Anda di halaman 1dari 31

GANGGUAN HAID

Haid
 Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklis dari uterus disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium  Mulainya haid menarche  Berhentinya haid menopause

 Panjang siklus haid : jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu dan haid berikutnya  Rata-rata panjang pada wanita usia 12 tahun adalah 25,1 hari, wanita usia 43 tahun rata-rata 27,1 hari dan usia 55 tahun 51,9 hari  Lama haid biasanya berkisar dari 1-8 hari, rata-rata 3-5 hari  Jumlah darah yang keluar rata-rata 33,2 16 cc. Jika lebih dari 80 cc dianggap patologik

Klasifikasi
 Berdasarkan banyaknya darah dan lamanya perdarahan pada haid:
Hipermenorea atau menoragia Hipomenorea

 Kelainan siklus:
Polimenorea Oligomenorea Amenorea

Klasifikasi
 Perdarahan diluar haid: metroragia  Gangguan lain yang berhubungan dengan haid:
Premenstrual tension (ketegangan pra haid) Mastodinia Mittelschmerz (rasa nyeri pada ovulasi) Dismenorea

Hipermenorea (menoragia)
 Perdarahan haid yang lebih banyak dan atau lebih lama dari normal  Sebab kelainan terletak pada kondisi uterus, misalnya ada mioma uteri, polip endometrium maupun adanya gangguan pelepasan endometrium  Terapi disesuaikan dengan etiologi

Hipomenorea
 Perdarahan yang lebih pendek dan atau kurang dari biasa  Sebab-sebab terletak pada konstitusi penderita, uterus maupun gangguan endokrin  Terapi menenangkan penderita  Tidak mengganggu fertilitas

Polimenorea
 Siklus haid lebih pendek dari biasa (kurang dari 21 hari)  Perdarahan kurang lebih sama atau lebih banyak dari haid biasa  Disebabkan gangguan hormonal mengakibatkan gangguan ovulasi atau memendeknya fase luteal  Sebab lain : kongesti ovarium karena peradangan, endometriosis, dsb

Oligomenorea
 Siklus haid lebih panjang, lebih dari 35 hari  Perdarahan biasanya lebih sedikit  Kesehatan dan fertilitas tidak terganggu  Siklus haid ovulatoar dengan masa proliferasi lebih panjang

Amenorea
 Keadaan tidak adanya haid untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut  Primer sebab lebih berat kelainan kongenital dan genetik  Sekunder sebab yang timbul kemudian gangguan gizi;gangguan metabolisme;tumor

Amenorea
 Amenorea primer:
 bila seorang wanita yang telah mencapai usia 14

tahun, pertumbuhan seksual sekunder belum tampak, haid belum muncul  atau telah mencapai usia 16 tahun, telah tampak pertumbuhan seksual sekunder, namun haid belum juga muncul.

Amenorea
 Amenorea sekunder:

Wanita usia reproduksi yang pernah mengalami haid, namun haidnya berhenti untuk sedikitnya 3 bulan berturut-turut.

Amenorea
Penyakit-penyakit yang dapat disertai amenorea:  Kelainan organik pusat: ensefalitis, tumor,  Kelainan kejiwaan: syok emosional, psikosis, anoreksia nervosa, pseudosiesis  Gangguan poros hipothalamus-hipofisis: sindrom amenorea-galaktorea, sindrom steinleventhal, amenorea hipothalamik

Amenorea
 Gangguan hipofisis: sindrom sheehan dan penyakit simmonds, tumor-tumor hipofisis  Kelainan gonad: sindrom turner, sindrom feminisasi testikuler, menopause prematur, sindrom ovarium yang tak peka, tumor-tumor ovarium dan setelah pembedahan ovarium  Gangguan glandula suprarenal: adrenogenital, sindrom cushing, Addison

sindrom penyakit

Amenorea
 Gangguan glandula tiroidea : hipotiroid; hipertiroid; kretinisme  Gangguan pankreas : DM  Gangguan uterus dan vagina: sindrom Asherman, endometritis tuberkulosis, aplasia dan hipoplasia uteri, histerektomi, aplasia vaginae  Penyakit umum: malnutrisi

Perdarahan Bukan Haid


 Perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid  terdiri dari metroragia dan menometroragia  dapat disebabkan kelainan organik pada organ genital maupun kelainan fungsional (Perdarahan Uterus Disfungsional)

 Sebab-sebab organik:
Kelainan serviks uteri: polip servisis, erosi porsionis, ulkus porsio dan karsinoma servisis uteri Kelainan korpus uteri: polip endometrium, abortus, mola hidatidosa, sarkoma uteri, mioma uteri, koriokarsinoma Kelainan tuba: kehamilan ektopik terganggu, radang tuba, tumor tuba Kelainan ovarium: radang ovarium, tumor ovarium

 Sebab-sebab fungsional:
Dapat dijumpai pada semua umur, namun lebih sering pada awal dan akhir fungsi ovarium Hasil penelitian histo PA oleh Schroder (1915) pada uterus dan ovarium pada waktu bersamaan menunjukkan bahwa perdarahan terjadi karena resistensi folikel yang tidak pecah sehingga tidak terjadi ovulasi dan pembentukan korpus luteum hiperplasia endometrium karena stimulasi estrogen yang berlebihan

Perdarahan Uterus Disfungsional


 Perdarahan Ovulatoar
Merupakan 10% dari perdarahan disfungsional dengan polimenorea atau oligomenorea Etiologi berupa:
Korpus luteum persisten, menyebabkan pelepasan endometrium tidak teratur (irregular shedding) Insufisiensi korpus luteum (kurangnya produksi progesteron disebabkan gangguan LH-rf) Apopleksia Uteri, pada hipertensi Kelainan darah : anemia, purpura trombositopenik, gangguan pembekuan darah

 Perdarahan Anovulatoar
Perdarahan dapat dijumpai pada penderita penyakit metabolik, penyakit darah, penyakit umum yang menahun dan tumor-tumor ovarium Dapat juga diakibatkan stress

Perdarahan Uterus Disfungsional


Penanganan:  Jika perdarahan sangat banyak maka penderita harus tirah baring dan mendapat transfusi darah  Estrogen dalam dosis tinggi (dipropionas estradiol 2,5mg IM)  Progesteron (kaproas hidroksi progesteron 125 mg IM atau noerthindrone 15 mg per os atau asetas medroksi progesteron 10 mg)

Gangguan Lain Dalam Hubungannya Dengan Haid


 Dismenorea
nyeri haid (jika nyeri demikian hebat sehingga penderita harus beristirahat untuk beberapa jam atau beberapa hari) Rasa nyeri timbul tidak lama sebelum atau bersamaan dengan permulaan haid Sifat nyeri seperti kejang berjangkit-jangkit pada perut bawah dan dapat menyebar pada pinggang dan paha

Dibedakan menjadi dismenore primer dan sekunder berdasarkan etiologinya Dismenore primer jika tanpa ada kelainan pada alat genital, etiologi berupa masalah kejiwaan, konstitusi, obstruksi kanalis servikalis, faktor endokrin maupun alergi Dismenore sekunder disebabkan kelainan ginekologik, tatalaksana berdasarkan etiologi

Penanganan dismenore
Penerangan dan nasehat Pemberian analgetik Terapi hormonal Terapi dengan nonsteroid antiprostaglandin Dilatasi kanalis servikalis

 Premenstrual Tension (tegangan prahaid)


Keluhan yang biasanya timbul satu minggu hingga beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang setelah datangnya haid Keluhan-keluhan berupa gangguan emosional berupa irritabilitas, gelisah , insomnia, nyeri kepala, perut kembung, mual, pembesaran dan rasa nyeri pada mamma, pada kasus berat terdapat depresi, ketakutan, gangguan konsentrasi dan peningkatan gejalanfisik tersebut

Terjadi akibat ketidakseimbangan estrogen dan progesteron dengan akibat retensi cairan dan natrium , penambahan berat badan dan kadang edema Kurangi konsumsi garam selama 7-10 hari sebelum haid Kurangi minum Diuretik Progesteron sinetik dosis kecil

 Vicarious Menstruation
Perdarahan ekstragenital dengan interval periodik yang sesuai dengan siklus haid Perdarahan paling sering dijumpai pada mukosa hidung, dapat juga pada lambung, usus, paru, mamma dan kulit kadar estrogen edema dan kongesti pd alat-alat lain di luar alat genital

 Mittelschmerz dan perdarahan ovulasi


Nyeri antara haid, terjadi kira-kira pertengahan siklus haid, pada saat ovulasi Nyeri dapat disertai atau tidak disertai perdarahan , tidak mengejang, tidak menjalar dan tidak disertai mual muntah

 Mastalgia
Nyeri dan pembesaran mamma sebelum haid akibat edema dan hiperemi karena peningkatan relatif kadar estrogen Terapi terdiri atas diuretikum, jika keras dapat diberikan metil testosteron 5 mg sublingual perhari atau Bromokriptin

Terima Kasih