiliki suatu wilayah.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo BAB 3 TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO Pembangunan pada hakekatnya adalah merupakan kebijaksanaan meningkatkan memperluas pendapatan serangkaian yang taraf lapangan masyarakat. maka setiap tahap pelaksanaan pembangunan tersebut perlu dilaksanakan penilaian terhadap hasil dari pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut. dan dan untuk bahan evaluasinya adalah Produk Regional Bruto (PDRB). PDRB perkapita.

69 5.555.96 juta menjadi dari pada sebesar tahun Rp 2007 Rp 3.99 108. PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku ada sebesar Rp. 2.323.000) PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Rp.093.02 juta.119.1 di bawah ini : Tabel 3.374.354.13 2.026. PDRB Kabupaten Karo juga mengalami kenaikan 2.99 17.104.833.317.625.599.407.398.27 4.84 10.770.1 pada lampiran buku ini terus meningkat dari Rp.945.355. 6.710.885.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3.387. Untuk harga konstan.679.186.92 189.10 404.34 49.662.82 juta pada tahun 2002.1 di bawah ini.756.19 juta. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.147.58 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 41 .423.725.70 379.1.22 3.104. 2. PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku seperti terlihat pada tabel 4.869. 3.078.467.135. 000.869.667.42 sebesar Rp.93 565.954. dimana pada tahun 2000 PDRB Kabupaten Karo sebesar Rp. Untuk tahun 2008 seperti terlihat pada tabel 3.58 juta pada tahun 2008.019. 5.77 3. Demikian juga untuk harga konstan.483.02 juta pada tahun 2000.13 79.66 8.63 17.374.681.387.77 juta.285. 4.69 juta.694.38 269.38 40.44 335.39 168.736.608.679.189.33 430.26 282.024. 5. 4.092. terjadi Dibandingkan dengan PDRB tahun 2007 kenaikan sebesar Rp.023. Gas. pada tahun 2008 juta atau meningkat sebesar 12.47 658. tahun 2001 Rp. 8.83 persen.11 juta dan tahun 2002 menjadi 2.98 19.808.930.49 9.447. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan.058. Persewaan Jasa Perusahan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo 2.886.589.30 102.019.96 1. 2.84 22. 2.20 605.13 414.58 14.736. seperti terlihat pada tabel 3. 7.314.283. Lapangan Usaha PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Rp.836.94 540.217.302.67 23. 000. 2.96 juta tahun 2001 dan Rp.058.741. 2. 575. Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.323. 9.406.71 46.19 1.484.1 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 No.56 8.84 36.79 88.015.000) 2007 r) (1) (2) (3) 2008 *) (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 1.28 312. menjadi Rp.483.

36 2.2.77 5. Tabel 3.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3.058.13 5.683.736.98 5.996. Untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat melalui perubahan PDRB atas dasar harga konstan.02 2. Pertumbuhan tersebut merupakan perubahan jumlah produksi yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung hal ini merupakan gambaran tingkat perubahan ekonomi yang terjadi di suatu daerah.802.020.48 3.483.71 4.02 2. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan pada tahun 2007 sebesar 5.68 12.270.483.96 2.387.529.019.38 2.600.978.104.610.323.876.2 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 .283.374.21 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 42 .40 3.69 2.467.62 8.135.217.96 3.710.14 12.32 4.03 12.285.82 2. indikator ini penting Bagi suatu daerah untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang dicapai dan juga berguna untuk menentukan arah kebijaksanaan pembangunan dimasa yang akan datang. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijaksanaan pembangunan yang dilaksanakan.19 Pertumbuhan (%) (3) 17.27 2.104.35 2.11 2.729.374. di mana pada tahun 2008 kegiatan perekonomian di Kabupaten Karo mengalami peningkatan sebesar 5.304.643.21 persen.302.96 5.679.29 3.488.25 9.64 3.869.58 Pertumbuhan (%) (5) 5.2008 Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Nilai (Jutaan Rupiah) (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 r) 2008 *) (2) 2.403.13 persen.015.56 9.62 4.76 2.83 Atas Dasar Harga Konstan 2000 Nilai (Jutaan Rupiah) (4) 2. khususnya bidang ekonomi.85 10.

3 Perbandingan Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001.48 persen dan melebihi pertumbuhan pada tahun 2007 yang sebesar 4.21 Tahun 2008 sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 4. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 43 . 7. 6.98 3. (1) 1.26 8.29 3.17 6.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pertumbuhan tersebut didukung oleh semua sektor perekonomian di Kabupaten Karo.88 18.48 12.38 persen. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Listrik. 9. seperti terlihat dari tabel 3.29 7.45 7.92 6. 2006-2008 No.29 persen. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008 terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yaitu tumbuh sebesar 12.80 persen dan diikuti sektor Jasa-jasa sebesar 7.08 4.14 23. 5.83 4.74 6.82 7.18 5.23 6.30 6.49 5. 3.93 11. 8.15 3.31 0.70 7. Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Lapangan Usaha 2001 (2) (3) 3. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.38 5.33 5. Gas. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.32 9.80 3.69 8.06 6.00 3. 4. 2.00 4.96 2007 r) (5) 4.13 2008 *) (6) 4.77 6.35 Pertumbuhan (%) 2006 (4) 3.04 15.25 5. Tabel 3.37 5.3 di mana pada tahun 2008 semua sektor mengalami pertumbuhan positip yang menunjukkan semua sektor mengalami peningkatan.55 6.23 3.

66 8.82 0.62 100. perkembangan ekonomi dan struktur ekonomi suatu daerah.76 13.24 100.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Sedangkan sektor Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan terendah sebesar 3.66 12.72 12.83 persen.45 7.40 3.98 8.80 0.38 3. Lapangan Usaha 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 2006 2007 r) 2008 *) (2) Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik.77 12.46 1.58 0.00 (6) 59. Tabel 3.25 0.81 0.02 100. 2006-2008 No (1) 1.11 9. 9.00 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 44 .20 0.40 3.77 0.35 0.88 100.11 11. 3. 4.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000. Gas.32 0. 6.75 11.80 0. 2. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo jasa. Struktur ekonomi suatu wilayah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektorsektor ekonomi dalam memproduksi barang dan 3.29 0.00 (5) 59. 5.76 12.20 1.15 1.Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo (3) 66.3.00 (4) 59. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.30 3.34 1. Struktur yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh masing-masing sektor Sebagaimana diketahui bahwa PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang dapat memberikan petunjuk sejauhmana menggambarkan ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari masingmasing sektor. 7. 8. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.85 0.05 8.

peternakan (6. atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp.20 0.00 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 45 . 5.20 persen) dan kehutanan (0. Tabel 3.81 8. kontribusi terbesar sektor pertanian disumbangkan oleh sub sektor tanaman bahan makanan sebesar 78.32 persen untuk pembentukan PDRB sektor pertanian di Kabupaten Karo. Sub Sektor (2) Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Rakyat Peternakan Perikanan Kehutanan Sektor Pertanian Terhadap PDRB Kabupaten (3) 46. selanjutnya diikuti sub sektor tanaman perkebunan rakyat (14. Keadaan ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo sejak tahun 2000-2008 yaitu mencapai di atas 50-an persen.77 persen dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo. 3.10 100.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Struktur perekonomian Kabupaten Karo pada tahun 2008 masih didominasi sektor pertanian sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. 3. 4.10 persen).70 0. perikanan (0.67 persen). di mana ini berarti lapangan usaha yang dominan pada masyarakat di kabupaten ini adalah lapangan usaha sektor pertanian.32 14.5.5 Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008 No (1) 1.67 6.63 juta atau mencapai 59.484. Besarnya nilai PDRB sektor pertanian secara keseluruhan pada tahun 2008. 2.77 Terhadap Sektor Pertanian (4) 78. Seperti terlihat pada tabel 3.06 59.12 0.70 persen).023.77 4.01 0.

98 persen.76 persen).81 persen terhadap total PDRB Kabupaten Karo. Sektor Jasa-jasa adalah sektor atau lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar kedua setelah sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Karo tahun 2008 yaitu sebesar 13. Sektor lainnya. ™ Sektor Pengangkutan dan komunikasi menempati urutan keempat yakni 8. ™ Sektor bangunan/kontruksi menempati urutan kelima yakni 3. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 11.35 persen. 3.35 persen.4. yaitu sebesar 0.75 persen).38 persen.02 persen. ™ Sektor Keuangan. gas dan air menempati urutan kedelapan yakni 0. ™ Sektor Pertambangan dan penggalian Perdagangan. Industri pengolahan (0. Sementara sektor Pertambangan dan penggalian memperlihatkan kontribusi yang paling kecil terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Karo tahun 2008. Keuangan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat peranan masing-masing sektor terhadap PDRB Kabupaten Karo tahun 2008 sebagai berikut : menempati urutan terakhir yakni 0.98 persen.80 persen. ™ Sektor Jasa-jasa menempati urutan kedua yakni 13. dari 59.77 persen.80 persen). persewaan dan jasa perusahaan (1. Bangunan (3. ™ Sektor Perdagangan.02 persen. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 46 . hotel dan restoran menempati urutan ketiga yakni 11.20 persen). seperti sektor ™ Sektor Pertanian yang berperan paling besar yakni 59. sub sektor tanaman bahan makanan menyumbang 46. persewaan dan jasa perusahaan menempati urutan keenam yakni 1. ™ Sektor Listrik.38 persen). dan sektor Listrik. gas dan air (0.76 persen.75 persen. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo PDRB per kapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi. Pengangkutan dan komunikasi (8.77 persen kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan total PDRB. ™ Sektor Industri pengolahan menempati urutan ke tujuh yakni 0.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada tahun 2008.20 persen.

6 PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000.417.417. PDRB per kapita dapat digunakan sebagai barometer bagi tingkat kemakmuran suatu kapita atas dasar harga berlaku dan harga konstan selama tahun 2000.555 7. Atas Dasar Harga Konstan 2000 * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 2000 (3) 2006 (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 2.02 283. Tabel 3.610. meskipun data tersebut belum dapat sepenuhnya digunakan langsung dalam dengan cara membagi nilai total PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.323.017.19 360.679.368 8.02 283.713 7.263 3.869.729.483.167.325 3.615.27 2.019.802.104.713 7.555 11.058. 2006.368 12.387 360.624 5.62 342.621 2.366.736.076 4.6 memperlihatkan PDRB per demikian besar/kecilnya nilai PDRB per kapita ditentukan oleh besar/kecilnya nilai tambah yang diciptakan suatu daerah dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada di daerah tersebut. 2006 – 2008.374.96 342.735 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 47 .759.968.2008 No (1) 1.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Nilai PDRB per kapita tersebut diperoleh daerah. Uraian (2) Atas Dasar Harga Berlaku * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) 2. Tabel 3.880 8.104.374. Dengan pengukuran pemerataan pendapatan.77 351.978.385 351.880 14.263 2.

14. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 48 .44 persen dibanding tahun 2007.017.417.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada periode tersebut terlihat bahwa PDRB per kapita Kabupaten Karo untuk harga berlaku meningkat dari Rp.410.621. Rp.263 pada tahun 2000. Selanjutnya dapat dilihat bahwa atas dasar harga konstan 2000.624 pada tahun 2007. 12.759. PDRB per kapita di Kabupaten Karo pada tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp. 199.atau sebesar 2. dan pada tahun 2008 menjadi Rp.. 7.

.

692.02 1.911.32 3.Tabel .247.455.70 5.4 1.28 218.21 4.209.22 129.302. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.843.3 7 7.1 4. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.5 2 2.086.14 187.249.01 4.007.114.09 17.32 1.626.018.83 16.42 13.255.17 12.620.53 257.318.763.739.520.64 291.571.56 21.479.90 4.1 6.37 4.393.303.546.138.442.58 153.467.14 18.1 8.4 8.91 1.1 7.1 3.373.036.85 21.616.72 44.094.246.334.107.74 16.55 3.349.52 981.852.62 241.374.65 6.86 14.44 199.42 27.878.01 10.2 1.85 237.105.127.37 3.92 6.79 3.2 4 4.55 127.888.466. Hotel.163.24 154. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.832.58 6.49 3.91 1.70 8.2 8 8.008.413.926.167.840.28 12.31 2.886.197.79 51.2 5 6 6.31 143. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.37 65.264.09 36.225.3 9.964.86 40.583.1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .335.872.71 9.3 1.443.586.35 7.49 432.32 1.104.450.691.82 242.2008 (Jutaan Rupiah) No.187.Tabel Pokok Tabel 4.569.805.20 4.690.26 264.88 6.61 16.385.979.341.52 75.82 12.02 2.80 3.1 9.2 6.85 3.13 13.872.845.3 8.897.817.84 158.722.910.606.21 1.24 11.18 210.429.490.99 4.53 13.096.94 31.76 5.80 12.70 11.35 4.930.619.69 13.710.55 140.826.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.975.961.958.51 246.454.89 41.1 1.35 19.23 312.66 88.36 10.84 7.00 2.285.56 2.2 9.81 186.633.22 104.04 35.665.45 372.5 9 9.813.638.976.649.305.03 15.505.211.824.992.52 114.574.30 34.93 2.648.08 1.627.27 128.250.326.96 1.630.2 3 3.320.51 6.2 8.253.330.07 2.82 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 50 .44 598.73 4.084.629.24 13.21 166.00 5.1 2.

486.1 4.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.31 9.14 9.555.1 3.00 10.621.80 8.64 25.239.64 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 51 .760.82 22.3 7 7.00 6.1 1.426.5 2 2.62 3.45 353.414.74 4. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 5 6 6.30 330.807.44 1.22 2.31 337.952.59 1.73 147.836.24 1.35 16.118.05 10.896.876.88 43.77 53.26 15.014.11 3.768.014.2 8 8.079.238.97 285.67 134.80 338.88 8.959.98 14.97 315.15 2.57 180.918.85 750.416.63 257.683. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.49 295.36 3.52 215.22 15.851.328.142.909.2 8.06 1.81 19.66 300.79 160.647.288.276.656.798.20 120.643.326.136.790.318.656.151.38 42.56 5.59 727.04 22.29 55.31 52.996.555.724.876.492.405.64 172.488.80 385.49 6.652.117.86 4.310.299.3 8.15 61.824.1 9.749.390.68 61.62 254.319.777.58 314.520.2 3 3.20 384.1 2.55 17.644.40 17.50 2.597.70 419.3 9.03 4.2 1.29 302. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.629.87 6.136.28 27.816.145.044.033.1 7.52 28.39 619.54 29.614.04 14.586.74 6.Tabel .11 14.45 5.37 19. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.242.603.556.504.76 2.10 1.857.00 10.46 4.81 30.11 3.718.201.12 28.88 48.340.986. Hotel.743.304.486.182.677.737.230.83 13.20 16.97 16.28 12.883.973.1 8.Tabel Pokok Tabel 4.580.10 20.531.579.072.270.26 39.1 6.1 Lanjutan … No.2 6.09 8.390.54 12.2 4 4.999.433.10 277.416.38 5.13 23.27 3.550.2 9.495.038.39 15.79 327.246.063.301.573.5 9 9.222.3 1.819.14 200.022.12 14.892.55 2.256.287.760.4 8.85 5.836.020.474.34 7.4 1.17 3.42 443.53 103.921.94 9.562.

912.70 414.57 19.Tabel Pokok Tabel 4.41 7.407.1 1.323.964.00 11.003.952.706.009.093.756.66 58.674.689.1 9.20 605.72 48.13 530.80 336. Hotel.40 17.439.62 2.2 5 6 6.63 5.08 45.38 17.89 15.75 5.635.51 19.53 658.546.945.81 3.497.36 29.20 3.76 3.93 39.1 8.95 36.058.77 3.063.653.2 8.089.39 11.71 6.933.4 8.576.3 1.847.589.097.598.136.070.28 443.483.01 481.59 20.72 363.26 986.13 9.172.69 545.08 390.27 3.18 4.625.064.20 37.454.67 14. Persewaan & Jasa Perusahaan 2.946.79 376.844.189.890.662.373.70 15.27 24.2 9.888.70 473.715.115.58 2.64 1.71 6.310.33 565.628.90 147.63 18.3 7 7.836.Tabel .52 27.13 17.53 168.76 27.53 2.03 3.83 2.958.2 3 3.625.202.69 17.03 911.23 5.604.725.525.436.70 3.923.681.20 189.480.661.712.87 6.94 540.208.679.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.25 32.370.98 33.4 1.2 4 4.147.99 29.56 6.289.836.93 10.1 3.87 65.978.709.5 9 9.711.175.770.42 11.593.27 461.65 10.783.57 369.1 6.023.24 33.56 21.732.405.1 2.47 44.116.993.143.79 5.568. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.406.278.833.180.412.885.2 8 8.667.76 24.462.22 21.69 300.45 487.18 61.484.583.045.220.3 8.368.92 202.620.296.39 12.13 347.404.04 65.60 2.423.59 379.18 40.51 182.121.19 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 52 .1 Lanjutan … No.589.88 79. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.354.345.59 88.870.808.45 27.405.52 26.873.1 7.089.555.14 763.90 2.21 54. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 6.282.3 9.38 14.89 3.1 4.92 12.49 421.454.010.5 2 2.539.58 6.2 1.84 11.07 171.843.802.

031.586.843.872.5 2 2.80 141.334.49 38.37 3.41 171.494.61 16.546.571.265.101.68 11.2 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .1 6.451.4 8.30 34.691.2008 (Jutaan Rupiah) No.43 3.2 6.894.127.81 6.393.283.90 1.24 11.319.54 4.66 6.2 5 6 6.85 225.246.82 12.331.964.24 13.898.895.79 2.320.83 16.978.5 9 9.966.Tabel Pokok Tabel 4.648.419.634.71 132.754.45 19.47 39.00 5.19 17.67 3.34 5.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.167.924.18 11.263.848.349.845.35 4.08 1.1 7.172.104.975.036.09 36.490.31 2.2 1.487.1 1.27 202.28 182.608.45 372.763.2 8 8.23 1.27 11.167.436.551.82 3.20 4.897.59 15.08 193.Tabel . [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.204.266. Hotel.058.19 2.051. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.176.604.64 1.791.93 120.69 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 53 .84 69.64 15.135.35 73.62 241.22 104.62 12.583.330.264.888.38 5.569.2 9.084.75 19.31 12.83 2.941.45 3.179.3 7 7.897.924.24 154.813.217.09 18.80 12.949.416.81 186.2 3 3.374.3 8.078.955.70 8.1 9.530.725.822.01 10.189.08 2.92 233.92 6.069.2 8.183.52 3.3 9.65 13.11 1.839.621.523.95 206.209.51 6.02 1.626.840.52 114.73 153.2 4 4.1 2.38 22.455.1 8.098.73 36.96 257.27 128.326.79 3.015.18 210.53 8.260.3 1.225.07 4.979.992.804.867.624.52 981.66 20.28 214.466.137.096.107.764.24 3.37 65.00 2.88 382.501.21 12.61 123.87 41.55 3.4 1.530.817.217.73 5.33 8.182.17 12. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.13 480.36 2.49 126.32 3.91 1.14 18.78 3.93 1.359.1 3.36 2.31 143.085.79 266.447.516.1 4.503.40 7.

2 8 8.881.86 87.38 1.40 12.946. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.39 11.88 2.00 247.70 13.89 501.594.18 13.32 2.762.59 4.550.02 231.28 14. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.673.42 221.568.981.331.1 3.74 296.00 142.41 5.309.17 21.210.016.696.61 20.1 6.2 8.2 4 4.63 1.76 169.47 14.20 234.08 19.066.92 8.233.019.5 9 9.403.382.973.197.689.67 21.483.27 2.94 16.2 3 3.553.911.95 8.757. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.279.826.446.26 15.765.219.622.Tabel .5 2 2.203.96 5.31 11.92 3.249.685.277.2 1.1 7.79 7.76 23.Tabel Pokok Tabel 4.38 3.795.821.27 260.876.41 132.43 4.62 8.707.20 316.987.80 358.304.01 3. Hotel.51 3.611.3 1.312.428.29 128.572.19 16.02 7.00 23.2 6.514.268.22 224.29 8.4 8.00 8.56 4.651.046.703.94 41.39 3.90 13.386.50 12.90 20.31 1.360.893.303.41 5.479.3 8.050.727.59 37.479.163.1 2.53 6.43 15.36 1.169.482.733.863.68 41.1 8.714.853.301.83 238.99 165.483.757.387.23 1.532.1 4.2 Lanjutan … No.562.519.54 16.67 2.62 40.1 1.949.354.42 14.500.023.23 321.1 9.24 3.3 7 7.23 13.145.24 40.751.05 2.336.58 137.179.09 280.086.07 266.278.181.035.519.866.093.00 3.52 6.338.25 425.4 1.73 3.525.515.73 3.564.048.877.983.44 2.2 5 6 6.89 40.555.51 1.54 7.529.43 1.01 2.907.36 3.34 248.07 90.3 9.04 184.683.83 83.19 201.600.90 2.942.34 231.353.331.145.12 5.677.2 9.403.18 19.732.643.128.76 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 54 .551.72 9.515.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.66 142.44 1.692.40 438.

84 1.560.869.96 136.67 102.2 Lanjutan … No.665.53 3.317.331.930.599.295.474.36 13.71 9.499.198.94 138. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.576.54 14.54 7.58 3.4 1.440.25 1.49 19.09 15.589.338.008.02 17.93 97.092.828.3 9.71 250.379.41 4.2 6.608.64 19.799.296.2 5 6 6.79 40.37 23.314.644.926.25 241.54 23.81 218.13 243.447.93 25.63 3.138.783.80 380.003.246.34 11.70 10.84 1.675.188.529.1 9.387.613.42 2.954.931.199.145.610.27 1.56 19.869.51 13.361.316.741.2 8.57 43.33 1. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.032.101.66 269.13 3.2 4 4.99 5.729.5 9 9.67 8.54 343.78 14.61 3.27 6.93 2.10 404.13 42.568.57 544.434.85 8.23 10.02 8.019.258.786.22 264.34 260.25 22.63 285.383.Tabel .50 18.96 3.557.548.206.448. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.3 1.292.927.879.21 282.77 15.17 23.02 11.63 8.938.770.834.1 8.30 5.88 312.03 108.736.06 46.03 22.808.621.41 457.99 144.4 8.248.45 335.3 8.44 24.36 13.211.694.582.2 9.Tabel Pokok Tabel 4. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.1 2.2 3 3.86 261.1 3.461.93 211.886.009.837.3 7 7.119.96 1.1 1.918.024.67 6.756.559.66 3.70 1.44 2.811.28 22.84 7.48 3.651.11 17.81 244.512.2 8 8.53 526.1 6.078.1 4.049.13 1.01 22.243.399.519.2 1.295.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 55 .51 1.33 430.10 49.542.26 390.418.117.93 42.449. Hotel.674.545.049.644.22 14.522.75 1.66 1.398.423.00 2.5 2 2.38 366.414.026.071.12 14.70 6.1 7.624.186.608.312.22 3.40 2.87 187.781.963.84 8.78 4.742.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.022.834.

1 3.00 63.87 7.19 0.15 5.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 56 .1 2.30 8.81 9.50 1.51 0.49 8.10 0.81 0.85 0.05 11.20 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.09 8.13 3.63 0.56 1.50 4.02 0.22 0.66 0.27 11.11 11.16 0.81 0.96 0.86 5.65 100.03 0.30 9.50 0.13 3.45 9.55 52.2 1.27 0.10 54.5 2 2.3 9.13 3.05 0.2 8 8.02 0.1 8.Tabel .09 8.24 0.05 0. Hotel.67 100.10 7. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.98 5.24 0.2 8.2 5 6 6.37 5.17 0.22 0.3 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .66 0.2 3 3.61 0.3 7 7.28 0.18 0.22 0.34 6.55 1.62 1.93 0.4 1.38 0.42 0.30 0.59 0.20 55.3 8.2 4 4.24 0.4 8.1 1.49 1.54 9.09 8.2008 (Persen) No.24 0.55 1.18 0.5 9 9.64 0.76 100.89 1.32 0.41 0.25 0.15 5.Tabel Pokok Tabel 4.06 0.2 9. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.50 1.17 0.1 7.80 0.15 0.1 9.74 0.18 0.1 4.56 1.65 0.16 0.17 0.15 0.79 0.43 0.86 6.2 6.99 0.15 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.23 0.40 0.20 0.88 6.02 0.53 0.00 65.3 1. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.1 6.78 6.84 0.

2 1.3 Lanjutan … No.80 0.42 1.29 0.19 0.1 9.56 1.2 4 4.14 0.1 1.00 4.66 12.1 3.42 0.15 3.17 0.39 8.06 0.22 0.45 0.23 0.12 0.75 0.06 0.Tabel .50 100.31 10.00 61.15 49.68 0.16 0.61 9.28 0.23 0.60 4.19 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.46 11.29 0.02 4.23 0.18 8.12 0.4 8.55 48.93 0.58 1.2 6.88 0.67 0.02 0.09 10.63 100.87 0.39 1.03 0.46 1.19 9.30 0.01 0.1 4.52 1.69 0.29 0.90 0.51 1.10 9.61 7.1 7.54 0.49 1.02 0.02 0.60 100.75 10.2 3 3.2 9.00 60. Persewaan & Jasa Perusahaan 62.31 9.26 6.94 0.54 0.5 9 9.45 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.02 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.56 0.4 1.2 8 8.14 3.52 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 57 .2 5 6 6.63 0.66 0.75 6. Hotel.18 0.12 0.1 2.28 0.3 8.68 11.3 1.2 8.98 0.43 0.61 1.09 9.42 0.32 7.80 0.52 0.3 7 7.81 10.68 0.1 8.3 9.88 0.93 0.09 11.06 0.44 0.1 6.46 0.77 0.38 6.Tabel Pokok Tabel 4.29 0.28 0.05 10.00 50.5 2 2.13 3.

4 1.58 47.02 0.00 59.02 10.47 0.27 0.26 0.20 7.08 8.85 0.06 0.02 0.80 0.46 7.2 4 4.25 0.1 3.2 1.07 0.41 1.71 1.59 0.1 9.76 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.08 12.1 7.3 7 7.54 0.53 7.40 1.40 0.07 8.15 0.1 8.54 0.54 4.75 1.1 6.11 10. Hotel.76 12.54 0.27 0.44 1.69 0.77 46.5 9 9.38 1.4 8.05 10.07 0.32 0.75 11.40 0.68 1.02 0.13 3.29 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.57 0.01 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.82 0.3 Lanjutan … No.23 0.12 0.3 9.24 9.06 0.25 0.1 4.17 0.5 2 2.79 0.81 0.51 0.32 8.07 0.35 0.08 13.62 10.28 0.45 0.80 47.38 0.2 8.3 1.00 59.15 0.77 4.06 0.88 0.53 0.2 9.74 0.42 1.26 0.30 100.23 4.09 12.2 5 6 6.13 0.55 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 58 . Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.47 100.2 6.38 1.81 8.67 0.66 0.49 0.74 0.06 0.77 0.2 8 8.14 9.12 0.1 1.3 8.37 100.2 3 3.29 0.72 12.Tabel Pokok Tabel 4.Tabel .98 10.32 0.13 3.13 3.87 0.15 8.66 0.1 2.25 0.

2 6.3 8.41 0.20 55.86 0.34 6.43 0.1 7.09 9.17 0.05 0.09 8.2 8 8.59 1.02 0.40 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 59 .1 9.10 0.63 0.3 9.25 0.2 3 3.3 1.80 0.22 11.2 1.90 9.16 0.66 0.1 3.4 1.53 1.25 0.1 6.16 0.15 0.5 2 2.31 0.84 0.20 0.80 5.82 5.58 1.71 5.74 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 63.3 7 7.50 4.98 5.68 0.88 6.19 0.11 11.Tabel Pokok Tabel 4.87 7.88 8.29 0.56 0.39 0.62 10.41 6.2 4 4.Tabel .72 0.09 9.84 0.53 0.50 0.69 10.49 0.4 8.72 100.13 3.31 0.62 1.16 0.05 0.22 0.72 0.42 0.14 11.76 100.13 3.82 0.50 1.1 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.16 0.50 1.18 0.98 0.59 0.1 2.17 0.22 0.02 0.02 8.17 0.00 64.99 0.17 0.2 9.02 0. Hotel.40 0.22 7.12 6.30 0.5 9 9.70 0.05 0.13 3. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.38 51.24 0.23 0.30 0.1 4.51 0.2 8.2 5 6 6.58 0.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .1 1.65 0.23 0.2008 (Persen) No.32 5.46 0.81 53.15 0.79 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.15 0.81 0.45 9.

49 13.51 8.16 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.09 10.18 0.67 5.57 1.11 0.36 5.1 6.03 6.32 0.45 0.02 0.06 0.00 61.24 0.1 3.80 0.85 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 61.14 0. Hotel.57 0.05 0.Tabel .5 2 2.31 0.2 9.67 0.23 0.09 10.30 0.1 9.52 12.79 0.19 0.3 8.2 4 4.2 5 6 6.65 0.35 0.2 3 3.51 0.70 5.62 9.76 9.02 0.93 9.33 0.05 0.79 12.65 7.37 0.69 0.22 0.2 8.15 0.57 1.91 9.4 Lanjutan … No.1 1.1 4.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 60 .23 0.13 3.1 2.12 0.2 1.04 0.80 0.2 6.65 0.13 3.5 9 9.74 11.60 100.38 0.4 8.31 0.65 0.64 0.00 60.2 8 8.51 0.54 1.32 0.11 0.90 0.25 0.4 1.22 0.15 0.48 0.57 1.33 10.90 9.58 1.35 0.48 0.74 0.Tabel Pokok Tabel 4.10 9.14 3.26 0.66 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.49 0.14 0.46 0.26 7.71 50.47 12.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.84 0.00 7.09 48.15 0.35 5.19 0.87 0.1 8.3 1.06 0.1 7.00 49.30 0.75 5.02 0.3 7 7.63 100.30 0.60 1.43 0.3 9.36 0.

23 0.26 0.11 8.58 14.08 11.00 59. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.54 100.44 100.61 0. Hotel.00 0.48 0.2 9.66 0.06 0.12 0.81 0.59 0.54 1.80 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.79 0.49 0.05 0.09 10.33 0.1 6.76 0.67 8.48 100.09 10.49 0.46 8.3 8.48 0.3 7 7.89 8.30 0.30 0.22 0.38 0.08 12.23 0.27 0.3 1.80 0.53 1.81 0.94 0.1 9.31 0.2 8.00 58.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 61 .39 0.72 0.1 8.18 0.79 0.37 8.00 0.39 0.2 3 3.Tabel .02 0.30 0.57 14.1 1.12 3.02 0.18 0.2 4 4.06 0.4 8.62 0.1 7.59 13.50 0.84 0.39 4.14 0.63 0.53 47.1 4.18 0.47 0.2 8 8.12 0.12 3.86 9.14 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.1 3.13 0.05 0.49 0.66 1.00 4.25 0.75 1.65 0.76 0.2 5 6 6.4 Lanjutan … No.12 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.1 2.50 6.65 7.05 46.52 1.58 8.13 3.5 9 9.25 12.02 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.66 0.Tabel Pokok Tabel 4.95 12.38 8.06 0.05 0.64 45.83 9.5 2 2.49 0.63 1.2 6.4 1.2 1.86 5.67 0.3 9.84 9.94 0.32 0.

2 5 6 6.00 100.67 115.00 115.23 128.00 100.00 100.39 135.98 147.51 122.36 141.1 1.00 100.5 2 2.91 117.00 100.26 117.2 9. Hotel.00 100.35 107.07 109.Tabel Pokok Tabel 4.98 127.4 1.16 124.03 151.26 140.00 100.44 184.29 114.1 9.44 130.00 100.63 145.00 100.00 100.00 100.1 6.2 8.00 100.00 100.00 100.00 100.78 125.00 100.39 116.00 100.12 165.87 121.53 127.12 123.00 100.00 100.27 111.59 160.09 123.5 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 – 2008 No.54 168.00 100.1 8.45 161.Tabel .25 123.97 120.00 100.69 147.16 110.46 149.76 115.2 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.79 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 62 .44 129.00 100.92 114.00 100.2 4 4.40 130.00 100.00 100.00 100.33 129.00 100.5 9 9. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.1 3.00 100.18 113.25 144.79 124.1 4.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.09 153.52 114.21 121.64 144.41 174.04 119.58 123.25 192.73 119.62 114.3 7 7.39 129.20 166.63 127.00 100.34 129.3 1.97 139.43 111.3 8. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 100.2 8 8.45 127.00 123.60 131.4 8.71 117.2 6. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 3 3.00 100.84 135.23 115.3 9.64 121.62 108.54 146.00 100.00 100.1 2.67 126.1 7.78 119.00 100.

08 153.81 142.55 177.54 175.20 222.44 155.97 147.08 144.10 183.82 159.2 8.05 188.3 7 7.15 203.74 116.30 169.30 142.Tabel Pokok Tabel 4.81 119.2 4 4. Hotel.37 143.62 169.21 180.76 243.1 2.57 194.59 214.1 6.21 146.56 175.59 127.1 1.57 257.1 8.41 160.55 155.92 187.41 282.1 9.53 195.72 224.83 198.64 157.28 213.61 179.31 246.3 1.33 151.49 143.50 169.75 228.77 132.20 152.2 9.41 174.27 205.81 174.51 131.22 158.20 195.02 161.11 120.3 9.85 110.80 154.39 143.31 166.98 133.37 130.25 201.62 197.98 129.60 209.73 241.57 195.52 141.02 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 63 .2 1.75 211.43 149.84 166.10 218.5 Lanjutan … No.96 170.55 205.4 1.55 138.93 161.5 2 2.89 164.30 115.52 166.65 138.43 240.5 9 9.94 176.29 181.65 164.21 171.86 219.80 191.2 5 6 6. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.2 3 3.1 4.2 6.86 151.31 271.Tabel .1 7.12 175.76 168.4 8.25 228.54 205.22 197.32 152.38 155. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.36 178.98 184.18 164. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.40 139.02 172.68 148.2 8 8.3 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 133.88 183.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.59 158.89 140.01 201.03 151.17 234.1 3.

74 304.78 200.3 9.15 279. Hotel.15 175.60 231.46 181.74 177.35 120.05 217.90 268.28 239.10 199.88 200.37 141.60 190. Persewaan & Jasa Perusahaan 170.24 324.58 235.4 8.73 278.1 4.1 8.62 264.65 189.51 262.81 255.39 252.70 195. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.45 208.62 265.03 239.31 224.3 7 7.55 170.39 295.30 233.74 312.57 79.71 217. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.94 217.71 87.17 326.14 254.2 5 6 6.40 222.73 173.13 194.42 241.91 289.2 3 3.77 423.48 232.62 240.18 227.12 221.03 202.27 243.24 219.65 213.14 159.5 Lanjutan … No.17 189.1 9.31 245.2 8 8.Tabel .3 1.30 301.2 1.76 251.33 170.60 284.00 294.5 2 2.51 166.1 2.68 225.86 265. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.65 205.66 352.84 359.60 248.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.5 9 9.47 257.78 215.45 142.03 244.07 192.57 162.1 1.2 9.36 150.57 354.22 177.2 8.04 356.04 200.10 250.76 250.02 350.90 149.20 225.1 6.91 286.53 273.2 4 4.21 238.94 135.Tabel Pokok Tabel 4.91 199.16 255.95 191.51 181.13 352.60 234.02 334.17 217.93 158.1 3.1 7.4 1.39 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 64 .2 6.92 302.62 97.89 260.17 161.62 331.62 264.33 301.52 425.3 8.

00 100.6 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .00 100.2 4 4.00 100.14 101.58 133. Hotel.66 112.17 110.00 100.00 100.93 108.00 100.44 108.69 104.25 110.1 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.67 112.02 102.5 9 9.67 101.2 5 6 6.00 100.23 118.48 107.00 100.83 112.00 100.00 100.3 9.86 102.00 100.00 100.00 100.93 127.31 105.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 100.87 101.73 111.00 100.71 113.40 134.97 130.2 3 3.84 113.3 7 7.52 111.72 113.52 106.1 4.46 101.56 122.00 100.94 105.00 100.48 101.1 6.00 100.29 115.36 132.70 112. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.37 108.2 9.2008 No.11 104.2 6.00 100.4 8.88 107.00 100.1 1.00 100.09 106.00 129.10 103.00 100.97 120.14 122.2 8 8.00 100.63 103.57 100.00 100.98 106.07 104.Tabel .41 118.00 100.00 100.31 103.23 120. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.02 110.00 100.20 102.95 105.00 118. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.00 100.00 103.Tabel Pokok Tabel 4.30 110.00 100.51 113.1 2.00 100.2 1.01 119.05 102.10 133.4 1.00 100.1 3.61 106.12 106.3 1.2 8.49 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 65 .03 118.59 102.1 7.00 100.35 103.3 8.87 105.5 2 2.44 123.1 9.69 108.89 119.00 100.23 106.30 126.00 100.77 103.

22 134.28 106.75 105.84 112.44 101.08 88.02 112.61 119.13 142.01 158.93 110.71 107.1 2.55 126.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.23 127.48 124.67 118.96 124.76 122.2 8 8.14 115.28 112.09 144.99 143.99 132.06 136.75 119.2 1.1 3.68 107.99 116.31 126.03 160.95 103.94 115.23 114.Tabel Pokok Tabel 4.96 154.4 1.1 1.98 109.05 138. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.67 141.90 160.02 154.45 131.23 160.29 118.88 93. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.11 151.78 98.19 114.27 118.1 9.33 127. Persewaan & Jasa Perusahaan 106.43 123.79 108.81 104.45 119.62 133.65 130.6 Lanjutan … No.15 131.71 151.2 9.16 114.64 125.2 3 3.3 1.17 117.1 4.1 8.67 121.3 8.83 112.93 105.1 7.36 120.2 4 4.72 115.83 106.73 130.80 117.03 120.5 2 2.90 119.4 8.86 110.94 147.42 122.2 5 6 6.2 6.18 106.5 9 9.23 108.28 122.84 100.04 110.23 127.74 153.82 132.82 132.88 137.12 129.72 111.96 157.83 113.23 133.01 144.63 136.81 114.78 108.44 124.71 156.49 103.3 7 7.44 134.11 122.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 66 .3 9.09 113.50 124.14 106.2 8.62 148. Hotel.Tabel .82 128. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.89 106.14 125.77 156.07 109.1 6.

70 143.64 174.2 8.1 3.52 130.01 132.1 8.94 120.41 122.87 118.67 131.37 127.2 9.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.06 138.11 146.Tabel Pokok Tabel 4.89 214.80 174.45 147.64 155.64 114.30 181.1 7.91 160.68 162.53 185.38 191.07 120.48 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 67 .50 130.2 8 8.19 11. Hotel.22 145.92 114. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.78 115.73 167.43 134.31 136.26 141.45 140.71 121.57 126.67 147.03 106.2 1. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.3 7 7.60 135.18 180.22 169.07 120.88 170.52 127.02 178.59 169.3 8.2 3 3.04 178.01 179.20 121.41 152.13 120. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.17 124.71 145.54 167.08 123.91 129.54 46.69 49.30 149.35 174.6 Lanjutan … No.79 165.3 1.23 126.20 114.07 128.20 189.60 135.63 128.2 4 4.65 119.16 136.1 4.1 9.93 163.64 111.24 117.05 139.Tabel .68 117.42 113.41 169.35 143.70 164.79 105.1 2.4 8.36 116.81 117.58 179.09 110.80 156.42 108.53 206.20 133.60 157.73 183.91 50.15 140.38 134.10 118.88 134.39 169.09 164. Persewaan & Jasa Perusahaan 116.2 5 6 6.1 6.70 102.31 141.11 170.5 9 9.4 1.59 124.08 230.3 9.64 202.89 114.08 193.90 137.95 129.2 6.1 1.5 2 2.

36 125.62 114.2 4 4.2 3 3.67 115.44 98.00 100.2 6.00 115.91 117.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.14 110.09 143.45 127.25 107.2 1.39 116.29 114.00 100.63 127.94 105.00 123.2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.34 107.1 4.01 111.93 110.99 130.52 114.2 5 6 6.04 119.55 145.71 117.85 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 68 .97 139.1 1.00 100.00 100.27 111.07 109.84 117.35 107.89 117. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.01 106.60 109.3 1.00 100.3 8.00 100.00 100. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.26 117.26 140.1 6.1 8.00 100.2 8.18 113.00 100.00 100.00 100.50 117.73 119.44 130.12 123.44 129.76 107.Tabel .97 120.00 100.25 105.1 3.00 100.79 108. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.00 100.67 126.00 100.00 100.Tabel Pokok Tabel 4.53 127.00 100.1 9.54 108.08 114.00 100.70 128.09 109.00 100.53 109.41 174.43 111.4 8.23 115. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.00 100.3 9.29 127.29 112.00 100.00 100.00 100.00 100.76 115.2 9.31 108.00 100.00 100.40 130.00 100.5 9 9.7 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .1 7.78 119.3 7 7.00 100.87 121.65 104. Hotel.98 113.00 100.00 100.39 103.84 106.16 110.2 8 8.1 2.00 100.89 138.00 100.18 128.4 1.09 123.5 2 2.00 100.99 124.68 120.

12 113.69 89.31 103.36 103.1 9.4 8.56 107.94 118.2 8 8.1 4.07 116.Tabel .09 110.47 117.99 111.66 120.23 112.39 108.2 4 4.49 101.74 104.3 8.18 137.65 121. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.34 130.1 1.72 108.59 127.1 3.45 117.78 112.00 106.94 103.15 113.64 106.75 109.42 106.45 107.3 9.19 107.85 113.04 111.44 118.18 105.86 109.86 107. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [8] 2005 [9] 1 1.49 109.20 116. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.60 109.3 7 7.41 111.24 124. Hotel.26 103.19 119.1 8.2 6.21 121.01 103.23 125.Tabel Pokok Tabel 4.52 106.49 96.52 110.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.89 105.32 118.61 104.39 116.75 105.70 117.77 102.15 105.59 117.47 115.32 103.2 9.64 116.03 100.01 112.46 104.10 99.39 114.07 105.50 119.17 105.99 105.2 8.37 90.65 105.7 Lanjutan … No.72 115.5 2 2.62 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 69 .71 111.14 111.54 107.44 111.02 108.58 106.83 113.2 5 6 6.3 1.93 110.62 107.47 112.74 111.69 105.88 119.50 107. Persewaan & Jasa Perusahaan 107.49 111.05 103.2 1.13 110.48 111.89 84.5 9 9.84 122.19 94.59 92.78 119.1 6.58 113.49 112.38 113.1 2.50 131.1 7.4 1.04 118.19 108.09 109.2 3 3.06 115.

08 108.76 104.5 2 2.98 111.82 106.50 122.27 111.25 114.61 116.65 106.3 9.21 119.53 118.58 103.82 120.90 112.21 111.50 107.67 104.2 8 8.3 7 7.33 132.26 116.1 3. Hotel.92 119.41 118.1 1.01 102.91 106.Tabel Pokok Tabel 4.04 110.14 110.15 118.04 112.Tabel .73 104.81 108.25 109.00 124.08 124.4 8.39 99. Persewaan & Jasa Perusahaan 106.16 109.19 111.20 110.87 114.24 109. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.01 104.30 104.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.46 106.25 107.46 116.05 118.58 112.63 118.13 111.41 111.41 108.10 118.78 119.80 106.67 110.80 105.37 123.53 109.61 112..60 109.17 112.1 6.03 112.1 8.2 1.98 106.56 104.30 105.1 4.47 55.2 9.67 116.5 9 9.25 108.21 110.2 6.48 108.77 111.06 105.03 120.60 114.19 122.2 8.68 108.4 1.77 113.1 7. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.25 102.1 9.57 109.59 118.25 105.20 111.53 107.2 5 6 6.10 112.48 103.03 113.77 103.3 1.20 109.03 108.73 107.17 110.97 106.2 3 3.2 4 4.10 112.45 113.83 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 70 .30 125.20 107.17 103.20 109.98 104.1 2.04 123.7 Lanjutan … No.47 106.3 8.45 113. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.15 119.25 111.08 110.68 112.

1 7.00 100.35 100.00 100.19 104.1 3.2 8 8.00 100.2 4 4.93 127.97 102.44 101.00 100.31 106.11 104.00 100.23 120.59 100.74 105.00 100.00 100.20 102.00 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.63 102.5 2 2.02 110.1 2.01 105. Hotel.4 8.69 104.77 103.1 9.2 8.00 100.95 105.52 106.67 101.3 9.00 118.1 4.00 100.00 103.00 100.24 108.00 100.1 1.74 125.4 1.93 108.00 100.00 100.59 102.00 100.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.3 7 7.36 114.52 111.87 105.2 6.00 100.98 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 71 .57 100.5 9 9.3 1.61 102.00 100.04 115.41 118.86 127.49 101.44 123. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.03 111.86 101.17 110.98 106.67 100.82 102.66 107.70 112.71 103.00 100.90 100.00 100.2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.00 100.53 105.25 110.17 100.00 100.3 8.48 107.00 100.36 108. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.2 3 3.00 100.09 106.2 1.Tabel .00 100.00 100.Tabel Pokok Tabel 4.00 100.00 100.80 113.31 105.58 102.00 100.00 100.05 113.61 103.12 106.86 102.1 6.2 5 6 6.65 105. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.2 9.00 100.31 103.10 103.14 101.00 100.07 104.97 120.71 100.48 101.8 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .1 8.00 100.23 106.00 100.10 105.88 107.00 100.

26 110.35 114.09 106.1 6.61 100.28 100.09 101.99 102.37 109. Persewaan & Jasa Perusahaan 102.08 101.58 105.36 109.21 104.91 101.89 104.76 103.58 91.32 103.45 104.13 101.99 101.80 101.73 107.2 8 8.00 103.3 9.1 4.4 1.30 108.4 8.97 106.87 104.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 72 .64 83.75 105.57 102.77 106.11 89.2 4 4.36 101.47 103.5 9 9.45 100.05 105.1 8.32 103.40 102.29 102.5 2 2. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.76 111. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.32 117.55 106.87 113.65 107.60 104.98 101.92 114.8 Lanjutan … No.85 100.57 104. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 151 1.75 78.34 111.35 89.67 101.1 3.2 8.76 104.76 110.06 102.99 100.2 9.52 102.90 94.32 103.80 113.91 88.95 110.Tabel Pokok Tabel 4.72 107.69 102.34 111.65 101.94 105.82 105.30 107.70 107.96 103.00 104.30 100.05 111.30 107.1 9.69 78.12 108.43 100.34 100.3 7 7.77 110.81 101.41 104.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.84 96.2 1.2 3 3.2 5 6 6.36 106.22 105.01 87.52 104.15 101.2 6.12 101.1 2.85 106.23 104.Tabel .28 103.1 7.91 104.15 105.3 8.72 106.26 115.97 107.44 103.94 89.37 103.02 109. Hotel.18 102.28 100.26 113.3 1.

1 2.00 114.2 8.32 104.55 106.14 103. Hotel.27 113.29 108.44 113.43 110.Tabel .89 100.15 106.59 102.49 106.40 104.29 102. Persewaan & Jasa Perusahaan 103.98 103.4 8.74 105.19 102.53 105.33 105.64 101.36 103. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 151 1.94 107.10 105.4 1.72 49.75 102.Tabel Pokok Tabel 4.56 106.80 114.23 102.2 8 8.72 103.1 3.08 108.32 115.2 5 6 6.21 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 73 .38 108.34 102.55 103.1 8.87 115.5 2 2.31 104.18 106.30 106.67 105.18 104.00 100.96 119.30 104.21 104.37 111.73 112.28 108.96 104.30 106.18 101.1 4.06 103.08 104.80 104.92 106.00 110.26 101.45 105.48 104.64 105.15 103.20 105.1 6.3 1.30 106.1 9.71 102.28 103.29 103.1 7.49 108.82 101.13 104.32 109.59 109.3 8.18 106.61 106.75 101.84 102.27 100.3 7 7.26 102.2 6.83 104.52 101.2 4 4.79 103.46 107.5 9 9.66 102.20 107.84 102.32 127.2 3 3.07 103.77 106.8 Lanjutan … No.55 109.00 103.05 101.47 95.80 105.94 100. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.07 105.63 106.48 103.20 105.84 101.2 1.11 103.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.04 102.2 9. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.03 104.3 9.31 104.31 109.62 103.79 113.

2 3 3.9 Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 .00 100.66 109.53 123.03 108.48 109.00 114.1 3. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.45 107.31 107.14 163.19 130.00 100.99 117.85 124.1 7.00 100.00 100.2 1.00 100.37 112.17 108.12 108.00 100.97 118.03 119.34 102.88 113.47 119.00 100.78 113.00 100.15 120.2008 No.62 142.21 124.76 106.23 113.00 100.3 8.92 119.00 100.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.62 121.00 100.3 9.00 100.00 111.1 2.00 100.63 121.00 100.21 112.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 74 .00 100.09 111.00 100.86 124.00 100.39 114.71 108.54 108.2 4 4.13 109.02 113.00 100.00 100.72 122.21 107.1 4.68 135.00 110.65 115. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.93 110.54 131.Tabel .48 100.80 125.45 122.50 112.3 7 7.29 119.00 100.66 123.00 100.4 1.00 100.2 5 6 6.94 109.87 115.64 110.00 100.48 115. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.4 8.21 113.72 124.00 100.1 1.1 8.44 170.25 106.13 105. Hotel.96 124.2 9.00 100. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.77 127.73 108.00 100.00 100.2 8 8.00 100.57 117.00 100.Tabel Pokok Tabel 4.1 6.25 109.3 1.70 111.00 100.59 109.5 9 9.5 2 2.2 8.1 9.93 116.00 100.91 100.00 100.2 6.40 113.00 100.58 155.

00 171.84 128.65 118.00 193.Tabel .49 117.51 115.2 4 4. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.66 188.74 121.07 105.27 121.5 9 9.28 119.14 137.85 145.63 142.14 129.67 172.65 162.81 131.1 2.62 131.2 5 6 6.40 213.3 8.57 180.34 150.17 126.65 131.71 126.71 123.11 135.77 119.05 125.18 148.23 121.1 6.87 128.33 180.71 143.92 131.69 146.3 7 7. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.80 132.76 136.47 165.49 151.04 142.71 149.45 133.91 160.49 185.90 128.34 159.45 164.18 169.2 8 8.3 1.4 1.01 120.89 128.Tabel Pokok Tabel 4.40 114.69 108.30 119.2 8.3 9.79 108.83 121.65 138.49 125.93 131.1 7.9 Lanjutan … No.69 114.4 8. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.2 6.53 151.02 141.70 136.24 124.56 179.21 153.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.90 151.60 187.28 124.50 116.01 146.61 130.2 3 3.82 137.15 207.1 3.1 4.25 144.5 2 2.63 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 75 .60 135.02 138.2 9.59 123.2 1.27 135.50 144.46 133.16 122.18 146.33 117.00 144.1 1.71 136.41 142.86 166.00 135.1 9.28 162.91 138.45 114.29 164.24 125.34 156.67 142.49 134.13 170.40 115.99 130.90 157.56 131. Hotel.1 8.12 145. Persewaan & Jasa Perusahaan 125.50 130.

56 139.55 178.05 170.3 8.1 6.13 202.36 206.5 2 2.83 140.00 172. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.08 171.37 235.00 156.96 194.37 149.12 171.56 202.67 168.55 166.10 173.91 167.44 156.18 144.1 4. Hotel.2 1.80 145.76 158.96 228.84 139.2 9.2 3 3.57 140.16 130.21 151.25 171.Tabel .85 160.91 163.9 Lanjutan … No.81 197.92 154.98 160.2 8 8.07 161.53 156.74 209.1 2.46 174.55 182.3 9.71 156.84 175.81 135.25 193. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.17 147.92 170.17 133.60 180.60 111.1 9.26 164.25 216.78 166.95 182.57 141.66 118.40 181.32 124.26 181.86 166.15 131.01 126.27 179.78 184. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.28 145.76 138.36 174.Tabel Pokok Tabel 4.78 192.23 170.96 170.29 125.85 172.54 173.23 138.31 180.5 9 9.2 8.58 144.49 121.02 193.1 7.59 216.93 172.86 157.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.56 122.1 1.54 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 76 .3 7 7.2 6. Persewaan & Jasa Perusahaan 145.1 8.2 5 6 6.62 164.39 157.62 176.49 219.16 196.31 139.09 150.14 175.23 153.13 189.76 171.4 1.43 128.95 163.4 8.78 221.74 129.25 178.72 183.22 158.89 145.82 154.64 167.00 189.2 4 4.1 3.86 135.41 146.3 1.59 180.

00 100. Jumlah Penduduk dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000 .69 303.63 110.96 2.2008 No.00 100.00 100.49 106.92 120.74 128.74 INDEKS IMPLISIT Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 100.233.397.966 2.98 101.00 100.710.104.00 100.135.00 100.302.00 100.417.99 99.71 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 77 .153 7.02 2.82 2.605 7.22 108.00 117.263 2.46 101.374.Tabel Pokok Tabel 4.679 8.285.713 7.10 Angka-Angka Agregat PDRB.104.99 99.47 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.417.00 111.11 299.63 110.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2.35 105.79 108.35 105.Tabel .263 7. [1] NILAI ABSOLUT Perincian [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.217.526.74 109.482 INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.015.374.25 105.52 101.00 100.85 102.00 117.02 283.283.29 118.934.467.25 105.347 8.

36 307.01 103.304.67 141.053.71 106.34 155.63 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 78 .529.270.02 123.50 2.41 118.471.38 312.996.32 101.Tabel .76 333.51 107.406 Perincian [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 142.44 131.45 149.37 112.683.02 110.70 105.952.020.643.647 3.56 105.29 101.23 108.42 109.213 11.748 3.804.739.651 9.10 Lanjutan … No.18 106.600.31 105.78 175.488.Tabel Pokok Tabel 4.052 7.403.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.08 141.13 INDEKS IMPLISIT 124.39 114.65 131.44 2.895 7.58 117.22 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 110.82 109.51 101.483.55 98.02 105.300 10.14 103.64 2.813.62 104.876.676 7.

19 3.05 136.017.62 2.57 109.54 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 79 .736.80 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 108.60 107.99 112.58 360.Tabel .23 167.968.880 14.385 4.80 105.27 342.77 2.368 12.366.325 5.610.167.68 105.86 102.48 127.10 Lanjutan … No.84 172.483. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.71 120.21 102.11 240.74 156.03 104.621 8.76 156.387.13 102.978.869.615.43 213.39 143.555 11.37 123.759.71 109.20 188.96 351.729.44 INDEKS IMPLISIT 145.85 102.83 105.019.735 Perincian [2] 2006 [9] 2007 r) [10} 2008 *) [11] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 189.50 112.02 110.323.624 8.802.058.08 102.679.Tabel Pokok Tabel 4.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 3.10 112.076 7.07 129.96 102.

.

000 4.500 (Milyar Rupiah) 3.000 500 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 81 .500 4.500 5.000 2.000 1.Grafik GRAFIK 1 PDRB KABUPATEN KARO TAHUN 2000-2008 5.500 1.000 3.500 2.Grafik .

Grafik .Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Bank & Lembaga Keuangan Jasa-Jasa 600 400 200 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 82 .Grafik GRAFIK 2 PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2000 . Gas & Air Bangunan 1000 800 Perdagangan.2008 1800 1600 1400 1200 (Miliar Rupiah) Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Listrik.

35 5.13 5.71 4 3.2008 8 6 5.32 2.Grafik .21 2 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 83 .96 5.29 ( Persen ) 4.98 4.Grafik GRAFIK 3 PERTUMBUHAN PDRB KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2001 .

77% Bangunan 3.75% Listrik.20% Perdagangan.35% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 84 .Grafik . Persewaan & Jasa Perusahaan 1.02% Keuangan.Grafik GRAFIK 4 DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2008 Jasa-Jasa 13. Gas & Air 0. Hotel & Restoran 11.76% Pengangkutan & Komunikasi 8.38% Industri 0.98% Pertanian 59.80% Penggalian 0.

10% Peternakan 6.13% 2008 Perikanan 0.20% Kehutanan 0.80% Kehutanan 0.Grafik .77% Tanaman Bahan Makanan 79.32% Perkebunan Rakyat 14.21% Peternakan 6.10% Perkebunan Rakyat 13.67% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 85 .70% Tanaman Bahan Makanan 78.Grafik GRAFIK 5 DISTRIBUSI PERSENTASE PEMBENTUKAN PDRB SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2007 DAN 2008 2007 Perikanan 0.

952.000 8.621 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 86 .676 14.000.000.000 2.397.000.263 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 7.000 7.Grafik .000 12.325 8.417.526.000.000 4.624 8.2008 7.471.615.759.804.052 11.968.748 10.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 7.406 7.934.000.735 ( Rupiah ) 10.739.000 6.606 7.000 14.895 7.813.076 16.482 8.000.233.Grafik GRAFIK 6 PDRB PERKAPITA KABUPATEN KARO TAHUN 2000 .417.385 12.263 7.167.017.366.000.000.647 9.153 11.053.966 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful