Anda di halaman 1dari 8

Undang-undang Praktek Keperawatan

Tri Lestari Handayani, M.Kep.,Sp.Mat

www.kotepoke.org | Dico

Pendahuluan
Perawat Indonesia (lebih dari 500.000) dan merupakan 60 % dari total tenaga Kesehatan Indonesia dengan memberi pelayanan di daerah terpencil, perbatasan, desa-desa tertinggal, pulau-pulau terluar dan seluruh tatanan pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia. Masyarakat perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai oleh tenaga perawat yang berkualitas dengan dasar regulasi yang memadai. Disamping itu bagi perawat juga terlindungi dari berbagai resiko kerja dan tuntutan hukum.

www.kotepoke.org | Dico

Pendahuluan
telah di tanda tanganinya Mutual Recognition Agreement (MRA) di 10 negara ASEAN terutama bidang keperawatan yang akan di berlakukan tahun 2010. Dimana diantara 10 negara Asean tersebut hanya 3 negara yang belum memiliki Undang-Undang Keperawatan yaitu; Indonesia, Laos dan Vietnam. Maka dapat dibayangkan bahwa masyarakat Indonesia akan menjadi sasaran empuk tenaga-tenaga kesehatan asing, tenaga perawat dalam negeri terpinggirkan, pengakuan rendah dan gaji yang tidak memadai.

www.kotepoke.org | Dico

Pendahuluan
Dengan tidak adanya Badan Regulator Independen (konsil Keperawatan) ini mengakibatkan pengakuan lulusan keperawatan Indonesia belum setara terutama di tingkat internasional. Rendahnya pengakuan ini lebih di sebabkan karena tidak adanya jaminan bahwa perawat asal Indonesia Kompeten di bandingkan perawat Negara lain, Disamping itu dengan tidak adanya Badan Regulator Independen mengakibatkan perawat luar negeri siap menyerbu masuk ke Indonesia tanpa filter, akibatnya ancaman pengangguran terpelajar sudah didepan mata.

www.kotepoke.org | Dico

Proses penyusunan Prolegnas


Proses penyusunan Prolegnas diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penyusunan dan Pengelolaan Program Legislasi Nasional. Secara teknis, Prolegnas disusun melalui beberapa tahapan. Garis besar tahapan tersebut yaitu : 1. Tahapan Penyusunan Rencana Legislasi 2. Tahapan Penyusunan Program Legislasi di Lingkungan Pemerintah dan di DPR 3. Tahapan Koordinasi Penyusunan Program Legislasi Nasional 4. Tahapan Penetapan Rancangan UU Praktek keperawatan menduduki urutan ke 24
www.kotepoke.org | Dico

Alasan mengapa Undang-Undang Praktik Keperawatan dibutuhkan


Pertama, alasan filosofi. Perawat telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatan derajat kesehatan. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan pemerintah dan swasta, dari perkotaan hingga pelosok desa terpencil dan perbatasan. Tetapi pengabdian tersebut pada kenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum, bahkan cenderung menjadi objek hukum. Perawat juga memiliki kompetensi keilmuan, sikap rasional, etis dan profesional, semangat pengabdian yang tinggi, berdisiplin, kreatif, terampil, berbudi luhur dan dapat memegang teguh etika profesi. Disamping itu, Undang-Undang ini memiliki tujuan, lingkup profesi yang jelas, kemutlakan profesi, kepentingan bersama berbagai pihak (masyarakat, profesi, pemerintah dan pihak terkait lainnya), keterwakilan yang seimbang, optimalisasi profesi, fleksibilitas, efisiensi dan keselarasan, universal, keadilan, serta kesetaraan dan kesesuaian interprofesional (WHO, 2002).
www.kotepoke.org | Dico

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO 20 TENTANG PRAKTEK KEPERAWATAN

Menimbang a. bahwa pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;
www.kotepoke.org | Dico

Sumber
http://www.inna-ppni.or.id/

www.kotepoke.org | Dico