Anda di halaman 1dari 3

Prioritas Indonesia: Olimpiade atau World Games?

Indonesia meraih sukses luar dalam pada SEA Games XXVI, yakni sebagai penyelenggara sekaligus sebagai juara umum. Sebuah kebahagiaan yang tak terkira bagi masyarakat olahraga tanah air yang telah sekian lama rindu kemenangan. Para atlet telah berhasil memanfaatkan peluang dan keuntungan semaksimal mungkin untuk menghimpun medali emas, perak, dan perunggu sehingga kontingen Merah-Putih tampil sebagai yang terbaik di kawasan Asia Tenggara. Setiap cabang olahraga, tanpa menganakemaskan satu atas yang lainnya, telah berjasa mengangkat reputasi olahraga Indonesia, setidaknya secara kuantitas, di arena internasional. Maka kita patut berterima kasih kepada mereka semua. Secara kuantitas prestasi olahraga Indonesia sangat membanggakan. Raihan medali emas pada SEA Games XXVI ini boleh dikatakan fenomenal di tengah minimnya prestasi Indonesia pada arena internasional beberapa tahun terakhir. Paling tidak, timbul semangat baru bagi pencinta olahraga pada khususnya, dan masyarakat Indonesia pada umumnya, untuk merasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Diharapkan bahwa sukses menjadi juara umum SEA Games tahun ini dapat memperkuat nasionalisme dan kecintaan kepada tanah air. Peta kekuatan Indonesia dalam Olimpiade 2012 Sebagai proses pembinaan olahraga yang berkelanjutan, SEA Games bukanlah sebuah persinggahan akhir bagi kiprah atlet dalam kegiatan multievent tingkat internasional. Meskipun tidak berlaku secara absolut, prestasi dalam lingkup regional Asia Tenggara dapat menjadi tolok ukur kemampuan menuju persaingan antarkawasan, seperti Asian Games, Olimpiade, atau World Games. Berawal dari capaian yang baru saja kita dapatkan, maka Indonesia dapat memetakan kekuatan sendiri guna mengikuti persaingan multinasional secara lebih efektif dan efisien. Tahun depan masyarakat olahraga dunia akan disuguhi multievent terbesar, yakni Olimpiade, yang akan berlangsung di London, Inggris. Sekurang-kurangnya terdapat 20 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam SEA Games XXVI juga akan dipertandingkan dalam Olimpiade London 2012. Dengan mengabaikan sejumlah perbedaan event/nomor pada beberapa cabang olahraga yang diperlombakan dalam SEA Games dari yang akan diperlombakan dalam Olimpiade 2012, kita telah dapat meraba peluang Indonesia pada pesta olahraga terbesar di dunia tersebut. Dengan menghitung perbandingan total medali emas dengan jumlah medali emas dari cabang olahraga Olimpiade, raihan medali emas kontingen Indonesia tidak mencapai separuhnya (46%). Berdasarkan hitungan kasar, persentase ini menempatkan Indonesia pada urutan ke-6 (lihat Tabel 1). Persentase tertinggi diraih Singapura (92%), disusul Thailand (80%), Malaysia (66%), Vietnam (61%), dan Filipina (47%). Indonesia hanya mampu mengungguli Laos (33%), Myanmar (31%), dan Timor-Leste serta Brunei Darussalam (0%). Dengan kata lain, justru Singapura-lah negara Asia Tenggara yang paling siap untuk menuju Olimpiade London, sedangkan Indonesia perlu berbenah.

Tabel 1. Perbandingan raihan medali emas cabang olahraga Olimpiade 2012 dengan medali emas total SEA Games XXVI/2011 Medali Emas total SEA Medal Emas Cabor Games XXVI/2011 Olimpiade 2012 1 Singapura 42 39 2 Thailand 109 86 3 Malaysia 59 39 4 Vietnam 96 59 5 Filipina 36 17 6 Indonesia 182 85 7 Laos 9 5 8 Myanmar 16 3 9 Kamboja 4 4 10 Timor-Leste 1 0 11 Brunei Darussalam 0 0 Sumber: Data diolah dari klasemen medali SEA Games XXVI (2011) Asa untuk World Games 2013 Secara singkat, World Games adalah sebuah multievent olahraga tingkat dunia yang memperlombakan cabang olahraga yang tidak/belum diperlombakan dalam Olimpiade. World Games sering dijadikan arena untuk magang sejumlah cabang olahraga sebelum diterima resmi oleh IOC sebagai bagian dari agenda Olimpiade. World Games memperlombakan, antara lain, panjat dinding, wushu, karate, senam aerobik, paragliding, ski air, dan sepatu roda. Pada SEA Games XXVI Indonesia mendominasi cabang olahraga World Games. Maka dari itu tidak ada salahnya jika pembina olahraga nasional segera menetapkan prioritas dan agenda kegiatan olahraga multievent internasional yang akan diikuti. Cabang-cabang olahraga World Games menyumbang 30 persen medali emas bagi kontingen Indonesia (lihat Tabel 2). Tabel 2. Perbandingan raihan medali emas cabang olahraga World Games 2013 dengan medali emas total SEA Games XXVI/2011 Medali Emas total SEA Medal Emas Cabor Games XXVI/2011 World Games 2013 1 Indonesia 182 55 2 Malaysia 59 17 3 Filipina 36 9 4 Singapura 42 6 5 Vietnam 96 9 6 Thailand 109 8 7 Myanmar 16 1 8 Laos 9 0 9 Kamboja 4 0 10 Timor-Leste 1 0 11 Brunei Darussalam 0 0 Sumber: Data diolah dari klasemen medali SEA Games XXVI (2011) Rank Negara Perbandingan 0,3022 0,2881 0,2500 0,1429 0,0938 0,0734 0,0625 0,0000 0,0000 0,0000 0,0000 Rank Negara Perbandingan 0,9286 0,8037 0,6610 0,6146 0,4722 0,4670 0,3333 0,3125 0,0000 0,0000 0,0000

Berdasarkan prestasi para atlet dari kategori World Games, Indonesia menunjukkan dominasinya dengan meraih juara umum cabor karate, sepatu roda dan panjat dinding. Dari sini dapat kita tetapkan efisiensi dan efektivitas program. Permasalahannya ialah bahwa popularitas World Games di hadapan masyarakat olahraga tanah air kalah dari Olimpiade. Dengan kata lain, World Games kalah gengsi dari Olimpiade sehingga ada kesan bahwa KONI selaku top organisasi olahraga Indonesia enggan untuk memaksimalkan pembinaan ke arah World Games. Paradigma inilah yang perlu kita rubah. Ketika fakta di lapangan membuktikan hal lain daripada angan yang dibangun oleh para pembina olahraga, maka hendaknya kita harus bersikap realistis. Dengan sisa 9 bulan menuju Olimpiade London, Indonesia harus sadar bahwa untuk meraih prestasi maksimal pada event akbar tersebut adalah pekerjaan yang sangat berat. Sementara itu, ada jeda waktu yang relatif lebih panjang menuju World Games 2013 yang akan berlangsung di Cali, Kolombia. Indonesia dapat melakukan persiapan secara serius untuk berperan serta. Dengan target efektif dan efisien, maka hasil yang kelak diraih lebih menjanjikan dan hemat waktu serta biaya. Bravo olahraga Indonesia!