Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KEPERAWATAN KLINIK IA SOP PEMERIKSAAN FISIK KARDIOVASKULER

oleh: kelompok 1 Yosyita Rahmah (102310101004) Arif Hidayatullah Zahrotul Azizah Roikhatul Jannah Rita Vidiyawati Ferdiana Revitasari Julvainda Eka Priya U. Chairur Rijal R. Rizkita Saktiani Bayutirta Hadi P. (102310101014) (102310101020) (102310101024) (102310101028) (102310101030) (102310101032) (102310101046) (102310101070) (102310101080)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER 2011 JUDUL SOP: PENGKAJIAN FISIK SISTEM CARDIOVASCULAR PROSEDUR TETAP 1. NO DOKUMEN: NO REVISI: HALAMAN: TANGGAL DITETAPKAN OLEH: TERBIT PENGERTIAN Pemeriksaan sistem vaskuler adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui gangguan pada masing masing sistem yang dapat dimanifestasikan sebagai perubahan pada sistem lainya. Tujuan 1. Menjelaskan tanda tanda normal / gejala umum yang berkaitan dengan sistem kardiovaskuler 2. Mengidentifikasi persiapan yang diperlukan dalam pengkajian sistem kardiovaskuler 3. Mengidentifikasi aspek aspek riwayat kesehatan atau pengkajian sistem kardiovaskuler 4. Mendemontrasikan teknik inspeksi, palpasi, auskultasi dan perkusi dalam sistem kardiovaskuler 5. Mengevaluasi hasil pengkajian Indikasi 1. Pasien yang mengalami gangguan sistem kardiovaskuler 2. Pada saat tes kesehatan 1. Pemeriksaaan fisik - Klien sebaiknya berbaring terlentang dengan badan bagian atas sedikit terangkat - Minta klien untuk tidak berbicara selam pemeriksaan - Kurangi kecemasan klien - Buat penerangan yang baik dalam ruangan 2. Pengkajian vaskuler

2.

3.

4 5

Kontraindikasi Persipan Pasien

6 Persiapan alat

Klien duduk selama pengkajian arteri karotis Klien berbaring terlentang selam pengkajian vena jugular, arteri dan vena perifer

1. Stetoskop 2. 2 penggaris dalam cm ( 30 cm dan 15 cm) 3. Senter

Cara Kerja: a. Inspeksi dan palpasi 1. Siapkan peralatan yang diperlukan (penlight, sarung tangan, masker) 2. Cuci tangan 3. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien 4. Bantu pasien mengatur posisi terlentang 5. Membantu klien membuka baju sampai punggung pasien 6. Pastikan ruang periksa cukup penerangan, hangat, bebas dari gangguan lingkungan 7. Jaga privasi klien dengan menutup tirai 8. Tentukan lokasi sudut louis (antara sternum dan manubrium) 9. Pindah jari-jari tangan ke bawah ke arah tiap sisi sudut sehingga akan teraba ruang interkosta ke2, area aorta terletak di ruang interkosta kedua kanan ini dan area pulmonal di ruang interkosta kedua kiri 10. Inspeksi dan kemudian palpasi area aorta dan area pulmonal untuk mengetahui ada atau tidaknya pulsasi 11. Dari area pulmonal, pindahkan jari-jari Anda ke bawah sepanjang tiga ruang interkosta kiri. Area ventrikel atau trikuspid terletak di ruang interkosta kiri menghadap sternum. Amati ada atau tidaknya pulsasi. 12. Dari area trikuspid, pindahkan tangan Anda secara lateral 5-7 cm ke garis midklavikula kiri tempat ditemukan area apikal atau titik impuls maksimal 13. Inspeksi dan palpasi pulsasi pada area apikal. Sekitar 50% orang dewasa akan memperlihatkan pulsasi apikal. Ukuran jantung dapat diketahui dengan mengamati lokasi pulsasi apikal. Apabila jantung membesar, pulsasi ini bergeser secara lateral ke garis midklavikula. 14. Untuk mengetahui pulsasi aorta, lakukan inspeksi dan palpasi pada area epigastrium di dasar sternum. 15. Berikan reinforcement dan rapikan kembali klien 16. Buat kontrak pertemuan selanjutnya 17. Akhiri kegiatan dengan cara baik 18. Cuci tangan b. Perkusi 1. Persiapkan alat 2. Cuci tangan

3. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien 4. Pastikan ruang periksa cukup penerangan, hangat, serta bebas dari gangguan lingkungan 5. Jaga privasi klien 6. Mulai aksila kiri, perkusi ke arah sternum pada ruang intercosta ke 5 7. Tentukan batas jantung kiri dan kanan di sela iga ke 2 dan ke 5, dengan mencatat perubahan bunyi sonor ke bunyi redup 8. Menentukan batas atas jantung dengan melakukan perkusi dari fossa supraklavikula ke bawah 9. Rapikan kembali klien 10. Berikan reinforsment 11. Buat kontrak pertemuan selanjutnya 12. Akhiri kegiatan dengan cara baik 13. Cuci tangan c. Auskultasi 1. Point 1-6 sama dengan inspeksi, palpasi dan perkusi 2. Atur klien senyaman mungkin 3. Kaji ritme dan frekuensi jantung secara umum, perhatikan dan tentukan auskultasi 4. Auskultasi mengguankan stetoskop untuk mendengarkan bunti frekuensi tinggi 5. Auskultasi tiap bagian anatomi gunakan metode yang sistemik, minta klien melakukan 3 posisi ( duduk, terlentang, miring kiri ) 6. Konsentrasi untuk mendengarkan bunyi jantung 7. Ulangi rangkaian pengkajian dengan menggunakan bell stetoskop 8. Pada setiap area catat frekuensi, irama, intensitas, nada, waktu durasi bunyi jantung dan bunyi tambahan 9. Dengarkan dengan cermat S1 dan S2 10. Kontaksi pada sistole 11. Kontraksi pada diastole 12. Anjurkan klien bernafas secara normal, dengarkan bunyi S2 13. Anjurkan klien untuk menghembuskan dan menahan nafas menghirup dan menahan nafas untuk mengetahui S2 menjadi tinggi atau tidak 14. Rapikan Klien 15. Berikan Reinforsment 16. Buat kontrak petemuan selanjutnya 17. Akhiri kegiatan dengan cara baik 18. Cuci tangan