MAKALAH AKUNTANSI BIAYA

SISTEM BIAYA TAKSIRAN

Nama kelompok

: 1. Dalila Nurqifthiyyah 2. Erlin Muliana 3. Marsha Fransisca Andriasmi 4. Nur Resti 5. Eko Mardiyanto 6. Ryant Gugy N.

Kelas

: 3DA01

Mencatat harga pokok produk atau jasa ke dalam rekening buku besar. Penggunaan beberapa dokumen dasar pada sistem ini dapat dikurangi dan perhitungan harga pokok atau jasa dapat dengan cepat diadakan. Konsep Dasar dan Pengertian Biaya Taksiran Sistem harga pokok taksiran adalah salah satu sistem harga pokok yang ditentukan di muka untuk mengolah produk atau jasa tertentu dengan jalan menentukan besarnya biaya bahan baku (raw material cost). Mengantar ke pemakaian sistem harga pokok standar (standard costing ). Manajemen memerlukan informasi biaya untuk pengambilan keputusan tentang produk atau jasa sebelum diolah. Sistem harga pokok taksiran merupakan transisi dari pemakaian sistem harga pokok sesungguhnya menuju pemakaian sistem harga pokok standar. b. serta menentukan besarnya selisih yang timbul. dan pemakaian harga pokok taksiran menyediakan informasi kepada manajemen untuk pengambilan keputusan tersebut. Dapat menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan (decision making) . sehungga dapat mengurangi besarnya biaya administrasi. 2. Dapat mengurangi atau menekan biaya adminstrasi ( administrative expense). Membandingkan biaya taksiran dengan biaya yang sesungguhnya terjadi. Kelemahan Sistem Harga Pokok Taksiran . Harga pokok taksiran yang sudah ditentukan akan dipakai sebagai dasar untuk : a. biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) dan biaya overhead pabrik (factory overhead) yang diperlukan untuk mengolah produk atau jasa tersebut di waktu yang akan datang. Kebaikan Sistem Harga Pokok Taksiran 1. 3.Sistem Biaya Taksiran A.

Timbulnya selisih biaya yang besar dapat mengakibatkan pengambilan keputusan yang keliru. Bila menggunakan sistem upah perpotong (buah) poduk yang dihasilkan. Penentuan Biaya Taksiran Tanggung jawab penyusunan besarnya harga pokok taksiran berada pada cost estimator yang berada dibawah bagian teknik produksi dan memiliki kapabilitas untuk pekerjaan tersebut. maka sisa bahan tersebut diperlakukan sebagai pengurang taksiran biaya bahan baku. (c) trend dan prediksi harga pasar dan sebagainya. karena pengambilan keputusan dilakukan sebelum produk atau jasa tersebut diolah. (c) catatan prestasi masa lalu. 1. besarnya taksiran biaya tenaga kerja langsung dapat ditentukan dengan menaksir waktu yang diperlukan . Dasar penentuan yang digunakan dalam menentukan taksiran kuantitas bahan baku adalah : (a) spesifikasi teknis dari produk yang akan diolah. B. Apabila di dalam pengolahan timbul sisa bahan(scrap) yang mempunyai nilai. (b) pilot runs. Taksiran biaya bahan baku (estimated raw material cost) Taksiran biaya bahan baku meliputi taksiran kuantitas (estimated quantity) setiap jenis bahan baku yang diperlukan untuk mengolah setiap satuan produk tertentu dan taksiran harga setiap jenis bahan baku yang diperlukan terebut.1. (b) daftar harga dari suplier. Bila sistem yang digunakan perusahaan sistem upah per jam kerja langsung. Faktor-faktor yang dapat dipakai sebagai dasar penentuan taksiran harga bahan baku dapat berasal dari beberapa sumber seperti : (a) kontrak pembelian bahan jangka panjang. besarnya taksiran biaya tenaga kerja langsung dapat diperoleh dari penentuan taksiran upah perpotong yang akan digunakan untuk waktu yang akan datang. 2. Harga pokok taksiran yang ditentukan kurang teliti baru dapat dikoreksi pada akhir periode setelah selisih biaya dihitung dan dialokasikan. Taksiran biaya tenaga kerja langsung (estimated direct labor cost) Besarnya taksiran biaya tenaga kerja langsung dipengaruhi oleh sistem pengupahan yang berlaku di perusahaan. 2. (d) rata-rata pemakaian bahan baku dari produk yang telah selesai dan sebagainya.

untuk mengolah satu satuan produk dan menaksir besarnya tarif biaya tenaga kerja langsung perjam yang akan berlaku untuk waktu yang akan datang. 2. Untuk menentukan biaya taksiran setiap buah produk yang dihasilkan maka jumlah taksiran BOP tersebut dibagi dengan taksiran kapasitas yang akan dipakai sebagai dasar pembebanan BOP. 3. Pada metode ini besarnya harga pokok taksiran ditentukan pada awal periode untuk setiap produk yang dihasilkan. maka besarnya taksiran biaya tenaga kerja langsung ditentukan dengan menjumlah total biaya tenaga kerja langsung dalam satu periode dibagi volume produksi yang ditaksir (direncanakan) akan dihasilkan dalam periode tersebut. Metode harga pokok pesanan (job cost method). Untuk perusahaan ygang menggunakan sistem upah tenaga kerja langsung atas dasar upah tetap per bulan. Produk yang dihasilkan tergantung dari spesifikasi dari pemesan. . Pemakaian Sistem Harga Pokok Taksiran 1. Besarnya harga pokok taksiran pada metode ini dipengaruhi oleh spesifikasi produk yang dipesan dan faktor-faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan. Metode harga pokok proses (process cost method). sedangkan apabila produk diproses melalui beberapa departemen maka besarnya harga pokok taksiran ditentukan untuk setiap departemen dimana produk tersebut diproduksi. Karakteristiknya adalah bentuk produk yang sifatnya homogen tanpa dipengaruhi oleh spesifikasi yang diminta oleh pembeli. Besarnya harga pokok taksiran untuk setiap pesanan belum dapat ditentukan pada awal periode akan tetapi harus dihitung pada saat akan memnerima pesanan tertentu yang sekaligus harga pokok taksiran tersebut dapat dipakai manajemen untuk memutuskan ditolak atau diterimanya pesanan tersebut. Taksiran biaya overhead pabrik (estimated FOH) Dimulai dengan menaksir besarnya setiap elemen biaya overhead pabrik dalam periode tertentu yang dikelompokkan pula atas dasar tingkat variabilitas biaya ( biaya tetap dan biaya variabel ).

serta memindahkan selisih biaya ke dalam rekening selisih biaya. Rekening harga pokok penjualan didebit sebesar harga pokok taksiran atas produk selesai yang dijual 6. serta rekening BOP didebit dan dikredit sebesar harga pokok atau biaya yang sesungguhnya. 4. selanjutnya selisih tersebut dialokasikan kembali ke dalam rekening harga pokok penjualan. dan rekening persediaan produk dalam proses. . 8. 7. dengan jalan membandingkan jumlah debit setiap rekening barang dalam proses (menunjukkan biaya sesungguhnya) dengan sebelah kredit rekening barang dalam proses yang sama (menunjukkan harga pokok taksiran). 5. Perlakuan akuntansi sebagai berikut : 1. Perlakuan Akuntansi Terhadap taksiran Biaya Di dalam akuntansi biaya terdapat bahasan tentang system biaya taksiran (estimated cost) . Harga pokok taksiran disusun untuk dimasukkan kedalam sistem akuntansi perusahaan 2. Rekening persediaan produk selesai didebit sebesar harga pokok taksiran aas produk selesai dan dikredit sebesar sebesar harga pokok taksiran atas produk selesai yang dijual. persediaan produk selesai. Rekening ini dikredit atas produk yang selesai atau produk dalam proses pada akhir periode sebesar harga pokok taksiran. biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dibebani (didebit) dengan biaya yang sesungguhnya dinikmati. biaya gaji dan upah. Rekening barang dalam proses untuk biaya bahan baku. Rekening persediaan bahan baku. Pada akhir periode dihitung selisih biaya yang timbul.C. 3. Setelah rekening selisih biaya dihitung. Pada akhir periode harga pokok produk dalam proses dipindahkan dari setiap rekening barang dalam proses ke dalam rekening persedian produk dalam proses sebesar harga pokok taksirannya.

awal Bhn Baku (beginning raw material inventory) Rp.akhir Bhn baku (ending raw material inventory) Rp.3200 Rp. y Harga jual per unit Rp. 200.000 Persed.200.000 . Dalam menentukan anggaran biaya produksinya (budget of production costs).810.000 y BTKL (direct labor cost) sesungguhnya Rp.9000 Data produksi selama bulan Oktober 1999 adalah sebagai berikut : Produk jadi (finished goods) ditransfer ke gudang 1000 unit Produk dlm proses akhir (goods in process) 200 unit Data lain yang berkaitan dengan produksi selama bulan Oktober 1999 adalah: y Persed.000 y Pembelian Bhn baku (raw material purchase) selama bulan Oktober yang dilakukan secara kredit adalah Rp.100.11.D.000 y Produk yang terjual selama bulan Oktober adalah sebanyak 90 % dari produk jadi. Jawaban : 1.4. Contoh Perhitungan dan Jurnal Contoh soal 1 : PT.300.000.000 Utang dagang Rp4.ICHIBAN menggunakan sistem biaya taksiran. PT.1.4000 Rp. BBB (raw material cost) BTKL (direct labor cost) BOP (FOH) Jumlah biaya taksiran Rp. Pembelian Rp.000 Rp.000.000 y BOP (factory overhead) sesungguhnya Rp.1800 Rp.3.BB Rp.BB Persed.000 Diminta : Buatlah jurnal yang diperlukan untuk mencatat semua transaksi yang terjadi selama bulan oktober 1999 beserta perhitungannya.000 2.000. Mencatat pembelian bahan baku.ICHIBAN adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalm produksi tas yang diolah melalui satu departemen produksi. Mencatat biaya bahan baku yang sesungguhnya dipakai (raw material used).4.250.000 y Persed. BDP-BBB Rp. 300.4.

BBB BTKL BOP = 1000 x 4000 = 4.1.9. BDP-BTKL Rp.810.000 Rp.1.1.000 = 1000 x 3200 = 3.produk jadi Rp.4.250.000.Taks.000 Rp.300.000. Mencatat BOP yang sesungguhnya terjadi.200.000.300.250.000 + 4.000. Persed BB awal bulan Pembelian 300.200.000 4.000 BDP-BBB BDP-BTKL BDP-BOP Perhitungan : Kuantitas produk yang dihasilkan x bi. Taksiran per satuan.000 Rp.100. Mencatat HP.000 Rp.000 4.000 + 9.000 BOP 5.810. BDP-BOP Rp.000.000 = 1000 x 1800 = 1.800.3.000 . Mencatat BTKL yang sesungguhnya.BB akhir bulan BBB selama bulan Oktober 2000 200.3.000 HP.000 Gaji dan upah Rp.produk dalam proses Rp.produk jadi 6.000 4.3.1.000.000 HP.800.000 Perhitungan: HP.Persed.Persed. Persed.produk dalam prosesakhir bulan. Persed. Mencatat HP produk jadi.Pembelian Rp.4.000 3.

800.persed.9.1. Mencatat selisih antara biaya taksiran dengan biaya sesungguhnya.000 9.140.250.000 + 1.000 Selisih BTKL = 3.100. BDP akhir x bi. Mencatat HP produk yang terjual.320.000.11.180.BDP-BBB BDP-BTKL BDP-BOP Perhitungan : Unit ekuiv. 1800 = 180.produk dlm proses akhir 7.000 4. Piutang dagang Rp.810.800.000 BDP-BTKL Rp.000 HP.270.000 Rp.4000 = 800.000 Persed.100.000 .000 3.000 8.000 = 170.per satuan BBB BTKL BOP = 200 x 100% x Rp.000 Rp.000 + Rp.000 Rp.000 180.8.300. HPP Rp.900.100.000 = 200 x 50 % x Rp.200.140.taks.000 Selisih BOP = 1.000 = 270.000 = 200 x 50 % x Rp. BDP-BBB Rp.700.000 BDP-BOP Selisih Perhitungan: Selisih BBB = 4.900.000 320.900.000 Perhitugan: (90% x 1000 unit) x Rp.000 1.000 800.170.9000 = 8.100. 3200 = 320.000 Hasil penjualan 1.produk jadi Rp.9.8.000 Rp.000 = 9. Mencatat penjualan bulan Oktober 2000.000 = 700.000 Perhitungan : (90% x 1000 unit) x Rp.000 Rp.

5000 Rp. e. d. BK 80%) Produk jadi ditransfer ke gudang (finished goods & transfered out ) Pers. b.000 BTKL (direct labor cost ) Rp. Menutup saldo rekening selisih ke rekening HPP.30. Mencatat selisih antara biaya taksiran dengan biaya sesungguhnya.5000 Jumlah Rp.000 Biaya karyawan tidak lgs (indirect labor Rp. perusahaan menggunakan sistem biaya taksiran. BTKL (direct labor cost ).500 untuk masing-masing ukuran. brg dlm proses (goods in process inventory ) 01/05/1999 : . Mencatat BBB ( raw material cost ). 17. Bk 90%) . Perbedaan yang terjadi antara biaya taksiran dengan biaya sesungghnya dibebankan ke rekening HPP. f.000 BTKL (direct labor cost ) Rp.500.000 Rp. T-shirt yang terjual adalah sebanyak 1800 potong untuk ukuran L dan 1500 potong untuk ukuran M. . 2.300.7000 Rp. BK 100%) Ukuran M (potong) 500 1800 300 1600 200 - 150 Data lain yang diperoleh adalah : Bahan baku kaos telah dimasukkan semua pada awal proses.ukuran L(BBB 100%.922.BDP ( goods in process ).000 Rp.5000 BOP (FOH ) Rp.15.BEZITA membuat dua macam ukuran T-shirt. BOP ( FOH ) sesungguhnya.28. BK 80%) .Mei1999. Membalik jurnal penyesuain tgl 30 April 1999 mengenai persed. 45.16. Harga jual per potong Rp. g.000 Biaya depresiasi ( depreciation ) Rp.ukuran M (BBB 100%. Mencatat HP produk jadi bulan Mei 1999. brg dlm proses (goods in process ) 31/05/1999 : . Mencatat penjualan T-shirt & HP produk yang terjual. c. Mencatat HP pers. Diminta : Buatlah jurnal untuk : a. BDP akhir bl. 2.000 y Data yang ditunjukkan dari catatan perusahaan adalah : BBB ( raw material cost ) Rp.ukuran L (BBB 100%. 10.28.600.ukuran M (BBB 100%. y Biaya taksiran per potong untuk bulan Mei 1999 adalah sebagai berikut : Ukuran M Ukuran L Bahan kaos ( raw material ) Rp.000. Untuk menentukan anggarannya.000 Ukuran L Pers.500 Biaya listrik ( electric cost ) Rp.Contoh Kasus 2 PT.

000 BDP-BBB 5.000 12.400.600.000 Perhitungan : Ukuran L BBB BTKL 500 x 100%x 16000 8.000 BDP-BOP 3.150.500. Membalik jurnal penyesuaian BDP-BBB 12.000 Pers.450.500 Bermacam rek.500 BDP-BOP 1. JAWABAN KASUS 2 a.000 BOP Total Perhit.400.000 Gaji & upah 17.250.000 b.300.000 BDP-BTKL 1.000 300 x 80% x 5000 1.000.600.922. Mencatat HP pers.800.000 9.500.000 300 x 80% x 5000 Jumlah 12. Mencatat biaya ±biaya sesungguhnya BDP-BBB 45.000 20.000 BDP-BTKL 17.produk jadi Ukuran L 1800 x 16000 1800 x 7000 1800 x 5000 Ukuran M 1600 x 15000 1600 x 5000 1600 x 5000 Jumlah BBB 28.000 1.000.350.000 90.682.000.900.900.000 52.BDP akhir Pers.500.000 8.200.000.000 BDP-BBB 52.000 500 x 90% x 7000 3.000 BDP-BTKL 4.800.000 Pers.000 8.000.000.200.000 c. Mencatat HP produk jadi Pers.BDP akhir : Ukuran L .350.922.450.495.500 BDP-BOP 14.362.600.000.000 17.500.000 BDP-BTKL 20.800.500.000 3.000 d.BB 45.000 4.000 500 x 90% x 5000 Ukuran M 300 x 100% x 15000 4.000 24.000 BTKL BOP 2.450.000 BDP-BOP 17. Pers.BDP 20.500 Perhit.produk jadi 90. yg dikredit 14.BDP akhir 8.

000 .500 f.000 h.produk jadi 87.000 1500 x 30500 = 45.000 1.650.000 200 x 80% x 7000 1.000 BDP-BTKL 10.500 Selisih 272.000 1800 x 30500 = 54.000 8.000 Pers.500 e.200 x 100% x 16000 3.400.000 g. Mencatat HP brg yg terjual HPP 87.200.000 Pers.000 1500 x 25000 = 37. Mencatat selisih yang terjadi BDP-BBB 250.120.900.000 562.produk jadi 100.500 800.650.000 200 x 80% x 7000 ukuran M 150 x 100% x 15000 2.500. Mencatat penjualan T-shirt Piutang dagang 100.900.750.000 1800 x 28000 = 50. Menutup saldo rekening selisih ke rekening HPP HPP 272.682.500 150 x 75% x 5000 Jumlah 5.500 Selisih 272.250.000 150 x 75% x 5000 562.362.900.495.450.500 1.000 BDP-BOP 12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful