Anda di halaman 1dari 13

Alat Kerja Bangku Dan Plat

KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah Nya kepada kita sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada pembimbing kami yaitu Bapak Agus Triyanto dan Bapak Maruto yang telah membimbing kami sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah Alat Kerja Bangku Dan Plat ini disusun dari berbagai sumber temasuk internet, buku-buku panduan, dan sumber lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk membantu para pembaca yang ingin mengetahui kerja bangku dan plat secara singkat dan jelas. Isi makalah ini merupakan garis besarnya saja, sehingga akan mudah dipahami oleh seluruh pembaca. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu dengan rendah hati kami mengharap tegur sapa dan kritik yang membangun dari guru dan teman-teman guna perbaikan ketidaksempurnaan ini. Karena hanya Allah Yang Paling Sempurna Akhirnya saya mengucapkan selamat membaca dan mudah-mudahan ini akan menambah pengetahuan dan referensi para pembaca khususnya di bidang otomotif.

Blitar, 31 Januari 2010

Abdul Kadir Zuhri X TMO SMKN 1 BLITAR NISN 9947454836

BAB I Alat Ukur

Dalam fisika dan teknik, pengukuran adalah aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian dunia-nyata. Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur terkena error peralatan yang bervariasi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi. Fisikawan menggunakan banyak alat untuk melakukan pengukuran mereka. Dimulai dari alat yang sederhana seperti penggaris dan stopwatch sampai ke mikroskop elektron dan pemercepat partikel. Instrumen virtual digunakan luas dalam

pengembangan alat pengukur modern. Berikut ini adalah macam macam alat ukur yang sering digunakan dalam bengkel. 1. Jangka Sorong Jangka sorong adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan bacaan digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang diatas 30cm.  Kegunaan Kegunaan jangka sorong adalah:

y y

Untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit. Untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur.

Untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara "menancapkan/menusukkan" bagian pengukur. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang.

2. Mikrometer Mikrometer adalah alat ukur yang dapat melihat dan mengukur benda dengan satuan ukur yang memiliki 0.01 mm. Satu mikrometer adalah secara luas digunakan alat di dalam teknik mesin electro untuk mengukur ketebalan secara tepat dari blok-blok, luar dan garis tengah dari kerendahan dan batang-batang slot. Mikrometer ini banyak dipakai dalam metrologi, studi dari pengukuran, Mikrometer memiliki 3 jenis umum pengelompokan yang didasarkan pada aplikasi berikut :  Mikrometer luar. Mikrometer luar digunakan untuk ukuran memasang kawat, lapisanlapisan, blok-blok dan batang-batang.  Mikrometer dalam. Mikrometer dalam digunakan untuk mengukur garis tengah dari lubang suatu benda.  Mikrometer kedalaman. Mikrometer kedalaman digunakan untuk mengukur kerendahan dari langkah-langkah dan slot-slot.

3. Penggaris Penggaris mempunyai berbagai macam ukuran dengan pembagian berbedabeda, dibuat dari baja stainless. Penggaris baja dapat mudah dibaca jika penggaris diolesi kapur. Namun sekarang penggaris sudah ada yang terbuat dari plastik/mika sehingga pembacaanya lebih mudah dibanding penggaris baja karena penggaris mika dibuat transparan.

4. Busur derajat Digunakan untuk mengukur sudut-sudut yang ditimbulkan oleh suatu benda. Busur juga sering digunakan dalam proses gambar teknik. Busur derajat biasanya mempunyai ukuran dari 0 derajat hingga 180 derajat. 5. Engine vacum & fuel PUMP pressure Engine vacum digunakan untuk nengukur kevakuman dalam karburator. Petunjuk kevakuman yang baik -60 sampai -68 Kpa atau -0,6 bar sampai -68 bar atau rata-rata 18-22 inches (in Hg) pada kecepatan mesin idle 500-700 rpm. Fuel PUMP pressure digunakan untuk mengukur tekanan dalam pompa bensin. Penunjukan tekanan pompa bensin rata-rata paling baik adalah 0,5 kg/cm persegi atau 5 PSI 6. Gelas ukur Gelas ukur sebagai perlengkapan bila kiata memeriksa isi/volumedan tekanan pompa bensin. Alat ini digunakan untuk menampung jumlah bensin sewaktu pompa bensin dites. 7. Battery tester Untuk mengukur putaran motor sampai 10000 rpm, setiap putaran jarum besar, jarum kecil bergerak satu angka berarti putaran motor 1000 rpm. Battery tester selalu digunakan untuk mengukur tegangan battery sepeda motor, mobil diesel maupun mobil bensin. 8. Dial gauge Dial gauge digunakan untuk menentukan kerataan suatu permukaan. Konstruksi dial gauge terdiri dari frame sebagai rumahnya dan dudukan untuk penempatan pada standnya. Dial gauge terdapat dua jarum yang berbeda. Jarum panjang (long needle) yang terdapat dalam dial gauge menunjukan pengukuran perseratus milimeter. Jarum pender (short needle) menunjukan pengukuran dalam satuan milimeter. Outer rim

adalah bagian luar yang digerakan berputar dan di dalamnya terdapat angka dari nol sampai ke nol kembali setelah melewati angka 90. outer rim berfungsi untuk melakukan set nol awal pengukuran. Bila ujung batang pengukur (measure point) ditekan pada suatu permukaan yang sedang diukur maka jarum panjang bergerak menuju hasilnya. Dalam penggunanya dial gauge memerlukan alat bantu sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan pengukuran alat bantu tersebut adalah (suporting tool). 9. Alternator checker Alternator checker adalah alat yang digunakan untuk mengukur output tegangan pada alternator pada terminal BNF saat mesin hidup. Dengan diketahuinya tegangan pada alternator dapat diketahui kemampuan alternator. Saklar tekan pada alternator checker terdiri dari lima bagian, dua bagian saklar seleksi tegangan, dan tiga bagian saklar checker terminal BNF. Saklar seleksi tegangan warna hijau untuk tegangan maksimum 20 volt atau untuk kendaraan bertegangan batery 12 volt. Saklar seleksi warna merah untuk tegangan maksimum 40 volt atau untuk kendaraan bertegangan batery 24 volt. Saklar warna putih untuk menyeleksi pemeriksaan terminal BNF alternator, terdiri dari dua macam skala yaitu skala 20 volt dan skala 40 volt. Untuk 20 volt terdiri dari 20 strip jadi harga satu strip 1 volt, sedangkan strip kecil diantaranya bernilai 0,5 volt. Untuk 40 volt terdiri dari 20 strip jadi harga satu strip 2 volt, sedangkan strip kecil diantaranya bernilai 1 volt. 10. Toe in/out gauge Toe in gauge adalah alat untuk mengukur harga toe dari kendaraan. Skala pengukuran terdiri dari dua macam sekala yaitu: y Skala sleeve terdiri dari 20 strip dengan skala 0 terletak di tengah dan bila thimbel maju atau dimundurkan akan berakhir pada angka 10. Dari 0 sampai 10 terdiri dari 10 strip seharga 10 mm. Jadi harga 1 strip 1mm y Bila thimbel bergerak maka jarum akan bergerak memperbesar atau memperkecil panjang toe. Skala thimbel terdiri dari 10 strip. 11. Camber, caster kingpin gauge (CCKG)

Alat ini berfungsi untuk mengetahui besar sudut camber, caster, dan kingpin dari kendaraan. Penunjukan besar sudut ditunjukan olrh adanya gelembung udara pada gelas penduga pada masing-masing pengukurannya. Penggunaan alat ini harus dikombinasikan dengan turning radius gauge dan kendaraan harus pada posisi datar untuk memperoleh hasil pengukuran yang presisi. 12. Fuel injection pump test stand Alat ini dipergunakan untuk mengkalibrasi semua tipe pompa injeksi bahan bakar dimana dalam penggunaanya harus disertai dengan buku manual dari tipe pompa injeksi yang akan dites. Pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh FUEL INJECTION PUMP TEST STAND adalah:
y y y y y

Pemeriksaan/penyetelan volume pompa injeksi Pemeriksaan/penyetelan mechanical/pneumatic governor Pemeriksaan/penyetelan otomatic tinner Pemeriksaan/penyetelan feed pump Pemeriksaan/penyetelan penyediaan order dan lain-lain

BAB II Alat Kerja Bangku

1. Ragum Ragum adalah suatu alat penjepit untuk menjepit benda kerja yang akan dikikir, dipahat, digergaji, di tap, di sney, dan lain lain. Dengan memutar tangkai (handle) ragum, maka mulut ragum akan menjepit atau membuka/melepas benda kerja yang sedang dikerjakan.  Bibir/mulut ragum harus berdiri tegak di ragum.  Tempelkan kepalan tangan pada dagu.

 Sukut harus berada diatas mulut ragum dan apabila lengan kita ayunkan, sikut jangan sampai menyentuh bibir mulut ragum. o Menjepit benda kerja pada ragum Bila kita menjepit benda kerja pada ragum, benda kerja yang keluar dari mulut ragum janganlah terlalu tinggi, terutama apabila bahan benda kerja itu terbuat dari logam tipis. Bila memungkinkan perbandingan bahan yang keluar dari mulut ragum harus lebih kecil daripada bagian yang terjepit. . Gunakan pelat pelapis untuk menjepit benda kerja, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat dari jepitan gigi ragum . Pelat pelapis bisa dibuat dari bahan plat tipis yang rata, seperti plat siku dll.

2. Penggores Alat ini digunakan untuk menandai ukuran pada benda kerja atau bahan yang akan diolah. Ada bermacam-macam jenis penggores:  Penggores tangan sedukan.  Penggores dengan satu ujung bengkok.  Penggores dengan satu ujung dirobah. Dan cara pemakainnya adalah sebagai berikut:  Dalam menggunakan penggores membentuk 20-25 derajat.  Tekan penggores pada gambar.  Condongkan penggores kearah maju.

3. Penitik Penitik adalah alat yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. Penitik terbuat dari besi yang ujungnya runcing membentuk sudut 30-90 derajat. Dan cara pemakaiannya adalah:  Pegang penitik dengah tangan kiri, tempatkan pada benda.  Penitik harus tegak lurus dengan bahan.

 Penitik dipukul satu kali dengan pemukul yang ringan, serta periksa posisinya jika sudah tepat baru dipukul dengan kuat agar didapatkan titik yang jelas, dengan sarat jangan terlalu keras.

4. Alat Pemotong Pengertian alat pemotong disini sangat luas bukan berarti untuk memotong akan tetapi segala alat yang dapat mengurangi berat dari benda kerja tersebut.  Pemotong Plat Alat ini berguna untuk memotong plat dan biasanya penggunaannya kalau ada palu banyak berlebih dan tidak memiliki sudut yang tidak begitu rumit maka sebaiknya menggunakan alat pemotong ini.  Gergaji Besi Gergaji digunakan untuk memotong benda kerja yang kedudukan pemotongnya tidak memungkinkan untuk dipotong dengan mesin potong, maka sebaiknya memakai gergaji. Ada beberapa tipe dari gergaji dan daun gergaji yang pemakaiannya juga disesuaikan keperluan atau untuk pemotongan. Berikut ini akan dijelaskan bagianbagian dari gergaji yaitu:  Bingkai Bingkai ini biasanya terbuat dari pipa baja yang kuat dan baik.  Tangkai Tangkai dari gergaji ini juga terbuat dari besi yang kuat.  Pasak Pasak digunakan untuk menahan dari mata gergaji agar tidak terlepas dan terpasang kuat pada gergaji.  Mor kupu-kupu Mor ini berguna untuk menerangkan kedudukan dari mata gergaji agar menjadi regang.  Mata gergaji Mata gergaji berfungsi sebagai pemotong.

5. Mesin Bor

Di bengkel-bengkel kerja bangku pekerja logam kebanyakan menggunakan jenis mesin bor, seperti mesin bor bangku, mesin bor tiang adakalanya menggunakan mesin bor pistol atau bor dada. Beberapa contoh mesin yang disebut diatas : a. Mesin Bagian mesin bor mejaTombol :  Tuas penekan.  Tuas pengikat.  Alas mesin bor.  Meja mesin bor.  Penjepit bor.  Pengaman.  Mur penyetel.  Rumah sabuk. b. Bor Kegunaan Bor duduk merupakan perangkat perbengkelan duduk yang bor meja

digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. Bagian-bagian dari perkakas bor duduk listrik:  Motor penggerak berupa motor listrik untuk menggerakkan cak  Sistem transmisi yang berfungsi untuk mentransmisikan putaran motor penggerak ke poros pemutar cak.  Tuas penekan adalah alat yang berfungsi untuk menggerakkan mata bor mendekati benda kerja, dan mengumpankan mata bor ke permukaan benda kerja.  Cak dimana mata bor digenggam oleh gigi-gigi pada cak.   Meja bor merupakan tempat untuk meletakkan benda kerja yang sedang ditangani. Dudukan adalah kaki yang berfungsi untuk mendudukkan perkakas

bor di atas rangka atau meja.

c. Mesin Bagian 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) alas mesin bor meja tiang dari

bor mesin motor pengatur tuas sumbu mesin mesin bor

tiang tiang: listrik kcepatan penekan bor bor bor

Mesin bor tiang dan mesin bor meja digunakan untuk benda yang ukurannya relative kecil, sehingga dapat dibawa. Karena mesin ini ukurannya cukup besar jadi tidak mungkin dibawa/dirubah posisinya. Maka untuk benda yang besar tidak mungkin dirubah posisinya digunakan mesin bor yang portable seperti mesin bor pistol dan bor dada.

 1. Mata pemotong (cutting edge) 2. Kepala 3. Bibir pengait (tang) 4. Titik mati (dead center) 5. Tepi/kelonggaran (margin) 6. Garis menengah (diameter)

Bor Bor (penggerek) ini biasa disebut mata bor mempunyai bagian seperti :

(penggerek)

7. Sudut-sudut, adalah sudut garis hati dengan tepi / mata pemotong (harus sama besar) 8. Sudut mata (point eagle) 9. Saluran tatal (flute) 10. Badan (body) 11. Mata / punca (point) 12. Sudut bibir ruang antara (lip clearance)

 Mata bor Memeriksa bor / penggerek dengan pelat kaliber untuk mengukur kedua bibir pemotong keada sama panjang mengukur sudut-sudut yang dibentuk o kedua bibir pemotong dengan garis hat besar mengukur sudut yang diapit oleh kedua pemotong.  Langkah menggunakan mesin bor tiang /bor meja 1. Langkah persiapan kelengkapan-kelengkapan mesin bor . Jenis bahan yang akan di bor untuk menyesuaikan dengan bor dan tekanan yang diberikan pada saat pemboran. Ukuran garis tengah bor disesuaikan dengan lubang yang diminta. Arah putaran dan kecepatan putaran mesin bor, semakin kecil mata bor maka harus semakin cepat putaran mesin. 2. Langkah pelaksanaan pekerjaan. Pasang bor pengerek pada penjepit bor,gunakan kunci penjepit bor sampai bor dalam keadaan mantap. Letakkan titik center pada bor penggerek. Tekan tombol ON untuk menghidupkan mesin. Tekan tuas penekan dengan tekanan yang sesuai dengan jenis bahan benda kerja dan beda bor/penggerek. Gunakan pelumas /pendingin agar bor tidak mudah tumpul dan tidak macet

6. Mesin gerinda Mesin gerinda adalah suatu alat yang berfungsi untuk membentuk, mengasah dan menajamkan alat alat perkakas seperti; pahat, penitik, penggores, jangka tusuk dan sebagainya.  Menggunakan mesin gerinda 1. Langkah persiapan. Pasang kaca pengaman pada gerinda. Perhatikan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda, usahakan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda sedekat mungkin. Periksa kondisi batu gerinda, apakah masih dapat dipergunakan. Gunakan kaca mata pengaman dan pakaian kerja selama mengoperasikan mesin gerinda 2. Langkah pengoperasian mesin gerinda. Tekan tombol sakelar untuk menyalakan mesin. Posisi badan pada saat bekerja. Kedudukan dan posisi antara pahat dan gerinda pada

waktu diasah / digerinda. Pegang jari-jari dan ibu jari tangan kiri sangat penting pengaruhnya pada pekerjaan mengasah pahat.

7. Mesin milling Pengerjaan logam dalam dunia manufaktur ada beberapa macam, mulai dari pengerjaan panas, dingin, hingga pengerjaan secara mekanis. Mesin milling adalah mesin yang mampu melakukan banyak tugas bila dibanding mesin lain. Hal ini disebabkan karena selain mampu mengerjakan permukaan datar, berlekuk dengan penyelesaian yang sangat presisi. Mesin milling dapak mengahasilkan permukaan bidang rata yang halus, tetapi proses ini membutuhkan pelumas untuk mendinginkan mata milling agar tidak cepat aus. 8. Mesin honing Pengerjaan honing dilakukan setelah selesai memperbesar lubang atau membulatkan kembali lubang silinder yang sedikit aus. Ketirusan silinder yang kecil dihoning dengan honing memegas dan ketirusan yang besar dihoning dengan honing kaku. 9. Mesin reboring Mesin ini digunakan untuk meluruskan silinder. Silinder yang mempunyai kelonjongan lebih dari 200 mikro meter harus diganti atau diluruskan dengan mesin ini. 10. Mesin potong (cut machine) Mesin ini digunakan untuk memotong pipa besi. Mesin ini biasanya digunakan orang mesin untuk membantu pekerjaan pemotongan logam. 11. Mesin scrap Mesin scrap adalah mesin dengan pahat memotong ulak-alik, dari jenis pahat mesin bubut yang mengambil pemotongan lurus. Dengan menggerakkan benda kerja menyilang maka ditimbulkan permukaan yang rata. Kesempurnaan tidak tergantung dari ketelitian dari pahat. Dengan pahat khusus, perlengkapan dan alat untuk memegang benda kerja, mesin scrap dapat juga memotong alur pasak luar dan dalam, alur spiral, batang gigi, tanggem, celah T, dan bentuk lain. 12. Mesin frais

Frais merupakan suatu proses memakan benda kerja dengan sayatanya dilakukan dengan menggunakan pahat yang diputar oleh poros spindel mesin. Pahat frais termasuk pahat bersisi potong banyak. Proses pemotongan dilakukan dengan menggunakan pahat yang diputar oleh arbor yang berhubungan langsung dengan poros mesin. Posisi pahat pada arbor dapat diatur dengan mengatur letak cincin pemisah. Posisi dari poros arbor merupakan penentu jenis mesin. Untuk mengerjakan benda kerja yang berbentuk rumit dan ukuran yang relatif besar yang tidak mungkin dilakukan oleh mesin frais horizontal maupun vertikal maka dibuat mesin frais khusus.

Diunggah Oleh abdul w 16 Pada Minggu, Agustus 07, 2011 >>>>> 0 Comment: Poskan Komentar