Anda di halaman 1dari 15

TUBERCULOSIS GASTROINTESTINAL

DEFINISI
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi basil Mycobacterium tuberculosis yang bersifat sistemik. Lokasi terbanyak di paru = infeksi primer. Tuberkulosis abdominal adalah suatu lesi granuloma dalam rongga perut yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis.

EPIDEMIOLOGI
PRIA = WANITA. Menyerang semua umur, terutama usia produktif. Hunges et al melaporkan 20% 50% kematian karena tuberkulosis abdominal. Tinggi pada penderita dengan mal nutrisi dan berasal dari daerah endemik.

PATOGENIS

PATOGENESIS

Mekanisme sehingga tuberkel basil M.tbc menjangkau traktur gastrointestinal : Fokus primer Menyebar secara hematogen Tertelan basil M.tbc dlm sputum Menyebar secara langsung dari organ Melalu saluran limfe dari limfanodus yang terinfeksi.

DIAGNOSIS
Klinis Radiologis Uji Tuberkulin Reaksi BCG Laboratorium Histopatologi

Cont..

Didiagnosis Tb jika skor 6 (skor maksimal 14).

MANIFESTASI KLINIS
Demam : hilang timbul. Nyeri abdomen Keringat malam Nafsu makan menurun Perut buncit (ascites) Massa intra abdomen Gejala sumbatan usus

PEMERIKSAAN RADIOLOGIS
Foto Rontgen Paru : seringkali tidak khas Dapat berupa Milier, Atelektasis, Infiltrat , pembesaran kelenjar hilus atau paratrakeal, konsolidasi (lobus), efusi pleura, kalsifikasi, bronkiektasis, kavitas. Foto polos abdomen Dapat menunjukan gambaran obstruksi seperti dilatasi loop-loop usus dengan multipel air fluid level, dan tanda-tanda perforasi.

UJI TUBERKULIN
Uji tuberkulin dilakukan dengan cara Mantoux (penyuntikan intrakutan). Tuberkulin yang dipakai adalah tuberkulin PPD RT 23 kekuatan 2 TU atau PPD-S kekuatan 5 TU. Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikan. Diukur diameter tranversal dari indurasi yang terjadi. Ukuran dinyatakan dalam mm, dikatakan positif bila indurasi : > 10 mm.

REAKSI BCG
Bila dalam penyuntikan BCG terjadi reaksi cepat berupa kemerahan dan indurasi > 5 mm (dalam 3-7 hari) maka dicurigai telah terinfeksi Mycobacterium tuberculosis.

LABORATORIUM
Pemeriksaan langsung BTA (mikroskopis): Pemeriksaan Sputum Pemeriksan Bilasan Lambung Cairan Ascites

HISTOPATOLOGI
Ditemukan nya BTA dalam rongga perut dan struktur tuberkel dengan nekrosis kaseosa, sel epiteloid dan sel datia langhan
ket : Pemeriksaan histopatologi merupakan pemeriksaan pasti dari tuberkulosis abdominal.

TERAPI
Triple drug tuberkulostatika yaitu rimfapisin, Etambutol dan INH selama 18 bulan. Kortison tappering off selama 3 bulan untuk mencegah perlengketan.