PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN KARO TAHUN 2000 - 2008
1B

No. Katalog
2B

: 9205.12.11 : 1211.09.02

No. Publikasi
3B

Ukuran Buku Jumlah Halaman Naskah

: 28 Cm x 21 Cm : 86 + vii : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo : Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Karo

Gambar Kulit

Diterbitkan Oleh

: Badan Pusat Statistik Kabupaten Karo

Boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya
0B

PETA KABUPATEN KARO

Kiranya Publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo tahun 2000 2008 ini dapat bermanfaat bagi semua pemakai data sesuai dengan kebutuhan masing-masing terutama dalam pembangunan Daerah Kabupaten Karo. Kabanjahe. M e i 2009 BUPATI KARO DRS. juga berguna untuk melihat Struktur Perekonomian di Kabupaten Karo. Penyajian data penghitungan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo ini sangat penting bagi Pemerintah Daerah. Selain untuk mengetahui tingkat Pertumbuhan Ekonomi dan Tingkat Kemakmuran Masyarakat. DAULAT DANIEL SINULINGGA . Kepada semua pihak. Saya sampaikan terima kasih atas bantuan peran sertanya dalam upaya penyediaan data yang terpercaya dan relevan dalam mendukung Perencanaan Pembangunan.B U P A T I K A R O KATA SAMBUTAN Dengan terbitnya Publikasi Buku Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo tahun 2000 – 2008 ini. dan sekaligus dapat dijadikan sebagai indikator dasar dalam penentuan kebijakan pembangunan pada tahun berikutnya. baik Instansi Pemerintah maupun Swasta. berarti kita telah dapat mengukur Laju Pembangunan khususnya Pembangunan Ekonomi yang dilaksanakan di Kabupaten Karo.

PANTAS SAMOSIR Pembina NIP. Kabanjahe. M e i 2009 KEPALA BAPPEDA KABUPATEN KARO BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN KARO Kepala. Dalam publikasi ini disajikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Ir.KATA PENGANTAR Publikasi "Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 . 19600618 198101 1 001 . persentase maupun indeks. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan dalam publikasi ini dihitung menggunakan tahun dasar 2000 dengan ruang lingkup dan metode penghitungan yang lebih disempurnakan. Untuk melengkapi publikasi ini juga disertai dengan penjelasan yang berkaitan dengan konsep definisi PDRB.2008" ini merupakan kerjasama antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Karo dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Karo. Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih Kepada Bapak Bupati Karo yang sangat memberikan perhatian kepada data statistik dan telah memberikan bantuan baik moral dan spiritual serta kepada semua pihak yang telah ikut membantu sehingga memungkinkan terbitnya publikasi ini. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000 yang penyajiannya dalam bentuk rupiah. NIP. 19610227 199003 1 003 DONI BUKIT. Untuk itu kami mohon kesediaan pembaca / pengguna data untuk memberikan saran demi kesempurnaan publikasi ini selanjutnya. Kami menyadari dalam perhitungan masih ditemui berbagai kelemahan. SE.

...........................................................6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan ........................................3 Penggunaan Tahun Dasar .... ii iii iv v vi vii 2 3 3 4 4 10 1.......................................... TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO ……………………… 3....................… 3.......................7 Cara Penyajian dan Angka Indeks ................................…… 44 46 49 80 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 v ................1 Perkembangan PDRB Kabupaten Karo .. GRAFIK .....4 Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo …........................................….................GRAFIK ………...........2 Tujuan dan Kegunaan Statistik Pendapatan Regional .. 1.....................................3 Peranan dan Perkembangan Sektor ................................................................................................................................................................. BAB 1 PENJELASAN UMUM .............................. 3............................… 1...... 1.................. DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………...................................................Sektor Ekonomi di Kabupaten 12 15 17 39 41 42 Karo ........................................1 Latar Belakang ......................................... 3...........Daftar Isi DAFTAR ISI Halaman PETA WILAYAH KABUPATEN KARO ………………………………………………… KATA SAMBUTAN BUPATI KARO …………………………………………………… KATA PENGANTAR …………………………………………………………………….................................................. 1..............2 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo .......................................4 Konsep dan Defenisi...........5 Metode Penghitungan Pendapatan Regional ......... DAFTAR TABEL ………………………………………………………………………… DAFTAR GRAFIK ………………………………………………………………………...................................................... 1......... 1.. BAB 2 BAB 3 URAIAN SEKTORAL ............................................................................................................... TABEL-TABEL POKOK ................................................................................

......................................................................... 41 42 43 Tabel 3............6 65 Tabel 4.....3 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 ........1 Tabel 3................................ Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 – 2008 ............................................... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000.....................................................7 68 Tabel 4..............2008 .......2008............ Perbandingan Pertumbuhan PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001.....…................................... 2006-2008….......4 44 Tabel 3......................................9 Tabel 4........................ 50 Tabel 4............................................. Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .....................10 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vi ............. 2006 – 2008........................................................ Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ................................................................. 2006 . Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ............................. Jumlah Penduduk dan PDRB Per kapita Kabupaten Karo 2000 – 2008 ................5 62 Tabel 4..........................................................….......................2008 ........................ PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000....... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 ...............................2 53 Tabel 4... Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ........................................... Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008..2008 ..............................2 Tabel 3.............................................................................................................................................. ......................... Angka-Angka Agregat PDRB...2008 .................2008 ..................... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 ..........................................................................5 45 47 Tabel 3.3 56 Tabel 4....................................................................... .................2008 ...................6 TABEL-TABEL POKOK Tabel 4..........2008 ........... PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .............8 71 74 77 Tabel 4....................4 59 Tabel 4....Daftar Tabel DAFTAR TABEL Halaman Tabel 3..2008 .................................. ............................ .....1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .........................................................

..Daftar Grafik DAFTAR GRAFIK Halaman Grafik 1.............................................................. PDRB Kabupaten Karo Tahun 2000–2008 .. 85 86 Grafik 6........ 81 82 83 Grafik 3 Grafik 4.......................................................................................................................................................... Grafik 2.. PDRB Perkapita Kabupaten Karo Tahun 2000-2008 ................................ Pertumbuhan PDRB Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001-2008…......................... Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Kabupaten Karo Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007 dan 2008 ..... 84 Grafik 5....................................................... Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 vii ................. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000-2008 ...................... Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2008 ...................................................

Latar Belakang 1.3.1. Tujuan dan Kegunaan 1. Penggunaan Tahun Dasar 1. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 1. Metode Penghitungan Pendapatan Regional 1. Penyajian dan Angka Indeks .7.6.4.5.2. Konsep dan Defenisi 1.1.

Mengembangkan secara optimal pertanian. memperluas lapangan kerja. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana Kabupaten Karo. 2 pembangunan yang telah dilakukan. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia 2. Program dan kebijakan pembangunan ekonomi Kabupaten Karo digambarkan dalam Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Karo. demokratis. 6. Melestarikan nilai-nilai budaya Karo dengan tidak menutup diri terhadap budaya luar yang bersifat positif.Penjelasan Umum BAB 1 PENJELASAN UMUM 1. baik data statistik nasional maupun regional. 4. Sejalan dengan penyusunan program pembangunan di segala bidang. pembangunan dan kemasyarakatan. meningkatkan pemerataan pembagian pendapatan masyarakat. Berdasarkan Visi tersebut di atas. Meningkatkan peranan koperasi dan UMKM untuk menunjang perekonomian masyarakat melalui perbankan dan lembaga keuangan non Bank. 3. maka Misi yang diemban adalah : 1. Latar Belakang yaitu : Dengan pembangunan di segala bidang yang makin pesat dan meluas ke daerah-daerah.1. Dalam pembangunan di bidang ekonomi. pariwisata. maka data statistik baik di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan merupakan suatu hal yang mutlak dibutuhkan. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . pada hekekatnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. maka sangat diperlukan berbagai jenis data statistik. beriman dan sejahtera dalam suasana kekerabatan Karo ". 5. Meningkatkan peran serta masyarakat khususnya tokoh agama dan rohaniawan dalam penyelenggaraan pemerintahan. industri dan perdagangan berbasis agribisnis yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan serta pelestarian hutan dan rehabilitasi lahan yang kritis. meningkatkan hubungan ekonomi dan mengusahakan pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tertier. yang berguna dalam penyusunan program pembangunan tersebut maupun untuk menilai atau mengetahui berhasil tidaknya Visi Pembangunan Kabupaten Karo " Terwujudnya masyarakat Kabupaten Karo yang maju.

2. c. Bank dan Lembaga Keuangan lainnya 9. Gas dan air Minum 5. Meningkatkan ketertiban dan ketentraman masyarakat serta kesadaran politik berdasarkan nilai-nilai demokrasi. pertambangan/penggalian atau industri melalui peranan/kontribusi sektor ekonomi. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Angka-angka statistik pendapatan regional atas dasar harga konstan menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Pengangkutan dan Komunikasi 8. 3 . PDRB per kapita diperoleh dengan cara membagi total nilai PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. baik itu secara menyeluruh maupun sektor demi sektor. Restoran dan Hotel 7. Pendapatan per kapita merupakan gambaran ratarata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi. apakah daerah tersebut agraris. Struktur perekonomian dirinci sebagai berikut : 1. Industri Pengolahan a. Listrik. Tujuan dan Kegunaan Statistik penghitungan. Jasa-jasa Pendapatan Regional Tujuan dan kegunaan statistik pendapatan regional antara lain untuk mengetahui : b. Mengetahui struktur perekonomian Di dalam penghitungan diklasifikasikan PDRB. Pengklasifikasian ini mengacu kepada klasifikasi sektor yang digunakan dalam 1. Konstruksi/Bangunan 6. Tingkat kemakmuran suatu daerah Dengan demikian dari angka-angka statistik Tingkat kemakmuran suatu daerah digambarkan di dalam pendapatan per kapita. Pertambangan dan Penggalian 3. 4. struktur 9 perekonomian menjadi (sembilan) sektor. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 pendapatan regional tersebut dapat dilihat struktur perekonomian suatu daerah.Penjelasan Umum 7. Perdagangan. Pertanian 2.

regional Propinsi di Indonesia. Dengan menggunakan tahun dasar 2000. bisa dinyatakan bahwa struktur ekonomi tahun 2000 telah berbeda dengan tahun 1993. didasarkan pada pengamatan bahwa perekonomian selama tahun 2000 dipandang relatif stabil dan mantap dimana sejak tahun 2000 – 2003 pertumbuhan ekonomi terus meningkat dari tahun ke tahun dengan (Inflasi/Deflasi) Perbandingan antara PDRB atas dasar harga berlaku dengan PDRB atas dasar harga konstan merupakan angka indeks implisit yang dapat dipergunakan untuk mengetahui adanya perubahan harga barang dan jasa secara keseluruhan.3. Konsep dan Defenisi Untuk memahami lebih lanjut mengenai data yang tersedia. terlebih setelah terjadinya krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 yang berdampak kepada perubahan struktur perekonomian Indonesia. PDRB Kabupaten Karo telah dihitung secara kontinu setiap tahun dan publikasi ini merupakan urutan seri tahun 2000-2008. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 4 . karakteristik. Perubahan tahun dasar ini. Atas dasar itu maka tahun 2000 dapat dijadikan dasar untuk menilai seluruh hasil pembangunan pada periode berikutnya. Selain itu juga sesuai rekomendasi PBB agar penghitungan PDB atas dasar harga konstan dimutakhirkan secara periodik dengan menggunakan tahun referensi yang berakhiran 0 dan 5. arti. 1. Penggunaan Tahun Dasar besaran positip. Mengetahui tingkat perubahan harga Secara ringkas. ujud phisik.4. yang berlaku untuk seterusnya. dilakukan karena keadaan perekonomian tahun 1993 sebagai tahun dasar dipandang sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi perekonomian pada saat sekarang ini. Penentuan tahun dasar 2000 sebagai tahun dasar yang baru. BPS menganjurkan agar mulai tahun 2000 penghitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di seluruh Indonesia menggunakan seri penghitungan pendapatan regional dengan tahun dasar 2000. Hal itu bisa diberi makna sebagai awal berjalannya proses pemulihan ekonomi keseragaman seluruh Untuk penghitungan mendapatkan pendapatan setelah keterpurukan akibat krisis ekonomi pada tahun 1997. 1. dimana pada seri pendapatan regional tahun-tahun sebelumnya menggunakan tahun dasar 1993.Penjelasan Umum d.

peralatan. Jika nilai susut barang-barang modal dari seluruh sektor ekonomi dijumlahkan.4.2. sedangkan pada 1. akan diperoleh Produk Domestik defenisinya. bunga. Perbedaan antara konsep bruto dan netto ialah karena pada konsep bruto faktor penyusutan masih termasuk di dalamnya. Jadi produk domestik regional bruto atas dasar harga pasar dikurangi dengan penyusutan akan diperoleh produk domestik regional netto atas dasar harga pasar. Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Harga Pasar dikeluarkan. Dengan demikian penjelasan konsep dan defenisi menjadi amat penting untuk dipahami dalam penghitungan pendapatan regional.Penjelasan Umum batasan dan sifat kegiatan tentang eksistensi.4.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Pasar Angka PDRB atas dasar harga pasar dapat diperoleh dengan menjumlahkan nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah. Nilai tambah bruto disini mencakup komponen-komponen faktor konsep netto komponen penyusutan telah 1.sewa tanah dan keuangan). penyusutan dan pajak tidak Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . kendaraan dsb) yang terjadi selama barang modal tersebut ikut serta dalam proses produksi. 5 pendapatan (upah dan gaji. Penyusutan yang dimaksud disini adalah nilai susut (aus) barang-barang modal atau pengurangan nilai barang-barang modal (mesin-mesin. Defenisi yang berbeda akan menghasilkan data yang berbeda pula. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi dengan biaya antara (intermediate cost). Jadi dengan menghitung nilai tambah bruto dari masing-masing sektor dan menjumlahkan nilai tambah bruto dari seluruh sektor tadi. perubahan dan perpindahan suatu barang dan jasa harus tercermin jelas dalam konsep dan langsung netto. menghasilkan interpretasi Selanjutnya akan dan penarikan Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar. kesimpulan yang menyimpang dari keadaan yang diinginkan. maka hasilnya merupakan ‘penyusutan’ yang dimaksud di atas.

cukai dan lain-lain pajak.4. 1. bea ekspor. tidak seluruhnya menjadi pendapatan penduduk daerah tersebut.4. Dengan demikian pajak tidak langsung dan subsidi mempunyai pengaruh yang berlawanan terhadap harga barang dan jasa. Sebaliknya.3. Produk Domestik Regional Netto (PDRN) Atas Dasar Biaya Faktor Perbedaan antara konsep biaya faktor dan konsep harga pasar di atas ialah karena adanya pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah dan subsidi yang diberikan oleh pemerintah kepada unit-unit produksi. suatu perusahaan yang modalnya dimiliki oleh orang luar. Pendapatan Regional Dari konsep-konsep yang diterangkan di atas dapat diketahui bahwa produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor sebenarnya merupakan jumlah balas jasa faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di wilayah tersebut. yaitu milik orang yang mempunyai modal tadi. sebab ada sebagian pendapatan yang diterima penduduk daerah lain. Kalau produk domestik regional netto atas dasar harga pasar dikurangi dengan pajak tidak langsung netto. . Pajak tidak langsung dari unitunit produksi dibebankan pada biaya produksi atau pada pembeli hingga lansung berakibat menaikkan harga barang. maka hasilnya adalah Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor. Misalnya. tetapi perusahaan tadi beroperasi di daerah tersebut. merupakan jumlah dari pendapatan yang berupa upah dan gaji. kecuali pajak pendapatan dan pajak perseroan. Akan tetapi pendapatan yang dihasilkan tadi. Pajak tidak langsung meliputi pajak penjualan.Penjelasan Umum 1. Produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor. maka dengan sendirinya keuntungan perusahaan itu sebagian akan menjadi milik orang luar. atau merupakan pendapatan yang berasal dari wilayah tersebut. sewa tanah dan keuntungan yang timbul. bunga. kalau Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 6 . Berlawanan dengan pajak tidak langsung yang berakibat menaikkan harga barang jadi (output). Selisih antara pajak tidak langsung dan subsidi. subsidi yang diberikan pemerintah kepada unit-unit produksi terutama unit-unit produksi yang dianggap penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas dengan tujuan untuk menekan/menurunkan harga hingga bisa dijangkau/dibeli oleh masyarakat luas.4. dalam penghitungan pendapatan regional disebut pajak tidak langsung netto.

) Pendapatan Regional bila dikurangi (corporate yang (regional income).4. hingga produk regional terpaksa belum dapat dihitung dan untuk sementara dalam penghitungannya pendapatan regional dianggap sebagai produk domestik regional netto. dikurangi pajak tidak langsung netto akan sama dengan. ditambah dengan pendapatan netto yang mengalir dari/ke daerah lain akan sama dengan. iuran kesejahteraan sosial ditambah (social security contribution). yang menjadi pendapatan bagi pemilik modal itu. dikurangi penyusutan akan sama dengan. ) Produk Domestik Regional Nettto Atas Dasar Harga Pasar (NRDP at market prices). Akan tetapi untuk mendapatkan angkaangka tentang pendapatan yang mengalir keluar/masuk ini (yang secara nasional diperoleh dari Neraca Pembayaran Luar Negeri) masih sangat sukar diperoleh pada saat ini. pajak pendapatan income tidak taxes) dibagikan perusahaan tadi akan mengalir ke dalam daerah tersebut. ) Produk Domestik Regional Netto Atas Dasar Biaya Faktor (NRDP at factor cost).Penjelasan Umum ada penduduk daerah ini menanamkan modal di luar daerah maka sebagian keuntungan 1. diterima oleh transfer yang Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 7 .5. maka akan dihasilkan suatu pendapatan per kapita. maka konsep-konsep yang dipakai dalam pendapatan regional dapat diuraikan sebagai berikut: ) Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Pasar (GRDP at market prices). Bila pendapatan regional ini dibagi dengan jumlah penduduk yang tinggal di daerah itu. Produk regional netto inilah yang sebenarnya merupakan pendapatan regional. Pendapatan Perorangan dan Pendapatan Siap Dibelanjakan Dari beberapa hal yang telah diuraikan di atas. Kalau produk domestik regional netto atas dasar biaya faktor dikurangi dengan pendapatan yang mengalir keluar dan ditambah pendapatan yang masuk dari daerah lain maka hasilnya akan merupakan produk regional netto yaitu merupakan jumlah pendapatan yang benar-benar diterima (income receipt) oleh seluruh penduduk yang tinggal di daerah tersebut. perusahaan keuntungan (undistributed profit).

Penjelasan Umum rumahtangga. Hal ini menyebabkan nilai produksi domestik yang timbul di suatu daerah bisa tidak sama dengan pendapatan yang diterima penduduk daerah tersebut. ) Pendapatan yang siap dibelanjakan 1. Bila pendapatan perorangan ini dikurangi dengan pajak yang langsung dibebankan kepada rumahtangga dan hibah yang diberikan oleh rumahtangga maka hasilnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 8 . bila dikurangi pajak rumahtangga. tanpa (disposable income). Ternyata tidak seluruh pendapatan regional diterima oleh memperhatikan apakah faktor produksinya berasal dari/atau dimiliki oleh penduduk daerah tersebut. transfer yang dibayarkan oleh rumahtangga akan sama dengan. Kenyataan menunjukkan bahwa ada sebagian dari kegiatan produksi yang dilakukan di suatu daerah namun beberapa faktor produksinya berasal/masuk dari daerah lain dan sebaliknya. Produk Domestik dan Produk Regional Seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan di wilayah domestik. Yang dimaksud dengan ‘wilayah domestik’ atau ‘region’ adalah meliputi wilayah yang betul-betul berada dalam batas geografis daerah tersebut. ) Pendapatan Perorangan (personal income).6. Dengan susunan ini terlihat bahwa pendapatan perorangan merupakan pendapatan yang diterima oleh rumahtangga. Hal ini disebabkan oleh karena sebagian tidak dibayar kepada rumahtangga akan tetapi pajak pendapatan perusahaan diterima oleh pemerintah. Pendapatan yang timbul oleh karena adanya kegiatan produksi tersebut merupakan pendapatan domestik. bunga netto atas hutang merupakan pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income). produk domestik region yang rumahtangga. akan sama dengan. keuntungan yang tidak dibagikan ditahan perusahaan-perusahaan dan dana jaminan sosial dibayar kepada instansi-instansi yang berwenang. pemerintah.4. merupakan bersangkutan. Tetapi sebaliknya rumah tangga masih menerima tambahan yang merupakan transfer payments baik dari pemerintah maupun perusahaan dan bunga netto atas hutang pemerintah.

penduduk berarti daya beli penduduk di daerah tersebut meningkat. Oleh karena itu. Jadi produk regional merupakan produk yang betul-betul ditimbulkan oleh faktor produksi yang dimiliki penduduk daerah tersebut. Kenaikan/penurunan nilai tersebut dapat dibedakan oleh dua faktor: 1. Kenaikan/penurunan pendapatan yang disebabkan karena adanya faktor perubahan harga. deviden dan keuntungan maka timbul perbedaan antara produk domestik dan produk regional. Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Angka-angka menggambarkan pendapatan kenaikan regional ataupun Harga dalamnya merupakan pendapatan regional atas dasar harga berlaku. Sedangkan pendapatan regional dengan faktor inflasi yang sudah ditiadakan merupakan pendapatan regional atas dasar harga konstan. Bila terjadi kenaikan riel pendapatan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 9 . faktor inflasi ini terlebih dahulu harus dikeluarkan.4.Penjelasan Umum Dengan adanya arus pendapatan yang mengalir antara daerah ini (termasuk juga dari/ke luar negeri) yang pada umumnya berupa upah/gaji.7. Yang dimaksud produk regional adalah produk domestik ditambah pendapatan dari luar daerah dikurangi dengan pendapatan yang dibayar ke luar daerah tersebut. kenaikan/penurunan tingkat pendapatan yang tidak dipengaruhi oleh faktor perubahan harga. untuk mengetahui pendapatan yang sebenarnya (riel). Pendapatan regional dengan faktor inflasi yang masih ada di 1. Kenaikan/penurunan riel yaitu konstan. 2. yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga adanya penurunan nilai pendapatan masyarakat di suatu daerah. Dengan alasan inilah maka pendapatan regional perlu disajikan dalam dua bentuk. Bila terjadi kenaikan pendapatan yang hanya disebabkan karena adanya inflasi (menurunnya nilai uang) akan melemahkan daya beli masyarakat.

industri.2. Pendekatan Pendapatan Dalam pendekatan pendapatan maka nilai tambah dari setiap kegiatan ekonomi dihitung dengan jalan menjumlahkan semua balas jasa faktor produksi yaitu upah dan gaji. Metode Langsung 1. Metode Tidak Langsung Yang dimaksud dengan metode langsung adalah penghitungan dengan mempergunakan data daerah secara terpisah sama sekali dengan data nasional sehingga hasil penghitungannya memperlihatkan seluruh produk barang dan jasa yang dihasilkan daerah tersebut. surplus usaha. bermaksud untuk menghitung nilai tambah barang dan jasa yang diproduksi oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan cara mengurangkan biaya antara dari masing-masing total produksi bruto tiap-tiap sektor atau sub sektor. 1. penyusutan dan pajak tidak langsung netto. Dalam hal sektor Pemerintahan dan usaha yang sifatnya Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 10 .5.1.Penjelasan Umum 1. Metode Langsung 2. seperti pertanian.1. Metode Pendapatan Penghitungan Regional 1. Pendekatan Pengeluaran Sedangkan metode tidak langsung adalah cara alokasi yaitu mengalokasikan pendapatan nasional menjadi pendapatan regional dengan memakai berbagai macam indikator sebagai alokatornya. Nilai ini sama dengan balas jasa atas ikut sertanya faktor produksi dalam proses produksi.1.1. Pendekatan Produksi Pendapatan regional dapat dihitung Pendekatan dari segi produksi ini melalui dua metode yaitu: 1. dan sebagainya.5. Nilai tambah merupakan selisih antara nilai produksi (output) dan nilai biaya-biaya antara (intermediate cost) yang dipakai dalam proses produksi.5. Pendekatan Pendapatan 3. pertambangan.5. Pendekatan ini banyak digunakan untuk memperkirakan nilai tambah dari kegiatan-kegiatan produksi yang berbentuk barang. Pendekatan Produksi 2. Metode langsung dapat dilakukan dengan mempergunakan 3 macam pendekatan yaitu: 1.

Penjelasan Umum tidak mencari untung.1. Alokator yang dapat digunakan 1. maka dari jumlah penyediaan di atas nilai impor perlu dikeluarkan kembali.3. Hal ini terutama tersedianya disebabkan dan oleh karena tidak data Metode tidak langsung adalah suatu cara mengalokasikan produk domestik bruto propinsi ke setiap kabupaten/kota dengan menggunakan alokator tertentu. surplus usaha tidak diperhitungkan. Pendekatan dari segi pengeluaran bertitik tolak pada penggunaan akhir dari barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri.2.5. Pendekatan Pengeluaran adalah: ) Nilai produksi bruto atau netto setiap sektor/sub sektor ) Jumlah produksi fisik ) Jumlah Tenaga kerja ) Jumlah Penduduk ) Alokator tidak langsung 1. karena yang akan dihitung hanya nilai barang dan jasa yang berasal dari produksi dalam negeri saja.5. Metode pendekatan pendapatan ini Dipakainya istilah ekspor netto disini. sewa tanah dan keuntungan. banyak dipakai pada sektor yang produksinya berupa jasa seperti sektor Pemerintahan. Yang dimaksud dengan surplus usaha disini adalah bunga netto. Jadi kalau dilihat dari segi penggunaan maka total supply dari barang dan jasa itu digunakan untuk: ) Konsumsi rumahtangga ) Konsumsi lembaga Swasta yang tidak mencari untung ) Konsumsi Pemerintah ) Pembentukan modal tetap bruto ) Perubahan stok ) Ekspor netto Dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari alokator tersebut dapat diperhitungkan PDRB secara alokasi yang dapat dirumuskan sebagai berikut: Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 11 . Metode Tidak Langsung kurang lengkapnya mengenai nilai produksi dan biaya antara (intermediate cost).

Harga Konstan sebagai berikut: 1. pertamakali dicari kuantum produksi dengan satuan standar yang biasa digunakan. yaitu harga yang diterima oleh produsen atau harga yang terjadi pada 12 merupakan jumlah Nilai Tambah Bruto (NTB) atau nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . yang dinilai dengan harga tahun yang bersangkutan.1. Harga Berlaku 2. Harga yang dipergunakan adalah harga produsen. NTB menggambarkan perubahan Volume/Quantum Produksi yang dihasilkan dan ¦O 1 1 n = Jumlah Indikator (Kabupaten) = Banyaknya Kecamatan tingkat perubahan harga dari masing-masing kegiatan. Satuan dan kualitas yang yang 1. Untuk sektor primer yang produksinya bisa diperoleh secara langsung dari alam seperti Pertanian.6. biasanya satu tahun.Penjelasan Umum NTBi ¦O i 1 n Oi i xNTBk unit-unit produksi dalam suatu periode tertentu. maka penilaian NPB/Output dilakukan n 1. Mengingat sifat barang dan jasa yang dihasilkan oleh setiap sektor.6 Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan Hasil penghitungan PDRB disajikan atas dasar : 1. sub sektor dan sektor. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Berlaku dipergunakan tidak selalu sama antara satu kabupaten dan kota dengan kabupaten dan kota lainnya. Selain itu diperlukan juga data harga per unit/satuan dari barang yang PDRB atas dasar harga berlaku dihasilkan. Keterangan : NTBI = Nilai Tambah Bruto Kecamatan NTBk = Nilai Tambah Bruto Kabupaten Oi = Indikator Kecamatan i NTB atas dasar harga berlaku yang didapat dari pengurangan NPB/Output dengan biaya antara masing-masing dinilai atas dasar harga berlaku. Pertambangan dan Penggalian. Setelah itu ditentukan kualitas dari jenis barang yang dihasilkan.

dan sektor bangunan. tahun dasar sangat Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 13 . Untuk penghitungan dengan kuantum mencari Selain menghitung nilai produksi utama. Data yang diperlukan adalah kuantum produksi yang dihasilkan serta harga produsen masing-masing Pemilihan indikator produksi didasarkan pada karakteristik jasa yang dihasilkan serta disesuaikan dengan data penunjang lainnya yang tersedia. subsektor dan sektor yang bersangkutan. listrik. gas dan air minum. lembaga keuangan lainnya.2. penghitungan seri pendapatan nasional/regional atas dasar harga konstan. kegiatan. restoran dan hotel. 2.Penjelasan Umum transaksi pertama antara produsen dengan pembeli/konsumen. subsektor dan sektor yang bersangkutan. dihitung pula nilai produksi ikutan yang dihasilkan dengan anggapan mempunyai nilai ekonomi. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator harga masing-masing komoditi/jasa pada tahun yang bersangkutan. Bank dan pengangkutan dan komunikasi. komoditi pada tahun yang bersangkutan. Selain itu diperlukan juga indikator harga dari masingmasing kegiatan. Selain itu dihitung juga produksi jasa yang digunakan sebagai pelengkap dan tergabung menjadi satu kesatuan usaha dengan produksi utamanya. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masingmasing komoditi pada bersangkutan. penghitungan sama dengan sektor primer. sewa rumah dan jasa perusahaan serta pemerintah dan jasajasa. Penghitungan Pendapatan Regional Atas Dasar Harga Konstan Seperti telah diuraikan sebelumnya.6. yang sesuai dengan kegiatan. NPB/Output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara kuantum produksi dengan harga masing-masing 1. Untuk sektor-sektor yang secara umum produksinya berupa jasa seperti sektor perdagangan. subsektor dan yang benar-benar dihasilkan sehubungan dengan proses produksi utamanya. tahun yang 3. Untuk sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri pengolahan. Produksi ikutan yang dimaksudkan adalah produksi ikutan produksinya dilakukan indikator produksi masing-masing sektor.

Penjelasan Umum penting untuk melihat perkembangan riel dari tahun ke tahun dari setiap agregat ekonomi yang diamati. tenaga kerja. Revaluasi Revaluasi adalah penilaian kembali. cara menilai produksi dan biaya antara masing-masing tahun dengan harga pada tahun dasar.6.3. D e f l a s i Nilai tambah atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara membagi nilai tambah atas dasar harga berlaku masing-masing tahun dengan indeks harga. kemudian dengan menggunakan rasio tetap nilai tambah terhadap output akan diperoleh perkiraan nilai tambah atas dasar harga konstan. Agregat yang dimaksud tersebut dapat merupakan produk domestik bruto secara 1. Indeks produksi sebagai keseluruhan.1. nilai tambah sektoral atas dasar harga konstan.6.2. Ekstrapolasi dapat juga dilakukan terhadap perhitungan output atas dasar harga konstan. Ekstrapolasi Nilai tambah masing-masing tahun atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mengalikan nilai tambah pada tahun dasar dengan indeks produksi.6.2.2. karena mencakup komponen input yang terlalu banyak disamping data harga yang tersedia tidak dapat memenuhi semua keperluan tersebut. yang dianggap cocok dengan jenis kegiatan yang dihitung. Oleh karena itu biaya antara atas dasar harga konstan biasanya diperoleh dari perkalian antara output dari masing-masing tahun dengan rasio tetap biaya antara terhadap output pada tahun dasar. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 14 . sangat sulit melakukan revaluasi terhadap biaya antara yang digunakan. Indeks harga yang digunakan sebagai deflator biasanya merupakan indeks harga perdagangan besar dan sebagainya. yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut: ekstrapolator dapat merupakan indeks dari masing-masing produksi yang dihasilkan ataupun indeks dari berbagai indikator produksi seperti 1.2. Dalam prakteknya. dan hasilnya merupakan output dan biaya antara hasil perhitungan di atas. jumlah perusahaan dan lainnya. 1.

Indeks harga yang digunakan sebagai deflator untuk penghitungan output atas dasar harga konstan biasanya merupakan indeks harga produsen atau indeks harga perdagangan besar sesuai dengan cakupan komoditinya. Pada penyajian atas dasar harga berlaku. yang dideflasi adalah output dan biaya antara. Oleh karena itu dalam penghitungan harga konstan. maka 15 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . 1. deflasi berganda ini belum banyak digunakan. tetapi mengingat data yang tersedia maka cara deflasi dan ekstrapolasi lebih banyak dipakai. Deflasi Berganda 1. dalam keadaan dimana nilai tambah atas dasar harga yang berlaku justru diperoleh dengan mengalikan nilai tambah atas dasar harga konstan dengan indeks harga tersebut. Pada melakukan kenyataannya. 2. Sedangkan indeks harga untuk biaya antara adalah indeks harga dari komponen input terbesar. juga karena indeks harganya belum tersedia secara baik. sedangkan nilai tambah diperoleh dari selisih antara output dan biaya antara yang telah dideflasi tersebut. deflasi terhadap sangat biaya sulit antara. Pada penyajian atas dasar harga konstan suatu tahun dasar. yang masing-masing dapat dibedakan sebagai berikut: komponen nilai tambah dan komponen pengeluaran produk domestik bruto. Karena menggunakan harga tetap. 1.7. pendapapatan dinilai atas dasar harga tetap yang terjadi pada tahun dasar. semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga yang berlaku pada masing-masing tahun baik pada saat menilai produksi dan biaya antara maupun pada penilaian Agregat-agregat pendapatan seperti yang telah diuraikan di atas. Cara Penyajian dan Angka Indeks Dalam deflasi berganda ini.2. semua agregat disamping karena komponennya terlalu banyak.6.4. secara seri selalu disajikan dalam dua bentuk yaitu atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan suatu tahun dasar. produk Penghitungan domestik komponen bruto penggunaan harga atas dasar konstan juga dilakukan dengan menggunakan cara-cara di atas.Penjelasan Umum Indeks harga diatas dapat pula dipakai sebagai inflator.

Agregat-agregat pendapatan juga disajikan dalam bentuk angka indeks 100. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat pendapatan untuk masing-masing tahun dibandingkan tahun sebelumnya. diperoleh dengan membagi nilai atas dasar harga berlaku dengan nilai atas dasar harga konstan untuk masing-masing tahun dikalikan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 16 . indeks berantai dan indeks implisit. pendapatan dari tahun ke tahun terhadap tahun dasar. x Indeks harga implisit. dikalikan 100. diperoleh dengan membagi nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun sebelumnya. akan terlihat tingkat perkembangan harga (perkembangan). Selanjutnya bila dari indeks harga implisit ini dibuatkan indeks berantai.Penjelasan Umum perkembangan agregat pendapatan dari tahun ke tahun semata-mata karena perkembangan produksi riel dan bukan karena kenaikan harga. x Indeks berantai. Jadi disini tahun sebelumnya selalu dianggap 100. yang mana masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut: x Indeks perkembangan. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat setiap tahun terhadap tahun sebelumnya. diperoleh dengan membagi nilai-nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun dasar. Indeks ini menunjukkan dari tingkat agregat perkembangan pendapatan harga terhadap harga pada tahun dasar. dikalikan 100.

.

Uraian Sektoral

BAB 2 URAIAN SEKTORAL

Uraian sektoral yang disajikan dalam bab ini mencakup ruang lingkup, defenisi, dan sumber data yang digunakan untuk masing-masing sektor dan sub sektor, cara-cara perhitungan nilai tambah baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan 2000.

sayuran, dan buah-buahan. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis, seperti jerami, daun, pelepah, batang, kelobot dan sebagainya juga dimasukkan dalam penggolongan ini. Data produksi diperoleh dari BPS Propinsi Sumatera Utara, BPS Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian Kabupaten Karo. Data harga diperoleh dari survei yang dilakukan BPS, seperti harga untuk komoditi palawija, sayur-sayuran, dan buahbuahan pada tingkat harga pasar pedesaan (HP1), harga untuk komoditi padi pada tingkat loko gudang petani (HP2), dan harga komoditi-komoditi tertentu lainnya yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Diperta setempat. Nilai Tambah Bruto (NTB) atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu nilai produksi bruto (NPB)/output dikurangi dengan jumah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masing-masing komoditi setiap tahun. Sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi, yaitu mengalikan produksi pada masing-masing tahun dengan

2.1. Sektor Pertanian

Sektor

pertanian

meliputi

kegiatan

pengusahaan dan pemanfaatan benda-benda biologis (hidup) yang diperoleh dari alam dengan tujuan untuk konsumsi. Sektor pertanian meliputi sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan, peternakan dan hasil-hasilnya,

kehutanan, dan perikanan.

2.1.1. Tanaman Bahan Makanan

Sub sektor tanaman bahan makanan mencakup segala jenis tanaman yang dihasilkan dan digunakan sebagai bahan makanan, seperti padi, jagung, ketela pohon, ketela rambat, kentang dan umbi-umbi lain, kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau dan kacang-kacangan lain, sayur-

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

18

Uraian Sektoral

harga pada tahun 2000, kemudian dikurangi lagi dengan jumlah biaya antara yang telah dinilai dengan harga tahun 2000.

Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo, sedangkan data harga untuk masing-masing komoditi beragam seperti harga ekspor (HEK), harga perdagangan besar (HPB), harga eceran

2.1.2. Tanaman Perkebunan

(HE) atau harga produsen (HP) dikumpulkan secara berkala oleh BPS. perkebunan

Sub

sektor

tanaman

NTB atas dasar harga berlaku masingmasing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi, yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing jenis komoditi setiap tahun, sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari hasil

mencakup segala jenis tanaman perkebunan baik yang diusahakan oleh rakyat maupun oleh perusahaan perkebunan besar yang menghasilkan komoditi-komoditi seperti karet, kopi, teh, kina, coklat, minyak sawit, inti sawit, tebu, rami, serat manila, kelapa, kapuk, cengkeh, pala, lada, kulit kayu manis, panili, kemiri, pinang, minyak sereh, gambir, biji jarak, kumis kucing, dan sebagainya. Termasuk pula di sini hasil/produksi

pengolahan SKPR. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara yang dinilai dengan harga tahun 2000.

pengolahan sederhana, yang pada umumnya kegiatannya menjadi satu usaha dengan kegiatan perkebunannya, seperti karet remah, gula merah, minyak kelapa, tembakau olahan, kopi olahan, teh olahan, kopra, dan minyak sawit. Hasil ikutan yang mempunyai nilai ekonomis dari produk-produk tersebut di atas, seperti batang pohon, sabut kelapa, daun, akar, dan sebagainya tetap dimasukkan sebagai hasil/produksi. Data produksi diperoleh dari BPS

2.1.3. Peternakan dan Hasil-Hasilnya

Subsektor peternakan mencakup kegiatan pemeliharaan ternak besar, ternak kecil dan unggas yang bersifat komersial dengan tujuan untuk dikembangbiakkan, dipotong dan diambil hasil-hasilnya, seperti sapi, kerbau, kuda, babi, kambing, domba, ayam, itik, burung, ulat sutera dan sebagainya. Produksi yang dicakup meliputi

Kabupaten Karo dan Dinas Pertanian, Peternakan,

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

19

Uraian Sektoral

ternak lahir, pertambahan berat badan, hasil-hasil pemotongan seperti daging, jeroan, kulit, tulang, dan hasil-hasil ternak lainnya (susu, telur, kokon, madu, kotoran ternak dan lain-lain). Karena data mengenai jumlah ternak lahir dan pertambahan berat badan tidak tersedia secara lengkap, maka untuk memperkirakan produksi ternak berbeda dengan memperkirakan produksi pada kegiatan lainnya. Produksi ternak diperkirakan sama dengan jumlah ternak yang dipotong, ditambah perubahan stok populasi ternak. Data komponen produksi ternak diperoleh dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo serta survei-survei yang dilakukan oleh BPS serta instansi lainnya. Sedangkan data harga berupa HEK, HP, dan harga konsumen (HK) dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Instansi terkait setempat. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi, sama seperti yang dilakukan pada sub sektor sebelumnya, baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000.

atau badan usaha, yang mencakup usaha penanaman, pemeliharaan, penanaman kembali, dan penebangan hutan serta pengambilan getahgetahan dan akar-akaran. Produksi yang

dihasilkan meliputi kayu gelondongan, kayu belahan/potongan (kayu pertukangan), kayu

bakar, bambu, rotan, damar dan sebagainya. Hasil pengolahan sederhana yang pada umumnya dilakukan di areal hutan, seperti pembuatan arang, penyaringan getah dan sebagainya, dimasukkan pula dalam sub sektor ini. dicakup pula Di samping itu kegiatan

perburuan/penangkapan dan pembiakan binatang liar/margasatwa dengan tujuan komersial seperti perburuan burung-burung liar, penangkapan

penyu, buaya, ular dan sebagainya. Produksi yang dihasilkan berupa binatang hidup/mati, binatang lahir (anak), daging, sarang (khusus burung), kulit, tanduk, telur, dan lain-lain. Tidak termasuk disini kegiatan-kegiatan dengan tujuan untuk penelitian, olah raga, kebun binatang, dan hobi (kegemaran). Data produksi diperoleh dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup dan BPS Kabupaten Karo, sedangkan untuk harga masingmasing komoditi dipergunakan beberapa macam harga seperti HEK, HPB, HP, dan HK, yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS dan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup setempat.

2.1.4. Kehutanan Sub sektor kehutanan mencakup kegiatan yang dilakukan di areal hutan oleh perorangan

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

20

pertanian. pembasmian pertanian. juga dikumpulkan secara berkala oleh BPS. ubur-ubur. mutiara. kegiatan tersebut adalah pemupukan. rumput laut. pelayanan kesehatan hewan dan jasa pertanian lainnya. baik yang di air tawar maupun asin. Juga dimasukkan kegiatan pengolahan sederhana binatang air dan hasil-hasil lainnya seperti pengeringan dan penggaraman ikan. seperti HP2 dan harga lelang. seperti ikan. Perikanan Subsektor perikanan mencakup kegiatan penangkapan.5. gradasi. Peternakan. yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dan sulit dipisahkan dari dari kegiatan utama di masing-masing sektor pemeliharaan/pembiakan segala jenis binatang dan tumbuhan air. sawah. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 21 . pemanenan. dan sebagainya. kepiting. udang. Beberapa pengolahan bibit/benih. Penghitungan nilai tambah kegiatan ini berbeda antar daerah/propinsi sesuai dengan kondisinya dan data yang tersedia. bunga karang. persiapan lelang ikan. perbaikan dan pemeliharaan tambak/empang.1. penyemaian penyemprotan/pembasmian hama. pembilasan/sortasi dan gradasi hasil. Data produksi diperoleh dari Dinas Pertanian. baik untuk perkiraan atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000. sub sektor perikanan dibagi menjadi perikanan laut dan perikanan darat yang terdiri dari perikanan air tawar (kolam. danau dan sungai) dan perikanan air payau/tambak. Termasuk juga usaha pelayanan kegiatan perikanan yang umumnya menjadi satu kesatuan usaha dengan kegiatan penangkapan/pemeliharaan ikan seperti sortasi. pemupukan dan penyelenggaraan sistem pengaturan air untuk tambak/empang. Sedangkan data harga di samping dari dinas yang sama. 2. Menurut tempat penangkapannya. tanah. pengambilan dan hama. Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi pertanian yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha atas dasar balas jasa atau kontrak. sama seperti yang dilakukan pada subsektor sebelumnya. Perikanan dan Perkebunan Kabupaten Karo.Uraian Sektoral Penghitungan NTB dilakukan melalui pendekatan produksi. pemetikan dan pemangkasan. dimasukkan pada kegiatan utamanya. dan penyebaran penanaman.

Data produksi barang tambang diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi yang bersumber dari Buku Tahunan Pertambangan Indonesia. bauksit. mangan.2. minyak bumi. dan sebagainya. Data harga diperoleh dari Departemen Pertambangan dan Energi. pasir. penggalian. dan pengambilan/ pemanfaatan segala macam benda non-biologis. pemilihan. NPB/output merupakan perkalian antara produksi dan harga masingmasing komoditi setiap tahun. pencucuian. seperti biji besi. barang mineral dan barang galian yang tersedia di alam. kaolin. perak. Bagi komoditi-komoditi yang data harganya tidak tersedia secara lengkap. yaitu NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Produksi garam diperoleh dari Buku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 22 . pasir. Bagi komoditi-komoditi yang NPB/output-nya dihitung melalui pendekatan pemakaian di sektor lain Pembuatan garam (penggaraman). aluminium. sedangkan struktur biaya antara diperoleh dari Tabel Input-Output (I O) Sumatera Utara dan hasil pengolahan Survei Khusus Pendapatan Regional (SKPR). seperti batu kali. timah. pasir besi. emas. maupun gas. Produksi barang galian datanya diperoleh dari Buku Tahunan Pertambangan dari hasil survei Pusat Pertambangan Teknologi Mineral (PPTM) maupun survei-survei lainnya (SKPR). gas bumi dan biji logam. tanah liat. nikel. seperti input sektor konstruksi dan industri. dan logam lainnya serta aspal alam. baik berupa benda padat. BPS Kabupaten Karo yang dikumpulkan dari laporan keuangan perusahaan dan publikasi Statistik Ekspor yang diterbitkan oleh BPS Pusat. (c) diperoleh. dilakukan perkiraan melalui pendekatan penggunaan. kerikil. keramik. tanah liat. seperti barang tambang. Penghitungan NTB atas dasar harga berlaku masing-masing komoditi diperoleh melalui pendekatan produksi. (b) Penggalian batu-batuan.Uraian Sektoral 2. yaitu menghitung pemakaian (input) disektor lain. dilakukan pengumpulan data melalui survei khusus lainnya secara berkala. Bagi komoditi yang datanya tidak tersedia/sulit Penggalian Sektor pertambangan dan penggalian mencakup kegiatan penambangan. Produksi yang dihasilkan meliputi (a) Pertambangan: batu bara. penyaringan. pengeboran. tembaga. Sektor Pertambangan dan Tahunan Pertambangan maupun survei-survei lainnya yang digunakan sebagai pelengkap. dengan produksinya berupa garam kasar. benda cair.

Sektor Industri Pengolahan 1. minyak bumi. NTB adalah NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Industri besar adalah perusahaan industri yang menggunakan tenaga kerja lebih atau sama dengan 100 orang. sedang. Kegiatan sektor industri amat beragam dilihat dari komoditi yang dihasilkan dan cara pengolahannya. industri kecil antara 5 sampai dengan 19 orang. minuman. batu bara. Industri logam dasar Sektor industri mencakup kegiatan untuk mengubah atau mengolah suatu barang organik dan anorganik menjadi barang baru sehingga mempunyai nilai yang lebih tinggi. dan rumahtangga. Industri tekstil. Sedangkan untuk penggalian dan penggaraman digunakan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks Indikator Produksi yang digunakan. Industri makanan. karet. dan tembakau 2. Industri kimia dan barang-barang dari bahan kimia. yaitu meliputi industri besar. Disini dibedakan empat kelompok industri Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 23 .Uraian Sektoral tersebut (industri dan konstruksi) setelah dinilai dengan harga produsen. pakaian jadi. dan kulit 3. sedang pengolahannya dapat dilakukan dengan tangan atau mesin. Pengelompokan lainnya dari kegiatan industri dibuat berdasarkan jenis komoditi utama yang dihasilkan oleh masing-masing perusahaan.3. Industri kayu dan barang dari kayu termasuk alat-alat rumahtangga dari kayu 4. Secara garis besarnya kegiatan industri dikelompokkan menjadi: 2. percetakan dan penerbitan 5. yaitu mengalikan produksi tahun yang bersangkutan dengan harga tahun 2000 kemudian dikurangi dengan jumlah biaya antara. Pengelompokan yang telah dilakukan oleh BPS didasarkan pada proses produksi dan banyaknya tenaga kerja yang terlibat. industri sedang antara 20 sampai dengan 99 orang. Industri kertas dan barang-barang dari kertas. dan industri kerajinan rumahtangga tenaga kerjanya lebih kecil atau sama dengan 4 orang. dan pelastik 6. NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk kegiatan pertambangan dihitung dengan cara revaluasi. seperti jumlah tenaga kerja dan jumlah satuan usaha. Industri barang galian bukan logam kecuali minyak bumi dan batu bara 7. kecil.

Untuk PLN dilakukan survei setiap tahun. Listrik dilaksanakan oleh BPS dan Dinas Perindustrian. NTB atas dasar harga berlaku untuk industri besar dan sedang dihitung melalui pendekatan produksi. mesin dan peralatannya 9. 2. yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) barang-barang industri.4. perkiraan NTB-nya didasarkan pada hasil sensus/survei yang sudah ada yakni dihitung dahulu perkiraan NTB tahun 2000. mengingat peranannya dalam Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga. Sedangkan untuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga dihitung dengan cara ekstrapolasi. Data produksi.Uraian Sektoral 8. disel. Sektor Listrik. yaitu dengan mengurangi NPB/output dengan jumlah biaya antara. dan Air Bersih 2. Sedangkan data untuk industri kecil diperkirakan dari hasil Survei Industri Kecil dan Kerajinan Rumahtangga yang dilengkapi hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan survei-survei lainnya yang mengalikan perkirakan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi seperti jumlah tenaga kerja atau jumlah satuan usaha sebagai ekstrapolatornya. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 24 . Gas. Perdagangan. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilakukan secara berkala oleh BPS. Sub sektor listrik mencakup kegiatan pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air. Industri barang dari logam. yaitu komoditi yang dicakup di dalam masing-masing kelompok kegiatan industri dapat dilihat pada buku Klasifikasi Lapangan Usaha Indonesia (KLUI). kegiatan kelistrikan cukup besar dan beroperasi di seluruh Propinsi. Data produksi. uap dan gas.1. yang diselenggarakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pertambangan dan Energi. dan non-PLN. harga dan NPB/output industri besar dan sedang diperoleh melalui Survei Industri Besar dan Sedang (pencacahan lengkap) yang dilakukan BPS setiap tahun.4. Industri pengolahan lainnya Rincian yang lebih jelas mengenai NTB atas dasar harga konstan 2000 untuk industri besar dan sedang dihitung dengan cara deflasi. kemudian diinflate/dikalikan dengan indeks harga implisit sub sektor industri besar dan sedang.

survei perusahaan-perusahaan non-PLN tidak selalu dilakukan setiap tahun pada suatu propinsi.4. Kegiatan ini hanya terdapat di beberapa kota saja seperti Jakarta. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan setiap tahun oleh BPS terhadap seluruh PN Gas. Gas yang dicakup adalah komoditi yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara. Produksi ikutan yang dihasilkan adalah ter kasar. Gas penampungan. Data produksi. atau alat lainnya. rumah sakit. industri. yang diusahakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) milik pemerintah dan non-PAM milik swasta/perorangan. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. Sub sektor gas mencakup kegiatan produksi dan pendistribusian gas kota oleh Perusahaan Gas (PN Gas) untuk dijual kepada rumahtangga. yaitu dengan cara mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi. Air Bersih Sub sektor air bersih mencakup kegiatan perkiraan KWH listrik yang dibangkitkan dengan rata-rata tarif ditambah dengan pendapatan yang diterima dari usaha lainnya. Cirebon. Bogor. dan penggunaan komersial lainnya. minyak dan crack. gas minyak. Data produksi. Semarang. yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Surabaya. dan pendistribusian air bersih kepada rumahtangga. 2. NPB/output merupakan perkalian antara gas kota yang diproduksi dengan rata-rata harga ditambah pendapatan lainnya.4. ter bersih. 2. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi yang dihasilkan seperti jumlah KWH listrik yang dibangkitkan/dijual. Produksinya berupa gas batu bara. NPB/output merupakan perkalian Pandang.3.2. dan penggunaan komersial lainnya. harga dan struktur input diperoleh dari hasil survei yang dilaksanakan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 25 . penjernihan.Uraian Sektoral Berbeda dengan pendataan untuk PLN. Dengan demikian untuk penghitungan NTB-nya perlu dilakukan survei pelengkap lainnya (SKPR). Bandung. dan minyak ter. dan gas cracking. industri. dan Ujung Termasuk juga kegiatan penyediaan air bersih dengan menggunakan kincir air.

NTB atas dasar harga konstan 2000 yang umumnya digunakan untuk sub sektor ini adalah revaluasi dan ekstrapolasi dengan menggunakan data produksi/indikator produksi yang tersedia. Yang NTB atas dasar harga konstan tahun 1993 diperoleh dengan cara deflasi yang menggunakan IHPB bahan bangunan/konstruksi sebagai deflatornya. jalan. dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI).Uraian Sektoral secara berkala oleh BPS dan survei-survei pelengkap lainnya (SKPR). dan dilengkapi dengan survei khusus lainnya (SKPR). dan juga didasarkan pada data dari Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI). NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi yaitu NPB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara. pelabuhan (laut. sungai).5. Berbeda dengan sektor lain. bangunan bukan tempat tinggal. Karena data produksi tidak tersedia 2. pada sub sektor bangunan banyak ditemui kesulitan untuk melakukan perkiraan/estimasi NTB. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NTB/output dikurangi dengan jumlah biaya antara atau dihitung langsung NTB-nya melalui pendekatan pendapatan. Sektor bangunan mencakup kegiatan pembuatan dan perbaikan bangunan (konstruksi). baik yang dilakukan oleh kontraktor umum. Sedangkan NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara deflasi. maupun oleh kontraktor khusus. seperti bangunan tempat tinggal. NPB/output merupakan perkalian antara kuantum air yang dihasilkan dengan rata-rata harganya ditambah dengan pendapatan lainya yang diterima unit usaha. karena terbatasnya data yang tersedia. terminal dan sejenisnya. pemasangan. penghitungan langsung dilakukan terhadap NPB/output. udara. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 26 . dan perbaikan (berat maupun ringan) semua jenis konstruksi. Penghitungan yang dilakukan melalui data pembanding yang diambil dari realisasi pengeluaran fisik pemerintah yang bersumber dari APBN dan APBD . jembatan. Sektor Bangunan secara lengkap. pembangunan. yaitu unit usaha individu yang melakukan kegiatan konstruksi untuk dipakai sendiri. yaitu unit usaha yang melakukan pekerjaan konstruksi untuk pihak lain. yaitu dengan menggunakan IHPB bahan digolongkan sebagai kegiatan konstruksi adalah pembuatan. atau dengan menggunakan indeks tenaga kerja di sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya.

Sektor Perdagangan. NPB/output pertanian. meliputi produksi sektor pertanian. dan industri. sektor industri. dari daerah lain ataupun dari luar negeri/impor. pertambangan dan penggalian. tanpa mengubah bentuk dan sifat barang-barang tersebut. baik dengan tempat tetap maupun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 27 .6. dapat Kegiatanpendistribusian/penyaluran margin barang-barang yang diperdagangkan. Perdagangan sektor perdagangan dilakukan melalui pendekatan arus barang yaitu menghitung nilai Sub sektor perdagangan mencakup kegiatan pengumpulan dan pendistribusian barang baru maupun bekas oleh produsen atau importir kepada konsumen.2. dan Hotel Pada umumnya penghitungan NTB sub 2. Sedangkan pedagang eceran adalah pedagang yang umumnya melayani konsumen rumahtangga.1. sedangkan impor bersumber dari buku Statistik Impor dan Statistik Perdagangan antar pulau yang dikumpulkan secara berkala oleh BPS. Barang yang diperdagangkan ini disebut sebagai supply (penyediaan). baik yang berasal dari produksi dalam daerah.6. Barang-barang yang diperdagangkan menggunakan rasio-rasio yang bersumber dari hasil pengolahan Tabel I-O Sumatera Utara.6. Restoran. Margin perdagangan adalah selisih antara nilai jual dengan nilai beli.Uraian Sektoral bangunan/konstruksi sebagai deflator. 2. Sedangkan NPB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara yang sama seperti pada penghitungan harga berlaku dengan berupa perdagangan besar maupun pedagang eceran. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari NPB/output dikurangi jumlah biaya antara. Restoran Sub sektor restoran mencakup kegiatan penyediaan makanan dan minuman jadi yang langsung dikonsumsi/dihidangkan di tempat penjualan. atau Data penghitungan supply bersumber sektor dari hasil dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja di sub sektor bangunan sebagai ekstrapolatornya. 2. Pedagang besar adalah pedagang yang umumnya melayani pedagang eceran atau konsumen lain yang bukan konsumen rumahtangga. pertambangan dan penggalian. yang merupakan NPB/output sub sektor perdagangan.

NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah unit usaha atau jumlah tenaga kerja dari sub sektor ini. beserta fasilitas-fasilitas lain yang menunjang seperti binatu. Dan indikator harga digunakan ratarata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR. Hotel Sub sektor hotel mencakup kegiatan penyedian akomodasi dengan menggunakan sebagian atau seluruhnya tempat penginapan. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. digolongkan sebagai bagian usaha perhotelan. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok makanan jadi.Uraian Sektoral tidak tetap/pindah-pindah.3. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai. tempat olah raga. hostel. restoran. dan sebagainya. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 28 . Misal kegiatan restoran untuk pelayanan tamu hotel. kedai. Indikator NPB/output merupakan perkalian antara indikator dengan indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kamar. antara. Kegiatan tersebut antara lain meliputi usaha tata-boga. baik yang berbintang maupun yang tidak berbintang. kantin. jumlah tempat tidur. Jenis kegiatan perhotelan yang dicakup meliputi hotel. yaitu mengurangkan NPB/output produksi dengan jumlah biaya harga. Kegiatan sejenis yang dilakukan oleh satuan usaha di sektor lain karena sulit dipisahkan. warung. digolongkan ke dalam sektor yang mengusahakannya. 2. Untuk indikator harga digunakan rata-rata output per unit indikator produksi berdasarkan hasil SKPR.6. bungalow. yang bersumber dari hasil survei perhotelan yang dilakukan BPS secara berkala. diskotik. jumlah tamu menginap atau jumlah malam tamu. pondok dan sejenisnya. bakso keliling dan sebagainya. Disamping NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. wisma. NTB atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi. restoran. losmen. penyewaan ruangan. pesanggrahan.

1.1. bendi. taksi. danau. baik dengan pengemudi ataupun tanpa pengemudi. Kegiatan ini tidak bermotor: becak. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 29 .7. keagenan. laut. seperti parkir. ekspedisi. serta kegiatan komunikasi yang dilakukan meliputi pos dan giro serta telekomunikasi. oplet/mikrolet. x Sub sektor angkutan kereta api meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kereta api. penyeberangan dan udara. yang bersumber dari laporan bulanan dan tahunan Perumka. delman. Angkutan Jalan Raya Subsektor angkutan jalan raya meliputi kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan angkutan umum jalan raya baik yang bermotor maupun tidak bermotor. dan truk. bongkar muat.7. pelabuhan.7.Uraian Sektoral itu digunakan pula cara revaluasi yaitu menilai NPB/output tahun yang bersangkutan dengan menggunakan harga tahun 2000. Data produksi/indikator produksi yang digunakan adalah jumlah km-penumpang diangkut dan jumlah tonkm-barang dimuat. merupakan usaha monopoli Perumka. Jenis-jenis kendaraan meliputi: pengangkutan. Termasuk disini jasa penunjang angkutan yang mencakup pemberian jasa atau penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan memperlancar kegiatan dihitung NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari angkutan penumpang dan barang. Sektor Angkutan dan Komunikasi lengkap. Indikator harga jarang digunakan karena tidak tersedia secara 2. kemudian dihitung NTB-nya memakai rasio dari Tabel I-O Sumatera Utara. Untuk struktur biaya antara. Angkutan Darat 2. Angkutan Kereta Api x bermotor: bus/minibus. dan pedati/grobak. 2. sungai.1.7. pergudangan. roda tiga. angkutan bandar.2.1. 2. dan jalan tol. Sektor angkutan dan komunikasi meliputi kegiatan pengangkutan umum untuk barang dan penumpang melalui darat. terminal. digunakan rasio dalam Tabel I-O Sumatera Utara. Dimasukkan juga kegiatan penyewaan kendaraan.

dari/ke luar negeri maupun di luar negeri.7.7. biaya antara.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi yaitu dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah perusahaan nasional. Sungai dan Danau 2. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. Jenis kendaraan meliputi ferry. dan Penyeberangan 2. yang dirinci menurut jenis dan status yang pengangkutan bersumber dari (barang/penumpang). 2. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai.2.1. dan penyeberangan di selat. baik yang beroprasi di dalam negeri. motor boat. Danau. Selain itu digunakan pula cara deflasi yaitu membagikan perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK komponen pengangkutan. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah kendaraan. danau. speed Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 30 . dirinci menurut jenis kegiatan pelayaran yang bersumber dari laporan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia. yang diolah dari hasil SKPR. Angkutan Laut Sub sektor angkutan laut mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal laut milik Sub sektor ini mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kendaraan/kapal sungai. baik bermotor maupun tidak bermotor yang beroperasi di sungai. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya.2. laporan tahunan DLLAJR. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. Angkutan Laut.2.7. Demikian juga struktur biaya antara diperoleh dari sumber yang sama. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. Angkutan Sungai. Sebagai indikator harga digunakan rata-rata output per unit kendaraan. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang dan penumpang yang diangkut dari masing-masing pelabuhan muat. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang sesuai.2.

7. motor tempel. pergudangan. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. atau yang berdiri sendiri (bukan merupakan satu kesatuan usaha dengan kegiatan pengangkutannya). Jasa Penunjang Angkutan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu diperoleh dari laporan PT (Persero) Angkasa Pura. terminal. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah armada yang beroperasi dirinci menurut jenisnya. 2. NTB atas dasar harga berlaku diproleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara. Angkutan Udara Sub sektor angkutan udara mencakup kegiatan pengangkutan barang dan penumpang dengan menggunakan kapal/pesawat terbang milik perusahaan nasional.7. Sub sektor jasa penunjang angkutan mencakup kegiatan pelayanan. Kegiatan ini antara lain mencakup jasa keagenan. Dan NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara.3. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dengan indikator harga. sampan dan sejenisnya. yang datanya dan penyediaan fasilitas yang sifatnya menunjang dan berkaitan dengan kegiatan pengangkutan. dan perparkiran serta bongkar muat. ketinting.4. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 31 . Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang atau penumpang yang dilayani. pembentukan jasa 2. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan mengurangkan NPB/output dengan jumlah biaya antara.Uraian Sektoral boat. Penggolongan jenis kegiatan ini dirinci menurut penerbangan domestik (dalam negeri) dan internasional (luar negeri). NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator harga. Indikator produksi yang digunakan adalah jumlah barang yang dimuat (ton) dan jumlah penumpang yang berangkat dirinci menurut tujuan muatan.

Sektor Bank dan Keuangan Lainnya 2.1. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya.7. 2. 2.2.7. asuransi.8. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu NTB atas dasar harga konstan 2000 dengan cara ekstrapolasi yaitu mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks indikator produksi yang bersangkutan. dan jasa keuangan lainnya. Telekomunikasi Mencakup kegiatan jasa pengiriman berita melalui telepon.5. wesel.Uraian Sektoral NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu 2. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh mengalikan NTB 2000 dengan indeks indikator produksi yang digunakan. Komunikasi Sub sektor komunikasi meliputi kegiatan pelayanan pos dan telekomunikasi yang mnelalui pendekatan produksi. dan giro. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. Bank Lembaga Sektor ini mencakup kegiatan pelayanan jasa bank. baik di dalam negeri maupun ke/dari luar negeri. koperasi.8. paket. dan teleks.5. bank devisa.1.5. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 32 . dan paket pos. bank tabungan dan bank pembagunan. wesel. Usahanya meliputi simpan mengalikan NTB tahun 2000 dengan indeks produksi gabungan tertimbang dari pelayanan pos. dimana NPB/outputnya diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT (Persero) Pos Indonesia. seperti jasa giro. 2. penjualan kertas bermeterai dan meterai dagang.7. diusahakan oleh PT (Persero) Pos Indonesia dan PT (Persero) Telkom. Termasuk kegiatan jasa pelayanan pada pihak ke tiga. Jasa bank meliputi usaha jasa perbankan yang dilakukan oleh bank sentral yaitu Bank Indonesia (BI). NPB/output atas dasar harga berlaku diperoleh dari laporan keuangan perusahaan PT Telkom dan PT Indosat serta perusahaan lain seperti radio panggil. telegram. Pos dan Giro dihitung Mencakup kegiatan jasa pengiriman surat.

yaitu dengan memperkirakan output berdasarkan penggunaannya di kegiatan lain. mengeluarkan kertas berharga. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi. nasabah. pasar modal. Sedangkan jasa keuangan meliputi usaha bank pasar. perasuransian konsultasi/agen dan dana pensiun. jasa dan 2. 2. bursa valuta asing dan sebagainya. sama seperti penghitungan pada sub sektor sebelumnya. artinya dapat merupakan milik sendiri. perdagangan valuta asing. tanpa memperhatikan status kepemilikannya. NPB/output atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pengeluaran yaitu mengalikan jumlah penduduk / rumahtangga pada NPB/output dan strukutur biaya antara atas dasar harga berlaku untuk kegiatan Bank diperoleh dari BI Medan. memberi jaminan bank dan jasa perbankan lainnya. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. seperti asuransi jiwa. atau ekstrapolasi dengan menggunakan ekstrapolator : jumlah pertengahan tahun denga rata-rata pengeluaran sewa rumah perkapita /rumahtangga. Data penduduk/ rumahtangga diperoleh dari proyeksi Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 33 . (reasuransi). NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi. pemegang polis dan kredit yang disalurkan. penabung. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh melalui pendekatan produksi.3.8. Sewa bangunan Sektor ini mencakup kegiatan sewa menyewa atas penggunaan sebagian atau seluruh rumah atau bangunan tempat tinggal maupun kantor atau toko.2. perkiraan output sewa rumah dilakukan dengan cara imputasi. maupun milik orang atau badan lain. Asuransi Kegiatan asuransi meliputi usaha segala jenis perasuransian. lumbung desa.Uraian Sektoral pinjam. sedangkan kegiatan asuransi dan jasa keuangan lainnya diperoleh melalui SKPR. meskipun pada kenyataannya tidak terjadi transaksi sewa menyewa. lainnya Untuk rumah yang ditempati pemiliknya sendiri. koperasi simpan pinjam. sosial.8. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum. sewa rumah Sehingga output asuransi penunjang asuransi kecelakaan. merupakan penjumlahan antar output dari usaha persewaan bangunan dan imputasi sewa rumah.

periklanan. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara ekstrapolasi yaitu perkapita/rumahtangga SUSENAS dan harga konsumen HK-3A. Sektor Jasa-Jasa Sektor jasa-jasa mencakup kegiatan pemerintahan. Jenis kegiatan yang dicakup meliputi notaris. 2. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan produksi.1.4. konsultasi teknik. politik dan 2. mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan menggunakan indeks jumlah tenaga kerja sebagai ekstrapolatornya. Indikator produksi yang digunakan rata-rata output per tenaga kerja yang datanya bersumber dari hasil pengolahan SKPR. Pemerintahan dan Pertahanan pihak swasta meliputi: jasa sosial dan 2. Subsektor pemerintahan dan pertahanan mencakup kegiatan tentang penyelenggaraan sistem administrasi negara berupa jasa pelayanan umum kepada masyarakat yang produksinya tidak dapat diukur secara kuantitatip dan tidak dapat dinilai secara ekonomi. pengolahan data. Jasa perusahaan kemasyarakatan. perancang dan sebagainya. penterjemah. NPB/output atas dasar harga berlaku merupakan perkalian antara indikator produksi dan indikator Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 34 .9.9.8.Uraian Sektoral penduduk Kabupaten Karo. demikian juga ratio struktur biaya diperoleh dari sumber yang sama. pembukuan dan akuntansi. sama seperti penghitungan pada subsektor sebelumnya. Sedangkan data ratarata pengeluaran sewa diperoleh dari rumah data harga. penyewaan mesin dan peralatan. Kegiatan tersebut antara lain pengatur kebijaksanaan sosial. dan jasa yang dikelola Subsektor ini mencakup kegiatan jasa yang umumnya lebih banyak melayani kebutuhan perusahaan dan bersifat komersial. NTB atas dasar harga konstan diperoleh dengan cara mendeflasikan. lembaga bantuan hukum. pertahanan. yaitu dengan membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok perumahan atau dengan ekstrapolasi yaitu dengan mengalikan perkiraan NTB tahun 2000 dengan indeks jumlah penduduk sebagai ekstrapolatornya. jasa hiburan dan kebudayaan serta jasa perorangan dan rumahtangga.

2. baik yang berada di Pusat maupun unit-unit di Daerah. peningkatan kecerdasan dan kesehatan masyarakat. Data belanja pegawai bersumber dari Kantor Perbendaharaan Negara (KPN) yang merupakan realisasi pengeluaran pemerintah di penyelengaraan jasa sosial dan kemasyarakatan yang diusahakan pihak swasta seperti : jasa pendidikan. dan rumah ibadah. Dalam hal ini tidak termasuk lembaga pemerintah yang berbentuk perusahaan (Badan Usaha Milik Negara/BUMN ) seperti Jawatan (Perjan). Lembaga Pemerintahan lainnya. Kegiatan-kegiatan jasa sosial dan kemasyarakatan hanya terbatas yang dikelola oleh swasta saja. lembaga kesejahteraan sosial. panti wredha. serta jasa kemasyarakatan lainnya seperti jasa penelitian. Pemerintah Daerah : Pemerintahan Propinsi. baik yang berasal dari belanja rutin maupun pembangunan ditambah dengan perkiraan nilai penyusutan. NTB atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara deflasi yaitu dengan cara membagi perkiraan NTB atas dasar harga berlaku dengan IHK kelompok umum. NTB atas dasar harga berlaku dihitung melalui pendekatan pendapatan yaitu dengan menjumlahkan pengeluaran pemerintah untuk belanja pegawai. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Sub sektor ini mencakup kegiatan (Persero) dan Perusahaan Negara (PN). Lembaga pemerintahan yang dicakup adalah : 1.9. K2.Uraian Sektoral ekonomi. Pemerintahan Pusat : Departemen. PT 2. Perusahaan Umum (Perum). jasa palang merah. Pemerintahan Desa. panti asuhan. perhimpunan dan organisasi usaha profesi dan buruh. Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Non Departemen. yayasan pemeliharaan anak cacat. 2. dan K3. Pemerintahan Kabupaten/Kota serta setiap daerah ditambah dengan statistik keuangan pemerintah daerah yang dikumpulkan oleh BPS melalui dokumen K1. karena kegiatan-kegiatan tersebut sudah dicakup di dalam sektor-sektor ekonomi yang sesuai dengan penggolongan kegiatannya. sedangkan kegiatan sejenis yang dikelola oleh pemerintah termasuk dalam sub Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 35 . atau dengan cara ekstrapolasi dengan menggunakan indeks jumlah pegawai negeri sipil yang ditimbang dengan besarnya upah dan gaji menurut golongan kepangkatan sebagai ekstrapolatornya. jasa kesehatan.

Jasa Kesehatan Sub sektor jasa kesehatan mencakup jasa rumah sakit. Kemudian dengan mengalikan jumlah anak yang diasuh dan orang tua yang dilayani dengan rata-rata output-nya. dokter praktek. Perkiraan output untuk masing-masing kegiatan didasarkan kepada hasil perkalian antara rata-rata output per indikator produksi dan kuantum produksinya seperti: rata-rata tempat tidur rumah sakit dan jumlah tempat tidur. Data jumlah anak dan orang tua yang diasuh/dilayani diperoleh dari Dinas Sosial Kabupaten setempat.9. Jasa Pendidikan Data yang digunakan untuk berlaku didasarkan kepada persentase terhadap output. Penghitungan agregat- bidan dan jumlah bidan praktek.1.2. Data output per murid dan persentase nilai tambah diperoleh dari kegiatan survei khusus. 2. memperkirakan nilai tambah bruto sub sektor jasa pendidikan adalah jumlah murid sekolah swasta menurut jenjang pendidikan yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Karo. diperoleh rata-rata output per anak yang diasuh dan rata-rata output 2. dan jasa kesehatan lainnya yang dikelola oleh swasta. rata-rata output per per orang tua yang dilayani dijadikan sebagai struktur input-nya. Jasa Sosial dan Kemasyarakatan Lainnya Dari hasil survei khusus mengenai panti asuhan dan panti wredha. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 36 .2. Data yang digunakan bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. rata-rata output per dukun bayi dan jumlah dukun bayi praktek.2.2. Nilai tambah bruto atas dasar harga agregat sub sektor ini dijelaskan berikut ini.9.Uraian Sektoral sektor pemerintahan. 2. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara revaluasi.3.9. rata-rata output per dokter dan jumlah dokter praktek. diperoleh perkiraan output kegiatan jasa sosial dan kemsyarakatan lainnya. Dan penghitungan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dilakukan dengan cara revaluasi. Perkiraan nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 dihitung dengan cara revaluasi masing-masing kegiatan.

Uraian Sektoral

Di samping itu, dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) didapat data mengenai pengeluaran per kapita untuk biaya kursus. Dengan mengalikan jumlah penduduk

pemungutan hiburan,

pajak hasil

terhadap

tempat-tempat

survei khusus dipakai untuk

memperkirakan output dan nilai tambah dari sub sektor ini. Penghitungan atas dasar harga konstan 2000 adalah dengan cara deflasi menggunakan IHK kelompok aneka barang dan jasa. Untuk kegiatan studio radio swasta perkiraan nilai tambahnya didasarkan kepada ratarata output per radio swasta dengan jumlah radio swasta yang datanya diperoleh dari Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Karo dilengkapi dengan indikator yang diperoleh dari kegiatan survei khusus. Penghitungan atas dasar harga konstan adalah dengan cara revaluasi.

pertengahan tahun dengan indikator tersebut akan diperoleh nilai output yang selanjutnya dengan rasio nilai tambah bruto dapat diperoleh nilai tambah bruto. Untuk menghitung nilai tambah atas dasar harga konstan adalah dengan cara deflasi, dan sebagai deflatornya adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) kelompok aneka barang dan jasa. Dari survei khusus diperoleh data rata-rata input rumah ibadat, dan dengan mengalikan jumlah tempat ibadah yang diperoleh oleh BPS Kabupaten Karo maka diperoleh nilai tambah. Sedangkan untuk penghitungan nilai tambah atas dasar harga konstan dilakukan dengan cara revaluasi.

2.9.2.5. Jasa

Perorangan

dan

Rumahtangga Sub sektor ini mencakup jasa

perbengkelan, reparasi, jasa perorangan dan pembantu rumahtangga. Survei khusus yang 2.9.2.4. Jasa Hiburan dan Kebudayaan Sub sektor ini mencakup jasa bioskop, panggung kesenian, studio radio swasta, taman hiburan, klub malam, serta produksi dan distribusi film. Data pajak tempat hiburan dan keramaian umum dan struktur biayanya, serta persentase dilakukan oleh BPS memberikan data tentang rata-rata output per tenaga kerja dan struktur input-nya. Nilai output diperkirakan dengan cara mengalikan jumlah tenaga kerja yang didasarkan kepada data kependudukan dengan rata-rata output per tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

37

Uraian Sektoral

Sedangkan untuk memperoleh nilai tambah bruto adalah dengan cara mengalikan persentase nilai tambah bruto, yang datanya telah diperoleh dari hasil survei, dengan perkiraan nilai output. Nilai tambah bruto atas dasar harga konstan 2000 diperoleh dengan cara ekstrapolasi menggunakan tingkat pertumbuhan tenaga kerja.

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008

38

3.1. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo 3.2. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo 3.3. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo 3.4. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo

Domestik Pada bagian ini akan dijelaskan gambaran umum perekonomian Kabupaten Karo selama tahun 2000-2008. peranan sektor-sektor ekonomi. Dengan pengertian. penghitungan PDRB atas dasar harga konstan tingkat perubahan harga (nilai rupiah) tidak diperhitungkan. dalam meninjau bab perubahan nilai sudah diperhitungkan terhadap tahun dasar. proses bertujuan hidup kerja. dapat dengan yang diperhitungkan. dan indeks perkembangan PDRB yang secara umum disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan (tahun dasar 2000). Berkaitan dengan kontiunitas mengenai Kabupaten Karo yang mencakup perkembangan PDRB. disajikan kondisi perekonomian masyarakat. berbagai jenis data statistik terus pula diupayakan pengadaannya agar kesinambungan direncanakan memperhatikan pembangunan secara baik. dan dan untuk bahan evaluasinya adalah Produk Regional Bruto (PDRB).Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo BAB 3 TINJAUAN PEREKONOMIAN KABUPATEN KARO Pembangunan pada hakekatnya adalah merupakan kebijaksanaan meningkatkan memperluas pendapatan serangkaian yang taraf lapangan masyarakat. Penyajian PDRB atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan bertujuan untuk dapat menelaah perkembangan PDRB tersebut sebelum dan sesudah pengaruh harga pelaksanaan pembangunan di segala bidang. dan dalam penghitungan atas dasar harga berlaku keunggulan-keunggulan dimiliki suatu wilayah. memeratakan meningkatkan hubungan ekonomi dari sektor primer ke sektor sekunder dan tersier dalam suatu wilayah. melalui suatu indikator yang bersifat kuantitatif. PDRB perkapita. Untuk itu. keadaan perekonomian suatu wilayah jenis data statistik yang selama ini banyak digunakan sebagai 40 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 . Seperti telah dijelaskan pada terdahulu. gambaran Melalui ulasan ini. maka setiap tahap pelaksanaan pembangunan tersebut perlu dilaksanakan penilaian terhadap hasil dari pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut.

483.302.19 juta.11 juta dan tahun 2002 menjadi 2. PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku seperti terlihat pada tabel 4.467.710.10 404.13 79.58 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 41 .104.886.667. PDRB Kabupaten Karo atas dasar harga berlaku ada sebesar Rp. 5. 9.69 juta.1 di bawah ini : Tabel 3. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.869.1 pada lampiran buku ini terus meningkat dari Rp.555.94 540.71 46.679.47 658. seperti terlihat pada tabel 3.33 430. 4.84 36. 8.13 2.354.77 juta.314.63 17.833.119.000) PDRB Atas Dasar Harga Konstan (Rp.70 379.1 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007 dan 2008 No. menjadi Rp.30 102.694.19 1.387. Gas.662.078.58 14.77 3.023.92 189.323.38 269. Untuk tahun 2008 seperti terlihat pada tabel 3.736.39 168. 6.407.058. tahun 2001 Rp.770.38 40. 2.26 282.679.869.42 sebesar Rp. 4.79 88.84 10.96 juta tahun 2001 dan Rp.885.736. 000.99 108.954. terjadi Dibandingkan dengan PDRB tahun 2007 kenaikan sebesar Rp.20 605.99 17. 2.024.02 juta.22 3.189.186.02 juta pada tahun 2000.484. 2.58 juta pada tahun 2008.317.323.49 9.98 19. 2. 3. Perkembangan PDRB Kabupaten Karo Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Karo disajikan atas dasar harga berlaku dan atas harga konstan. Demikian juga untuk harga konstan.398.1.725.000) 2007 r) (1) (2) (3) 2008 *) (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 1.808. pada tahun 2008 juta atau meningkat sebesar 12.135.56 8.625. 2. 5.015.599.483.093.285. 2.374. Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik. Lapangan Usaha PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (Rp. dimana pada tahun 2000 PDRB Kabupaten Karo sebesar Rp.387.13 414. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. Untuk harga konstan.756.147.608.406.34 49.1 di bawah ini.96 juta menjadi dari pada sebesar tahun Rp 2007 Rp 3.28 312.019.66 8.019.589.092.930.96 1.836. 000.374.945. PDRB Kabupaten Karo juga mengalami kenaikan 2.82 juta pada tahun 2002. Persewaan Jasa Perusahan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo 2.447.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3.27 4.741. 7.681. 575.44 335.104.83 persen.026.355.67 23.058.84 22.93 565.217.283.423.69 5.

323.96 5.876.302. Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karo Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu gambaran mengenai dampak kebijaksanaan pembangunan yang dilaksanakan.270.85 10.304.48 3.71 4.25 9. Tabel 3.467.35 2.62 8.217.058.104.2.64 3.683.643.600.283. di mana pada tahun 2008 kegiatan perekonomian di Kabupaten Karo mengalami peningkatan sebesar 5. Untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu wilayah dapat dilihat melalui perubahan PDRB atas dasar harga konstan. khususnya bidang ekonomi.21 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 42 .69 2.104.83 Atas Dasar Harga Konstan 2000 Nilai (Jutaan Rupiah) (4) 2.610.02 2.62 4.529.729. indikator ini penting Bagi suatu daerah untuk mengetahui keberhasilan pembangunan yang dicapai dan juga berguna untuk menentukan arah kebijaksanaan pembangunan dimasa yang akan datang.21 persen.68 12.77 5.488.679.40 3.869.98 5.02 2.14 12.374.996.978.32 4.2 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo Tahun 2000 .2008 Tahun Atas Dasar Harga Berlaku Nilai (Jutaan Rupiah) (1) 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 r) 2008 *) (2) 2.03 12.36 2. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding dengan pertumbuhan pada tahun 2007 sebesar 5.020.96 2.29 3.374.015.802.38 2.58 Pertumbuhan (%) (5) 5.13 5.135.82 2.387.736.13 persen.403.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo 3.019.483.285.76 2.483.27 2.11 2.56 9.710.19 Pertumbuhan (%) (3) 17.96 3. Pertumbuhan tersebut merupakan perubahan jumlah produksi yang dibentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang secara tidak langsung hal ini merupakan gambaran tingkat perubahan ekonomi yang terjadi di suatu daerah.

3 di mana pada tahun 2008 semua sektor mengalami pertumbuhan positip yang menunjukkan semua sektor mengalami peningkatan. Pertumbuhan tertinggi pada tahun 2008 terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yaitu tumbuh sebesar 12.15 3.29 persen.31 0. Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Lapangan Usaha 2001 (2) (3) 3.48 12.93 11.80 3.55 6.00 4.30 6. 7.29 3. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan.37 5.83 4.23 6.98 3. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 43 .74 6.25 5.26 8. Tabel 3.77 6. 6.38 5.70 7. 2006-2008 No.13 2008 *) (6) 4.82 7. (1) 1.45 7. 3.49 5.08 4.88 18.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pertumbuhan tersebut didukung oleh semua sektor perekonomian di Kabupaten Karo.23 3.92 6. seperti terlihat dari tabel 3.04 15.14 23.32 9.06 6. 8. 2. 9.33 5. 4.80 persen dan diikuti sektor Jasa-jasa sebesar 7.21 Tahun 2008 sektor pertanian mengalami pertumbuhan sebesar 4.18 5.17 6.29 7. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.48 persen dan melebihi pertumbuhan pada tahun 2007 yang sebesar 4.96 2007 r) (5) 4. Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Listrik. 5. Gas.00 3.35 Pertumbuhan (%) 2006 (4) 3.3 Perbandingan Pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2001.38 persen.69 8.

45 7.20 0.76 12.25 0.66 12.62 100.76 13.77 0.05 8.58 0.02 100.00 (4) 59.15 1.11 9.00 (5) 59.34 1. Struktur ekonomi suatu wilayah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektorsektor ekonomi dalam memproduksi barang dan 3.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000. 2006-2008 No (1) 1. Struktur yang terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh masing-masing sektor Sebagaimana diketahui bahwa PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang dapat memberikan petunjuk sejauhmana menggambarkan ketergantungan suatu daerah terhadap kemampuan berproduksi dari masingmasing sektor.Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa PDRB Kabupaten Karo (3) 66. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.40 3.40 3.3.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Sedangkan sektor Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan terendah sebesar 3. 5.00 Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 44 . Lapangan Usaha 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 2006 2007 r) 2008 *) (2) Pertanian Penggalian dan Pertambangan Industri Listrik. 9. Peranan dan Perkembangan Sektor-Sektor Ekonomi di Kabupaten Karo jasa.66 8.32 0.75 11. Gas.98 8. 7.80 0.81 0.30 3.00 (6) 59. 8.82 0. 6.80 0.35 0.24 100.29 0. dan Air Bersih Bangunan Perdagangan. 2.72 12.20 1.83 persen.38 3. perkembangan ekonomi dan struktur ekonomi suatu daerah. Tabel 3.46 1. 3.85 0. 4.88 100.11 11.77 12.

peternakan (6. 5.32 persen untuk pembentukan PDRB sektor pertanian di Kabupaten Karo.63 juta atau mencapai 59. kontribusi terbesar sektor pertanian disumbangkan oleh sub sektor tanaman bahan makanan sebesar 78.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Struktur perekonomian Kabupaten Karo pada tahun 2008 masih didominasi sektor pertanian sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.20 0. Tabel 3. Besarnya nilai PDRB sektor pertanian secara keseluruhan pada tahun 2008.70 0. Keadaan ini dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo sejak tahun 2000-2008 yaitu mencapai di atas 50-an persen.023.77 Terhadap Sektor Pertanian (4) 78. Seperti terlihat pada tabel 3.67 persen).67 6.10 100.5.484.77 persen dalam pembentukan PDRB Kabupaten Karo. 4.5 Distribusi Persentase Pembentukan PDRB Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Karo Tahun 2008 No (1) 1.70 persen).77 4.20 persen) dan kehutanan (0.00 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 45 . 3. 2.06 59. selanjutnya diikuti sub sektor tanaman perkebunan rakyat (14. di mana ini berarti lapangan usaha yang dominan pada masyarakat di kabupaten ini adalah lapangan usaha sektor pertanian.81 8.32 14. perikanan (0. atas dasar harga berlaku adalah sebesar Rp.01 0.12 0. 3. Sub Sektor (2) Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Rakyat Peternakan Perikanan Kehutanan Sektor Pertanian Terhadap PDRB Kabupaten (3) 46.10 persen).

76 persen). ™ Sektor Perdagangan. dan sektor Listrik. Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo PDRB per kapita merupakan gambaran rata-rata pendapatan yang diterima oleh setiap penduduk sebagai hasil dari proses produksi.98 persen.81 persen terhadap total PDRB Kabupaten Karo. ™ Sektor Industri pengolahan menempati urutan ke tujuh yakni 0. Sementara sektor Pertambangan dan penggalian memperlihatkan kontribusi yang paling kecil terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Karo tahun 2008. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 46 . seperti sektor ™ Sektor Pertanian yang berperan paling besar yakni 59. yaitu sebesar 0.38 persen.76 persen.80 persen). dari 59. ™ Sektor Jasa-jasa menempati urutan kedua yakni 13. hotel dan restoran menempati urutan ketiga yakni 11. ™ Sektor bangunan/kontruksi menempati urutan kelima yakni 3. gas dan air menempati urutan kedelapan yakni 0. ™ Sektor Keuangan.38 persen).35 persen.75 persen. Industri pengolahan (0.80 persen.20 persen).4. Keuangan.77 persen. hotel dan restoran memberikan kontribusi sebesar 11.35 persen.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada tahun 2008. Pengangkutan dan komunikasi (8. ™ Sektor Pengangkutan dan komunikasi menempati urutan keempat yakni 8. persewaan dan jasa perusahaan menempati urutan keenam yakni 1.98 persen. 3. Bangunan (3. Sektor lainnya. persewaan dan jasa perusahaan (1. ™ Sektor Listrik.20 persen.02 persen. sub sektor tanaman bahan makanan menyumbang 46. ™ Sektor Pertambangan dan penggalian Perdagangan.75 persen). Sektor Jasa-jasa adalah sektor atau lapangan usaha yang memberikan kontribusi terbesar kedua setelah sektor pertanian dalam pembentukan PDRB Karo tahun 2008 yaitu sebesar 13.77 persen kontribusi sektor pertanian dalam pembentukan total PDRB.02 persen. gas dan air (0. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat peranan masing-masing sektor terhadap PDRB Kabupaten Karo tahun 2008 sebagai berikut : menempati urutan terakhir yakni 0.

02 283.978.555 11.104.387 360.77 351.869. Tabel 3.017.615.366.374. 2006 – 2008.735 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 47 .621 2.483.263 3.417.02 283.610.385 351.2008 No (1) 1. Dengan pengukuran pemerataan pendapatan.6 memperlihatkan PDRB per demikian besar/kecilnya nilai PDRB per kapita ditentukan oleh besar/kecilnya nilai tambah yang diciptakan suatu daerah dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada di daerah tersebut.19 360.624 5.555 7.27 2.104.325 3.058.880 8.374.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Nilai PDRB per kapita tersebut diperoleh daerah.968.880 14. Atas Dasar Harga Konstan 2000 * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 2000 (3) 2006 (4) 2007 r) (5) 2008 *) (6) 2.96 342. meskipun data tersebut belum dapat sepenuhnya digunakan langsung dalam dengan cara membagi nilai total PDRB dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.729.076 4.802.019.679.6 PDRB dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000.417. Tabel 3.263 2. Uraian (2) Atas Dasar Harga Berlaku * PDRB (Jutaan Rupiah) * Penduduk Tengah Tahun * PDRB Perkapita (Rupiah) 2.368 8. 2006.713 7. PDRB per kapita dapat digunakan sebagai barometer bagi tingkat kemakmuran suatu kapita atas dasar harga berlaku dan harga konstan selama tahun 2000.736.62 342.323.759.713 7.167.368 12.

263 pada tahun 2000. 7.417.Tinjauan Perekonomian Kabupaten Karo Pada periode tersebut terlihat bahwa PDRB per kapita Kabupaten Karo untuk harga berlaku meningkat dari Rp.atau sebesar 2.624 pada tahun 2007. dan pada tahun 2008 menjadi Rp.. 14.017. 12. 199. Rp.759.44 persen dibanding tahun 2007. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 48 . PDRB per kapita di Kabupaten Karo pada tahun 2008 mengalami kenaikan sebesar Rp.410. Selanjutnya dapat dilihat bahwa atas dasar harga konstan 2000.621.

.

90 4.763.520.341.07 2.82 242.79 3.32 3.2008 (Jutaan Rupiah) No.138.00 2.975.086.53 13.692.21 1.285.649.28 12.018.92 6.80 12.14 187.911.52 981.22 129.084.710.1 4.84 158.2 4 4.992.606.443.247.824.958.21 4.37 3.42 27.264.961.26 264.845.58 6.49 432.813.31 2.85 3.53 257.Tabel .209.413.70 11.505.91 1.374. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.70 5.886.225.52 114.852.330.62 241.17 12.3 8.466.82 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 50 .211.2 8 8.49 3.008.09 17.36 10.546.79 51.21 166.616.27 128.454.250.326.107.114.28 218.964.638.872.665.24 11.187.305.51 6.246.44 598.479.09 36.586.55 3.253.442.630.2 1.99 4.385.45 372.52 75.619.302.3 1.094.3 7 7.64 291.84 7.02 1.334.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.85 21.73 4.2 8.722.35 7.571.88 6.56 21.85 237.817.70 8.1 3.1 7.02 2.1 8.86 14.930.22 104.32 1.393.840.80 3.979.01 4.2 9.036.490.574.255.163.007.83 16.648.89 41.2 3 3.249. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.00 5.91 1.93 2.55 140.843.318.127.897.429.467.35 4.805.450.455.81 186.335.104.303.58 153.096.878.30 34.23 312.826.926.20 4.320.37 65.44 199. Hotel.82 12.583.629.31 143.690.739.74 16.66 88.691.5 2 2.08 1.14 18.72 44.32 1.1 1.42 13. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.569.13 13.18 210.832.86 40.2 5 6 6.633.24 13.872.03 15.Tabel Pokok Tabel 4.167.620.4 8.105. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.04 35.56 2.01 10.2 6.627.626.888.1 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .3 9.1 6.71 9.976.197.1 9.5 9 9.910.51 246.4 1.24 154.35 19.55 127.94 31.373.1 2.349.65 6.76 5.37 4.61 16.69 13.96 1.

118.287.621.892.74 6.03 4.80 385.504.5 9 9.00 6.66 300.45 5.04 14.629.488.416.77 53.986.256.182.73 147.656.142.57 180.2 6.88 8.555.50 2.2 9.06 1.239.4 8.62 3.340.1 6.63 257.760.94 9.580.Tabel Pokok Tabel 4.55 17.97 16.474.44 1.34 7.718.20 384.136.14 200.29 302.12 14.11 14.54 12.Tabel .64 25.486.10 20.918.85 750.301.851.12 28.145.45 353.80 8.816.88 48.74 4.1 2.81 30.603.39 619.246.79 160.10 277.921.909.83 13.40 17.416.996.242.230.319.62 254.556.079.1 7.014.486.807.790.36 3.063.737.54 29.151.49 6.973.579.17 3.020.683.35 16.98 14.52 215.857.495.11 3.11 3.276.56 5.13 23.2 8.20 16.310.00 10.52 28.2 1. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.656.798.299.28 12.59 1.1 4. Hotel.201.5 2 2.2 8 8.2 5 6 6.760.70 419.033.39 15.824.81 19.82 22.222.492.390.433.328.20 120.26 39.10 1.836.46 4.414.238.304. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.573.55 2. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.014.09 8.24 1.59 727.05 10.038.136.31 337.555.531.31 52.768.15 61.15 2.58 314.97 315.896.876.777.426.27 3.64 172.3 7 7.79 327.614.677.86 4.643.37 19.520.644.724.749.743.49 295.22 15.4 1.999.2 3 3.67 134.836.952.26 15. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.1 3.80 338.3 8.288.31 9.30 330.586.22 2.117.959.28 27.00 10.390.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.1 8.405.647.876.64 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 51 .68 61.044.318.3 9.04 22.550.1 1.85 5.022.597.3 1.819.883.53 103.1 9.38 42.072.270.88 43.97 285.14 9.562.29 55.1 Lanjutan … No.326.38 5.652.76 2.2 4 4.87 6.42 443.

26 986.59 88.1 3.58 6.53 2.589.59 379.5 2 2.28 443.77 3.3 9.462.20 3.63 5.405.57 19.756.833.53 658.53 168.65 10.278.709.20 189.67 14.70 414.41 7.63 18.79 376.593.Tabel Pokok Tabel 4.2 9.24 33.715.87 65.662.208.45 487.952.484.836.81 3.993.3 8.4 8.576.370.1 6.95 36.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.873.87 6.679.667.058.844.172.1 7.539.84 11.08 45.480.404.323.56 21.345.89 15.39 12.406.3 1.60 2.870.282.76 24.436.628.121.604.296.92 202.136.625.75 5.093.76 27.097.568.2 3 3.147.116.497.88 79.089.890.69 17.2 1.202.13 530.18 40.80 336.661.71 6.946.189.08 390.711.76 3.964.13 9.598.546.83 2.07 171.22 21.40 17.689.089.003.175.045.783.25 32.423.706.063.13 347.72 363.725.405.555.583.93 10.69 545. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.933.1 8.912.023.732.79 5.625.89 3.843.47 44.2 5 6 6.010. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.Tabel .03 3.373.808.38 17.03 911.1 2.885.52 26.01 481.19 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 52 .57 369.847.836.289.525.923.888.712.958.39 11.681.98 33.310.27 24.354.33 565.66 58.00 11.51 19.978.483.589.3 7 7.070.94 540.21 54.009.439.770.1 9.5 9 9.220.69 300.90 2.18 4.58 2.064.20 605.1 4.14 763.4 1.90 147.42 11.56 6.27 461.635. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.99 29.180.52 27. Hotel.1 1.70 3.802.04 65.2 8 8.653.71 6. Persewaan & Jasa Perusahaan 2.115.2 6.13 17.36 29.454.368.27 3.1 Lanjutan … No.945.45 27.620.49 421.64 1.70 15.412.62 2.18 61.23 5.70 473.2 8.59 20.2 4 4.454.92 12.72 48.51 182.143.38 14.20 37.93 39.407.674.

24 3.571.08 1.058.569.41 171.66 20.530.43 3.098. Hotel.176.725.87 41.38 22.40 7.66 6.1 2.45 372.964.503.978.70 8.01 10.551.36 2.084.92 233.19 2.59 15.078.4 1.096.217.31 143.08 193.2 3 3.349.955.924.79 3.1 8.897.2 9.78 3.326.2 5 6 6.95 206.2 1.37 65.3 1.11 1.839.08 2.14 18.840.96 257.38 5.69 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 53 .4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.27 11.036.894.104.52 114.27 202.107.00 2.20 4.979.3 8.21 12.888.621.19 17.813.137.051.265.83 2.91 1.419.07 4.90 1.331.451.1 3.83 16.81 6.4 8.204.586.82 3.31 12.069.3 7 7.845. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.848.624.015.2 6.28 182.634.24 13.804.263.608.189.455.487.35 73.754.52 981.1 9.73 153.393.80 141.5 2 2.55 3.523.898.37 3.626.822.27 128.172.260.32 3.209.494.264.62 241.319.2 8 8.67 3.966. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.79 2.897.82 12.71 132.924.867.24 11.85 225.75 19.2 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.73 5.031.320.416.00 5.17 12.583.73 36.167.49 38.2 PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .183.872.33 8.18 210.65 13.80 12.225.374.764.09 36.283.09 18.51 6.217.88 382.1 6.Tabel Pokok Tabel 4.546.530.604.490.975.93 1.179.45 19.93 120.24 154.45 3. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.54 4.992.68 11.334.135.22 104.101.81 186.516.648.02 1.330.49 126.1 7.28 214.501.13 480.359.62 12.2008 (Jutaan Rupiah) No.763.949.30 34.843.436.167.3 9.52 3.691.64 1.447.246.1 4.2 4 4.53 8.61 123.085.47 39.127.895.61 16.5 9 9.941.266.31 2.Tabel .34 5.79 266.182.791.1 1.64 15.817.84 69.18 11.35 4.466.36 2.23 1.92 6.

863.24 40.25 425.44 1.949.90 13.946.3 7 7.5 2 2.482.1 7.677.80 358.Tabel .44 2.483.1 9.942.2 3 3.3 1.692.4 8.572.1 4.673.651.18 19.17 21.683.83 83.881.3 8.611.403.94 16.519.023.046.2 1.4 1.96 5.387.2 Lanjutan … No.41 5.532.483.39 3.277.757.23 1.181.338.89 40.29 128.757.762.479.479.279.765.02 231.515.54 7.88 2.34 231.515.83 238.72 9.12 5.689.90 20.553.751.529. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.24 3.354.145.331.66 142.1 8.555.67 2.73 3.336.52 6.31 11.525.301.00 8.382.360.050.403.973.428.877.70 13.643.714.893.08 19.04 184.312.53 6.821.18 13.203.05 2.331.197.500.983.703.866.600.795.562.016.876.1 2.169.29 8.19 16.304.128.1 1.50 12.Tabel Pokok Tabel 4.732.19 201.2 4 4.981.92 3.40 12.99 165.1 3.73 3.5 9 9.00 3.31 1.62 8.42 221.62 40. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.594.74 296.733.210.41 5.92 8.00 142.309.550.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.551.826.43 15.2 9.249.907.564.94 41.048.23 13.707.911.219.59 37.02 7.90 2.07 266.51 3.2 5 6 6.622.41 132.27 2.303.696.59 4.54 16.39 11.093.38 3.3 9.61 20.27 260.353.43 4.233.01 2.145.34 248.58 137.066.514.00 23.76 169.2 6.76 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 54 .163.68 41.20 234.42 14.76 23.26 15.38 1.63 1.67 21.01 3. Hotel.519. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.51 1.086.2 8 8.36 1.36 3.22 224.09 280.268.89 501.019.20 316.23 321.727.853.278.95 8.179.79 7.07 90.47 14.1 6.987.00 247.43 1.2 8. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.446.035.28 14.86 87.40 438.32 2.685.56 4.386.568.

93 211.009.783.84 7.610.06 46.434.414.317.78 4. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.58 3.742.560.938.694.70 1.81 244.99 144.770.529.246.828.70 10.42 2.559.99 5.33 430.45 335.75 1.80 380.665.049.30 5.11 17.01 22.5 2 2.519.206.568.57 544.2 6.53 3.41 457.808.026.2 Lanjutan … No.25 241.63 8.36 13.50 18.781.837.548.449.22 264.674.621.1 8.66 3.36 13.331.931.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.64 19.2 8 8.88 312.440.1 1.27 6.93 2. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.383.53 526.019.092.21 282.70 6.51 1.248.448.41 4.886.926.049.613.44 2.22 14.188.02 17.10 404.96 1.85 8.66 269.79 40.361.032.3 8.03 108.13 243.33 1.599.1 9.71 250.02 8.522. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 55 .25 1.786.295.27 1.23 10.211.474.2 9.756.25 22.927.589.3 7 7.03 22.879.576.675.954.3 9.61 3.Tabel .12 14.418.00 2.512.1 2.387.84 1.243.918.63 285.26 390.644.338.186.542.1 4.48 3.96 136.13 42.13 1.608.117.199.078.1 6.87 187.741.834.67 8.84 1.729.67 102.071.37 23.2 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.736.51 13.93 97.96 3.2 4 4.582.28 22.644.93 25.49 19.4 8.67 6.09 15.2 3 3.94 138.545.198.461.379.008.963.1 3.81 218.869.608.34 260.57 43.799.138.811.22 3.022.34 11.1 7.5 9 9.02 11.40 2.86 261.44 24.2 5 6 6.447.4 1.312.54 7.13 3.3 1.2 1.024.93 42.66 1.63 3.54 343.77 15.834.Tabel Pokok Tabel 4.423.119.003.17 23.292.398. Hotel.499.101.296.84 8.557.258.399.54 14.295.316.930.78 14.145.651.38 366.624.314.56 19.54 23.10 49.71 9.869.

16 0.62 1.02 0.09 8.22 0. Hotel.16 0.56 1.15 0.67 100.05 11.19 0.15 0.66 0.3 8.64 0.5 2 2.Tabel Pokok Tabel 4.20 55.63 0.1 3.17 0.86 5.50 1.2 8 8.34 6.81 0.20 0.27 0.88 6.15 5.80 0.28 0.30 8.03 0.2 5 6 6.1 1.38 0.86 6.50 0.05 0.15 0.11 11.17 0.37 5.84 0.4 1.51 0.2 4 4. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.50 1.1 4.56 1.74 0.00 63.3 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .17 0.81 0.78 6.4 8.20 0.15 5.18 0.24 0.81 9.59 0.27 11.2 6.2 9.3 9.55 52.55 1.76 100.61 0.89 1.96 0.1 2.3 1.24 0.25 0.22 0.09 8.Tabel .98 5.87 7.13 3.32 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.53 0.3 7 7.54 9.5 9 9.22 0.42 0.1 9.49 1.85 0.30 9.23 0.2 8. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.65 100.30 0.02 0.40 0.41 0.99 0.49 8.05 0.2 3 3.06 0.2008 (Persen) No.10 54.55 1.93 0.13 3.1 6.10 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.13 3.24 0.18 0.2 1.09 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 56 .79 0.18 0.02 0.10 7.1 8.66 0.00 65.43 0.50 4.1 7.65 0.45 9.24 0.

42 1.87 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.55 48.09 9.30 0.28 0.1 1.02 0.1 3.19 9.29 0.19 0.06 0.81 10.1 4.52 0.42 0.02 0.39 8.4 8.1 9.46 1.63 0.68 0.12 0.17 0.26 6.68 11.43 0.58 1.3 1.12 0.56 1.12 0.69 0.15 49.5 9 9.61 7.2 1.75 0.10 9.03 0.00 4.4 1.50 100.3 Lanjutan … No.80 0.28 0.68 0.75 10.46 0.94 0.09 10.52 1.29 0.61 1.Tabel Pokok Tabel 4.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 57 .3 8.45 0.5 2 2.18 0.29 0.1 8.32 7.00 61.00 60.2 8.52 0.23 0.2 8 8.15 3.38 6.98 0.77 0.66 0.23 0.39 1. Hotel.75 6.56 0.19 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.2 6.00 50.51 1.44 0.05 10.1 6.2 4 4.02 4. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.90 0.80 0.60 100.14 3.2 5 6 6.28 0.06 0.3 9.88 0.23 0.1 2.49 1.93 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 62.3 7 7.01 0.46 11.31 10.16 0.09 11.93 0.02 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.88 0.67 0.06 0.66 12.14 0.61 9.54 0.18 8.42 0.13 3.2 9.45 0.1 7.22 0.2 3 3.02 0.60 4.63 100.Tabel .31 9.54 0.29 0.

3 Lanjutan … No.13 3.07 0.05 10.23 0.06 0.2 6.88 0.54 0.1 3.12 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.40 0.35 0.75 1.38 0.72 12.47 0.38 1.87 0.13 3.2 9.1 7.67 0.2 3 3.09 12.53 7.06 0.3 9.30 100.80 47.66 0.06 0.29 0.98 10.26 0.07 8.Tabel Pokok Tabel 4.55 0.3 8.15 0.02 0.1 6.1 9.08 12.32 0.08 13. Hotel.00 59.2 1.00 59.4 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.82 0.85 0.Tabel .1 2.02 10.76 12.2 4 4.13 0.25 0.07 0.29 0.06 0.15 0.77 0.28 0.44 1.41 1.1 8.26 0.74 0.25 0.53 0.81 8. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.51 0.68 1.07 0.77 4.37 100.42 1.5 9 9.1 4.14 9.46 7.69 0.62 10.5 2 2.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.11 10.23 4.02 0.24 9.49 0.27 0.76 0.80 0.2 8.3 7 7.59 0.71 1. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.47 100.45 0.54 0.81 0.27 0.08 8.40 1.12 0.58 47.1 1.01 0.2 8 8.13 3.25 0.75 11.4 1.40 0.17 0.38 1.66 0.74 0.79 0.20 7.3 1.32 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 58 .77 46.15 8.54 4.02 0.2 5 6 6.57 0.54 0.32 8.

81 53.16 0.32 5.59 0.13 3. Hotel.56 0.15 0.34 6.14 11.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.1 1.45 9.2008 (Persen) No.1 6.3 9.4 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .50 4.76 100.51 0.17 0.84 0.66 0.17 0.1 7.2 1.09 9.Tabel Pokok Tabel 4.1 9.25 0.72 0.29 0.2 8 8.2 3 3.43 0.17 0.59 1.4 8.2 8.82 0.49 0.02 8.46 0.23 0.63 0.42 0.82 5.53 1.16 0.80 0.12 6.2 4 4.72 0.41 6.3 8. Persewaan & Jasa Perusahaan 66.19 0.20 0.50 1. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.62 10.02 0.Tabel .53 0.02 0.11 11. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.31 0.5 2 2.09 8.00 63.24 0.16 0.62 1.98 0.4 1.22 0.1 3.1 4.09 9.70 0.1 2.58 1.25 0.71 5.90 9.2 9.38 51.88 6.30 0.41 0.05 0.88 8.79 0.23 0.50 1.86 0.99 0.18 0.1 8.81 0.50 0.22 11.40 0.15 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 59 .40 0.22 7.31 0.39 0.17 0.2 5 6 6.74 100.72 100.2 6.5 9 9.16 0.58 0.84 0.05 0.69 10.05 0.15 0.30 0.68 0.20 55.87 7.3 7 7.10 0.80 5.22 0.00 64.13 3.13 3.65 0.98 5.3 1.02 0.

4 Lanjutan … No.3 9.57 1.79 12.60 1.1 8.2 8 8.30 0.51 0.67 5.49 0.22 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 61.1 7.12 0.3 7 7.66 100.70 5.2 3 3.00 49.09 10.74 0.04 0.54 1.5 2 2.2 4 4.38 0.2 6.15 0.35 0.65 0.30 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.3 1.90 0.32 0.26 0.14 0.14 0.24 0.13 3.36 0.49 13.80 0.02 0.00 60.85 0.87 0.32 0.2 5 6 6.23 0.51 0.45 0.33 0.75 5.15 0.03 6.09 48.48 0.Tabel Pokok Tabel 4.11 0.46 0.62 9.18 0.84 0.57 1.06 0.5 9 9.69 0.02 0.09 10.19 0.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 60 .4 1.13 3.65 0.90 9.76 9.2 9.3 8.2 8.65 7.2 1.30 0.64 0.31 0. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.71 50.52 12.4 8.48 0.1 2.67 0.74 11.80 0.58 1.65 0.02 0.06 0.43 0.00 7.14 3.15 0.35 0.16 0.26 7.93 9.11 0. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.60 100.36 5.22 0.1 6.10 9.1 1.33 10.23 0.00 61.47 12.51 8.1 9.35 5.31 0.57 1.19 0.79 0.91 9.63 100.05 0.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik. Hotel.1 3.37 0.05 0.57 0.Tabel .25 0.1 4.

1 8.72 0.89 8.2 9.31 0.14 0.3 9.81 0. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.62 0.08 12.50 0.75 1.4 8.54 100.32 0.14 0.4 Lanjutan … No.58 8.38 8.05 0.48 100.Tabel Pokok Tabel 4.64 45.37 8. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.02 0.1 2.12 0.49 0.52 1.08 11.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.1 3.18 0.06 0.2 8 8.66 0.18 0.86 5.54 1. Hotel.5 9 9.23 0. Persewaan & Jasa Perusahaan 59.80 0.39 0.39 4.13 3.22 0.65 0.25 12.4 1.47 0.48 0.2 5 6 6.06 0.3 7 7.05 0.67 0.02 0.00 4.25 0.65 7.18 0.94 0.48 0.49 0.1 6.79 0.46 8.81 0.50 6.63 1.09 10.76 0.2 4 4.3 1.38 0.95 12.66 1.11 8. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.2 8.12 0.2 3 3.76 0.49 0.3 8.02 0.33 0.58 14.59 0.49 0.00 59.84 0.39 0.00 0.09 10.2 6.00 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 61 .83 9.59 13.79 0.86 9.53 1.61 0.30 0.12 3.23 0.1 9.05 46.1 1.12 3.00 58.27 0.30 0.Tabel .80 0.13 0.30 0.63 0.00 0.44 100.53 47.94 0.57 14.66 0.84 9.1 7.05 0.2 1.26 0.12 0.1 4.5 2 2.06 0.67 8.

44 130.92 114.26 140. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.29 114.35 107.00 100.1 7.91 117.43 111.78 119.00 123.00 100.3 8.84 135.00 100.23 115.2 1.78 125.00 100.5 2 2.03 151.04 119.00 100. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.00 100.97 139. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.12 165.25 123.00 100.98 147. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.59 160.00 100.54 168.00 100.5 9 9.3 7 7.00 115.2 9.64 144.52 114.3 1.71 117.Tabel Pokok Tabel 4.1 1.1 9.00 100.23 128.00 100.58 123.39 135.00 100.4 1.00 100.44 129.00 100.00 100.2 8 8.62 108.07 109.67 115.1 8.98 127.25 192.44 184.27 111.25 144.45 161.33 129.1 3.63 145.18 113.46 149.97 120.2 4 4.79 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 62 .1 4.00 100.3 9.2 6.09 123.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 100.00 100.76 115.00 100.1 6.20 166.41 174.26 117.00 100.Tabel .36 141.1 2.67 126.5 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 – 2008 No.00 100. Hotel.2 5 6 6.62 114.73 119.2 8.34 129.21 121.69 147.00 100.79 124.63 127.2 3 3.40 130.00 100.53 127.00 100.00 100.39 129.00 100.00 100.54 146.09 153.00 100.00 100.60 131.87 121.00 100.00 100.12 123.00 100.64 121.45 127.16 124.16 110.4 8.00 100.00 100.51 122.39 116.

10 218.82 159.65 138.92 187.1 2.01 201.57 194.1 9.30 169.81 142.50 169.41 160.56 175.1 7.2 5 6 6.1 3.15 203.12 175.55 205.62 169.20 195.89 140.55 155.02 172.52 141.81 119.59 127.81 174.31 246.22 197.02 161.96 170.18 164.20 222.93 161. Hotel.77 132.94 176.29 181.25 228.75 211.40 139.28 213.11 120.21 180.74 116.2 4 4.49 143.53 195.97 147.4 8.76 168.03 151.2 1.85 110.57 195.39 143.20 152.37 143.76 243.30 115.17 234.37 130.41 282. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.5 9 9.3 9.36 178.80 154.62 197.86 219.10 183.Tabel .73 241.68 148.38 155.60 209.55 138.59 214. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.Tabel Pokok Tabel 4.3 1. Persewaan & Jasa Perusahaan 133.31 271.21 171.64 157.25 201.55 177.86 151.52 166.88 183.54 205.3 7 7.44 155.2 8 8.27 205. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.98 129.98 133.72 224.89 164.22 158.4 1.83 198.5 2 2.33 151.80 191.31 166.21 146.32 152.75 228.43 149.2 3 3.3 8.57 257.02 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 63 .08 144.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.2 8.43 240.61 179.1 4.51 131.84 166.98 184.65 164.08 153.59 158.05 188.30 142.5 Lanjutan … No.2 6.1 6.2 9.1 8.54 175.41 174.1 1.

10 199.51 262.60 190.55 170.3 9.02 334.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.2 3 3.03 202. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.52 425.42 241. Hotel. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.02 350.2 6.17 217.73 173.13 194.16 255.88 200.62 331.3 8.58 235.1 9.68 225.3 1.94 135.1 3.30 301.57 162.04 200.Tabel Pokok Tabel 4.1 4.95 191.5 9 9.40 222.76 250.62 265.90 268.94 217.24 324. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.65 213.4 1.3 7 7.57 79.71 217.2 4 4.1 8.22 177.65 205.90 149.74 304.31 224.17 326.53 273.57 354.39 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 64 .36 150.91 199.60 231.74 177.20 225.03 244.39 252.2 9.12 221.2 5 6 6.14 159.35 120.5 Lanjutan … No.04 356.62 264.1 1.66 352.46 181.62 264.15 175.21 238.13 352.62 240.73 278.91 289.84 359.92 302.1 2.60 234.76 251.33 301.28 239.74 312.14 254.17 161.78 215.18 227.60 248.17 189.71 87.1 7.24 219.37 141.91 286.45 142.33 170.48 232.89 260.39 295.70 195.15 279.47 257.2 8 8.86 265.51 181.51 166.Tabel .30 233.1 6.05 217.2 8.93 158.78 200.00 294.2 1.07 192.81 255.27 243.4 8.62 97.65 189.60 284.5 2 2.03 239.45 208.10 250.31 245. Persewaan & Jasa Perusahaan 170.77 423.

Persewaan & Jasa Perusahaan 100.00 100.67 101.2 5 6 6.10 133.86 102.66 112.00 100.2 8 8.3 8.3 9.31 103.1 3.00 100.2 8.00 100.44 108.44 123.00 100. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.00 118.94 105.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.49 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 65 .00 100.5 9 9.48 101.52 106. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.1 9.1 4.97 120.05 102.20 102.84 113.88 107.1 2.00 100.00 100.1 8.4 1.07 104.35 103.2 3 3.41 118.30 126.00 100.00 129.52 111.00 100.00 100.00 100.1 1.10 103.23 106.98 106.00 100.2 6.Tabel .00 100.4 8.40 134.69 108.51 113.23 118.23 120.12 106.00 100.46 101.48 107.2 1.30 110.00 100.1 6.00 100.00 100.69 104.87 105.5 2 2.00 103.63 103.00 100.03 118.2008 No.97 130.00 100.2 4 4.09 106.00 100.71 113.01 119.93 108.77 103.3 7 7.83 112.73 111.00 100.14 122.1 7.11 104.00 100.00 100.95 105.37 108.00 100.57 100.3 1.67 112.31 105.00 100.70 112.14 101.00 100.00 100.6 Indeks Perkembangan PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .02 110.25 110.72 113.17 110.02 102.00 100.59 102.61 106.36 132.56 122.2 9.Tabel Pokok Tabel 4.29 115.00 100.00 100.00 100.87 101.00 100.58 133. Hotel.93 127.89 119.

1 6.45 131.90 119.5 2 2.75 105.14 125.82 132.99 132.09 113.62 133. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.84 100.1 2.76 122.3 7 7.03 160.15 131.2 1.Tabel Pokok Tabel 4.80 117.09 144.07 109.31 126.28 112.45 119.44 101.64 125.1 1.03 120.01 158.2 6.3 8.2 8 8.Tabel .6 Lanjutan … No.08 88.14 115.18 106.06 136.93 105.49 103.96 154.75 119.78 98.43 123.1 7.23 114.99 116.14 106.81 114.96 124.83 113.1 9.48 124.33 127.83 106.44 124.96 157.98 109. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.23 127.28 122.13 142.28 106.79 108.1 4.4 1.01 144.89 106.72 115.99 143.88 137.78 108.77 156.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.71 156.22 134.3 9.82 132.67 118.86 110.67 141.02 154.94 147.16 114.23 160.12 129.63 136.81 104.68 107.4 8.23 108.2 5 6 6.61 119.36 120.58 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 66 . Persewaan & Jasa Perusahaan 106.94 115.04 110.1 3.84 112.05 138.5 9 9.71 151.82 128.62 148.23 133.93 110.3 1.88 93.2 4 4.73 130.23 127.17 117.95 103.72 111.2 3 3.83 112.74 153.2 8.71 107.11 151.55 126.67 121. Hotel.19 114.50 124.65 130.11 122.1 8.2 9.02 112.27 118.29 118.42 122.90 160.44 134.

35 174.80 174.91 160.08 123.80 156.2 3 3.70 102.11 146.64 174.53 185.17 124.81 117.3 8.38 134.68 117.71 121.70 143.89 114. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.95 129.24 117.79 165.09 110.42 113.2 5 6 6.87 118.2 9.59 124.45 147.07 128. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.71 145.10 118.07 120.3 9.20 114.57 126.22 145.67 147.60 135.08 193. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.54 46.15 140.2 1.73 167.01 132.30 181.64 111.05 139.94 120.42 108.88 170.41 122.2 6.73 183.26 141.3 1.2 8.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.79 105.89 214.78 115.48 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 67 . Hotel.03 106.4 1.91 129.70 164.08 230.35 143.02 178.58 179.69 49.52 127.93 163.1 1.22 169.01 179.2 8 8.Tabel Pokok Tabel 4.45 140.43 134.67 131.54 167.11 170.41 169.20 121.07 120.20 189.2 4 4.64 114.6 Lanjutan … No.64 155.92 114.38 191.30 149.37 127.1 2.60 135.31 136.13 120.41 152.1 7.3 7 7.06 138.52 130.18 180.63 128.1 9.20 133.68 162.60 157.1 4.5 2 2.09 164.04 178.1 3.Tabel .16 136.19 11.1 8.64 202.59 169.1 6.23 126.91 50.31 141.65 119. Persewaan & Jasa Perusahaan 116.5 9 9.88 134.90 137.53 206.4 8.39 169.36 116.50 130.

52 114.1 6.00 100.85 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 68 .2 1.00 100.67 126.1 4.00 100.Tabel Pokok Tabel 4.43 111.00 100.34 107.29 114.1 3.3 8.29 112.00 100.2 9.50 117.71 117.00 100.27 111.89 138.00 100.1 9.00 100.1 2.3 9.01 106.2 3 3.2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.5 2 2.00 100.89 117.14 110.45 127.00 100.09 123.00 100.16 110.12 123.00 100.40 130.84 117.00 100.1 1.94 105. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.36 125.97 120.Tabel .2 4 4.00 100.53 127.4 8.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.23 115.39 116.00 100.2 8.04 119.67 115.00 100.63 127.65 104.08 114.98 113.79 108.99 130.87 121.5 9 9.99 124.00 115.70 128.00 100.00 100.76 107.41 174.2 5 6 6.44 129.76 115. Persewaan & Jasa Perusahaan 100. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.91 117.29 127.00 100.78 119.00 100.00 100.97 139.00 100.00 100.62 114.53 109.09 109.18 113.00 100.3 7 7.00 100.1 8.26 117.00 100.2 6.93 110.00 100.00 100.44 130.84 106.60 109.4 1.7 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2000 .35 107.25 107. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.09 143. Hotel.00 100.68 120.54 108.25 105.44 98.3 1.00 100.18 128.00 100.2 8 8.73 119.26 140.1 7.55 145.00 123.31 108.00 100.00 100.07 109.01 111.00 100.39 103.

1 8.2 8 8.2 5 6 6.49 109. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [8] 2005 [9] 1 1.84 122.78 119.59 117.23 112.17 105.2 3 3.07 116.47 112.62 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 69 .50 131.2 8.50 119.48 111.1 9.89 84.58 106. Persewaan & Jasa Perusahaan 107.18 105.4 8.2 6.20 116.04 111.71 111.52 110.93 110.50 107.38 113.4 1.59 92.58 113.2 9.03 100.45 117.04 118.1 2.1 3.74 104.19 119.24 124.47 115.5 2 2. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.99 111.60 109.2 1.75 109.23 125.47 117.59 127. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.10 99.18 137.45 107.74 111.49 112.52 106.94 118.70 117.85 113.54 107.32 103.19 107.86 107.3 9.21 121.88 119.Tabel .01 112.72 115.3 8.05 103.72 108.49 96.69 89.00 106.1 7.94 103.26 103.12 113.Tabel Pokok Tabel 4.39 114.78 112.83 113.01 103.2 4 4.49 111.09 109.42 106.46 104.1 4.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.75 105.62 107. Hotel.3 7 7.13 110.02 108.1 1.69 105.61 104.34 130.36 103.31 103.06 115.14 111.89 105.32 118.19 108.09 110.1 6.39 116.65 121.41 111.44 111.99 105.66 120.07 105.39 108.49 101.77 102.64 106.15 105.7 Lanjutan … No.15 113.44 118.3 1.37 90.5 9 9.86 109.19 94.65 105.64 116.56 107.

16 109.Tabel .2 3 3.33 132. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.78 119.7 Lanjutan … No.48 108. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.25 109.1 3.13 111.01 102.47 106.46 106.25 111.25 114.03 120.58 112.82 120.56 104.98 104.45 113.57 109.01 104.61 112..19 111.2 9.98 106.06 105.19 122.21 111.81 108.77 113.08 108.20 111.20 110.10 112.4 8.14 110.03 112.48 103.98 111.1 1.2 8 8.10 118.61 116.2 8.08 124.24 109.92 119.76 104.04 123.3 9.27 111.3 8.2 6.41 118.1 2. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.53 109.5 9 9.26 116.45 113.73 104.73 107.1 8.91 106.46 116.83 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 70 .82 106.87 114.68 112.15 118.53 118.17 110.67 104.67 110.20 107.30 104.90 112.20 109.58 103.97 106.50 107.17 112.04 110.50 122.5 2 2.08 110.05 118.17 103.15 119.3 7 7.Tabel Pokok Tabel 4.77 103.1 6.41 108.21 119.65 106.2 1. Hotel.47 55.3 1.03 108.20 109.68 108.59 118.04 112.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.30 125.30 105.1 7. Persewaan & Jasa Perusahaan 106.25 102.39 99.4 1.10 112.03 113.60 114.25 108.77 111.60 109.1 9.21 110.37 123.80 105.53 107.2 5 6 6.25 107.63 118.25 105.80 106.1 4.41 111.00 124.2 4 4.67 116.

67 100.8 Indeks Berantai PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2000 .2008 ( Tahun sebelumnya = 100 ) No.2 8.00 100.97 102.11 104.00 100.98 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 71 .24 108.00 100.00 100.03 111.58 102.00 100.97 120.48 101.70 112.1 2.44 101.00 100.00 100.71 100.2 9.5 9 9.74 125.74 105.49 101.00 100.00 100.00 103.93 127.04 115.17 100.00 100.1 9.10 105.00 100.82 102. Hotel.86 127.4 1.00 100.31 105.00 100.95 105.59 102.98 106.00 100.1 4.53 105.4 8.57 100.52 111.65 105.00 100.2 5 6 6.1 8.00 100.23 106.00 100.10 103.2 3 3.93 108.00 100.2 6.00 100.61 102.3 7 7.2 4 4.07 104.00 100.1 3.00 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.31 103.19 104.00 100.00 100.71 103.12 106.48 107.61 103. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.00 100.Tabel Pokok Tabel 4.05 113.1 1.86 101.87 105.00 100.67 101.2 8 8.36 108.00 100.3 9.88 107.25 110.77 103.44 123.00 100.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.00 100. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.00 100.2 1.63 102.Tabel .59 100.00 100.90 100.23 120.00 118.09 106.00 100.00 100.1 7.35 100.52 106.41 118.3 8.00 100.36 114.5 2 2.20 102.17 110.3 1.31 106.86 102.80 113.69 104.1 6.66 107.00 100. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.00 100.14 101.01 105.02 110.

2 5 6 6.08 101.91 104.45 100.73 107.70 107.2 8.76 110.5 2 2.84 96.65 101. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 151 1.94 105.57 102.09 106.06 102.00 103.96 103.15 105.55 106.35 89.30 108.30 107.34 100.36 109.23 104.3 7 7.29 102.91 101. Hotel.81 101.5 9 9.09 101.2 8 8.1 2.52 104.15 101.01 87.28 100.32 103.97 106.26 113.34 111.11 89.97 107.99 100.47 103.1 6.2 3 3.44 103.32 117.3 8.22 105.28 100.2 1.36 106.2 4 4.30 107.4 8.92 114.41 104.35 114.12 108.36 101.1 7.87 113.30 100.05 111.2 9.65 107.77 106.77 110.02 109.26 115.21 104.75 78.94 89.69 78.80 113.76 111.87 104.90 94.43 100.18 102.61 100.05 105.Tabel Pokok Tabel 4. Persewaan & Jasa Perusahaan 102.8 Lanjutan … No.52 102.72 107.40 102.00 104.85 100.2 6.Tabel .13 101.58 91.4 1.37 103.57 104.91 88.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 72 .26 110.3 9.76 104.1 4.69 102.32 103.85 106.60 104.37 109.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.1 8.75 105.32 103.82 105.34 111.76 103. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.28 103.1 3.1 9.45 104.67 101.58 105.64 83.12 101.3 1.80 101.99 101.98 101.72 106.99 102.89 104.95 110. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.

1 3.18 106.15 106.47 95.28 103.00 103.06 103.4 8.49 108.3 7 7.2 4 4. Persewaan & Jasa Perusahaan 103.79 113.43 110.11 103.10 105.84 102.38 108.3 8.45 105.2 1.18 106.1 4.8 Lanjutan … No.32 115.31 104.53 105.15 103.03 104.14 103.08 108.2 5 6 6.61 106.1 9.2 8 8.52 101.3 1. Hotel.33 105.2 6.59 109.00 110.27 113.62 103.27 100.89 100.84 102.07 105.56 106.20 107.2 9.26 101.64 101.34 102.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.87 115.29 102.31 109.2 8.18 104.Tabel Pokok Tabel 4.82 101.18 101.30 106.75 101.73 112.96 119.59 102.98 103.21 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 73 .28 108.2 3 3.32 109.46 107.Tabel .37 111.30 106.00 114.30 106.94 107.94 100.77 106.31 104.48 103.20 105.21 104.23 102.04 102.3 9.64 105.80 114.63 106.55 103.75 102.08 104.55 106.72 49.48 104.71 102.19 102.72 103.30 104.07 103.55 109.79 103.1 8.66 102.4 1.80 105.92 106. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.80 104.32 104.05 101.29 103.20 105.49 106.74 105.96 104.29 108.44 113.32 127.1 6.1 2.36 103.5 9 9.00 100.1 7.67 105.40 104. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 151 1.83 104.84 101.26 102.13 104.5 2 2.

2 6.00 100. Hotel.48 109.45 107.1 9.1 4.37 112.3 1.2 8 8.23 113.31 107.91 100.4 1.00 100.00 100.54 131.3 7 7.17 108.4 8.66 109.97 118.00 100.88 113.59 109.71 108.00 100. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.2 4 4.77 127.12 108.70 111.00 100.25 106.2008 No.00 100.21 112. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.3 9.93 116.62 142.00 100.21 113.80 125.13 109.44 170.00 100.00 100.57 117.68 135.21 107.21 124.2 5 6 6.3 8.00 100.Tabel .03 119.93 110.1 3.00 100.13 105.00 111.86 124.00 100.00 100.09 111.48 115.00 100.71 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 74 .5 2 2.00 100.25 109.39 114.87 115.00 114.72 124.19 130.96 124.00 100.00 100.00 100.66 123.00 100.1 2.03 108.1 7.14 163.00 100.76 106.15 120.02 113.00 100.40 113.63 121.00 100.00 100.72 122.62 121.00 100.64 110.00 100.1 1.00 100. Persewaan & Jasa Perusahaan 100.Tabel Pokok Tabel 4.53 123.85 124.2 1.9 Indeks Implisit PDRB Kabupaten Karo menurut Lapangan Usaha Tahun 2000 .65 115.58 155.00 100.00 100.00 100.2 8.50 112. [1] Lapangan Usaha [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] 1 1.5 9 9.45 122.00 100.00 100.94 109.34 102.2 9.1 8.47 119.1 6.29 119.48 100.00 100.99 117.00 110.2 3 3.00 100.78 113.73 108.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.92 119.54 108.

27 121.18 169.61 130.18 148.49 185.81 131.77 119. Persewaan & Jasa Perusahaan 125.69 108.3 7 7.63 142.1 8.57 180.24 124.56 131.34 159.47 165.05 125.40 213.46 133.3 1.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.99 130.63 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 75 .2 8.Tabel .4 8. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.2 5 6 6.67 142.82 137.2 1.3 8.33 180.14 137.92 131.04 142.1 9.66 188.24 125.23 121.4 1.1 2.28 124.71 126.02 138. Hotel.65 118.5 9 9.71 149.28 119.85 145.50 130.83 121.15 207.2 4 4.5 2 2.1 6.13 170.49 117.21 153.40 114. [1] Lapangan Usaha [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] 1 1.02 141.00 171.3 9.74 121.14 129.86 166.01 146.2 9.79 108.69 146.71 136.29 164.90 128.40 115.87 128.51 115.18 146. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.34 150.49 151.45 133.45 114.93 131.01 120.84 128.65 162.60 135.00 144.90 151.33 117.70 136.67 172.76 136.45 164.71 123.65 131.34 156.59 123.89 128.27 135.1 3.91 138.12 145.91 160.41 142.65 138.50 144.1 4.56 179.80 132.49 125.2 3 3.00 135.60 187.16 122.2 6.69 114.9 Lanjutan … No.50 116.25 144.2 8 8.53 151.07 105.90 157.1 7.1 1.00 193.30 119.11 135.28 162.62 131.49 134.71 143.17 126.Tabel Pokok Tabel 4.

2 5 6 6.5 2 2.85 172.1 3.18 144.40 181.4 1.2 8 8.32 124.74 209.41 146.1 6.96 228.57 141.59 216.62 176.81 197.60 180.31 139.67 168.98 160.25 171.95 163.91 163.46 174.05 170.3 8.84 139.00 189.55 178. Hotel.56 139.92 154.1 4.86 135.16 196.54 Bank Lembaga Keuangan Bukan Bank Jasa Penunjang Keuangan Sewa Bangunan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa Pemerintahan & Pertahanan Sosial Kemasyarakatan Hiburan & Kebudayaan Perorangan & Rumahtangga Jumlah Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 76 .29 125.13 189.62 164.1 1.76 158.39 157.60 111.1 8.56 202.15 131.31 180.81 135.36 174.2 4 4.2 6.95 182.66 118.23 138.14 175.5 9 9.07 161.23 153.17 133. Persewaan & Jasa Perusahaan 145. [1] Lapangan Usaha [2] 2006 [9] 2007 r) [10] 2008 *) [11] 1 1.2 9.82 154.59 180.74 129.3 1.36 206. Gas dan Air Bersih Listrik Air Bersih Bangunan Perdagangan.01 126.27 179.25 216.02 193.25 193.1 2.25 178.3 7 7.89 145.26 164.22 158.37 235.96 194.78 184.83 140.78 166.85 160.09 150.4 8.54 173.91 167.13 202.76 138.55 182.72 183.3 9.78 192.56 122.58 144.43 128.10 173.23 170.1 9.76 171.1 7.00 156.00 172.Tabel Pokok Tabel 4.55 166.57 140.2 1.92 170.21 151.96 170.12 171.Tabel .2 3 3.78 221.64 167.93 172.26 181.84 175.49 219.80 145.86 157.44 156.08 171.37 149.53 156. dan Restoran Perdagangan Hotel Restoran Pengangkutan & Komunikasi Angkutan Jalan Raya Komunikasi Keuangan.49 121.16 130.28 145.86 166.17 147.9 Lanjutan … No.2 8.71 156.4 Pertanian Tanaman Bahan Makanan Tanaman Perkebunan Peternakan dan Hasil-hasilnya Kehutanan Perikanan Pertambangan dan Penggalian Pertambangan Penggalian Industri Industri B/S IKKR Listrik.

99 99.00 100.00 100.302.713 7.29 118.283.71 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 77 .482 INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.98 101.Tabel .153 7.467.135.104.00 111.79 108.263 2.25 105.347 8.35 105.35 105.966 2.00 117.25 105.52 101. [1] NILAI ABSOLUT Perincian [2] 2000 [3] 2001 [4] 2002 [5] * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.934.69 303.217.11 299.233.417. Jumlah Penduduk dan PDRB Per Kapita Kabupaten Karo Tahun 2000 .82 2.679 8.02 283.015.417.00 100.63 110.104.96 2.605 7.74 109.74 INDEKS IMPLISIT Keterangan : r) = Angka Perbaikan *) = Angka Sementara 100.74 128.526.85 102.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2.63 110.00 100.22 108.285.49 106.374.99 99.02 2.46 101.2008 No.10 Angka-Angka Agregat PDRB.00 117.00 100.710.00 100.00 100.47 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 100.00 100.92 120.263 7.374.Tabel Pokok Tabel 4.397.

748 3.052 7.58 117.683.213 11.643.647 3.952.64 2.403.63 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 78 .22 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 110.37 112.44 131.804.676 7.82 109.62 104.Tabel Pokok Tabel 4.996.483. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.406 Perincian [2] 2003 [6] 2004 [7] 2005 [8] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 142.01 103.270.529.34 155.08 141.304.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 2.02 123.76 333.51 107.13 INDEKS IMPLISIT 124.10 Lanjutan … No.65 131.053.02 110.31 105.020.14 103.02 105.651 9.739.78 175.50 2.Tabel .876.56 105.488.70 105.600.813.23 108.895 7.38 312.29 101.44 2.300 10.39 114.45 149.32 101.42 109.55 98.67 141.471.36 307.41 118.51 101.71 106.18 106.

76 156.10 Lanjutan … No.54 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 79 .86 102.368 12.483.07 129.27 342.978.387.11 240.759.96 351.37 123.325 5.39 143.167.621 8.076 7.68 105.729.74 156.84 172.77 2.610.58 360.23 167.058.10 112.80 105.Tabel .13 102.735 Perincian [2] 2006 [9] 2007 r) [10} 2008 *) [11] INDEKS PERKEMBANGAN ( 2000 = 100 ) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 189.05 136.08 102.20 188.679. [1[ NILAI ABSOLUT * PDRB Harga Berlaku (Juta Rp) * PDRB Harga Konstan (Juta Rp) * Penduduk Pertengahan Tahun (Jiwa) * PDRB Perkapita Harga Berlaku (Rp.385 4.624 8.57 109.02 110.323.62 2.44 INDEKS IMPLISIT 145.615.99 112.43 213.03 104.Tabel Pokok Tabel 4.880 14.736.80 INDEKS BERANTAI (TAHUN SEBELUMNYA = 100) * PDRB Harga Berlaku * PDRB Harga Konstan * Penduduk Pertengahan Tahun * PDRB Perkapita Harga Berlaku * PDRB Perkapita Harga Konstan 108.869.366.) * PDRB Perkapita Harga Konstan (Rp) 3.71 120.71 109.85 102.21 102.802.50 112.017.48 127.555 11.019.96 102.83 105.968.19 3.60 107.

.

000 1.500 2.500 5.Grafik .000 3.Grafik GRAFIK 1 PDRB KABUPATEN KARO TAHUN 2000-2008 5.500 4.000 2.000 500 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 81 .500 1.500 (Milyar Rupiah) 3.000 4.

Grafik .Grafik GRAFIK 2 PERKEMBANGAN PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2000 .Hotel & Restoran Pengangkutan & Komunikasi Bank & Lembaga Keuangan Jasa-Jasa 600 400 200 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 82 . Gas & Air Bangunan 1000 800 Perdagangan.2008 1800 1600 1400 1200 (Miliar Rupiah) Pertanian Pertambangan & Penggalian Industri Listrik.

96 5.71 4 3.98 4.29 ( Persen ) 4.13 5.Grafik GRAFIK 3 PERTUMBUHAN PDRB KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 TAHUN 2001 .21 2 0 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Tahun Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 83 .35 5.32 2.2008 8 6 5.Grafik .

76% Pengangkutan & Komunikasi 8. Gas & Air 0. Hotel & Restoran 11.38% Industri 0.35% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 84 .Grafik .75% Listrik.77% Bangunan 3.20% Perdagangan.Grafik GRAFIK 4 DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB KABUPATEN KARO MENURUT LAPANGAN USAHA ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2008 Jasa-Jasa 13.98% Pertanian 59.02% Keuangan. Persewaan & Jasa Perusahaan 1.80% Penggalian 0.

32% Perkebunan Rakyat 14.80% Kehutanan 0.10% Peternakan 6.13% 2008 Perikanan 0.21% Peternakan 6.Grafik .Grafik GRAFIK 5 DISTRIBUSI PERSENTASE PEMBENTUKAN PDRB SEKTOR PERTANIAN KABUPATEN KARO ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2007 DAN 2008 2007 Perikanan 0.67% Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 85 .70% Tanaman Bahan Makanan 78.77% Tanaman Bahan Makanan 79.20% Kehutanan 0.10% Perkebunan Rakyat 13.

000 4.000 14.606 7.739.952.000 7.934.000.813.748 10.647 9.624 8.406 7.000.000.482 8.000 12.325 8.615.000 6.366.417.397.676 14.2008 7.233.000 8.153 11.000.053.000 2.759.000 0 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 7.000.076 16.526.895 7.263 7.000.385 12.Grafik .167.000.017.Grafik GRAFIK 6 PDRB PERKAPITA KABUPATEN KARO TAHUN 2000 .000.263 Tahun Atas Dasar Harga Konstan 2000 Atas Dasar Harga Berlaku 7.621 Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Karo 2000-2008 86 .735 ( Rupiah ) 10.966 8.804.471.052 11.417.968.