Angkatan 1945 Pengalaman hidup dan gejolak sosial-politik-budaya telah mewarnai karya sastrawan Angkatan '45.

Karya sastra angkatan ini lebih realistik dibanding karya Angkatan Pujangga baru yang romantik-idealistik. Karya-karya sastra pada angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut kemerdekaan seperti halnya puisi-puisi Chairil Anwar. Sastrawan angkatan '45 memiliki konsep seni yang diberi judul "Surat Kepercayaan Gelanggang". Konsep ini menyatakan bahwa para sastrawan angkatan '45 ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Selain Tiga Manguak Takdir, pada periode ini cerpen Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma dan Atheis dianggap sebagai karya pembaharuan prosa Indonesia. [sunting]Penulis dan Karya Sastra Angkatan 1945

Chairil Anwar
 

Kerikil Tajam (1949) Deru Campur Debu (1949)

Asrul Sani, bersama Rivai Apin dan Chairil Anwar

Tiga Menguak Takdir (1950)

Idrus
  

Dari Ave Maria ke Djalan Lain ke Roma (1948) Aki (1949) Perempuan dan Kebangsaan

Achdiat K. Mihardja

Atheis (1949)

Trisno Sumardjo

Katahati dan Perbuatan (1952)

Utuy Tatang Sontani
  

Suling (drama) (1948) Tambera (1949) Awal dan Mira - drama satu babak (1962)

Suman Hs.
 

Kasih Ta' Terlarai (1961) Mentjari Pentjuri Anak Perawan (1957)

berturutturut muncul sastra angkatan Balai Pustaka. misalnya sangat berbeda dengan sastra angkatan sebelumnya -. Mereka dalam berkarya harus tunduk dengan aturan ''Volkslectuur''. Sastrawan yang bergabung dalam angkatan Balai Pustaka. Akibatnya. bukanlah barang baru bagi sastrawan Indonesia. relevansinya dengan sastra yang berkembang masa itu. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya. Karya sastra harus diseleksi oleh redaksi ''Volkslectuur'' untuk bisa diterbitkan. angkatan 45. Lahirnya angkatan 45 karena perubahan sosial politik tahun 1942 yang begitu mendadak. beberapa sastrawan yang bergabung dalam lembaga itu dijuluki ''kacung'' Jepang. juga mengalami hal serupa. cerpen dan puisi menjadi alat propaganda penjajah Jepang. Pujangga Baru. sebuah lembaga kesusastraan di bawah pemerintah kolonial Belanda. Seleksi dan sensor yang sangat ketat itu sangat merugikan sastrawan. Jepang tiba-tiba datang menjajah Indonesia. Mengapa demikian? DALAM peta kesusastraan Indonesia modern. Dalam kurun waktu tahun 1942-1945. Sastra angkatan 45. angkatan 66 dan belakangan ini disebut-sebut telah lahir sastra angkatan reformasi. Ketika itu.sebuah pusat kebudayaan yang pro Jepang. turut berkembang apa yang disebut ''Sastra Zaman Jepang''. sebab karya-karya itu harus mendukung pemerintah kolonial untuk melanggengkan kekuasaan . sastra angkatan 45 dijuluki sastra kemerdekaan. Pertjobaan Setia (1940) Sastra Kemerdekaan. melalui sebuah lembaga ''Keimin Bunka Shidosho'' -. ada baiknya menoleh sejenak seputar Proklamasi 17 Agustus 1945. Perkembangan sastra masing-masing periode itu identik dengan situasi dan kondisi sejarah bangsa Indonesia. telah lahir. Produk karya sastra zaman ini banyak yang menghamba pada pemerintah Jepang di Indonesia. sejarah sastra Indonesia mencatat revolusi baru di bidang sastra yang populer dengan istilah sastra angkatan 45. Masing-masing angkatan itu juga memiliki ciri khas tersendiri. Sastra Angkatan 45 Masih dalam suasana memperingati HUT ke-58 Kemerdekaan RI.Pujangga Baru dan Balai Pustaka. Bahkan roman. Hambatan politis seperti itu.

termasuk kesusastraan. Konsep itu tak ubahnya seperti naskah ''Proklamasi''. Para sastrawan Indonesia waktu itu merasakan sekali kemerdekaan dan tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan karya yang betul-betul mencerminkan manusia merdeka. disamping ada juga yang bertahan dengan kebudayaan tradisi (Timur). Justru banyak sastrawan yang berkiblat ke Barat. Akhirnya muncul polemik kebudayaan di tahun 1933-1935 yang kini sering menjadi acuan dalam mencari identitas kebudayaan nasional.'' Memperhatikan konsep seni seperti itu. Konsep Seni Sastra angkatan 45 memiliki konsep seni yang diberi judul ''Surat Kepercayaan Gelanggang''. Dua kubu itu memiliki kekuatan yang seimbang. Idrus. Aktivitas kebudayaan setelah proklamasi sampai tahun 1950. tetapi juga sandiwara. bebas berkreativitas. drama dan film serta seni lukis. Suasana jiwa dan penciptaan yang sebelum itu amat terkekang. Kejadian yang teramat penting. mereka tidak memiliki identitas yang khas Indonesia. Para sastrawan yang merasakan kemerdekaan ini adalah Chairil Anwar. Pendapat pro dan kontra antarsastrawan bermunculan. dan Usmar Ismail (film) dan lain-lain. Kami lahir dari kalangan orang banyak dan pengertian rakyat bagi kami adalah kumpulan campur baur dari mana dunia-dunia baru yang sehat dapat dilahirkan. Pramudya Ananta Toer (prosa). Segala sesuatu yang berbau Barat dipuja-puja. tampaknya para . akhirnya mendapat kebebasan senyata-nyatanya. tidak saja di bidang sastra. Mereka menjadi agen kebudayaan Barat. detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945 berpengaruh sekali atas semua kegiatan kebudayaan. Hal ini membuktikan bahwa sastrawan dan budayawan bebas berekspresi. jelas kesusastraan Indonesia belum memiliki jati diri. Kreativitas sastrawan dan budayawan terbelenggu akibat situasi politik ketika itu.Belanda. penguasa Jepang dan kolonial Belanda sangat dominan. Pengaruh budaya Barat. (bidang puisi). Trisno Sumarjo (drama). Mereka ini kemudian digolongkan ke dalam sastrawan angkatan 45. Menyimak kondisi sastra seperti itu. Zaman Pujangga Baru berbeda lagi. Asrul Sani. melecehkan adat ketimuran. yang berbunyi ''Kami adalah ahli waris yang sah dari kebudayaan dunia dan kebudayaan ini kami teruskan dengan cara kami sendiri.

. tapi lebih banyak oleh apa yang diutarakan oleh wujud pernyataan hati kami. Para sastrawan itu memandang ke depan untuk mengisi kemerdekaan.. Zaman itu sastrawan terpecah menjadi dua.id/BaliPostcetak/2003/8/31/ap3.html . Chairil Anwar.'' Pernyataan agak bombastis itu merupakan sindiran terhadap polemik kebudayaan di era Pujangga Baru. tetapi memikirkan suatu penghidupan kebudayaan baru yang sehat. Mereka juga tidak ingin menggosok-gosok kebudayaan lama yang telah usang. Kami tidak akan memberikan suatu kata ikatan untuk kebudayaan Indonesia. para sastrawan menginginkan suasana baru yang lebih baik dari sebelumnya. rambut kami yang hitam atau tulang pelipis kami yang menjorok ke depan. Apa yang diungkapkan dalam sastra adalah suasana Indonesia dengan pikiran-pikiran Indonesia yang hidup dalam masyarakat dan zamannya..balipost. * i nyoman suaka http://www.. jelas tidak menginginkan polemik. Sampai berakhirnya masa Pujangga Baru. Idrus.sastrawan dan budayawan mempunyai era tersendiri yang tidak ingin dipengaruhi pihak lain.co. Walaupun demikian. pro dan kontra terhadap identitas kebudayaan nasional masih menyisakan polemik. Mereka juga mengaku lahir di tengah-tengah masyarakat yang bercampur baur. Cita-cita kemerdekaan angkatan 45 itu yang tertuang dalam konsep ''Surat Kepercayaan Gelanggang'' juga sangat berani. Mereka yang bernaung di bawah payung angkatan 45 ini ingin bebas berkarya sesuai alam kemerdekaan dan hati nurani. Kehadiran angkatan 45 seperti dalam konsep seninya itu. Asrul Sani dan lain-lain tidak memberikan kata-kata kunci tentang kebudayaan Indonesia. Di satu pihak pro Barat dan di pihak lain pro Timur. seperti kutipan berikut: ''Ke-Indonesiaan kami tidak semata-mata karena kulit kami yang sawo matang. Pramudya. Kalau kami berbicara tentang kebudayaan Indonesia kami tidak ingin kepada melap-lap hasil kebudayaan lama sampai berkilat dan untuk dibanggakan.

Ir. ia tidak dapat memungkiri bahwa sebagian besar karyanya memang membicarakan persoalanpersoalan pada masa itu. yaitu Prof. tetapi juga menulis karya-karya ilmiah yang berkenaan dengan sastra. Ia pun sudah menghasilkan cerpen pada masa itu.meninggal di Padang. Inggris. Lanita Idrus. sebagai PeloporAngkatan ’45 di bidang prosa. Rizal Idrus. Dunia Sastra Perkenalan Idrus dengan dunia sastra sudah dimulainya sejak duduk di bangku sekolah. 1. Mereka dikaruniai enam orang anak. Di Malaysia. terutama ketika di bangku sekolah menengah. Ia menikah dengan Ratna Suri. Hasratnya yang besar terhadap sastra membuatnya tidak hanya menulis karya sastra. Jassin. dan lain-lain. dan Taufik Idrus. Perkenalan dengan Luigi Pirandello.Anas Makruf. lepas . Dr. Slamet Riyadi Idrus. Perkenalan dengan Jaroslov Hask. Idrus terpaksa meninggalkan tanah air dan pindah ke Malaysia. 21 September 1921 . Kekhasan gayanya dalam menulis pada masa itu membuatnya memperoleh tempat terhormat dalam dunia sastra. Ia sangat rajin membaca karya-karya roman dan novel Eropa yang dijumpainya di perpustakaan sekolah. Sutan Takdir Alisyahbana. Minatnya pada dunia sastra mendorongnya untuk memilih Balai Pustaka sebagai tempatnya bekerja. Karena tekanan politik dan sikap permusuhan yang dilancarkan oleh Lembaga Kebudayaan Rakyat terhadap penulis-penulis yang tidak sepaham dengan mereka. Hasilnya antara lain adalah Perkenalan dengan Anton Chekov. Kemampuannya menggunakan tiga bahasa asing (Belanda. Nirwan Idrus. dan Perkenalan dengan Guy de Maupassant. yang dikukuhkan H. membaca dan mendalami karya-karya sastra yang tersedia di sana dan berkenalan dengan para sastrawan terkenal. Sumatera Barat. Keinginannya itu pun terwujud.Wiki: Idrus Abdullah Idrus (lahir di Padang. dan Jerman) membuatnya berpeluang untuk menerjemahkan buku-buku asing. seperti Teknik Mengarang Cerpen dan International Understanding Through the Study of Foreign Literature. Jassin dalam bukunya. pada tahun 1946.B. Sumatera Barat. 18 Mei 1979 pada umur 57 tahun) adalah seorang sastrawan Indonesia. Noer Sutan Iskandar. ia berkenalan dengan H. empat putra dan dua putri.B. Meskipun menolak digolongkan sebagai sastrawan Angkatan ’45. Ia berharap dapat menyalurkan minat sastranya di tempat tersebut. Damayanti Idrus.

2. kehebatan Idrus diakui khalayak sastra. Karya Terjemahan • • • • • • Kereta Api Baja Roti Kita Sehari-hari Keju Perkenalan dengan Anton Chekov Cerita Wanita Termulia Dua Episode Masa Kecil . ia masih tetap eksis dengan menulis kritik. Cerpen • • • • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma Anak Buta 2. Setelah ketiga karya itu. ia terus berkarya. esai.dari tekanan Lekra. majalah. memang. 4. Dengan Mata Terbuka (1961) dan Hati Nurani Manusia (1963). Ketiga karyanya itu menjadi karya monumental. dan hal-hal yang berkenaan dengan sastra di surat kabar. 1. terutama setelah karyanya Surabaya. Novel • • • • • • • • SurAki'abaya Perempuan dan kebangsaan Dengan Mata Terbuka Hati Nurani Manusia Hikayat Putri Penelope Hikayat Petualang Lima NJ mania KEBANTENAN Aki 2. antara lain. Karyanya saat itu. 3. Corat-Coret di Bawah Tanah. Namun tidak berarti ia lantas tidak disebut lagi. dan RRI (untuk dibacakan). Karya-karya 2. dan Aki diterbitkan. Drama • • • • Dokter Bisma Jibaku Aceh Keluarga Surono Kejahatan Membalas Dendam 2. 2. Di dalam dunia sastra. pamor Idrus mulai menurun.

Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin. berasal dari Taeh Baruah. berasal dari Situjuh. J.[4]Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945. Auden. Archibald MacLeish. [2] Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS). seperti: Rainer M. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Rilke. sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Meskipun pendidikannya tak selesai.• • • • • Ibu yang Kukenang Acoka Dari Penciptaan Kedua Wiki: Chairil Anwar Chairil Anwar (lahir di Medan. W. H. setelah perceraian orang-tuanya. Masa kecil Dilahirkan di Medan. ia dinobatkan oleh H. 26 Juli 1922 . Sumatra Barat. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). sekolah menengah pertama Hindia Belanda. 28 April 1949 pada umur 26 tahun) atau dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku [2]) adalah penyair terkemukaIndonesia.meninggal diJakarta. Marsman. atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949). Sedangkan ibunya Saleha. Chairil menguasai bahasa Inggris. tetapi dia keluar sebelum lulus. Limapuluh Kota. modifikasi. Slaurhoff dan Edgar du Perron. pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau. 2. [1] Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir.B. Ayahnya bernama Toeloes.Perdana Menteri pertama Indonesia. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian.H. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia. Kerikil Tajam • • • • • • • . 1. dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama. Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Pada usia sembilan belas tahun. Jassinsebagai pelopor Angkatan '45 dan puisi modern Indonesia.[5][6] Semua tulisannya yang asli. bahasa Belanda danbahasa Jerman.[3]. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan. Sumatera Utara.Limapuluh Kota. Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Masa dewasa Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942.

Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC[7] Dia dikuburkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak. 1969) The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. Dickinson (Berkeley? California. 1960) "Cuatro poemas indonesios [por] Amir Hamzah. Sebelum dia bisa menginjak usia dua puluh tujuh tahun. yang bertambah lemah akibat gaya hidupnya yang semrawut. 4. Indonesian poems". antara lainbahasa Inggris. Terjemahan ke bahasa asing Karya-karya Chairil juga banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Chairil Anwar. 1970) The Complete Poems of Chairil Anwar. State University of New York Press. New Directions. oleh Donna M. Jassin (Singapore: University Education Press. Terjemahan karya-karyanya di antaranya adalah: • • • • • • • "Sharp gravel. Walujati" (Madrid: Palma de Mallorca. terjemahan karya John Steinbeck • • • • • • • • 5.Yang Terampas dan Yang Putus (1949). dia sudah kena sejumlah penyakit. 1978) . 1963) "Only Dust: Three Modern Indonesian Poets". Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. disunting olehPamusuk Eneste. kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin). Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag. 1962) Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York. oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets. • • 3. Jakarta. kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986) Derai-derai Cemara (1998) Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948). Akhir hidup Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya. B. 1974) Feuer und Asche: sämtliche Gedichte. dengan bantuan H. disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany. terjemahan karya Andre Gide Kena Gempur (1951). dan Tiga Menguak Takdir (1950. Karya tulis yang diterbitkan Deru Campur Debu (1949) Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949) Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin) "Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949". disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang. Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari zaman ke zaman. Jerman dan Spanyol.

"Chairil Anwar. oleh Burton Raffel (Athens. diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan. 2. Pranala luar • • (id) Biodata Sastrawan Indonesia 1900-1949 (id) Biodata @ TamanIsmailMarzuki.seasite. Referensi [1] Artikel tentang Chairil Anwar. Ohio: Ohio University. 3.html http://alwishahab. "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York. "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers. 1972).niu. Kementerian Pendidikan. awalnya dimuat di Suara Merdeka http://www. "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat. Universitas Hasanuddin.S. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1996) 7. 1995) Zaenal Hakim. 1993) 6. "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff. 1987) Pamusuk Eneste. Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta. Jassin.com 8. Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar.U.• The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar. 1984) Rachmat Djoko Pradopo. 1976) Robin Anne Ross. Center for International Studies. . 1976) Arief Budiman. 1976 H. 1953) Boen S. Auckland. 1974) S. "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor. "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jaya.com/2007/08/03/bertemu-pujaan-chairil-anwar/ 5. 1983) Husain Junus. Tinuk Yampolsky (2002) 1. 4. 1985) Sjumandjaya. disertai kumpulan hasil tulisannya". Karya-karya tentang Chairil Anwar • • • • • • • • • • • • Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949.edu/flin/literature/chairil-anwar_lat15. Nababan. "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi. "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan IlmuIlmu Sastra.wordpress. Fakultas Sastra. (Jakarta: Gunung Agung. pelopor Angkatan '45. Oemarjati. Abdul Kadir Bakar.B.

yang bentuknya seperti cerita yang enak dibaca. Pecahnya G30S pada 1965 di Indonesia membuat mereka terlunta-lunta di tanah asing. dalam bahasa Estonia. Novel ini pertama kali dimuat dalam koran daerah berbahasa Sunda Sipatahoenan danSinar Pasundan pada tahun yang sama. 17 September 1979) adalah seorang sastrawan Angkatan 45 terkemuka. Departemen Penerangan Republik Indonesia (1953) hal. Sementara itu. Sajang Ada Orang Lain (1954). "Chairil Anwar Legenda Sastra yang Disalahpahami".Selamat Djalan Anak Kufur (1956). Di Langit Ada Bintang (1955). karena dianggap terlalu pesimistik dan hanya mengungkapkan sisi gelap revolusi. "Tambera". termasuk karya Utuy. Karya tulis 4.6. Sajak. Setelah itu Utuy menerbitkan kumpulan cerita pendeknya. tetapi selanjutnya ia menemukan cara menulis lakon yang unik. diakses Juni 2007 Wiki: Utuy Tatang Sontani Utuy Tatang Sontani (Cianjur. 1948) ditulis sebagaimana lakon ditulis. Orang-orang Sial (1951). banyak karya pengarang Indonesia yang diterjemahkan dan diterbitkan ke dalam bahasa Rusia. seperti yang dialami oleh begitu banyak kawan mereka. Daftar Isi: 1. yang diikuti oleh cerita-cerita lakonnya yang membuatnya terkenal. Kembali ke Indonesia berarti ditangkap dan dituduh terlibat G30S. yang dianggap mencerminkan semangat revolusi dan perjuangan rakyat.Blogspot.Moskwa. Uzbekistan. dan Tak Pernah Mendjadi Tua (1963). Lakon pertamanya (Suling dan Bunga Rumahmakan. Karyanya yang pertama adalah Tambera (versi bahasa Sunda 1937) sebuah novel sejarah yang berlangsung di Kepulauan Maluku pada abad ke-17. Pranala luar 1. hanya terbit di Tallin. Terseret arus politik zaman Utuy diutus oleh pemerintah Indonesia pada 1958 sebagai salah seorang wakil Indonesia dalam Konferensi Pengarang Asia-Afrika di Tashkent.183 7. Sang Kuriang (1955). 1 Mei 1920 . Ketika hubungan politik Indonesia-Uni Soviet semakin mesra. "Orang-Orang Sial". Situasi mereka semakin sulit . Pada 1 Oktober 1965 Utuy bersama sejumlah pengarang dan wartawan Indonesia menghadiri perayaan 1 Oktober di Beijing atas undangan pemerintah Tiongkok. Di antara lakon-lakonnya yang terkenal adalah Awal dan Mira (1952). Terseret arus politik zaman 2. Si Kabajan (1959). Pindah ke Moskwa 3.

Karya tulis • • • • • • • • Tambera (1948) Orang-orang Sial: sekumpulan tjerita tahun 1948-1950 (1951) Selamat Djalan Anak Kufur (1956) Si Kampeng (1964) Si Sapar: sebuah novelette tentang kehidupan penarik betjak di Djakarta (1964) Kolot Kolotok Di bawah langit tak berbintang (2001) Menuju Kamar Durhaka . 3. Ia menyusun sekurangkurangnya empat buah novel dan tiga otobiografi hingga ia wafat pada1979 di Moskwa. wartawan Harian Rakjat. dan Soerjana. Salah satu novelnya yang ditulisnya dan diterbitkan di Moskwa adalah Kolot Kolotok. Universitas Negara Moskwa. Utuy diminta mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Moskwa dan sempat pula menghasilkan sejumlah karya tulis.ketika di RRT sendiri pecah Revolusi Kebudayaan pada 1966. Novel ini hanya dicetak terbatas untuk bahan studi di Jurusan Indonesia. Ketika ia meninggal. Sebagian dari penumpang ini berhenti di Moskwa. Di Bawah Langit Tak Berbintang adalah memoar dan otobiografinya yang mengisahkan pengalamannya hidup di pengasingan di RRT dan di Rusia. 2. Sebagian orang Indonesia yang terdampar di Tiongkok akhirnya memutuskan untuk meninggalkan negara itu dan pergi ke Eropa Barat dengan menumpang kereta api Trans Siberia. Pindah ke Moskwa Kedatangan Utuy di Moskwa pada 1971 disambut hangat oleh pemerintah Uni Soviet dan masyarakat ilmiah di sana. Kuslan Budiman. Rusdi Hermain. terutama karena nama Utuy sudah dikenal luas lewat karya-karyanya dan kehadirannya dalam Konferensi Pengarang AsiaAfrika pada 1958. termasuk Utuy dan sejumlah kawannya. sebagai penghormatan nisannya ditempatkan sebagai nisan pertama di pemakaman Islam pertama di Moskwa.kumpulan cerpen (2002) Drama: • • • • • • • Suling (1948) Bunga Rumah Makan: pertundjukan watak dalam satu babak (1948) Awal dan Mira: drama satu babak (1952) Sajang Ada Orang Lain (1954) Di Langit Ada Bintang (1955) Sang Kuriang: opera dua babak (1955) Si Kabajan: komedi dua babak (1959) .

• • Tak Pernah Mendjadi Tua (1963) Manusia Kota: empat buah drama (1961) Selain ke dalam bahasa Rusia dan Estonia. sama seperti para penulis yang mendapatkan stigmakomunis. karya-karya Utuy dilarang beredar oleh pemerintah. bahasa Inggris. karya-karya Utuy juga diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain. Mandarin. Tagalog. . Di masa Orde Baru. mis. dll.