P. 1
ContohAkrual

ContohAkrual

|Views: 40|Likes:
Dipublikasikan oleh alamfirman

More info:

Published by: alamfirman on Jan 14, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

INFORMASI PENDAPATAN DAN BELANJA SECARA AKRUAL PADA LAPORAN KEUANGAN (PERDIRJEN PB.

62/2009)
Definisi 1) Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayarkan. 2) Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya pada saat hak dan/atau kewajiban timbul. 3) Belanja secara akrual adalah penurunan manfaat ekonomis atau potensi jasa dalam periode pelaporan yang menurunkan ekuitas, yang dapat berupa pengeluaran atau konsumsi aset atau timbulnya kewajiban. 4) Belanja yang masih harus dibayar adalah kewajiban yang timbul akibat hak atas barang/jasa yang telah diterima/dinikmati dan/atau perjanjian/komitmen yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga/Pemerintah, namun sampai pada akhir periode pelaporan belum dilakukan pembayaran/pelunasan/realisasi atas hak/perjanjian/komitmen tersebut. 5) Belanja dibayar di muka adalah pengeluaran satuan kerja/pemerintah yang telah dibayarkan dari Rekening Kas Umum Negara dan membebani pagu anggaran, namun barang/jasa/fasilitas dari pihak ketiga belum diterima/dinikmati satuan kerja/pemerintah. 6) Pendapatan secara akrual adalah hak pemerintah yang diakui sebagai penambah ekuitas dana dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. 7) Pendapatan yang masih harus diterima adalah pendapatan yang sampai dengan tanggal pelaporan belum diterima oleh satuan kerja/pemerintah karena adanya tunggakan pungutan pendapatan dan transaksi lainnya yang menimbulkan hak tagih satuan kerja/pemerintah dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan. 8) Pendapatan diterima di muka adalah pendapatan yang diterima oleh satuan kerja/pemerintah dan sudah disetor ke Rekening Kas Umum Negara, namun wajib setor belum menikmati barang/jasa/fasilitas dari satuan kerja/pemerintah, atau pendapatan pajak/bukan pajak yang telah disetor oleh wajib pajak/bayar ke Rekening Kas Umum Negara yang berdasarkan hasil pemeriksaan dan/atau penelitian oleh pihak yang berwenang terdapat lebih bayar pajak/bukan pajak.

Informasi pendapatan dan belanja secara akrual diperoleh dari realisasi pendapatan dan belanja berbasis kas disesuaikan dengan transaksi pendapatan dan belanja akrual. Transaksi pendapatan dan belanja secara akrual terdiri dari : 1) Pendapatan yang masih harus diterima. 2) Pendapatan diterima di muka. 3) Belanja yang masih harus dibayar. 4) Belanja dibayar di muka.

1

sampai akhir tahun 2010.000.000.000 500.000.000 75.000 275.000. Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja Secara Akrual pada LRA BASIS KAS *) PENYESUAIAN AKRUAL TAMBAH KURANG BASIS AKRUAL URAIAN PENERIMAAN DALAM NEGERI Penerimaan Perpajakan Penerimaan Negara Bukan Pajak HIBAH JUMLAH PENDAPATAN DAN HIBAH BELANJA Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Pembayaran Bunga Utang Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain 100.000 200.000.000.000.000 300.000.Pendapatan yang masih harus diterima Contoh : Pada tahun 2010 Satker B menyewakan alat berat kepada PT Lestari sebesar Rp75.000.yang digunakan untuk membangun jalan raya.000.000 100.000 500.000. Satker B belum menerima pendapatan sewa dari PT Lestari tersebut.000.000 50. Namun.000.000 275.000.000 200.000 75.000.000.000.000 - - 950.000 50.000 300.000 2 .000 JUMLAH BELANJA *) Sesuai LRA Satker (SAKPA) 950.000..

118.000 - 76.118.118.000 75.500.000 1.000 75.000 1.000 1.118.000 618.000.Kredit : 311311 Cadangan Piutang 75.000 1.118.000 75. Satker B mencatat : Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2010: .118.118.000 Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja pada Neraca : NILAI SECARA KAS BASIS *) Penyesuaian Debet Kredit NILAI AKRUAL NAMA PERKIRAAN ASET ASET LANCAR Piutang Bukan Pajak Persediaan JUMLAH ASET LANCAR JUMLAH ASET EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadang Persediaan JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR JUMLAH EKUITAS DANA JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 500.000 76.000.000 76.000 75.000 75.000 75.Debet : 113211 Piutang PNBP .000.500.000 75.118.000 75.000 1.000.000 618.000.000 76.000 76.000 *) Sesuai Neraca Satker (SAKPA) 3 .000 75.118.000.000 618.000.Maka.118.000 618.000.000 500.

000.000.= Rp150.Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja pada LRA: PENYESUAIAN AKRUAL URAIAN BASIS KAS TAMBAH PENERIMAAN DALAM NEGERI Penerimaan Perpajakan Penerimaan Negara Bukan Pajak HIBAH JUMLAH PENDAPATAN DAN HIBAH BELANJA Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Pembayaran Bunga Utang Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain 100.000.Pendapatan sewa diterima di muka (1 Januari 2011 – 30 Juni 2013) = 30/36 * Rp180. .000 300.000.d..000.000.000.000.000.000.000 300.000 150.Pendapatan diterima di muka Contoh : Pada tanggal 1 Juli 2010 Satker C menerima uang hasil sewa penempatan menara BTS sebesar Rp180..untuk masa 3 tahun ( 1 Juli 2010 s.000.000 500.000 150.000.000.000 500.000 30.000.000.000.Pendapatan sewa tahun 2010 (1 Juli 2010 – 31 Desember 2010) = 6/36 * Rp180.000 50.000 4 .000.000 - - 950.000.000 180.000 180.000.000. 30 Juni 2013).000.000 50.000.000 KURANG BASIS AKRUAL JUMLAH BELANJA 950.000.000.000 100.= Rp30.000.000.000 30.

882.118.000) (148.000 (150.000.000 150.000 1.000.000.000 150.000.Maka.000 500.000) 1.000.000 150.000.000) (150.000 500.118.000) 0 0 0 150.118.000 1.000.000.000 Pembayaran Utang Jangka Pendek .000 0 0 0 150.118.000 1.000) (148.000 1.000 618.882.000 NILAI SECARA KAS BASIS Penyesuaian Debet Kredit NILAI AKRUAL 5 . Satker C mencatat: Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2010: .000.000 (150.118.000 618.Debet : 311611 Dana yang harus disediakan untuk 150.000.000 1.000 618.000) (150.118.000.000.118.000) (150.000 1.000 0 1.000 618.Kredit : 211811 Pendapatan sewa diterima di muka 150.118.000 Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja pada Neraca : NAMA PERKIRAAN ASET ASET LANCAR Piutang Bukan Pajak Persediaan JUMLAH ASET LANCAR JUMLAH ASET KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Pendapatan sewa diterima dimuka KEWAJIBAN EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadang Persediaan Dana yang harus disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR JUMLAH EKUITAS DANA JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 500.000 500.

000 KURANG URAIAN BASIS KAS BASIS AKRUAL JUMLAH BELANJA 950.000 180.000.000.250.000 50.000 180.000.000 500.000 250.000.000 250.000 - 950.000 180.000.000 300.000 300.000..akan dibayarkan pada bulan Januari 2011 (berdasarkan rekening tagihan Januari 2011) Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja pada LRA : PENYESUAIAN AKRUAL TAMBAH PENERIMAAN DALAM NEGERI Penerimaan Perpajakan Penerimaan Negara Bukan Pajak HIBAH JUMLAH PENDAPATAN DAN HIBAH BELANJA Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Pembayaran Bunga Utang Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain 100.Belanja yang masih harus dibayar Contoh : Tagihan Telepon/Listrik/Internet/PAM untuk bulan Desember 2010 pada Satker D sebesar Rp250.000 500.000.000 100.000.000 6 .000.000.000.250.000 180.000 50.000.000.

000 (250.118.000) 0 0 0 250.000 250.Debet : 311611 Dana yang harus disediakan untuk 250.Maka.000 250.000 dibayar Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja pada Neraca : NAMA PERKIRAAN ASET ASET LANCAR Piutang Bukan Pajak Persediaan JUMLAH ASET LANCAR JUMLAH ASET KEWAJIBAN JANGKA PENDEK Belanja barang yang masih harus dibayar KEWAJIBAN EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadang Persediaan Dana yang harus disediakan untuk Pembayaran Utang Jangka Pendek JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR JUMLAH EKUITAS DANA JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 500.000 1.000 868.Kredit : 211212 Belanja barang yang masih harus 250.000 250.000 500.000 7 .000 618.000 (250.000 1.118.000 618.000 500.000 1.000 1.118.000 Pembayaran Utang Jangka Pendek .000 1.118.118.118. Satker D mencatat: Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2010: .000 618.000 500.000) 868.000 250.000) (250.000 618.118.000 1.000 NILAI SECARA KAS BASIS Penyesuaian Debet Kredit NILAI AKRUAL 0 0 0 0 250.000 0 1.000 1.000) (250.118.

000.000.000 300.Belanja dibayar di muka Contoh : Pada tanggal 1 September 2010 Satker E menyewa gedung kantor A sebesar Rp36.000.000 180.Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja pada LRA : PENYESUAIAN AKRUAL URAIAN BASIS KAS TAMBAH PENERIMAAN DALAM NEGERI Penerimaan Perpajakan Penerimaan Negara Bukan Pajak HIBAH JUMLAH PENDAPATAN DAN HIBAH BELANJA Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal Pembayaran Bunga Utang Subsidi Hibah Bantuan Sosial Belanja Lain-lain 100..000.000.000.000 180.000.000.= Rp12.Belanja barang (sewa) yang menjadi beban tahun 2010 (1 Sep’10 – 31 Des’10) = 4/12 * Rp36.000 500.000 8 . .000.000 24.000 250.000.000.000 180.000..000 180.000.000.= Rp24.selama 1 tahun sampai dengan 31 Agustus 2011.000 50.000 KURANG BASIS AKRUAL JUMLAH BELANJA 950.000.Belanja dibayar di muka untuk periode (1 Januari 2011 – 31 Agustus 2011) = 8/12 * Rp36.000 276.000.000 500.000.000.000.000.000.000 - 926.000.000 100.000.000.000 50.000.

118.000 0 500.000.000. Satker E mencatat: Jurnal Penyesuaian 31 Desember 2010: .000 24.118.118.000 24.000 1.000 1.118.000 24.Debet : 113632 Belanja barang dibayar di muka .118.118.000.000 24.000 618.000 24.000 1.000 1.500.Maka.000 24.000.000.000 24.000 25.118.000 25.Kredit : 311311 Cadangan Piutang 24.000 618.000.000 NILAI SECARA KAS BASIS Penyesuaian Debet Kredit NILAI AKRUAL 9 .000 25.000 Penyajian Informasi Pendapatan dan Belanja pada Neraca : NAMA PERKIRAAN ASET ASET LANCAR Piutang Bukan Pajak Uang muka belanja Persediaan JUMLAH ASET LANCAR JUMLAH ASET EKUITAS DANA EKUITAS DANA LANCAR Cadangan Piutang Cadang Persediaan JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR JUMLAH EKUITAS DANA JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA 500.000 0 618.118.000.000 1.000 618.000 25.000 500.000 25.000.000.000 24.118.000.118.000 24.000 24.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->