PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN KARO TAHUN 2000 - 2008
1B

No. Katalog
2B

: 9205.12.11 : 1211.09.02

No. Publikasi
3B

Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah

: 28 Cm x 21 Cm : 86 + vii : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo

Gambar Kulit

Diterbitkan Oleh

: Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya
0B

PETA KABUPATEN KARO

Selain untuk mengetahui tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kemakmuran Masyarakat. Penyajian data penghitungan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo ini sangat penting bagi Pemerintah Daerah. juga berguna untuk melihat Struktur Perekonomian di Kabupaten Karo.B U P A T I K A R O KATA SAMBUTAN Dengan terbitnya Publikasi Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo tahun 2000 – 2008 ini. berarti kita telah dapat mengukur Laju Pembangunan khususnya Pembangunan Ekonomi yang dilaksanakan di Kabupaten Karo. Kepada semua pihak. Kabanjahe. DAULAT DANIEL SINULINGGA . M e i 2009 BUPATI KARO DRS. baik Instansi Pemerintah maupun Swasta. Kiranya Publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo tahun 2000 2008 ini dapat bermanfaat bagi semua pemakai data sesuai dengan kebutuhan masing-masing terutama dalam pembangunan Daerah Kabupaten Karo. dan sekaligus dapat dijadikan sebagai indikator dasar dalam penentuan kebijakan pembangunan pada tahun berikutnya. Saya sampaikan terima kasih atas bantuan peran sertanya dalam upaya penyediaan data yang terpercaya dan relevan dalam mendukung Perencanaan Pembangunan.

Untuk melengkapi publikasi ini juga disertai dengan penjelasan yang berkaitan dengan konsep definisi PDRB. Kami menyadari dalam perhitungan masih ditemui berbagai kelemahan. 19600618 198101 1 001 . Untuk itu kami mohon kesediaan pembaca / pengguna data untuk memberikan saran demi kesempurnaan publikasi ini selanjutnya. M e i 2009 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN KARO BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KARO Kepala. PANTAS SAMOSIR Pembina NIP. NIP. persentase maupun indeks. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000 yang penyajiannya dalam bentuk rupiah. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan dalam publikasi ini dihitung menggunakan tahun dasar 2000 dengan ruang lingkup dan metode penghitungan yang lebih disempurnakan. Ir. Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih Kepada Bapak Bupati Karo yang sangat memberikan perhatian kepada data statistik dan telah memberikan bantuan baik moral dan spiritual serta kepada semua pihak yang telah ikut membantu sehingga memungkinkan terbitnya publikasi ini. SE.2008" ini merupakan kerjasama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Karo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karo. Dalam publikasi ini disajikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).KATA PENGANTAR Publikasi "Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 . Kabanjahe. 19610227 199003 1 003 DONI BUKIT.

.… 1..............................2 Tujuan dan Kegunaan Statistik Pendapatan Regional .................................. 1........................................ 1.........2 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo .................. BAB 1 PENJELASAN UMUM ..........6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan . 3...............................................................................................1 Perkembangan PDRB Kabupaten Karo .................... 3...3 Penggunaan Tahun Dasar .................................…… 44 46 49 80 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 v ....................Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman PETA WILAYAH KABUPATEN KARO ………………………………………………… KATA SAMBUTAN BUPATI KARO …………………………………………………… KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………...........4 Konsep dan Defenisi..…................GRAFIK ………............................................................................. TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO ……………………… 3..............................7 Cara Penyajian dan Angka Indeks .................................................................... BAB 2 BAB 3 URAIAN SEKTORAL ............... ii iii iv v vi vii 2 3 3 4 4 10 1............................. 1.......................................................... GRAFIK ..........................................… 3.................................3 Peranan dan Perkembangan Sektor ................................................................................................... DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………......4 Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo …..........Sektor Ekonomi di Kabupaten 12 15 17 39 41 42 Karo ........................................................... 1............... TABEL-TABEL POKOK ......1 Latar Belakang ............................................................................................ DAFTAR TABEL ………………………………………………………………………… DAFTAR GRAFIK ………………………………………………………………………....................................................... 1......................................................................5 Metode Penghitungan Pendapatan Regional ........

.......... 2006-2008…............ Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ..2008 ................5 62 Tabel 4..................... ..... 2006 – 2008............................................................................9 Tabel 4........ PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ................................1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .....1 Tabel 3................................................................ ....................................................... Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .................................... Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008...................................................2008 ... ..…............................... Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 – 2008 ............2008 ......... Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .............3 56 Tabel 4......................................................2008 .............2008 .2008 .............................................................5 45 47 Tabel 3........................2008 ........................................... ............................................... Angka-Angka Agregat PDRB.............. Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000...............6 TABEL-TABEL POKOK Tabel 4.......................10 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vi .....................................................6 65 Tabel 4............................. Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ................................................ Perbandingan Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001.......................................................................2008............................................Daftar Tabel DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3....................3 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 .......................................................8 71 74 77 Tabel 4.......................... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ...............….........2008 ............ PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000.................7 68 Tabel 4........2 53 Tabel 4..................................... 50 Tabel 4. 2006 ............................................................................................... Jumlah Penduduk dan PDRB Per kapita Kabupaten Karo 2000 – 2008 ............. Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ..........4 59 Tabel 4.....2 Tabel 3................................................. 41 42 43 Tabel 3...............................4 44 Tabel 3.......

.................................... Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007 dan 2008 ............................... PDRB Kabupaten Karo Tahun 2000–2008 .... 85 86 Grafik 6..................................................................................... PDRB Perkapita Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 ...................... Pertumbuhan PDRB Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001-2008…................................................................. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vii .......................................................................................................... 81 82 83 Grafik 3 Grafik 4........... Grafik 2... Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000-2008 .................... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008 ......Daftar Grafik DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 1............................. 84 Grafik 5...................

6. Penggunaan Tahun Dasar 1.5.7.3. Latar Belakang 1.4. Metode Penghitungan Pendapatan Regional 1.1.2. Konsep dan Defenisi 1.1. Tujuan dan Kegunaan 1. Penyajian dan Angka Indeks . Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 1.

Latar Belakang yaitu : Dengan pembangunan di segala bidang yang makin pesat dan meluas ke daerah-daerah. Meningkatkan peranan koperasi dan UMKM untuk menunjang perekonomian masyarakat melalui perbankan dan lembaga keuangan non Bank. demokratis.1. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . 4. Sejalan dengan penyusunan program pembangunan di segala bidang. meningkatkan hubungan ekonomi dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tertier.Penjelasan Umum BAB 1 PENJELASAN UMUM 1. meningkatkan pemerataan pembagian pendapatan masyarakat. memperluas lapangan kerja. 5. industri dan perdagangan berbasis agribisnis yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan serta pelestarian hutan dan rehabilitasi lahan yang kritis. pembangunan dan kemasyarakatan. 6. yang berguna dalam penyusunan program pembangunan tersebut maupun untuk menilai atau mengetahui berhasil tidaknya Visi Pembangunan Kabupaten Karo " Terwujudnya masyarakat Kabupaten Karo yang maju. pariwisata. Mengembangkan secara optimal pertanian. beriman dan sejahtera dalam suasana kekerabatan Karo ". 2 pembangunan yang telah dilakukan. Melestarikan nilai-nilai budaya Karo dengan tidak menutup diri terhadap budaya luar yang bersifat positif. 3. pada hekekatnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia 2. maka sangat diperlukan berbagai jenis data statistik. Dalam pembangunan di bidang ekonomi. Berdasarkan Visi tersebut di atas. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana Kabupaten Karo. Meningkatkan peran serta masyarakat khususnya tokoh agama dan rohaniawan dalam penyelenggaraan pemerintahan. maka data statistik baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan merupakan suatu hal yang mutlak dibutuhkan. baik data statistik nasional maupun regional. maka Misi yang diemban adalah : 1. Program dan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Karo digambarkan dalam Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Karo.

Struktur perekonomian dirinci sebagai berikut : 1. Gas dan air Minum 5. struktur 9 perekonomian menjadi (sembilan) sektor. Pengklasifikasian ini mengacu kepada klasifikasi sektor yang digunakan dalam 1. Tingkat kemakmuran suatu daerah Dengan demikian dari angka-angka statistik Tingkat kemakmuran suatu daerah digambarkan di dalam pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita merupakan gambaran ratarata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi. Pengangkutan dan Komunikasi 8. PDRB per kapita diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. Industri Pengolahan a. Pertanian 2. apakah daerah tersebut agraris. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya 9.Penjelasan Umum 7. Listrik. Konstruksi/Bangunan 6. baik itu secara menyeluruh maupun sektor demi sektor. Restoran dan Hotel 7. Pertambangan dan Penggalian 3. c.2. Jasa-jasa Pendapatan Regional Tujuan dan kegunaan statistik pendapatan regional antara lain untuk mengetahui : b. 4. Meningkatkan ketertiban dan ketentraman masyarakat serta kesadaran politik berdasarkan nilai-nilai demokrasi. pertambangan/penggalian atau industri melalui peranan/kontribusi sektor ekonomi. 3 . Tujuan dan Kegunaan Statistik penghitungan. Perdagangan. Mengetahui struktur perekonomian Di dalam penghitungan diklasifikasikan PDRB. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 pendapatan regional tersebut dapat dilihat struktur perekonomian suatu daerah. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Angka-angka statistik pendapatan regional atas dasar harga konstan menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

dilakukan karena keadaan perekonomian tahun 1993 sebagai tahun dasar dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi perekonomian pada saat sekarang ini. Penentuan tahun dasar 2000 sebagai tahun dasar yang baru. didasarkan pada pengamatan bahwa perekonomian selama tahun 2000 dipandang relatif stabil dan mantap dimana sejak tahun 2000 – 2003 pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari tahun ke tahun dengan (Inflasi/Deflasi) Perbandingan antara PDRB atas dasar harga berlaku dengan PDRB atas dasar harga konstan merupakan angka indeks implisit yang dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya perubahan harga barang dan jasa secara keseluruhan. dimana pada seri pendapatan regional tahun-tahun sebelumnya menggunakan tahun dasar 1993. Mengetahui tingkat perubahan harga Secara ringkas. Konsep dan Defenisi Untuk memahami lebih lanjut mengenai data yang tersedia. ujud phisik. regional Propinsi di Indonesia. arti. bisa dinyatakan bahwa struktur ekonomi tahun 2000 telah berbeda dengan tahun 1993. 1.4. Perubahan tahun dasar ini. BPS menganjurkan agar mulai tahun 2000 penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di seluruh Indonesia menggunakan seri penghitungan pendapatan regional dengan tahun dasar 2000. PDRB Kabupaten Karo telah dihitung secara kontinu setiap tahun dan publikasi ini merupakan urutan seri tahun 2000-2008. karakteristik. terlebih setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 yang berdampak kepada perubahan struktur perekonomian Indonesia.Penjelasan Umum d. Selain itu juga sesuai rekomendasi PBB agar penghitungan PDB atas dasar harga konstan dimutakhirkan secara periodik dengan menggunakan tahun referensi yang berakhiran 0 dan 5. Atas dasar itu maka tahun 2000 dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh hasil pembangunan pada periode berikutnya. Penggunaan Tahun Dasar besaran positip. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 4 . yang berlaku untuk seterusnya.3. 1. Hal itu bisa diberi makna sebagai awal berjalannya proses pemulihan ekonomi keseragaman seluruh Untuk penghitungan mendapatkan pendapatan setelah keterpurukan akibat krisis ekonomi pada tahun 1997. Dengan menggunakan tahun dasar 2000.

Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi dengan biaya antara (intermediate cost).2. Penyusutan yang dimaksud disini adalah nilai susut (aus) barang-barang modal atau pengurangan nilai barang-barang modal (mesin-mesin. kesimpulan yang menyimpang dari keadaan yang diinginkan. Jadi dengan menghitung nilai tambah bruto dari masing-masing sektor dan menjumlahkan nilai tambah bruto dari seluruh sektor tadi. sedangkan pada 1. Dengan demikian penjelasan konsep dan defenisi menjadi amat penting untuk dipahami dalam penghitungan pendapatan regional. Nilai tambah bruto disini mencakup komponen-komponen faktor konsep netto komponen penyusutan telah 1. peralatan. menghasilkan interpretasi Selanjutnya akan dan penarikan Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar. Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Harga Pasar dikeluarkan.sewa tanah dan keuangan).1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Pasar Angka PDRB atas dasar harga pasar dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah.4. Perbedaan antara konsep bruto dan netto ialah karena pada konsep bruto faktor penyusutan masih termasuk di dalamnya. akan diperoleh Produk Domestik defenisinya. Jadi produk domestik regional bruto atas dasar harga pasar dikurangi dengan penyusutan akan diperoleh produk domestik regional netto atas dasar harga pasar. Jika nilai susut barang-barang modal dari seluruh sektor ekonomi dijumlahkan. perubahan dan perpindahan suatu barang dan jasa harus tercermin jelas dalam konsep dan langsung netto. kendaraan dsb) yang terjadi selama barang modal tersebut ikut serta dalam proses produksi.Penjelasan Umum batasan dan sifat kegiatan tentang eksistensi. maka hasilnya merupakan ‘penyusutan’ yang dimaksud di atas.4. Defenisi yang berbeda akan menghasilkan data yang berbeda pula. bunga. penyusutan dan pajak tidak Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . 5 pendapatan (upah dan gaji.

dalam penghitungan pendapatan regional disebut pajak tidak langsung netto. sebab ada sebagian pendapatan yang diterima penduduk daerah lain. Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Biaya Faktor Perbedaan antara konsep biaya faktor dan konsep harga pasar di atas ialah karena adanya pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada unit-unit produksi. maka dengan sendirinya keuntungan perusahaan itu sebagian akan menjadi milik orang luar. cukai dan lain-lain pajak. Berlawanan dengan pajak tidak langsung yang berakibat menaikkan harga barang jadi (output). subsidi yang diberikan pemerintah kepada unit-unit produksi terutama unit-unit produksi yang dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas dengan tujuan untuk menekan/menurunkan harga hingga bisa dijangkau/dibeli oleh masyarakat luas. merupakan jumlah dari pendapatan yang berupa upah dan gaji. Pendapatan Regional Dari konsep-konsep yang diterangkan di atas dapat diketahui bahwa produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor sebenarnya merupakan jumlah balas jasa faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di wilayah tersebut. tidak seluruhnya menjadi pendapatan penduduk daerah tersebut. atau merupakan pendapatan yang berasal dari wilayah tersebut. maka hasilnya adalah Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor. Selisih antara pajak tidak langsung dan subsidi. tetapi perusahaan tadi beroperasi di daerah tersebut. yaitu milik orang yang mempunyai modal tadi. sewa tanah dan keuntungan yang timbul. Pajak tidak langsung meliputi pajak penjualan. kecuali pajak pendapatan dan pajak perseroan. bunga. Kalau produk domestik regional netto atas dasar harga pasar dikurangi dengan pajak tidak langsung netto.4. Sebaliknya. kalau Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 6 .4. Dengan demikian pajak tidak langsung dan subsidi mempunyai pengaruh yang berlawanan terhadap harga barang dan jasa. Akan tetapi pendapatan yang dihasilkan tadi. 1. Produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor.3. bea ekspor.Penjelasan Umum 1.4. Pajak tidak langsung dari unitunit produksi dibebankan pada biaya produksi atau pada pembeli hingga lansung berakibat menaikkan harga barang. . suatu perusahaan yang modalnya dimiliki oleh orang luar. Misalnya.

yang menjadi pendapatan bagi pemilik modal itu. ditambah dengan pendapatan netto yang mengalir dari/ke daerah lain akan sama dengan. ) Pendapatan Regional bila dikurangi (corporate yang (regional income). dikurangi penyusutan akan sama dengan. dikurangi pajak tidak langsung netto akan sama dengan. Bila pendapatan regional ini dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah itu. diterima oleh transfer yang Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 7 . iuran kesejahteraan sosial ditambah (social security contribution). Pendapatan Perorangan dan Pendapatan Siap Dibelanjakan Dari beberapa hal yang telah diuraikan di atas. ) Produk Domestik Regional Nettto Atas Dasar Harga Pasar (NRDP at market prices). maka konsep-konsep yang dipakai dalam pendapatan regional dapat diuraikan sebagai berikut: ) Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (GRDP at market prices). Akan tetapi untuk mendapatkan angkaangka tentang pendapatan yang mengalir keluar/masuk ini (yang secara nasional diperoleh dari Neraca Pembayaran Luar Negeri) masih sangat sukar diperoleh pada saat ini.Penjelasan Umum ada penduduk daerah ini menanamkan modal di luar daerah maka sebagian keuntungan 1. ) Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor (NRDP at factor cost). hingga produk regional terpaksa belum dapat dihitung dan untuk sementara dalam penghitungannya pendapatan regional dianggap sebagai produk domestik regional netto. perusahaan keuntungan (undistributed profit). pajak pendapatan income tidak taxes) dibagikan perusahaan tadi akan mengalir ke dalam daerah tersebut.5. Kalau produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor dikurangi dengan pendapatan yang mengalir keluar dan ditambah pendapatan yang masuk dari daerah lain maka hasilnya akan merupakan produk regional netto yaitu merupakan jumlah pendapatan yang benar-benar diterima (income receipt) oleh seluruh penduduk yang tinggal di daerah tersebut. maka akan dihasilkan suatu pendapatan per kapita. Produk regional netto inilah yang sebenarnya merupakan pendapatan regional.4.

Dengan susunan ini terlihat bahwa pendapatan perorangan merupakan pendapatan yang diterima oleh rumahtangga. bila dikurangi pajak rumahtangga. akan sama dengan. produk domestik region yang rumahtangga. Kenyataan menunjukkan bahwa ada sebagian dari kegiatan produksi yang dilakukan di suatu daerah namun beberapa faktor produksinya berasal/masuk dari daerah lain dan sebaliknya. ) Pendapatan yang siap dibelanjakan 1. Pendapatan yang timbul oleh karena adanya kegiatan produksi tersebut merupakan pendapatan domestik.6. pemerintah. Ternyata tidak seluruh pendapatan regional diterima oleh memperhatikan apakah faktor produksinya berasal dari/atau dimiliki oleh penduduk daerah tersebut.4. transfer yang dibayarkan oleh rumahtangga akan sama dengan. Produk Domestik dan Produk Regional Seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan di wilayah domestik. tanpa (disposable income). Tetapi sebaliknya rumah tangga masih menerima tambahan yang merupakan transfer payments baik dari pemerintah maupun perusahaan dan bunga netto atas hutang pemerintah. keuntungan yang tidak dibagikan ditahan perusahaan-perusahaan dan dana jaminan sosial dibayar kepada instansi-instansi yang berwenang. Bila pendapatan perorangan ini dikurangi dengan pajak yang langsung dibebankan kepada rumahtangga dan hibah yang diberikan oleh rumahtangga maka hasilnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 8 . Yang dimaksud dengan ‘wilayah domestik’ atau ‘region’ adalah meliputi wilayah yang betul-betul berada dalam batas geografis daerah tersebut. ) Pendapatan Perorangan (personal income). merupakan bersangkutan. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian tidak dibayar kepada rumahtangga akan tetapi pajak pendapatan perusahaan diterima oleh pemerintah. bunga netto atas hutang merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income).Penjelasan Umum rumahtangga. Hal ini menyebabkan nilai produksi domestik yang timbul di suatu daerah bisa tidak sama dengan pendapatan yang diterima penduduk daerah tersebut.

Oleh karena itu. Jadi produk regional merupakan produk yang betul-betul ditimbulkan oleh faktor produksi yang dimiliki penduduk daerah tersebut.4. Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Angka-angka menggambarkan pendapatan kenaikan regional ataupun Harga dalamnya merupakan pendapatan regional atas dasar harga berlaku. 2. yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga adanya penurunan nilai pendapatan masyarakat di suatu daerah. Yang dimaksud produk regional adalah produk domestik ditambah pendapatan dari luar daerah dikurangi dengan pendapatan yang dibayar ke luar daerah tersebut. Dengan alasan inilah maka pendapatan regional perlu disajikan dalam dua bentuk. kenaikan/penurunan tingkat pendapatan yang tidak dipengaruhi oleh faktor perubahan harga. Pendapatan regional dengan faktor inflasi yang masih ada di 1. untuk mengetahui pendapatan yang sebenarnya (riel). Kenaikan/penurunan pendapatan yang disebabkan karena adanya faktor perubahan harga. Bila terjadi kenaikan riel pendapatan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 9 . Bila terjadi kenaikan pendapatan yang hanya disebabkan karena adanya inflasi (menurunnya nilai uang) akan melemahkan daya beli masyarakat. penduduk berarti daya beli penduduk di daerah tersebut meningkat. faktor inflasi ini terlebih dahulu harus dikeluarkan. Kenaikan/penurunan nilai tersebut dapat dibedakan oleh dua faktor: 1. deviden dan keuntungan maka timbul perbedaan antara produk domestik dan produk regional.7.Penjelasan Umum Dengan adanya arus pendapatan yang mengalir antara daerah ini (termasuk juga dari/ke luar negeri) yang pada umumnya berupa upah/gaji. Sedangkan pendapatan regional dengan faktor inflasi yang sudah ditiadakan merupakan pendapatan regional atas dasar harga konstan. Kenaikan/penurunan riel yaitu konstan.

Pendekatan Pengeluaran Sedangkan metode tidak langsung adalah cara alokasi yaitu mengalokasikan pendapatan nasional menjadi pendapatan regional dengan memakai berbagai macam indikator sebagai alokatornya.2.Penjelasan Umum 1.1. Nilai ini sama dengan balas jasa atas ikut sertanya faktor produksi dalam proses produksi. Metode Langsung 2. Nilai tambah merupakan selisih antara nilai produksi (output) dan nilai biaya-biaya antara (intermediate cost) yang dipakai dalam proses produksi. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.1. dan sebagainya.5. bermaksud untuk menghitung nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing total produksi bruto tiap-tiap sektor atau sub sektor. surplus usaha. Pendekatan Produksi 2. Pendekatan ini banyak digunakan untuk memperkirakan nilai tambah dari kegiatan-kegiatan produksi yang berbentuk barang. Metode langsung dapat dilakukan dengan mempergunakan 3 macam pendekatan yaitu: 1. Pendekatan Produksi Pendapatan regional dapat dihitung Pendekatan dari segi produksi ini melalui dua metode yaitu: 1. pertambangan. Metode Tidak Langsung Yang dimaksud dengan metode langsung adalah penghitungan dengan mempergunakan data daerah secara terpisah sama sekali dengan data nasional sehingga hasil penghitungannya memperlihatkan seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan daerah tersebut.1.5. Metode Pendapatan Penghitungan Regional 1.5. Dalam hal sektor Pemerintahan dan usaha yang sifatnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 10 . seperti pertanian. Pendekatan Pendapatan 3.5. 1. Pendekatan Pendapatan Dalam pendekatan pendapatan maka nilai tambah dari setiap kegiatan ekonomi dihitung dengan jalan menjumlahkan semua balas jasa faktor produksi yaitu upah dan gaji.1. Metode Langsung 1. industri.

5.5. Pendekatan Pengeluaran adalah: ) Nilai produksi bruto atau netto setiap sektor/sub sektor ) Jumlah produksi fisik ) Jumlah Tenaga kerja ) Jumlah Penduduk ) Alokator tidak langsung 1. Pendekatan dari segi pengeluaran bertitik tolak pada penggunaan akhir dari barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri.1.Penjelasan Umum tidak mencari untung.3. Metode Tidak Langsung kurang lengkapnya mengenai nilai produksi dan biaya antara (intermediate cost). Jadi kalau dilihat dari segi penggunaan maka total supply dari barang dan jasa itu digunakan untuk: ) Konsumsi rumahtangga ) Konsumsi lembaga Swasta yang tidak mencari untung ) Konsumsi Pemerintah ) Pembentukan modal tetap bruto ) Perubahan stok ) Ekspor netto Dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari alokator tersebut dapat diperhitungkan PDRB secara alokasi yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 11 .2. karena yang akan dihitung hanya nilai barang dan jasa yang berasal dari produksi dalam negeri saja. maka dari jumlah penyediaan di atas nilai impor perlu dikeluarkan kembali. Metode pendekatan pendapatan ini Dipakainya istilah ekspor netto disini. Yang dimaksud dengan surplus usaha disini adalah bunga netto. surplus usaha tidak diperhitungkan. sewa tanah dan keuntungan. banyak dipakai pada sektor yang produksinya berupa jasa seperti sektor Pemerintahan. Hal ini terutama tersedianya disebabkan dan oleh karena tidak data Metode tidak langsung adalah suatu cara mengalokasikan produk domestik bruto propinsi ke setiap kabupaten/kota dengan menggunakan alokator tertentu. Alokator yang dapat digunakan 1.

Satuan dan kualitas yang yang 1. yang dinilai dengan harga tahun yang bersangkutan. Setelah itu ditentukan kualitas dari jenis barang yang dihasilkan. yaitu harga yang diterima oleh produsen atau harga yang terjadi pada 12 merupakan jumlah Nilai Tambah Bruto (NTB) atau nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Selain itu diperlukan juga data harga per unit/satuan dari barang yang PDRB atas dasar harga berlaku dihasilkan. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dipergunakan tidak selalu sama antara satu kabupaten dan kota dengan kabupaten dan kota lainnya. Mengingat sifat barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap sektor. Untuk sektor primer yang produksinya bisa diperoleh secara langsung dari alam seperti Pertanian. pertamakali dicari kuantum produksi dengan satuan standar yang biasa digunakan.6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan Hasil penghitungan PDRB disajikan atas dasar : 1.6. Harga yang dipergunakan adalah harga produsen. Pertambangan dan Penggalian. sub sektor dan sektor. maka penilaian NPB/Output dilakukan n 1. Harga Berlaku 2.Penjelasan Umum NTBi ¦O i 1 n Oi i xNTBk unit-unit produksi dalam suatu periode tertentu. Keterangan : NTBI = Nilai Tambah Bruto Kecamatan NTBk = Nilai Tambah Bruto Kabupaten Oi = Indikator Kecamatan i NTB atas dasar harga berlaku yang didapat dari pengurangan NPB/Output dengan biaya antara masing-masing dinilai atas dasar harga berlaku.1. NTB menggambarkan perubahan Volume/Quantum Produksi yang dihasilkan dan ¦O 1 1 n = Jumlah Indikator (Kabupaten) = Banyaknya Kecamatan tingkat perubahan harga dari masing-masing kegiatan. biasanya satu tahun. Harga Konstan sebagai berikut: 1.

NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masingmasing komoditi pada bersangkutan. gas dan air minum.Penjelasan Umum transaksi pertama antara produsen dengan pembeli/konsumen. dihitung pula nilai produksi ikutan yang dihasilkan dengan anggapan mempunyai nilai ekonomi. listrik.6. dan sektor bangunan. tahun dasar sangat Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 13 . NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masing-masing 1. Produksi ikutan yang dimaksudkan adalah produksi ikutan produksinya dilakukan indikator produksi masing-masing sektor. 2. Untuk sektor-sektor yang secara umum produksinya berupa jasa seperti sektor perdagangan. Untuk penghitungan dengan kuantum mencari Selain menghitung nilai produksi utama. restoran dan hotel. subsektor dan sektor yang bersangkutan. penghitungan seri pendapatan nasional/regional atas dasar harga konstan. yang sesuai dengan kegiatan. komoditi pada tahun yang bersangkutan. lembaga keuangan lainnya. Untuk sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri pengolahan. Data yang diperlukan adalah kuantum produksi yang dihasilkan serta harga produsen masing-masing Pemilihan indikator produksi didasarkan pada karakteristik jasa yang dihasilkan serta disesuaikan dengan data penunjang lainnya yang tersedia. subsektor dan sektor yang bersangkutan.2. sewa rumah dan jasa perusahaan serta pemerintah dan jasajasa. Selain itu diperlukan juga indikator harga dari masingmasing kegiatan. tahun yang 3. Selain itu dihitung juga produksi jasa yang digunakan sebagai pelengkap dan tergabung menjadi satu kesatuan usaha dengan produksi utamanya. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator harga masing-masing komoditi/jasa pada tahun yang bersangkutan. subsektor dan yang benar-benar dihasilkan sehubungan dengan proses produksi utamanya. kegiatan. Bank dan pengangkutan dan komunikasi. penghitungan sama dengan sektor primer. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Konstan Seperti telah diuraikan sebelumnya.

D e f l a s i Nilai tambah atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara membagi nilai tambah atas dasar harga berlaku masing-masing tahun dengan indeks harga. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator biasanya merupakan indeks harga perdagangan besar dan sebagainya. Oleh karena itu biaya antara atas dasar harga konstan biasanya diperoleh dari perkalian antara output dari masing-masing tahun dengan rasio tetap biaya antara terhadap output pada tahun dasar. Ekstrapolasi Nilai tambah masing-masing tahun atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mengalikan nilai tambah pada tahun dasar dengan indeks produksi.2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 14 .2.6. Ekstrapolasi dapat juga dilakukan terhadap perhitungan output atas dasar harga konstan. yang dianggap cocok dengan jenis kegiatan yang dihitung. cara menilai produksi dan biaya antara masing-masing tahun dengan harga pada tahun dasar. tenaga kerja.2.2. Dalam prakteknya. nilai tambah sektoral atas dasar harga konstan. karena mencakup komponen input yang terlalu banyak disamping data harga yang tersedia tidak dapat memenuhi semua keperluan tersebut.6. Revaluasi Revaluasi adalah penilaian kembali. 1. jumlah perusahaan dan lainnya. yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut: ekstrapolator dapat merupakan indeks dari masing-masing produksi yang dihasilkan ataupun indeks dari berbagai indikator produksi seperti 1.6.3. kemudian dengan menggunakan rasio tetap nilai tambah terhadap output akan diperoleh perkiraan nilai tambah atas dasar harga konstan.1. dan hasilnya merupakan output dan biaya antara hasil perhitungan di atas. sangat sulit melakukan revaluasi terhadap biaya antara yang digunakan. Indeks produksi sebagai keseluruhan. Agregat yang dimaksud tersebut dapat merupakan produk domestik bruto secara 1.Penjelasan Umum penting untuk melihat perkembangan riel dari tahun ke tahun dari setiap agregat ekonomi yang diamati.

Karena menggunakan harga tetap. produk Penghitungan domestik komponen bruto penggunaan harga atas dasar konstan juga dilakukan dengan menggunakan cara-cara di atas. pendapapatan dinilai atas dasar harga tetap yang terjadi pada tahun dasar. Cara Penyajian dan Angka Indeks Dalam deflasi berganda ini. 1. deflasi terhadap sangat biaya sulit antara. sedangkan nilai tambah diperoleh dari selisih antara output dan biaya antara yang telah dideflasi tersebut. Oleh karena itu dalam penghitungan harga konstan. tetapi mengingat data yang tersedia maka cara deflasi dan ekstrapolasi lebih banyak dipakai. juga karena indeks harganya belum tersedia secara baik. yang masing-masing dapat dibedakan sebagai berikut: komponen nilai tambah dan komponen pengeluaran produk domestik bruto. Pada penyajian atas dasar harga berlaku. 1. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator untuk penghitungan output atas dasar harga konstan biasanya merupakan indeks harga produsen atau indeks harga perdagangan besar sesuai dengan cakupan komoditinya. Sedangkan indeks harga untuk biaya antara adalah indeks harga dari komponen input terbesar. maka 15 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . 2. deflasi berganda ini belum banyak digunakan.4. Pada melakukan kenyataannya. dalam keadaan dimana nilai tambah atas dasar harga yang berlaku justru diperoleh dengan mengalikan nilai tambah atas dasar harga konstan dengan indeks harga tersebut. secara seri selalu disajikan dalam dua bentuk yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan suatu tahun dasar. Pada penyajian atas dasar harga konstan suatu tahun dasar. yang dideflasi adalah output dan biaya antara.7. semua agregat disamping karena komponennya terlalu banyak.2. Deflasi Berganda 1. semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga yang berlaku pada masing-masing tahun baik pada saat menilai produksi dan biaya antara maupun pada penilaian Agregat-agregat pendapatan seperti yang telah diuraikan di atas.6.Penjelasan Umum Indeks harga diatas dapat pula dipakai sebagai inflator.

x Indeks berantai. x Indeks harga implisit. Jadi disini tahun sebelumnya selalu dianggap 100. Agregat-agregat pendapatan juga disajikan dalam bentuk angka indeks 100. akan terlihat tingkat perkembangan harga (perkembangan). pendapatan dari tahun ke tahun terhadap tahun dasar. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat setiap tahun terhadap tahun sebelumnya. diperoleh dengan membagi nilai-nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun dasar. diperoleh dengan membagi nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun sebelumnya. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat pendapatan untuk masing-masing tahun dibandingkan tahun sebelumnya. diperoleh dengan membagi nilai atas dasar harga berlaku dengan nilai atas dasar harga konstan untuk masing-masing tahun dikalikan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 16 . indeks berantai dan indeks implisit. dikalikan 100. Indeks ini menunjukkan dari tingkat agregat perkembangan pendapatan harga terhadap harga pada tahun dasar.Penjelasan Umum perkembangan agregat pendapatan dari tahun ke tahun semata-mata karena perkembangan produksi riel dan bukan karena kenaikan harga. Selanjutnya bila dari indeks harga implisit ini dibuatkan indeks berantai. dikalikan 100. yang mana masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut: x Indeks perkembangan.

.

Uraian Sektoral

BAB 2 URAIAN SEKTORAL

Uraian sektoral yang disajikan dalam bab ini mencakup ruang lingkup, defenisi, dan sumber data yang digunakan untuk masing-masing sektor dan sub sektor, cara-cara perhitungan nilai tambah baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000.

sayuran, dan buah-buahan. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis, seperti jerami, daun, pelepah, batang, kelobot dan sebagainya juga dimasukkan dalam penggolongan ini. Data produksi diperoleh dari BPS Propinsi Sumatera Utara, BPS Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Data harga diperoleh dari survei yang dilakukan BPS, seperti harga untuk komoditi palawija, sayur-sayuran, dan buahbuahan pada tingkat harga pasar pedesaan (HP1), harga untuk komoditi padi pada tingkat loko gudang petani (HP2), dan harga komoditi-komoditi tertentu lainnya yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Diperta setempat. Nilai Tambah Bruto (NTB) atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu nilai produksi bruto (NPB)/output dikurangi dengan jumah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masing-masing komoditi setiap tahun. Sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi, yaitu mengalikan produksi pada masing-masing tahun dengan

2.1. Sektor Pertanian

Sektor

pertanian

meliputi

kegiatan

pengusahaan dan pemanfaatan benda-benda biologis (hidup) yang diperoleh dari alam dengan tujuan untuk konsumsi. Sektor pertanian meliputi sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya,

kehutanan, dan perikanan.

2.1.1. Tanaman Bahan Makanan

Sub sektor tanaman bahan makanan mencakup segala jenis tanaman yang dihasilkan dan digunakan sebagai bahan makanan, seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kentang dan umbi-umbi lain, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan kacang-kacangan lain, sayur-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

18

Uraian Sektoral

harga pada tahun 2000, kemudian dikurangi lagi dengan jumlah biaya antara yang telah dinilai dengan harga tahun 2000.

Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo, sedangkan data harga untuk masing-masing komoditi beragam seperti harga ekspor (HEK), harga perdagangan besar (HPB), harga eceran

2.1.2. Tanaman Perkebunan

(HE) atau harga produsen (HP) dikumpulkan secara berkala oleh BPS. perkebunan

Sub

sektor

tanaman

NTB atas dasar harga berlaku masingmasing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing jenis komoditi setiap tahun, sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil

mencakup segala jenis tanaman perkebunan baik yang diusahakan oleh rakyat maupun oleh perusahaan perkebunan besar yang menghasilkan komoditi-komoditi seperti karet, kopi, teh, kina, coklat, minyak sawit, inti sawit, tebu, rami, serat manila, kelapa, kapuk, cengkeh, pala, lada, kulit kayu manis, panili, kemiri, pinang, minyak sereh, gambir, biji jarak, kumis kucing, dan sebagainya. Termasuk pula di sini hasil/produksi

pengolahan SKPR. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara yang dinilai dengan harga tahun 2000.

pengolahan sederhana, yang pada umumnya kegiatannya menjadi satu usaha dengan kegiatan perkebunannya, seperti karet remah, gula merah, minyak kelapa, tembakau olahan, kopi olahan, teh olahan, kopra, dan minyak sawit. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis dari produk-produk tersebut di atas, seperti batang pohon, sabut kelapa, daun, akar, dan sebagainya tetap dimasukkan sebagai hasil/produksi. Data produksi diperoleh dari BPS

2.1.3. Peternakan dan Hasil-Hasilnya

Subsektor peternakan mencakup kegiatan pemeliharaan ternak besar, ternak kecil dan unggas yang bersifat komersial dengan tujuan untuk dikembangbiakkan, dipotong dan diambil hasil-hasilnya, seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, domba, ayam, itik, burung, ulat sutera dan sebagainya. Produksi yang dicakup meliputi

Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian, Peternakan,

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

19

Uraian Sektoral

ternak lahir, pertambahan berat badan, hasil-hasil pemotongan seperti daging, jeroan, kulit, tulang, dan hasil-hasil ternak lainnya (susu, telur, kokon, madu, kotoran ternak dan lain-lain). Karena data mengenai jumlah ternak lahir dan pertambahan berat badan tidak tersedia secara lengkap, maka untuk memperkirakan produksi ternak berbeda dengan memperkirakan produksi pada kegiatan lainnya. Produksi ternak diperkirakan sama dengan jumlah ternak yang dipotong, ditambah perubahan stok populasi ternak. Data komponen produksi ternak diperoleh dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo serta survei-survei yang dilakukan oleh BPS serta instansi lainnya. Sedangkan data harga berupa HEK, HP, dan harga konsumen (HK) dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Instansi terkait setempat. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi, sama seperti yang dilakukan pada sub sektor sebelumnya, baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000.

atau badan usaha, yang mencakup usaha penanaman, pemeliharaan, penanaman kembali, dan penebangan hutan serta pengambilan getahgetahan dan akar-akaran. Produksi yang

dihasilkan meliputi kayu gelondongan, kayu belahan/potongan (kayu pertukangan), kayu

bakar, bambu, rotan, damar dan sebagainya. Hasil pengolahan sederhana yang pada umumnya dilakukan di areal hutan, seperti pembuatan arang, penyaringan getah dan sebagainya, dimasukkan pula dalam sub sektor ini. dicakup pula Di samping itu kegiatan

perburuan/penangkapan dan pembiakan binatang liar/margasatwa dengan tujuan komersial seperti perburuan burung-burung liar, penangkapan

penyu, buaya, ular dan sebagainya. Produksi yang dihasilkan berupa binatang hidup/mati, binatang lahir (anak), daging, sarang (khusus burung), kulit, tanduk, telur, dan lain-lain. Tidak termasuk disini kegiatan-kegiatan dengan tujuan untuk penelitian, olah raga, kebun binatang, dan hobi (kegemaran). Data produksi diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan BPS Kabupaten Karo, sedangkan untuk harga masingmasing komoditi dipergunakan beberapa macam harga seperti HEK, HPB, HP, dan HK, yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup setempat.

2.1.4. Kehutanan Sub sektor kehutanan mencakup kegiatan yang dilakukan di areal hutan oleh perorangan

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

20

pemupukan dan penyelenggaraan sistem pengaturan air untuk tambak/empang. Perikanan Subsektor perikanan mencakup kegiatan penangkapan. bunga karang. dimasukkan pada kegiatan utamanya. Juga dimasukkan kegiatan pengolahan sederhana binatang air dan hasil-hasil lainnya seperti pengeringan dan penggaraman ikan. Data produksi diperoleh dari Dinas Pertanian. pemetikan dan pemangkasan. pengambilan dan hama. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 21 . Menurut tempat penangkapannya. yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dan sulit dipisahkan dari dari kegiatan utama di masing-masing sektor pemeliharaan/pembiakan segala jenis binatang dan tumbuhan air. mutiara.Uraian Sektoral Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi. pemanenan. sama seperti yang dilakukan pada subsektor sebelumnya. 2. kegiatan tersebut adalah pemupukan.5. pelayanan kesehatan hewan dan jasa pertanian lainnya. Termasuk juga usaha pelayanan kegiatan perikanan yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dengan kegiatan penangkapan/pemeliharaan ikan seperti sortasi. seperti HP2 dan harga lelang. dan sebagainya. persiapan lelang ikan.1. juga dikumpulkan secara berkala oleh BPS. rumput laut. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi pertanian yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak. baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000. Beberapa pengolahan bibit/benih. sub sektor perikanan dibagi menjadi perikanan laut dan perikanan darat yang terdiri dari perikanan air tawar (kolam. pembilasan/sortasi dan gradasi hasil. tanah. seperti ikan. Penghitungan nilai tambah kegiatan ini berbeda antar daerah/propinsi sesuai dengan kondisinya dan data yang tersedia. udang. gradasi. dan penyebaran penanaman. baik yang di air tawar maupun asin. pembasmian pertanian. kepiting. Sedangkan data harga di samping dari dinas yang sama. penyemaian penyemprotan/pembasmian hama. Peternakan. sawah. ubur-ubur. Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo. danau dan sungai) dan perikanan air payau/tambak. perbaikan dan pemeliharaan tambak/empang. pertanian.

perak. pengeboran. Sektor Pertambangan dan Tahunan Pertambangan maupun survei-survei lainnya yang digunakan sebagai pelengkap. Produksi barang galian datanya diperoleh dari Buku Tahunan Pertambangan dari hasil survei Pusat Pertambangan Teknologi Mineral (PPTM) maupun survei-survei lainnya (SKPR). NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing komoditi setiap tahun. barang mineral dan barang galian yang tersedia di alam. tanah liat. pemilihan. baik berupa benda padat. pencucuian. dan sebagainya. dan logam lainnya serta aspal alam. seperti biji besi. pasir. mangan. seperti input sektor konstruksi dan industri.2. kerikil. nikel. Bagi komoditi yang datanya tidak tersedia/sulit Penggalian Sektor pertambangan dan penggalian mencakup kegiatan penambangan. yaitu menghitung pemakaian (input) disektor lain. Data harga diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi. (b) Penggalian batu-batuan. seperti batu kali. tanah liat. minyak bumi. penggalian. aluminium. keramik. Produksi garam diperoleh dari Buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 22 . benda cair. emas. dilakukan pengumpulan data melalui survei khusus lainnya secara berkala. tembaga. kaolin. bauksit. pasir besi. pasir. penyaringan. Penghitungan NTB atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi. Data produksi barang tambang diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi yang bersumber dari Buku Tahunan Pertambangan Indonesia. dengan produksinya berupa garam kasar. yaitu NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Bagi komoditi-komoditi yang data harganya tidak tersedia secara lengkap. dilakukan perkiraan melalui pendekatan penggunaan. gas bumi dan biji logam. seperti barang tambang. maupun gas. Produksi yang dihasilkan meliputi (a) Pertambangan: batu bara. BPS Kabupaten Karo yang dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan dan publikasi Statistik Ekspor yang diterbitkan oleh BPS Pusat. (c) diperoleh.Uraian Sektoral 2. timah. Bagi komoditi-komoditi yang NPB/output-nya dihitung melalui pendekatan pemakaian di sektor lain Pembuatan garam (penggaraman). sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari Tabel Input-Output (I O) Sumatera Utara dan hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). dan pengambilan/ pemanfaatan segala macam benda non-biologis.

Industri barang galian bukan logam kecuali minyak bumi dan batu bara 7. Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia. Pengelompokan yang telah dilakukan oleh BPS didasarkan pada proses produksi dan banyaknya tenaga kerja yang terlibat. sedang. Industri kayu dan barang dari kayu termasuk alat-alat rumahtangga dari kayu 4. minuman. dan pelastik 6. Industri makanan.Uraian Sektoral tersebut (industri dan konstruksi) setelah dinilai dengan harga produsen. NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk kegiatan pertambangan dihitung dengan cara revaluasi. sedang pengolahannya dapat dilakukan dengan tangan atau mesin.3. Sektor Industri Pengolahan 1. dan rumahtangga. NTB adalah NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Industri tekstil. Pengelompokan lainnya dari kegiatan industri dibuat berdasarkan jenis komoditi utama yang dihasilkan oleh masing-masing perusahaan. yaitu mengalikan produksi tahun yang bersangkutan dengan harga tahun 2000 kemudian dikurangi dengan jumlah biaya antara. percetakan dan penerbitan 5. dan kulit 3. seperti jumlah tenaga kerja dan jumlah satuan usaha. Industri besar adalah perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja lebih atau sama dengan 100 orang. dan tembakau 2. pakaian jadi. karet. industri kecil antara 5 sampai dengan 19 orang. Sedangkan untuk penggalian dan penggaraman digunakan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks Indikator Produksi yang digunakan. dan industri kerajinan rumahtangga tenaga kerjanya lebih kecil atau sama dengan 4 orang. Disini dibedakan empat kelompok industri Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 23 . Kegiatan sektor industri amat beragam dilihat dari komoditi yang dihasilkan dan cara pengolahannya. Secara garis besarnya kegiatan industri dikelompokkan menjadi: 2. industri sedang antara 20 sampai dengan 99 orang. Industri logam dasar Sektor industri mencakup kegiatan untuk mengubah atau mengolah suatu barang organik dan anorganik menjadi barang baru sehingga mempunyai nilai yang lebih tinggi. kecil. minyak bumi. batu bara. yaitu meliputi industri besar. Industri kertas dan barang-barang dari kertas.

kegiatan kelistrikan cukup besar dan beroperasi di seluruh Propinsi. NTB atas dasar harga berlaku untuk industri besar dan sedang dihitung melalui pendekatan produksi. mesin dan peralatannya 9. uap dan gas. yang diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). harga dan NPB/output industri besar dan sedang diperoleh melalui Survei Industri Besar dan Sedang (pencacahan lengkap) yang dilakukan BPS setiap tahun. 2. Untuk PLN dilakukan survei setiap tahun. Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga dihitung dengan cara ekstrapolasi. kemudian diinflate/dikalikan dengan indeks harga implisit sub sektor industri besar dan sedang. Sub sektor listrik mencakup kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air. Sedangkan data untuk industri kecil diperkirakan dari hasil Survei Industri Kecil dan Kerajinan Rumahtangga yang dilengkapi hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan survei-survei lainnya yang mengalikan perkirakan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi seperti jumlah tenaga kerja atau jumlah satuan usaha sebagai ekstrapolatornya. Data produksi. Gas.1. mengingat peranannya dalam Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga. yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) barang-barang industri. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 24 . Industri pengolahan lainnya Rincian yang lebih jelas mengenai NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk industri besar dan sedang dihitung dengan cara deflasi. yaitu komoditi yang dicakup di dalam masing-masing kelompok kegiatan industri dapat dilihat pada buku Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI). Pertambangan dan Energi. Listrik dilaksanakan oleh BPS dan Dinas Perindustrian. dan Air Bersih 2.Uraian Sektoral 8. Sektor Listrik. Data produksi.4. dan non-PLN. disel. yaitu dengan mengurangi NPB/output dengan jumlah biaya antara. Perdagangan. perkiraan NTB-nya didasarkan pada hasil sensus/survei yang sudah ada yakni dihitung dahulu perkiraan NTB tahun 2000.4. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilakukan secara berkala oleh BPS. Industri barang dari logam.

Data produksi. penjernihan. gas minyak. ter bersih. Semarang.4. Gas yang dicakup adalah komoditi yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara. yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Produksinya berupa gas batu bara. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan setiap tahun oleh BPS terhadap seluruh PN Gas. Produksi ikutan yang dihasilkan adalah ter kasar. Dengan demikian untuk penghitungan NTB-nya perlu dilakukan survei pelengkap lainnya (SKPR). atau alat lainnya. 2. dan penggunaan komersial lainnya. Cirebon. survei perusahaan-perusahaan non-PLN tidak selalu dilakukan setiap tahun pada suatu propinsi. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. minyak dan crack. dan minyak ter. yaitu dengan cara mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. yang diusahakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik pemerintah dan non-PAM milik swasta/perorangan. 2. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 25 . Gas penampungan. NPB/output merupakan perkalian Pandang. dan penggunaan komersial lainnya.3. Bandung. dan pendistribusian air bersih kepada rumahtangga. Air Bersih Sub sektor air bersih mencakup kegiatan perkiraan KWH listrik yang dibangkitkan dengan rata-rata tarif ditambah dengan pendapatan yang diterima dari usaha lainnya. Sub sektor gas mencakup kegiatan produksi dan pendistribusian gas kota oleh Perusahaan Gas (PN Gas) untuk dijual kepada rumahtangga. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi yang dihasilkan seperti jumlah KWH listrik yang dibangkitkan/dijual.2. industri. Surabaya. dan Ujung Termasuk juga kegiatan penyediaan air bersih dengan menggunakan kincir air. dan gas cracking. NPB/output merupakan perkalian antara gas kota yang diproduksi dengan rata-rata harga ditambah pendapatan lainnya. rumah sakit. Bogor. industri.4. Kegiatan ini hanya terdapat di beberapa kota saja seperti Jakarta. Data produksi. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi.Uraian Sektoral Berbeda dengan pendataan untuk PLN.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 26 . pelabuhan (laut. pemasangan. dan dilengkapi dengan survei khusus lainnya (SKPR). pembangunan. penghitungan langsung dilakukan terhadap NPB/output. baik yang dilakukan oleh kontraktor umum. yaitu unit usaha yang melakukan pekerjaan konstruksi untuk pihak lain. terminal dan sejenisnya. pada sub sektor bangunan banyak ditemui kesulitan untuk melakukan perkiraan/estimasi NTB. jalan. Sektor Bangunan secara lengkap. jembatan. dan juga didasarkan pada data dari Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI). atau dengan menggunakan indeks tenaga kerja di sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya. udara. Yang NTB atas dasar harga konstan tahun 1993 diperoleh dengan cara deflasi yang menggunakan IHPB bahan bangunan/konstruksi sebagai deflatornya.Uraian Sektoral secara berkala oleh BPS dan survei-survei pelengkap lainnya (SKPR). NTB atas dasar harga konstan 2000 yang umumnya digunakan untuk sub sektor ini adalah revaluasi dan ekstrapolasi dengan menggunakan data produksi/indikator produksi yang tersedia. dan perbaikan (berat maupun ringan) semua jenis konstruksi. yaitu dengan menggunakan IHPB bahan digolongkan sebagai kegiatan konstruksi adalah pembuatan. Penghitungan yang dilakukan melalui data pembanding yang diambil dari realisasi pengeluaran fisik pemerintah yang bersumber dari APBN dan APBD . Sektor bangunan mencakup kegiatan pembuatan dan perbaikan bangunan (konstruksi). bangunan bukan tempat tinggal. NPB/output merupakan perkalian antara kuantum air yang dihasilkan dengan rata-rata harganya ditambah dengan pendapatan lainya yang diterima unit usaha. Berbeda dengan sektor lain. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NTB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara atau dihitung langsung NTB-nya melalui pendekatan pendapatan. dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI). Sedangkan NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara deflasi. karena terbatasnya data yang tersedia. sungai). seperti bangunan tempat tinggal. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara.5. maupun oleh kontraktor khusus. yaitu unit usaha individu yang melakukan kegiatan konstruksi untuk dipakai sendiri. Karena data produksi tidak tersedia 2.

baik dengan tempat tetap maupun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 27 . Barang-barang yang diperdagangkan menggunakan rasio-rasio yang bersumber dari hasil pengolahan Tabel I-O Sumatera Utara. dan Hotel Pada umumnya penghitungan NTB sub 2. 2. baik yang berasal dari produksi dalam daerah. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. pertambangan dan penggalian. Perdagangan sektor perdagangan dilakukan melalui pendekatan arus barang yaitu menghitung nilai Sub sektor perdagangan mencakup kegiatan pengumpulan dan pendistribusian barang baru maupun bekas oleh produsen atau importir kepada konsumen. Margin perdagangan adalah selisih antara nilai jual dengan nilai beli. meliputi produksi sektor pertanian. dari daerah lain ataupun dari luar negeri/impor.1.6. Restoran. Sektor Perdagangan. Barang yang diperdagangkan ini disebut sebagai supply (penyediaan).6. NPB/output pertanian.Uraian Sektoral bangunan/konstruksi sebagai deflator. dapat Kegiatanpendistribusian/penyaluran margin barang-barang yang diperdagangkan. yang merupakan NPB/output sub sektor perdagangan. Pedagang besar adalah pedagang yang umumnya melayani pedagang eceran atau konsumen lain yang bukan konsumen rumahtangga. atau Data penghitungan supply bersumber sektor dari hasil dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja di sub sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya. Sedangkan pedagang eceran adalah pedagang yang umumnya melayani konsumen rumahtangga. 2. Sedangkan NPB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara yang sama seperti pada penghitungan harga berlaku dengan berupa perdagangan besar maupun pedagang eceran. sedangkan impor bersumber dari buku Statistik Impor dan Statistik Perdagangan antar pulau yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS. tanpa mengubah bentuk dan sifat barang-barang tersebut. dan industri. sektor industri.2.6. Restoran Sub sektor restoran mencakup kegiatan penyediaan makanan dan minuman jadi yang langsung dikonsumsi/dihidangkan di tempat penjualan. pertambangan dan penggalian.

yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. Disamping NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok makanan jadi. jumlah tamu menginap atau jumlah malam tamu. Jenis kegiatan perhotelan yang dicakup meliputi hotel. hostel. Untuk indikator harga digunakan rata-rata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah unit usaha atau jumlah tenaga kerja dari sub sektor ini. bungalow.6. wisma. Dan indikator harga digunakan ratarata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. antara. digolongkan ke dalam sektor yang mengusahakannya. diskotik. Indikator NPB/output merupakan perkalian antara indikator dengan indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kamar. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi. Kegiatan tersebut antara lain meliputi usaha tata-boga. beserta fasilitas-fasilitas lain yang menunjang seperti binatu. 2. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 28 . pesanggrahan.Uraian Sektoral tidak tetap/pindah-pindah.3. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. Misal kegiatan restoran untuk pelayanan tamu hotel. losmen. dan sebagainya. yaitu mengurangkan NPB/output produksi dengan jumlah biaya harga. Kegiatan sejenis yang dilakukan oleh satuan usaha di sektor lain karena sulit dipisahkan. jumlah tempat tidur. restoran. bakso keliling dan sebagainya. restoran. digolongkan sebagai bagian usaha perhotelan. yang bersumber dari hasil survei perhotelan yang dilakukan BPS secara berkala. pondok dan sejenisnya. baik yang berbintang maupun yang tidak berbintang. tempat olah raga. warung. kantin. Hotel Sub sektor hotel mencakup kegiatan penyedian akomodasi dengan menggunakan sebagian atau seluruhnya tempat penginapan. penyewaan ruangan. kedai.

2. roda tiga. yang bersumber dari laporan bulanan dan tahunan Perumka. pelabuhan.Uraian Sektoral itu digunakan pula cara revaluasi yaitu menilai NPB/output tahun yang bersangkutan dengan menggunakan harga tahun 2000. Dimasukkan juga kegiatan penyewaan kendaraan.1. keagenan. oplet/mikrolet.7.7. penyeberangan dan udara. Termasuk disini jasa penunjang angkutan yang mencakup pemberian jasa atau penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan memperlancar kegiatan dihitung NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari angkutan penumpang dan barang. 2. Indikator harga jarang digunakan karena tidak tersedia secara 2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 29 . Jenis-jenis kendaraan meliputi: pengangkutan. sungai. delman. merupakan usaha monopoli Perumka. bongkar muat. dan pedati/grobak. seperti parkir. Sektor Angkutan dan Komunikasi lengkap. Angkutan Kereta Api x bermotor: bus/minibus. taksi.7. dan truk. kemudian dihitung NTB-nya memakai rasio dari Tabel I-O Sumatera Utara. Kegiatan ini tidak bermotor: becak. laut. Sektor angkutan dan komunikasi meliputi kegiatan pengangkutan umum untuk barang dan penumpang melalui darat. danau. x Sub sektor angkutan kereta api meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kereta api. Untuk struktur biaya antara. Angkutan Darat 2.1. pergudangan. serta kegiatan komunikasi yang dilakukan meliputi pos dan giro serta telekomunikasi. Data produksi/indikator produksi yang digunakan adalah jumlah km-penumpang diangkut dan jumlah tonkm-barang dimuat. bendi.7. baik dengan pengemudi ataupun tanpa pengemudi.1. digunakan rasio dalam Tabel I-O Sumatera Utara. dan jalan tol. 2. angkutan bandar. Angkutan Jalan Raya Subsektor angkutan jalan raya meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan angkutan umum jalan raya baik yang bermotor maupun tidak bermotor.1. ekspedisi. terminal.

7. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. Angkutan Laut. Angkutan Laut Sub sektor angkutan laut mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal laut milik Sub sektor ini mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal sungai. Danau. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kendaraan. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagikan perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK komponen pengangkutan.7. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. motor boat. 2. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi.2.2. dan Penyeberangan 2. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya.7. Sungai dan Danau 2. Demikian juga struktur biaya antara diperoleh dari sumber yang sama. Jenis kendaraan meliputi ferry. Sebagai indikator harga digunakan rata-rata output per unit kendaraan. dari/ke luar negeri maupun di luar negeri.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah perusahaan nasional. danau. yang dirinci menurut jenis dan status yang pengangkutan bersumber dari (barang/penumpang). NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. yang diolah dari hasil SKPR. speed Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 30 .2. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai.1. Angkutan Sungai. dan penyeberangan di selat. baik yang beroprasi di dalam negeri. laporan tahunan DLLAJR. baik bermotor maupun tidak bermotor yang beroperasi di sungai. dirinci menurut jenis kegiatan pelayaran yang bersumber dari laporan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia.2. biaya antara. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang dan penumpang yang diangkut dari masing-masing pelabuhan muat.

atau yang berdiri sendiri (bukan merupakan satu kesatuan usaha dengan kegiatan pengangkutannya). terminal. Sub sektor jasa penunjang angkutan mencakup kegiatan pelayanan. yang datanya dan penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan berkaitan dengan kegiatan pengangkutan. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang atau penumpang yang dilayani. Penggolongan jenis kegiatan ini dirinci menurut penerbangan domestik (dalam negeri) dan internasional (luar negeri). pergudangan. NTB atas dasar harga berlaku diproleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara.4.Uraian Sektoral boat. Angkutan Udara Sub sektor angkutan udara mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kapal/pesawat terbang milik perusahaan nasional. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara.7.3. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. Jasa Penunjang Angkutan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. ketinting. Dan NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. sampan dan sejenisnya. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah armada yang beroperasi dirinci menurut jenisnya. motor tempel. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang yang dimuat (ton) dan jumlah penumpang yang berangkat dirinci menurut tujuan muatan. pembentukan jasa 2. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu diperoleh dari laporan PT (Persero) Angkasa Pura. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan.7. 2. dan perparkiran serta bongkar muat. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 31 . Kegiatan ini antara lain mencakup jasa keagenan. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dengan indikator harga.

Sektor Bank dan Keuangan Lainnya 2. dan teleks. wesel. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. dan giro.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu 2. dan paket pos. paket. asuransi.7. Komunikasi Sub sektor komunikasi meliputi kegiatan pelayanan pos dan telekomunikasi yang mnelalui pendekatan produksi.1. Bank Lembaga Sektor ini mencakup kegiatan pelayanan jasa bank.1. dimana NPB/outputnya diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT (Persero) Pos Indonesia. baik di dalam negeri maupun ke/dari luar negeri.5. 2. seperti jasa giro. wesel. 2. Termasuk kegiatan jasa pelayanan pada pihak ke tiga.8.7. bank tabungan dan bank pembagunan. Pos dan Giro dihitung Mencakup kegiatan jasa pengiriman surat.8.5. Telekomunikasi Mencakup kegiatan jasa pengiriman berita melalui telepon. Jasa bank meliputi usaha jasa perbankan yang dilakukan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI). bank devisa. koperasi. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh mengalikan NTB 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. dan jasa keuangan lainnya. diusahakan oleh PT (Persero) Pos Indonesia dan PT (Persero) Telkom. telegram. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 32 .7.2. Usahanya meliputi simpan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari pelayanan pos. 2. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang bersangkutan.5. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. NPB/output atas dasar harga berlaku diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT Telkom dan PT Indosat serta perusahaan lain seperti radio panggil. penjualan kertas bermeterai dan meterai dagang. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya.

sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. perasuransian konsultasi/agen dan dana pensiun. maupun milik orang atau badan lain. bursa valuta asing dan sebagainya.3. perdagangan valuta asing. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. Asuransi Kegiatan asuransi meliputi usaha segala jenis perasuransian. memberi jaminan bank dan jasa perbankan lainnya. seperti asuransi jiwa. mengeluarkan kertas berharga. Sedangkan jasa keuangan meliputi usaha bank pasar. tanpa memperhatikan status kepemilikannya. koperasi simpan pinjam. 2. penabung. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. yaitu dengan memperkirakan output berdasarkan penggunaannya di kegiatan lain. Sewa bangunan Sektor ini mencakup kegiatan sewa menyewa atas penggunaan sebagian atau seluruh rumah atau bangunan tempat tinggal maupun kantor atau toko. atau ekstrapolasi dengan menggunakan ekstrapolator : jumlah pertengahan tahun denga rata-rata pengeluaran sewa rumah perkapita /rumahtangga. pemegang polis dan kredit yang disalurkan. jasa dan 2. NPB/output atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pengeluaran yaitu mengalikan jumlah penduduk / rumahtangga pada NPB/output dan strukutur biaya antara atas dasar harga berlaku untuk kegiatan Bank diperoleh dari BI Medan. sewa rumah Sehingga output asuransi penunjang asuransi kecelakaan. meskipun pada kenyataannya tidak terjadi transaksi sewa menyewa. nasabah. sedangkan kegiatan asuransi dan jasa keuangan lainnya diperoleh melalui SKPR. merupakan penjumlahan antar output dari usaha persewaan bangunan dan imputasi sewa rumah. artinya dapat merupakan milik sendiri.2. perkiraan output sewa rumah dilakukan dengan cara imputasi. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum.8.Uraian Sektoral pinjam.8. lumbung desa. lainnya Untuk rumah yang ditempati pemiliknya sendiri. Data penduduk/ rumahtangga diperoleh dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 33 . sosial. pasar modal. (reasuransi). NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi.

Pemerintahan dan Pertahanan pihak swasta meliputi: jasa sosial dan 2. 2.1. penterjemah.4. Kegiatan tersebut antara lain pengatur kebijaksanaan sosial. pengolahan data. lembaga bantuan hukum. pertahanan. NTB atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mendeflasikan. pembukuan dan akuntansi.9.8. penyewaan mesin dan peralatan. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 34 . Subsektor pemerintahan dan pertahanan mencakup kegiatan tentang penyelenggaraan sistem administrasi negara berupa jasa pelayanan umum kepada masyarakat yang produksinya tidak dapat diukur secara kuantitatip dan tidak dapat dinilai secara ekonomi.9. demikian juga ratio struktur biaya diperoleh dari sumber yang sama. Indikator produksi yang digunakan rata-rata output per tenaga kerja yang datanya bersumber dari hasil pengolahan SKPR. periklanan. Sedangkan data ratarata pengeluaran sewa diperoleh dari rumah data harga. konsultasi teknik. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi.Uraian Sektoral penduduk Kabupaten Karo. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu perkapita/rumahtangga SUSENAS dan harga konsumen HK-3A. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja sebagai ekstrapolatornya. perancang dan sebagainya. Jasa perusahaan kemasyarakatan. Sektor Jasa-Jasa Sektor jasa-jasa mencakup kegiatan pemerintahan. Jenis kegiatan yang dicakup meliputi notaris. jasa hiburan dan kebudayaan serta jasa perorangan dan rumahtangga. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. dan jasa yang dikelola Subsektor ini mencakup kegiatan jasa yang umumnya lebih banyak melayani kebutuhan perusahaan dan bersifat komersial. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok perumahan atau dengan ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks jumlah penduduk sebagai ekstrapolatornya. politik dan 2.

Pemerintahan Desa. Dalam hal ini tidak termasuk lembaga pemerintah yang berbentuk perusahaan (Badan Usaha Milik Negara/BUMN ) seperti Jawatan (Perjan). lembaga kesejahteraan sosial. panti asuhan. Perusahaan Umum (Perum). Kegiatan-kegiatan jasa sosial dan kemasyarakatan hanya terbatas yang dikelola oleh swasta saja. K2. dan K3. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi yaitu dengan cara membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum. serta jasa kemasyarakatan lainnya seperti jasa penelitian. PT 2. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Sub sektor ini mencakup kegiatan (Persero) dan Perusahaan Negara (PN). Lembaga pemerintahan yang dicakup adalah : 1. Data belanja pegawai bersumber dari Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) yang merupakan realisasi pengeluaran pemerintah di penyelengaraan jasa sosial dan kemasyarakatan yang diusahakan pihak swasta seperti : jasa pendidikan. jasa palang merah. dan rumah ibadah. Lembaga Pemerintahan lainnya. peningkatan kecerdasan dan kesehatan masyarakat. Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Non Departemen. jasa kesehatan. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pendapatan yaitu dengan menjumlahkan pengeluaran pemerintah untuk belanja pegawai. karena kegiatan-kegiatan tersebut sudah dicakup di dalam sektor-sektor ekonomi yang sesuai dengan penggolongan kegiatannya.9. baik yang berada di Pusat maupun unit-unit di Daerah.Uraian Sektoral ekonomi. atau dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah pegawai negeri sipil yang ditimbang dengan besarnya upah dan gaji menurut golongan kepangkatan sebagai ekstrapolatornya. Pemerintahan Kabupaten/Kota serta setiap daerah ditambah dengan statistik keuangan pemerintah daerah yang dikumpulkan oleh BPS melalui dokumen K1. Pemerintah Daerah : Pemerintahan Propinsi. 2.2. Pemerintahan Pusat : Departemen. perhimpunan dan organisasi usaha profesi dan buruh. panti wredha. sedangkan kegiatan sejenis yang dikelola oleh pemerintah termasuk dalam sub Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 35 . yayasan pemeliharaan anak cacat. baik yang berasal dari belanja rutin maupun pembangunan ditambah dengan perkiraan nilai penyusutan.

Data yang digunakan bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Jasa Pendidikan Data yang digunakan untuk berlaku didasarkan kepada persentase terhadap output. diperoleh rata-rata output per anak yang diasuh dan rata-rata output 2. Dan penghitungan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dilakukan dengan cara revaluasi. Data jumlah anak dan orang tua yang diasuh/dilayani diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten setempat. Data output per murid dan persentase nilai tambah diperoleh dari kegiatan survei khusus.2. dan jasa kesehatan lainnya yang dikelola oleh swasta.Uraian Sektoral sektor pemerintahan. Jasa Kesehatan Sub sektor jasa kesehatan mencakup jasa rumah sakit.9. memperkirakan nilai tambah bruto sub sektor jasa pendidikan adalah jumlah murid sekolah swasta menurut jenjang pendidikan yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karo. dokter praktek.2. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 36 . Nilai tambah bruto atas dasar harga agregat sub sektor ini dijelaskan berikut ini. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara revaluasi. Perkiraan output untuk masing-masing kegiatan didasarkan kepada hasil perkalian antara rata-rata output per indikator produksi dan kuantum produksinya seperti: rata-rata tempat tidur rumah sakit dan jumlah tempat tidur.9.3. 2.1.2.2. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Lainnya Dari hasil survei khusus mengenai panti asuhan dan panti wredha. Kemudian dengan mengalikan jumlah anak yang diasuh dan orang tua yang dilayani dengan rata-rata output-nya. rata-rata output per dukun bayi dan jumlah dukun bayi praktek.9. rata-rata output per dokter dan jumlah dokter praktek. Penghitungan agregat- bidan dan jumlah bidan praktek. diperoleh perkiraan output kegiatan jasa sosial dan kemsyarakatan lainnya. rata-rata output per per orang tua yang dilayani dijadikan sebagai struktur input-nya. 2. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi masing-masing kegiatan.

Uraian Sektoral

Di samping itu, dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) didapat data mengenai pengeluaran per kapita untuk biaya kursus. Dengan mengalikan jumlah penduduk

pemungutan hiburan,

pajak hasil

terhadap

tempat-tempat

survei khusus dipakai untuk

memperkirakan output dan nilai tambah dari sub sektor ini. Penghitungan atas dasar harga konstan 2000 adalah dengan cara deflasi menggunakan IHK kelompok aneka barang dan jasa. Untuk kegiatan studio radio swasta perkiraan nilai tambahnya didasarkan kepada ratarata output per radio swasta dengan jumlah radio swasta yang datanya diperoleh dari Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Karo dilengkapi dengan indikator yang diperoleh dari kegiatan survei khusus. Penghitungan atas dasar harga konstan adalah dengan cara revaluasi.

pertengahan tahun dengan indikator tersebut akan diperoleh nilai output yang selanjutnya dengan rasio nilai tambah bruto dapat diperoleh nilai tambah bruto. Untuk menghitung nilai tambah atas dasar harga konstan adalah dengan cara deflasi, dan sebagai deflatornya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok aneka barang dan jasa. Dari survei khusus diperoleh data rata-rata input rumah ibadat, dan dengan mengalikan jumlah tempat ibadah yang diperoleh oleh BPS Kabupaten Karo maka diperoleh nilai tambah. Sedangkan untuk penghitungan nilai tambah atas dasar harga konstan dilakukan dengan cara revaluasi.

2.9.2.5. Jasa

Perorangan

dan

Rumahtangga Sub sektor ini mencakup jasa

perbengkelan, reparasi, jasa perorangan dan pembantu rumahtangga. Survei khusus yang 2.9.2.4. Jasa Hiburan dan Kebudayaan Sub sektor ini mencakup jasa bioskop, panggung kesenian, studio radio swasta, taman hiburan, klub malam, serta produksi dan distribusi film. Data pajak tempat hiburan dan keramaian umum dan struktur biayanya, serta persentase dilakukan oleh BPS memberikan data tentang rata-rata output per tenaga kerja dan struktur input-nya. Nilai output diperkirakan dengan cara mengalikan jumlah tenaga kerja yang didasarkan kepada data kependudukan dengan rata-rata output per tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

37

Uraian Sektoral

Sedangkan untuk memperoleh nilai tambah bruto adalah dengan cara mengalikan persentase nilai tambah bruto, yang datanya telah diperoleh dari hasil survei, dengan perkiraan nilai output. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi menggunakan tingkat pertumbuhan tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

38

3.1. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo 3.2. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo 3.3. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo 3.4. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo

dan indeks perkembangan PDRB yang secara umum disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan (tahun dasar 2000). Penyajian PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan bertujuan untuk dapat menelaah perkembangan PDRB tersebut sebelum dan sesudah pengaruh harga pelaksanaan pembangunan di segala bidang. dalam meninjau bab perubahan nilai sudah diperhitungkan terhadap tahun dasar. gambaran Melalui ulasan ini. Dengan pengertian. maka setiap tahap pelaksanaan pembangunan tersebut perlu dilaksanakan penilaian terhadap hasil dari pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut. dan dan untuk bahan evaluasinya adalah Produk Regional Bruto (PDRB). berbagai jenis data statistik terus pula diupayakan pengadaannya agar kesinambungan direncanakan memperhatikan pembangunan secara baik. penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tingkat perubahan harga (nilai rupiah) tidak diperhitungkan. proses bertujuan hidup kerja. dan dalam penghitungan atas dasar harga berlaku keunggulan-keunggulan dimiliki suatu wilayah. Domestik Pada bagian ini akan dijelaskan gambaran umum perekonomian Kabupaten Karo selama tahun 2000-2008. memeratakan meningkatkan hubungan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier dalam suatu wilayah. dapat dengan yang diperhitungkan. Seperti telah dijelaskan pada terdahulu. Berkaitan dengan kontiunitas mengenai Kabupaten Karo yang mencakup perkembangan PDRB. keadaan perekonomian suatu wilayah jenis data statistik yang selama ini banyak digunakan sebagai 40 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Untuk itu. disajikan kondisi perekonomian masyarakat. peranan sektor-sektor ekonomi. PDRB perkapita.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo BAB 3 TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO Pembangunan pada hakekatnya adalah merupakan kebijaksanaan meningkatkan memperluas pendapatan serangkaian yang taraf lapangan masyarakat. melalui suatu indikator yang bersifat kuantitatif.

736.33 430. Untuk harga konstan. Untuk tahun 2008 seperti terlihat pada tabel 3.96 juta tahun 2001 dan Rp.28 312. 6.019.94 540.625. 2.314.63 17.374.869.679.147.679. Gas.736. PDRB Kabupaten Karo juga mengalami kenaikan 2.19 1.56 8.58 juta pada tahun 2008.1 di bawah ini. 7.483. 5. tahun 2001 Rp. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan.39 168. dimana pada tahun 2000 PDRB Kabupaten Karo sebesar Rp.599.13 2.000) 2007 r) (1) (2) (3) 2008 *) (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 1.808.467.1. PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku ada sebesar Rp. 000. 2.323.387.92 189.930.093.770.70 379. 4.69 juta. 2.58 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 41 .407.135.555. 000.189.71 46.833.387.885.283.317.710.667.447.483.96 1.93 565.82 juta pada tahun 2002. Persewaan Jasa Perusahan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo 2.26 282.681.104.023.1 di bawah ini : Tabel 3.000) PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Rp. Demikian juga untuk harga konstan.019.589.38 40.84 10.47 658.11 juta dan tahun 2002 menjadi 2.77 3.725.954.19 juta.96 juta menjadi dari pada sebesar tahun Rp 2007 Rp 3.1 pada lampiran buku ini terus meningkat dari Rp. Lapangan Usaha PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Rp.42 sebesar Rp. terjadi Dibandingkan dengan PDRB tahun 2007 kenaikan sebesar Rp. 9. 575.058.58 14. 8.79 88.608.98 19.945.99 17.406.49 9.285.1 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 No.886.77 juta.398.10 404. 2.741. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan. PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku seperti terlihat pada tabel 4.13 79. 5.84 22.058.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3.026.015.30 102.20 605. Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik.662.423.323.104.024.092. menjadi Rp.99 108.02 juta.02 juta pada tahun 2000.869.355.67 23.354.38 269.694.69 5.119.374.217.27 4. 4. 2.836.484. seperti terlihat pada tabel 3. 3.34 49.83 persen.44 335.22 3.756.186.13 414.078. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.302. pada tahun 2008 juta atau meningkat sebesar 12.66 8. 2.84 36.

03 12.467.2.019.38 2. di mana pada tahun 2008 kegiatan perekonomian di Kabupaten Karo mengalami peningkatan sebesar 5.71 4.643.76 2.529.483.69 2.374.483.96 5.323.21 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 42 .25 9.68 12.135.736. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan pada tahun 2007 sebesar 5.020.683.02 2.2008 Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Nilai (Jutaan Rupiah) (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 r) 2008 *) (2) 2.19 Pertumbuhan (%) (3) 17. Untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat melalui perubahan PDRB atas dasar harga konstan.104.610.11 2.58 Pertumbuhan (%) (5) 5.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3.600.679.13 5.32 4.729.82 2.217.104.48 3.978.387.802.96 2. Pertumbuhan tersebut merupakan perubahan jumlah produksi yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung hal ini merupakan gambaran tingkat perubahan ekonomi yang terjadi di suatu daerah.015.98 5.13 persen.36 2.64 3.21 persen.488.29 3.35 2.403. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijaksanaan pembangunan yang dilaksanakan.283.058.62 8.2 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 .876.374.56 9.996.304.02 2.285.85 10. khususnya bidang ekonomi.27 2.83 Atas Dasar Harga Konstan 2000 Nilai (Jutaan Rupiah) (4) 2. indikator ini penting Bagi suatu daerah untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang dicapai dan juga berguna untuk menentukan arah kebijaksanaan pembangunan dimasa yang akan datang.14 12.40 3.96 3. Tabel 3.62 4.302.77 5.869.710.270.

dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. 5.70 7. 9.3 di mana pada tahun 2008 semua sektor mengalami pertumbuhan positip yang menunjukkan semua sektor mengalami peningkatan.88 18.23 3.21 Tahun 2008 sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 4.49 5. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 43 .48 12.00 3.06 6. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.37 5.92 6.18 5.17 6.3 Perbandingan Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001. Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Lapangan Usaha 2001 (2) (3) 3.23 6. 6. 8. Gas.33 5.45 7.00 4.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pertumbuhan tersebut didukung oleh semua sektor perekonomian di Kabupaten Karo.38 persen.38 5.82 7.04 15. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Listrik.29 persen.29 7. Tabel 3.74 6.35 Pertumbuhan (%) 2006 (4) 3.14 23.13 2008 *) (6) 4.48 persen dan melebihi pertumbuhan pada tahun 2007 yang sebesar 4.08 4.83 4.69 8. (1) 1. seperti terlihat dari tabel 3.25 5.29 3.26 8. 7.15 3.30 6. 2006-2008 No.32 9. 4.31 0.55 6.80 3.96 2007 r) (5) 4. 3. 2. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008 terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yaitu tumbuh sebesar 12.93 11.77 6.98 3.80 persen dan diikuti sektor Jasa-jasa sebesar 7.

00 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 44 .45 7.40 3. 4. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.76 13. 2006-2008 No (1) 1.66 12.58 0. 9.76 12.05 8. Tabel 3.66 8.98 8.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000.82 0.11 11.77 12.30 3.02 100. 5.29 0. 8.Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo (3) 66.83 persen.46 1.20 1.88 100.34 1.00 (4) 59.77 0. 3.00 (5) 59.24 100. 2.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Sedangkan sektor Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan terendah sebesar 3.72 12.85 0.15 1.20 0. perkembangan ekonomi dan struktur ekonomi suatu daerah. 6. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo jasa. Struktur ekonomi suatu wilayah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektorsektor ekonomi dalam memproduksi barang dan 3.00 (6) 59.75 11. Gas. Struktur yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh masing-masing sektor Sebagaimana diketahui bahwa PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang dapat memberikan petunjuk sejauhmana menggambarkan ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari masingmasing sektor.81 0.40 3.35 0. Lapangan Usaha 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 2006 2007 r) 2008 *) (2) Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik.80 0.25 0. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.38 3.32 0.3.62 100.80 0.11 9. 7.

di mana ini berarti lapangan usaha yang dominan pada masyarakat di kabupaten ini adalah lapangan usaha sektor pertanian. kontribusi terbesar sektor pertanian disumbangkan oleh sub sektor tanaman bahan makanan sebesar 78. atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp. perikanan (0.77 persen dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo. Tabel 3. Besarnya nilai PDRB sektor pertanian secara keseluruhan pada tahun 2008.5 Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008 No (1) 1. Sub Sektor (2) Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Rakyat Peternakan Perikanan Kehutanan Sektor Pertanian Terhadap PDRB Kabupaten (3) 46. 3.63 juta atau mencapai 59.10 persen).67 6.77 Terhadap Sektor Pertanian (4) 78. 2. 5.20 persen) dan kehutanan (0. 3. Seperti terlihat pada tabel 3.20 0.06 59.81 8.67 persen).70 persen).12 0.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Struktur perekonomian Kabupaten Karo pada tahun 2008 masih didominasi sektor pertanian sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. peternakan (6. Keadaan ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo sejak tahun 2000-2008 yaitu mencapai di atas 50-an persen.484.01 0.10 100.023.70 0.32 persen untuk pembentukan PDRB sektor pertanian di Kabupaten Karo. selanjutnya diikuti sub sektor tanaman perkebunan rakyat (14.5.32 14. 4.77 4.00 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 45 .

02 persen. persewaan dan jasa perusahaan menempati urutan keenam yakni 1. yaitu sebesar 0.80 persen). ™ Sektor Listrik.38 persen. Pengangkutan dan komunikasi (8. seperti sektor ™ Sektor Pertanian yang berperan paling besar yakni 59. Sektor Jasa-jasa adalah sektor atau lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar kedua setelah sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Karo tahun 2008 yaitu sebesar 13.77 persen kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan total PDRB. dari 59. dan sektor Listrik.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada tahun 2008. sub sektor tanaman bahan makanan menyumbang 46.81 persen terhadap total PDRB Kabupaten Karo.77 persen. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat peranan masing-masing sektor terhadap PDRB Kabupaten Karo tahun 2008 sebagai berikut : menempati urutan terakhir yakni 0. ™ Sektor Keuangan. Sektor lainnya.02 persen. Sementara sektor Pertambangan dan penggalian memperlihatkan kontribusi yang paling kecil terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Karo tahun 2008. ™ Sektor Industri pengolahan menempati urutan ke tujuh yakni 0.35 persen. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 46 .75 persen).75 persen. ™ Sektor Jasa-jasa menempati urutan kedua yakni 13.98 persen. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 11.76 persen). hotel dan restoran menempati urutan ketiga yakni 11. gas dan air menempati urutan kedelapan yakni 0. persewaan dan jasa perusahaan (1. gas dan air (0. Keuangan. Bangunan (3. ™ Sektor Pertambangan dan penggalian Perdagangan.76 persen. Industri pengolahan (0. ™ Sektor Perdagangan. 3.20 persen).98 persen. ™ Sektor bangunan/kontruksi menempati urutan kelima yakni 3.20 persen. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo PDRB per kapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi.4.80 persen.38 persen). ™ Sektor Pengangkutan dan komunikasi menempati urutan keempat yakni 8.35 persen.

483.017.417.019.368 12.880 14.058.968.374.076 4. Dengan pengukuran pemerataan pendapatan.387 360.880 8.713 7.263 2.679. Tabel 3.325 3.6 memperlihatkan PDRB per demikian besar/kecilnya nilai PDRB per kapita ditentukan oleh besar/kecilnya nilai tambah yang diciptakan suatu daerah dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada di daerah tersebut.621 2.610.96 342.02 283. 2006.02 283.6 PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000.736.869. 2006 – 2008.366.62 342.2008 No (1) 1.729.77 351.27 2.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Nilai PDRB per kapita tersebut diperoleh daerah.167.624 5.385 351. PDRB per kapita dapat digunakan sebagai barometer bagi tingkat kemakmuran suatu kapita atas dasar harga berlaku dan harga konstan selama tahun 2000.759.555 7.104.417. Tabel 3.263 3.374.615. meskipun data tersebut belum dapat sepenuhnya digunakan langsung dalam dengan cara membagi nilai total PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.555 11. Uraian (2) Atas Dasar Harga Berlaku * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) 2.323.978. Atas Dasar Harga Konstan 2000 * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 2000 (3) 2006 (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 2.802.19 360.713 7.104.735 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 47 .368 8.

624 pada tahun 2007. Selanjutnya dapat dilihat bahwa atas dasar harga konstan 2000. dan pada tahun 2008 menjadi Rp.417.atau sebesar 2.621.410.017. 7.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada periode tersebut terlihat bahwa PDRB per kapita Kabupaten Karo untuk harga berlaku meningkat dari Rp.44 persen dibanding tahun 2007..759. PDRB per kapita di Kabupaten Karo pada tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp. 14. 12. 199. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 48 .263 pada tahun 2000. Rp.

.

22 129.Tabel Pokok Tabel 4.31 2.18 210.341.58 153.690.571.466.56 21.479.5 9 9.225.96 1.70 8.42 27.817.878.4 8.2 1.630.02 2.911.852.649.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.04 35.2 5 6 6.1 2.64 291.826.264.35 7.70 5.01 10.58 6. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.4 1.976.1 3.334.691.429.3 7 7.187.104.49 3.546.305.2008 (Jutaan Rupiah) No.62 241. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.285.69 13.840.00 5.84 158.086.442.084.107.82 12.872.32 1.94 31.574.249.413.44 199.79 51.02 1.127.763.80 12.35 4.209.73 4.626.872.619.1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .83 16.648.91 1.505.37 4.1 6.692.722.85 3.569.008.71 9.20 4.85 237.23 312.03 15.018.45 372.832.105.82 242.805.318.22 104.52 981.82 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 50 .49 432.813.65 6.167.09 36.326.00 2.01 4.616.3 1.2 8.Tabel .163.72 44.845.28 218.096.303.443.627.99 4.2 3 3.320.250.373.255.85 21.86 40.3 8.70 11.86 14.42 13.17 12.467.37 65.53 257.24 11. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.1 9.374.55 3.975.843.91 1.520.992.76 5.07 2.620.910.80 3.330.253.84 7.302.586.35 19.455.27 128.61 16.888.3 9.1 1.51 6.094.52 75.5 2 2.66 88.32 1.211.633.335.739.583.385.92 6.2 9.886.30 34.31 143.56 2.490.28 12.21 166.32 3.2 6.638.393.824.2 4 4.90 4.958.14 18.665.93 2.349.2 8 8.1 4. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.007.246.247.51 246.89 41.21 1.450.24 13.114.37 3.1 8.979.21 4.44 598.09 17.197.26 264.88 6.138.964.606.454.79 3.24 154.710. Hotel.629.1 7.926.52 114.08 1.13 13.53 13.930.36 10.961.74 16.55 127.55 140.81 186.897.036.14 187.

301.652.504.310.996.36 3.242.486.426.97 16.80 8.15 2.04 14.14 9.136.079. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.13 23.10 20.26 15.88 8.683.819.760.97 315.81 30.414.151. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.27 3.20 384.34 7.896.718.986.768.22 2.31 52.416.256.97 285.909.5 9 9.52 215.656.59 727.824.15 61.959.85 5.580.10 1.73 147.647.80 385.11 3.77 53.921.06 1.656.37 19.433.86 4.555.83 13.56 5.46 4.724.24 1.5 2 2.2 3 3.Tabel .3 1.14 200.136.117.2 6.54 12.63 257.66 300.50 2.304.1 9.40 17.52 28.629.82 22.10 277.390.31 9.230.00 10.556.26 39.614.49 295.00 10.1 7.760.79 327.287.044.340.328.45 5.04 22.288.488.798.88 43.643.Tabel Pokok Tabel 4.29 55.883.55 17.520.49 6.35 16.55 2.38 5.239.586.29 302.2 4 4.64 25.952.57 180.2 5 6 6.072.918.857.03 4.142.20 16.22 15.68 61.67 134.276.76 2.85 750.486.05 10.326.62 3.62 254.603.79 160.12 28.3 7 7.851.270.145.4 8.973.677.1 Lanjutan … No.64 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 51 .2 1.836.2 9.492.014.807.1 6.17 3.644.038.892.022. Hotel.299.1 4.2 8.474.81 19.416.999.28 12.550.3 9.495.12 14.54 29.390.87 6.38 42.319.80 338.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.743.531.816.790.876.31 337.597.53 103.30 330.749.2 8 8.28 27.737.014.555.58 314.405.44 1.45 353.88 48.063.318.118.74 4.182.222.3 8.11 14.876.1 8.246.39 619.621.94 9.201.238.579. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.59 1.573.033.1 1.00 6.836.1 3.020.74 6.42 443. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.20 120.777.39 15.70 419.4 1.09 8.98 14.11 3.562.64 172.1 2.

51 182.653.58 2.709.480.593.023.674.945.180.27 3.45 27.89 15.836.833.90 147.69 545.628.49 421.843.79 5.1 6.923.87 6.20 37.04 65.2 5 6 6.41 7.90 2.92 202.555.497.147.689.51 19.667.22 21.89 3.53 2.143.933.4 8.38 17.76 24.38 14.5 9 9.99 29.662.373.770.620.47 44.80 336.62 2.72 48.802.089.952.282.27 461.064.836.345.07 171.808.625.296.715.003.65 10.70 473.436.45 487.289.56 21.75 5.63 5.058.67 14.13 347.56 6.136.525.756. Persewaan & Jasa Perusahaan 2.406.568.1 1.604.589.52 26.089.79 376.18 61.94 540.946.52 27.093.844.18 40.84 11.958.323.28 443.711.009.76 3.454.92 12.76 27.679.484.63 18.20 3.2 6.202.115.5 2 2.1 Lanjutan … No.172.27 24.625.88 79.725.278.59 379.483.888.24 33.1 3.72 363.83 2.23 5.21 54.873.39 12.1 9.546.635.08 390.03 911.77 3.58 6.36 29.00 11.454.405.783.57 19.070.208.53 658.2 8.964.116.583.60 2.71 6. Hotel.Tabel Pokok Tabel 4.93 10.439. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.70 3.3 1.69 17.18 4.3 8.39 11.Tabel .57 369.66 58.3 9.993.1 2.93 39.2 8 8.732.598.01 481.59 20.33 565.706.2 4 4.423.4 1.890.847.175.95 36.063.13 530. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 3 3.64 1.08 45.681.87 65.13 9. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.20 189.189.81 3.1 4.097.412.71 6.70 414.1 8.13 17.978.20 605.712.2 9.40 17.220.870.1 7.3 7 7.25 32.2 1.98 33.03 3.53 168.912.354.404.589.405.70 15.370.19 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 52 .26 986.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.14 763.42 11.407.59 88.010.368.661.539.69 300.045.462.310.885.121.576.

28 182.87 41.00 2.494.34 5.804.176.84 69.73 36.583.586.848.264.051.17 12.70 8.634.569.68 11.608.19 17.14 18.85 225.436.02 1.189.964.941.872.27 202.91 1.924.084.979.626.2 1.320.487.69 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 53 .2 8 8. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.107.078.96 257.93 1.955.61 16.43 3.Tabel .260.949.07 4.924.61 123.098.2008 (Jutaan Rupiah) No.24 11.65 13.52 3.530.1 6.20 4.81 186.1 3.64 1.11 1.085.182.1 9.546.894.55 3.62 241.3 7 7.66 6.975.79 266.624.319.83 16.82 12.45 372.817.966.47 39.283.59 15.80 12.Tabel Pokok Tabel 4.813.978.67 3.225.516.2 9.49 38.83 2.330.28 214.466.331.2 4 4.992.21 12.501. Hotel.54 4.27 128.24 13.09 36.763.4 8.326.33 8.265.1 7.096.058.101.648.08 2.81 6.45 19.897.691.18 210.18 11.451.843.73 153.135.069.35 73.92 6.2 5 6 6.79 2.73 5.1 1.490.49 126.839.1 2.031.27 11.447.393.571.71 132.23 1.95 206.898.266.754.5 2 2.3 8.37 65.167.791.167.179. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.209.19 2.263.90 1.551.62 12.419.35 4.30 34.37 3.3 1.40 7.24 3.895.75 19.36 2.24 154.80 141.08 1.3 9.32 3.217.246.349.867.455.31 143.31 12.204.13 480.00 5.38 22.09 18.64 15.78 3.183.374.036.88 382.530.08 193.764.1 4.604.45 3.41 171.127.51 6.015.22 104.621.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.888.725.5 9 9.416.137. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.66 20.53 8.897.38 5.2 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .523.4 1.359.82 3.92 233.79 3.36 2.845.217.1 8.822.172.2 6.31 2.93 120.2 3 3.52 114.840.104.01 10.52 981.503.2 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.334.

3 7 7.38 1.529.360.1 3.277.62 40.863.5 2 2.90 13.43 15.881.38 3.386. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.1 9.336.18 19.08 19.01 2.24 3.00 23.23 1.179.219.2 5 6 6.63 1. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.795. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.279.76 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 54 .56 4.88 2.765.95 8.05 2.707.757.44 1.515.89 40.866.43 4.74 296.5 9 9.1 8.677.2 8.1 6.04 184.519.600.19 16.023.210.550.572.00 3.80 358.309.551.36 3.233.76 23.09 280.76 169.83 83.048.59 37.50 12.3 9.066.29 128.1 1.354.482.42 14.19 201.1 7.27 2.32 2.611.2 9.41 5.692.83 238.96 5.31 1.751.128.981.22 224.568.911.54 16.02 231.312.27 260.987.1 2.Tabel .942.39 3.086.20 234.24 40.Tabel Pokok Tabel 4.23 321.714.382.727.17 21.01 3.278.387.562.92 3.59 4.762.66 142.946.683.685.41 132.42 221.25 425.00 8.51 1.07 266.29 8.853.876.62 8.403.331.54 7.643.696.58 137.86 87.43 1.61 20.2 8 8.28 14.622.20 316.519.26 15.40 438.651.79 7.046.31 11.90 2.73 3.703.907.36 1.483.2 6.594.301.203.035. Hotel.893.34 248.70 13.403.163.564.983.44 2.67 2.303.1 4.4 8.68 41.90 20.72 9.169.353.39 11.689.12 5.479.093.757.92 8.67 21.145.51 3.733.338.07 90.514.532.18 13.52 6.483.197.268.145.2 Lanjutan … No.89 501.673.4 1.249.553.446.821.331.3 1.99 165.94 41.500.016.019.973.2 4 4.2 3 3.3 8.40 12.732.47 14.00 142. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.479.02 7.555.877.94 16.428.515.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.181.34 231.050.23 13.53 6.949.2 1.826.304.525.41 5.00 247.73 3.

96 1.576. Hotel.138.93 25.449.608.09 15.93 211.01 22.582.519.008.926.675.781.117.1 4.418.589.3 1.930.Tabel Pokok Tabel 4.295.834.86 261.071.2 1.448.12 14.4 8.610.522.57 43.41 4.1 6.81 218.13 243.45 335.414.828.548.96 3.2 8.66 269.33 430.99 5.57 544.019.53 526.188.88 312.2 3 3.186.02 8.75 1.34 11.145.00 2.474.869.092.447.799.312.2 6.48 3.599.032.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 55 .026.295.022.557.783.10 49.886.1 9.383.63 285.938.963.22 264.67 8.67 6.3 8.25 22.545.434.512.13 42.36 13.101.398.742.258.756.1 7.954.399.44 24.54 23.11 17.529.30 5.808.67 102.879.70 10.5 2 2.70 1.292.44 2.66 1.63 3.61 3.499.296.41 457.119.54 343.66 3.64 19.834.361.559.1 1.80 380.51 13.644.644.25 241.03 108.93 42.63 8.049.79 40. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.674.28 22.736.729.51 1.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.243.85 8.1 3.331.54 14.06 46.2 4 4.741.423.613.77 15.94 138.17 23.317. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.387.621.38 366.651.049.84 7.694.71 9.Tabel .50 18.53 3.26 390.786.078.024.21 282.58 3.4 1.13 1.2 5 6 6.84 8.42 2.84 1.608.27 1.81 244.37 23.87 187.246.25 1.13 3.10 404.78 14.40 2.927.542.84 1.99 144.03 22.02 11.003.3 7 7.811.3 9.96 136.206.338.1 8.198.54 7.869.2 9.93 2.49 19.009. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 8 8.314.56 19.665.2 Lanjutan … No.02 17.931.36 13.78 4.23 10.199. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.22 14.918.560.27 6.379.770.316.837.5 9 9.440.34 260.1 2.70 6.248.71 250.568.211.93 97.22 3.461.624.33 1.

15 5.Tabel Pokok Tabel 4.87 7.3 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .4 1.62 1.34 6.15 0.84 0.65 0.49 8.50 1.15 0.3 1.37 5.50 1.1 2.81 0.24 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 65.4 8.17 0.30 9. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.02 0.Tabel .22 0.20 0.88 6.54 9.02 0.59 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.20 55.55 1. Hotel.18 0.30 8.2 8.17 0.1 6.5 9 9.51 0.24 0.00 63.13 3.3 8.55 52.13 3.10 54.86 5.24 0.89 1.10 7.80 0.81 0.55 1.25 0.81 9.56 1.27 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 56 .56 1.3 7 7.13 3.98 5.86 6.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.3 9.66 0.38 0.1 1.78 6.09 8.79 0.1 3.2 3 3.2 8 8.53 0.16 0.30 0.1 9.09 8.03 0.1 8.22 0.42 0.2008 (Persen) No.50 4.20 0.22 0.32 0.09 8.64 0.76 100.17 0.99 0.23 0.41 0.02 0.1 7.19 0.18 0.61 0.10 0.2 6.2 4 4.93 0.49 1.96 0.2 9.1 4.28 0.74 0.2 5 6 6.05 0.66 0.5 2 2.67 100.27 11.43 0.06 0.45 9.05 0.16 0.63 0.85 0.15 5.50 0.05 11.40 0.65 100.15 0.18 0.24 0.11 11.2 1. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.

98 0.2 4 4.19 0.2 8 8.88 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.02 4.61 9.60 4.75 6.3 7 7.61 1.06 0.2 9.23 0.3 Lanjutan … No.68 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.63 0.1 9.00 50.31 9.Tabel Pokok Tabel 4.23 0.94 0.12 0.68 0.19 9.45 0.19 0.60 100.54 0.29 0.09 11.Tabel .55 48.46 11.13 3.63 100.5 2 2.39 1.02 0.3 1.2 6.46 0. Hotel.52 1.1 7.15 49. Persewaan & Jasa Perusahaan 62.45 0.69 0.1 6.16 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 57 .1 4.18 0.4 8.49 1.2 3 3.61 7.01 0.15 3.90 0.22 0.14 0.75 10.39 8.28 0.93 0.09 9.42 0.06 0.80 0.30 0.29 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.4 1.12 0.56 1.18 8.02 0.12 0.44 0.80 0.29 0.03 0.75 0.77 0.17 0.02 0.51 1.1 2.68 11.38 6.00 4.3 8.67 0.06 0.66 12.54 0.58 1.23 0.28 0.00 60.02 0.10 9.3 9.00 61.87 0.43 0.2 8.42 1.1 8.2 5 6 6.46 1.31 10.81 10.32 7.56 0.29 0.2 1.1 3.05 10.5 9 9.09 10.88 0.66 0.52 0.42 0.52 0.1 1.93 0.50 100.28 0.26 6.14 3.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.

87 0.3 9.81 8.Tabel Pokok Tabel 4.75 11.25 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.07 0.54 0.1 1.1 2.40 0.32 0.71 1.42 1. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.47 100.68 1.54 4.23 0.54 0.02 10.54 0.12 0.58 47.12 0.66 0.55 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.81 0.80 0.38 0.00 59.2 5 6 6.49 0.11 10.25 0.28 0.5 9 9.06 0.37 100.26 0.15 8.46 7.07 0.76 12.66 0.88 0.13 3.15 0.25 0.26 0.02 0.20 7.2 8 8.4 8.06 0.85 0.74 0.01 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.09 12.82 0.3 Lanjutan … No.27 0.40 1.02 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.17 0.77 0.1 7.38 1.38 1.2 3 3.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 58 .1 8.14 9.06 0.3 8.67 0.06 0.44 1.3 7 7.74 0.40 0.76 0.57 0.24 9.30 100.75 1.23 4.02 0.45 0.32 0.2 9.08 12.41 1.3 1.07 0.79 0.13 3.72 12.2 4 4.29 0.00 59.Tabel .62 10.80 47.2 6.53 0.47 0.77 46.98 10.77 4.69 0. Hotel.59 0.1 9.29 0.07 8.32 8.5 2 2.2 1.15 0.53 7.51 0.08 8.27 0.1 4.35 0.05 10.1 3.4 1.13 3.13 0.08 13.1 6.2 8.

15 0.65 0.02 0.05 0.1 4.3 9. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.29 0.2 9.40 0.Tabel Pokok Tabel 4.14 11.2 3 3.86 0.38 51.2 6.31 0.42 0.13 3.4 1.72 0.5 2 2.76 100.98 5.49 0.90 9.88 6.09 9.3 8.43 0.50 4. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.22 11.12 6.10 0.51 0.72 0.40 0.74 100.17 0.11 11.63 0. Hotel.16 0.70 0.39 0.2 8.15 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.1 9.00 64.13 3.17 0.19 0.88 8.2 8 8.20 55.16 0.1 1.5 9 9.46 0.81 0.02 0.2 4 4.84 0.69 10.2 1.02 0.2008 (Persen) No.31 0.3 1.13 3.15 0.25 0.53 1.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 59 .1 7.79 0.45 9.09 9.81 53.05 0.62 10.99 0.20 0.98 0.22 0.68 0.56 0.58 1.09 8.53 0.02 8.41 6.17 0.4 8.41 0.1 3.66 0.18 0.50 1.87 7.30 0.22 7.3 7 7.82 5.23 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.05 0.84 0.80 5.1 2.50 0.23 0.58 0.50 1.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.16 0.34 6.1 6.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .25 0.82 0.30 0.62 1.17 0.1 8.72 100.59 1.22 0.59 0.32 5.00 63.71 5.80 0.Tabel .2 5 6 6.16 0.24 0.

35 0.45 0.80 0.30 0.15 0.00 7.13 3.09 48.15 0.46 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.49 13. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.51 8.52 12.38 0.36 5.1 7.32 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 61.23 0.13 3.54 1.12 0.11 0.67 0.64 0.3 9.26 0.65 7.90 9.67 5.24 0.02 0.10 9.26 7.1 9.58 1.19 0.60 100.57 1.60 1.93 9.35 5.18 0.05 0.75 5.3 1.90 0.2 4 4.1 1.33 10.2 1.2 3 3.2 6.22 0.19 0.2 5 6 6.00 49.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.37 0.62 9.48 0.65 0.23 0.11 0.05 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 60 .32 0.16 0.06 0.74 0.30 0.3 8.91 9.4 Lanjutan … No.57 1.79 12.48 0.5 9 9.14 0.22 0.06 0.70 5.4 1.03 6.85 0.2 8.76 9.2 8 8.4 8.25 0.84 0.1 3.2 9.47 12.35 0.Tabel .31 0.65 0.09 10.87 0.1 2.36 0.00 60.04 0.09 10.79 0.51 0.57 0.02 0.63 100.51 0.00 61.1 8.3 7 7.Tabel Pokok Tabel 4.74 11.49 0.80 0.1 6. Hotel.33 0.43 0.5 2 2.02 0.31 0.57 1.30 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.1 4.65 0.69 0.15 0.66 100.14 0.14 3.71 50.

65 7.3 8.72 0.75 1.84 0.33 0.06 0.5 2 2.49 0.79 0.48 100.81 0.2 8 8.1 8.3 9.12 0.48 0.49 0.Tabel Pokok Tabel 4.Tabel .63 1.18 0.2 6.05 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 61 .79 0.30 0.31 0.39 0.1 2.12 3.00 58.00 59.09 10.44 100.2 9.57 14.3 7 7.53 47.30 0.66 0.54 100.23 0.00 0.2 4 4.94 0.2 8.50 6.12 3.95 12.08 12.02 0.61 0.32 0.09 10.02 0.89 8.64 45.66 1.48 0.12 0.58 8. Hotel.4 8.67 0.08 11.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.30 0.47 0.1 7.4 1.39 0.39 4.25 0.54 1.06 0.62 0.80 0.1 6.18 0.63 0.27 0.53 1.38 0.02 0.76 0.2 5 6 6.49 0.00 0.2 3 3.4 Lanjutan … No.00 4.3 1.1 1.11 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.81 0.2 1.06 0.37 8.66 0.5 9 9.1 9.18 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.05 0.83 9.84 9. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.38 8.49 0.12 0.13 3.14 0.65 0.86 5.76 0.59 13.25 12.05 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.52 1.26 0.14 0.05 46.46 8.22 0.50 0.80 0.1 3.23 0.59 0.67 8.94 0.1 4.13 0.58 14.86 9.

39 116.25 192.20 166.18 113.00 100.1 3.00 100.00 123.53 127.44 129.00 100.00 100.04 119.00 100.5 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 – 2008 No.00 100.00 115.00 100.4 8.91 117.07 109.44 184.69 147.2 3 3.64 121.00 100.63 127.2 9.2 4 4.58 123.00 100.2 6.36 141.16 124.87 121.44 130.00 100.00 100.73 119.78 125.52 114.00 100.03 151. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.33 129.16 110.41 174.43 111.54 146.00 100.76 115.1 4.79 124.25 123.12 123.98 147.39 129.51 122.00 100.00 100.00 100.46 149.71 117.00 100.5 2 2.60 131. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.1 8.62 108.00 100.00 100.5 9 9.40 130.25 144.92 114.00 100.97 139. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 100.3 7 7.12 165.00 100.67 115.23 115.1 6.00 100.1 9.45 127.2 5 6 6.34 129.1 2.09 123.98 127.59 160.00 100.29 114.00 100.00 100.00 100.27 111.4 1.Tabel .00 100.64 144.35 107.09 153.26 117.2 8.45 161.67 126.3 1.00 100.1 7.78 119.63 145.54 168. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.26 140.62 114.1 1.84 135.00 100.00 100.39 135.97 120.21 121.3 8.2 1.2 8 8.23 128.00 100.00 100.00 100.3 9.79 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 62 . Hotel.Tabel Pokok Tabel 4.

37 130.2 8.12 175.57 194.4 8.17 234.5 9 9.61 179.01 201.53 195.75 211.85 110.38 155.2 6.28 213.94 176.11 120.81 142.89 164.86 151.73 241.76 243. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.1 2.1 7.52 141.3 8.64 157.97 147.1 1.75 228.39 143.65 138.15 203.1 8.92 187.18 164.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.62 197.60 209.21 180.20 222.80 154.4 1.59 127.59 158.21 146.43 149.10 183.02 161.93 161. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.56 175.08 153.49 143.10 218.84 166.3 7 7.3 9.98 133.30 142.54 175.22 197.55 138.52 166.2 9.44 155.77 132.5 Lanjutan … No.08 144.1 4.50 169.51 131.65 164.81 119.27 205.62 169.5 2 2.02 172.1 6.98 184.1 9.55 155.03 151.20 195. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.83 198.43 240. Hotel.55 177. Persewaan & Jasa Perusahaan 133.81 174.2 1.30 169.3 1.89 140.31 246.72 224.57 257.21 171.36 178.68 148.57 195.55 205.74 116.2 8 8.31 271.Tabel Pokok Tabel 4.2 4 4.96 170.33 151.82 159.02 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 63 .98 129.30 115.25 228.59 214.86 219.25 201.2 3 3.76 168.1 3.54 205.88 183.32 152.2 5 6 6.31 166.Tabel .40 139.20 152.41 282.41 160.29 181.80 191.37 143.22 158.41 174.05 188.

40 222.30 233.62 265.27 243.60 284.12 221.46 181.45 142. Persewaan & Jasa Perusahaan 170.48 232.47 257.31 224.2 9.71 87.33 301.60 231.58 235.62 331.51 262.10 250.17 189.65 189.18 227.1 4.2 6.02 350.1 7.70 195.3 8.2 8 8.51 166.77 423.22 177.10 199. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.2 1.57 79.74 304.3 1.66 352.1 1.51 181.04 356.93 158.03 202.02 334.76 250.1 9. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.30 301.4 8.86 265.94 135.39 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 64 .00 294.73 173.2 4 4.Tabel Pokok Tabel 4.05 217.71 217.1 3.5 2 2.16 255.52 425.57 354.91 289.3 7 7.62 264.74 312.84 359.4 1.76 251.53 273.17 326.37 141.39 252.13 194.21 238.04 200.03 244.1 8.07 192.1 6.17 217.33 170.89 260.5 9 9.55 170.60 190.78 215.60 248.15 279.42 241.2 3 3.3 9.28 239.62 240.03 239.91 286.62 97.5 Lanjutan … No.1 2.65 213.17 161.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.14 159.68 225. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.39 295.Tabel .15 175.45 208.74 177.90 149.92 302.36 150.81 255.24 219.62 264.60 234.95 191.57 162.88 200.35 120.14 254.31 245.24 324.2 8.91 199.13 352.2 5 6 6.90 268.73 278.65 205.20 225. Hotel.94 217.78 200.

00 100.Tabel Pokok Tabel 4.48 107.63 103.93 127.00 100.05 102.00 100.94 105.69 108.23 118.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.29 115.5 2 2.10 103.02 110.20 102.1 6.1 2.67 101.30 126.3 8.00 100.1 8.46 101.00 100.09 106.1 1.35 103.00 100. Hotel.00 100.23 120.00 100.40 134.88 107.00 100.4 1.61 106.00 100.66 112.14 122.1 3.Tabel . [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.3 9.00 103.00 100.77 103.86 102.00 100.72 113.02 102.31 103.49 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 65 .6 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .5 9 9.00 100.00 129.00 100.69 104.67 112.98 106.00 100.70 112.2 1. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.48 101.97 120.03 118.2 5 6 6.93 108.00 100.95 105.00 100.37 108.00 100.00 100.56 122.97 130.1 7.73 111.00 100.00 100.00 118.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.2 8 8.87 105.14 101.1 4.36 132.44 108.1 9.07 104.57 100.30 110.71 113.00 100.2 6.23 106.2 8.00 100.00 100.89 119.52 111.31 105.4 8.2 9.11 104.2 3 3.41 118.00 100.2008 No. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.51 113.25 110.00 100.00 100.52 106.00 100.83 112.3 1.84 113.87 101.17 110.10 133.44 123.12 106.01 119.00 100.58 133.59 102.3 7 7.2 4 4. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.

79 108.96 124.88 137.83 112.78 108.81 104.71 151.14 125.95 103.76 122.1 9.55 126.84 100.62 133.71 156.62 148.23 160.01 144.36 120.78 98.15 131.75 105.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 66 .77 156.06 136.45 119.03 120.1 3.90 160.80 117.Tabel .90 119.08 88.2 5 6 6.05 138.64 125.12 129.93 110.28 122.45 131.73 130.2 3 3.03 160.1 1.75 119.33 127.49 103.6 Lanjutan … No.3 9.31 126.93 105.94 147.28 112.3 1.3 8.82 128.83 106.86 110.72 111.23 114.02 154.23 133.98 109.2 1.23 127.67 118.99 116.09 113.61 119.23 108.5 2 2. Persewaan & Jasa Perusahaan 106.2 8 8.94 115.2 6.83 113.43 123. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.67 121.72 115. Hotel.65 130.19 114.42 122.11 122.48 124.44 101.14 106.04 110.68 107. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 9.09 144.22 134.4 1.07 109.11 151.28 106.2 8.17 117.18 106.99 132.44 124.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.99 143.16 114.96 157.29 118.13 142.89 106.Tabel Pokok Tabel 4.3 7 7.2 4 4.1 4.1 8.1 6.4 8.74 153.1 2.96 154.82 132.27 118.82 132.67 141.63 136.23 127.84 112.71 107.50 124.81 114.5 9 9.01 158.88 93.1 7.14 115.02 112.44 134.

36 116.50 130.3 9.2 9.93 163.23 126.Tabel Pokok Tabel 4.01 132.Tabel .71 145.1 1.80 156.53 185.4 1.91 50.16 136.64 114.59 124.20 133.42 108.64 111.08 230.17 124.1 2.68 162.91 129.37 127.08 123.57 126.06 138.89 214.07 120.1 4. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.4 8.11 170.2 1.2 8.1 8.67 147.79 165.5 2 2.64 202.38 134.10 118.41 122.67 131.1 9.07 128.39 169.90 137. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.79 105.04 178.20 121.54 46.52 130.45 140.45 147.53 206.22 169.2 4 4.2 3 3.31 141.05 139.2 6.01 179.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.41 152.41 169.09 164.3 8.88 134.91 160.1 7.1 6. Persewaan & Jasa Perusahaan 116.81 117.6 Lanjutan … No.11 146.30 149.60 157.03 106.20 114.43 134. Hotel.94 120.22 145.30 181.42 113.3 7 7.80 174.19 11.73 167.20 189.64 155.78 115.70 164.2 8 8.52 127.2 5 6 6.73 183.87 118.65 119.70 143. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.3 1.68 117.48 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 67 .63 128.07 120.35 143.71 121.02 178.38 191.64 174.09 110.92 114.60 135.26 141.89 114.35 174.59 169.13 120.08 193.31 136.70 102.95 129.18 180.5 9 9.54 167.58 179.60 135.15 140.24 117.1 3.69 49.88 170.

2 3 3.00 100.2 5 6 6.1 9.85 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 68 .53 127.2 8 8.73 119.7 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .00 100.41 174.00 100.00 100.98 113.29 112.39 116.3 8.68 120.04 119.44 98.16 110.71 117.1 2.00 115.2 6.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 100.00 100.76 107.Tabel Pokok Tabel 4.93 110.65 104.5 9 9.00 100.23 115.00 100.43 111.31 108.54 108.79 108.2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.44 129.2 1.91 117.00 100.52 114.26 117.97 120.2 8.00 123.00 100.00 100.45 127.00 100.76 115.08 114.89 138.70 128.55 145.00 100.00 100.00 100.26 140.34 107.67 126.94 105.00 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.3 1.40 130.00 100.1 8.01 106.84 117.00 100.27 111.63 127.07 109.14 110.84 106.50 117.09 143.09 123.1 7.44 130.00 100.78 119.1 6.67 115.01 111.4 8.00 100.3 7 7.00 100.12 123. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 100.89 117.00 100.00 100.00 100.00 100. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.62 114.36 125.97 139.3 9.29 114.1 3.00 100.18 128.99 130.00 100.87 121.1 4.18 113. Hotel.2 4 4.5 2 2.00 100.4 1.25 107.00 100.00 100. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.99 124.1 1.2 9.09 109.00 100.39 103.35 107.29 127.25 105.Tabel .00 100.53 109.60 109.00 100.

32 103.94 103.75 109.50 119.17 105.10 99.65 105.47 117.18 137.50 131.74 104.49 96.66 120. Persewaan & Jasa Perusahaan 107.39 116.23 125.39 114.19 108.64 106.4 8.21 121.2 8.99 111.01 112.75 105.83 113.47 115.52 110.2 8 8.07 116.38 113.52 106.49 101.2 5 6 6.61 104.69 89.19 119.64 116.Tabel Pokok Tabel 4.09 109.04 118.06 115.1 6.19 107.46 104.1 9.54 107.03 100.65 121.32 118.34 130.50 107.47 112.1 4.3 8.72 108.3 7 7.74 111.48 111.59 127.62 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 69 .4 1.05 103.01 103.1 8.07 105.59 117.78 119.42 106.94 118.24 124.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.99 105. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.04 111.84 122.02 108.44 111.2 6.45 107.31 103.3 1.18 105.70 117.49 112.86 109.09 110.56 107.15 105.23 112.1 1.39 108. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [8] 2005 [9] 1 1.69 105.3 9.7 Lanjutan … No.36 103.89 105.26 103.89 84.93 110.60 109.Tabel .15 113.77 102.2 9.49 111.19 94.62 107.00 106.58 113.1 7.14 111.2 4 4.12 113.45 117.1 2.58 106.59 92.78 112.2 3 3.41 111.37 90.88 119.2 1.1 3.13 110.5 9 9.49 109.72 115.86 107.71 111.85 113.20 116.44 118.5 2 2. Hotel. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.

48 108.Tabel .53 107.1 9.1 7. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.77 113.63 118.03 120.41 111.53 118.14 110.50 122.2 1.04 123.59 118.08 124.27 111.04 112. Persewaan & Jasa Perusahaan 106.67 116.7 Lanjutan … No.67 110.19 122.25 109.61 116.78 119.65 106.61 112.01 104.58 103.17 112.03 108.80 106.37 123.10 112.20 109.98 111.20 110.45 113.4 8.33 132.98 104.25 102. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.06 105.25 111.47 106.1 6.30 104.08 108.17 103.20 109.16 109.80 105.25 105.15 118.76 104.Tabel Pokok Tabel 4.39 99.90 112.77 111.58 112.81 108.00 124.92 119.05 118.25 107.2 5 6 6.87 114.03 113.68 108.5 2 2.08 110.82 120.1 1.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.30 105.20 111. Hotel.10 118.26 116.50 107.15 119.60 109.3 7 7.46 106.45 113.21 111.67 104.98 106.77 103.2 3 3.5 9 9.3 9.04 110.1 8.41 118.24 109.10 112.48 103.3 1.68 112.13 111.1 2.83 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 70 .91 106.60 114.4 1.01 102.53 109.30 125.73 104.19 111.47 55.56 104.21 119.2 8 8.57 109.2 6.2 4 4.3 8.20 107..25 108.21 110.41 108.2 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.17 110.97 106.2 9.1 4.46 116.03 112.1 3.82 106.73 107.25 114.

1 6.61 102.00 100.86 101.00 100.97 102.31 103.00 100.5 2 2.74 105.49 101.87 105.86 102.20 102.00 100.00 100.00 100.95 105.00 100. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.07 104.63 102.52 106.35 100.00 100.2 3 3.00 100.00 100.01 105.00 100.97 120.00 100.31 105.2 8.93 108.71 103.80 113.19 104. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.82 102.2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.1 8.59 100.00 103.86 127.36 108.00 100.48 107.17 100.Tabel .00 118.67 100.00 100.98 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 71 .23 106.00 100.00 100.98 106.1 2.48 101.00 100.00 100.41 118.5 9 9.90 100.10 103.2 8 8.10 105.1 7.14 101.00 100.3 9.2 5 6 6.00 100.00 100.1 1.67 101.00 100.3 7 7.44 101.31 106.4 1.00 100.57 100.05 113.1 9.8 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .00 100.59 102.70 112.00 100.58 102.61 103.Tabel Pokok Tabel 4.52 111.77 103.11 104.2 4 4.03 111.3 1. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.00 100.00 100.66 107.00 100.00 100.3 8.74 125.88 107.4 8. Hotel. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.17 110.2 1.1 4.2 6.00 100.00 100.23 120.36 114.12 106.00 100.2 9.04 115.65 105.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 100.09 106.93 127.53 105.1 3.00 100.24 108.44 123.71 100.69 104.02 110.25 110.

5 9 9.81 101.76 111.2 4 4.80 113.85 100.85 106.01 87.3 1.1 8.1 2.97 106.91 101.30 100.36 106.94 89.15 101.97 107.99 100.26 113.84 96.4 8.45 100.73 107.47 103.35 114.87 113. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 151 1.89 104.91 88.32 103.32 103.2 9.52 102.65 101.58 105.2 8.61 100.32 103.30 108.08 101.37 109. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 8 8.12 101.28 100.37 103.76 104.1 6.58 91.76 110. Persewaan & Jasa Perusahaan 102.2 6.13 101.65 107.69 78. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.1 3.15 105.34 100.30 107.60 104.40 102.92 114.11 89.77 110.4 1.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 72 .99 102.3 8.72 107.2 5 6 6.67 101.28 103.69 102.00 104.1 7.94 105.30 107.75 105.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.80 101.98 101.29 102.57 104.32 117.75 78.18 102.3 9.87 104.05 111.70 107.55 106.45 104.22 105.1 9.36 101.05 105.26 115.82 105.Tabel Pokok Tabel 4.2 1.5 2 2.72 106.43 100.34 111. Hotel.23 104.99 101.34 111.77 106.26 110.09 106.3 7 7.36 109.44 103.00 103.41 104.95 110.09 101.28 100.64 83.12 108.35 89.2 3 3.06 102.90 94.57 102.96 103.8 Lanjutan … No.02 109.91 104.21 104.52 104.1 4.76 103.Tabel .

19 102.07 103.04 102.21 104.1 6.48 104.43 110.29 108.4 8.45 105.1 2.64 105.79 103.32 104.96 104.94 107.66 102.72 49.18 106.48 103.56 106. Hotel.18 106.52 101.80 105.32 115.30 104.32 109.06 103.05 101.3 9.3 7 7.10 105.3 1.1 7.2 5 6 6.8 Lanjutan … No.00 114.00 100.84 102.94 100.30 106.37 111.87 115.3 8.98 103.00 110.15 106.26 101.74 105.08 104.33 105. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 151 1.62 103.59 109.1 8.18 104.61 106. Persewaan & Jasa Perusahaan 103.27 100.27 113.2 8.44 113.Tabel Pokok Tabel 4.47 95.20 105.64 101.2 3 3.23 102.07 105. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.20 105.77 106.15 103.18 101.31 104.36 103.26 102.1 4.75 102. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.73 112.20 107.29 103.82 101.84 102.49 106.2 1.1 3.21 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 73 .4 1.75 101.2 9.38 108.29 102.00 103.40 104.80 104.31 104.67 105.80 114.30 106.71 102.55 109.79 113.92 106.89 100.28 108.30 106.96 119.84 101.11 103.2 8 8.5 2 2.34 102.53 105.13 104.03 104.83 104.49 108.72 103.31 109.5 9 9.55 106.28 103.63 106.55 103.46 107.08 108.59 102.14 103.1 9.2 4 4.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.Tabel .32 127.2 6.

21 113.00 100.85 124.00 100.09 111.63 121.2 4 4.9 Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 .64 110.00 100.4 1.00 100.93 110.48 100.3 7 7.00 111.39 114. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 100.34 102.50 112.91 100.00 100.00 100.17 108.3 8.72 124.00 100.2 6.03 108.2 8 8.1 3.2008 No.00 100.00 114.1 9.65 115.5 9 9.66 109.3 1.47 119. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.00 100.45 107.80 125.00 100.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.54 131.1 8.96 124.00 100.5 2 2.53 123.68 135.71 108.2 3 3.03 119.25 106.00 100.4 8.1 2.45 122.21 112.21 107.57 117.00 100.48 109.13 105.44 170.00 100.62 121.70 111. Hotel.25 109.00 100.00 100.87 115.2 9.1 6. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.2 1.00 100.62 142.00 100.99 117.00 110.1 1.3 9.00 100.Tabel Pokok Tabel 4.00 100.00 100.00 100.00 100.66 123.73 108.97 118.00 100.2 8.76 106.15 120.88 113.77 127.00 100.13 109.54 108.02 113.00 100.Tabel .00 100.12 108.40 113.93 116.19 130.86 124.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 74 .29 119.1 4.00 100.78 113.14 163.37 112.23 113.72 122.00 100.2 5 6 6.00 100. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.21 124.59 109.31 107.00 100.1 7.94 109.00 100.92 119.58 155.48 115.

65 162.61 130.01 120.28 162.56 131.91 160.90 157.1 1.40 213.5 2 2.3 1.71 149.57 180.2 4 4.63 142.45 114.28 124.40 114.49 117. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.01 146.1 3.84 128.1 9.2 8.50 144.18 146.00 193.40 115.89 128.71 126.91 138.1 6.71 143.15 207.49 185.79 108.77 119.3 8.24 124.46 133.90 151.69 108.60 187.45 133.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.34 150.07 105. Persewaan & Jasa Perusahaan 125.17 126.70 136.2 3 3.24 125.69 146.49 125.51 115.3 9.27 121.1 2.Tabel Pokok Tabel 4.69 114.18 169.4 8.47 165.67 142.80 132.56 179.83 121.65 118.27 135.28 119.14 129.71 123.99 130.92 131.23 121.34 159.65 138.12 145.62 131.00 144.1 7.65 131.49 151.29 164.4 1.81 131.41 142.60 135.85 145.59 123.18 148. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.50 116.33 117.02 141.66 188.00 171.3 7 7.87 128.53 151.2 1.14 137.1 4.71 136.90 128.2 5 6 6.04 142.2 9.33 180.9 Lanjutan … No.11 135.30 119.76 136.93 131.00 135.02 138. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.1 8. Hotel.16 122.25 144.82 137.Tabel .21 153.05 125.2 8 8.45 164.50 130.67 172.5 9 9.74 121.2 6.49 134.86 166.63 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 75 .13 170.34 156.

96 228.13 189.00 156.2 6.3 8.55 178.43 128.16 196.1 7.78 184.1 1.64 167.91 167.60 180.78 192.78 221.53 156.93 172.36 174.40 181.10 173.17 147.2 4 4.86 157.81 197.29 125.00 172.02 193.25 193.57 140.84 139.37 235.17 133.98 160.31 180.3 1.36 206.05 170.07 161.56 122.86 135.2 3 3.08 171.2 9.58 144.13 202.31 139.72 183.5 2 2.1 8.80 145.54 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 76 .81 135.2 8.37 149.62 164.25 216.44 156.76 171.54 173.23 170.49 121. Persewaan & Jasa Perusahaan 145.49 219.92 154.95 182.Tabel Pokok Tabel 4.89 145.46 174.21 151. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.15 131.22 158.2 5 6 6.1 4.4 1.84 175.01 126.25 171. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.26 164.2 8 8.74 209.3 9.2 1.9 Lanjutan … No.55 182.85 172. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.59 180.85 160.1 6.60 111. Hotel.4 8.1 9.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.16 130.86 166.Tabel .71 156.56 202.09 150.32 124.25 178.00 189.39 157.67 168.96 194.55 166.26 181.28 145.82 154.76 138.83 140.57 141.59 216.1 3.23 138.1 2.3 7 7.95 163.41 146.14 175.66 118.96 170.76 158.62 176.91 163.27 179.18 144.23 153.92 170.78 166.56 139.12 171.5 9 9.74 129.

285.217.713 7.00 100.397.00 117.46 101.710.347 8.233.85 102.679 8.374.00 100.00 117.29 118.482 INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.374.934.015.98 101.135.263 2.63 110.69 303.2008 No.302.63 110.99 99.79 108.00 111.10 Angka-Angka Agregat PDRB.153 7.00 100.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2.526.25 105.25 105.00 100.35 105.00 100.99 99.02 283.35 105. Jumlah Penduduk dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000 .82 2.71 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 77 .47 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.467.00 100.96 2.74 109.417.00 100. [1] NILAI ABSOLUT Perincian [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.Tabel Pokok Tabel 4.74 INDEKS IMPLISIT Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 100.02 2.104.417.92 120.283.11 299.22 108.966 2.Tabel .104.605 7.49 106.74 128.263 7.52 101.00 100.

213 11.76 333.02 105.29 101.739.44 2.63 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 78 .813.18 106.600.82 109.676 7.51 101.01 103.78 175.Tabel .876.406 Perincian [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 142.996.529.65 131.300 10.02 123.42 109.Tabel Pokok Tabel 4.647 3.683.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2.270.804.895 7.304.483.053.952.643.052 7.10 Lanjutan … No.70 105.55 98.471.651 9.62 104.748 3.71 106.44 131.37 112.31 105.22 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 110.23 108.45 149.38 312.56 105. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.51 107.08 141.64 2.50 2.14 103.34 155.39 114.32 101.02 110.58 117.67 141.403.488.36 307.41 118.13 INDEKS IMPLISIT 124.020.

99 112.058.07 129.58 360.20 188.735 Perincian [2] 2006 [9] 2007 r) [10} 2008 *) [11] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 189.621 8.167.21 102.019.48 127.76 156.624 8.13 102.71 109.323.39 143.50 112.385 4.86 102.80 105.54 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 79 .325 5.387.880 14.368 12.37 123.729.555 11.05 136.57 109.736.869. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.43 213.80 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 108.Tabel Pokok Tabel 4.19 3.83 105.02 110.759.68 105.11 240.77 2.366.076 7.96 351.610.84 172.85 102.679.08 102.74 156.10 112.483.017.27 342.23 167.Tabel .10 Lanjutan … No.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 3.96 102.968.802.978.03 104.60 107.615.71 120.44 INDEKS IMPLISIT 145.62 2.

.

500 1.000 500 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 81 .500 4.500 2.000 2.000 1.Grafik .000 3.000 4.500 (Milyar Rupiah) 3.500 5.Grafik GRAFIK 1 PDRB KABUPATEN KARO TAHUN 2000-2008 5.

2008 1800 1600 1400 1200 (Miliar Rupiah) Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Listrik.Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Bank & Lembaga Keuangan Jasa-Jasa 600 400 200 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 82 . Gas & Air Bangunan 1000 800 Perdagangan.Grafik GRAFIK 2 PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2000 .Grafik .

29 ( Persen ) 4.71 4 3.32 2.2008 8 6 5.Grafik .13 5.96 5.Grafik GRAFIK 3 PERTUMBUHAN PDRB KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2001 .98 4.35 5.21 2 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 83 .

Persewaan & Jasa Perusahaan 1.98% Pertanian 59.38% Industri 0.02% Keuangan. Gas & Air 0.20% Perdagangan.35% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 84 .76% Pengangkutan & Komunikasi 8.77% Bangunan 3.75% Listrik. Hotel & Restoran 11.Grafik .80% Penggalian 0.Grafik GRAFIK 4 DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2008 Jasa-Jasa 13.

80% Kehutanan 0.70% Tanaman Bahan Makanan 78.13% 2008 Perikanan 0.32% Perkebunan Rakyat 14.20% Kehutanan 0.10% Peternakan 6.67% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 85 .10% Perkebunan Rakyat 13.77% Tanaman Bahan Makanan 79.Grafik GRAFIK 5 DISTRIBUSI PERSENTASE PEMBENTUKAN PDRB SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2007 DAN 2008 2007 Perikanan 0.21% Peternakan 6.Grafik .

615.052 11.000.Grafik GRAFIK 6 PDRB PERKAPITA KABUPATEN KARO TAHUN 2000 .759.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 7.325 8.000 6.417.482 8.000.526.263 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 7.076 16.263 7.000.471.647 9.804.Grafik .385 12.624 8.000.397.813.000.621 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 86 .000 8.000 14.952.000.735 ( Rupiah ) 10.167.676 14.739.233.366.017.417.895 7.053.000 7.000 4.000 2.606 7.968.966 8.934.2008 7.000 12.748 10.153 11.000.000.406 7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful