Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA I.

Tujuan : y Untuk mengetahui banyaknya variasi sifat yang akan diturunkan y Untuk mengamati hasil persilangan dengan beberapa sifat beda.

II.

Dasar Teori Salah satu aspek yang penting pada organisme adalah kemampuannya melakukan reproduksi dan dengan demikian dapat melestarikan jenisnya. Pada organisme yang berkembang biak secara seksual, individu baru adalah hasil kombinasi informasi genetis yang disumbangkan oleh dua gamet yang berasal dari kedua parentalnya. George Mendel adalah seorang yang telah berhasil dalam percobaan percobaannya dalam bidang hibridasi. Pada percobaannya Mendel menyimpulkan bahwa: 1. Sifat materi heriditer berupa benda atau partikel dan bukan berupa cairan/non murai. 2. Sifat tersebut berpasangan. 3. Sifat yang tertutup dapat muncul kembali, artinya sifat yang resesif akan terlihat ekspresinya dalam keadaan yang menentu. Dalam hukum Mendel I yang dikenal dengan The Law of Segreration of Assesic Genes atau Hukum Pemisahan Genyang Sealel, dinyatakan bahwa dalam pembentukan gamet alel akan memisah secara bebas. Peristiwa pemisahan ini terlihat ketika pembentukan gamet individu yang memiliki genotipe heterozigot, sehingga tiap gamet mengandung salah satu alel tersebut. Dalam Hukum Mendel II atau dikenal dengan The Law of Independent assorment of genes atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas, dinyatakan bahwa selama pembentukan gamet, gen gen sealel akan memisah secara bebas dan mengelompok dengan gen yang lain yang bukan alelnya.

Pembuktian Hukum ini dipakai pada dihibrid atau polihibrid, yaitu persilangan dari dua individu yang memiliki satu atau lebih karakter yang berbeda. Monohibrid adalah hibrid dengan satu sifat beda, sedangkan dihibrid adalah hibrid dengan dua sifat beda yang akan menghasilkan perbandingan 9:3:3:1. Fenotipe adalah

penampakan atau perbedaan sifat dari suatu individu tergantung dari susunan genetiknya yang dinyatakan dengan kata-kata (misalnya mengenai ukuran, bentuk, warna, rasa dan sebagainya). Genotipe adalah susnan genetik dari suatu individu yang ada hubungannya dengan fenotipe, biasanya dinyatakan dengan simbol tanda/huruf.

III.

Alat dan Bahan 1) 2) Beker gol Kancing genetika

IV.

Cara Kerja 1) Ambil / pilih kancing genetika yang warna / bentuknya bervariasi 2) Kelompokkan kancing ini berdasarkan sifatnya yaitu : y Jantan : Merah (MM), Hitam (HH), Hijau besar (JJ), Putih besar (PP). y Betina : Ungu (UU), Pink (NN), Kuning (KK), Hijau kecil (GG). 3) Setelah dikelompokan lalu dipilih salah satu dari jantan dan salah satu dari betina lalu letakan pada gelas yang baru yang telah disediakan. (catatan : saat mengambil kancing tidak boleh dilihat) 4) Setelah selesai maka hitunglah ada berapa banyak

pasangannya dan setiap pasangan jumlahnya berapa?

V.

Tabel Hasil Pengambilan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Genotipe JJGG MMGG MMNN HHNN HHGG PPKK PPUU JJNN JJUU PPNN HHUU HHKK JJKK MMKK MMUU PPGG Fenotipe Hijau besar Hijau kecil Merah Hijau kecil Merah Pink Hitam Pink Hitam Hijau kecil Putih Kuning Putih Ungu Hijau besar Pink Hijau besar Ungu Putih Pink Hitam Ungu Hitam Kuning Hijau besar Kuning Merah Kuning Merah Ungu Putih Hijau kecil Jumlah 5 2 4 5 4 4 6 5 3 1 3 3 2 6 3 4

VI. Pembahasan Pada percobaan ini, gamet jantan dan gamet betina dari masing masing kancing bewarna dipisahkan, kemudian dikawinkan/

dipasangkan secara bebas, dengan pengambilannya secara acak. Pada kancing berwarna tersebut menunjukan individu monohibrid yang dikawinkan secara acak menjadi individu dihibrid. Ketika kami memasangkan kancing-kancing seperti pada langkah 2 dan 3 maka akan didapatkanlah perbandingan seperti pada tabel di atas. Hal ini sesuai dengan Hukum Mendel II yang menyatakan bahwa selama

pembentukan gamet, gen gen sealel akan memisah secara bebas dan mengelompok dengan gen yang lain yang bukan alelnya.

Pembuktian Hukum ini terbukti dalam hasil persilangan dari kancing yang diambil secara acak yang menghasil gabungan dari dua karakter/bentuk (berupa warna) dari kancing tersebut.

VII.

Kesimpulan Percobaan di atas menunjukan bahwa keragaman Filius (keturunan) yang dihasilkan melalui persilangan dari Parental (induk) yang memiliki keberagaman genotipe/fenotipenya. Dari persilangan tersebut, kita dapat mengetahui berbagai macam sifat beda dari keturunan yang dihasilkan. Berdasarkan percobaan, maka disusunlah kesimpulan sebagai berikut. 1. Setiap sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang faktor ketrunan. Satu faktor induk jantan dan satu faktor induk betina. 2. Setiap faktor bentuk menunjukan bentuk alternatif sesamanya, misalnya tinggi atau pendek, kuning atau hijau. Kedua bentuk alternatif ini disebut alel. 3. Jika pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu mahkluk hidup, maka faktor dominan akan menutup faktor yang resesif. 4. Pada waktu pembentukan gamet, yaitu pada proses pembelahan meisosis. Pasangan faktor atau tiap-tiap alel akan memisah secara bebas (Hukum Mendel I). 5. Individu galur murni akan mempunyai pasangan sifat (alel) yang sama, yaitu dominan saja atau resesif saja

VIII.

Pertanyaan. 1. Ada Berapa banyak Pasangannya? Jawab: Pasangan Kancing genetika yang terbentuk adalah 16 pasang. 2. Pasangan mana yang domianan? Jawab: Pasangan domianan pada percobaan di atas adalah pasangan Putih-Unggu dan Merah-Kuning dengan masing-masing jumlah pasangan sebanyak 6 pasang.

3. Apakah semua jumlahnya sama? Jika Ya mengapa? Dan Jika Tidak mengapa? Jawab: Jumlah pasangan yang terbentuk pada kancing genetika adalah tidak sama. Hal ini disebabkan pengambilan pasangan kancing yang dilakukan secara acak sehingga menghasilkan jumlah yang berbeda. Peristiwa ini sesuai Hukum Mendel II yang menyatakan bahwa selama pembentukan gamet, gen gen sealel akan memisah secara bebas dan mengelompok dengan gen yang lain yang bukan alelnya. Dengan adanya pemisahan gen-gen sealel yang kemudian mengelompok dengan gen yang lainnya yang bukan alelnya tersebut, maka dihasilkanlah keturunan dengan berbagai ragam bentuk, ukuran, warna, dsb. Dalam kaitannya dengan pratikum kancing genetika ini, setelah dilakukan pengambilan/ persilangan secara acak, dihasilkanlah berbagai bentuk pasangan warna dengan jumlah yang berbeda

DAFTAR PUSTAKA

Syamsuri, Istamar,dkk. 2007. Paket Ipa Biologi Jilid 3, Berdasarkan Standar Isi 2006. Jakarta: Erlangga.

Jago Duda, S.Si, M.Pd, Hilarius. 2011. Panduan Mengajar (Power Point). Mata Kuliah: Genetika. 3 SKS. Sintang: STKIP Persada Khatulistiwa.

Kandi.

2010.

Hukum

Mendel

dan

Presentasi.

Tersedia

di

http://www.authorstream.com. Di akses tanggal 4 Desember 2011.

LAPORAN PRATIKUM GENETIKA

Disusun Oleh:

KELOMPOK II: Jamal Siti Purwasih Framdianus Agustinus

KELAS: B.5

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PERSADA KHATULISTIWA SINTANG TAHUN AKADEMIK 2011/2012