P. 1
Center of Gravity Method "Penentuan Lokasi Sarana Kesehatan"

Center of Gravity Method "Penentuan Lokasi Sarana Kesehatan"

|Views: 284|Likes:
Dipublikasikan oleh Ilham Akhsanu Ridlo
Tujuan buku ini dibuat adalah sebagai bahan masukan untuk
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan Departemen Kesehatan
dalam menentukan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang tepat di wilayah
propinsi Jawa Timur sehingga penanganan kasus kesehatan jiwa
bisa lebih optimal.
Adapun basedata yang dipakai adalah data 2006 sehingga
dimungkinkan lokasi dapat berubah. Sehingga hasil akhir lokasi
merupakan sebuah simulasi terhadap implementasi gravity models.
Tujuan buku ini dibuat adalah sebagai bahan masukan untuk
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan Departemen Kesehatan
dalam menentukan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang tepat di wilayah
propinsi Jawa Timur sehingga penanganan kasus kesehatan jiwa
bisa lebih optimal.
Adapun basedata yang dipakai adalah data 2006 sehingga
dimungkinkan lokasi dapat berubah. Sehingga hasil akhir lokasi
merupakan sebuah simulasi terhadap implementasi gravity models.

More info:

Published by: Ilham Akhsanu Ridlo on Jan 14, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2014

pdf

text

original

1

CENTER OF GRAVITY MODEL
“PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN”

ILHAM AKHSANU RIDLO














2



CENTER OF GRAVITY MODEL
“PENENTUAN LOKASI SARANA KESEHATAN”

Serial Paper Manajemen
Penulis:
Ilham Akhsanu Ridlo
©PHMovement Publication
Public Health Movement - Indonesia
Jl. Mulyorejo tengah no. 69 Surabaya
Email: ilham_ikm@yahoo.com
Upload Pertama – Januari 2012
Penata Letak – IAR
Desain Sampul – IAR

Hak Cipta dilindungi oleh Undang-Undang
Dilarang mengutip atau memperbanyak sebagian atau seluruh
isi buku ini tanpa izin tertulis dari Pemegang Hak Cipta.












3

Pengantar

Alhamdulillah, akhirnya buku CENTER OF GRAVITY MODEL “PENENTUAN
LOKASI SARANA KESEHATAN” yang merupakan upload pertama ‘Serial
Paper Manajemen’dapat diselesaikan.

Penulisan buku ini diawali oleh sebuah pemikiran bahwa metode
manajemen yang secara umum digunakan dalam bidang
manufaktur apakah bisa ditarik untuk diimplementasikan dengan
beberapa perubahan ke dalam sektor kesehatan.

PH Movement Publications (Red: Public Health Movement
Publications) merupakan sebuah wadah bagi semua pihak atau
pemerhati masalah kesehatan masyarakat yang termanifesto dalam
sebuah tulisan atau buku.
Salam Sehat!
Surabaya, Januari 2012








4

“Center of Gravity Models”
Metode yang dipakai untuk menentukan lokasi terbaik dari
beberapa lokasi alternatif. Tujuannya adalah memperoleh
jarak/akses yang efisien dari segi biaya perpindahan barang atau
jasa dari lokasi yang ada. Teori ini banyak digunakan dalam
manajemen inventori dan logistik.






Tujuan buku ini dibuat adalah sebagai bahan masukan untuk
Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan Departemen Kesehatan
dalam menentukan lokasi Rumah Sakit Jiwa yang tepat di wilayah
propinsi Jawa Timur sehingga penanganan kasus kesehatan jiwa
bisa lebih optimal.

Adapun basedata yang dipakai adalah data 2006 sehingga
dimungkinkan lokasi dapat berubah. Sehingga hasil akhir lokasi
merupakan sebuah simulasi terhadap implementasi gravity models.






5

BAGIAN I
PEMENUHAN SARANA KESEHATAN JIWA

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar
rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai dengan pasal 28 ayat 1 UUD
1945 dan Undang-undang nomor 23 tahun tentang kesehatan. Pembangunan kesehatan itu
sendiri harus dipandang sebagai investasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan
pendidikan, serta berperan dalam penanggulangan kemiskinan.
Direktur Kesehatan J iwa Organisasi Kesehatan Dunia (World Health
Organization/WHO) Benedetto Saraceno mengemukakan, lebih dari 50 persen penderita
gangguan kesehatan jiwa di negara-negara berkembang belum mendapatkan perawatan.
Pada Kongres Federasi Psikiatri dan Kesehatan J iwa ASEAN ke-10 di J akarta, Kamis (29/6),
Saraceno menjelaskan hal itu bisa terjadi, akibat minimnya akses masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan jiwa.
Menurutnya, jumlah psikiatri di sebagian besar negara berkembang hanya sekitar 0-1
per 100 ribu penduduk dan belum tersebar merata. Dari jumlah itu, sekitar 65,1 persen
psikiatri melakukan praktik di rumah sakit jiwa, 15,9 persennya berpraktik di rumah sakit
umum dan 19,0 persennya berpraktik di tempat-tempat praktik khusus. "Sarana pelayanan
kesehatan jiwa belum berada di dekat komunitas, sehingga tidak mampu menjangkau semua
sasaran," ujarnya. Kualitas pelayanan gangguan kesehatan jiwa pun, menurut Saraceno, rata-
rata masih buruk sehingga penderita enggan atau jera me-meriksakan diri atau mendapatkan
perawatan dari sarana pelayanan kesehatan jiwa yang ada


6

Pada saat ini ada kecenderungan penderita dengan gangguan jiwa jumlahnya mengalami
peningkatan. Data hasil Survey Kesehatan Rumah Tangga (SK-RT) yang dilakukan Badan
Litbang Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1995 menunjukkan,
diperkirakan terdapat 264 dari 1000 anggota Rumah Tangga menderita gangguan kesehatan
jiwa. Dalam kurun waktu enam tahun terakhir ini , data tersebut dapat dipastikan meningkat
karena krisis ekonomi dan gcjolak-gejolak lainnya diseluruh daerah. Bahkan masalah dunia
internasional pun akan ikut memicu terjadinya peningkatan tersebut.
Studi Bank Dunia (World Bank) pada tahun 1995 di beberapa Negara menunjukkan
bahwa hari-hari produktif yang hilang atau Dissabiliiy Adjusted Life Years (DALY's) sebesar
8,1% dari Global Burden of Disease, disebabkan oleh masalah kesehatan jiwa. Angka ini
lebih tinggi dari pada dampak yang disebabkan penyakit Tuberculosis (7,2%), Kanker (5,8%),
Penyakit J antung (4,4%) maupun Malaria (2,6%). Tingginya masalah tersebut menunjukkan
bahwa masalah kesehatan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang
besar dibandingkan dengan masalah kesehatan lainnya yang ada dimasyarakat.
Menurut Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 yang dimaksud dengan "Kesehatan"
adalah: "Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis". Atas dasar definisi Kesehatan
tersebut di atas, maka manusia selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh (holistik). dari
unsur "badan" (organobiologik), "jiwa" (psiko-edukatif) dan “sosial” (sosio-kultural), yang
tidak dititik beratkan pada “penyakit” tetapi pada kualitas hidup yang terdiri dan
"kesejahteraan" dan “produktivitas sosial ekonomi”. Dan definisi tersebut juga tersirat bahwa
"Kesehatan J iwa" merupakan bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari "Kesehatan" dan
unsur utama dalam menunjang terwujudnya kualitas hidup manusia yang utuh.


7

Menurut Undang-undang No 3 Tahun 1966 yang dimaksud dengan "Kesehatan J iwa"
adalah keadaan jiwa yang sehat menurut ilmu kedokteran sebagai unsur kesehatan, yang
dalam penjelasannya disebutkan sebagai berikut: "Kesehatan J iwa adalah suatu kondisi yang
memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang
dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain".
Makna kesehatan jiwa mempunyai sifat-sifat yang harmonis (serasi) dan memperhatikan
semua segi-segi dalam kehidupan manusia dan dalam hubungannya dengan manusia lain. J adi
dapat disimpulkan bahwa kesehatan jiwa adalah bagian integral dari kesehatan dan
merupakan kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, mental dan sosial individu
secara optimal, dan yang selaras dengan perkembangan orang lain.
Mengingat pentingnya upaya kesehatan jiwa maka sudah selayaknya pengembangan
sarana pemenuhan upaya kesehatan jiwa harus direncanakan dengan seksama. Upaya
perencanaan dan pengembangan upaya kesehatan jiwa tersebut salah satunya diwujudkan
dengan upaya perencanaan penentuan lokasi Rumah sakit jiwa yang strategis dan tepat
sehingga dari segi akses jarak mudah dijangkau dan berada di posisi yang sesuai penyebaran
dengan kuantitas kunjungan jiwa tiap kabupaten.
Dalam tahun 2006 setidaknya terdapat 496.676 kunjungan jiwa di rumah sakit daerah
yang tentunya memerlukan rujukan khusus untuk ditangani intensif di Rumah Sakit J iwa.
Oleh sebab itu maka diperlukan perencanaan letak posisi Rumah Sakit J iwa yang diharapkan
dapat terjangkau secara jarak maupun biaya di J awa Timur berdasarkan penyebaran jumlah
kunjungan jiwa di rumah sakit daerah di J awa timur.




8

BAGIAN II
GAMBARAN DATA

J umlah kunjungan gangguan jiwa di Propinsi J awa Timur di Sarana Kesehatan (Rumah
Sakit) Kabupaten /Kota dan letak koordinatnya dapat dilihat sebagai berikut :
No. Wilayah
Jml
Kunj.
gangguan
Jiwa
Letak
Koordinat
1 2 4 X Y
KABUPATEN
1 Pacitan 2.775 1 3
2 Ponorogo 1.018 2,4 4,8
3 Trenggalek 1.621 3,3 3,8
4 Tulungagung 1.784 4 3,8
5 Blitar 8.839 5 3,5
6 Kediri 4.518 5 5
7 Malang 25.671 6,8 3,5
8 Lumajang 31.543 9 3,5
9 J ember 22.641 10 5,3
10 Banyuwangi 7.201 13 3
11 Bondowoso 25.900 11 4,9
12 Situbondo 25.352 12 6
13 Probolinggo 6.438 9 5,5
14 Pasuruan 11.570 8 6
15 Sidoarjo 61.113 7 7
16 Mojokerto 18.362 6 7
17 J ombang 7.922 5 6,5
18 Nganjuk 5.577 4 6
19 Madiun 21.333 2 6,6
20 Magetan 2.581 2 6
21 Ngawi 3.337 2 7
22 Bojonegoro 41.947 4,8 8,7
23 Tuban 36.749 4,5 10
24 Lamongan 14.197 6 9


9

No. Wilayah
Jml
Kunj.
gangguan
Jiwa
Letak
Koordinat
1 2 4 X Y
25 Gresik 21.934 6,7 9,7
26 Bangkalan 21.424 7 9
27 Sampang 3.488 9 8,6
28 Pamekasan 2.574 10 8,6
29 Sumenep 33.540 11 9,5
KOTA
30 Kediri 2.390 5 5
31 Blitar 1.301 5 3,5
32 Malang 8.831 6,9 4,2
33 Probolinggo 3.545 9 5,5
34 Pasuruan 1.459 8 6
35 Mojokerto 1.425 6 7
36 Madiun 3.153 2 6,6
37 Surabaya 23.855 7 9
38 Batu 6.408 6,4 5
JUMLAH
525.316

Sumber :Profil Kesehatan Propinsi J awa Timur Tahun 2006











10
















Gambar 1. Peta Propinsi J awa Timur dengan Koordinat Lokasi Kabupaten/Kota
(Ket : Kabupaten ; Kota)




0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14X
Y


11

BAGIAN III
IMPLEMENTASI GRAVITY METHODS

III.1 Gambaran Umum Permasalahan
Masyarakat J awa Timur dengan penyebaran Kabupaten/Kota yang merata, memerlukan
akses yang baik akan pelayanan kesehatan jiwa (Rumah Sakit J iwa). Oleh karena itu diperlukan
penghitungan yang baik melihat angka kunjungan kesehatan jiwa pada tingkat Kabupaten/Kota.
III.2 Pemecahan Masalah
Dari permasalahan tersebut, maka dibuat penentuan lokasi Rumah Sakit J iwa yang
strategis sehingga masyarakat yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota yang ada di Propinsi jawa
Timur untuk mengakses Layanan lanjutan/rujukan Rumah Sakit J iwa dengan biaya transportasi
yang paling rendah.
Dari gambar 1 diatas terlihat posisi masing-masing Kabupaten/kota dengan titik
koordinatnya terlihat dengan jelas.. Nomor tersebut dalam peta sesuai dengan urutan
kabupaten/Kota dalam tabel 1. Selanjutnya jumlah kunjungan gangguan jiwa di Kabupaten/Kota
propinsi J awa Timur (Vi) dipakai sebagai parameter untuk perhitungan selanjutnya sedangkan
biaya transport (Ri) berdasarkan estimasi di lapangan. J umlah kunjungan gangguan jiwa per
Kabupaten/Kota dan biaya transport serta titik koordinat masing-masing Kabupaten/Kota dapat
dipakai dalam menentukan titik koordinat lokasi rumah Sakit J iwa seperti diuraikan pada tabel 2
dibawah ini.





12

Tabel. 2 Perhitungan titik koordinat lokasi Rumah Sakit J iwa

No. Wilayah Xi Yi Vi Ri ViRi ViRiXi ViRiYi
KABUPATEN
1
Pacitan 1 3 2.775
0,8 2220 2220 6660
2
Ponorogo 2,4 4,8 1.018
0,8 814,4 1954,56 3909,12
3
Trenggalek 3,3 3,8 1.621
0,8 1296,8 4279,44 4927,84
4
Tulungagung 4 3,8 1.784
0,7 1248,8 4995,2 4745,44
5
Blitar 5 3,5 8.839
0,7 6187,3 30936,5 21655,55
6
Kediri 5 5 4.518
0,6 2710,8 13554 13554
7
Malang 6,8 3,5 25.671
0,5 12835,5 87281,4 44924,25
8
Lumajang 9 3,5 31.543
0,7 22080,1 198720,9 77280,35
9
J ember 10 5,3 22.641
0,8 18112,8 181128 95997,84
10
Banyuwangi 13 3 7.201
0,9 6480,9 84251,7 19442,7
11
Bondowoso 11 4,9 25.900
0,8 20720 227920 101528
12
Situbondo 12 6 25.352
0,8 20281,6 243379,2 121689,6
13
Probolinggo 9 5,5 6.438
0,7 4506,6 40559,4 24786,3
14
Pasuruan 8 6 11.570
0,4 4628 37024 27768
15
Sidoarjo 7 7 61.113
0,2 12222,6 85558,2 85558,2
16
Mojokerto 6 7 18.362
0,4 7344,8 44068,8 51413,6
17
J ombang 5 6,5 7.922
0,5 3961 19805 25746,5
18
Nganjuk 4 6 5.577
0,6 3346,2 13384,8 20077,2
19
Madiun 2 6,6 21.333
0,7 14933,1 29866,2 98558,46
20
Magetan 2 6 2.581
0,8 2064,8 4129,6 12388,8
21
Ngawi 2 7 3.337
0,8 2669,6 5339,2 18687,2
22
Bojonegoro 4,8 8,7 41.947
0,7 29362,9 140941,92 255457,23
23
Tuban 4,5 10 36.749
0,7 25724,3 115759,35 257243
24
Lamongan 6 9 14.197
0,4 5678,8 34072,8 51109,2
25
Gresik 6,7 9,7 21.934
0,2 4386,8 29391,56 42551,96
26
Bangkalan 7 9 21.424
0,4 8569,6 59987,2 77126,4
27
Sampang 9 8,6 3.488
0,6 2092,8 18835,2 17998,08
28
Pamekasan 10 8,6 2.574
0,7 1801,8 18018 15495,48
29
Sumenep 11 9,5 33.540
0,8 26832 295152 254904

KOTA

30
Kediri 5 5 2.390
0,4 956 4780 4780
31
Blitar 5 3,5 1.301
0,6 780,6 3903 2732,1
32
Malang 6,9 4,2 8.831
0,4 3532,4 24373,56 14836,08
33
Probolinggo 9 5,5 3.545
0,6 2127 19143 11698,5
34
Pasuruan 8 6 1.459
0,3 437,7 3501,6 2626,2


13

No. Wilayah Xi Yi Vi Ri ViRi ViRiXi ViRiYi
35
Mojokerto 6 7 1.425
0,3 427,5 2565 2992,5
36
Madiun 2 6,6 3.153
0,7 2207,1 4414,2 14566,86
37
Surabaya 7 9 23.855
0,01 238,55 1669,85 2146,95
38
Batu 6,4 5 6.408
0,5 3204 20505,6 16020
525316 289025,6 2157369,94 1925583,49
Koordinat X = 2157369,94/289025,6 =7,5
Koordinat Y= 1925583,49/289025,6=6,7
J adi dari tabel diatas didapatkan titik koordinat lokasi Rumah Sakit J iwa (P1) adalah (7.5,6.7).
Setelah lokasi titik koordinat rumah Sakit J iwa (P1) ditemukan, selanjutnya kita mencoba
menghitung biaya transportasi minimal yang dikeluarkan dari titik koordinat masing-masing
Kabupaten ke titik koordinat lokasi Rumah Sakit J iwa seperti ditunjukan pada tabel dibawah ini
Tabel. 3 Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 1
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi)
KABUPATEN
1
Pacitan 1 3 2.775
0,8 112,1895717 249060,8492
2
Ponorogo 2,4 4,8 1.018
0,8 81,63638895 66484,67516
3
Trenggalek 3,3 3,8 1.621
0,8 76,55880093 99281,45305
4
Tulungagung 4 3,8 1.784
0,7 68,17990906 85143,07044
5
Blitar 5 3,5 8.839
0,7 60,91182151 376879,7132
6
Kediri 5 5 4.518
0,6 45,34864937 122931,1187
7
Malang 6,8 3,5 25.671
0,5 49,13501806 630672,5243
8
Lumajang 9 3,5 31.543
0,7 53,01179114 1170505,65
9
J ember 10 5,3 22.641
0,8 42,97964635 778481,7383
10
Banyuwangi 13 3 7.201
0,9 99,43088052 644401,5935
11
Bondowoso 11 4,9 25.900
0,8 59,03600596 1223226,044
12
Situbondo 12 6 25.352
0,8 68,31178522 1385472,303
13
Probolinggo 9 5,5 6.438
0,7 28,81405907 129853,4386
14
Pasuruan 8 6 11.570
0,4 12,9034879 59717,342
15
Sidoarjo 7 7 61.113
0,2 8,746427842 106904,0889
16
Mojokerto 6 7 18.362
0,4 22,94558781 168530,7534
17
J ombang 5 6,5 7.922
0,5 37,61980861 149012,0619
18
Nganjuk 4 6 5.577
0,6 53,53970489 179154,5605


14

No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di
Cost(ViRiDi)
19
Madiun 2 6,6 21.333
0,7 82,51363524 1232184,366
20
Magetan 2 6 2.581
0,8 83,16549765 171720,1196
21
Ngawi 2 7 3.337
0,8 82,62263612 220569,3894
22
Bojonegoro 4,8 8,7 41.947
0,7 50,40089285 1479916,377
23
Tuban 4,5 10 36.749
0,7 66,89730936 1720886,455
24
Lamongan 6 9 14.197
0,4 41,18859065 233901,7686
25
Gresik 6,7 9,7 21.934
0,2 46,57252409 204304,3487
26
Bangkalan 7 9 21.424
0,4 35,30580689 302556,6427
27
Sampang 9 8,6 3.488
0,6 36,31115531 75991,98583
28
Pamekasan 10 8,6 2.574
0,7 47,1009554 84866,50145
29
Sumenep 11 9,5 33.540
0,8 67,23280449 1803990,61

KOTA

30
Kediri 5 5 2.390
0,4 45,34864937 43353,3088
31
Blitar 5 3,5 1.301
0,6 60,91182151 47547,76787
32
Malang 6,9 4,2 8.831
0,4 38,5648804 136226,5835
33
Probolinggo 9 5,5 3.545
0,6 28,81405907 61287,50364
34
Pasuruan 8 6 1.459
0,3 12,9034879 5647,856654
35
Mojokerto 6 7 1.425
0,3 22,94558781 9809,238789
36
Madiun 2 6,6 3.153
0,7 82,51363524 182115,8443
37
Surabaya 7 9 23.855
0,01 35,30580689 8422,200233
38
Batu 6,4 5 6.408
0,5 30,3726851 97314,08305
525.316 1978,291766 15748325,93

Pada tabel 3 diatas terlihat bahwa biaya total transportasi minimal lokasi Rumah Sakit
J iwa (RSJ 1) pada titik koordinat (7.5,6.7) adalah Rp. 15.748.325,93










15


Keterangan : Lokasi Rumah Sakit J iwa (RSJ 1)
Gambar 2. Koordinat Kabupaten/Kota serta koordinat lokasi Rumah Sakit J iwa (RSJ 1)

Selain lokasi Rumah Sakit J iwa pada titik koordinat (7.5, 6.7), perlu juga dibandingkan
dengan titik koordinat yang lain, selanjutnya membandingkan total biaya transportasi
minimalnya. Berikut ini uraian perhitungannya.




16

Tabel 4. Perhitungan lain titik koordinat lokasi RSJ 2

No. ViRi ViRiXi ViRiYi ViRi/di ViRiXi/di ViRiYi/di
KABUPATEN
1
Pacitan
2220 2220 6660 19,78794 19,78793542 59,36381
2
Ponorogo
814,4 1954,56 3909,12 9,975943 23,94226429 47,88453
3
Trenggalek
1296,8 4279,44 4927,84 16,93861 55,89742718 64,36673
4
Tulungagung
1248,8 4995,2 4745,44 18,31625 73,26498478 69,60174
5
Blitar
6187,3 30936,5 21655,55 101,578 507,8899175 355,5229
6
Kediri
2710,8 13554 13554 59,77686 298,8843149 298,8843
7
Malang
12835,5 87281,4 44924,25 261,2292 1776,358358 914,3021
8
Lumajang
22080,1 198720,9 77280,35 416,513 3748,616972 1457,795
9
J ember
18112,8 181128 95997,84 421,4274 4214,273858 2233,565
10
Banyuwangi
6480,9 84251,7 19442,7 65,17995 847,3393735 195,5399
11
Bondowoso
20720 227920 101528 350,9723 3860,694779 1719,764
12
Situbondo
20281,6 243379,2 121689,6 296,8975 3562,770307 1781,385
13
Probolinggo
4506,6 40559,4 24786,3 156,4028 1407,625351 860,2155
14
Pasuruan
4628 37024 27768 358,6627 2869,301718 2151,976
15
Sidoarjo
12222,6 85558,2 85558,2 1397,439 9782,073498 9782,073
16
Mojokerto
7344,8 44068,8 51413,6 320,0964 1920,578386 2240,675
17
J ombang
3961 19805 25746,5 105,2903 526,4513758 684,3868
18
Nganjuk
3346,2 13384,8 20077,2 62,49941 249,9976424 374,9965
19
Madiun
14933,1 29866,2 98558,46 180,9774 361,9547232 1194,451
20
Magetan
2064,8 4129,6 12388,8 24,8276 49,65520698 148,9656
21
Ngawi
2669,6 5339,2 18687,2 32,31076 64,62151597 226,1753
22
Bojonegoro
29362,9 140941,92 255457,23 582,5869 2796,417127 5068,506
23
Tuban
25724,3 115759,35 257243 384,5342 1730,403675 3845,342
24
Lamongan
5678,8 34072,8 51109,2 137,8731 827,2387926 1240,858
25
Gresik
4386,8 29391,56 42551,96 94,19288 631,0922711 913,6709
26
Bangkalan
8569,6 59987,2 77126,4 242,7249 1699,074608 2184,524
27
Sampang
2092,8 18835,2 17998,08 57,63518 518,7166269 495,6626
28
Pamekasan
1801,8 18018 15495,48 38,254 382,540011 328,9844
29
Sumenep
26832 295152 254904 399,0909 4389,999826 3791,363

KOTA

30
Kediri
956 4780 4780 21,08111 105,4055648 105,4056
31
Blitar
780,6 3903 2732,1 12,81525 64,07623189 44,85336
32
Malang
3532,4 24373,56 14836,08 91,59629 632,0144066 384,7044
33
Probolinggo
2127 19143 11698,5 73,81813 664,3631831 405,9997
34
Pasuruan
437,7 3501,6 2626,2 33,92106 271,3684879 203,5264


17

No. ViRi ViRiXi ViRiYi ViRi/di ViRiXi/di ViRiYi/di
35
Mojokerto
427,5 2565 2992,5 18,63103 111,786197 130,4172
36
Madiun
2207,1 4414,2 14566,86 26,74831 53,49661286 176,5388
37
Surabaya
238,55 1669,85 2146,95 6,756679 47,29675221 60,81011
38
Batu
3204 20505,6 16020 105,4895 675,1329339 527,4476
289.026 2.157.370 1.925.583 7.005 51.822 46.771
X =51882/7005 =7,4
Y =46771/7005 =6,7
J adi dari tabel diatas tampak bahwa titik koordinat Rumah Sakit J iwa kedua (RSJ 2) adalah (7.4,
6,7). Berikut ini merupakan perhitungan biaya total transportasi minimal.

Tabel 5. Perhitungan biaya transportasi minimal RSJ 2
No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di Cost(ViRiDi)
KABUPATEN
1
Pacitan 1 3 2775
0,8 110,8884575 246172,3756
2
Ponorogo 2,4 4,8 1018
0,8 80,23247472 65341,32741
3
Trenggalek 3,3 3,8 1621
0,8 75,32927718 97687,00664
4
Tulungagung 4 3,8 1784
0,7 67,03170891 83709,19809
5
Blitar 5 3,5 8839
0,7 60 371238
6
Kediri 5 5 4518
0,6 44,11632351 119590,5298
7
Malang 6,8 3,5 25671
0,5 48,83646179 626840,4053
8
Lumajang 9 3,5 31543
0,7 53,66563146 1184942,509
9
J ember 10 5,3 22641
0,8 44,29446918 802296,8614
10
Banyuwangi 13 3 7201
0,9 100,6789452 652490,1757
11
Bondowoso 11 4,9 25900
0,8 60,37383539 1250945,869
12
Situbondo 12 6 25352
0,8 69,79434074 1415540,901
13
Probolinggo 9 5,5 6438
0,7 30 135198
14
Pasuruan 8 6 11570
0,4 13,82931669 64002,07762
15
Sidoarjo 7 7 61113
0,2 7,5 91669,5
16
Mojokerto 6 7 18362
0,4 21,47673159 157742,2982
17
J ombang 5 6,5 7922
0,5 36,12478374 143090,2684
18
Nganjuk 4 6 5577
0,6 52,06966487 174235,5126
19
Madiun 2 6,6 21333
0,7 81,0138877 1209788,486
20
Magetan 2 6 2581
0,8 81,67772034 168648,157
21
Ngawi 2 7 3337
0,8 81,1249037 216571,0429
22
Bojonegoro 4,8 8,7 41947
0,7 49,2036584 1444762,101
23
Tuban 4,5 10 36749
0,7 65,89764791 1695170,864


18

No. Wilayah Xi Yi Vi Ri di
Cost(ViRiDi)
24
Lamongan 6 9 14197
0,4 40,38873605 229359,5543
25
Gresik 6,7 9,7 21934
0,2 46,2087654 202708,6121
26
Bangkalan 7 9 21424
0,4 35,01785259 300088,9896
27
Sampang 9 8,6 3488
0,6 37,25922705 77976,11036
28
Pamekasan 10 8,6 2574
0,7 48,30372656 87033,65452
29
Sumenep 11 9,5 33540
0,8 68,41052551 1835591,22

KOTA

30
Kediri 5 5 2390
0,4 44,11632351 42175,20528
31
Blitar 5 3,5 1301
0,6 60 46836
32
Malang 6,9 4,2 8831
0,4 38,24264635 135088,324
33
Probolinggo 9 5,5 3545
0,6 30 63810
34
Pasuruan 8 6 1459
0,3 13,82931669 6053,091913
35
Mojokerto 6 7 1425
0,3 21,47673159 9181,302757
36
Madiun 2 6,6 3153
0,7 81,0138877 178805,7515
37
Surabaya 7 9 23855
0,01 35,01785259 8353,508735
38
Batu 6,4 5 6408
0,5 29,58462438 94789,13653
525316 1964,030456 15.735.523,93

Dari tabel diatas diketahui pada koordinat Rumah Sakit J iwa (RSJ 2)=(7.4, 6.7), biaya total
transportasi minimal adalah Rp 15.735.523,93. Dapat disimpulkan bahwa pada titik koordinat
kedua (RSJ 2) biaya transportasi yang dibutuhkan lebih murah dari titik koordinat di awal (RSJ 1).
Berikut ini kita ulangi lagi tahapan diawal untuk melihat penghitungan biaya transportasi
minimal paling kecil.
Tabel 6 Perbandingan RSJ 1 dan RSJ 2
Titik X Y di Cost (ViRidi)
RSJ 1 7.5 6.7 1978,291766 Rp.15.748.325,93
RSJ 2 7.4 6.7 1964,030456 Rp. 15.735.523,93

Dari tabel diatas diketahui bahwa titik koordinat lokasi yang biaya transportasinya
minimal lebih kecil adalah pada koordinat RSJ 2 (7.4, 6.7) dengan biaya Rp. 15.735.523,93



19


Gambar 3. Koordinat Kabupaten/Kota dan Lokasi RSJ 1 dan RSJ 2
Keterangan :
Lokasi Rumah Sakit J iwa (RSJ 2)
Lokasi Rumah Sakit J iwa (RSJ 2)





20

BAGIAN IV
PENUTUP

Pemanfaatan dan implementasi gravity models yang pada umumnya dipakai dalam
manajemen inventory dan logistik dalam penentuan lokasi sarana kesehatan dimungkinkan dapat
menjadi metode alternatif dalam menentukan lokasi sarana kesehatan dengan akurasi dan presisi
yang lebih baik. Harapannya lokasi sarana kesehatan yang tepat dapat diakses dan dinikmati oleh
pengguna layanan dan masyarakat.
J auh dari semua keterbatasan penghitungan dan penerapan metode maka segala masukan
dan saran kami terima untuk membuat buku ini menjadi lebih baik. Terimakasih.



















21

Referensi
J ay Heizer and Barry Render, Operations Management, 9th Edition, Pearson Education
International, 2008.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->