Anda di halaman 1dari 1

Wena, made. 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual operasional.

Malang: Bumi Aksara

Pembelajaran Berbasis modul


Kalangan pendidik sangat menyadari bahwa kreativias berfikir anakanak Indonesia masih memprihatinkan (Mangunwijaya, 1998; Drost, 1998). Kondisi anak-anak Indonesia yang demikian tentu tidak bisa dilepaskan dari sistem pendidikan / pembelajaran yang kini dilakukan pada jenjang pendidikan. Rendahnya hasil belajar anak-anak Indonesia di bidang sains yang belum memberi peluang anak untuk dapat mengembangkan konsepsinya tentang sains secara benar, yaitu mengkonstruksi. Menurut Gardener (1991) para siswa sekolah menengah sering mengalami kesulitan memahami konsep-konsep sains. Kondisi pembelajaran yang demikian juga terjadi pada proses pembeajran di berbagai jenjang pendidikan. Dilihat dari sisi guru, dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar guru merasa sulit mengintegrasikan pendekatan-pendekatan pembelajaran yang inovatif, karena merasa kekurangan pengetahuan tentang masalah tersebut. Akibatnya guru sampai saat ini masih menggunakan pendekatan mengajar tradisional, yang belum mampu menumbuhkan kreativitas dan kebiasaan berfikir produktif, yang merupakan dimensi paling utama dari dimensi belajar. Demikian pula penggunaan cara-cara mengajar yang lama, akan cenderung mematikan kreativitas anak. Pada sisi lain, pelaksaan pembelajaran saat ini lebih banyak dilakukan secara klasikal. Dalam pembelajarna klasikal semua siswa dianggap sama dalam segala hal baik kemampuan, gaya belajar, kecepatan pemahaman, memotivasi belajar dan sebagainya; padahal fakta menunjukkan bahwa karakteristik siswa sangat berbeda antara satu siswa dengan siswa yang lain. Dalam kondisi belajar yang demikian, prbedaan karakteristik sis

Anda mungkin juga menyukai