Anda di halaman 1dari 26

Kelompok 3

Ricky Ardian 09402209 Pajar 09402188 Dadan Haryana R

Testing dan Implementasi Sistem

Manajemen Fungsi Testing


Tugas Manajemen Pengorganisasian Testing Pengendalian Fungsi Testing

Tugas Manajemen
Tugas manajemen secara sederhana adalah untuk mengawasi hasil-hasil dari pekerjaan lainnya.

Area Tanggung Jawab Manajemen


KEPEMIMPINAN Rencana Pengarahan Motivasi DUKUNGAN Asistensi Pelatihan Alat Bantu Metode

PENGENDALIAN Evaluasi Pengarahan Kembali

Teori 5M
Dalam manajemen fungsi testing, dibutuhkan aksi secara langsung dari ketiga area tanggung jawab manajemen, diantaranya : Management (manajemen) Motivation (motivasi) Methodology (metode) Mechanization (mekanisasi) Measurement (pengukuran)

Evolusi Spesialisasi
Di tahun 1950 setiap orang dalam profesi komputasi disebut programmer. Pemogram mendesain program, mengkodekan logika, mengoperasikan sistem dan menyediakan lingkungan pendukung. Beberapa tahun berikutnya spesialisasi baru diadakan, diantaranya system analyst, user analyst, quality assurance analyst. Hingga akhirnya lahirlah spesialis yang dikenal dengan testing specialist atau testing manager sebagai salah satu pemenuhan prinsip independensi.

Tugas & Tanggung Jawab Testing Specialist


Tugas Testing Specialist 1. Memastikan testing di lakukan 2. Memastikan testing didokumentasikan 3. Memastikan teknik testing ditetapkan dan dikembangkan Tanggung Jawab Testing Specialist 1. Menyiapkan rencana dan desain testing 2. Mengorganisasikan aktivitas testing 3. Mengembangkan spesifikasi dan prosedure test 4. Mengembangkan test case 5. Menyiapkan dokumentasi testing, dll

Teori 5C
Untuk mendapatkan seorang testing specialist yang berkualitas sangat sulit. Sangat jarang praktisioner memiliki kesempatan untuk mengerjakan testing dalam waktu yang lama, dan program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan prespektif akan testing hampir tidak ada. Dalam tekanan pekerjaan testing, tester mencari tahu sendiri masalah-masalah testing.

Teori 5C
Kemampuan Kunci yang harus dimiliki seorang testing specialist (dalam Teori 5C) diantaranya: Controlled, individu yang terorganisasi serta terencana secara sistematik Competent, memiliki kemampuan tehnis terhadap tehnik dan alat bantu testing Critical, memiliki kemampuan dalam menemukan masalah Comprehensive, memiliki atensi terhadap detail Considerate, memiliki kemampuan untuk menghubungkan satu dengan yang lainnya dan mengatasi konflik

Pengorganisasian Testing
Pengorganisasian merupakan faktor penting yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam mengelola fungsi testing. Teknik pengorganisasian testing meliputi: Organisasi atau fungsi tes Manajer atau koordinator testing Kebijakan testing Standar dan prosedur testing

Organisasi atau Fungsi Tes


Organisasi atau fungsi tes maksudnya adalah sumber daya ataupun sekumpulan sumber daya yang melakukan aktivitas testing.
Pendekatan-pendekatan Alternatif Organisasi Test

Tidak ada organisasi testing formal. Quality assurance Komite review testing Spesialis testing Pendukung tes software Fungsi jaminan produk

Manajer atau Koordinator Testing


Tanggung jawab manajer testing yaitu mengamati keseluruhan proses dan aktivitas testing. Tugas dan tanggung jawab lainnya, diantaranya :
Pendekatan-pendekatan Alternatif Organisasi Test

Organisasi dan kebijakan tes 1. Menuntun pengembangan untuk memfasilitasi testing 2. Membentuk kebijakan testing organisasi Test dan evaluasi rencana utama 1. Suatu perjanjian akan apa, bagaimana, dan kapan produk akan di test Persiapan dan kesiapan test 1. Merencanakan dan menggunakan alat bantu tes 2. Mengembangakan database tes 3. Menyiapkan spesifikasi tes, dll

Kebijakan Testing
Hal-hal yang menjadi pertimbangan dari Testing Policy Task Force, adalah: Struktur 1. Manajer Terpilih 2. Staf profesional terpilih 3. Manajer Pengguna Utama 4. Quality Assurance atau Manajer Group Audit (jika ada) 5. Konsultan Luar Pertanyaan kunci yang harus diarahkan 1. Metode dan standar testing apa yang tepat? 2. Dimana dan bagaimana tanggung jawab testing dikendalikan? 3. Tipe organisasi apa yang paling efektif? 4. Bagaimana kebijakan testing akan dapat dirawat?

Kebijakan Testing
Tugas utama task force adalah untuk menetapkan suatu kerangka kerja yang didukung oleh seluruh personel utama. task force harus mendefinisikan bagaimana kebijakan mungkin diubah dan prosedur yang digunakan untuk menyampaikan ide dan saran sebagai bagian dari perubahan.

Standar dan Prosedur Testing


Umumnya standar dan prosedur berfokus pada "bagaimana" berbagai tahapan proses pengembangan dapat diselesaikan, lebih daripada "apa" kriteria atau hasil akhir dari kualitas kerja yang dapat diterima.
Beberapa hal yang berkaitan dengan memulai standar dengan standar "apa", sebagai berikut: Standar apa lebih baik dari pada standar bagaimana. Standar apa dapat digunakan untuk memutuskan bagaimana kerja harus dilakukan. Prosedur testing dikembangkan pertama kali harus digunakan sebagai pengukuran efektifitas testing.

Pengendalian Fungsi Testing


Testing menyediakan suatu dasar bagi pengendalian proyek, sehingga sangat dibutuhkan kendali testing secara efektif. Testing terhadap testing menyediakan informasi umpan balik bagi pengendalian fungsi testing untuk memastikan telah berjalan sesuai harapan. Beberapa elemen kunci testing dan pengukuran efektifitas testing sebagai berikut: Pelacakan error, fault dan failure Penganalisaan kecenderungan (trend) Pelacakan biaya testing Pelacakan status testing Dokumentasi testing

Pelacakan Error, fault dan failure


Hal ini meliputi reliabilitas pengambilan informasi terhadap masalah yang dideteksi selama testing atau operasi system, dan kemudian menganalisa dan merangkum infomasi tersebut sehingga kecenderungan dan kejadian tertentu dapat dekenali. Test Log Test Incident Report Sample Problem Tracking Form

Penganalisaan Masalah
Pertanyaan yang harus dijawab dengan analisa insiden:

Penganalisaan Masalah
> Jika Ya Bagaimana ditemukan? Apa yang terjadi dengan tidak benar? Siapa yang membuat error? Kapan dibuat? Mengapa tidak terdeteksi di awal? Bagaimana cara pencegahannya? > Jika Tidak Mengapa insiden terjadi? Bagaimana cara pencegahannya?

Pelacakan Biaya error, fault dan failure

Pelacakan Status Testing


Hal-hal yang berkaitan dengan pelacakan status testing, sebagai berikut: Dimulai dengan pengetahuan terhadap apa yang akan diselesaikan dan hasil yang diharapkan. Membutuhkan pengetahuan akan hasil yang dicapai dan hambatannya. Tergantung pada alur informasi dan pengukuran kinerja. Menyediakan dasar bagi analisa dan pengarahan kembali.

Pelacakan Status Testing


Pelacakan status testing bergantung pada: Definisi atau rencana kerja yang akan dilaksanakan. Reliabilitas informasi dari apa yang telah dilaksanakan.

Dokumentasi Testing
8 dokumen yang telah disetujui standar dokumentasi tes ANSI, sebagai berikut: 1. Rencana tes, mendefinisikan pendekatan dan rencana untuk kerja testing. 2. Spesifikasi disain tes, menetapkan pendekatan tes dan mengidentifikasikan tes. 3. Spesifikasi test case, menetapkan spesifikasi tes case yang diidentifikasikan dengan spesifikasi disain tes. 4. Spesifikasi prosedur test, menjelaskan detil tahapan dalam melaksanakan sekumpulan test cases

Dokumentasi Testing
5. Transmital item test, mengidentifikasikan itemitem tes yang akan disiapkan untuk testing. 6. Log test, mencatat testing yang dilaksanakan. 7. Laporan insiden test, dokumentasi masalah. 8. Laporan rangkuman test, merangkum hasil tes yang diasosiasikan dengan satu atau lebih spesifikasi disain tes.

Discussion Time