Anda di halaman 1dari 4

Hubungan Antara Green Manufacturing dengan Nilai Nilai Islam

Nindya Shannaz Pragustien Program Studi Teknik Industri, Universitas Al Azhar Indonesia Kontak Person: Nindya Shannaz Pragustien
Kompleks Masjid Agung Al Azhar, Jl. Sisingamangaraja, Jakarta 12110

Tel.7244456, fax. 7244767, Email : nindyhime@gmail.com


ABSTRAK- Islam merupakan agama yang berasal dari wahyu Allah. Islam juga menyuruh umatnya untuk memiliki ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Salah satu ilmu yang dipelajari adalah ilmu teknik industri berupa konsep Green Manufacturing. Green Manufacturing merupakan suatu konsep manufaktur yang memproduksi barang atau jasa dengan meminimalkan waste maupun limbah serta tidak membahayakan lingkungan. Di dalam islam juga terdapat firman Allah yang menjelasan tentang menghindari sifat boros dan menjaga lingkungan alam dengan baik. Kata Kunci Manufacturing, Islam I. Pendahuluan Konsep industri yang sering diterapkan oleh perusahaan industri manufaktur adalah Lean Manufacturing yaitu sebuah konsep industri yang memiliki makna manufacturing without waste. Dimana sebuah industri manufaktur yang tidak menghasilkan limbah dalam bentuk apapun. Padahal sebagian besar perusahaan membuang dengan percuma sebanyak 70%-90% dari sumber daya yang mereka miliki. Lean Manufacturing secara mendasar juga berupaya untuk menyediakan produk yang tepat, untuk lokasi yang tepat, pada saat Industri, Green yang tepat, dalam jumlah yang tepat dengan secara bersamaan meminimalkan pemborosan (waste) dan menjadi fleksibel serta terbuka terhadap berbagai perubahan. Namun secara umum teknik industri juga memiliki tujuan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas dan produktifitas, dimana tujuan tersebut dapat dicapai salah satunya dengan mengurangi pemborosan waktu, biaya dan bahan baku. Salah satu metode yang digunakan dalam teknik industri untuk meminimalkan pemborosan serta menjaga lingkungan adalah metode green manufacturing. Dimana, saat ini aspek lingkungan menjadi isu penting dan strategi yang harus disikapi oleh industri dengan baik. Secara umum, pergeseran respons dari dunia industri yang biasanya bersikap reaktif terhadap isu lingkungan menjadi lebih proaktif dan antisipatif. Indikasi ini dapat ditunjukkan dari diterimanya secara internasional konsep standart ISO 14000 dalam sistem manajemen lingkungan yang diterapkan dalam berbagai industri manufacturing didunia. Selain industri manufacturing yang menerapkan sistem manajemen lingkungan, agama islam juga sangat memperhatikan lingkungan. Dimana islam memperhatikan seluruh kebutuhan hidup manusia dan memiliki aturan-aturan untuk seluruh persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup manusia baik secara individu maupun sosial.

Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep industri green manufacturing dengan nilai-nilai ajaran agama Islam. II. Kerangka Teori II.1 Islam Islam sebagai sebuah nama dari nama agama tidak diberikan oleh para pemeluknya melainkan kata Islam pada kenyataannya dicantumkan dalam Quran,yaitu: 1. Wa radhitu lakum al-Islama dinan artinya Dan Allah mengakui bagimu Islam sebagai Agama. 2. Inna ddina inda ilahi al Islam artinya Sesungguhnya agama disisi Allah adalah Islam. Berdasarkan 2 (dua) surah tersebut maka jelaslah bahwa nama Islam diberikan oleh Allah sebagai sebuah nama agama dan bukan nama hasil ciptaan manusia yang memeluk agama tersebut. Penyebutan Islam dengan Muhammadanisme, Mohammedan Law, Muhammadaansch Recht atau sejenisnya tidak tepat dan dapat membawa kekeliruan arti, karena islam ialah wahyu dari Allah bukan ciptaan Muhammad. II.2 Islam dan ilmu pengetahuan

Allah menciptakan alam semesta ini untuk kesejahteraan umat manusia. Manusia disuruh untuk mengelola alam ini agar dapat dimanfaatkan guna keperluan hidup mereka. Untuk mengelola alam ini tentu saja diperlukan akal. Allah menyuruh manusia menggunakan akalnya. Islam juga menghendaki umatnya untuk memiliki ilmu pengetahuan, baik ilmu pegetahuan agama maupun ilmu pengetahuan umum. Dalam pandangan Islam, ilmu itu tergolong suci. Ilmu merupakan barang yang sangat berharga bagi kehidupan seseorang, Ilmu itu bagaikan lampu atau cahaya. Bahwa tidak dapat seseorang berjalan di malam

yang gelap, kecuali dengan lampu. Demikian pula halnya, tidak dapat seseorang membedakan yang baik dengan yang buruk, kecuali dengan ilmu. Islam tidak hanya cukup pada perintah menuntut ilmu, tetapi menghendaki agar seseorang itu terusmenerus, melakukan belajar. Allah juga menyuruh manusia untuk menuntut ilmu pengetahuan, tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu umum, seperti ilmu alam, ilmu pasti, ilmu-ilmu sosial dan budaya serta teknologi. Seperti yang dijelaskan didalam firman Allah ialah, Firman Allah : Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gununggunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatangbinatang ternak ada yang bermacammacam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun. (AlFaatir : 27-28)
II.3 Green manufacturing Green manufacturing merupakan salah satu metode manufaktur yang mendukung dan mempertahankan cara terbaru dalam memproduksi suatu produk atau jasa yang tidak membahayakan lingkungan serta dapat meminimalkan limbah dan polusi yang dikeluarkan melalui proses produksi tersebut. III. Pembahasan Teknik industri berkenaan dengan proses untuk memperbaiki performansi keseluruhan dari sistem yang dapat diukur dari ukuranukuran ekonomi, pencapaian kualitas,

dampak terhadap lingkungan, dan bagaimana semua hal tersebut dapat memberikan manfaat pada kehidupan manusia yang mana mempunyai tujuan meningkatkan produktivitas secara efektif dan efisien dengan melakukan pengurangan waste. Pada penerapannya di industri manufaktur, waste (pemborosan) akhirnya dibagi menjadi 7 tipe yang berbeda yaitu : over produksi, waktu menunggu, transportasi, pemprossesan, tingkat persediaan barang, gerakan kerja dan cacat poduksi. Pengurangan pemborosan tersebut dapat dilakukan dengan bermacam-macam langkah strategis, seperti melakukan pengurangan waste dan melakukan green manufacturing. Akan tetapi, melakukan pengurangan terhadap waste tersebut seringkali merusak lingkungan sekitar sehingga terbentuklah konsep green manufacturing yang mana selain menghilangkan waste juga menjaga lingkungan sekitar. Dimana proses green manufacturing adapat dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain : Perusahaan melakukan perubahan dari sistem end of pipe control ke teknologi yang lebih memperhatikan lingkungan Melakukan end of life management Mengurangi sumber limbah Melakukan daur ulang Menggunakan material yang berasal dari hasil daur ulang Melakukan perbaikan dalam proses produksi Menggunakan konsep manufaktur berdasarkan green design Mengembangkan sistem manufaktur yang inovatif Mengganti sumber daya yang terbatas dengan sumber daya lain Perusahaan harus memutuskan untuk melakukan pembuatan produk atau pembelian produk Seperti halnya menerapkan instalasi pengolahan limbah (IPAL) dan analisa dampak lingkungan bagi industri.

Khususnya bagi pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah secara spesifik. Konsep dari green manufacturing kurang lebih mengedepankan bahwa hasil akhir atau limbah industri bisa dikelola dengan lebih bijaksana agar tidak mencemari lingkungan. Menggunakan bahan yang ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan material, penciptaan lingkungan kerja yang ergonomis dan pemanfaatan kembali sampah industri. Selain konsep efisiensi dan tidak boleh boros dalam menggunakan sumberdaya, menciptakan tata leta pabrik yang efisien, gerakan kerja yang ergonomis demi menghindari kecelakaan kerja, pengendalian mutu yang ketelitiannya maksimum (zero defect), dan pengelolaan sumberdaya serta menjaga lingkungan. Konsep teknik industri dengan green manufacturing tersebut sesuai dengan Islam. Agama Islam adalah agama yang komprehensif dan lengkap. Jelas dengan karakteristik ini Islam memperhatikan seluruh kebutuhan hidup manusia dan memiliki aturan-aturan untuk seluruh persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan hidup manusia baik secara individu maupun sosial. Di antara persoalan yang mendapatkan perhatian Islam hingga kini adalah metode kehidupan sosial dan lingkungan hidup. Dikarenakan air dan udara merupakan faktor yang sangat signifikan dan pemanfaatan air serta udara yang bersih dan sehat merupakan salah satu kebutuhan primer manusia, maka berdasarkan ajaran-ajaran Islam mencemari kedua unsur tersebut merupakan tindakan yang haram dan termasuk salah satu dari dosa-dosa besar. Selain itu hal ini dianggap juga sebagai sebuah tanda ketidak-syukuran terhadap nikmat Tuhan dan salah satu dari dosa yang tidak terampuni. Pada hakikatnya, isu-isu seputar menjaga lingkungan dianggap penting dalam masyarakat industri modern saat ini padahal isu tersebut sebelumnya telah disinggung dan diperingatkan dalam Islam dan oleh para pemimpin, yaitu 1400 tahun yang lalu. Islam telah mewajibkan para pengikutnya untuk

memperhatikan aturan-aturan yang berkaitan dengan hal tersebut dan melaksanakan hukum-hukum individu maupun sosial. Dan Islam juga menunjukkan metode dan solusi untuk menjaga serta memelihara lingkungan hidup dan kesehatannya. Dimana salah satu contohnya yaitu seperti dengan mengurangi atau menghilangkan pemborosan yang terjadi dalam sistem kerja sangatlah sesuai dengan Islam, seperti firman Allah Sesungguhnya pemborospemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. al-Isra, 17:27). Selain itu, Nabi Muhammad SAW dalam setiap pertempuran melawan kaum kafir senantiasa mengingatkan kepada para sahabat dan pasukannya untuk tidak merusak tata lingkungan hidup atau ekologis setempat. Lebih jelasnya pesan tersebut terdiri dari 3 hal : Pertama, jangan menyakiti wanita dan anak-anak. Kedua, jangan melukai dan membunuh orang-orang Quraisy yang sudah menyerah serta tak berdaya. Ketiga, jangan menebang pohon dan membunuh binatang di daerah penaklukan. Perhatian Nabi Muhammad SAW terhadap lingkungan hidup terlihat jelas pada bunyi pesan yang ketiga. Dari sini nabi Muhammad melihat kelestarian lingkungan dan ekosistem merupakan aspek yang penting untuk menjaga kelestarian hidup manusia. Jika manusia mencemari udara yang sehat, atau mengubah air jernih dan suci yang diturunkan-Nya dari langit, dan Kami turunkan dari langit air yang dapat menyucikan. (Qs. Furqan: 48) yang mengalir ke permukaan tanah dan menjadi unsur penting dalam kehidupan manusia menjadi cairan yang berbahaya, maka tindakan ini merupakan pemanfaatan yang tidak benar terhadap nikmat-nikmat Ilahi, dan dikatakan pula sebagai tindakan yang mengkufuri nikmat. IV. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian tentang hubungan antara konsep green manufacturing dengan nilai-nilai islam adalah green manufacturing mempunyai sebuah konsep dimana sistem manufaktur yang memanfaatkan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien serta dengan menjaga lingkungan sekitar yang mana sangat sesuai dengan nilai-nilai islam yang memperhatikan kehidupan sosial dan lingkungan hidup seperti tidak menyukai keborosan dan mencintai lingkungan yang terawat. Daftar pustaka Kitab suci Al Quran dan Hadis Florida, Richard, The move to environmentally conscious manufacturing, California Management, vol39no1, Fall 1996. Gerngross, Tillman. Green Manufacturing can be worse for environment, Daily University Science News, Aug 24, 1999. M. Dief, Ahmed. 2011. A System Model for Green Manufacturing. In: Advances in Production Engineering & Management 6 Journal. Mohammad Daud Ali, 1993, Hukum Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, Hal. 5. Nasr. 1981, Islam dalam Cita dan Fakta, Leppenas, Jakarta, Hal. 19 http://hkislam.blogspot.com/2008/09/pengertianislam.html 9 Januari 2012 09:45 http://www.istiqamaharun.com/archives/5698 9 Januari 2012 09:46 http://iniblogdhani.blogspot.com/2008/12/isl am-dan-teknik-industri-2.html 7 Januari 2012 18:12 http://iniblogdhani.blogspot.com/2008/12/isl am-dan-teknik-industri-3-habis.html 7 Januari 2012 18:15