PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN KARO TAHUN 2000 - 2008
1B

No. Katalog
2B

: 9205.12.11 : 1211.09.02

No. Publikasi
3B

Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah

: 28 Cm x 21 Cm : 86 + vii : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo

Gambar Kulit

Diterbitkan Oleh

: Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya
0B

PETA KABUPATEN KARO

Kabanjahe. DAULAT DANIEL SINULINGGA . Saya sampaikan terima kasih atas bantuan peran sertanya dalam upaya penyediaan data yang terpercaya dan relevan dalam mendukung Perencanaan Pembangunan. Penyajian data penghitungan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo ini sangat penting bagi Pemerintah Daerah. Selain untuk mengetahui tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kemakmuran Masyarakat. Kiranya Publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo tahun 2000 2008 ini dapat bermanfaat bagi semua pemakai data sesuai dengan kebutuhan masing-masing terutama dalam pembangunan Daerah Kabupaten Karo. juga berguna untuk melihat Struktur Perekonomian di Kabupaten Karo. M e i 2009 BUPATI KARO DRS. baik Instansi Pemerintah maupun Swasta. berarti kita telah dapat mengukur Laju Pembangunan khususnya Pembangunan Ekonomi yang dilaksanakan di Kabupaten Karo. dan sekaligus dapat dijadikan sebagai indikator dasar dalam penentuan kebijakan pembangunan pada tahun berikutnya.B U P A T I K A R O KATA SAMBUTAN Dengan terbitnya Publikasi Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo tahun 2000 – 2008 ini. Kepada semua pihak.

SE. NIP. 19610227 199003 1 003 DONI BUKIT. PANTAS SAMOSIR Pembina NIP. Ir. Kabanjahe. Untuk melengkapi publikasi ini juga disertai dengan penjelasan yang berkaitan dengan konsep definisi PDRB. M e i 2009 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN KARO BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KARO Kepala. persentase maupun indeks.KATA PENGANTAR Publikasi "Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 . Kami menyadari dalam perhitungan masih ditemui berbagai kelemahan. 19600618 198101 1 001 . Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan dalam publikasi ini dihitung menggunakan tahun dasar 2000 dengan ruang lingkup dan metode penghitungan yang lebih disempurnakan. Untuk itu kami mohon kesediaan pembaca / pengguna data untuk memberikan saran demi kesempurnaan publikasi ini selanjutnya. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000 yang penyajiannya dalam bentuk rupiah. Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih Kepada Bapak Bupati Karo yang sangat memberikan perhatian kepada data statistik dan telah memberikan bantuan baik moral dan spiritual serta kepada semua pihak yang telah ikut membantu sehingga memungkinkan terbitnya publikasi ini.2008" ini merupakan kerjasama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Karo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karo. Dalam publikasi ini disajikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

........................................................................ ii iii iv v vi vii 2 3 3 4 4 10 1..................................................................................1 Perkembangan PDRB Kabupaten Karo ...........................................................................5 Metode Penghitungan Pendapatan Regional . DAFTAR TABEL ………………………………………………………………………… DAFTAR GRAFIK ………………………………………………………………………........ 1.................. 3........................Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman PETA WILAYAH KABUPATEN KARO ………………………………………………… KATA SAMBUTAN BUPATI KARO …………………………………………………… KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………................................................................................................... TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO ……………………… 3................... 1........ TABEL-TABEL POKOK ......…....................GRAFIK ……….......................................3 Penggunaan Tahun Dasar ................. 3......3 Peranan dan Perkembangan Sektor ..........................................................................................… 3....................... BAB 1 PENJELASAN UMUM ....................................2 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo ........…… 44 46 49 80 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 v .........6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan ....4 Konsep dan Defenisi....................................4 Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo ….......................................2 Tujuan dan Kegunaan Statistik Pendapatan Regional ......................................................................... 1.. BAB 2 BAB 3 URAIAN SEKTORAL .........1 Latar Belakang ......................................................................... 1.................. DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………….....… 1.....................................Sektor Ekonomi di Kabupaten 12 15 17 39 41 42 Karo ..........................................................................7 Cara Penyajian dan Angka Indeks ...................................................... 1........................ GRAFIK .......

.................................................... Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ............1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ........ Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000..................... Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .............................................................…................. 41 42 43 Tabel 3.2008 ...................7 68 Tabel 4........................... Jumlah Penduduk dan PDRB Per kapita Kabupaten Karo 2000 – 2008 ..............................................................................................................2 Tabel 3...................................................................5 45 47 Tabel 3... Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ..................... 2006-2008…........2008 ..............................4 44 Tabel 3.................................................................................................6 65 Tabel 4............... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ........................ ......... Angka-Angka Agregat PDRB..8 71 74 77 Tabel 4....................2008 .............4 59 Tabel 4................ ................................Daftar Tabel DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3. PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000......................... Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 – 2008 ......................................................... ........1 Tabel 3..... 2006 – 2008....................................... PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .................................................. Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ...... ..................9 Tabel 4..... Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008............................................2008 ... 50 Tabel 4....................... Perbandingan Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001..............................2008.......................................................................................3 56 Tabel 4...................................2008 ..................6 TABEL-TABEL POKOK Tabel 4...................3 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 ..........2008 ....................2 53 Tabel 4................................10 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vi ............................ 2006 .......................................................................2008 .........…...2008 .........................................5 62 Tabel 4.............. Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ...........................

........................... Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000-2008 ........... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008 ............... 81 82 83 Grafik 3 Grafik 4.................Daftar Grafik DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 1.................................................... PDRB Kabupaten Karo Tahun 2000–2008 .... Pertumbuhan PDRB Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001-2008…..................................... Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vii ............. 85 86 Grafik 6............................................................ PDRB Perkapita Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 .......................... Grafik 2........ 84 Grafik 5............................................................................................................ Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007 dan 2008 ...........................................................

7. Metode Penghitungan Pendapatan Regional 1.6. Latar Belakang 1. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 1.2. Penyajian dan Angka Indeks .5.4.1. Konsep dan Defenisi 1. Tujuan dan Kegunaan 1. Penggunaan Tahun Dasar 1.1.3.

beriman dan sejahtera dalam suasana kekerabatan Karo ".1. industri dan perdagangan berbasis agribisnis yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan serta pelestarian hutan dan rehabilitasi lahan yang kritis. meningkatkan hubungan ekonomi dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tertier. 6. Latar Belakang yaitu : Dengan pembangunan di segala bidang yang makin pesat dan meluas ke daerah-daerah. Melestarikan nilai-nilai budaya Karo dengan tidak menutup diri terhadap budaya luar yang bersifat positif. Berdasarkan Visi tersebut di atas. Program dan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Karo digambarkan dalam Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Karo. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . meningkatkan pemerataan pembagian pendapatan masyarakat. yang berguna dalam penyusunan program pembangunan tersebut maupun untuk menilai atau mengetahui berhasil tidaknya Visi Pembangunan Kabupaten Karo " Terwujudnya masyarakat Kabupaten Karo yang maju.Penjelasan Umum BAB 1 PENJELASAN UMUM 1. Meningkatkan peranan koperasi dan UMKM untuk menunjang perekonomian masyarakat melalui perbankan dan lembaga keuangan non Bank. maka Misi yang diemban adalah : 1. Mengembangkan secara optimal pertanian. memperluas lapangan kerja. pembangunan dan kemasyarakatan. pariwisata. baik data statistik nasional maupun regional. maka sangat diperlukan berbagai jenis data statistik. demokratis. Meningkatkan peran serta masyarakat khususnya tokoh agama dan rohaniawan dalam penyelenggaraan pemerintahan. maka data statistik baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan merupakan suatu hal yang mutlak dibutuhkan. 3. Sejalan dengan penyusunan program pembangunan di segala bidang. Dalam pembangunan di bidang ekonomi. 4. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana Kabupaten Karo. pada hekekatnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. 5. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia 2. 2 pembangunan yang telah dilakukan.

3 . Restoran dan Hotel 7. Mengetahui struktur perekonomian Di dalam penghitungan diklasifikasikan PDRB. c. 4. Perdagangan. Pertambangan dan Penggalian 3. Konstruksi/Bangunan 6. Pengklasifikasian ini mengacu kepada klasifikasi sektor yang digunakan dalam 1. PDRB per kapita diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.Penjelasan Umum 7. Listrik. struktur 9 perekonomian menjadi (sembilan) sektor.2. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya 9. Gas dan air Minum 5. Struktur perekonomian dirinci sebagai berikut : 1. pertambangan/penggalian atau industri melalui peranan/kontribusi sektor ekonomi. Pertanian 2. Industri Pengolahan a. Tujuan dan Kegunaan Statistik penghitungan. Tingkat kemakmuran suatu daerah Dengan demikian dari angka-angka statistik Tingkat kemakmuran suatu daerah digambarkan di dalam pendapatan per kapita. Jasa-jasa Pendapatan Regional Tujuan dan kegunaan statistik pendapatan regional antara lain untuk mengetahui : b. Pendapatan per kapita merupakan gambaran ratarata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Angka-angka statistik pendapatan regional atas dasar harga konstan menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Meningkatkan ketertiban dan ketentraman masyarakat serta kesadaran politik berdasarkan nilai-nilai demokrasi. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 pendapatan regional tersebut dapat dilihat struktur perekonomian suatu daerah. apakah daerah tersebut agraris. baik itu secara menyeluruh maupun sektor demi sektor. Pengangkutan dan Komunikasi 8.

arti. regional Propinsi di Indonesia. 1. Perubahan tahun dasar ini. Atas dasar itu maka tahun 2000 dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh hasil pembangunan pada periode berikutnya.Penjelasan Umum d. Penggunaan Tahun Dasar besaran positip.4. karakteristik. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 4 . yang berlaku untuk seterusnya. dilakukan karena keadaan perekonomian tahun 1993 sebagai tahun dasar dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi perekonomian pada saat sekarang ini. Penentuan tahun dasar 2000 sebagai tahun dasar yang baru. BPS menganjurkan agar mulai tahun 2000 penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di seluruh Indonesia menggunakan seri penghitungan pendapatan regional dengan tahun dasar 2000. dimana pada seri pendapatan regional tahun-tahun sebelumnya menggunakan tahun dasar 1993. didasarkan pada pengamatan bahwa perekonomian selama tahun 2000 dipandang relatif stabil dan mantap dimana sejak tahun 2000 – 2003 pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari tahun ke tahun dengan (Inflasi/Deflasi) Perbandingan antara PDRB atas dasar harga berlaku dengan PDRB atas dasar harga konstan merupakan angka indeks implisit yang dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya perubahan harga barang dan jasa secara keseluruhan. Selain itu juga sesuai rekomendasi PBB agar penghitungan PDB atas dasar harga konstan dimutakhirkan secara periodik dengan menggunakan tahun referensi yang berakhiran 0 dan 5.3. PDRB Kabupaten Karo telah dihitung secara kontinu setiap tahun dan publikasi ini merupakan urutan seri tahun 2000-2008. Hal itu bisa diberi makna sebagai awal berjalannya proses pemulihan ekonomi keseragaman seluruh Untuk penghitungan mendapatkan pendapatan setelah keterpurukan akibat krisis ekonomi pada tahun 1997. terlebih setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 yang berdampak kepada perubahan struktur perekonomian Indonesia. bisa dinyatakan bahwa struktur ekonomi tahun 2000 telah berbeda dengan tahun 1993. Dengan menggunakan tahun dasar 2000. ujud phisik. 1. Mengetahui tingkat perubahan harga Secara ringkas. Konsep dan Defenisi Untuk memahami lebih lanjut mengenai data yang tersedia.

bunga. kesimpulan yang menyimpang dari keadaan yang diinginkan. sedangkan pada 1. Penyusutan yang dimaksud disini adalah nilai susut (aus) barang-barang modal atau pengurangan nilai barang-barang modal (mesin-mesin. Defenisi yang berbeda akan menghasilkan data yang berbeda pula. Jadi dengan menghitung nilai tambah bruto dari masing-masing sektor dan menjumlahkan nilai tambah bruto dari seluruh sektor tadi. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi dengan biaya antara (intermediate cost). Jika nilai susut barang-barang modal dari seluruh sektor ekonomi dijumlahkan. menghasilkan interpretasi Selanjutnya akan dan penarikan Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar. Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Harga Pasar dikeluarkan.sewa tanah dan keuangan). Perbedaan antara konsep bruto dan netto ialah karena pada konsep bruto faktor penyusutan masih termasuk di dalamnya. penyusutan dan pajak tidak Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . 5 pendapatan (upah dan gaji.2.Penjelasan Umum batasan dan sifat kegiatan tentang eksistensi. maka hasilnya merupakan ‘penyusutan’ yang dimaksud di atas. Dengan demikian penjelasan konsep dan defenisi menjadi amat penting untuk dipahami dalam penghitungan pendapatan regional.4.4.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Pasar Angka PDRB atas dasar harga pasar dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah. kendaraan dsb) yang terjadi selama barang modal tersebut ikut serta dalam proses produksi. akan diperoleh Produk Domestik defenisinya. perubahan dan perpindahan suatu barang dan jasa harus tercermin jelas dalam konsep dan langsung netto. peralatan. Nilai tambah bruto disini mencakup komponen-komponen faktor konsep netto komponen penyusutan telah 1. Jadi produk domestik regional bruto atas dasar harga pasar dikurangi dengan penyusutan akan diperoleh produk domestik regional netto atas dasar harga pasar.

Berlawanan dengan pajak tidak langsung yang berakibat menaikkan harga barang jadi (output). subsidi yang diberikan pemerintah kepada unit-unit produksi terutama unit-unit produksi yang dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas dengan tujuan untuk menekan/menurunkan harga hingga bisa dijangkau/dibeli oleh masyarakat luas. dalam penghitungan pendapatan regional disebut pajak tidak langsung netto. maka dengan sendirinya keuntungan perusahaan itu sebagian akan menjadi milik orang luar. Pajak tidak langsung dari unitunit produksi dibebankan pada biaya produksi atau pada pembeli hingga lansung berakibat menaikkan harga barang. Misalnya.4. bunga. maka hasilnya adalah Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor. . tidak seluruhnya menjadi pendapatan penduduk daerah tersebut. merupakan jumlah dari pendapatan yang berupa upah dan gaji. kalau Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 6 . suatu perusahaan yang modalnya dimiliki oleh orang luar.3. tetapi perusahaan tadi beroperasi di daerah tersebut. Pendapatan Regional Dari konsep-konsep yang diterangkan di atas dapat diketahui bahwa produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor sebenarnya merupakan jumlah balas jasa faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di wilayah tersebut. cukai dan lain-lain pajak. Dengan demikian pajak tidak langsung dan subsidi mempunyai pengaruh yang berlawanan terhadap harga barang dan jasa. Kalau produk domestik regional netto atas dasar harga pasar dikurangi dengan pajak tidak langsung netto. sewa tanah dan keuntungan yang timbul. Pajak tidak langsung meliputi pajak penjualan. yaitu milik orang yang mempunyai modal tadi. Selisih antara pajak tidak langsung dan subsidi.4. bea ekspor. Produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor. Akan tetapi pendapatan yang dihasilkan tadi.Penjelasan Umum 1. sebab ada sebagian pendapatan yang diterima penduduk daerah lain.4. 1. atau merupakan pendapatan yang berasal dari wilayah tersebut. Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Biaya Faktor Perbedaan antara konsep biaya faktor dan konsep harga pasar di atas ialah karena adanya pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada unit-unit produksi. Sebaliknya. kecuali pajak pendapatan dan pajak perseroan.

dikurangi penyusutan akan sama dengan. Produk regional netto inilah yang sebenarnya merupakan pendapatan regional. perusahaan keuntungan (undistributed profit).4. ) Pendapatan Regional bila dikurangi (corporate yang (regional income). yang menjadi pendapatan bagi pemilik modal itu. Kalau produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor dikurangi dengan pendapatan yang mengalir keluar dan ditambah pendapatan yang masuk dari daerah lain maka hasilnya akan merupakan produk regional netto yaitu merupakan jumlah pendapatan yang benar-benar diterima (income receipt) oleh seluruh penduduk yang tinggal di daerah tersebut. ) Produk Domestik Regional Nettto Atas Dasar Harga Pasar (NRDP at market prices). ) Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor (NRDP at factor cost). dikurangi pajak tidak langsung netto akan sama dengan. pajak pendapatan income tidak taxes) dibagikan perusahaan tadi akan mengalir ke dalam daerah tersebut. diterima oleh transfer yang Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 7 . Bila pendapatan regional ini dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah itu. hingga produk regional terpaksa belum dapat dihitung dan untuk sementara dalam penghitungannya pendapatan regional dianggap sebagai produk domestik regional netto. maka akan dihasilkan suatu pendapatan per kapita. maka konsep-konsep yang dipakai dalam pendapatan regional dapat diuraikan sebagai berikut: ) Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (GRDP at market prices). iuran kesejahteraan sosial ditambah (social security contribution). ditambah dengan pendapatan netto yang mengalir dari/ke daerah lain akan sama dengan. Pendapatan Perorangan dan Pendapatan Siap Dibelanjakan Dari beberapa hal yang telah diuraikan di atas.5.Penjelasan Umum ada penduduk daerah ini menanamkan modal di luar daerah maka sebagian keuntungan 1. Akan tetapi untuk mendapatkan angkaangka tentang pendapatan yang mengalir keluar/masuk ini (yang secara nasional diperoleh dari Neraca Pembayaran Luar Negeri) masih sangat sukar diperoleh pada saat ini.

Dengan susunan ini terlihat bahwa pendapatan perorangan merupakan pendapatan yang diterima oleh rumahtangga.6. produk domestik region yang rumahtangga. keuntungan yang tidak dibagikan ditahan perusahaan-perusahaan dan dana jaminan sosial dibayar kepada instansi-instansi yang berwenang. tanpa (disposable income). ) Pendapatan yang siap dibelanjakan 1. pemerintah. ) Pendapatan Perorangan (personal income). Produk Domestik dan Produk Regional Seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan di wilayah domestik. Kenyataan menunjukkan bahwa ada sebagian dari kegiatan produksi yang dilakukan di suatu daerah namun beberapa faktor produksinya berasal/masuk dari daerah lain dan sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian tidak dibayar kepada rumahtangga akan tetapi pajak pendapatan perusahaan diterima oleh pemerintah. transfer yang dibayarkan oleh rumahtangga akan sama dengan. Hal ini menyebabkan nilai produksi domestik yang timbul di suatu daerah bisa tidak sama dengan pendapatan yang diterima penduduk daerah tersebut. Yang dimaksud dengan ‘wilayah domestik’ atau ‘region’ adalah meliputi wilayah yang betul-betul berada dalam batas geografis daerah tersebut.Penjelasan Umum rumahtangga. bunga netto atas hutang merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income). Pendapatan yang timbul oleh karena adanya kegiatan produksi tersebut merupakan pendapatan domestik. akan sama dengan. merupakan bersangkutan. Ternyata tidak seluruh pendapatan regional diterima oleh memperhatikan apakah faktor produksinya berasal dari/atau dimiliki oleh penduduk daerah tersebut. Bila pendapatan perorangan ini dikurangi dengan pajak yang langsung dibebankan kepada rumahtangga dan hibah yang diberikan oleh rumahtangga maka hasilnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 8 . Tetapi sebaliknya rumah tangga masih menerima tambahan yang merupakan transfer payments baik dari pemerintah maupun perusahaan dan bunga netto atas hutang pemerintah.4. bila dikurangi pajak rumahtangga.

Jadi produk regional merupakan produk yang betul-betul ditimbulkan oleh faktor produksi yang dimiliki penduduk daerah tersebut. Yang dimaksud produk regional adalah produk domestik ditambah pendapatan dari luar daerah dikurangi dengan pendapatan yang dibayar ke luar daerah tersebut. yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga adanya penurunan nilai pendapatan masyarakat di suatu daerah. Kenaikan/penurunan riel yaitu konstan. Pendapatan regional dengan faktor inflasi yang masih ada di 1. Kenaikan/penurunan pendapatan yang disebabkan karena adanya faktor perubahan harga. Oleh karena itu. Sedangkan pendapatan regional dengan faktor inflasi yang sudah ditiadakan merupakan pendapatan regional atas dasar harga konstan. faktor inflasi ini terlebih dahulu harus dikeluarkan. deviden dan keuntungan maka timbul perbedaan antara produk domestik dan produk regional. Bila terjadi kenaikan riel pendapatan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 9 . Dengan alasan inilah maka pendapatan regional perlu disajikan dalam dua bentuk. Bila terjadi kenaikan pendapatan yang hanya disebabkan karena adanya inflasi (menurunnya nilai uang) akan melemahkan daya beli masyarakat. 2. Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Angka-angka menggambarkan pendapatan kenaikan regional ataupun Harga dalamnya merupakan pendapatan regional atas dasar harga berlaku. penduduk berarti daya beli penduduk di daerah tersebut meningkat.7. untuk mengetahui pendapatan yang sebenarnya (riel). kenaikan/penurunan tingkat pendapatan yang tidak dipengaruhi oleh faktor perubahan harga. Kenaikan/penurunan nilai tersebut dapat dibedakan oleh dua faktor: 1.Penjelasan Umum Dengan adanya arus pendapatan yang mengalir antara daerah ini (termasuk juga dari/ke luar negeri) yang pada umumnya berupa upah/gaji.4.

pertambangan.5. Dalam hal sektor Pemerintahan dan usaha yang sifatnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 10 . Pendekatan Produksi Pendapatan regional dapat dihitung Pendekatan dari segi produksi ini melalui dua metode yaitu: 1. bermaksud untuk menghitung nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing total produksi bruto tiap-tiap sektor atau sub sektor. Metode langsung dapat dilakukan dengan mempergunakan 3 macam pendekatan yaitu: 1. Pendekatan ini banyak digunakan untuk memperkirakan nilai tambah dari kegiatan-kegiatan produksi yang berbentuk barang.1. Nilai tambah merupakan selisih antara nilai produksi (output) dan nilai biaya-biaya antara (intermediate cost) yang dipakai dalam proses produksi. Pendekatan Pendapatan Dalam pendekatan pendapatan maka nilai tambah dari setiap kegiatan ekonomi dihitung dengan jalan menjumlahkan semua balas jasa faktor produksi yaitu upah dan gaji. dan sebagainya. Metode Langsung 1. Pendekatan Pengeluaran Sedangkan metode tidak langsung adalah cara alokasi yaitu mengalokasikan pendapatan nasional menjadi pendapatan regional dengan memakai berbagai macam indikator sebagai alokatornya. 1.5. Pendekatan Pendapatan 3. Metode Langsung 2.1.1. Metode Pendapatan Penghitungan Regional 1. surplus usaha. seperti pertanian. Nilai ini sama dengan balas jasa atas ikut sertanya faktor produksi dalam proses produksi.2. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.5. Pendekatan Produksi 2.Penjelasan Umum 1. Metode Tidak Langsung Yang dimaksud dengan metode langsung adalah penghitungan dengan mempergunakan data daerah secara terpisah sama sekali dengan data nasional sehingga hasil penghitungannya memperlihatkan seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan daerah tersebut.5.1. industri.

Pendekatan dari segi pengeluaran bertitik tolak pada penggunaan akhir dari barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri. maka dari jumlah penyediaan di atas nilai impor perlu dikeluarkan kembali. Yang dimaksud dengan surplus usaha disini adalah bunga netto. Hal ini terutama tersedianya disebabkan dan oleh karena tidak data Metode tidak langsung adalah suatu cara mengalokasikan produk domestik bruto propinsi ke setiap kabupaten/kota dengan menggunakan alokator tertentu. Alokator yang dapat digunakan 1.1. Metode Tidak Langsung kurang lengkapnya mengenai nilai produksi dan biaya antara (intermediate cost). Jadi kalau dilihat dari segi penggunaan maka total supply dari barang dan jasa itu digunakan untuk: ) Konsumsi rumahtangga ) Konsumsi lembaga Swasta yang tidak mencari untung ) Konsumsi Pemerintah ) Pembentukan modal tetap bruto ) Perubahan stok ) Ekspor netto Dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari alokator tersebut dapat diperhitungkan PDRB secara alokasi yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 11 . banyak dipakai pada sektor yang produksinya berupa jasa seperti sektor Pemerintahan. surplus usaha tidak diperhitungkan.Penjelasan Umum tidak mencari untung.5.2.5. Pendekatan Pengeluaran adalah: ) Nilai produksi bruto atau netto setiap sektor/sub sektor ) Jumlah produksi fisik ) Jumlah Tenaga kerja ) Jumlah Penduduk ) Alokator tidak langsung 1. Metode pendekatan pendapatan ini Dipakainya istilah ekspor netto disini.3. sewa tanah dan keuntungan. karena yang akan dihitung hanya nilai barang dan jasa yang berasal dari produksi dalam negeri saja.

Mengingat sifat barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap sektor.1. maka penilaian NPB/Output dilakukan n 1. NTB menggambarkan perubahan Volume/Quantum Produksi yang dihasilkan dan ¦O 1 1 n = Jumlah Indikator (Kabupaten) = Banyaknya Kecamatan tingkat perubahan harga dari masing-masing kegiatan. Selain itu diperlukan juga data harga per unit/satuan dari barang yang PDRB atas dasar harga berlaku dihasilkan. Pertambangan dan Penggalian. Harga yang dipergunakan adalah harga produsen. pertamakali dicari kuantum produksi dengan satuan standar yang biasa digunakan. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dipergunakan tidak selalu sama antara satu kabupaten dan kota dengan kabupaten dan kota lainnya. Keterangan : NTBI = Nilai Tambah Bruto Kecamatan NTBk = Nilai Tambah Bruto Kabupaten Oi = Indikator Kecamatan i NTB atas dasar harga berlaku yang didapat dari pengurangan NPB/Output dengan biaya antara masing-masing dinilai atas dasar harga berlaku.6. Setelah itu ditentukan kualitas dari jenis barang yang dihasilkan. biasanya satu tahun.6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan Hasil penghitungan PDRB disajikan atas dasar : 1. Harga Konstan sebagai berikut: 1. Satuan dan kualitas yang yang 1. Untuk sektor primer yang produksinya bisa diperoleh secara langsung dari alam seperti Pertanian. yang dinilai dengan harga tahun yang bersangkutan. yaitu harga yang diterima oleh produsen atau harga yang terjadi pada 12 merupakan jumlah Nilai Tambah Bruto (NTB) atau nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 .Penjelasan Umum NTBi ¦O i 1 n Oi i xNTBk unit-unit produksi dalam suatu periode tertentu. Harga Berlaku 2. sub sektor dan sektor.

penghitungan seri pendapatan nasional/regional atas dasar harga konstan. gas dan air minum. dan sektor bangunan. subsektor dan yang benar-benar dihasilkan sehubungan dengan proses produksi utamanya. kegiatan. Untuk sektor-sektor yang secara umum produksinya berupa jasa seperti sektor perdagangan. listrik. tahun yang 3. tahun dasar sangat Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 13 .6. Bank dan pengangkutan dan komunikasi. 2. yang sesuai dengan kegiatan. Selain itu dihitung juga produksi jasa yang digunakan sebagai pelengkap dan tergabung menjadi satu kesatuan usaha dengan produksi utamanya.2. Untuk penghitungan dengan kuantum mencari Selain menghitung nilai produksi utama. lembaga keuangan lainnya. subsektor dan sektor yang bersangkutan. Untuk sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri pengolahan. dihitung pula nilai produksi ikutan yang dihasilkan dengan anggapan mempunyai nilai ekonomi. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator harga masing-masing komoditi/jasa pada tahun yang bersangkutan. sewa rumah dan jasa perusahaan serta pemerintah dan jasajasa. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Konstan Seperti telah diuraikan sebelumnya.Penjelasan Umum transaksi pertama antara produsen dengan pembeli/konsumen. komoditi pada tahun yang bersangkutan. Produksi ikutan yang dimaksudkan adalah produksi ikutan produksinya dilakukan indikator produksi masing-masing sektor. Selain itu diperlukan juga indikator harga dari masingmasing kegiatan. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masing-masing 1. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masingmasing komoditi pada bersangkutan. subsektor dan sektor yang bersangkutan. penghitungan sama dengan sektor primer. Data yang diperlukan adalah kuantum produksi yang dihasilkan serta harga produsen masing-masing Pemilihan indikator produksi didasarkan pada karakteristik jasa yang dihasilkan serta disesuaikan dengan data penunjang lainnya yang tersedia. restoran dan hotel.

3. cara menilai produksi dan biaya antara masing-masing tahun dengan harga pada tahun dasar. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 14 .2.Penjelasan Umum penting untuk melihat perkembangan riel dari tahun ke tahun dari setiap agregat ekonomi yang diamati.1.2. Ekstrapolasi Nilai tambah masing-masing tahun atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mengalikan nilai tambah pada tahun dasar dengan indeks produksi.6. kemudian dengan menggunakan rasio tetap nilai tambah terhadap output akan diperoleh perkiraan nilai tambah atas dasar harga konstan. yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut: ekstrapolator dapat merupakan indeks dari masing-masing produksi yang dihasilkan ataupun indeks dari berbagai indikator produksi seperti 1. tenaga kerja. Indeks produksi sebagai keseluruhan. dan hasilnya merupakan output dan biaya antara hasil perhitungan di atas. jumlah perusahaan dan lainnya.2. 1. Agregat yang dimaksud tersebut dapat merupakan produk domestik bruto secara 1. Dalam prakteknya. sangat sulit melakukan revaluasi terhadap biaya antara yang digunakan. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator biasanya merupakan indeks harga perdagangan besar dan sebagainya. D e f l a s i Nilai tambah atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara membagi nilai tambah atas dasar harga berlaku masing-masing tahun dengan indeks harga. karena mencakup komponen input yang terlalu banyak disamping data harga yang tersedia tidak dapat memenuhi semua keperluan tersebut. yang dianggap cocok dengan jenis kegiatan yang dihitung.6. Oleh karena itu biaya antara atas dasar harga konstan biasanya diperoleh dari perkalian antara output dari masing-masing tahun dengan rasio tetap biaya antara terhadap output pada tahun dasar.6.2. nilai tambah sektoral atas dasar harga konstan. Revaluasi Revaluasi adalah penilaian kembali. Ekstrapolasi dapat juga dilakukan terhadap perhitungan output atas dasar harga konstan.

4. deflasi terhadap sangat biaya sulit antara.Penjelasan Umum Indeks harga diatas dapat pula dipakai sebagai inflator. Oleh karena itu dalam penghitungan harga konstan. sedangkan nilai tambah diperoleh dari selisih antara output dan biaya antara yang telah dideflasi tersebut. yang masing-masing dapat dibedakan sebagai berikut: komponen nilai tambah dan komponen pengeluaran produk domestik bruto. deflasi berganda ini belum banyak digunakan. maka 15 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Karena menggunakan harga tetap. 1. Pada penyajian atas dasar harga konstan suatu tahun dasar. Deflasi Berganda 1. yang dideflasi adalah output dan biaya antara. dalam keadaan dimana nilai tambah atas dasar harga yang berlaku justru diperoleh dengan mengalikan nilai tambah atas dasar harga konstan dengan indeks harga tersebut. juga karena indeks harganya belum tersedia secara baik. pendapapatan dinilai atas dasar harga tetap yang terjadi pada tahun dasar. semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga yang berlaku pada masing-masing tahun baik pada saat menilai produksi dan biaya antara maupun pada penilaian Agregat-agregat pendapatan seperti yang telah diuraikan di atas. secara seri selalu disajikan dalam dua bentuk yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan suatu tahun dasar. semua agregat disamping karena komponennya terlalu banyak. Cara Penyajian dan Angka Indeks Dalam deflasi berganda ini. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator untuk penghitungan output atas dasar harga konstan biasanya merupakan indeks harga produsen atau indeks harga perdagangan besar sesuai dengan cakupan komoditinya. 1. tetapi mengingat data yang tersedia maka cara deflasi dan ekstrapolasi lebih banyak dipakai.6. Pada penyajian atas dasar harga berlaku. Sedangkan indeks harga untuk biaya antara adalah indeks harga dari komponen input terbesar. produk Penghitungan domestik komponen bruto penggunaan harga atas dasar konstan juga dilakukan dengan menggunakan cara-cara di atas. Pada melakukan kenyataannya.7. 2.2.

indeks berantai dan indeks implisit. diperoleh dengan membagi nilai-nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun dasar. diperoleh dengan membagi nilai atas dasar harga berlaku dengan nilai atas dasar harga konstan untuk masing-masing tahun dikalikan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 16 . Agregat-agregat pendapatan juga disajikan dalam bentuk angka indeks 100. Jadi disini tahun sebelumnya selalu dianggap 100. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat pendapatan untuk masing-masing tahun dibandingkan tahun sebelumnya. pendapatan dari tahun ke tahun terhadap tahun dasar. akan terlihat tingkat perkembangan harga (perkembangan). x Indeks harga implisit. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat setiap tahun terhadap tahun sebelumnya. diperoleh dengan membagi nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun sebelumnya. Selanjutnya bila dari indeks harga implisit ini dibuatkan indeks berantai. dikalikan 100. yang mana masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut: x Indeks perkembangan. Indeks ini menunjukkan dari tingkat agregat perkembangan pendapatan harga terhadap harga pada tahun dasar. x Indeks berantai.Penjelasan Umum perkembangan agregat pendapatan dari tahun ke tahun semata-mata karena perkembangan produksi riel dan bukan karena kenaikan harga. dikalikan 100.

.

Uraian Sektoral

BAB 2 URAIAN SEKTORAL

Uraian sektoral yang disajikan dalam bab ini mencakup ruang lingkup, defenisi, dan sumber data yang digunakan untuk masing-masing sektor dan sub sektor, cara-cara perhitungan nilai tambah baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000.

sayuran, dan buah-buahan. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis, seperti jerami, daun, pelepah, batang, kelobot dan sebagainya juga dimasukkan dalam penggolongan ini. Data produksi diperoleh dari BPS Propinsi Sumatera Utara, BPS Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Data harga diperoleh dari survei yang dilakukan BPS, seperti harga untuk komoditi palawija, sayur-sayuran, dan buahbuahan pada tingkat harga pasar pedesaan (HP1), harga untuk komoditi padi pada tingkat loko gudang petani (HP2), dan harga komoditi-komoditi tertentu lainnya yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Diperta setempat. Nilai Tambah Bruto (NTB) atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu nilai produksi bruto (NPB)/output dikurangi dengan jumah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masing-masing komoditi setiap tahun. Sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi, yaitu mengalikan produksi pada masing-masing tahun dengan

2.1. Sektor Pertanian

Sektor

pertanian

meliputi

kegiatan

pengusahaan dan pemanfaatan benda-benda biologis (hidup) yang diperoleh dari alam dengan tujuan untuk konsumsi. Sektor pertanian meliputi sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya,

kehutanan, dan perikanan.

2.1.1. Tanaman Bahan Makanan

Sub sektor tanaman bahan makanan mencakup segala jenis tanaman yang dihasilkan dan digunakan sebagai bahan makanan, seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kentang dan umbi-umbi lain, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan kacang-kacangan lain, sayur-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

18

Uraian Sektoral

harga pada tahun 2000, kemudian dikurangi lagi dengan jumlah biaya antara yang telah dinilai dengan harga tahun 2000.

Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo, sedangkan data harga untuk masing-masing komoditi beragam seperti harga ekspor (HEK), harga perdagangan besar (HPB), harga eceran

2.1.2. Tanaman Perkebunan

(HE) atau harga produsen (HP) dikumpulkan secara berkala oleh BPS. perkebunan

Sub

sektor

tanaman

NTB atas dasar harga berlaku masingmasing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing jenis komoditi setiap tahun, sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil

mencakup segala jenis tanaman perkebunan baik yang diusahakan oleh rakyat maupun oleh perusahaan perkebunan besar yang menghasilkan komoditi-komoditi seperti karet, kopi, teh, kina, coklat, minyak sawit, inti sawit, tebu, rami, serat manila, kelapa, kapuk, cengkeh, pala, lada, kulit kayu manis, panili, kemiri, pinang, minyak sereh, gambir, biji jarak, kumis kucing, dan sebagainya. Termasuk pula di sini hasil/produksi

pengolahan SKPR. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara yang dinilai dengan harga tahun 2000.

pengolahan sederhana, yang pada umumnya kegiatannya menjadi satu usaha dengan kegiatan perkebunannya, seperti karet remah, gula merah, minyak kelapa, tembakau olahan, kopi olahan, teh olahan, kopra, dan minyak sawit. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis dari produk-produk tersebut di atas, seperti batang pohon, sabut kelapa, daun, akar, dan sebagainya tetap dimasukkan sebagai hasil/produksi. Data produksi diperoleh dari BPS

2.1.3. Peternakan dan Hasil-Hasilnya

Subsektor peternakan mencakup kegiatan pemeliharaan ternak besar, ternak kecil dan unggas yang bersifat komersial dengan tujuan untuk dikembangbiakkan, dipotong dan diambil hasil-hasilnya, seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, domba, ayam, itik, burung, ulat sutera dan sebagainya. Produksi yang dicakup meliputi

Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian, Peternakan,

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

19

Uraian Sektoral

ternak lahir, pertambahan berat badan, hasil-hasil pemotongan seperti daging, jeroan, kulit, tulang, dan hasil-hasil ternak lainnya (susu, telur, kokon, madu, kotoran ternak dan lain-lain). Karena data mengenai jumlah ternak lahir dan pertambahan berat badan tidak tersedia secara lengkap, maka untuk memperkirakan produksi ternak berbeda dengan memperkirakan produksi pada kegiatan lainnya. Produksi ternak diperkirakan sama dengan jumlah ternak yang dipotong, ditambah perubahan stok populasi ternak. Data komponen produksi ternak diperoleh dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo serta survei-survei yang dilakukan oleh BPS serta instansi lainnya. Sedangkan data harga berupa HEK, HP, dan harga konsumen (HK) dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Instansi terkait setempat. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi, sama seperti yang dilakukan pada sub sektor sebelumnya, baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000.

atau badan usaha, yang mencakup usaha penanaman, pemeliharaan, penanaman kembali, dan penebangan hutan serta pengambilan getahgetahan dan akar-akaran. Produksi yang

dihasilkan meliputi kayu gelondongan, kayu belahan/potongan (kayu pertukangan), kayu

bakar, bambu, rotan, damar dan sebagainya. Hasil pengolahan sederhana yang pada umumnya dilakukan di areal hutan, seperti pembuatan arang, penyaringan getah dan sebagainya, dimasukkan pula dalam sub sektor ini. dicakup pula Di samping itu kegiatan

perburuan/penangkapan dan pembiakan binatang liar/margasatwa dengan tujuan komersial seperti perburuan burung-burung liar, penangkapan

penyu, buaya, ular dan sebagainya. Produksi yang dihasilkan berupa binatang hidup/mati, binatang lahir (anak), daging, sarang (khusus burung), kulit, tanduk, telur, dan lain-lain. Tidak termasuk disini kegiatan-kegiatan dengan tujuan untuk penelitian, olah raga, kebun binatang, dan hobi (kegemaran). Data produksi diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan BPS Kabupaten Karo, sedangkan untuk harga masingmasing komoditi dipergunakan beberapa macam harga seperti HEK, HPB, HP, dan HK, yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup setempat.

2.1.4. Kehutanan Sub sektor kehutanan mencakup kegiatan yang dilakukan di areal hutan oleh perorangan

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

20

bunga karang. 2. pemupukan dan penyelenggaraan sistem pengaturan air untuk tambak/empang. dimasukkan pada kegiatan utamanya. rumput laut. kepiting. baik yang di air tawar maupun asin. Menurut tempat penangkapannya. pelayanan kesehatan hewan dan jasa pertanian lainnya. dan sebagainya. pemanenan. pertanian. tanah. sawah. pembasmian pertanian. pemetikan dan pemangkasan. Peternakan. sub sektor perikanan dibagi menjadi perikanan laut dan perikanan darat yang terdiri dari perikanan air tawar (kolam. Penghitungan nilai tambah kegiatan ini berbeda antar daerah/propinsi sesuai dengan kondisinya dan data yang tersedia. dan penyebaran penanaman. pengambilan dan hama.1. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi pertanian yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak. udang. Data produksi diperoleh dari Dinas Pertanian. baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000. seperti HP2 dan harga lelang. Sedangkan data harga di samping dari dinas yang sama. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 21 . ubur-ubur. danau dan sungai) dan perikanan air payau/tambak. Beberapa pengolahan bibit/benih. persiapan lelang ikan. sama seperti yang dilakukan pada subsektor sebelumnya. Termasuk juga usaha pelayanan kegiatan perikanan yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dengan kegiatan penangkapan/pemeliharaan ikan seperti sortasi. kegiatan tersebut adalah pemupukan. juga dikumpulkan secara berkala oleh BPS.5. mutiara. Perikanan Subsektor perikanan mencakup kegiatan penangkapan. penyemaian penyemprotan/pembasmian hama. pembilasan/sortasi dan gradasi hasil. gradasi. Juga dimasukkan kegiatan pengolahan sederhana binatang air dan hasil-hasil lainnya seperti pengeringan dan penggaraman ikan. yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dan sulit dipisahkan dari dari kegiatan utama di masing-masing sektor pemeliharaan/pembiakan segala jenis binatang dan tumbuhan air. Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo.Uraian Sektoral Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi. seperti ikan. perbaikan dan pemeliharaan tambak/empang.

kaolin. keramik.2. dan sebagainya. bauksit. Bagi komoditi-komoditi yang NPB/output-nya dihitung melalui pendekatan pemakaian di sektor lain Pembuatan garam (penggaraman). Produksi yang dihasilkan meliputi (a) Pertambangan: batu bara. pasir besi. Bagi komoditi yang datanya tidak tersedia/sulit Penggalian Sektor pertambangan dan penggalian mencakup kegiatan penambangan. pasir. dan pengambilan/ pemanfaatan segala macam benda non-biologis. yaitu NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. gas bumi dan biji logam. penggalian. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing komoditi setiap tahun. dilakukan perkiraan melalui pendekatan penggunaan. benda cair. aluminium. sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari Tabel Input-Output (I O) Sumatera Utara dan hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). emas. minyak bumi. pencucuian. dan logam lainnya serta aspal alam. tembaga. Data harga diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi. BPS Kabupaten Karo yang dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan dan publikasi Statistik Ekspor yang diterbitkan oleh BPS Pusat. seperti input sektor konstruksi dan industri. perak. pemilihan. maupun gas. tanah liat. seperti batu kali. tanah liat. seperti barang tambang. dilakukan pengumpulan data melalui survei khusus lainnya secara berkala. Produksi garam diperoleh dari Buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 22 . pasir. seperti biji besi. Sektor Pertambangan dan Tahunan Pertambangan maupun survei-survei lainnya yang digunakan sebagai pelengkap. (c) diperoleh. timah. barang mineral dan barang galian yang tersedia di alam. (b) Penggalian batu-batuan. Produksi barang galian datanya diperoleh dari Buku Tahunan Pertambangan dari hasil survei Pusat Pertambangan Teknologi Mineral (PPTM) maupun survei-survei lainnya (SKPR). penyaringan. nikel. kerikil.Uraian Sektoral 2. dengan produksinya berupa garam kasar. baik berupa benda padat. Data produksi barang tambang diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi yang bersumber dari Buku Tahunan Pertambangan Indonesia. pengeboran. Penghitungan NTB atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi. Bagi komoditi-komoditi yang data harganya tidak tersedia secara lengkap. mangan. yaitu menghitung pemakaian (input) disektor lain.

Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia. dan rumahtangga. Sektor Industri Pengolahan 1. pakaian jadi. yaitu meliputi industri besar. minyak bumi.3. Industri kertas dan barang-barang dari kertas. Industri logam dasar Sektor industri mencakup kegiatan untuk mengubah atau mengolah suatu barang organik dan anorganik menjadi barang baru sehingga mempunyai nilai yang lebih tinggi. Kegiatan sektor industri amat beragam dilihat dari komoditi yang dihasilkan dan cara pengolahannya. NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk kegiatan pertambangan dihitung dengan cara revaluasi. dan pelastik 6. seperti jumlah tenaga kerja dan jumlah satuan usaha. dan industri kerajinan rumahtangga tenaga kerjanya lebih kecil atau sama dengan 4 orang. karet. sedang pengolahannya dapat dilakukan dengan tangan atau mesin. Industri besar adalah perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja lebih atau sama dengan 100 orang. dan tembakau 2. Industri tekstil. industri sedang antara 20 sampai dengan 99 orang.Uraian Sektoral tersebut (industri dan konstruksi) setelah dinilai dengan harga produsen. kecil. NTB adalah NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. percetakan dan penerbitan 5. Sedangkan untuk penggalian dan penggaraman digunakan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks Indikator Produksi yang digunakan. Disini dibedakan empat kelompok industri Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 23 . Industri barang galian bukan logam kecuali minyak bumi dan batu bara 7. batu bara. industri kecil antara 5 sampai dengan 19 orang. minuman. Secara garis besarnya kegiatan industri dikelompokkan menjadi: 2. Industri makanan. Industri kayu dan barang dari kayu termasuk alat-alat rumahtangga dari kayu 4. dan kulit 3. Pengelompokan lainnya dari kegiatan industri dibuat berdasarkan jenis komoditi utama yang dihasilkan oleh masing-masing perusahaan. Pengelompokan yang telah dilakukan oleh BPS didasarkan pada proses produksi dan banyaknya tenaga kerja yang terlibat. yaitu mengalikan produksi tahun yang bersangkutan dengan harga tahun 2000 kemudian dikurangi dengan jumlah biaya antara. sedang.

Data produksi. Data produksi. Industri pengolahan lainnya Rincian yang lebih jelas mengenai NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk industri besar dan sedang dihitung dengan cara deflasi. 2. mengingat peranannya dalam Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga. dan non-PLN. Untuk PLN dilakukan survei setiap tahun. NTB atas dasar harga berlaku untuk industri besar dan sedang dihitung melalui pendekatan produksi. Sub sektor listrik mencakup kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air. harga dan NPB/output industri besar dan sedang diperoleh melalui Survei Industri Besar dan Sedang (pencacahan lengkap) yang dilakukan BPS setiap tahun. kegiatan kelistrikan cukup besar dan beroperasi di seluruh Propinsi. kemudian diinflate/dikalikan dengan indeks harga implisit sub sektor industri besar dan sedang. yaitu komoditi yang dicakup di dalam masing-masing kelompok kegiatan industri dapat dilihat pada buku Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI). disel. yang diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 24 . Pertambangan dan Energi. Perdagangan. Sektor Listrik. Industri barang dari logam. Sedangkan data untuk industri kecil diperkirakan dari hasil Survei Industri Kecil dan Kerajinan Rumahtangga yang dilengkapi hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan survei-survei lainnya yang mengalikan perkirakan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi seperti jumlah tenaga kerja atau jumlah satuan usaha sebagai ekstrapolatornya.4. Listrik dilaksanakan oleh BPS dan Dinas Perindustrian. mesin dan peralatannya 9. Gas.4. dan Air Bersih 2. perkiraan NTB-nya didasarkan pada hasil sensus/survei yang sudah ada yakni dihitung dahulu perkiraan NTB tahun 2000. yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) barang-barang industri. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilakukan secara berkala oleh BPS. yaitu dengan mengurangi NPB/output dengan jumlah biaya antara.Uraian Sektoral 8. Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga dihitung dengan cara ekstrapolasi.1. uap dan gas.

Produksi ikutan yang dihasilkan adalah ter kasar. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi yang dihasilkan seperti jumlah KWH listrik yang dibangkitkan/dijual. Produksinya berupa gas batu bara. minyak dan crack. industri.2. yaitu dengan cara mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. rumah sakit. ter bersih. dan Ujung Termasuk juga kegiatan penyediaan air bersih dengan menggunakan kincir air. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. NPB/output merupakan perkalian Pandang. dan penggunaan komersial lainnya. atau alat lainnya. industri. 2. yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Kegiatan ini hanya terdapat di beberapa kota saja seperti Jakarta. NPB/output merupakan perkalian antara gas kota yang diproduksi dengan rata-rata harga ditambah pendapatan lainnya. dan penggunaan komersial lainnya. Surabaya. Gas penampungan. dan gas cracking. Gas yang dicakup adalah komoditi yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. Dengan demikian untuk penghitungan NTB-nya perlu dilakukan survei pelengkap lainnya (SKPR). harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan setiap tahun oleh BPS terhadap seluruh PN Gas. Data produksi. dan pendistribusian air bersih kepada rumahtangga. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 25 .4. yang diusahakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik pemerintah dan non-PAM milik swasta/perorangan. penjernihan.3. dan minyak ter. survei perusahaan-perusahaan non-PLN tidak selalu dilakukan setiap tahun pada suatu propinsi. Bandung. Sub sektor gas mencakup kegiatan produksi dan pendistribusian gas kota oleh Perusahaan Gas (PN Gas) untuk dijual kepada rumahtangga. 2. Air Bersih Sub sektor air bersih mencakup kegiatan perkiraan KWH listrik yang dibangkitkan dengan rata-rata tarif ditambah dengan pendapatan yang diterima dari usaha lainnya.4.Uraian Sektoral Berbeda dengan pendataan untuk PLN. Data produksi. Cirebon. Semarang. gas minyak. Bogor.

karena terbatasnya data yang tersedia. baik yang dilakukan oleh kontraktor umum. yaitu dengan menggunakan IHPB bahan digolongkan sebagai kegiatan konstruksi adalah pembuatan. Berbeda dengan sektor lain. NTB atas dasar harga konstan 2000 yang umumnya digunakan untuk sub sektor ini adalah revaluasi dan ekstrapolasi dengan menggunakan data produksi/indikator produksi yang tersedia. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NTB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara atau dihitung langsung NTB-nya melalui pendekatan pendapatan. bangunan bukan tempat tinggal. pelabuhan (laut. maupun oleh kontraktor khusus.5.Uraian Sektoral secara berkala oleh BPS dan survei-survei pelengkap lainnya (SKPR). pembangunan. dan perbaikan (berat maupun ringan) semua jenis konstruksi. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 26 . penghitungan langsung dilakukan terhadap NPB/output. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara. Sedangkan NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara deflasi. dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI). yaitu unit usaha yang melakukan pekerjaan konstruksi untuk pihak lain. Karena data produksi tidak tersedia 2. dan dilengkapi dengan survei khusus lainnya (SKPR). jembatan. sungai). Penghitungan yang dilakukan melalui data pembanding yang diambil dari realisasi pengeluaran fisik pemerintah yang bersumber dari APBN dan APBD . dan juga didasarkan pada data dari Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI). Yang NTB atas dasar harga konstan tahun 1993 diperoleh dengan cara deflasi yang menggunakan IHPB bahan bangunan/konstruksi sebagai deflatornya. terminal dan sejenisnya. Sektor Bangunan secara lengkap. seperti bangunan tempat tinggal. Sektor bangunan mencakup kegiatan pembuatan dan perbaikan bangunan (konstruksi). jalan. pemasangan. NPB/output merupakan perkalian antara kuantum air yang dihasilkan dengan rata-rata harganya ditambah dengan pendapatan lainya yang diterima unit usaha. udara. atau dengan menggunakan indeks tenaga kerja di sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya. pada sub sektor bangunan banyak ditemui kesulitan untuk melakukan perkiraan/estimasi NTB. yaitu unit usaha individu yang melakukan kegiatan konstruksi untuk dipakai sendiri.

6. baik yang berasal dari produksi dalam daerah.2. dan industri. pertambangan dan penggalian. Perdagangan sektor perdagangan dilakukan melalui pendekatan arus barang yaitu menghitung nilai Sub sektor perdagangan mencakup kegiatan pengumpulan dan pendistribusian barang baru maupun bekas oleh produsen atau importir kepada konsumen. NPB/output pertanian.Uraian Sektoral bangunan/konstruksi sebagai deflator. atau Data penghitungan supply bersumber sektor dari hasil dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja di sub sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya. baik dengan tempat tetap maupun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 27 . NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Pedagang besar adalah pedagang yang umumnya melayani pedagang eceran atau konsumen lain yang bukan konsumen rumahtangga. dari daerah lain ataupun dari luar negeri/impor. meliputi produksi sektor pertanian. Sedangkan pedagang eceran adalah pedagang yang umumnya melayani konsumen rumahtangga. Barang yang diperdagangkan ini disebut sebagai supply (penyediaan).6. Sedangkan NPB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara yang sama seperti pada penghitungan harga berlaku dengan berupa perdagangan besar maupun pedagang eceran. 2. Barang-barang yang diperdagangkan menggunakan rasio-rasio yang bersumber dari hasil pengolahan Tabel I-O Sumatera Utara. dapat Kegiatanpendistribusian/penyaluran margin barang-barang yang diperdagangkan.1. Margin perdagangan adalah selisih antara nilai jual dengan nilai beli. sektor industri. pertambangan dan penggalian. 2.6. dan Hotel Pada umumnya penghitungan NTB sub 2. Restoran Sub sektor restoran mencakup kegiatan penyediaan makanan dan minuman jadi yang langsung dikonsumsi/dihidangkan di tempat penjualan. yang merupakan NPB/output sub sektor perdagangan. tanpa mengubah bentuk dan sifat barang-barang tersebut. Restoran. Sektor Perdagangan. sedangkan impor bersumber dari buku Statistik Impor dan Statistik Perdagangan antar pulau yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS.

yaitu mengurangkan NPB/output produksi dengan jumlah biaya harga. Hotel Sub sektor hotel mencakup kegiatan penyedian akomodasi dengan menggunakan sebagian atau seluruhnya tempat penginapan. restoran. warung. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. penyewaan ruangan. Misal kegiatan restoran untuk pelayanan tamu hotel. jumlah tamu menginap atau jumlah malam tamu. yang bersumber dari hasil survei perhotelan yang dilakukan BPS secara berkala. Kegiatan tersebut antara lain meliputi usaha tata-boga. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah unit usaha atau jumlah tenaga kerja dari sub sektor ini. baik yang berbintang maupun yang tidak berbintang. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 28 . hostel. pesanggrahan. pondok dan sejenisnya. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. jumlah tempat tidur.6. bakso keliling dan sebagainya.3. 2. antara. beserta fasilitas-fasilitas lain yang menunjang seperti binatu. yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. wisma. dan sebagainya. restoran. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. kantin. Untuk indikator harga digunakan rata-rata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok makanan jadi. losmen. Kegiatan sejenis yang dilakukan oleh satuan usaha di sektor lain karena sulit dipisahkan.Uraian Sektoral tidak tetap/pindah-pindah. bungalow. digolongkan sebagai bagian usaha perhotelan. diskotik. Dan indikator harga digunakan ratarata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR. tempat olah raga. Jenis kegiatan perhotelan yang dicakup meliputi hotel. digolongkan ke dalam sektor yang mengusahakannya. Indikator NPB/output merupakan perkalian antara indikator dengan indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kamar. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi. Disamping NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. kedai.

Kegiatan ini tidak bermotor: becak.Uraian Sektoral itu digunakan pula cara revaluasi yaitu menilai NPB/output tahun yang bersangkutan dengan menggunakan harga tahun 2000. seperti parkir.1.1. penyeberangan dan udara. 2. Angkutan Darat 2. ekspedisi. roda tiga. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 29 . Data produksi/indikator produksi yang digunakan adalah jumlah km-penumpang diangkut dan jumlah tonkm-barang dimuat. kemudian dihitung NTB-nya memakai rasio dari Tabel I-O Sumatera Utara.1. delman. Dimasukkan juga kegiatan penyewaan kendaraan. Angkutan Jalan Raya Subsektor angkutan jalan raya meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan angkutan umum jalan raya baik yang bermotor maupun tidak bermotor. taksi. Jenis-jenis kendaraan meliputi: pengangkutan. merupakan usaha monopoli Perumka. pergudangan.7. oplet/mikrolet. serta kegiatan komunikasi yang dilakukan meliputi pos dan giro serta telekomunikasi. terminal. sungai. x Sub sektor angkutan kereta api meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kereta api.1. baik dengan pengemudi ataupun tanpa pengemudi. laut. yang bersumber dari laporan bulanan dan tahunan Perumka. Indikator harga jarang digunakan karena tidak tersedia secara 2.7. bongkar muat. keagenan. angkutan bandar.2. digunakan rasio dalam Tabel I-O Sumatera Utara. bendi. danau. Angkutan Kereta Api x bermotor: bus/minibus. Untuk struktur biaya antara. pelabuhan. 2. dan truk. Sektor Angkutan dan Komunikasi lengkap. Termasuk disini jasa penunjang angkutan yang mencakup pemberian jasa atau penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan memperlancar kegiatan dihitung NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari angkutan penumpang dan barang.7. dan jalan tol.7. dan pedati/grobak. Sektor angkutan dan komunikasi meliputi kegiatan pengangkutan umum untuk barang dan penumpang melalui darat.

Sungai dan Danau 2. Angkutan Sungai. yang diolah dari hasil SKPR. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. speed Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 30 . Angkutan Laut Sub sektor angkutan laut mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal laut milik Sub sektor ini mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal sungai. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. Sebagai indikator harga digunakan rata-rata output per unit kendaraan. dari/ke luar negeri maupun di luar negeri. Danau. biaya antara. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagikan perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK komponen pengangkutan. dan penyeberangan di selat. 2. Jenis kendaraan meliputi ferry. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang dan penumpang yang diangkut dari masing-masing pelabuhan muat. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga.2. baik bermotor maupun tidak bermotor yang beroperasi di sungai. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kendaraan.7.2.7.1.7.2. dan Penyeberangan 2. danau. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. laporan tahunan DLLAJR. motor boat. baik yang beroprasi di dalam negeri.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah perusahaan nasional. yang dirinci menurut jenis dan status yang pengangkutan bersumber dari (barang/penumpang). Angkutan Laut. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. Demikian juga struktur biaya antara diperoleh dari sumber yang sama.2. dirinci menurut jenis kegiatan pelayaran yang bersumber dari laporan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia.

Kegiatan ini antara lain mencakup jasa keagenan.4. ketinting. Dan NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 31 . NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang yang dimuat (ton) dan jumlah penumpang yang berangkat dirinci menurut tujuan muatan. Sub sektor jasa penunjang angkutan mencakup kegiatan pelayanan. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah armada yang beroperasi dirinci menurut jenisnya. dan perparkiran serta bongkar muat. NTB atas dasar harga berlaku diproleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. 2. Penggolongan jenis kegiatan ini dirinci menurut penerbangan domestik (dalam negeri) dan internasional (luar negeri). Angkutan Udara Sub sektor angkutan udara mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kapal/pesawat terbang milik perusahaan nasional. atau yang berdiri sendiri (bukan merupakan satu kesatuan usaha dengan kegiatan pengangkutannya). NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dengan indikator harga. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. yang datanya dan penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan berkaitan dengan kegiatan pengangkutan. motor tempel. pergudangan.Uraian Sektoral boat. terminal. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu diperoleh dari laporan PT (Persero) Angkasa Pura.7. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang atau penumpang yang dilayani. pembentukan jasa 2. sampan dan sejenisnya.7. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. Jasa Penunjang Angkutan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan.3.

Telekomunikasi Mencakup kegiatan jasa pengiriman berita melalui telepon. koperasi. diusahakan oleh PT (Persero) Pos Indonesia dan PT (Persero) Telkom. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. 2.5.1. seperti jasa giro. 2.7. 2. wesel.8. baik di dalam negeri maupun ke/dari luar negeri. Sektor Bank dan Keuangan Lainnya 2.7. Usahanya meliputi simpan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari pelayanan pos. bank devisa. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. dan teleks. penjualan kertas bermeterai dan meterai dagang. Komunikasi Sub sektor komunikasi meliputi kegiatan pelayanan pos dan telekomunikasi yang mnelalui pendekatan produksi.5.2. wesel. dan jasa keuangan lainnya. bank tabungan dan bank pembagunan. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh mengalikan NTB 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. dan paket pos.7. Jasa bank meliputi usaha jasa perbankan yang dilakukan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI).5. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang bersangkutan. dan giro. asuransi. Bank Lembaga Sektor ini mencakup kegiatan pelayanan jasa bank. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 32 . telegram.1. NPB/output atas dasar harga berlaku diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT Telkom dan PT Indosat serta perusahaan lain seperti radio panggil. dimana NPB/outputnya diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT (Persero) Pos Indonesia. paket.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu 2. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. Pos dan Giro dihitung Mencakup kegiatan jasa pengiriman surat.8. Termasuk kegiatan jasa pelayanan pada pihak ke tiga.

artinya dapat merupakan milik sendiri. pemegang polis dan kredit yang disalurkan. Sedangkan jasa keuangan meliputi usaha bank pasar. seperti asuransi jiwa. meskipun pada kenyataannya tidak terjadi transaksi sewa menyewa. lainnya Untuk rumah yang ditempati pemiliknya sendiri. penabung. perkiraan output sewa rumah dilakukan dengan cara imputasi. 2. jasa dan 2. lumbung desa. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. perasuransian konsultasi/agen dan dana pensiun.2. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. koperasi simpan pinjam. merupakan penjumlahan antar output dari usaha persewaan bangunan dan imputasi sewa rumah. sosial.8. maupun milik orang atau badan lain. sedangkan kegiatan asuransi dan jasa keuangan lainnya diperoleh melalui SKPR.8. Data penduduk/ rumahtangga diperoleh dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 33 . sewa rumah Sehingga output asuransi penunjang asuransi kecelakaan. yaitu dengan memperkirakan output berdasarkan penggunaannya di kegiatan lain. memberi jaminan bank dan jasa perbankan lainnya. nasabah. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi. Asuransi Kegiatan asuransi meliputi usaha segala jenis perasuransian. (reasuransi). tanpa memperhatikan status kepemilikannya. bursa valuta asing dan sebagainya. mengeluarkan kertas berharga. NPB/output atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pengeluaran yaitu mengalikan jumlah penduduk / rumahtangga pada NPB/output dan strukutur biaya antara atas dasar harga berlaku untuk kegiatan Bank diperoleh dari BI Medan.3. pasar modal. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi.Uraian Sektoral pinjam. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum. atau ekstrapolasi dengan menggunakan ekstrapolator : jumlah pertengahan tahun denga rata-rata pengeluaran sewa rumah perkapita /rumahtangga. Sewa bangunan Sektor ini mencakup kegiatan sewa menyewa atas penggunaan sebagian atau seluruh rumah atau bangunan tempat tinggal maupun kantor atau toko. perdagangan valuta asing.

2. politik dan 2. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 34 . dan jasa yang dikelola Subsektor ini mencakup kegiatan jasa yang umumnya lebih banyak melayani kebutuhan perusahaan dan bersifat komersial. lembaga bantuan hukum. NTB atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mendeflasikan. Kegiatan tersebut antara lain pengatur kebijaksanaan sosial. jasa hiburan dan kebudayaan serta jasa perorangan dan rumahtangga. Sedangkan data ratarata pengeluaran sewa diperoleh dari rumah data harga.8. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja sebagai ekstrapolatornya. pembukuan dan akuntansi. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. Pemerintahan dan Pertahanan pihak swasta meliputi: jasa sosial dan 2. konsultasi teknik. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. demikian juga ratio struktur biaya diperoleh dari sumber yang sama.9.Uraian Sektoral penduduk Kabupaten Karo. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok perumahan atau dengan ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks jumlah penduduk sebagai ekstrapolatornya.9. pengolahan data. Sektor Jasa-Jasa Sektor jasa-jasa mencakup kegiatan pemerintahan. pertahanan.1.4. Subsektor pemerintahan dan pertahanan mencakup kegiatan tentang penyelenggaraan sistem administrasi negara berupa jasa pelayanan umum kepada masyarakat yang produksinya tidak dapat diukur secara kuantitatip dan tidak dapat dinilai secara ekonomi. penterjemah. Jasa perusahaan kemasyarakatan. periklanan. Indikator produksi yang digunakan rata-rata output per tenaga kerja yang datanya bersumber dari hasil pengolahan SKPR. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu perkapita/rumahtangga SUSENAS dan harga konsumen HK-3A. perancang dan sebagainya. Jenis kegiatan yang dicakup meliputi notaris. penyewaan mesin dan peralatan.

Lembaga pemerintahan yang dicakup adalah : 1. Dalam hal ini tidak termasuk lembaga pemerintah yang berbentuk perusahaan (Badan Usaha Milik Negara/BUMN ) seperti Jawatan (Perjan). baik yang berasal dari belanja rutin maupun pembangunan ditambah dengan perkiraan nilai penyusutan. panti wredha.9. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi yaitu dengan cara membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum. yayasan pemeliharaan anak cacat. panti asuhan. jasa kesehatan. Pemerintahan Kabupaten/Kota serta setiap daerah ditambah dengan statistik keuangan pemerintah daerah yang dikumpulkan oleh BPS melalui dokumen K1. dan rumah ibadah. jasa palang merah. K2. atau dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah pegawai negeri sipil yang ditimbang dengan besarnya upah dan gaji menurut golongan kepangkatan sebagai ekstrapolatornya. Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Non Departemen. 2. lembaga kesejahteraan sosial. perhimpunan dan organisasi usaha profesi dan buruh. Pemerintahan Pusat : Departemen. Data belanja pegawai bersumber dari Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) yang merupakan realisasi pengeluaran pemerintah di penyelengaraan jasa sosial dan kemasyarakatan yang diusahakan pihak swasta seperti : jasa pendidikan.Uraian Sektoral ekonomi. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pendapatan yaitu dengan menjumlahkan pengeluaran pemerintah untuk belanja pegawai. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Sub sektor ini mencakup kegiatan (Persero) dan Perusahaan Negara (PN).2. Kegiatan-kegiatan jasa sosial dan kemasyarakatan hanya terbatas yang dikelola oleh swasta saja. Perusahaan Umum (Perum). Lembaga Pemerintahan lainnya. sedangkan kegiatan sejenis yang dikelola oleh pemerintah termasuk dalam sub Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 35 . Pemerintah Daerah : Pemerintahan Propinsi. peningkatan kecerdasan dan kesehatan masyarakat. dan K3. karena kegiatan-kegiatan tersebut sudah dicakup di dalam sektor-sektor ekonomi yang sesuai dengan penggolongan kegiatannya. Pemerintahan Desa. PT 2. serta jasa kemasyarakatan lainnya seperti jasa penelitian. baik yang berada di Pusat maupun unit-unit di Daerah.

Data jumlah anak dan orang tua yang diasuh/dilayani diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten setempat. Nilai tambah bruto atas dasar harga agregat sub sektor ini dijelaskan berikut ini. rata-rata output per per orang tua yang dilayani dijadikan sebagai struktur input-nya. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Lainnya Dari hasil survei khusus mengenai panti asuhan dan panti wredha. dokter praktek.9.2. Jasa Pendidikan Data yang digunakan untuk berlaku didasarkan kepada persentase terhadap output.Uraian Sektoral sektor pemerintahan.2. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara revaluasi. Penghitungan agregat- bidan dan jumlah bidan praktek. 2.9.2. rata-rata output per dokter dan jumlah dokter praktek.9. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 36 . Perkiraan output untuk masing-masing kegiatan didasarkan kepada hasil perkalian antara rata-rata output per indikator produksi dan kuantum produksinya seperti: rata-rata tempat tidur rumah sakit dan jumlah tempat tidur. Dan penghitungan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dilakukan dengan cara revaluasi. Jasa Kesehatan Sub sektor jasa kesehatan mencakup jasa rumah sakit. Data output per murid dan persentase nilai tambah diperoleh dari kegiatan survei khusus. Kemudian dengan mengalikan jumlah anak yang diasuh dan orang tua yang dilayani dengan rata-rata output-nya. rata-rata output per dukun bayi dan jumlah dukun bayi praktek. dan jasa kesehatan lainnya yang dikelola oleh swasta.2. 2. diperoleh rata-rata output per anak yang diasuh dan rata-rata output 2. memperkirakan nilai tambah bruto sub sektor jasa pendidikan adalah jumlah murid sekolah swasta menurut jenjang pendidikan yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karo.3. diperoleh perkiraan output kegiatan jasa sosial dan kemsyarakatan lainnya. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi masing-masing kegiatan.1. Data yang digunakan bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

Uraian Sektoral

Di samping itu, dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) didapat data mengenai pengeluaran per kapita untuk biaya kursus. Dengan mengalikan jumlah penduduk

pemungutan hiburan,

pajak hasil

terhadap

tempat-tempat

survei khusus dipakai untuk

memperkirakan output dan nilai tambah dari sub sektor ini. Penghitungan atas dasar harga konstan 2000 adalah dengan cara deflasi menggunakan IHK kelompok aneka barang dan jasa. Untuk kegiatan studio radio swasta perkiraan nilai tambahnya didasarkan kepada ratarata output per radio swasta dengan jumlah radio swasta yang datanya diperoleh dari Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Karo dilengkapi dengan indikator yang diperoleh dari kegiatan survei khusus. Penghitungan atas dasar harga konstan adalah dengan cara revaluasi.

pertengahan tahun dengan indikator tersebut akan diperoleh nilai output yang selanjutnya dengan rasio nilai tambah bruto dapat diperoleh nilai tambah bruto. Untuk menghitung nilai tambah atas dasar harga konstan adalah dengan cara deflasi, dan sebagai deflatornya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok aneka barang dan jasa. Dari survei khusus diperoleh data rata-rata input rumah ibadat, dan dengan mengalikan jumlah tempat ibadah yang diperoleh oleh BPS Kabupaten Karo maka diperoleh nilai tambah. Sedangkan untuk penghitungan nilai tambah atas dasar harga konstan dilakukan dengan cara revaluasi.

2.9.2.5. Jasa

Perorangan

dan

Rumahtangga Sub sektor ini mencakup jasa

perbengkelan, reparasi, jasa perorangan dan pembantu rumahtangga. Survei khusus yang 2.9.2.4. Jasa Hiburan dan Kebudayaan Sub sektor ini mencakup jasa bioskop, panggung kesenian, studio radio swasta, taman hiburan, klub malam, serta produksi dan distribusi film. Data pajak tempat hiburan dan keramaian umum dan struktur biayanya, serta persentase dilakukan oleh BPS memberikan data tentang rata-rata output per tenaga kerja dan struktur input-nya. Nilai output diperkirakan dengan cara mengalikan jumlah tenaga kerja yang didasarkan kepada data kependudukan dengan rata-rata output per tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

37

Uraian Sektoral

Sedangkan untuk memperoleh nilai tambah bruto adalah dengan cara mengalikan persentase nilai tambah bruto, yang datanya telah diperoleh dari hasil survei, dengan perkiraan nilai output. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi menggunakan tingkat pertumbuhan tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

38

3.1. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo 3.2. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo 3.3. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo 3.4. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo

dan dan untuk bahan evaluasinya adalah Produk Regional Bruto (PDRB).Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo BAB 3 TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO Pembangunan pada hakekatnya adalah merupakan kebijaksanaan meningkatkan memperluas pendapatan serangkaian yang taraf lapangan masyarakat. Dengan pengertian. melalui suatu indikator yang bersifat kuantitatif. Untuk itu. PDRB perkapita. memeratakan meningkatkan hubungan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier dalam suatu wilayah. keadaan perekonomian suatu wilayah jenis data statistik yang selama ini banyak digunakan sebagai 40 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . peranan sektor-sektor ekonomi. dalam meninjau bab perubahan nilai sudah diperhitungkan terhadap tahun dasar. Seperti telah dijelaskan pada terdahulu. proses bertujuan hidup kerja. dapat dengan yang diperhitungkan. dan indeks perkembangan PDRB yang secara umum disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan (tahun dasar 2000). gambaran Melalui ulasan ini. Penyajian PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan bertujuan untuk dapat menelaah perkembangan PDRB tersebut sebelum dan sesudah pengaruh harga pelaksanaan pembangunan di segala bidang. berbagai jenis data statistik terus pula diupayakan pengadaannya agar kesinambungan direncanakan memperhatikan pembangunan secara baik. disajikan kondisi perekonomian masyarakat. penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tingkat perubahan harga (nilai rupiah) tidak diperhitungkan. maka setiap tahap pelaksanaan pembangunan tersebut perlu dilaksanakan penilaian terhadap hasil dari pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut. Domestik Pada bagian ini akan dijelaskan gambaran umum perekonomian Kabupaten Karo selama tahun 2000-2008. dan dalam penghitungan atas dasar harga berlaku keunggulan-keunggulan dimiliki suatu wilayah. Berkaitan dengan kontiunitas mengenai Kabupaten Karo yang mencakup perkembangan PDRB.

599. 5.679. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. 2.70 379.13 2.69 juta.96 juta tahun 2001 dan Rp.189.483.33 430.84 10.47 658. Untuk harga konstan.99 108. pada tahun 2008 juta atau meningkat sebesar 12.11 juta dan tahun 2002 menjadi 2.354.741.283.058. 3.49 9.1 di bawah ini : Tabel 3.66 8.078. 575. Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik. PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku ada sebesar Rp. Untuk tahun 2008 seperti terlihat pada tabel 3.39 168.44 335.423. 4. 2.317.1.019.756. 2.28 312. 000.945.625.99 17.736.42 sebesar Rp. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.885.96 1.38 269.30 102.1 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 No.808.886.27 4.694.20 605.679.56 8.58 14. Gas. Lapangan Usaha PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Rp. Demikian juga untuk harga konstan.58 juta pada tahun 2008.77 juta.374.77 3.869.82 juta pada tahun 2002.725. menjadi Rp.63 17. seperti terlihat pada tabel 3.406.93 565.407.98 19.589.96 juta menjadi dari pada sebesar tahun Rp 2007 Rp 3.710.302. dimana pada tahun 2000 PDRB Kabupaten Karo sebesar Rp.833.836.662.484.323.104.02 juta.34 49.930. tahun 2001 Rp.38 40. terjadi Dibandingkan dengan PDRB tahun 2007 kenaikan sebesar Rp.92 189. 4.000) PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Rp. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan.10 404.058.02 juta pada tahun 2000.483.447.1 di bawah ini.58 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 41 . PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku seperti terlihat pada tabel 4.83 persen.119.94 540.015.093. 5.355.323. 2.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3.26 282.387.19 1.69 5. 9.147.67 23.135.736.285.000) 2007 r) (1) (2) (3) 2008 *) (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 1.22 3.023.387.84 36.217.667.467.186.314.71 46.026.770. 000.608.869.954.681. 6. 8.555.13 414. 2.398. PDRB Kabupaten Karo juga mengalami kenaikan 2.84 22.1 pada lampiran buku ini terus meningkat dari Rp.13 79.019. Persewaan Jasa Perusahan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo 2.104.092.19 juta.79 88. 7.024. 2.374.

indikator ini penting Bagi suatu daerah untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang dicapai dan juga berguna untuk menentukan arah kebijaksanaan pembangunan dimasa yang akan datang. di mana pada tahun 2008 kegiatan perekonomian di Kabupaten Karo mengalami peningkatan sebesar 5.2 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 .802.76 2.25 9.62 8. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijaksanaan pembangunan yang dilaksanakan.96 3.27 2.03 12.21 persen.488. Tabel 3.96 2.217.02 2.600.483.14 12.869.729.679. Pertumbuhan tersebut merupakan perubahan jumlah produksi yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung hal ini merupakan gambaran tingkat perubahan ekonomi yang terjadi di suatu daerah.019.876.19 Pertumbuhan (%) (3) 17.13 5.68 12.64 3.020.58 Pertumbuhan (%) (5) 5.56 9.387.83 Atas Dasar Harga Konstan 2000 Nilai (Jutaan Rupiah) (4) 2.36 2.643.69 2.270.2008 Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Nilai (Jutaan Rupiah) (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 r) 2008 *) (2) 2.283.710.02 2.82 2.35 2.058.13 persen.483.38 2.2.304.32 4.62 4.610.104.104.21 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 42 .98 5.978.015.996.40 3.11 2.683.374.135.374.467.77 5.48 3.403.96 5.302. Untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat melalui perubahan PDRB atas dasar harga konstan. khususnya bidang ekonomi.29 3.529.285.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan pada tahun 2007 sebesar 5.736.71 4.85 10.323.

dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. seperti terlihat dari tabel 3. (1) 1.21 Tahun 2008 sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 4.55 6.32 9.35 Pertumbuhan (%) 2006 (4) 3. 9.70 7.14 23.77 6. 4.04 15.96 2007 r) (5) 4. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.88 18.45 7.00 4. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 43 .38 5.49 5.80 persen dan diikuti sektor Jasa-jasa sebesar 7.31 0.48 12.92 6. Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Lapangan Usaha 2001 (2) (3) 3.37 5.18 5.98 3.29 7. 7.13 2008 *) (6) 4. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008 terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yaitu tumbuh sebesar 12.33 5.29 persen.23 6. 6.00 3. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Listrik.29 3. 8.3 Perbandingan Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001. 2006-2008 No.93 11.69 8.06 6.80 3.3 di mana pada tahun 2008 semua sektor mengalami pertumbuhan positip yang menunjukkan semua sektor mengalami peningkatan. Tabel 3.83 4.08 4.74 6.23 3.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pertumbuhan tersebut didukung oleh semua sektor perekonomian di Kabupaten Karo.17 6.82 7. Gas. 5.25 5.48 persen dan melebihi pertumbuhan pada tahun 2007 yang sebesar 4. 2.15 3.30 6.38 persen. 3.26 8.

Tabel 3.66 8.30 3.3. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo jasa.25 0.00 (5) 59.45 7. 4. 2.11 9.24 100.80 0.00 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 44 .00 (4) 59.77 0. Gas. 7.66 12.38 3. 5. 2006-2008 No (1) 1.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000. Struktur ekonomi suatu wilayah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektorsektor ekonomi dalam memproduksi barang dan 3.15 1.35 0. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.76 13.82 0.02 100.46 1.29 0.00 (6) 59.77 12.11 11.88 100. Struktur yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh masing-masing sektor Sebagaimana diketahui bahwa PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang dapat memberikan petunjuk sejauhmana menggambarkan ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari masingmasing sektor.62 100. 9. 6.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Sedangkan sektor Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan terendah sebesar 3.80 0. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.20 0.75 11.34 1.32 0.85 0. Lapangan Usaha 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 2006 2007 r) 2008 *) (2) Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik.98 8. 3.58 0.40 3.05 8.40 3. 8.81 0.76 12.72 12. perkembangan ekonomi dan struktur ekonomi suatu daerah.Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo (3) 66.20 1.83 persen.

5 Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008 No (1) 1.10 persen).77 persen dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo.77 4. selanjutnya diikuti sub sektor tanaman perkebunan rakyat (14.484. Besarnya nilai PDRB sektor pertanian secara keseluruhan pada tahun 2008.32 persen untuk pembentukan PDRB sektor pertanian di Kabupaten Karo.00 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 45 . perikanan (0. 5.67 persen). Sub Sektor (2) Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Rakyat Peternakan Perikanan Kehutanan Sektor Pertanian Terhadap PDRB Kabupaten (3) 46. peternakan (6.20 persen) dan kehutanan (0.20 0. 4.12 0.81 8.06 59.67 6.32 14. kontribusi terbesar sektor pertanian disumbangkan oleh sub sektor tanaman bahan makanan sebesar 78.5. 3.023. di mana ini berarti lapangan usaha yang dominan pada masyarakat di kabupaten ini adalah lapangan usaha sektor pertanian. Keadaan ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo sejak tahun 2000-2008 yaitu mencapai di atas 50-an persen. Seperti terlihat pada tabel 3.70 0.63 juta atau mencapai 59.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Struktur perekonomian Kabupaten Karo pada tahun 2008 masih didominasi sektor pertanian sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.77 Terhadap Sektor Pertanian (4) 78. 2. 3. atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp.70 persen).01 0.10 100. Tabel 3.

35 persen.35 persen.77 persen. ™ Sektor Pertambangan dan penggalian Perdagangan. ™ Sektor Pengangkutan dan komunikasi menempati urutan keempat yakni 8. Keuangan.77 persen kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan total PDRB.75 persen. dari 59.76 persen). Industri pengolahan (0.02 persen. gas dan air menempati urutan kedelapan yakni 0.20 persen). ™ Sektor Keuangan. yaitu sebesar 0. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo PDRB per kapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi.38 persen. Sementara sektor Pertambangan dan penggalian memperlihatkan kontribusi yang paling kecil terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Karo tahun 2008. ™ Sektor Listrik.75 persen). Sektor lainnya.4.38 persen).80 persen.02 persen.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada tahun 2008.80 persen). Pengangkutan dan komunikasi (8. Bangunan (3. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 46 .20 persen. 3.98 persen. persewaan dan jasa perusahaan (1.76 persen. sub sektor tanaman bahan makanan menyumbang 46. seperti sektor ™ Sektor Pertanian yang berperan paling besar yakni 59. ™ Sektor Industri pengolahan menempati urutan ke tujuh yakni 0. ™ Sektor Perdagangan. Sektor Jasa-jasa adalah sektor atau lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar kedua setelah sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Karo tahun 2008 yaitu sebesar 13. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 11. hotel dan restoran menempati urutan ketiga yakni 11. ™ Sektor Jasa-jasa menempati urutan kedua yakni 13.81 persen terhadap total PDRB Kabupaten Karo.98 persen. ™ Sektor bangunan/kontruksi menempati urutan kelima yakni 3. dan sektor Listrik. gas dan air (0. persewaan dan jasa perusahaan menempati urutan keenam yakni 1. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat peranan masing-masing sektor terhadap PDRB Kabupaten Karo tahun 2008 sebagai berikut : menempati urutan terakhir yakni 0.

263 3. Tabel 3.263 2.385 351.02 283. Tabel 3.713 7.076 4.387 360.6 memperlihatkan PDRB per demikian besar/kecilnya nilai PDRB per kapita ditentukan oleh besar/kecilnya nilai tambah yang diciptakan suatu daerah dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada di daerah tersebut.736.869.368 12.2008 No (1) 1.019.624 5.368 8.017.759. PDRB per kapita dapat digunakan sebagai barometer bagi tingkat kemakmuran suatu kapita atas dasar harga berlaku dan harga konstan selama tahun 2000.555 11.615.058.62 342.77 351.96 342.374. Dengan pengukuran pemerataan pendapatan.802.167. 2006 – 2008. Atas Dasar Harga Konstan 2000 * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 2000 (3) 2006 (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 2.621 2.323.02 283.417.555 7.880 14.104.729.417.19 360.27 2.6 PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000.968.610.366.483.325 3. Uraian (2) Atas Dasar Harga Berlaku * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) 2.104.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Nilai PDRB per kapita tersebut diperoleh daerah. 2006.679.978.880 8.735 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 47 .374.713 7. meskipun data tersebut belum dapat sepenuhnya digunakan langsung dalam dengan cara membagi nilai total PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada periode tersebut terlihat bahwa PDRB per kapita Kabupaten Karo untuk harga berlaku meningkat dari Rp. 199. Selanjutnya dapat dilihat bahwa atas dasar harga konstan 2000. 14.263 pada tahun 2000.759. Rp. dan pada tahun 2008 menjadi Rp. 12.624 pada tahun 2007. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 48 .44 persen dibanding tahun 2007.417.atau sebesar 2.017.621.410. 7. PDRB per kapita di Kabupaten Karo pada tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp.

.

3 1.1 3. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.3 8.55 127.710.349.24 11.373.1 1.633.Tabel .70 8.4 1.911.127.897.83 16.69 13.85 237.70 11.85 3.35 7.82 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 50 . [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.42 13.318.627.250.546.878.2 3 3.20 4.89 41.2 4 4.964.86 14.64 291.5 2 2.824.690.374.429.975.852.23 312.817.14 18.58 153.649.334.253.763.138.Tabel Pokok Tabel 4.51 246.84 7.626.3 9.08 1.09 17.49 3.961.4 8.66 88.620.28 218.53 257.2 9.630.2 6.466.872.61 16.76 5.096.13 13.49 432.571.65 6.09 36.52 114.04 35.638.197.99 4.5 9 9.18 210.21 166.00 2.44 199.722.86 40.490.93 2.094.17 12.00 5. Hotel.167.26 264.91 1.22 104.845.1 7.84 158.691.843.249.1 6.37 65.018.665.739.225.71 9.084.255.79 51.330.583.805.82 12.85 21.21 1.80 3.826.105.455.840.31 143.70 5.14 187.886.94 31.56 2.247.305.22 129.910.03 15.443.246.45 372.2 8.454.91 1.393.303.976.52 75.32 1.813.285.692.629.187.926.01 4.82 242.320.619.569. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.335.008.979.53 13.62 241.1 4.1 8.1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .01 10.2 1.55 3.32 1.007.326.73 4.505.2008 (Jutaan Rupiah) No.80 12.35 19.36 10.24 154.616.31 2.574.888.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.211.30 34.442.28 12.07 2.930.2 8 8.1 9.21 4.35 4.264.832.56 21.32 3.302.88 6.24 13.413.450.79 3.42 27.036.586.52 981.992.107.51 6.74 16.385.104.086.114.81 186.648.163.958.02 2.37 4.467.341.606.02 1.58 6.209.3 7 7. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.92 6.2 5 6 6.27 128.1 2.44 598.37 3.55 140.520.72 44.90 4.96 1.872.479.

319.85 750.556.59 727.54 29.97 315.77 53.416.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.52 215.74 6.79 160.555.310.2 8 8.29 55.31 337.20 120.760.42 443.117. Hotel.033.614.014.1 4.3 7 7.00 10.39 619.52 28.94 9.73 147.145.49 295.883.55 17.959.495.11 14.64 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 51 .14 200.768.13 23.340.2 5 6 6.62 3.17 3.952.2 6.1 8.504.892.26 39.80 338.12 14.973.647.06 1.58 314.836.2 1.562.15 61.629.55 2.46 4.1 6.Tabel Pokok Tabel 4.09 8.749.85 5.242.2 4 4.35 16.12 28.644.63 257.918.486.550.020.44 1.136.22 15.603.1 2.390.474.14 9.4 1.22 2.1 3.014.996.304.044. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.238.586.287.24 1.37 19.520.414.05 10. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.00 6.531.299.621.11 3.80 8.86 4.30 330.433.580.151.10 277.20 384.2 8.57 180.10 1.136.15 2.118.921.777.03 4.230.652.022.724.063.Tabel .76 2.74 4.492.64 25.1 1.643.038.896.31 9.819.573.79 327.26 15.486.82 22.04 14.49 6.70 419.246.53 103.88 48.390.239.276.80 385.405.256.798.45 353.59 1.986.04 22.00 10.40 17.1 9.426.2 9.45 5.318.656.88 8.142.3 8.34 7.288.1 7.98 14.54 12.999.66 300.67 134.072.5 2 2.760.807.27 3.88 43.656.97 285.790.3 9.851.64 172. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.876.28 12.5 9 9.816.328.31 52.20 16.38 5.36 3.68 61.488.81 19.857.743.97 16.718.677.4 8.56 5.301.83 13.81 30.737.87 6.876. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.38 42.62 254.1 Lanjutan … No.11 3.909.326.079.836.555.182.270.39 15.3 1.201.824.29 302.597.50 2.683.28 27.416.10 20.2 3 3.222.579.

373.69 300.912.69 17.439.604.47 44.888.93 10.59 379.454.589.26 986.38 17.59 88.3 8.598.75 5.045.1 9.089.003.115.952.71 6.770.064.783.24 33.13 17.27 3.58 2.58 6.405.03 3.093.116.147.873.712.625.1 4.45 27.83 2.70 15. Persewaan & Jasa Perusahaan 2.555.70 3.220.49 421.282.56 6.885.625.25 32.2 8.3 9. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.69 545.56 21.92 12.370.27 461.172.04 65.84 11.51 182.546.27 24.583.121.208.539.3 1.03 911.71 6.667.070.709.2 8 8.923.08 390.18 40. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.964.1 Lanjutan … No.497.674.689.933.89 15.64 1.296.76 3.480.52 27.2 3 3.2 6.756.40 17.18 61.136.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.28 443.70 473.94 540.90 147.058.405.706.202.2 4 4.189.5 2 2.57 369.53 658.847.679.711.98 33.063.20 605.175.802.484.4 8.345.406.808.993.20 3.407.72 48.79 376.67 14.13 9.18 4.20 37.41 7.958.589.1 2.725.13 347.354.65 10.890.946.39 12.60 2.836.661.59 20.66 58.454.662.715.1 1.01 481.21 54.2 9.38 14.978.76 24.14 763.53 2.1 6.289.00 11.07 171.77 3.90 2. Hotel.653.93 39.87 65.42 11.278.79 5.22 21.483.462. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.404.1 7.63 5.732.368.436.593.323.009.412.99 29.53 168.20 189.620.870.1 3.143.3 7 7.2 5 6 6.023.843.Tabel .19 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 52 .010.4 1.95 36.33 565.76 27.23 5.423.62 2.097.36 29.833.63 18.72 363.568.88 79.92 202.2 1.310.844.51 19.70 414.87 6.89 3.5 9 9.681.1 8.81 3.80 336.525.13 530.180.945.576.089.52 26.39 11.836.45 487.635.628.Tabel Pokok Tabel 4.57 19.08 45.

02 1.92 6.1 4.265.14 18.31 143.91 1.260.530.867.19 17.2 9.359.Tabel .55 3.331.419.135.64 1.101.52 3.530.00 2.764.107.319.35 4.27 128.73 5.634.978.2 1.015.18 11.436.085.848.648.38 5.167.66 6.3 7 7.179.83 2.65 13.494.41 171.334.84 69.791.32 3.283.451.24 3.266.624.61 16.52 981.54 4. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.416.1 9.182.1 6.2 8 8.571.840.069.23 1.349.941.17 12.888.45 372.79 3.45 3.374.5 9 9.51 6.326.264.71 132.2 4 4.36 2.263.209.96 257.07 4.466.08 2.1 7. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.217.691.88 382.608.839.979.843.763.1 2.1 1.11 1.08 1.1 8.62 241.85 225.604.817.08 193.70 8.09 36.01 10.320.73 153.217.127.955.49 38.68 11.27 202.5 2 2.051.246.79 2.813.172.992.09 18.098.330.24 13.Tabel Pokok Tabel 4.67 3.83 16.754.4 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.096.455.20 4.516.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.523.93 1.058.90 1.47 39.3 8.898.66 20.804.37 3.964.2 3 3.40 7.569.966.82 12.33 8.35 73.583.551.49 126.167.75 19.87 41.897.64 15.490.36 2.104.894.626.00 5.176.503. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2008 (Jutaan Rupiah) No.183.924.34 5.78 3.82 3.3 9.725.084.225.949.59 15.13 480.19 2.393.80 12.2 8.52 114.28 182.822.897.38 22.79 266.447.92 233.24 154.845.28 214.137.4 8.81 186. Hotel.22 104.895.189.3 1.80 141.975.1 3.37 65.93 120.036.81 6.30 34.18 210.43 3.24 11.62 12.2 5 6 6.27 11.487.204.53 8.621.73 36.078.586.2 6.546.31 12.69 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 53 .924.031.501.95 206.45 19.872.61 123.21 12.31 2.2 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .

42 14.714.863.331.689.733.00 247.181.354.88 2.36 3.757.2 9.515.3 8.73 3.27 2.981.34 231.29 128.483.514.24 40.09 280.92 3.01 3.67 21.515.59 4.04 184.446.2 8 8.594.02 7.00 8.72 9.1 6.31 11.651.312.62 8.500.63 1.479.1 7.74 296.5 9 9.219.53 6.76 23.386.29 8.92 8.795.428.685.38 1.179.197.44 1.643.5 2 2.41 5.907.278.40 438.382.519.34 248.00 3.51 3.911.1 2.61 20.83 83.68 41.757.4 8.18 13.27 260.050.479.54 7.32 2.019.90 2.331.881.02 231.023.279.673.20 316.553.403.24 3.303.89 40.338.826.3 9.309.2 6.353.145.611.336.25 425.19 201.562.035.23 321.046.00 23.00 142.52 6.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.62 40.17 21.233.83 238.360.44 2.066.564.1 3.28 14.387.59 37.43 1. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.482.703.56 4.23 1.163.169.677.94 16.866.96 5. Hotel.51 1.39 3.1 1.54 16.19 16.622.093.50 12.2 Lanjutan … No.1 9.877.01 2.79 7.2 4 4.2 8.70 13.42 221.692.3 7 7.762.3 1.483.39 11.41 132.048.23 13.983.301.572.66 142.Tabel Pokok Tabel 4.876.550.73 3.38 3.893.210.36 1.40 12.76 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 54 .751.555.89 501.4 1.853.2 1.529.90 20.95 8.2 3 3.683.80 358.532.128.600.Tabel .696.707.86 87.949.519.12 5.2 5 6 6.973.821.18 19.99 165.08 19.22 224.942.277.07 90.90 13.1 4.525. Persewaan & Jasa Perusahaan 1. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.47 14.732.727.249.568.1 8.31 1.20 234.43 15.145.58 137.26 15.203.67 2.43 4.551.086.987.07 266.946.41 5.268.016. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.765.304.94 41.403.05 2.76 169.

292.30 5.512.23 10.93 2.96 136.644.93 42.54 343.1 6.66 3.243.94 138.03 108.13 42.3 1.17 23. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.295.026.2 4 4.926.34 260.608.246.2 8 8.40 2.22 264.00 2.624.008.560.44 2.361.610.186.938.811.88 312.756.474.84 7.67 8.25 1.398.869.1 9.296.1 8.12 14.963.003.786.63 8.77 15.64 19.26 390.99 5.44 24.828.519.545.644.02 17.4 8.918.092.499.51 13.576.024.383.741.931.78 4.61 3.84 1.2 9.834.954.10 49.032.295.02 11.694.2 1.206.75 1.071.447.837.783.13 243.117.01 22.3 7 7.198.85 8. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.53 3.1 4.557.71 9.96 3.96 1.379.338.81 244.41 457.022.3 8.93 25.145.67 102.25 22.886.13 3.2 Lanjutan … No.50 18.27 6.66 269.54 7.Tabel Pokok Tabel 4.799.49 19.22 14.11 17.2 8.79 40.80 380.331.049.86 261.70 10.414.834.66 1.770.2 5 6 6.42 2.70 1.448.529.2 6.522.199.736.78 14.Tabel .13 1.67 6.542.41 4.54 14.009.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 55 .729. Hotel.449.81 218.188.621.387.930.599.312.248.09 15.70 6. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.1 7.36 13.869.5 2 2.317.2 3 3.101.4 1.559.316.548.10 404.461.434.781.314.36 13.613.38 366.34 11.71 250.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.1 1.02 8.33 430.3 9.665.93 211.119.87 187.674.078.84 1.53 526.742.608.1 3.589.258.93 97.84 8.423.45 335.48 3.651.54 23.25 241.1 2.5 9 9.927.138.399.019.37 23.211.049.418.28 22.568.27 1.21 282.58 3.33 1.22 3.440.03 22.57 43.675.57 544.879.56 19.99 144.582.808.63 285. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.63 3.51 1.06 46.

2 6.1 8.13 3.10 7.30 0.3 7 7.54 9.3 1.66 0.16 0.2 8.81 9.3 9.27 11.15 5.18 0.13 3.50 1.18 0.10 54.1 6.00 63.2 9.1 4.02 0.1 2.17 0.02 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.81 0.40 0.86 5.53 0.1 1.22 0.05 0.43 0.62 1.03 0.20 0.Tabel .09 8.4 1.18 0.55 1.50 1.88 6.55 1.22 0.65 0.96 0.24 0.16 0.74 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.5 9 9.80 0.2 5 6 6.Tabel Pokok Tabel 4. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.05 0.1 7.51 0.00 65.2 4 4.20 55.19 0.15 5.49 1.24 0.15 0.84 0.93 0.15 0.87 7.15 0.64 0.38 0.11 11.2 3 3.50 0.2 1.98 5.17 0.2008 (Persen) No.45 9.3 8.02 0.99 0.17 0.49 8.06 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.25 0.59 0. Hotel.61 0.79 0.65 100.5 2 2.42 0.34 6.89 1.09 8.28 0.37 5.81 0.1 3.2 8 8. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.41 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 56 .67 100.85 0.76 100.30 9.66 0.4 8.30 8.13 3.50 4.27 0.55 52.56 1.32 0.23 0.63 0.3 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .86 6.10 0.09 8.22 0.24 0.20 0.56 1.1 9.24 0.05 11.78 6.

1 9.3 8.4 1.60 100.63 0.50 100.09 9.56 1.19 0.16 0.39 1.3 1.31 10.12 0.18 8.1 3.18 0.38 6.14 3.43 0.39 8.06 0.5 2 2.1 1.14 0. Hotel.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.52 0.66 12.1 8.75 0.60 4.87 0.15 3.2 4 4.19 0.69 0.32 7. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 8 8.80 0.28 0.98 0.26 6.1 7.56 0.06 0.46 1.81 10.80 0.23 0.23 0.94 0.5 9 9.2 1.63 100.58 1.88 0.1 6.55 48.93 0.10 9.77 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.29 0.00 50.02 4.2 5 6 6. Persewaan & Jasa Perusahaan 62.2 8.29 0.00 4.13 3.4 8.01 0.45 0.29 0.75 10.61 1.3 7 7.54 0.00 60.68 0.29 0.46 0.88 0.02 0.31 9.02 0.00 61.42 1.42 0.02 0.44 0.12 0.61 7.2 3 3.1 4.61 9.3 Lanjutan … No.93 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.52 0.23 0.28 0.52 1.49 1.75 6.19 9.09 10.67 0.42 0.66 0.17 0.3 9.2 6.1 2.15 49.51 1.Tabel Pokok Tabel 4.54 0.06 0.28 0.02 0.03 0.Tabel .2 9.68 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 57 .68 11.90 0.12 0.46 11.05 10.22 0.09 11.30 0.45 0.

12 0.1 4.01 0.3 9.2 8 8.5 9 9.28 0.07 0.47 100.38 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.4 1.08 13.77 4.00 59.32 8.Tabel .2 9.55 0.81 8.06 0.82 0.1 6.57 0.74 0.53 0.5 2 2.3 7 7.81 0.23 0.20 7.1 2.46 7.54 4.24 9.80 0.44 1.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.07 0.13 3.27 0.1 1.54 0.13 3.2 6.12 0.74 0.69 0.07 0.2 3 3.85 0.2 1.3 1.2 8.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 58 .3 Lanjutan … No.80 47.32 0.07 8.02 0.02 0.66 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.62 10.58 47.1 7.29 0.13 3.79 0.08 12.76 0.13 0.17 0.68 1.26 0.75 1.40 0.98 10.08 8.32 0.11 10.1 9.14 9.54 0.05 10.29 0.3 8.51 0.02 0.2 4 4. Hotel.41 1.25 0.72 12.87 0.06 0.53 7.1 8.77 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.00 59.40 1.42 1.23 4.45 0.37 100.54 0.67 0.30 100.38 1.15 8.40 0.66 0.2 5 6 6.06 0.02 10.09 12.49 0.15 0.88 0.77 46. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.38 0.4 8.25 0.06 0.1 3.27 0.Tabel Pokok Tabel 4.75 11.47 0.71 1.25 0.76 12.15 0.26 0.35 0.59 0.

17 0.05 0.49 0.1 6.19 0.31 0.70 0.84 0.1 4.20 0.14 11.50 1.38 51.1 1.00 63.69 10.13 3.34 6.1 2.Tabel Pokok Tabel 4.51 0.45 9.16 0.22 0.72 100.10 0.1 9.17 0.99 0.46 0.15 0.02 0.17 0.86 0.3 7 7.02 8.05 0.72 0.13 3.15 0.79 0.53 0.98 0.18 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 59 .56 0.50 4.16 0.88 8.80 5.22 7.39 0.2 9.66 0.5 2 2.09 8.50 1.29 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.84 0.2 3 3.81 0.02 0.1 8.68 0.3 8.58 0.40 0.25 0.76 100.80 0.23 0.59 1.88 6.62 10.53 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.30 0.5 9 9.50 0.15 0.17 0.00 64.87 7.30 0.24 0.41 0.20 55.11 11.2 1.4 1.59 0.2 6.09 9.40 0.90 9.98 5.1 7.63 0.82 5.42 0.31 0.2 5 6 6.22 11. Hotel. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.09 9.71 5.2008 (Persen) No.62 1.4 8.05 0.32 5.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.12 6.25 0.3 1.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .16 0.2 8 8.2 8.43 0.58 1.13 3.82 0.16 0.22 0.3 9.41 6.23 0.65 0.Tabel .02 0.72 0.2 4 4.1 3.81 53.74 100. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.

93 9.52 12.3 8.75 5.1 4. Hotel.76 9.1 6.60 100.05 0.57 1.09 48.19 0.06 0.43 0.2 8.1 1.35 5.4 8.65 7.2 4 4.4 Lanjutan … No.24 0.64 0.66 100.5 9 9.06 0.71 50.03 6.46 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.13 3.10 9.23 0.33 10.80 0.47 12.1 2.30 0.57 1.51 8.70 5.74 11.14 3.30 0.1 9.14 0.79 0.18 0.36 0.02 0.31 0.57 0.33 0.Tabel .2 6.48 0.15 0.15 0.45 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 61.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 60 .26 0.4 1.85 0.3 7 7.67 0.58 1.51 0.90 9.36 5.32 0.00 60.14 0.25 0.22 0.65 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.37 0.65 0.00 7.74 0.2 8 8.80 0.13 3.65 0.2 5 6 6.05 0.5 2 2.23 0.3 9.16 0.48 0.19 0.02 0.35 0.26 7.Tabel Pokok Tabel 4.31 0.00 61. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 3 3.32 0.02 0.62 9.2 9.30 0.3 1.04 0.54 1.60 1.79 12.69 0.57 1.35 0.11 0.2 1.90 0.22 0.09 10.12 0.51 0.11 0.38 0.00 49.49 13.1 8.1 3.15 0.87 0.09 10. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.1 7.84 0.63 100.49 0.91 9.67 5.

1 3.63 0.12 3.18 0.81 0.26 0.2 5 6 6.27 0.58 14.30 0.06 0.4 8.81 0.84 9.30 0.05 0.53 47.13 3.14 0.49 0.13 0.94 0.02 0.08 11.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.54 1.32 0.46 8.2 4 4.05 0.48 0.02 0.12 3.52 1.79 0.18 0.38 0.08 12.54 100.4 1.06 0.80 0.64 45.48 100.39 0.66 1.05 0.49 0.2 8 8.44 100.39 0.59 13.33 0.58 8.Tabel Pokok Tabel 4.86 9.1 1.14 0.12 0.1 6.38 8.59 0.83 9.84 0.76 0.79 0.00 59.47 0.66 0.3 1.12 0.94 0.49 0.89 8.2 6.09 10.5 9 9.80 0.1 8. Hotel.67 8.23 0.1 9.22 0.09 10.1 4.5 2 2.00 4.Tabel .00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 61 .12 0.3 9.05 46.39 4.3 8.57 14.75 1.63 1.00 58.2 8.61 0.86 5.1 2.48 0.1 7.2 3 3.53 1.76 0.02 0.2 1.11 8.3 7 7.00 0.95 12. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.4 Lanjutan … No.23 0.00 0.66 0.06 0.72 0.62 0.30 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.49 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.25 12.18 0.25 0.37 8.50 6.31 0.50 0.65 0.67 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.2 9.65 7.

00 100.1 1.23 115.2 8.54 168.3 7 7.1 2.39 116.00 100.62 114.09 153.78 125.33 129.78 119.00 100.00 100.76 115.1 9.Tabel .2 1.21 121.92 114.2 5 6 6.09 123.25 192.60 131.87 121.00 100.67 115. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.97 139.44 130.3 8.1 6.16 110.00 100.1 3.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.25 123.26 140.26 117.00 100.00 100.00 100.53 127.58 123.63 145.00 100.1 8.00 100.2 4 4.98 127.51 122.3 1.03 151.98 147.5 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 – 2008 No.62 108.1 4.64 121.00 100.46 149.00 100.00 100.00 100.5 2 2.39 129.00 100.3 9.36 141.71 117.5 9 9.04 119. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.63 127.4 1.41 174.00 100.00 100. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 100.00 100.25 144.91 117.00 123.00 115.00 100.27 111.00 100.34 129.12 123.4 8.44 184.40 130.52 114.00 100.23 128.79 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 62 .00 100.12 165.54 146.29 114.67 126.00 100.00 100.45 161.00 100.79 124.Tabel Pokok Tabel 4.84 135.43 111.1 7.64 144.00 100.73 119.2 9.59 160.00 100.00 100. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.00 100.35 107.2 3 3.00 100.44 129.45 127.69 147.18 113.07 109. Hotel.00 100.97 120.2 8 8.39 135.2 6.20 166.16 124.

2 6.31 166.33 151.5 2 2.74 116.88 183.4 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 133.56 175.65 138.92 187.2 4 4.89 164.17 234.77 132.53 195.72 224.54 175.2 8 8.49 143.59 214.10 183.31 271.75 211.5 9 9.82 159.32 152.76 243.30 142.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.73 241.55 138.55 205.51 131.98 129.20 195.84 166. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.52 141.10 218.80 154.43 240.37 143.29 181.81 119.2 1.52 166.61 179.97 147.21 146.96 170.Tabel Pokok Tabel 4.38 155.5 Lanjutan … No.55 177.68 148. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.25 201.41 174.2 8.57 194.40 139.3 7 7.75 228.64 157.30 169.4 8.81 174.41 160.85 110.37 130.57 257.2 3 3.15 203.98 133.59 127.12 175.1 6.81 142.1 1.28 213.22 197.1 8.11 120.08 144.02 161.39 143.1 4.22 158.80 191.83 198.2 9.Tabel .25 228.05 188.01 201.54 205.44 155.1 3.27 205.21 180.98 184.59 158.55 155.57 195.03 151.3 1.62 197.1 9. Hotel.93 161.31 246.20 152.76 168.94 176.62 169.20 222.3 9.86 219.43 149.41 282.1 2.1 7.2 5 6 6.89 140.3 8.18 164.50 169.86 151.02 172.21 171.02 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 63 .36 178.60 209.30 115. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.65 164.08 153.

78 215.1 2.31 245.62 240.94 217.1 9.12 221.27 243.28 239.3 8.88 200.24 324.04 200.62 97.65 213.52 425.48 232.10 199.73 173.78 200.37 141.74 177.17 189.91 199. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.51 181.39 295.17 217.68 225.94 135.4 8.91 286.16 255.65 189.57 162.60 231.Tabel . [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.62 264.5 9 9.39 252.40 222.60 284.05 217.13 194.2 1.58 235.1 4.1 8.18 227.81 255.00 294.17 326.15 279. Persewaan & Jasa Perusahaan 170.3 1.76 250.2 6.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.03 202.74 312.1 3.62 331.2 4 4.90 268.91 289.Tabel Pokok Tabel 4.2 8 8.86 265.51 166.24 219.03 239.35 120.07 192. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.92 302.21 238.73 278.53 273.2 3 3.65 205.90 149.71 217.2 5 6 6. Hotel.70 195.42 241.76 251.36 150.14 159.13 352.62 265.51 262.71 87.62 264.74 304.15 175.04 356.2 8.77 423.45 208.22 177.60 190.10 250.46 181.1 1.1 7.57 354.33 170.30 233.47 257.30 301.39 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 64 .2 9.31 224.03 244.57 79.95 191.4 1.1 6.3 9.14 254.84 359.93 158.66 352.5 2 2.20 225.02 350.33 301.02 334.5 Lanjutan … No.17 161.89 260.55 170.60 248.45 142.60 234.3 7 7.

2 6.00 100.69 104.36 132.87 105.00 100.93 127.00 100.2 1.4 1.66 112.00 100.00 100.02 102.07 104.84 113.00 100.61 106.1 9. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.49 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 65 .25 110.29 115.00 100.3 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.11 104.52 111.09 106.63 103.73 111.12 106. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.72 113.35 103.58 133.2 5 6 6.00 100.00 100.00 100.00 100.Tabel .67 101.3 8.00 100.93 108.5 2 2.00 100.00 100.97 130.1 1.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.94 105.00 100.23 120.83 112.00 100.02 110.1 6.03 118.14 122.77 103.00 100.44 108.46 101.40 134.2 9.70 112. Hotel.00 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.6 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .00 100.87 101.31 105.00 129.3 9.00 100.4 8.10 133.23 106.00 100.3 7 7.1 7.48 107.2 3 3.00 100.00 100.1 2.2008 No.1 3.95 105.00 118.2 4 4.51 113.00 100.44 123.98 106.00 100.2 8 8.Tabel Pokok Tabel 4.00 100.59 102.17 110.10 103.2 8.20 102.69 108.56 122.00 100.67 112.00 100.00 100.00 100.52 106.48 101.01 119.1 8.71 113.14 101.86 102.37 108.89 119.30 110.00 100.00 100.23 118.1 4.05 102.31 103.30 126.88 107.57 100.5 9 9.00 100.41 118.00 103.97 120.00 100.

1 3.67 118.75 119.94 115.3 9.83 112. Hotel.81 114.29 118. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.2 8.78 108.3 1.04 110.2 4 4.Tabel .14 106.22 134.43 123.2 3 3. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.01 144.96 157.14 125.81 104.18 106.88 93.16 114.23 108.02 112.80 117.11 122.96 124.33 127.23 127.90 160.23 127.73 130.27 118.83 106.82 132.3 8.45 131.63 136.71 151.1 8.4 1.08 88.88 137.1 9.99 143. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.45 119.17 117.96 154.28 112.02 154.11 151.28 122.6 Lanjutan … No.01 158.90 119.2 8 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 106.74 153.71 107.1 6.03 160.06 136.86 110.82 132.75 105.2 6.14 115.2 5 6 6.07 109.09 113.15 131.Tabel Pokok Tabel 4.62 148.71 156.99 132.36 120.28 106.5 9 9.93 110.23 160.03 120.2 9.82 128.44 134.1 7.72 115.44 101.78 98.61 119.44 124.50 124.72 111.48 124.49 103.1 2.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 66 .42 122.98 109.89 106.1 1.12 129.64 125.23 133.94 147.55 126.84 100.09 144.05 138.67 121.19 114.83 113.79 108.23 114.4 8.76 122.99 116.93 105.62 133.2 1.3 7 7.84 112.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.5 2 2.77 156.68 107.65 130.31 126.1 4.95 103.13 142.67 141.

58 179.19 11.4 1.54 46.48 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 67 . Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.50 130.5 9 9.6 Lanjutan … No.3 9.07 120.5 2 2.89 114.68 117.81 117.35 143.2 5 6 6.42 108.80 174.67 131.54 167.13 120.30 181.2 8.41 152.36 116.1 4.05 139.3 7 7.17 124.31 136.91 129.78 115.92 114. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.2 3 3.3 1.10 118.64 155.90 137. Persewaan & Jasa Perusahaan 116.30 149.08 193.41 122.57 126.59 124.42 113.23 126.09 110.1 6.04 178.64 114.4 8.43 134.71 121.64 111.93 163.20 189.52 130.01 132.2 9.Tabel Pokok Tabel 4.03 106.11 146.79 105.22 145.60 135.1 9.60 157.45 147.11 170.06 138.89 214.64 202.1 7.26 141.60 135.35 174.69 49.59 169.24 117.15 140.68 162.2 4 4.63 128.64 174.91 160.1 1. Hotel.38 134.52 127.70 164.53 185.73 167.45 140.79 165.07 120.71 145.38 191.65 119.41 169.80 156.73 183.3 8.39 169.95 129.91 50.20 114.1 3.88 134.67 147.1 8.70 102.1 2.2 1.Tabel .01 179.16 136.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.2 8 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.22 169.08 230.20 133.20 121.37 127.09 164.02 178.94 120.53 206.18 180.88 170.07 128.2 6.70 143.31 141.87 118.08 123.

2 1.29 114.00 100.00 100.50 117.00 100.44 98.00 100.00 100.00 100.5 2 2.63 127.1 1.84 106.1 6.39 103.2 4 4.1 3.29 127.45 127.00 115.00 100.78 119.89 117.00 100.00 100.09 109.36 125.40 130.44 129.04 119.00 100.97 120.00 100.2 3 3.00 100.44 130.2 9.62 114.00 100.00 100.09 123.98 113. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.00 100.00 100.00 100.87 121.5 9 9.76 115.3 8.09 143.39 116.25 105.00 100.53 127.2 8. Hotel.79 108.00 100.71 117.01 106.3 1.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.93 110. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.67 115.26 140.1 4.1 7.2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.08 114.2 8 8.4 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.00 100.3 9.68 120.14 110.34 107.16 110.65 104.00 100.41 174.18 113.01 111.99 130.1 9.70 128.97 139.85 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 68 .7 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .84 117.12 123.4 1.00 100.00 100.73 119.94 105.60 109.00 100.00 100.07 109.2 6.43 111.00 100.99 124.91 117.54 108.35 107.00 100.00 123.23 115.2 5 6 6.53 109.52 114.25 107.55 145.67 126.00 100.26 117.29 112.3 7 7.1 8.00 100.Tabel .Tabel Pokok Tabel 4.00 100.76 107.00 100.18 128.00 100.89 138.1 2.00 100.27 111.31 108.

39 114.23 112.47 112.47 115.45 107.94 103.31 103.59 117.70 117.38 113.56 107.3 8.86 107.99 111.62 107.05 103.93 110.01 112.5 2 2.20 116.2 4 4.89 105.94 118.26 103.65 105.18 105.1 6.49 109.2 8.1 1.83 113.01 103.3 7 7.02 108.39 116.19 107.Tabel Pokok Tabel 4.59 127.50 107.89 84.72 115.69 105. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.49 96.2 3 3.75 105.74 111.2 1.59 92.39 108.07 105.44 118.65 121.50 131.99 105.1 2.71 111.52 110.12 113.46 104.18 137.47 117.88 119.3 9.42 106.86 109.3 1.44 111.78 112.36 103.72 108.4 8.69 89.41 111.00 106.77 102.15 105.64 116.19 108.48 111.04 118.10 99.17 105.Tabel .58 106.09 110.37 90.32 103.23 125.14 111.85 113.1 8.66 120.64 106.45 117.49 101.62 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 69 .21 121.1 3.32 118.54 107.06 115.1 4.19 119.03 100.1 7. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [8] 2005 [9] 1 1.34 130.2 6.74 104. Persewaan & Jasa Perusahaan 107.61 104.15 113.2 5 6 6.09 109.58 113.7 Lanjutan … No.5 9 9. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.75 109.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.2 9.49 112.13 110.4 1.04 111.24 124.84 122.60 109.07 116.2 8 8. Hotel.19 94.52 106.49 111.1 9.50 119.78 119.

30 105.10 118.25 102.61 112.21 119.21 111.63 118.5 9 9.90 112.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.20 107.00 124.14 110. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.67 116.17 112.4 1.46 106.60 114.59 118.2 3 3.58 112.1 2.08 124.3 7 7.53 118.04 112.25 114.25 111.2 9.56 104.41 111.2 5 6 6. Hotel.13 111.25 108.45 113.47 106.98 106.77 103.21 110.73 107.20 111.10 112.05 118.1 8.61 116.3 1.53 107.53 109.1 1.04 110.30 104.80 106.1 7.03 112.39 99.15 118.1 3.2 8.82 106.24 109.83 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 70 .01 104.50 122.91 106.41 108.76 104.26 116.47 55.65 106.33 132.1 4.98 104.08 110.60 109.2 6.30 125.46 116.37 123.67 110.03 120.73 104.25 109.78 119. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 106.15 119..2 4 4.92 119.58 103. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.01 102.2 8 8.2 1.41 118.20 110.20 109.81 108.3 8.1 6.4 8.19 111.16 109.17 103.68 112.25 105.80 105.19 122.97 106.98 111.82 120.48 108.1 9.45 113.25 107.03 108.48 103.57 109.17 110.10 112.Tabel .03 113.77 111.77 113.68 108.20 109.50 107.3 9.67 104.27 111.Tabel Pokok Tabel 4.06 105.04 123.08 108.87 114.5 2 2.7 Lanjutan … No.

86 102.19 104.00 100.2 3 3.36 114. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.67 100.01 105.00 100. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.41 118.80 113.00 100.58 102.98 106.00 100.5 2 2.3 7 7.00 100.57 100.48 107.1 9.67 101.1 4.2 4 4.05 113.93 127.00 100.2 8 8.03 111.97 102.1 2.Tabel .00 100.00 100.00 100.00 100.2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.97 120.77 103.87 105.00 100.11 104.98 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 71 .09 106.00 100.10 105.02 110.00 100.00 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.90 100.61 102.00 100.49 101.00 100. Hotel.10 103.00 100.74 105.1 8.00 103.66 107.4 1.1 7.2 8.00 100.2 1.3 1.36 108.2 9.3 9.1 6.61 103.00 100.00 118.00 100.12 106.00 100.Tabel Pokok Tabel 4.2 6.52 111.00 100.3 8.25 110.23 106.65 105.00 100.35 100.82 102.31 106.24 108.00 100.52 106.04 115.1 1.63 102.00 100.17 100.74 125.4 8.1 3.23 120.00 100.44 123.31 103.88 107.86 127.71 100.5 9 9.48 101.00 100.14 101.70 112.00 100.59 102.59 100.95 105.20 102.93 108.00 100.69 104.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 100.00 100.86 101. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.17 110.07 104.53 105.2 5 6 6.00 100.44 101.00 100.71 103.00 100.31 105.8 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .00 100.

75 105.99 100.22 105.15 101.73 107.92 114.8 Lanjutan … No.21 104.12 108.85 100.65 107.80 101.43 100.99 102.57 104.4 8.2 4 4.41 104.91 88.5 2 2.36 106.26 110.1 2.5 9 9.30 108.57 102.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.95 110.11 89.1 9.4 1.72 107.1 3.85 106. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.69 78.81 101.80 113.08 101.99 101.58 91.01 87.00 104.76 104.32 103. Persewaan & Jasa Perusahaan 102.30 100.60 104.05 111.61 100.3 8.98 101.Tabel .Tabel Pokok Tabel 4.94 105.05 105.36 109.75 78.30 107.32 103.91 104.15 105.58 105.64 83.30 107.1 6.02 109.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 72 .2 8.09 101.18 102.91 101.26 115.37 103.36 101.44 103.77 110.45 104.87 113.94 89.2 1.34 111.76 111.52 104.97 106.28 103.29 102. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.2 9.76 110.3 7 7.55 106.84 96.77 106.1 7.35 89.90 94.32 103.69 102.34 100.72 106.40 102.3 1.87 104.47 103.09 106.2 3 3.3 9.65 101.28 100.2 8 8.12 101.32 117.97 107.52 102.76 103.35 114.45 100.34 111.89 104.26 113.23 104.13 101.2 5 6 6.28 100.1 8. Hotel.37 109.82 105.2 6.96 103.1 4.67 101.06 102. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 151 1.00 103.70 107.

[1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 151 1.46 107.07 105.32 115.2 5 6 6.48 103.83 104.07 103.00 103.2 1.5 2 2.28 108.18 104.79 113.21 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 73 .89 100.79 103.66 102.94 100.87 115.06 103.29 103.43 110.31 104.1 6.00 100.55 109.03 104.18 106.1 3.84 101.3 9.1 4.04 102.59 102.80 105.3 7 7.08 104.37 111.80 104.20 105.18 106.49 106.13 104.61 106.3 1.Tabel Pokok Tabel 4.63 106.34 102.8 Lanjutan … No.72 103.64 101.11 103.74 105.4 1.55 103.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.32 104.2 3 3.15 103.27 100.77 106. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.26 102.30 104.29 108.84 102.32 109.5 9 9.52 101.21 104.00 114.14 103.56 106.29 102.80 114.64 105.67 105.59 109.38 108.20 107.84 102.48 104. Hotel.94 107.55 106.31 104.98 103.96 119.4 8.10 105.26 101.00 110.53 105.33 105.2 4 4.92 106.40 104.28 103.32 127.82 101.1 2.27 113.18 101.75 102.1 9.2 6.23 102.1 7.31 109.1 8.Tabel .05 101.96 104.3 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 103.30 106.15 106.49 108.75 101.08 108.44 113.20 105.30 106.30 106.2 8 8.45 105.62 103.73 112.19 102.72 49.2 8.36 103.2 9.71 102.47 95.

2 5 6 6.2 1.39 114.63 121. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 100.2 8 8.77 127.70 111.00 100.93 116.00 100.12 108.00 100.58 155.00 114.19 130.48 100.94 109.78 113.66 123.00 100.1 6.Tabel .9 Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 .00 100.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 74 .3 1.00 100.02 113.3 8.21 124.17 108.87 115.68 135.00 100.31 107.73 108.59 109.47 119.00 100.44 170.4 1.00 100.29 119.03 108.00 111.00 100.15 120.00 100.71 108.3 7 7. Hotel.Tabel Pokok Tabel 4.00 100.40 113.76 106.72 122.62 142.00 100.21 113.66 109.00 100.91 100.80 125.00 100.2 8.53 123.13 109. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.1 2.1 7.1 8.50 112.00 100.2 3 3.5 9 9.1 9.00 100.85 124.99 117.93 110. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.86 124.97 118.72 124.00 100.57 117.00 100.48 115.21 107.2 9.00 100.00 100.45 107.14 163.2 4 4.00 100.00 100.00 100.09 111.3 9.1 3.21 112.88 113.64 110.37 112.00 100.23 113.54 131.4 8.5 2 2.03 119.65 115.13 105.2 6.00 100.00 100.00 100.00 100.54 108.2008 No.1 1.25 106.62 121.48 109.00 100.25 109.00 100.96 124.00 110.45 122.34 102.00 100.1 4.92 119.00 100.

9 Lanjutan … No.67 142.49 125.4 8.50 130.1 9.50 144.65 131.34 156.1 8.33 117.65 162.28 119.2 1.59 123.71 136.81 131. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.56 179.14 129.65 118.82 137.11 135.57 180.01 120.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.41 142.99 130.60 187.90 128.71 123.92 131.90 157.49 134.76 136.86 166.18 148.69 146.89 128.05 125.90 151.23 121.4 1.02 141.14 137. Hotel.25 144.02 138.91 138.5 2 2.91 160.2 8 8.1 6. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.3 1.34 150.12 145.28 162.45 114.87 128.28 124.85 145.40 115.17 126. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.53 151.30 119.Tabel Pokok Tabel 4.62 131.51 115.83 121.Tabel .13 170.2 3 3.04 142.77 119.49 151.79 108.69 108.71 126.63 142.21 153.1 7.00 144.34 159.50 116.24 125.40 114.18 169.84 128.63 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 75 . Persewaan & Jasa Perusahaan 125.2 6.71 143.24 124.93 131.71 149.3 8.70 136.67 172.1 3.2 5 6 6.3 9.56 131.01 146.80 132.27 121.16 122.40 213.61 130.49 185.65 138.1 2.47 165.2 4 4.2 9.1 4.45 133.60 135.45 164.2 8.46 133.5 9 9.1 1.3 7 7.74 121.00 171.27 135.66 188.00 193.00 135.29 164.49 117.33 180.07 105.15 207.18 146.69 114.

91 163.16 196.1 7.32 124.78 184.95 182.41 146.71 156.02 193.78 192.40 181.3 9.26 181.12 171.07 161.28 145.1 3.55 182.59 180.96 170.93 172.1 2.62 164.55 166.Tabel Pokok Tabel 4.2 5 6 6.05 170.84 175.53 156.5 9 9.86 157.58 144.1 8.78 221.08 171.00 189.66 118.1 1.76 171.00 172. Persewaan & Jasa Perusahaan 145.64 167.2 6. Hotel.76 138.18 144.83 140.31 180.23 153.76 158.1 6.54 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 76 .25 193.23 170.16 130.Tabel .80 145.82 154.17 147.22 158.43 128.2 3 3.56 139.89 145.36 174.27 179.92 170.13 189.00 156. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.2 9.37 235.86 166.3 1.72 183.2 8.62 176.15 131. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.60 111.29 125.96 194.56 202.74 209.67 168.10 173.98 160.5 2 2.59 216.49 219.36 206.74 129.3 7 7.2 4 4.39 157.3 8.54 173.1 9. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.95 163.2 8 8.2 1.25 178.21 151.81 135.84 139.86 135.44 156.1 4.57 141.31 139.4 1.4 8.85 160.60 180.17 133.92 154.78 166.96 228.25 216.55 178.85 172.46 174.56 122.57 140.26 164.25 171.09 150.91 167.13 202.49 121.9 Lanjutan … No.81 197.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.14 175.01 126.37 149.23 138.

00 100.99 99.Tabel .74 128. Jumlah Penduduk dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000 .10 Angka-Angka Agregat PDRB.263 2.417.82 2.29 118.263 7.00 100.69 303.79 108.74 INDEKS IMPLISIT Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 100.00 100.63 110.25 105.00 111.374.966 2.98 101.92 120.347 8.47 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.285.482 INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2.302.00 100.934.71 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 77 .233.374.283.35 105.526.00 100.710.46 101.11 299.2008 No.713 7.22 108.85 102.02 2.679 8.417.397.02 283.63 110.25 105.605 7.217.104.96 2.00 117.00 100.74 109.153 7.015. [1] NILAI ABSOLUT Perincian [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.49 106.Tabel Pokok Tabel 4.135.99 99.35 105.104.00 100.00 100.467.00 117.52 101.

403.676 7.51 101.82 109.62 104.37 112.876.71 106.748 3. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.41 118.13 INDEKS IMPLISIT 124.053.683.996.51 107.39 114.55 98.739.31 105.58 117.02 110.56 105.813.304.600.Tabel Pokok Tabel 4.300 10.08 141.483.36 307.22 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 110.32 101.50 2.270.952.02 105.10 Lanjutan … No.76 333.64 2.01 103.38 312.70 105.44 131.42 109.020.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2.02 123.34 155.78 175.18 106.643.647 3.63 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 78 .052 7.406 Perincian [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 142.213 11.895 7.23 108.804.488.65 131.67 141.14 103.471.45 149.29 101.Tabel .529.651 9.44 2.

85 102.679.729. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.76 156.43 213.Tabel Pokok Tabel 4.624 8.50 112.58 360.77 2.68 105.23 167.80 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 108.387.13 102.076 7.44 INDEKS IMPLISIT 145.968.167.84 172.48 127.019.323.37 123.610.735 Perincian [2] 2006 [9] 2007 r) [10} 2008 *) [11] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 189.759.80 105.017.385 4.978.71 120.368 12.83 105.08 102.736.325 5.880 14.02 110.54 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 79 .366.60 107.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 3.74 156.615.621 8.19 3.869.Tabel .05 136.96 102.96 351.57 109.555 11.71 109.62 2.802.10 112.99 112.10 Lanjutan … No.11 240.20 188.483.07 129.39 143.27 342.03 104.058.21 102.86 102.

.

000 2.500 1.Grafik .000 1.000 3.000 500 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 81 .500 5.500 2.Grafik GRAFIK 1 PDRB KABUPATEN KARO TAHUN 2000-2008 5.000 4.500 (Milyar Rupiah) 3.500 4.

Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Bank & Lembaga Keuangan Jasa-Jasa 600 400 200 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 82 .Grafik GRAFIK 2 PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2000 .2008 1800 1600 1400 1200 (Miliar Rupiah) Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Listrik.Grafik . Gas & Air Bangunan 1000 800 Perdagangan.

71 4 3.2008 8 6 5.32 2.35 5.21 2 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 83 .13 5.96 5.98 4.Grafik .29 ( Persen ) 4.Grafik GRAFIK 3 PERTUMBUHAN PDRB KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2001 .

20% Perdagangan. Gas & Air 0. Hotel & Restoran 11.75% Listrik.76% Pengangkutan & Komunikasi 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.Grafik .80% Penggalian 0.Grafik GRAFIK 4 DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2008 Jasa-Jasa 13.35% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 84 .38% Industri 0.77% Bangunan 3.98% Pertanian 59.02% Keuangan.

32% Perkebunan Rakyat 14.21% Peternakan 6.10% Perkebunan Rakyat 13.10% Peternakan 6.80% Kehutanan 0.Grafik GRAFIK 5 DISTRIBUSI PERSENTASE PEMBENTUKAN PDRB SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2007 DAN 2008 2007 Perikanan 0.20% Kehutanan 0.13% 2008 Perikanan 0.70% Tanaman Bahan Makanan 78.77% Tanaman Bahan Makanan 79.67% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 85 .Grafik .

000.966 8.Grafik GRAFIK 6 PDRB PERKAPITA KABUPATEN KARO TAHUN 2000 .263 7.813.385 12.052 11.325 8.406 7.000 7.735 ( Rupiah ) 10.000 2.000 4.053.000.895 7.647 9.482 8.000.000.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 7.017.2008 7.739.076 16.000.471.748 10.397.153 11.417.263 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 7.759.000 8.000.000 14.366.167.000.606 7.676 14.233.952.Grafik .615.968.000 6.000.000 12.417.934.621 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 86 .526.804.624 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful